Sebab kematian seorang korban yang mati karena racun dan diduga karena

suatu tindak pidana, sangat perlu untuk diketahui oleh pihak pengadilan, karena
memegang peranan penting dalam menentukankesalahanyang telah dilakukan oleh
terdakwa, sehingga dengan demikian hakim dapat menjatuhkan pidana yang seadil
mungkin.
Apabila kesalahan itu dilakukan tanpa kesengajaan (karna kealpaannya) maka
terdakwa dapat dijatuhi pidana berdasarkan :


Pasal 203 KUHP
Pasal 205 KUHP
Pasal 359 KUHP

Pasal 203 KUHP
(1) “Barang siapa karena kekhilafannya (kealpaanya) menyebabkan sesuatu zat
masuk kedalam ke dalam sumur, pompa, sumber, atau kedalam perlengkapan
air minum untuk umum atau untuk dipakai oleh atau bersama-sama dengan
oranglain, padahal diketahui bahwa perbuatan itu air lalu berbahaya bagi
nyawa atau kesehatan orang, diancam dengan pidanan penjara paling lama
Sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana
denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”
(2) “Jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam
dengan pidana penjara paling lama satu tahun emapat bulan atau pidana
kurungan paling lama satu tahun.”
Pasal 205 KUHP
(1) “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan barangbarang yang berbahaya bagi nyawa atau keselamatan orang, dijual,
diserahkan atau dibagi-bagikan tanpa diketahui sifat berbahayanya oleh
yang membeli atau yang memperoleh diancam dengan pidana penjara paling

padahal diketahui bahwa perbuatan itu air lalu berbahaya bagi nyawa atau kesehatan orang. atau kedalam perlengkapan air minum untuk umum atau untuk dipakai oleh atau bersama-sama dengan oranglain.“ Pasal 338 KUHP : “ Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain.” (2) Barang-barang itu dapat disita. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.” (2) “Jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati. diancam karena pembunuhan dengan pidanan penjara paling lama lima belas tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun. diancam dengan pidanan penjara paling lama lima belas tahun. “ Apabila perbuatan itu dilakukan dengan sengaja.tetapi ia tidak mengatakan dengan terus terang sifat bahaya dari pada barang tersebut kepadaa orang yang berkepentingan.lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling banyak emapt ribu lima ratus rupiah. Pasal 202 KUHP (1) “Barang siapa memasukan barang sesuatu ke dalam sumur. Pasal 359 KUHP “Barang siapa karena kesalahanya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati. maka ia dapat dipidana berdasarkan pasal 204 KUHP yang berbunyi : .” Apabila terdakwa mengetahuibahwa barang tersebut berbahaya bagi jiwa atau kesehatan. pompa. maka terdakwa dapat dijatuhi pidana berdasarkan pasal 202 dan 338 KUHP. ember.

yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. menawarkan. menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya memebahayakan nyawa atau kesehatan orang.” Dalam kasus kematian yang diduga karena racun. Bila tidak ada kecurigaan bahwa matinya karena racun.dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu. bedah jenazah dan pemeriksaan toxicologynya harus dilakukan dengan teliti dan lengkap (dengan pemeriksaan histopatologi). (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati. Apabila tindakan pembunuhan dengan racun itu dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu. diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. maka pemeriksaan toxicology dapat dibatalkan. .(1) Barang siapa menjual. misalnya karena sakit jantung atau penyakit-penyakit yang lain. bedah jenazah harus dilakukan denganteliti dan lengkap (dengan pemeriksaan histopatologi). padahal sifat berbahaya itu tidak diberitahukan. paling lama dua puluh tahun. penyidikharus secepat mungkin mengajukan permintaan visum et repertum jenazah agar bedah dapat dilakukan secepat mungkin.diancam karena pembunuhan dengan rencana. karena ada beberapa jenis racun yang mudah terurai (misalnya asam cyanide dan beberapa racun yang berasal dari tumbuhtumbuhan). Dalam kasus kematian yang diduga karena racun. Pada kasus yang demikian. maka terdakwa dapat dijatuhi pidana berdasarkan pasal 304 KUHP yang berbunyi : “ Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. maka penyidik harus meneliti lagi tempat kejadian perkara. Apabila dokter menemukan sebab kematian bukan karena racun. Hal ini perlu dilakukan.