You are on page 1of 5

RESENSI BUKU

NEGRI 5 MENARA

OLEH :
Sutriono
04214022
PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS NAROTAMA
SURABAYA
2015

RESENSI BUKU

Atang mengajak untuk reuni di Trafalgar Square.IDENTITAS BUKU : JUDUL BUKU : Negri 5 menara PENULIS PENERBIT CETAKAN TEBAL : Ahmad Fuadi : Gramedia Pustaka Utama : juli 2009 : 423 halaman PENDAHULUAN : Buku Negri 5 menara. ULASAN : Buku ini bercerita tentang kehidupan 6 santri dari 6 daerah yang berbeda menuntut ilmu di Pondok Madani (PM) Ponorogo Jawa Timur yang jauh dari rumah dan berhasil mewujudkan mimpi menggapai jendela dunia. Atang dari Bandung 6. bermain sepak bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. buku ini banyak menceritakan tentang motivasi-motivasi dan kisah inspiratif dalam hidup dan cerita yang di sajikan sangat layak untuk di baca maupun di amalkan. Alif Fikri Chaniago dari Maninjau 2. buku ini sangat bagus buat para pembaca dan sangat cocok untuk kalangan remaja maupun dewasa . Said Jufri dari Surabaya 4. Dulmajid dari Sumenep 5. Raja Lubis dari Medan 3. London minggu depan . Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan. Cerita ini berawal saat Alif berada di Washington DC pada bulan Desember 2003 ia menerima pesan dari Atang. Mereka adalah: 1. Baso Salahuddin dari Gowa Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. salah satu Sahibul Menara yang berasal dari Bandung.

Sebab. Tepatnya di kaki menara dengan empat patung singa tempat mereka berjanji untuk bertemu. Alif mendapatkan surat dari etek Gindo yang berisi tentang Pondok Madani yang ada di Ponorogo. Akhirnya Ujian pun tiba. dia sangat kaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok. Ia tinggal berdua dengan Fatia. Namun. beliau menginap selama 3 hari dan akhirnya misinya selesai. masing-masing Sahibul Menara dipulangkan dengan bus dengan tujuan masing-masing. Alif. Untunglah. tulis dan terakhir ujian peradaban islam. Said dan Dulmajid bekerja sama mendirikan sebuah pondok . mereka merasa kehilangan saudara di PM. dan Atang bertemu lagi di Trafalgar Square. adalah waktu untuk berpisah. Jawa Timur serta pendaftaran untuk masuk ke pondok Madani. Dan suatu ketika. Kini Said meneruskan bisnis batik keluarga Jufri di pasar ampel. Setelah 2 minggu sejak mereka merayakan selesainya ujian. Sudah selama 4 tahun mereka belajar di Pondok Madani. Keesokan harinya. Alif memilih untuk bersekolah di Pondok Madani. tibalah pengumuman kelulusan dan mereka semua lulus dengan hasil yang baik. Karena mereka yakin akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru besar PM). istrinya yang lulusan pondok khusus putri di Mantingan. Setelah mendapat pesan dari Atang. Sebelas tahun kemudian. Alif. Surabaya. Dulmajid. Said. Dengan setengan hati. yang akhir-akhir ini muncul lagi. dia menemukan sahabat-sahabat yang bernama Raja dari Medan. Para Sahibul Menara kini tidak berenam lagi. Sesuai cita-cita mereka dulu. ada ujian lisan. Mereka dijuluki sebagai para “Sahibul Menara” atau “orang yang punya menara” sebutan bagi Alif dan 5 temannya karena seringnya mereka menghabiskan waktu senggangnya di menara Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Alif beserta teman-temannya sudah banyak berkembang menjadi orang yang lebih baik.karena Raja juga berada di London. Setelah melaksanakan ujian. London. Malamnya diadakan Khutbah perpisahan dan berjabat tangan dengan semua warga PM. masa-masa berada di Pondok Madani bersama para Shahibul Menara.Setelah dia dinyatakan lulus seleksi dan menjadi santri Pondok Madani. sejak kecil ia ingin menjadi “Habibie”. Setelah kepulangan Baso. karena ibunya ingin Alif menjadi ustad (Ulama). dan bencanda tawa. Lalu. Lalu. Mereka sudah menikah. Raja. Alif juga teringat akan niatan setengah hatinya dulu. Alif Fikri adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah di SMA Bukittiggi Sumatera Barat dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. mereka menginap di apartemen Raja. Ayahnya pergi ke PM untuk membujuk Alif. yaitu man jadda wajada. Untuk mencegah Alif pulang. ibunya tidak mengijinkannya. Said dari Surabaya. Awal mulanya dia tidak tahu jika ada tes seleksi untuk masuk Pondok Madani karena etek Gindo tidak mencerikakannya lewat surat. dan Raja dapat bersantai-santai di bawah menara. Atang. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasik Agama. Dulmajid dari Sumenep. Akhirnya Baso memilih untuk pulang agar bisa merawat neneknya dan juga belajar mengahafal Al-Qur’an. Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Baso mendapatkan surat yang berisi bahwa neneknya semakin sakit dan tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur. Alif lalu teringat akan masa lalu. Alif tidak pernah mengira bahwa dirinya akan menjadi santri Pm yang disebut-sebut telah mencetak banyak ulama dan intelektual muslim itu.

Sedangkan Atang telah delapan tahun menuntut ilmu di Kairo dan sekarang menjadi mahasiswa program doktoral untuk ilmu hadits di Universitas Al-Azhar. Ringan. Memberikan semangat untuk meraih impian. Kini mereka berenam telah berada di lima negara yang berbeda. SARAN : Bahasanya sangat susah di pahami agar di perbaiki Tuliasan arab yang di sajiakan agar di jelaskan lebih agar pembaca tidak kebingungan alur ceritanya agar di urutkan karena terlalu bercampur aduk KESIMPULAN : Novel ini menceritakan tentang perjuangan 6 orang sahabat yang bercita-cita tinggi dan cita-cita itu terwujud hasil dari . tidak digambarkan dengan jelas bagaimana karakter masing-masing tokoh. Latar belakang sangat jelas sehingga mudah di pahami Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat menarik.dengan semangat Pondok Madani di Surabaya. KEKURANGAN : Beberapa bacaan menggunakan bahasa yang sedikit sulit untuk dipahami. Di lima menara impian mereka. Cerita tentang kenangan masa lalu tidak berkaitan dengan ini/pokok cerita KELEBIHAN : Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun. Baso kini kuliah di Mekkah dan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah Arab Saudi. setelah menyelesaikan kuliah hukum Islam dengan gelar S1 di Madinah. Buku ini sangat menarik untuk di baca mengharukan dan menginspirasi. Sementara Raja berkisah kalau ia telah satu tahun tinggal di London. Pada novel ini. deskriptif dan mengalir serta mampu memperkaya kosakata dan wawasan berbagai macam daerah.

perjuangan mereka yang sangat menginspirasi . . Novel ini sangat bagus buat para pembaca karena bertemakan perjuangan dan kesungguhan serta doa yang menyertainya.