BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan

merupakan bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara
kuantitatif dapat diukur atau suatu peningkatan dalam berat atau ukuran dari seluru/sebagian
dari organisme, sedangkan perkembangan merupakan bertambahnya fungsi alat tubuh yang
dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar atau peningkatan kemahiran dalam
penggunaan tubuh.
Pada awal pertumbuhan tanaman berbentuk biji. Apabila biji tersebut jatuh ke tanah,
lama-kelamaan dari biji itu akan mengeluarkan tunas. Pada perkecambahan bji ada 2 tipe
perkecambahan yaitu Epigeal dan Hipogeal.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang saling berhubungan. Ada
banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pekembangan tumbuhan. Faktor-faktor
tersebut dikelompokan menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
merupakan faktor yang meliputi faktor genetis (hereditas) dan factor fisiologis, sedangkan
faktor eksternal atau faktor lingkungan merupakan faktor yang berasal dari luar tubuh
tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Salah satu faktor eksternal yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan adalah cahaya.
Cahaya yang dibutuhkan tumbuhan tidak selalu sama pada setiap tanaman. Ada jenisjenis tumbuhan yang memerlukan cahaya penuh dan ada pula yang memerlukan remangremang untuk pertumbuhannya. Banyak sekali teori yang menjelaskan tentang pengaruh
cahaya terhadap pertumbuhan tumbuhan. Namun teori tersebut belum sepenuhnya dapat
dipelajari jika kita belum mengetahui kebenarannya pada lingkungan kita. Selain itu, masih
banyak siswa dan siswi yang belum dapat menjelaskan pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Untuk itu, kami mengadakan penelitian untuk lebih mengetahui dan membuktikan
kebenaran teori tersebut. Dengan berlandaskan teori tersebut, didalam penelitian ini, kami
akan mengamati pertumbuhan dan perkembangan biji kacang merah.

1

Perkecambahan Kacang Merah

sehingga menanam kacang hijau dengan intensitas cahaya yang tepat 1.5 Manfaat Penelitian 1. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan penelitian ini adalah : 1. kami mengambil hipotesis bahwa : 1.6 Definisi Operasional 2 Perkecambahan Kacang Merah . 2.3 Hipotesis Dalam penelitian ini. dapat memberikan pengalaman serta pengetahuan bagi penulis tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya. HI: tipe perkecambahan kacang merah adalah epigeal HO:tipe perkecambahan kacang merah adalah hipogeal 2. HI: intensitas cahaya berpengaruh terhadap pertumbuahan kacang hijau HO: intensitas caha tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau 1. 2.2 Rumusan Masalah Dengan melihat uraian pada latar belakang. Mengetahui jenis perkecambahan tanaman kacang merah? Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang merah? 1. Apa jenis perkecambahan tanaman kacang merah? Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang merah? 1. Manfaat untuk pembaca Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau yang diletakan dilingkungan yang berbeda intensitas cahayanya. 2.4 Tujuan Penelitian 1. Manfaat untuk penulis Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini.1.

Berkembangan bersifat (kualitatif) tidak dapat diangkakan. dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pengertian intensitas juga termasuk lama penyinaran sinar matahari. Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) Perkembangan dalam proses menuju dewasa. Pertumbuhan 3 Perkecambahan Kacang Merah . Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat tidak dapat kembali dengan pertmbahan jumlah sel. BAB II LANDASAN TEORI 2. massa. Proses perkembangan berjalan sejajar dengan pertumbuhan.Intensitas Cahaya adalah banyaknya energy cahaya yang diperoleh suatu tanaman per satuan luas dan per satuan waktu (kl/cm/hari). Sesungguhnya intensitas memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. perkembangan merupakan proses yang dapat diukur.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume. Berbeda dengan pertumbuhan.

pertambahan tinggi batang dan jumlah daun. 2. Proses Perkecambahan Proses Fisika. misalnya jagung. sedangkan Hipokotil (bagian bawah kotiledon) di ujungnya terdpat radikula (calon akar) adalah poros embrio yang tumbuh ke bawah dan akan menjadi akar primer. Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil dari dalam biji) karena pertumbuhan embrio di dalam biji menjadi tanaman baru. Perkembangan adalah proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible.2 Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman diawali dengan perkecambahan biji. Pada biji dikotil yang berkecambah. daun lembaga (kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus). 4 Perkecambahan Kacang Merah . sedangkan koleoptil berfungsi melindungi plumula. Contoh. Skutelum berfungsi sebagai alat penyerap makanan yang terdapat di dalam endosperma. munculnya bunga sebagai alat perkembangbiakan. embrio menyerap nutrient dari endosperma (cadangan makanan) sehingga kotiledon mengecil pada akhirnya kisut dang lepas. Embrio terdiri dari akar lembaga (calon akar = radikula). Selain itu.terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. pada jagung juga terdapat koleoriza yang berfungsi melindungi radikula. A. Struktur Biji Pada biji tanaman dikotil maupun monokotil: Epikotil (bagian atas kotiledon) di ujung epikotil terdapat Plumula (ujung batang & calon daun) merupakan poros embrio yang tumbuh ke atas yang selanjutnya akan tumbuh menjadi daun pertama. (a) Terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering. Pada tanaman monokotil. B. Contoh. kotiledon mengalami modifikasi menjadi skutelum dan koleoptil.

yaitu : a) Perkecambahan Epigeal Ciri Perkecambahan ini : Terangkatnya kotiledon dan plamula ke permukaan tanah. (b) Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberelin (GA). Selanjutnya gula dan zat lain diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman. Pemanjangan terjadi pada epikotil (ruas batang diatas kotiledon). Macam Perkecambahan Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan. (c) Hormon GA mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk sintesis dan mengeluarkan enzim. contoh : kacang hijau. kapas. (d) Enzim bekerja menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. kacang kedelai. dan Dicotyledoneae yaitu hanya kacang kapri. Perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman Dicotyledoneae (kecuali kacang kapri). contoh : Jagung. C. ada dua tipe perkecambahan. 5 Perkecambahan Kacang Merah . b) Perkecambahan Hipogeal Ciri Perkecambahan ini : Tertinggalnya kotiledon didalam tanah. Umumnya terjadi pada biji monocotyleddoneae. Proses ini menghasilkan molekul kecil larut dalam air. padi. sedang plamula tetap menembus tanah. missal enzim amylase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Pemanjangan terjadi pada bagian hipokotil (ruas batang dibawah kotiledon).Proses Kimia.

antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen. selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Meristem Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Daerah pemanjangan sel 6 Perkecambahan Kacang Merah . c. Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah. Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela. Tudung akar (kaliptra) Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Pada tudung akar monokotil. yaitu :  Pertumbuhan Primer Pertumbuhan yang terjadi karena aktivitas meristem apical (terdapat pada ujung batang dan ujung akar). Selanjutnya. Fungsi lain ujung akar. tumbuhan mengalami pertumbuhan. Pada tumbuhan dikotil. Pada ujung akar yang masih muda.Pada akhir perkecambahan terbentuk akar. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. b. terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut. menyebabkan pemanjangan akar dan batang. batang dan daun. a. antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut. yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut : Pada tudung akar dikotil.

Maka gen dapat mengatur pertumbuhan melalui sifat yang diturunkan dan sintesis-sintesis yang dikendalikan. 2. Daerah diferensiasi Pada daerah ini. yang dikendalikan oleh gen secara langsung.3 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan 1. Pembentukan yang merupakan dasar penyusun tubuh tumbuhan.Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.  Pertumbuhan Sekunder Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosisi pada jaringan meristem sekunder (lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar. Faktor Internal (Dalam) A) Faktor Intraseluler/Genetis Gen mengandung factor-faktor sifat keturunan yang dapat diturunkan pada keturunnanya. B) Faktor Interseluler/Fisiologi 7 Perkecambahan Kacang Merah . Meristem lateral terbagi atas : Kambium vaskuler (terletak diantara xylem dan floem menyebabkan pembelahan sel kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem. kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu. Gen juga berfungsi untuk mengkontrol reaksi kimia didalam sel. d. Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil. misalnya sintesis protein. dan Kambium gabus (jaringan pelindung yang menggantikan fungsi jaringan epidermis yang rusak/mati). Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur. sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur.

Oleh karena itu.Hormon itu diantaranya : a. maka tunas-  tunas lateral akan tumbuh. bunga dan buah Merangsang pembentukan buah dan bunga Memacu pembentangan dan pembelahan sel Merangsang pemanjangan (sel) tunas ujung tanaman Membantu pembentukan buah tanpa biji (partenokarpi) Merangsang pembentukan akar lateral dan serabut akar Merangsang dominasi apical. dan ujung batang serta jaringan yang masih bersifat meristematis. Sehingga tempat gelap akan tumbuh lebih panjang. Hormon tumbuhan disebut fitohormon. b. Aktivitas auksin akan terhambat oleh cahaya matahari. Hormon adalah regulator pertumbuhan yang sangat esensial yang dibuat pada suatu bagian tumbuhan. Fungsi Auksin :         Merangsang aktivitas cambium untuk membentuk xylem dan floem Mencegah rontoknya daun. daun-daun muda dan embrio dalam biji. batang tumbuh membengkok kearah datangnya cahaya. Tanaman yang semula tumbuh tegak jika direbahkan maka auksin akan terkumpul disisi bawah. ujung akar.Proses yang terjadi merupakan proses fungsional tingkat seluler. Giberelin Giberelin berperan dalam merangsang perkembangan embrio. yaitu terhalangnya tunas lateral oleh adanya tunas ujung tanaman. Memelihara elastisitas dinding sel Hormon Auksin diproduksi pada meristem apical tunas. Auksin Hormon ini ditemukan pada titik tumbuh batang dan selubung daun pertama tanaman monokotil yang disebut koleoptil. Jika tunas ujung tanaman dipotong. menyebabkan ketidakseimbangan sel baguan atas dengan bagian bawah sehingga batang tumbuh membengkok keatas. Hal ini karena kandungan auksin pada tempat terang lebih rendah dari tempat gelap. Peran Giberelin antara lain  Mengawali perkecambahan biji  Perkembangan tunas 8 Perkecambahan Kacang Merah pertumbuhan dan . Karena pada bagian tanaman yang terkena cahaya auksin akan tidak merata sehingga pertumbuhan terhambat.

batang. daun dan bunga Tempat diproduksinya Etilen adalah di buah-buahan yang sudah matang. Sitokinin Sitokinin berperan dalam  Mepengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar  Merangsang pembelahan dan pertumbuhan sel  Merangsang perkecambahan  Menghambat penuaan Sitokinin diproduksi di akar dan diangkut ke organ lainnya e. berdasar letaknya kalin dibedakan menjadi  Anthokalin (organogenesis pada bunga)  Filokalin (organogenesis pada daun)  Kaulokalin (organogenesis pada batang)  Rizokalin (organogenesis pada akar) g. Kalin Kalin berperan dalam organogenesis. Asam absisat Asam absisat berperan daloam  Menghambat pertumbuhan  Menutup stomata ketika krisis air  Mempertahankan dormansi Asam absisat diproduksi di daun. daun-daun muda dan embrio dalam biji c.    Pemanjangan batang Pertumbuhan daun Merangsang perkembangan buah dan bunga Mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar Hormon Giberelin diproduksi pada meristem apical tunas. akar dan buah hijau f. Etilen Etilen berperan dalam  Mengawali pematangan buah  Melawan beberapa efek auksin  Mengawali atau menghambat (bergantung spesies) pertumbuhan dan perkembangan akar. daun dan bunga serta nodus-nodus batang d. Faktor Eksternal/Luar (Lingkungan) 9 Perkecambahan Kacang Merah . Asam traumalin Asam traumalin berperandalam regenerasi sel apabila mengalami kerusakan 2.

mawar. Fotoperiodisme adalah Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran (panjang hari). reaksi kimia dalam sel tidak berlangsung sehingga tumbuhan mati. intensitas. tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam sehari. mentimun dan tomat. kedelai. gandum. dan lamanya radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan. tumbuhan yang tidak responsive terhadap panjang hari untuk pembungaannya. Berdasarkan panjang hari. Tumbuhan hari pendek contohnya aster. selada. Kelembapan Laju transpirasi dipengaruhi oleh kelembapan udara. C. tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam. B. bit gula. kentang. ubi jalar. c) Tumbuhan hari netral (netral day plant). pada intensitas cahaya berlebih maka auksin dan klorofil akan rusak sehingga menghambat pertumbuhan. Meningkatnya penyerapan nutrien oleh akar akan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Jika kelembapan udara rendah. Tanpa air. Nutrien 10 Perkecambahan Kacang Merah . Tumbuhan hari panjang. pada intensitas kurang cahaya tumbuhan mengalami etiolasi. dan anggrek.dahlia. Cahaya Kualitas. Hal ini memacu akar untuk menyerap lebih banyak air dan mineral dari dalam tanah.A. tumbuhan (long day plant). krisan. dan tembakau. Air Air termasuk senyawa utama yang sangat dibutuhkan tumbuhan. contohnya bayam. D. yaitu: a) Tumbuhan hari pendek (short day plant). Tumbuhan hari netral contohnya bunga matahari. kapas. kol. yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam (14 – 16 jam) sehari. Sebaliknya. b) Tumbuhan hari panjang. transpirasi akan meningkat.

akhirnya mati ]. N (Nitrogen) [Daun pucat. P (Fosfor). G. terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Cu (Tembaga). Energi ini digunakan. Suhu Suhu berpengaruh dalm proses fotosintesis. Pada suhu optimum (suhu tertentu saat tumbuh dan berkembang dengan baik berkisar 10 – 38°C). Dalam respirasi aerob pada tumbuhan. P. Ca (Kalsium) [Daun tidak terbentuk] . transpirasi. Jika kebutuhan kurang maka akan terjadi defisiensi (tumbuh tidak sempurna hingga bisa mati) Nutrien dibedekan atas :  Makronukrien (unsure makro/butuh dalam jumlah banyak) Misalnya : C. Zn (Seng). B (Boron). 11 Perkecambahan Kacang Merah .  Mikronutrien (unsure mikro/butuh dalam jumlah sedikit) Misalnya : Fe (Besi) [Klorosis]. dan tanah (umumnya) dalam bentuk ion. klorosis/menguning dan gugur). K (Kalium). Mo (Molibdenum). udara. E. Mg (Magnesium). pH medium (Tingkat keasaman) Derajat keasaman tanah (pH tanah) sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan. dan reproduksi. dan aktivitas tumbuhan. Zn. S (Sulfur). O [defisiensi : Pertumbuhan dan metabolisme terhambat. seperti Ca. H.Zat makanan bisa terdapat dalam air. Mo. K cukup tersedia. F. antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan. Nutrien digunakan tumbuhan untuk sumber energy dan sumber materi untuk sintesis berbagaikomponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. Adapun pada pH asam. Oksigen Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral unsur-unsur yang diperlukan. Mn (Mangan). Mg. respirasi. Apabila tumbuhan kekurangan Oksigen dapat mengalami kematian. yang dapat meracuni tubuh tumbuhan. Cl (Klor) [layu]. unsur yang tersedia adalah Al. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh pada suhu 0°C dan diatas 40°C.

12 Perkecambahan Kacang Merah . kacang tolo. inti dari penelitian ini adalah jenis perkecambahan dan keterkaitan antara Hormon auksin dengan intensitas cahaya matahari yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang merah. Amerika Latin. kelompok kacang polong (legume). Kacang-kacangan sebagai bahan pangan sumber energi dan protein sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk Asia. Afrika. kemudian menyebar ke negara-negara Eropa.Secara khusus. Kacang merah ini dipercayai berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Penyebarluasannya dari Amerika ke Eropa dilakukan sejak abad ke-16. kacang kedelai.4 Klasifikasi Kacang Merah Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae (suku polong-polongan) Genus : Vigna Spesies : Vigna angularis (Willd. Protein yang dikandung kacang merah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita terutama untuk kesehatan jantung. sampai ke Indonesia. kacang adzuki (kacang merahkecil). Afrika. dan negara lainnya. dan kacang uci. dan kidney bean (kacang merah besar). Kacang merah memiliki kandungan protein yang tinggi dan memberikan manfaat besar untuk kehidupan kita sehari-hari. Ada beberapa jenis kacang merah diantaranya adalah red bean. Daerah pusat penyebaran dimulai di Inggris pada tahun 1594.Ohashi Kacang merah tergolong makanan nabati. 2.) Ohwi & H. satu keluarga dengan kacang hijau.

P Waktu : Selama 7 hari penelitian 3.2 Alat dan Bahan Alat :  Gelas Plastik  Mistar/penggaris  Kertas  Selotip  Bak air (untuk merendam biji)  Alat penyiram  Spidol Bahan :  Kapas  Air  Biji kacang merah  Cahaya matahari 3.3 Cara Kerja 1) 2) 3) 4) 5) Menyiapkan alat dan bahan Merendam biji kacang merah selama ± 12 jam Menyiapkan 2 buah gelas plastik Memberikan kapas pada masing-masing gelas sebagai media tanam Menaruh 3 biji kacang merah yang sudah di rendam diatas kapas pada masing-masing gelas plastik 6) Memberi label A dan B pada percobaan 7) Meletakkan percobaan A pada tempat yang terkena sinar matahari langsung.BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Tempat: Di rumah Rizqi Aufa M. Dan meletakkan percobaan B pada tempat yang teduh dan tidak mendapat sinar matahari 8) Menyiram dengan air sampai dikira kapas terasa basah selama waktu penelitian (7 hari) pagi dan malam 13 Perkecambahan Kacang Merah .

panjang patang.9) Mencatat hasil penelitian kedalam tabel Variabel dalam penelitian Variabel Bebas : Intensitas cahaya matahari Variabel Terikat : Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman kacang merah Variabel Kontrol : Faktor Eksternal : Air. munculnya daun. dan keadaan tumbuhan (berupa data pada proses perkembangan) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. jumlah daun (berupa data pada proses pertumbuhan) 2) Data kualitatif : adalah data yang tdak dapat diangkakan (dihitung). munculnya batang. seperti panjang akar. Oksigen. seperti munculnya akar. jumlah akar.5 perbedaannya Jenis Data Jenis data yang kita ambil berupa data Kuantitatif dan data Kualitatif 1) Data Kuantitatif : adalah data yang dapat di angkakan (dihitung).1 Hasil Penelitian Tabel Pertumbuhan Terang (Kuantitatif) Hari ke1 14 A Pertumbuhan P (cm) 0 Perkecambahan Kacang Merah 0 D 0 . CO2 Faktor internal disini tidak memengaruhi dikarenakan biji 3.4 yang kita ambil berasal dari 1 varietas. sehingga tidak ada 3.

batang sepanjang 10.4 cm. dan belum tumbuh daun Akar tumbuh 3.1 14 0 2 2 2 2 2 A = jumlah/banyak akar yang muncul P = panjang tanaman (cm) D = jumlah daun yang muncul Tabel Perkembangan Terang Kualitatif Hari Perkembangan ke1 2 3 4 5 6 7 Belum tumbuh akar.8 Perkecambahan Kacang Merah D 0 2 2 2 2 2 2 . batang. batang sepanjang 1.1 cm.3 8.2 3 4 5 6 7 1 3 3 4 4 4 Keterangan: 0.7 cm. sepanjang 14 cm. batang sepanjang 3.1 3.7 6.5 19. dan 2 buah daun Tabel Pertumbuhan Gelap (Kuantitatif) Hari A ke1 2 3 4 5 6 7 Pertumbuhan P (cm) 0 1 3 3 4 4 4 Keterangan: A = jumlah/banyak akar yang muncul P = panjang tanaman (cm) D = jumlah daun yang muncul 15 0 3.4 12 16. batang sepanjang 0.9 cm.9 10.4 1. dan 2 buah daun Akar tumbuh 4. dan 2 buah daun Akar tumbuh 4.2 6.1 cm. dan 2 buah daun Akar tumbuh 3. dan 2 buah daun Akar tumbuh 4 batang. batang sepanjang 6. dan daun Akar tumbuh 1.

batang sepanjang 8. hormon ini akan terurai dan rusak. batang terlihat kurus tidak sehat. dan 2 buah daun 4. dan daun Akar tumbuh 1. Peristiwa itu juga terjadi karena pengaruh fitohormon. Akibatnya. dan 2 buah daun Akar tumbuh 3. batang sepanjang 12 cm (batang melengkung dan menguning). hormon auksin ini tidak terurai sehingga akan terus memacu pemanjangan batang.8 cm (batang melengkung dan menguning).4 cm. Hormon auksin ini sangat peka terhadap cahaya matahari.2 Pembahasan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa tanaman kacang merah adalah jenis perkecambahan epigeal (keping bijinya berada diatas tanah) karena kacang merah adalah tumbuhan berbiji 2/dikotil dan terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di tempat yang terkena cahaya (percobaan A) dan yang tidak terkena cahaya (percobaan B). tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat. Bila terkena cahaya matahari. maka kecambah akan tumbuh lebih pendek daripada yang ditanam di tempat gelap. batang sepanjang 6. Peristiwa itu terjadi karena pengaruh fitohormon. Apabila ditanam di tempat gelap. Peristiwa ini disebut etiolasi Jika ditanam di tempat terang. maka tanaman kecambah akan tumbuh lebih panjang daripada normalnya. warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kuning.2 cm. dan 6 2 buah daun Akar tumbuh 4. akar yang banyak dan lebat. dan 2 buah daun Akar tumbuh 3.5 cm (batang melengkung dan menguning).Tabel Perkembangan Gelap Kualitatif Hari Perkembangan ke1 2 3 4 5 Belum tumbuh akar. Hal ini menunjukkan bahwa cahaya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kacang merah. terutama hormon auksin. batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat yang gelap. Fungsi utama hormon auksin adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. terutama 16 Perkecambahan Kacang Merah . Pada keadaan yang gelap. 7 dan 2 buah daun Akar tumbuh 4. batang sepanjang 16. batang. batang sepanjang 19. batang sepanjang 3.3 cm. dan 2 buah daun Akar tumbuh 4.

Seperti yang telah dijelaskan di atas. Akan tetapi batang tanaman tersebut tidah bisa tegak. daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.hormon auksin. tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat. Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. hormon auksin ini akan terurai dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Sedangkan tanaman kacang merah yang mendapatkan sinar matahari / diletakkan di tempat terang pertumbuhannya berjalan normal. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada laporan ini yang perlu di perbaiki. batang terlihat gemuk. Oleh karena itu kami mohon bagi pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami untuk memperbaiki 17 Perkecambahan Kacang Merah . Sebaiknya dalam penelitian digunakan gelas bening dalam penelitian agar lebih jelas pertumbuhannya dan dapat diukur dengan mistar tanpa memegang langsung tanamannya sehingga dapat merusak tanaman. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. BAB V PENUTUP 5. Begitu juga dengan daunnya. Daun tanaman tersebut berwarna hijau tua. subur. melainkan melengkung.2 Saran Pertumbuhan kacang merah dapat tumbuh dalam kegelapan maupun dalam keadaan terang. Akibatnya. sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang merah.1 Kesimpulan Tanaman kacang merah adalah tanaman dengan tipe perkecambahan epigeal. Dengan demikian. Tanaman kacang merah yang ditaruh di kegelapan pertumbuhannya lebih cepat dan tinggi dari pada tanaman yang terkena banyak sinar matahari. 5. serta berwarna hijau kekuning-kuningan dan agak pucat (etiolasi). Daun tanaman tersebut nampak layu dan tidak segar. batang tanaman akan lebih pendek.

Kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan laporan ini selanjutnya.blogspot.ca/2015/04/proses-perkecambahan-pada-tumbuhan.academia.org/wiki/perkecambahan www.html?m=1 id.wikipedia.m.edu/7277844/contoh_kerangka_makalah_contoh_format_makalah_contoh_ke rangka_makalah_berikut_adalah_contoh_kerangka_makalah_yang_baik 18 Perkecambahan Kacang Merah .html?m=1 colossusio. Daftar Pustaka bahanbelajarsekolah.ca/2015/05/jaringan-tumbuhan.laporan ini dengan sebaik-baiknya.blogspot.

LAMPIRAN (b) Tempat terang (a) Tempat gelap 19 Perkecambahan Kacang Merah .