You are on page 1of 17

Kriteria KLB Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010

7 (tujuh) Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010
adalah :
Timbulnya suatu penyakit menular tertentu yang sebelumnya tidak ada atau tidak
dikenal pada suatu daerah
Peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama 3 (tiga) kurun waktu dalam
jam, hari atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya
Peningkatan kejadian kesakitan dua kali atau lebih dibandingkan dengan periode
sebelumnya dalam kurun waktu jam, hari, atau minggu menurut jenis penyakitnya
Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1 (satu) bulan menunjukkan kenaikan
dua kali atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata jumlah per bulan dalam
tahun sebelumnya
Rata-rata jumlah kejadian kesakitan per bulan selama 1 (satu) tahun menunjukkan
kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan dengan rata-rata jumlah kejadian
kesakitan per bulan pada tahun sebelumnya
Angka kematian kasus suatu penyakit (Case Fatality Rate) dalam 1 (satu) kurun
waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% (lima puluh persen) atau lebih
dibandingkan dengan angka kematian kasus suatu penyakit periode sebelumnya
dalam kurun waktu yang sama
Angka proporsi penyakit (Proportional Rate) penderita baru pada satu periode
menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya
dalam kurun waktu yang sama

http://epiders.blogspot.co.id/2011/07/kriteria-klb-menurut-permenkes-1501.html

sirkulasi atau peredaran darah dan keadaan darah yang merupakan bagian tubuh yang sangat penting karena merupakan pengaturan yang menyalurkan oksigen serta nutrisi keseluruh tubuh. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap system kardiovaskuler yang menuntut asuhan keperawatan dapat dialami oleh orang pada berbagai tingkat usia. System kardiovaskuler mencakup jantung.http://www. RUMUSAN MASALAH 1. B.hal ini termasuk tergangunya system syaraf.bnpb. Perubahan ditandai dengan denyut atau irama yang merupakan retensi dalam pengobatan. Aritmia merupakan salah satu ganguan dari system kardiovaskuler. 949/MENKES/SK/VII/2004. Apa pengertian aritmia? 2. Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Apa saja etiologi aritmia? 3. Aritmia adalah tidak teraturnya irama jangtung.go. Bila salah satu organ tersebut mengalami ganguanterutama jantung maka akan mengganggu semua system tubuh. Apa saja manifestasi klinis yang timbul pada pasien aritmia? . Bagaimana patofisiologi aritmia? 4.id/pengetahuan-bencana/definisi-dan-jenis-bencana Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Aritmia disebabkan karena terganggunya mekanisme pembentukan impuls dan konduksi. Apa saja klasifikasi aritmia 5.

6. C. Bagaimana pemeriksaan penunjang aritmia? 7. Pengkajian apa saja pada pasien aritmia? 9. Mempelajari penatalaksaan medis 8. TUJUAN Tujuan umum: Tujuan dalam pembuatan makalah ini secara umum adalah untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari tentang aritmia dan asuhan keperawatan aritmia Tujuan khusus: 1. Mengetahui patofisiologi aritmia 4. Mengetahui manifistasi klinis dari aritmia 6. Mempelajari pengkajian keperawatan 9. Bagaimana penatalaksanaan medis pada pasien aritmia? 8. Mengetahui klasifikasi aritmia 5. Mengetahui etiolog dari aritmia 3. Mengetahui pemeriksaan penunjang aritmia 7. Mempelajari diagnose keperawatan dan intervensi pada pasien aritmia BAB II LANDASAN TEORI . Mengetahui pengertian dari aritmia 2. Apa saja diagnosa keperawatan dan intervensi pada pasien aritmia? 10.

4. latihan fisik dll) dapat menimbulkan aritmia.12 detik) Penyebab dasar suatu aritmia sering sulit dikenali tetapi beberapa faktor aritmogenik berikut ini dapat menjadi perhatian : 1. gagal jantung kongesti. Iskemia : infark miokard dan angina menjadi pencetus 3.Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges. DEFINISI Gangguan irama jantung atau aritmia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada infark miokardium. B. Obat–obatan : efek dari pemberian obat–obatan digitalis atau bahkan obatobatan anti arimia itu sendiri 5.A. 1996). Karena implus berasal dari ventrikel. yang disertai dengan perubahan keseimbangan elektrolit. Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel miokardium. Hipoksia : miokardium yang kekurangan oksigen menjadi iritabel 2. Hal ini menimbulkan gambaran kompleks QRS yang lebar (< 0. gangguan metabolisme. kalsium dan magnesium 6. 1994). Disfungsi mekanik atau kegagalan pompa jantung . Regangan (stretch) : hipertrofi ventrikel Dua jenis komplikasi infark miokardium yang harus ditanggulangi adalah : a. Bradikardi : frekuensi jantung yang sangat lambat dapat menjadi predisposisi aritmia 7. Gangguan elektrolit : ketidak seimbangan kalium. maka tidak melalui system konduksi yang normal melainkan jaringan otot ventrikel. Stimulasi simpatis : menguatnya otot tonus karena penyebab apapun (hypertiroid. Gangguan irama jantung tidak hanya terbatas pada iregularitas denyut jantung tapi juga termasuk gangguan kecepatan denyut dan konduksi (Hanafi. Ketidakstabilan elektris atau aritmia b. ETIOLOGI Penyebab yang paling umum dari aritmia ventrikel adalah penyakit miokard (iskemi dan infark). 1999). toksisitas obat dan vasospasme coroner. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price.

Umumya bradikardia tidak perlu di obati klau tidak menimbulkan keluhan pada pasien. akibatnya akan terjadi peningkatan frekuensi jantung. aritmia ventrikel umumnya disebabkan oleh iskemia atau infark myokard. Sebagai contoh. maka jalur-jalur hantaran listrik jantung terganggu. Bradikardia sinus dapat juga disebabkan karena miksedema. Gangguan Pembentukan Impuls a. D. Tetapi bila bradikardi > 40/menit dan menyebabkan keluhan pada pasien maka sebaikkan di obati dengan pemberian sulfasatrofin yang dapat diiberikan pada intra vena. PATOFISIOLOGI Seperti yang sudah disebutkan diatas. dapat menimbulkan gangguan pada depolarisasi dan repolarisasi jantung. peningkatan kebutuhan oksigen dan vasokonstriksi. Hal ini sering terjadi pada olahragawan dan seringkali menunjukkan jantung yang terlatih baik. Dengan dilepaskannya berbagai enzim intrasel dan ion kalium serta penimbunan asam laktat . baik VES< VT maupun VF. jika terjadi infark di anterior. Akibat dari kematian sel otot jantung ini. KLASIFIKASI ARITMIA Aritmia terbagi menjadi dua : 1. maka stenosis biasanya barada di right coronary artery yang juga berperan dalam memperdarahi SA node sehingga impuls alami jantung mengalami gangguan. 2) Sinus Takikardi . dan tekanan intrakarnial yang meninggi. Penurunan kontraktilitas myokard akibat kematian sel juga dapat menstimulus pangaktifan katekolamin yang meningkatkan rangsang system saraf simpatis. Aritmia Nodus Sinus 1) Sinus Bradikardi Sinus Bradikardi adalah irama sinus yang lambat denan kecepatan kurang dari 60 denyut/menit. sehingga mempengaruhi irama jantung.Lokasi terjadinya infark turut mempengaruhi proses terjadinya aritmia. hipotermia. Sampai bradikardia dapat diatasi.C. vagotoni. Selain itu iritabilitas myokard ventrikel juga menjadi penyebab munculnya aritmia ventrikel. Hal ini dapat menyebabkan hambatan depolarisasi atrium atau ventrikel serta timbulnya aritmia.

Kadang timbul sesak nafas dan hipotensi. AV node atau sinus node. dan axtrasistolik AV junctional tachycardia dengan denyut ventrikel 140-200/ menit. dan akan merasa lemah. Keadaan ini biasanya terjadi akibat kelainan ekstrakardial seperti infeksi. - Rate : 140 – 250x/mnt 3) Flutter atrium Pelepasan impuls dari fokus ectopic di atrium cepat dan teratur - Rate : 250 – 350x/mnt . Pada pemeriksaan EKG akan terlihat gambaran seperti ekstrasistol atrial yag berturut-turut > 6. 2) Paroksimal Takikardi Atriuum Disebut juga takikardia supra vebtrikular. Biasanya disebabkan karena adanya re-entry baik di atrium. Pada trakikardia idionodal (AV junctional tachycardia atau nodal tachycardia) terdapat dua macam. keringat dingin. 4) Henti sinus (sinus arrest) Terjadi akibat kegagalan simpul SA. febris. biasanya dengan kecepatan 50-60/menit. gangguan gastrointestinal. Biasanya tidak melebihi 170/menit. hipertiroidisme.turut dan teratur.Ialah irama sinus yang lebih cepat dari 100/menit. setelah jedah. penyakit paru obstruktif kronik. gelisah. - Gelombang P sering tdk terlihat. Pasien yang mendapatka serangan ini merasa jantungnya berdebar cepat sekali.anemia. Dapat terjadi pada gagal jantung. Merupakan sebuah takikardia yang berasal dari atrium atau AV node. Pada gambaran EKG ialah adanya irama jantung yag terdiri atas gelombang T yang berasal dari AV node di ikuti kompleks QRS. simpul SA akan aktif kembali 1) Aritmia Atrium 1) Kontraksi prematur atrium (Ekstrasistole Atrial) Secara klinis ekstrasistol nodal hampir tidak dapat dibedakan dengan ekstrasistol ventrikular ataupun ekstrasistol atrial. 3) Seinus Aritmia Ialah kelainan irama jantung dimana irama sinus menjadi lebih cepat pada watu inspirasi dan menjadi lambat pada waktu ekspirasi. hipovolemia. Terdapat sederetan denyut atrial yg timbul cepat berturut. yaitu : idiojunctional tachycardia dengan kecepatan denyut ventrikel 100-140/menit.

infark. penyakit arteri koroner. Pada pemeriksaan klinis akan ditemukan irama jantung yang tidak teratur dengan bunyi jantung yang intensitasnya juga tidak sama. hipoksia. Istilah bigemini mengacu pada kondisi dimana setiap denyut jantung adalah premature. Aritmia Ventrikel 1) Kontraksi prematur ventrikel Terjadi akibat peningkatan otomatisa sel ataupun ventrikel PVC bias di sebabkan oleh toksisitas digitalis. hipokalemia. - Gelombang p: dapat tersembunyi dalam kompleks QRS Kompleks QRS: qrs lebar dan aneh dan terdapat jeda kompensasi lengkap. demam.4) Fibrilasi atrium Pada fase ini di EKG akan tampak gelombang fibrilasi (fibrillation wave) yag berupa gelombang yang sangat tidak teratur dan sangat cepat dengan frekuensi 300/ menit.10 detik - Hantaran: terkadang retrograde melalui jaringan penyambung atrium - Irama ireguler bila terjadi denyut premature 2) Bigemini ventrikel Biasanya terjadi disebabka oleh intoksikasi digitalis. tetapi biasanya kuranga dari 90x/menit. miokard. Pada kontraksi premature ventrikel mempunyai karakter sebagai berikut - Frekuensi:60-100 x/menit - Gelombang p: tidak akan muncul karena impuls berasal dari ventrikel - Gelombang QRS: biasanya lebar dan aneh. c. asedosis atau peningktan sirkulkalasi katekolamin. Hantaran: denyut sinus dihantarkan dari nodus sinus secara normal namun PVC yang ulai berselang-seling pada ventrikel akan mengakibatkan hantaran retrograde ke jaringan penyambung dan atrium . Karakter: frekuensi: dapat terjadi pada frekuensi jantung berapapun. akut dan chf. berdurasi lebih dari 0.

11 detik dan perubahan bentuk kompleks QRS serta adanya perubahan axis QRS. Biasanya disebabkan oleh penyakit jantung kooner. shg tdk terjadi aktivitas baik di atrium maupun ventricel 2) Blok AV. infark miokard akut. tapi sering juga sedikit tidak teratur.3) Irama: ireguler Takikardi ventrikel Ialah ekstrasistole ventrikel yang timbul berturut-turut 4 atau lebih. b. Hal ini menyebabkan ventrikel tidak dapat berkontraksi dengan cukup sehingga curah jantung menurun atau tidak ada. tekanan darah dan nadi tidak terukur. yaitu dengan directed current countershock dengan dosis 400 watt second. Bila cabang kiri terganggu di sebut left bundle branch blok mempunyai gamaran EKG berupa bentuk rsR atau R yang lebar I. Blok AV terjadi jika hambatan konduksi terjadi di jalur antara nodus SA sampai berkaskis 3) Blok intraventrikular/B. Ekstrasistole ventrikel dapat berkembang menjadi fibrilasi ventrikel dan menyebabkan cardiac arrest. aVL. gagal jantung. Diagnosis ditegakkan apabila takikardia dengan kecepatan antara 150-250/menit. penderita tidak sadar dan bila tidak segera ditolong akan menyebabkan mati. Penyebab takikardia ventrikel ialah penyakit jantung koroner. V5. 2. 4) Fibrilasi ventrikel Ialah irama ventrikel yang khas dan sama sekali tidak teratur. terutama infark miokard akut. Impuls yg dibentuk SA node diblok pada batas simpul SA dengan jaringan atrium di sekitarnya. Diagnosis ditegakkan atas dasar pemeriksaan EKG dengan adanya kopleks QRS yang memanjang lebih dari 0. atau divisi anterior atau posterior cabang kiri.B Menunjukkan adanya gangguan konduksi di cabang kanan atau kiri sistem konduksi. Gangguan Penghantaran Impuls b. Blok : 1) Blok SA. Pada gambaran EKG kompleks QRS yang lebar dari 0. Pengobatan harus dilakukan secepatnya.B. V6.12 detik dan tidak ada hubungan dengan gelombang P. teratur. Hantaran yang dipercepat : Syndrome Wolf Parkinson White .

edema (trombosis siperfisial). Sinkop. Menyatakan tipe/sumber disritmia dan efek ketidakseimbangan elektrolit dan obat jantung. kompleks QRS melebar karena adanya gelombang delta. gelisah 4. hemoptisis. disorientasi. Syndrom Wolff Pakison white (WPW). perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan. ronki. Juga dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi pacu jantung/efek obat antidisritmia. Nyeri dada ringan sampai berat. Foto dada : Dapat menunjukkanpembesaran bayangan jantung sehubungan dengan disfungsi ventrikel atau katup 4. pusing. Perubahan gelombang T yang sekunder. batuk.Ditandai dengan adanya depolarisasi ventrikel yang premature termasuk golongan ini. berdenyut. Perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ). EKG : menunjukkan pola cedera iskemik dan gangguan konduksi. Dan syndrom lown ganong levine (LGL). inflamasi. Nafas pendek. Monitor Holter : Gambaran EKG (24 jam) mungkin diperlukan untuk menentukan dimana disritmia disebabkan oleh gejala khusus bila pasien aktif (di rumah/kerja).11 E. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. bunyi nafas tambahan (krekels. bunyi jantung irama tak teratur. mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal. 3. dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina. edema.11 detik atau kurang). 5. interval PR memendek (0. Skan pencitraan miokardia : dapat menunjukkan aea iskemik/kerusakan miokard yang dapat mempengaruhi konduksi normal atau mengganggu gerakan dinding dan kemampuan pompa. demam. eritema. kemerahan kulit (reaksi obat). kehilangan tonus otot/kekuatan F. nadi mungkin tidak teratur. interval PR memendek (0. 2. denyut menurun. berkeringat. gambaran EKG menunjukkan gambaran gelombang P normal. defisit nadi. sianosis. kulit pucat. bingung. 3. bunyi ekstra. perubahan pupil. letargi. MANIFESTASI KLINIS 1. haluaran urin menurun bila curah jantung menurun berat. pada gelombang EKG memperlihatkan adanya gelombang P normal. sakit kepala. . 2.

indikasi VT. Propanolol : indikasi aritmi jantung. Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang iii.meningkatkan disritmia. Metoprolol. Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi. Kelas 1 B. 8. Elektrolit : Peningkatan atau penurunan kalium. Kelas 1 : sodium channel blocker ii. quinidin. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT iv. SVT berulang 4. Kelas 1 C. 10. Laju sedimentasi : Penignggian dapat menunukkan proses inflamasi akut contoh endokarditis sebagai faktor pencetus disritmia. Pemeriksaan tiroid : peningkatan atau penururnan kadar tiroid serum dapat menyebabkan. adanya obat jalanan atau dugaan interaksi obat contoh digitalis. Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) Atenolol. 9.5. 1. Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter. G. PENATALAKSANAAN MEDIS Terapi medis Obat-obat antiaritmia dibagi 4 kelas yaitu : Anti aritmia i. 7. Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard. Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi 2. indikasi supraventrikular aritmia . Kelas 1 A. Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) Verapamil. ventrikel takikardia. 1. kalsium dan magnesium dapat mnenyebabkan disritmia. Tes stres latihan : dapat dilakukan utnnuk mendemonstrasikan latihan yang menyebabkan disritmia. GDA/nadi oksimetri : Hipoksemia dapat menyebabkan/mengeksaserbasi disritmia. 6. angina pektoris dan hipertensi 3. Pemeriksaan obat : Dapat menyatakan toksisitas obat jantung. Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) Amiodarone.

Breathing - Adakah distress pernafasan ? - Adakah hipoksemia berat ? - Adakah retraksi otot interkosta. Airway - Apakah ada peningkatan sekret ? - Adakah suara nafas : krekels ? 2.2. Circulation . BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A. Terapi pacemaker : alat listrik yang mampu menghasilkan stimuluslistrik berulang ke otot jantung untuk mengontrol frekuensi jantung. Defibrilator kardioverter implantabel : suatu alat untuk mendeteksi dan mengakhiri episode takikardi ventrikel yang mengancam jiwa atau pada pasien yang resiko mengalami fibrilasi ventrikel. Defibrilasi : kardioversi asinkronis yang digunakan pada keadaan gawat darurat. Terapi mekanis a. sesak nafas - Apakah ada bunyi whezing ? 3. b. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Pengkajian primer : 1. biasanya merupakan prosedur elektif. d. c. dispnea. Kardioversi : mencakup pemakaian arus listrik untuk menghentikan disritmia yang memiliki kompleks GRS.

Nyeri/ketidaknyamanan : nyeri dada ringan sampai berat. Neurosensori : pusing. anoreksia. edema. takut. Aktivitas : kelelahan umum b. sianosis. stroke. - Riwayat penyakit Faktor resiko keluarga contoh penyakit jantung.- Bagaimanakan perubahan tingkat kesadaran ? - Apakah ada takikardi ? - Apakah ada takipnoe ? - Apakah haluaran urin menurun ? - Apakah terjadi penurunan TD ? - Bagaimana kapilery refill ? - Apakah ada sianosis ? Pengkajian sekunder 1. c. nadi mungkin tidak teratur. Makanan/cairan : hilang nafsu makan. bunyi ekstra. perubahan pupil. bunyi jantung irama tak teratur. kulit warna dan kelembaban berubah misal pucat. f. haluaran urin menruun bila curah jantung menurun berat. quinidin dan obat anti aritmia lainnya kemungkinan untuk terjadinya intoksikasi - Kondisi psikososial 2. perubahan kelembaban kulit e. defisit nadi. menangis. bingung. berdenyut. hipertensi Penggunaan obat digitalis. cemas. penyakit katup jantung.marah. Sirkulasi : perubahan TD ( hipertensi atau hipotensi ). berkeringat. Integritas ego : perasaan gugup. hipertensi Riwayat IM sebelumnya (disritmia). tidak toleran terhadap makanan. gelisah . denyut menurun. sakit kepala. Pengkajian fisik a. perasaan terancam. GJK. disorientasi. kardiomiopati. peryubahan berat badan. dapat hilang atau tidak dengan obat antiangina. d. letargi. gelisah. mual muntah. menolak.

disritmia atrial. bunyi nafas tambahan (krekels. ronki. Menunjukkan penurunan frekuensi/tak adanya disritmia c. nafas pendek. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan gangguan konduksi elektrikal. catat frekuensi. kehilangan tonus otot/kekuatan B. Berikan lingkungan tenang. irama. dorsalis pedis) catat frekuensi. d. Keamanan : demam. hemoptisis. Pernafasan : penyakit paru kronis. edema (trombosis siperfisial). mengi) mungkin ada menunjukkan komplikasi pernafasan seperti pada gagal jantung kiri (edema paru) atau fenomena tromboembolitik pulmonal. amplitudo dan simetris. Mempertahankan/meningkatkan curah jantung adekuat yang dibuktikan oleh TD/nadi dalam rentang normal. Auskultasi bunyi jantung. femoral. h. perubahan kecepatan/kedalaman pernafasan. Kriteria hasil : a. . inflamasi. Raba nadi (radial. Catat adanya denyut jantung ekstra. disritmia ventrikel. bradikardi. Kaji alasan untuk membatasi aktivitas selama fase akut. penurunan nadi. Tentukan tipe disritmia dan catat irama : takikardi. b. status mental biasa b. penurunan kontraktilitas miokardia. keteraturan. batuk. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI 1. kemerahan kulit (reaksi obat). haluaran urin adekuat. c. eritema. Pantau tanda vital dan kaji keadekuatan curah jantung/perfusi jaringan. blok jantung e. nadi teraba sama. Berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan kerja miokardia Intervensi : a.g.

program pengobatan b. Menyatakan tindakan yang diperlukan dan kemungkinan efek samping obat Intervensi : a. lamanya. menangis. Siapkan untuk bantu kardioversi elektif e. Kaji ulang fungsi jantung normal/konduksi elektrikal b. Siapkan untuk pemasangan otomatik kardioverter atau defibrilator 2. Masukkan/pertahankan masukan IV g. Catat petunjuk nyeri non-verbal contoh wajah mengkerut. menyatakan pemahaman tentang kondisi. antidisritmi d. perubahan TD h. Demonstrasikan/dorong penggunaan perilaku pengaturan stres misal relaksasi nafas dalam. catat lokasi. Kurang pengetahuan tentang penyebab atau kondisi pengobatan berhubungan dengan kurang informasi/salah pengertian kondisi medis/kebutuhan terapi. Selidiki laporan nyeri. Siapkan untuk prosedur diagnostik invasive h. Pantau pemeriksaan laboratorium. Jelakan/tekankan masalah aritmia khusus dan tindakan terapeutik pada pasien/keluarga . Bantu pemasangan/mempertahankan fungsi pacu jantung f. intensitas dan faktor penghilang/pemberat.f. contoh elektrolit b. Berikan obat sesuai indikasi : kalium. Siapkan/lakukan resusitasi jantung paru sesuai indikasi Kolaborasi : a. Kriteria hasil : a. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi c. bimbingan imajinasi g.

teknik mengevaluasi pacu jantung dan gejala yang memerlukan intervensi medis j. 1994).c. Dorong pengembangan latihan rutin. apa yang dilakukan bila dosis terlupakan e. Penyebab yang paling umum dari aritmia ventrikel adalah penyakit miokard (iskemi dan infark). Termasuk mengapa obat diperlukan. Kaji ulang kebutuhan diet contoh kalium dan kafein g. Anjurkan psien melakukan pengukuran nadi dengan tepat i. d. toksisitas obat dan vasospasme coroner. Perubahan elektrofisiologi ini bermanifestasi sebagai perubahan bentuk potensial aksi yaitu rekaman grafik aktivitas listrik sel (Price. gangguan metabolisme. Memberikan informasi dalam bentuk tulisan bagi pasien untuk dibawa pulang h. Kaji ulang prosedur untuk menghilangkan PAT contoh pijatan karotis/sinus. manuver Valsava bila perlu BAB IV PENUTUP A. Anjurkan/catat pendidikan tentang obat. Identifikasi efek merugikan/komplikasiaritmia khusus contoh kelemahan. yang disertai dengan perubahan keseimbangan elektrolit. Kaji ulang kewaspadaan keamanan. Karena implus berasal dari ventrikel. perubahan mental. a. menghindari latihan berlebihan f. Terapi medis 1. maka tidak melalui system konduksi yang normal melainkan jaringan otot ventrikel. vertigo. 1999). KESIMPULAN Aritmia atau disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis (Doenges. Aritmia timbul akibat perubahan elektrofisiologi sel-sel miokardium. Obat-obat anti aritmia dibagi 4 kelas yaitu : Anti aritmia . bagaimana dan kapan minum obat.

Terapi pacemaker B. SARAN DAFTAR PUSTAKA . Kardioversi b. Flecainide untuk ventrikel ektopik dan takikardi b. Anti aritmia kelas 4 (calcium channel blocker) Verapamil. Propanolol : indikasi aritmi jantung. Dysopiramide untuk SVT akut dan berulang iii. Terapi mekanis a. Mexiletine untuk aritmia entrikel dan VT iv. indikasi VT. Procainamide untuk ventrikel ekstra sistol atrial fibrilasi dan aritmi yang menyertai anestesi. Anti aritmia kelas 3 (Prolong repolarisation) Amiodarone. Lignocain untuk aritmia ventrikel akibat iskemia miokard. Defibrilasi c. ventrikel takikardia. Anti aritmia Kelas 2 (Beta adrenergik blokade) Atenolol. Quinidine adalah obat yang digunakan dalam terapi pemeliharaan untuk mencegah berulangnya atrial fibrilasi atau flutter. Defibrilator kardioverter implantabel d. Kelas 1 C. Kelas 1 A. Metoprolol.i. SVT berulang d. angina pektoris dan hipertensi c. Kelas 1 B. Kelas 1 : sodium channel blocker ii. indikasi supraventrikular aritmia 2.

Doenges. Keperawatan Kritis : Pendekatan Holistik.1997 Price. Gallo B.M. Santoso Karo karo. 2001 http://asuhankeperawatans. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan pendokumentasian Perawatan Pasien. Ed.id/2014/09/makalah-aritmia. Ed.html http://khusnialinurse.M. Buku Ajar Kardiologi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : EGC. 8. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit. 3. 1996 Smeltzer Suzanne C. C. Jakarta : Balai Penerbit FKUI .Hudak. 1994. dkk. Editor Caroline Wijaya. dkk. 4. Jakarta : EGC .html .com/2010/11/asuhan-keperawatan-aritmiagangguan. Marilynn E.blogspot. Editor Monica Ester. 2001. Trisnohadi. Jilid I. Sylvia Anderson. Jakarta : Balai Penerbit FKUI . Alih bahasa Peter Anugrah. Jakarta : EGC.1999 Hanafi B. Jakarta : EGC. Alih bahasa Agung Waluyo. 3. Ed. Ed. Alih bahasa I Made Kariasa.blogspot.co. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.