You are on page 1of 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Stroke
Stroke iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak
yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan
darah dan oksigen di jaringan otak.
2.2 Epidemiologi
Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab
kematian nomor dua di dunia. Duapertiga stroke terjadi di negara berkembang.
Pada masyarakat barat, 80% penderita mengalami stroke iskemik dan 20%
mengalami stroke hemoragik. Insiden stroke meningkat seiring pertambahan usia
2.3 Etiologi
Stroke iskemik dapat disebabkan oleh 3 macam mekanisme:
-

-

Trombosis
Trombosis adalah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan
sehingga menghambat aliran darah.
Emboli
Pembentukan material dari tempat lain dalam sistem vaskuler dan
tersangkut dalam pembuluh darah tertentu sehingga memblokade aliran

-

darah.
Pengurangan perfusi sistemik umum
Pengurangan perfusi sistemik bisa mengakibatkan iskemik karena
kegagalan pompa jantung atau proses perdarahan atau hipovolemik.

2.4 Faktor Resiko Stroke
Faktor resiko yang memicu tingginya angka kejadian stroke ada dua yaitu
faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi.sebagai
berikut:
1) Faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Ras
d. Hereditas / riwayat keluarga
2) Faktor resiko yang dapat dimodifikasi.
a. Hipertensi
b. Merokok

1

5 Klasifikasi Stroke iskemik a. Penyakit jantung d. Arteri serebri media .c. kelumpuhan dapat berupa hemiparesis atau hemiplegia. Diabetes mellitus e.disgrafia b. Stroke trombosis Stroke trombotik pembuluh darah besar dengan aliran lambat biasanya terjadi saat tidur. Embolus berasal dari bahan trombotik yang terbentuk di dinding rongga jantung atau katup mitralis 2. Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang timbul sesuai dengan pembuluh darah yang terlibat. terutama pada daerah tungkai 2 . kelumpuhan terjadi pada salah satu sisi tubuh yang berlawanan dengan sisi otak yang mengalami kerusakan akibat stroke.Kelemahan kontralateral. Emboli Stroke embolik terjadi akibat embolus biasanya menimbulkan defisit neurologik mendadak dengan efek maksimum sejak awitan penyakit. lengan dan kaki atau seluruh sisi tubuh sehingga pasien mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari hari seperti berjalan atau memegang benda (National Institut of Neurological Dissorder and Stroke [NINDS]. b. a.Afasia global . saat pasien relatif mengalami dehidrasi dan dinamika sirkulasi menurun.Dislesia.6 Tanda dan Gejala Stroke Iskemik Kelumpuhan/disabilitas adalah salah satu gejala umum yang dialami pasien stroke. Keadaan ini dapat mempengaruhi wajah.Hemiparesis . Arteri serebri anterior . 2008 ) Gejala umum dari stroke berupa: - Baal Gangguan penglihatan (penglihatan ganda atau kesulitan melihat pada - satu atau kedua mata) Hilangnya keseimbangan Nyeri kepala mendadak tanpa sebab yang jelas. Hiperkolesterol 2.

Arteri vertebrobasiler .Kelemahan pada bagian wajah ( nervus VII ) .Penglihatan ganda (nervus III. glukosa dan lipid 2.Disartria .Gangguan sensorik kontralateral c. b. Darah lengkap dan LED c.Hemiparesis kontralateral d. Arteri serebri posterior .Vertigo ( nervus VIII ) .Disfagia ( nervus IX dan X ) . Padastroke hemoragik akan terlihat adanya gambaran hiperdens sedangkan pada stroke iskemik akan terlihat adanya perdarahn hipodens.Kelumpuhan saraf ke-3 hemianopsia .IV dan VI) .Kelemahan pada ekstremitas 2. elektrolit..7 Diagnosis Untuk mendapatkan diagnosis dan penentuan jenis patologi stroke .9 Penatalaksanaan 3 . Ureum.8 Pemeriksaan Penunjang a. dapat segera menegakkan dengan: Skor Stroke: Algoritma Gajah Mada Penurunan Nyeri kepala Babinski Jenis Stroke Kesadaran + + - + + - + + - Perdarahan Perdarahan Perdarahan Iskemik Iskemik 2.Rasa baal di wajah ( nervus V) . CT-scan Untuk membedakan stroke iskemik dengan stroke hemoragik dilakukan pemeriksaan radiologi CT-Scan kepala.

Secara umum dipakai patokan 5B. Pemberian oksigen hanya perlu bilakadar oksigen darah berkurang. adanya bradikardi. dianjurkan melalui pipa nasogastric. dan bahwa fungsi paru-paru cukup baik. 3. Bladder Jika terjadi inkontinensia. bila perlu pantau EKG. Nutrisi per oral hanya boleh diberikan setelah hasil tes fungsi menelan baik. dipantau jangan   sampai menurunkan perfusi otak. Breathing Harus dijaga jalan nafas bersih dan longgar. Tekanan darah dipertahankan pada tingkat optimal. 2. atau dengan pemeriksaan funduskopi. yaitu : 1. Bowel Defekasi dan nutrisi harus diperhatikan. Bila tidak baik atau pasien tidak sadar. tidak diturunkan dengan drastis.a. Kadar Hb harus dijaga cukup baik untuk metabolisme otak Kadar gula yang tinggi pada fase akut. disertai latihan buli-buli. Udem otak dan kejang harus dihindari. dapat dilihat dari keadaan penderta yang mengantuk. kandung kemih dikosongkan dengan kateter intermiten steril atau kateter tetap yang steril. 4. Keseimbangan elektrolit dijaga.  lebih-lebih pada penderita dengan diabetes mellitus lama. maksimal 5-7 hari diganti. Blood   Jantung harus berfungsi baik. 5. Brain Posisi kepala diangkat 20-30 derajat. b. Penatalaksanaan komplikasi : 4 . Bila terjadi udem otak.

Steroid tidak digunakan secara rutin. 2) Ulkus stres : diatasi dengan antagonis reseptor H2 3) Peneumoni : tindakan fisioterapi dada dan pemberian antibiotik spektrum luas 4) Tekanan intrakranial yang meninggi diturunkan dengan pemberian Mannitol bolus : 1 g/kg BB dalam 20-30 menit kemudian dilanjutkan dengan 0.1) Kejang harus segera diatasi dengan diazepam/fenitoin iv sesuai protokol yang ada. 5 . Hipotensi Hipotensi harus dikontrol sampai normal dengan dopamin drips dan diobati penyebabnya.25-0. c. 3. diturunkan sampai batas hipertensi ringan.5 g/kg BB setiap 6 jam selama maksimal 48 jam. dan antagonis kalsium. Hipertensi Penurunan tekanan darah pada stroke fase akut hanya bila terdapat salah satu di bawah ini :   Tekanan sitolik >220 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30 menit Tekanan diastolik >120 mmHg pada dua kali pengukuran selang 30  menit Tekanan darah arterial rata-rata >130-140 mmHg pada dua kali  pengukuran selang 30 menit Disertai infark miokard akut/gagal jantung Penurunan tekanan darah maksimal 20% kecuali pada kondisi keempat. Penatalaksanaan keadaan khusus : 1. ACE inhibitor. Obat yang direkomendasikan: golongan beta bloker. 2. lalu diturunkan perlahan. Hiperglikemi Hiperglikemi harus diturunkan hingga GDS: 100-150 mg% dengan insulin subkutan selama 2-3 hari pertama.

‘terapi wicara’ dan psikoterapi. dengan fisioterapi. 5. dan pernafasan penderita stabil. Hipoglikemi Hipoglikemi diatasi segera dengan dekstrose 40% iv sampai normal dan penyebabnya diobati. bicara. Rehabilitasi : Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada usia di atas 45 tahun. Rehabilitasi segera dimulai begitu tekanan darah. Pentoksifilin infus dalam cairan ringer laktat dosis 8mg/kgbb/hari Aspirin 80 mg per hari secara oral 48 jam pertama setelah onset Dapat dipakai neuroprotektor: piracetam. sosial dari penderita stroke. Hiponatremi Hiponatremia dikoreksi dengan larutan NaCl 3%. Fase Pasca Akut Pada fase paska akut dapat diberikan:    Pentoksifilin tablet: 2 x 400 mg ASA dosis rendah 80-325 mg/hari Neuroprotektor. Setelah fase akut berlalu. dan fungsi lain yang terganggu Adaptasi mental. d. denyut nadi. sehingga hubungan  interpersonal menjadi normal Sedapat mungkin harus dapat melakukan aktivitas sehari-hari. maka paling penting pada masa ini ialah upaya membetasi sejauh mungkin kecacatan penderita. cithicolin. e. Penatalaksanaan spesifik : 1. dan pencegahan terulangnya strok. sasaran pengobatan dititikberatkan pada tindakan rehabilitasi penderita. Tujuan rehabilitasi ialah :   Memperbaiki fungsi motoris. Fase Akut Pada fase akut dapat diberikan :    2. Prinsip dasar rehabilitasi : 6 . nimodipin.4. fisik dan mental.

dan gangguan penglihatan. Efek dari stroke tergantung ukuran dan lokasi lesi di otak. Risiko kematian dalam 30 hari pertama setelah mengalami stroke iskemik adalah sebesar 8% . BAB III KESIMPULAN 7 .20%. Berolahraga teratur 2. f. Mengobati diabetes mellitus 3. memberikan cacat tubuh yang berlangsung kronis dan tidak hanya terjadi pada orang-orang berusia lanjut. Beberapa kecacatan yang diakibatkan oleh stroke diantaranya paralisis. tetapi juga pada usia pertengahan.    Mulai sedini mungkin Sistematis Ditingkatkan secara bertahap Rehabilitasi yang spesifik sesuai dengan defisit yang ada. Ini dapat dicapai dengan jalan antara lain mengobati dan menghindari faktor-faktor risiko stroke : 1. obesitas. Pengobatan hipertensi 2. mati rasa. Menghindari rokok.10 Prognosis Stroke yang merupakan penyakit yang mengenai sistem saraf. Terapi Preventif : Tujuannya untuk mencegah terulangnya atau timbulnya serangan baru. gangguan bicara. stress. dll 4.

Prognosis pada kasus stroke iskemik memiliki prognosis lebih baik dari stroke hemoragik. genetik. ras. hiperkolesterol.Stroke iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak. yaitu pada 30 hari pertama resiko meninggal 20%. dan faktor risiko yang tidak dapat di modifikasi yaitu: Usia. merokok. Adapun faktor risiko yang dapat di modifikasi yaitu: Hipertensi. diabetes mellitus. DAFTAR PUSTAKA 8 . jenis kelamin. penyakit jantung. sedangkan pada stroke hemoragik50%.

P. Skripsi. 251 5. 2. Gilroy J. 9 . World Health Organization. 2009. 2007. alih bahasa. 4. 245-9. 2010. Stroke in Indonesia: a first Large Prospective Hospital-Based Study of Acute Stroke in 28 Hospitals in Indonesia. editor Yudha EK. P.int/cardiovascular_diseases/en/cvd_atlas_15_burden_stro ke. Available from: http://. Jakarta: EGC. [accessed 2 October 2013). P. Corwin EJ. Edisi Kedelapan. 3. New York: McGraw Hill. 2000. Misbach J. Journal of Clinical Neurosciences 8. 6. Patofisiologi : buku saku . Agustina E. Subekti NB. Pravelensi stroke iskemik pada pasien rawat inap si RSUP Fatmawati: jakarta Selatan pada tahun 2008 UIN Syarif Hidayatullah. Lecture Notes Neurologi.www.1. p. Ginsberg L. Global Burden of Stroke. 2009. Cerebrovascular Disease. 3rd edition. 2000.pdf. 89. 3rd edition.who. Erlangga. Jakarta. 225-8. In: Gilroy J Basic Neurology.