You are on page 1of 11

Audit Siklus Akuisisi dan Pembayaran

:
Pengujian Pengendalian, Pengujian
Substantif atas Transaksi, dan Utang
Usaha
Akun dan Kelas Transaksi Dalam Siklus Akuisisi dan
Pembayaran
Tujuan dari audit atas siklus akuisisi dan pembayaran adalah
mengevaluasi apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh akuisisi
barang dan jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut
disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
diterima umum.
Terdapat tiga kelas transaksi :
1. Akuisisi barang dan jasa
2. Pengeluaran kas
3. Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian
Fungsi Bisnis Dalam Siklus Serta Dokumen Dan Catatan yang
Terkait
Memproses Pesanan Pembelian
a. Permintaan Pembelian (purchase requisition)
Digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan
yang berwenang. Hal ini dapat berupa permintaan akuisisi
seperti atas bahan oleh seorang mandor atau seorang
supervisor ruang penyimpanan, perbaikan pihak luar oleh
personil kantor atau pabrik, atau asuransi oleh wakil presiden
direktur yang bertanggung jawab atas properti dan peralatan.
b. Pesanan Pembelian (purchase order)
Dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa
dari vendor. Dokumen tersebut mencakup deskripsi, kuantitas,
dan informasi terkait mengenai barang serta jasa yang ingin
dibeli perusahaan dan seringkali digunakan untuk
menunjukkan otorisasi akuisisi.
Menerima Barang dan Jasa
c. Laporan penerimaan (receiving report)
Dokumen elektronik yang dibuat pada saat barang diterima.
Laporan tersebut mencantumkan deskripsi barang, kuantitas
yang diterima, tanggal diterima, dan data lainnya yang
relevan.
Mengakui Kewajiban
d. Faktur Vendor (vendor’s invoice)

Memroses dan Mencatat Pengeluaran Kas k. dan saldo akhir. Laporan Vendor (vendor’s statement) Dokumen yang disiapkan setiap bulan oleh vendor dan menunjukkan saldo awal. Faktur vendor mendukung peningkatan utang usaha. retur dan pengurangan. retur dan pengurangan. salinan packing slip. File Transaksi Akuisisi File yang dibuat komputer yang meliputi semua transaksi akuisisi yang diproses oleh sistem akuntansi selama suatu periode. laporan penerimaan. Sebagian besar perusahaan menggunakan cek yang dibuat melalui komputer berdasarkan informasi yang tercantum dalam file transaksi akuisisi pada saat barang dan jasa diterima. j. g. terutama dengan memungkinkan setiap transaksi akuisisi diberi nomor urut. serta retur dan pengurangan akuisisi untuk setiap vendor. Neraca tersebut dibuat secara langsung dari file utang induk usaha. Voucher meliputi sampul atau folder berisi dokumen dan paket dokumen yang relevan seperti pesanan pembelian. Neraca Saldo Utang Usaha Mencantumkan jumlah yang terutang kepada setiap vendor atau dari setiap faktur atau voucher pada suatu titik waktu. File Induk Utang Usaha File induk utang usaha mencatat transaksi akuisisi. h. serta pengeluaran kas yang terkomputerisasi.Dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu akuisisi. Cek Cek umumnya digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran sudah jatuh tempo. dan faktur vendor. File induk ini diperbaharui dari file transaksi akuisisi. dimana yang asli diberikan kepada pihak . f. Memo Debet (debit memo) Dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang kepada vendor akibat retur barang atau pengurangan yang diberikan. Faktur vendor merupakan hal yang penting karena menunjukkan jumlah yang tercatat dalam file transaksi akuisisi. Biasanya cek dibuat dalam format multi salinan. pembayaran kepada vendor. File ini berisi semua informasi yang dicantumkan ke dalam sistem dan meliputi informasi tentang setiap transaksi. Voucher Voucher digunakan oleh suatu perusahaan untuk menetapkan cara yang formal untuk mencatat dan mengendalikan akuisisi. akuisisi. i. Memo debet mendukung pengurangan utang usaha. e. pengeluaran kas.

. terutama apabila klien memiliki pengendalian internal yang efektif. Beberapa perusahaan menggunakan ekstranet yang merupakan jaringan kerja pribadi yang dibangun atas dasar teknologi internet. penetapan harga. dan beban. skedul pengiriman. aktiva tetap. yang memungkinkan pemasok dan pelanggan bisnis mengomunikasikan serta melakuka bisnis secara langsung dalam setting yang aman. Jurnal atau Listing Pengeluaran (cash disbursement journal or listing) Laporan yang dibuat dari file transaksi pengeluaran kas yang Bagaimana E-Commerce Memengaruhi Siklus Akuisisi dan Pembayaran Perusahaan menggunakan internet dan opsi e-commerce lainnya untuk merampingkan proses akuisisi barang dan jasa serta proses lainnya seputar manajemen mata rantai suplai. Agen pembelian mengakses informasi mengenai produk yang diperlukan dari host of provider sebelum mengambil keputusan akuisisi. Penggunaan internet untuk memperoleh barang dan jasa menimbulkan efisiensi pasar dan harga yang lebih murah karena pasar online akan memungkinkan jumlah pemasok dan pelanggan yang lebih besar untuk menegosiasikan pembelian serta penjualan barang dan jasa.yang dibayar (vendor). satu salinan diarsipkan dengan faktur vendor dan file pendukung lainnya. utang usaha. persediaan. Informasi mengenai deskripsi produk. m. dan syarat lainnya telah tersedia di internet melalui website vendor dan database yang dapat diakses dengan mudah. Dalam audit yang dilaksanakan dengan baik. File Transaksi Pengeluaran Kas (cash disbursement transaction file) File yang dibuat dengan komputer yang mencantumkan semua transaksi pengeluaran kas yang diproes oleh sistem akuntansi selama suatu periode. Perusahaan lainnya menggunakan lelang business-to-business yang diselenggarakan di internet untuk menegosiasikan pembelian perlengkapan dan jasa yang diperlukan dalam lelang terbuka. akun yang paling banyak menyita waktu untuk diverifikasi oleh pengujian atas rincian saldo adalah akun piutang usaha. pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran menerima perhatian yang sangat besar. Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Pada audit khusus. l.

Pengujian akuisisi. yang meliputi tiga dari empat fungsi bisnis: memroses pesanan pembelian. Agar pengendalian internal berjalan dengan baik. dan menghindari akuisisi item yang berlebihan atau tidak diperlukan. serta mengakui kewajiban. Biasanya perusahaan meminta departemen pembelian untuk memastikan kualitas barang dan jasa yang memadai pada harga minimum. item-item yang secara relatif jarang diperoleh. seperti polis asuransi dan kontrak jasa jangka panjang. yaitu memroses dan mencatat pengeluaran kas. dan beberapa jenis bahan baku serta perlengkapan dipesan kembali secara otomatis apabila sudah berada di bawah tingkat yang telah ditentukan sebelumnya. disetujui oleh pejabat tertentu. b) Menilai Risiko Pengendalian yang Direncanakan Otorisasi Pembelian Otorisasi yang tepat untuk melakukan akusisi akan memastikan bahwa barang dan jasa yang diperoleh adalah demi memenuhi tujuan perusahaan yang diotorisasi. menerima barang dan jasa. yang menyangkut fungsi keempat.Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke dalam dua bidang yang luas : 1. Pengujian pembayaran. departemen pembelian harus terpisah dari departemen yang mengotorisasi akuisisi atau menerima barang. seringkali melalui komunikasi langsung dengan komputer vendor. Sebagai contoh. serta melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksi akuisisi dan oengeluaran kas. a) Memahami Pengendalian Internal Auditor harus memahami pengendalian internal untuk siklus akuisisi dan pembayaran sebagai bagian dari pelaksanaan prosedur penilaian risiko dengan mempelajari bagan arus klien. akuisisi aktiva tetap yang melebihi batas nilai yang telah ditentukan memerlukan persetujuan dewan direksi. Sebagian besar perusahaan mensyaratkan tingkat otorisasi untuk jenis akuisisi yang berbeda atau jumlah nilai uang yang berbeda. mereview kuesioner pengendalian internal. Semua pesanan pembelian harus dipranomori agar akuntansi untuk semua pesanan pembelian yang beredar menjadi lebih mudah dikendalikan. Pemisahan Penyimpanan . perlengkapan dan jasa yang berharga lebih murah dari jumlah yang ditetapkan disetujui oleh supervisor serta kepala departemen. 2.

departemen utan usaha juga memverifikasi perkalian. c) Menentukan Luas Pengujian Pengendalian Setelah mengidentifikasi pengendalian internal kunci dan defisiensi. dan distribusi akun. pencatatan ditangguhkan hingga faktur vendor diterima. 3. kuantitas. laporan penerimaan. Perusahaan harus berhati-hati dalam melakukan pengendalian fisik terhadap cek kosong. Dalam kedua kasus.personil di departemen penerimaan harus independen dari personil ruang penyimpanan dan departemen akuntansi. 2. Pencatatan yang Tepat Waktu dan Review Independen Atas Transaksi Dalam beberapa perusahaan. Untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan. Dokumen dan catatan yang memadai. Jika auditor bermaksud mengandalkan pengendalian untuk mendukung . pencatatan kewajiban atas akuisisi dibuat atas dasar penerimaan barang dan jasa. dan aktiva lainnya. barang tersebut harus dikendalikan secara fisik dari saat penerimaannya hingga penggunaan atau pelepasannya. Pengendalian yang penting dalam departemen utang usaha dan teknologi informasi adalah persyaratan bahwa personil yang mencatat akuisisi tidak boleh memiliki akses ke kas.Sebagian besar perusahaan meminta departemen penerimaan untuk mulaimembuat laporan penerimaan sebagai bukti penerimaan dan pemeriksaan barang. Cek harus dipranomori agar jauh lebih mudah memperhitungkan semua cek dan dicetak pada kertas khusus yang membuatnya sulit untuk mengubah payee atau penerima pembayaran atau jumlah. Otorisasi Pembayaran Pengendalian yang penting dalam pengeluaran kas: 1. Pada umumnya. sekuritas. Pemisahan tanggung jawab untuk menandatangani cek dan melaksanakan fungsi utang usaha. Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh si penandatangan cek pada saat cek ditandatangani. footing. harga. prosedur yang tepat untuk menyimpan catatan. dan pengecekan independen atas kinerja juga merupakan pengendalian yang penting dalam fungsi utang usaha. Hal ini dilakukan dengan membandingkan rincian pada pesanan pembelian. auditor menilai risiko pengendalian. Penandatanganan cek oleh individu yang memiliki kewenangan yang tepat. departemen utang usaha umumnya bertanggung jawab untuk memverifikasi kelayakan akuisisi. dan faktur vendor untuk menentukan bahwa deskripsi. syarat dan ongkos angkut yang ada dalam faktur vendor sudah benar. dan yang telah ditandatangani. yang sudah tidak digunakan lagi. Dalam perusahaan lainnya.

Pengendalian yang memadai juga dapat mencegah klien untuk mencantumkan beban bisnis atau transaksi aktiva yang curang atau yang terutama memberikan manfaat bagi manajemen atau karyawan lainnya dan bukan entitas yang sedang diaudit. terutama pencatatan akuisisi ganda. 2) Akuisisi yang Ada Telah Dicatat (Kelengkapan) .penilaian risiko pengendalian pendahuluan di bawah maksimum. d) Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk Akuisisi Empat dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi akuisisi memerlukan perhatian khusus sehingga harus diperiksa secara lebih teliti. Setelah efektivitas operasi pengendalian ditingkatkan dan didukung oleh pengujian pengendalian tambahan. 1) Akuisisi yang Dicatat Adalah untuk Barang dan Jasa yang Diterima. Pengendalian yang memadai akan mencegah pencatatan akuisisi yang sebenarnya tidak ada secara tidak sengaja. auditor melaksanakan pengujian pengendalian untuk memperoleh buktibahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif. pengujian atas transaksi yang tidak benar dan transaksi yang dicatat padahal sebenarnya tidak ada dapat dikurangi secara drastis. Konsisten dengan Kepentingan Utama dari Klien (Keterjadian) Jika auditor yakin bahwa pengendalian sudah memadai untuk tujuan ini. auditor akan mampu mengurangi pengujian substantif.

Dalam beberapa audit mungkin sulit untuk melakukan pengujian atas rincian saldo guna menentukan apakah transaksi yang ada belum dicatat. sehingga auditor harus mengandalkan pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk tujuan ini. 4) Akuisisi Telah Diklasifikasikan dengan Benar (Klasifikasi) Pengujian yang terinci atas setiap akun tertentu dapat dikurangi jika auditor yakin bahwa pengendalian internal sudah memadai untuk memberikan kepastian yang layak menyangkur klasifikasi yang benar dalam jurnal akuisisi.Kelalaian untuk mencatat akuisisi barang dan jasa yang diterima secara langsung akan memengaruhi saldo utang usaha dan mungkin menghasilkan lebih saji laba bersih serta ekuitas pemilik. pengujian yang terinci atas persediaan juga dapat dikurangi secara signifikan apabila auditor yakin bahwa catatan perpetualnya memang akurat. e) Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Untuk Pengeluaran Kas . pengendalian internal yang efektif. jika auditor merasa yakin bahwa transaksi aktiva tetap telah dicatat dengan benar dalam jurnal akuisisi. seperti reparasi dan pemeliharaan. Sebagai contoh. maka dapat diterima untuk memvouching lebih sedikit akuisisi periode berjalan selama pengujian atas rincian saldo ketimbang jika pengendaliannya tidak memadai. Karena itu. Jika klien menggunakan catatan persediaan perpetual. serta iklan. Meskipun semua akun terpengaruh hingga beberapa tingkatan oleh pengendalian yang efektif terhadap klasifikasi. Pencantuman baik kuantitas maupun biaya oer unit dalam catatan persediaan perpetual akan memungkinkan berkurangnya pengujian perhitungan fisik dan biaya per unit persediaan. Oengendalian terhadap akuisisi yang dicantumkan dalam catatan perpetual biasanya diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi akuisisi. diuji dengan tepat. auditor mempertimbangkan tujuan ini sebagai tujuan yang penting untuk akuisisi. jika pengendalian beroperasi secara efektif. karena audit atas utang usaha biasanya memerlukan waktu yang lama. dapat banyak mengurangi biaya audit. 3) Akuisisi Telah Dicatat secara Akurat (Keakuratan) Luas pengujian yang terinci atas banyak akun neraca dan beban tergantung pada evaluasi auditor keefektifan pengendalian internal terhadap keakuratan transaksi akuisisi yang dicatat. dua bidang yang paling tepengaruh adalah akuisisi periode berjalan atas aktiva tetap dan semua akun beban. utilitas. Selain itu.

auditor hampir selalu melaksanakan sejumlah pengujian atas rincian saldo. Akan tetapi. Akibatnya. Sudah lebih umum bagi transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran untuk menuntut pertimbangan yang signifikan. atau utang obligasi. . Hal ini meningkatkan potensi salah saji klasifikasi. Utang usaha mencakup kewajiban akuisisi bahan baku. Kewajiban akan dianggap sebagai utang usaha hanya jika total jumlah kewajiban itu diketahui dan terutang pada tanggal neraca. termasuk akun laporan laba rugi dan neraca. utilitas. auditor seringkali memisahkan item-item yang bernilai besar dan tidak biasa serta mengujinya atas dasar 100 persen. Pendekatannya serupa dengan yang digunakan pada pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi penjualan. Akibatnya. Terdapat jumlah besar akun yang terlibat dalam siklus ini. yang beberapa mungkin akan memengaruhi laba. Jumlah nilai uang setiap transaksi dalam siklus ini mencakup rentang yang luas. auditor mungkin akan mengurangi pengujian atas rincian saldo utang usaha. serta banyak jenis barang dan jasa lainnya yang diterima sebelum akhir tahun. utang kontrak. Akibatnya. penggunaan sampling atribut merupakan hal yang sudah umum. 2. utang hipotik. Utang usaha harus dibedakan dari kewajiban akrual dan kewajiban berbunga. peralatan. auditor seringkali mengurangi tingkat pengecualian yang dapat ditoleransi untuk atribut klasifikasi. Terdapat tiga perbedaan yang penting antara siklus akuisisi dan pembayaran dibandingkan dengan siklus lainnya: 1.f) Sampling Atribut untuk Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Karena pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi penting bagi akuisisi dan pengeluaran kas. hal tersebut harus dicatat sebagai wesel bayar. Jika kewajiban mencakup pembayaran bunga. terutama untuk atribut klasifikasi. karena utang usaha cenderung material bagi sebagian besar perusahaan. reparasi. Jika pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi terkait menunjukkan bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif. Metodologi Untuk Merancang Pengujian Atas Rincian Saldo Utang Usaha Utang usaha merupakan kewajiban yang belum dibayar atas barang dan jasa yang diterima dalam peristiwa bisnis yang biasa. seperti biaya lease dan konstruksi. Contohnya adalah misklasifikasi antara beban reparasi dan pemeliharaan serta aktiva tetap. auditor sering mengurangi tingkat pengecualian yang dapat ditoleransi. dan jika hasil prosedur analitis memuaskan. 3. Pertimbangan tersebut mengakibatkan meningkatnya kemungkinan salah saji.

dan penggunaan teknologi serta ecommerce untuk melakukan transaksi bisnis. telah mengubah semua aspek siklus akuisisi dan pembayaran bagi banyak perusahaan. Karena alasan tersebut. Pengujian substantif auditor pada akhirnya bergantung pada keefektifan relatif pengendalian internal yang berhubungan dengan utang usaha. Auditor harus memahami sifat perubahan sistem untuk mengidentifikasi apakah risiko bisnis klien dan pengendalian manajemen yang terkait memengaruhi kemungkinan salah saji yang material dalam utang usaha. Menilai Risiko Pengendalian dan Merancang serta Melaksanakan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Setelah menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan risiko inheren untuk utang usaha. Mereka terutama peduli dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo pisah batas dan kelengkapan karena berpotensi menimbulkan kurang saji saldo akun. termasuk penekanan yang lebih besar pada pembelian persediaan just-in-time. Saldonya sering kali berjumlah besar dan terdiri dari sejumlah besar saldo vendor serta relatif mahal untuk mengaudit akun tersebut.Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang Memengaruhi Utang Usaha Fokus terkini yang diberikan oleh banyak perusahaan pada perbaikan aktivitas manajemen mata rantai suplainya telah menimbulkan banyak perubahan dalam perancangan sistem yang digunakan untuk mengawali serta mencatat aktivitas akuisisi dan pembayaran. seperti pemasok. pembagian informasi yang meningkat dengan pemasok. sejumlah besar transaksi dapat memengaruhi saldo utang usaha. Pengaturan dan sistem tersebut dapat menjadi kompleks. Usaha untuk merampingkan proses pembelian barang dan jasa. Karena itu. Menetapkan Salah Saji yang Dapat Ditoleransi dan Menilai Risiko Inheren Seperti piutang usaha. auditor harus memiliki . auditor sering kali menilai risiko inheren sebagai sedang atau tinggi. auditor menilai risiko pengendalian berdasarkan pemahaman terhadap pengendalian internal. Akses oleh pihak eksternal. yang memungkinkannya untuk terus memonitor status saldo utang dan untuk melaksanakan rekonsiliasi transaksi yang terinci. Sebagai contoh. Untuk alasan yang sama. pemasok mungkin memiliki akses yang lebih besar ke catatan utang usaha. auditor umumnya menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi yang relatif tinggi untuk utang usaha. Risiko bisnis klien yang signifikan dapat saja berasal dari perubahan tersebut. ke catatan akuntansi meningkatkan kemungkinan terjadinya salah saji jika akses tersebut tidak dikendalikan secara layak.

Menghitung rasio. seperti pembelian dibagi dengan utang usaha. Prosedur Analitis untuk Siklus Akuisisi dan Pembayaran Prosedur Analitis Membandingkan saldo akun beban yang berhubungan dengan akuisisi dengan tahun sebelumnya. Klasifikasi salah saji untuk kewajiban nondagang. atau salah saji. terutama untuk mengungkapkan salah saji utang usaha. nonvendor. Mereview daftar utang usaha untuk melihat utang yang tidak biasa. Salah Saji yang Mungkin Salah saji utang usaha dan beban. Merancang dan Melaksanakan Pengujian atas Rincian Saldo Utang Usaha Tujuan Audit Berkaitan dengan Saldo dan Pengujian atas Rincian Saldo untuk Utang Usaha Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Saldo Utang usaha dalam daftar utang usaha sama dengan file induk terkait. Akun yang tidak tercatat. Menelusuri setiap faktur Semua halaman tidak perlu difooting jika footing dilakukan secara manual. dan totalnya ditambahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum. Akun yang tidak tercatat. atau salah saji. Pengujian atas Rincian Saldo yang Umum Komentar Menambahkan kembali atau menggunakan komputer untuk menjumlahkan total dari daftar utang usaha. Menelusuri total ke buku besar umum. Membandingkan utang usaha individual dengan tahun sebelumnya. dan utang berbunga. Merancang dan Melaksanakan Prosedur Analitis Penggunaan prosedur analitis merupakan hal yang penting dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Kecuali pengendaliannya lemah. atau tidak ada. penelusuran ke file induk harus . dan utang usaha dibagi dengan kewajiban lancar. atau tidak ada.pemahaman yang menyeluruh tentang bagaimana pengendalian tersebut berhubungan dengan utang usaha.

dengan menekankan jumlah yang besar dan tidak biasa. dan saldo debet. atau kewajiban berbunga lainnya. Memeriksa laporan vendor dan mengkonfirmasi utang usaha. Transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran dicatat pada periode yang tepat (pisah batas) Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar kewajiban yang tercakup dalam utang usaha (kewajiban). Menelusuri dari daftar utang usaha ke faktur dan laporan vendor. wesel. . dibatasi. Pengetahuan mengenai bisnis klien merupakan hal penting bagi pengujian ini.Utang usaha dalam daftar utang usaha memang ada (eksistensi). Melaksanakan prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk tujuan eksistensi dan pengujian kewajiban setelah periode. Melaksanakan pengujian yang terinci sebagai bagian dari pengamatan fisik persediaan. Melaksanakan pengujian kewajiban setelah periode. Menguji persediaan dalam perjalanan. Merupakan pengujian audit yang penting untuk utang usaha. Utang usaha dalam daftar utang usaha sudah akurat (keakuratan). Utang usaha yang ada telah dicantumkan dalam daftar utang usaha (kelengkapan). Mengkonfirmasi utang usaha. utang jangka panjang. Pada umumnya menerima sedikit perhatian karena perhatian utama tertuju pada kurang saji. Biasanya tidak begitu diperhatikan dalam audit atas utang usaha karena semua utang usaha merupakan kewajiban. Melaksanakan pengujian kewajiban setelah periode. vendor ke file utama menyangkut nama dan jumlah. Merupakan pengujian audit yang penting untuk utang usaha. Pada umumnya. penekanan pada prosedur ini untuk keakuratan merupakan kurang saji dan bukan penghapusan. Mereview daftar dan file induk untuk pihak terkait. Utang usaha dalam daftar utang usaha diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi). Disebut pengujian pisah batas (cutoff).