You are on page 1of 3

1.

Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan
Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu
saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan
kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan
zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).
Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya."
(HR. Muttafaq Alaihi).
2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada
uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah
dianggap tidak sah.
3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika
menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau
takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)
Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun
begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk
Islam.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’
madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."
7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. luaskan kuburannya.. jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka. berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). dan masukkan dia ke Surga.” atau bisa secara ringkas : "Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.." Artinya: "Ya Allah. berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia)." 3. sejahtera dan maafkanlah dia" 5. dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya" 6. maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga). istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya).. dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya. ." 2. ampunilah dia.. Setelah Takbir ketiga membaca: ‫ َتوَتنقمه ممَتن ايلَتخَتط اَتييي ا َتكَتميي ا َتنقيييَتت‬، ‫ َتوايغمسيله مب ايلَتم امء َتوالقثيلمج َتوايلَتبَترمد‬، ‫ َتوَتوقسيع َتميدَتخَتلهه‬، ‫ َتوأَتيكمريم هنهزَتلهه‬، ‫َتاللقهقم ايغمفير َتله َتوايرَتحيمهه َتوَتع امفمه َتوايعهف َتعينهه‬ ‫القثيوَتب يا َت‬ ‫ َتوأَتيه ر‬، ‫ َتوأَتيبمديله َتداررا َتخيررا ممين َتدامرمه‬، ‫ض ممَتن القدَتنمس‬ ‫ َتوأَتمعيييذه ممييين‬، ‫ َتوَتأيدمخيلهه ايلَتجقنييَتة‬، ‫ َتوَتزيورج ا َتخيررا ممين َتزيومجمه‬، ‫ل َتخيررا ممين أَتيهملمه‬ ‫ليبَتي َت‬ ‫َتعَتذامب ايلَتقيبمر َتوَتعَتذامب القن امر‬ Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya. fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa. Lafazh Niat Shalat Jenazah : "Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa. Setelah takbir keempat membaca: "Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. Salam Berikut ini adalah Tata Cara. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?" 4. "Salam" kekanan dan kekiri. selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai). berilah rahmat." Artinya: "Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya." Artinya: "Aku niat shalat atas jenazah ini. Bersihkan dia dari segala kesalahan. mandikan dia dengan air salju dan air es. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah. Urutan dan Do'a Sholat Jenazah : 1.8.

Catatan: Jika jenazah wanita. . lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.