Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah Bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa
resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa
Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,
tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi.
(Wikipedia)
Mempelajari Bahasa Indonesia dengan baik dan benar merupakan sebuah
keharusan bagi semua warga Negara Indonesia. Tetapi realitanya pada saat ini,
banyak anak bangsa yang masih belum memahami sepenuhnya Bahasa Indonesia.
Hal ini bisa kita lihat dari nilai hasil ujian Bahasa Indonesia yang lebih rendah
dari nilai ujian bahasa asing. Selain itu, masih banyak anak remaja zaman
sekarang yang menyalahi aturan berbahasa Indonesia seperti mengubah suatu
pengucapan kata atau bentuk tulisan kata.
Mempelajari Bahasa Indonesia tidaklah mudah seperti membalikkan
telapak tangan, bahkan bagi warga Negara Indonesia sendiri. Buktinya, banyak
dari siswa-siswi sekolah dasar, sekolah mengengah pertama (SMP), sekolah
menengah atas (SMA), dan bahkan mahasiswa-mahasiswi perguruan tinggi yang
masih mengeluh belajar Bahasa Indonesia.
Untuk memulai belajar sesuatu, pertama kali yang harus kita lakukan
adalah menumbuhkan rasa ketertarikan dan keinginan terhadap sesuatu tersebut.
Hal ini yang masih merupakan kendala terbesar dalam mempelajari Bahasa
Indonesia. Masih banyak masyarakat yang mengeluh bahwa belajar Bahasa
Indonesia itu tidak menarik dan membosankan. Hal ini biasanya mengacu pada
cara mengajar guru atau dosen di institusi penidikan. Selain masalah ketertarikan,
Bahasa Indonesia terlalu menekankan pada teori, jarang dengan praktik-praktik.
Alasan lain yang membuat belajar Bahasa Indonesia sulit adalah
memahami arti kata baku atau formal dan cara penulisan kata yang benar.
Kebanyakan dari masyarakat di Indonesia, ketika berkomunikasi dalam hubungan
sehari-hari jarang sekali menggunakan bahasa baku. Jadi ada beberapa kata yang
masih banyak belum diketahui atau dimengerti oleh warga Indonesia sendiri.

06.Banyak sekali alasan warga Negara Indonesia sendiri belum memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. masalah penulisan kata yang dipergunakan seharihari berbeda dengan penulisan kata yang sesungguhnya. Nama : Uswatun Hasanah NIM : 013.0060 . masalah penempatan tanda baca dan imbuhan yang bisa merubah arti dari kata itu sendiri. Mulai dari tidak ada ketertarikan. masalah memahami kata baku. dan banyak alasan lain lagi.