PORTOFOLIO

HERNIA SCROTALIS DEXTRA IREPONIBLE

Pendamping:
dr. Irriane Dewi

Penyusun:
dr. Anniza Komalasari

RS TINGKAT IV 02.07.04 DINAS KESEHATAN TENTARA
PERIODE 5 MARET 2013 – 5 MARET 2014
BANDAR LAMPUNG – LAMPUNG

1

BAB I
PENDAHULUAN
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian
lemah dari dinding rongga yang bersangkutan / Locus Minoris Resistentiae (LMR). Bagianbagian hernia meliputi pintu hernia, kantong hernia, leher hernia dan isi hernia.
(Artioukh,2000)
Insidens hernia yang terbanyak terjadi adalah hernia inguinalis lateralis. Diperkirakan
15% populasi dewasa menderita hernia inguinal, 5-8% pada rentang usia 25-40 tahun dan
mencapai 45% pada usia 75 tahun. Hernia inguinalis dijumpai 25 kali lebih banyak pada pria
dibanding perempuan.Perbandingan antara pria dan wanita (insidens pria dibanding
wanita)adalah 9:1.(Artioukh,2000)
Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas hernia bawaan atau kongenital dan hernia
didapat atau akuisita. Hernia diberi nama menurut letaknya seperti pada diafragma, inguinal,
umbilikal, femoral.(Artioukh,2000)
Faktor yang dipandang berperan kausal adalah adanya prosessus vaginalis yang
terbuka, peninggian tekanan didalam rongga perut, dan kelemahan otot dinding perut karena
usia. Tekanan intra abdomen yang meniggi secara kronik seperti batuk kronik, hipertrofi
prostat, konstipasi dan asites sering disertai hernia inguinalis.(Artioukh,2000)

2

M Usia : 35 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Teluk Pekerjaan : Pegawai rumah makan Status : Menikah Pendidikan : Tamat SD Agama : Islam No. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke IGD dengan keluhan ada benjolan pada buah pelir sebelah kanan yang telah dirasakan semakin membesar sejak 1 minggu yang lalu. tidak berdarah. Pasien menyangkal adanya 3 . Buang air kecil (BAK) pasien juga lancar. Identitas Pasien Nama : Tn. RM : 020785 2.15 WIB di IGD. pukul 20. Kemudian pasien mengaku mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu sehingga tidak dapat makan apa pun.BAB II KASUS 1. Anamnesis Anamnesa dilakukan secara auto dan allo anamnesa pada tanggal 28 Oktober 2013. a. Pasien mengaku sudah tidak buang air besar (BAB) sejak 5 hari yang lalu. Benjolan biasanya tampak pada saat berjalan. c. mengangkat berat. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mempunyai benjolan di buah pelir sebelah kanan pada 1 tahun yang lalu tetapi masih dapat dimasukan dengan tangan sendiri. warna jernih kekuningan. dan tidak dapat kembali seperti normal pada saat berbaring. dan tidak nyeri. mengedan. Keluhan utama : Benjolan di buah pelir sebelah kanan sejak 7 hari SMRS b. Benjolan ini sangat menggangu aktivitas.

Pasien menyangkal mengkonsumsi alkohol dan merokok. riwayat operasi.distribusi merata Wajah : a. Bentuk normocephali b.tebal. hipertensi. batuk yang lama. tidak ikterik Mata : a. hipertensi. refleks cahaya tidak langsung +/+ Telinga : a. Konjungtiva pucat +/+. bentuk telinga simetris dan normotia 4 . warna kulit tidak anemis. Pasien juga menyangkal sedang mengkonsumsi obat-obatan. Pemeriksaan fisik a. Status generalis Keadaan Umum Kesadaran : compos mentis Kesan sakit : sakit berat Gizi : baik Sikap pasien : kooperatif Mobilisasi : kurang aktif Tanda vital: Tekanan darah : 110/65 mmHg Nadi : 120 x/menit Pernafasan : 22 x/menit Suhu tubuh : 36.8 º C Kepala : a. pembesaran prostat dan gangguan saluran pencernaan d.tebal. dan penyakit jantung pada keluarga. Riwayat Kebiasaan : Pasien bekerja di sebuah rumah makan. 3. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.distribusi merata b. Refleks cahaya langsung +/+. Pasien mengkonsumsi makanan cukup serat. tidak sianosis.riwayat diabetes mellitus. Pasien sering mengangkat benda berat berupa bahan-bahan yang akan diolah di restoran. e. Sklera tidak ikterik c. Alis mata hitam. Rambut warna hitam. Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit diabetes mellitus. terlihat simetris b.

Tidak ada nyeri tarik c. NL(-) Hepar: tidak ada pembesaran Lien: tidak ada pembesaran Ginjal: ballottement - c. tidak ada ascites d. Perkusi : timpani. Hidung simetris b. tidak terdapat spider navy b. 2cm sebelah medial linea midclavicularis sinistra. Batas jantung kiri : ICS 5. Perkusi : Batas jantung kanan : garis sternalis dextra.bibir terlihat simetris b.wheezing -/- Jantung : a. d. sekret -/- Mulut dan tenggorokan : a. Tidak ada nyeri tekan pada tragus dan mastoid d.tidak terlihat pembesaran tiroid Paru: a.murmur (-). NT (-).trakea lurus di tengah b. tidak ada defence muskular. edema tungkai -/5 . Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat. b. Auskultasi : bising usus (+) normal Ekstremitas Akral hangat. tidak ada nyeri ketuk.tidak sianosis c. gallop (-). Palpasi : teraba pada 1-2 cm sebelah medial garis midclavicularis kiri di ICS 5 c.Palpasi : vokal fremitus teraba simetris c.Tidak ada deviasi septum. Abdomen a.Inspeksi : pergerakan dada simetris saat stastis dan dinamis. Palpasi : abdomen supel.b.Perkusi : sonor dikedua lapang paru d.tidak pecah-pecah.Tidak kering.Tonsil T1/T1 Leher : a. tidak tampak adanya ascites. Ronchi-/-.Auskultasi : suara napas vesikuler. Auskultasi : S1 S2 reguler. Inspeksi : abdomen datar.sekret (-) Hidung : a. b.tidak teraba pembesaran KGB c .

Pemeriksaan fisik : Tekanan darah : 110/65 . warna Palpasi kulit sama dengan sekitarnya.Gula darah sewaktu Foto Rontgen Thoraks .Resume Pasien laki laki usia 35 tahun datang ke IGD. nyeri tekan(-).Creatinin Darah 34 U/I 0-34 U/I 16 U/I 0-40 U/I 21 mg/dl 20-40 mg/dl 0. : teraba massa dengan konsistensi lunak.8º C. pernafasan : 22 x/menit. batas atas tidak jelas.5 mg/dl 116 mg/dl 70-140 mg/dl Diabetes . Benjolan ini sangat menggangu aktivitas.6-1. Perkusi : tidak dilakukan Auskultasi : Bising usus + normal 4. nadi : 120 x/menit .3 mg/dl 0. Status lokalis : 6 . tidak merah.Tidak dilakukan 5. mengangkat berat. suhu tubuh : 36.SGOT . Pemeriksaan Penunjang Laboratorium tanggal 28 Oktober 2013 Kimia Klinik Fungsi Hati . Benjolan biasanya tampak pada saat berjalan.Ureum Darah .SGPT Fungsi Ginjal .Status Lokalis Status lokalis regio genitalia : Inspeksi : tampak benjolan pada scrotum bagian dekstra. mengedan. Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari. benjolan tidak dapat didorong masuk dengan jari telunjuk dalam posisi pasien berbaring. Tidak tampak pelebaran vena.b. dan tidak dapat kembali seperti normal pada saat berbaring. status generalis : dalam batas normal. keluhan ada benjolan pada buah pelir sebelah kanan yang telah dirasakan semakin membesar sejak 1 minggu yang lalu.

benjolan tidak dapat didorong masuk dengan jari telunjuk dalam posisi pasien berbaring. Setelah 7 .Penatalaksanaan Herniotomi dan hernioplasti + mesh 9. subkutis.Pada regio inguinal dekstra : Inspeksi : tampak benjolan pada scrotum bagian dekstra. warna kulit sama dengan sekitarnya. Palpasi : teraba massa dengan konsistensi lunak.Diagnosis Kerja Hernia Scrotalis Dekstra Ireponibel 7. Dilakukan identifikasi terhadap kantong hernia di sekitar spermatid cord. Diagnosis pre-Operasi : Hernia Scrotalis Dekstra ireponibel Diagnosis post-Operasi : Hernia Scrotalis Dekstra ireponibel Macam Operasi : Herniotomi dan hernioplasti + mesh Pasien terlentang di meja operasi dalam anestesi spinal. batas atas tidak jelas. menembus kutis. Dilakukan insisi sejajar dengan ligamentum inguinale menuju ke tuberculum pubicum kira-kira 2cm.Prognosis Ad vitam : ad bonam Ad fungsionam : ad bonam Ad sanationam : ad bonam Laporan Operasi Tanggal 29 Oktober 2013. dan fasia.Diagnosis Banding Pembesaran KGB inguinal Testis ektopik 8. tidak merah. Tidak tampak pelebaran vena. nyeri tekan (-). Kemudian dilakukan a dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya. Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari Perkusi : tidak dilakukan Auskultasi : Bising usus + normal 6.

Anniza Komalasari Tangal presentasi: Pendamping: dr. Sirosis hepatis □ Tujuan: mengatasi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut Bahan bahasan: □ Tinjauan □ Riset □ Kasus □ Audit Cara membahas: pustaka □ Diskusi Data pasien: Nama klinik: RS DKT □Presentasi dan diskusi Nama: Tn. Cefotaxim 2 x 1 amp 4. Inj. Bila sadar dan tidak muntah.0. Instruksi Post-Op 1.M. M Telp: - □ E‐mail □ Pos No registrasi: 020797 Terdaftar sejak: 8 .0 ditutup lapis demi lapis. dipisahkan kantong proximal dengan kantong distal. Inj.kantong terbuka. Dan dilakukan herniotomi pada kantung proximal. kemudian fascia ditutup diatas mesh dengan menggunakan vicryl 3. Irriane Dewi Tempat presentasi: RS DKT Bandar Lampung Obyektif presentasi: □ Keilmuan □ Keterampilan □ Penyegaran □ Tinjauan pustaka □ Diagnostik □ Manajemen □ Masalah □ Istimewa □Neonatus □ Bayi □ Anak □ Remaja □ Dewasa □ Lansia □ Bumil □ Deskripsi: Tn. 52 tahun. Tramadol 3 x 1 amp 5. Awasi tanda vital dan luka operasi 2. Infus RL 20 tetes/menit 3. Perdarahan di rawat pada kantung distal kemudian dilakukan hernioplasti dengan memasang mesh diatas defek dengan menggunakan proline 2. Dan operasi selesai. beri minum bertahap BAB III FORMAT PORTOFOLIO Kasus 1 Topik: Hernia Scrotalis Dextra Ireponible Tanggal (kasus): 28-10-2013 Persenter: dr.

Hidrokel. H ed. 5.herniasolution. Walker SJ(2000) Inguinal and Femoral Hernias Oxford Textbook of Surgery. Gilbert.com/viewarticle/420354_2 8. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Connecticut : Prentice-Hall International Inc. 2001.( 2005).Pediatric Abdominal wall defects in Maingot’s Abdominal Operation.com/viewarticle/416375_3 3.R(1990). Diagnosis/ Gambaran Klinis: Hernia Scrotalis Dextra Ireponible 2.P (2010) Surgery Roundtable: Current Issues in Inguinal Herniorrhaphy. Schwartz. edisi kedua. Jakarta. Hernias And Abdominal Wall Defects. Amid.Maingot’s Abdominal Operation. Surgery Basic Science and Clinical Evidence.140-142 12. 8th ed.S I & Ellis.med. 1353-1394.(1997) Inguinal Hernias and The Prolene (Polypropylene) Hernia System.medscape. J (1990). Putnam. Norton. Schwartz. Available from: http://cme.A(2010) Inguinal Hernia: Anatomy and Management.G (2003). England : Oxford Press. Morris P.215-296 2. Divilio T. Essential Surgery . Riwayat keluarga/ masyarakat: TIdak ada anggota keluarga dengan keluhan serupa 5.(2003) Kelainan skrotum dan isinya dalam DasarDasar Urologi. Riwayat pekerjaan: Pegawai rumah makan 6. 4. 11. Page 1307-1310. Available from : http://herniaplasty. Abrahamson.3rded. Riwayat kesehatan/ Penyakit: (-) 4.Data utama untuk bahan diskusi: 1. Bedah Anak.medscape.H.nyu. F. Brunicardi. Hoffstetter. Riwayat Pengobatan: Pasien belum pernah mendapatkan pengobatan 3..html 9. Available from: http://cme. Inguinal Hernias. New York: Springer. H ed. Mantu. T C & Emmens. Artioukh DY. Connecticut : Prentice9 .9thed. Purnomo. 787-803. Lain‐lain : Daftar Pustaka: 1.S I & Ellis. Basuki B. Malang : Sagung Seto. New York:Mc Graw-Hill. S R(2010) Tension free hernioplasty.9thed. Burhitt .N(1993). Wood W ed. 7. Schwartz’s Principles of Surgery.Jeffrey A.England:Oxford Press: Page348-356 6. F Charles.edu/tensionfreeherniaplasty. EGC: 33-35 10. http://www.com/profesionalcontent/clin.

Konsistensi lunak. Tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.297-299 13. Diagnosis Hernia Scrotalis Dextra Ireponible 2.3rd ed.aafp.(1969). Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit diabetes mellitus. batas atas tidak jelas.Available from: http://www. faktor resiko. mengangkat berat. warna jernih kekuningan. Donald R. nyeri tekan (-). 10 .Sjamsuhidajat & Wim de Jong ed. dan tidak dapat kembali seperti normal pada saat berbaring. warna kulit sama dengan sekitarnya. Pasien mempunyai benjolan di buah pelir sebelah kanan pada 1 tahun yang lalu tetapi masih dapat dimasukan dengan tangan sendiri. tidak merah. Pasien menyangkal adanya riwayat diabetes mellitus.org/afp/990101ap/143_f6. hipertensi. tidak berdarah. sering mengangkat benda berat berupa bahanbahan yang akan diolah di restoran. riwayat operasi.(2004). dan penatalaksanaan yang tepat.jpg 14. 523-538 Hasil pembelajaran: 1. Patogenesis Hernia Scrotalis Dextra Ireponible 3. Obyektif Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Tampak benjolan pada scrotum bagian dekstra. Edukasi tentang penyebab. 7th edition.(1999). Penatalaksanaan Hernia Scrotalis Dextra Ireponible 4. Subyektif Pasien datang ke IGD dengan keluhan ada benjolan pada buah pelir sebelah kanan yang telah dirasakan semakin membesar sejak 1 minggu yang lalu. benjolan tidak dapat didorong masuk dengan jari telunjuk dalam posisi pasien berbaring. Pasien mengaku sudah tidak buang air besar (BAB) sejak 5 hari yang lalu. dan penyakit jantung pada keluarga. hipertensi. dan tidak nyeri.Mc Graw-Hill:120-125 15.Jakarta:Penerbit buku Kedokteran EGC. pembesaran prostat dan gangguan saluran pencernaan. Kemudian pasien mengaku mual dan muntah sejak 2 hari yang lalu sehingga tidak dapat makan apa pun. Buang air kecil (BAK) pasien juga lancar. Thalut K. Maruten Asian Edition. batuk yang lama. R. tidak tampak pelebaran vena. Smith. Sheppard C.Hall International Inc. Benjolan biasanya tampak pada saat berjalan. Pasien seorang pekerja restoran. Benjolan ini sangat menggangu aktivitas. . Surgical Options in the Management of Groin Hernias.General Urology. mengedan.Buku Ajar Ilmu Bedah.

“Assesment” Dari anamnesa. faktor risiko. pengobatan. “Plan” Diagnosis : Hernia Scrotalis Dekstra Ireponibel Pengobatan : Penatalaksanaan yang dilakukan pada pasien ini adalah tindakan operasi berupa herniotomi dan hernioplasti + mesh agar tidak terulang lagi.Pada pemeriksaan penunjang didapatkan : Seluruh pemeriksaan laboratorium dan EKG pasien menunjukkan hasil dalam batas normal. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan mendukung kesimpulan diagnosa Hernia Scrotalis Dekstra Ireponibel. Rujukan : Pasien dikonsulkan ke dokter spesialis bedah untuk penatalaksanaan yang tepat. KIE : Pasien perlu diberikan edukasi tentang kemungkinan munculnya benjolan yang berulang dan penyulit yang mungkin terjadi setelah operasi.  Setiap kali kontrol  Timbul penyebab. dan di poli kewaspadaan pasien jika benjolan muncul lagi komplikasi penyakit 11 . Kontrol : Kegiatan Periode Hasil yang diharapkan  Kepatuhan mengganti  3 hari sekali selama  Tidak terjadi infeksi perban luka operasi setiap hari 1-2 minggu sampai pada jahitan operasi pada luka luka bekas operasi dilepas  3-6 bulan sekali  Edukasi gejala untuk berikutnya klinis.

(Gilbert. Sedangkan menurut sifatnya. umbilical. 166.2010) Hernia sisi kanan lebih sering terjadi daripada di sisi kiri. Epidemiologi Tujuh puluh lima persen dari semua kasus hernia di dinding abdomen muncul didaerah sekitar lipat paha. Hernia juga diberikan nama berdasarkan letaknya seperti.000 hernia umbilicalis. dimana hernia femoralis lebih mengambil porsi yang lebih sedikit. 12 .BAB IV TINJAUAN PUSTAKA HERNIA SCROTALIS DEXTRA IREPONIBLE I. femoral.000 hernia post insisi dan 76000 untuk hernia abdomen lainya.2004).. dibandingkan dengan 25000 untuk hernia femoralis. Berdasarkan terjadinya. inguinal.Bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali ke rongga perut maka disebut hernia ireponible (Abrahamson. Perbandingan pria:wanita pada hernia indirect adalah 7:1.(Gilbert. Ada kira-kira 750000 herniorrhaphy dilakukan tiap tahunnya di amerika serikat. Hernia indirect lebih banyak daripada hernia direct yaitu 2:1. hernia dapat disebut hernia reponible bila isi hernia dapat keluar masuk. diafragma. Definisi Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan (Thalut. Hernia femoralis lebih sering terjadi pada lansia dan laki-laki yang pernah menjalani operasi hernia inguinal.1990) II. 97.2010) Hernia femoralis kejadiannya kurang dari 10 % dari semua hernia tetapi 40% dari itu muncul sebagai kasus emergensi dengan inkarserasi atau strangulasi. hernia dibagi atas hernia bawaan atau congenital dan hernia akuisita.

insiden hernia femoralis dikalangan wanita 4 kali lebih sering dibandingkan dikalagan pria. b. Banyak dialami oleh pasien yang sering mengejan yang baik saat BAB maupun BAK. Macam-macam hernia Brunicardi(2005) membagi macam-macam hernia menjadi: 1. Lemahnya dinding rongga perut.(Gilbert. 3.tempat tertentu (predisposisi) dan beberapa bulan (0 -1 tahun) setelah lahir akan terjadi hernia melalui defek tersebut karena dipengaruhi oleh kenaikan tekanan intraabdominal (mengejan. karena secara keseluruhan sedikit insiden hernia inguinalis pada wanita. Menurut lokasinya : 13 . Orang kurus cenderung terkena hernia jaringan ikatnya lebih sedikit. batuk. Distensi dinding abdomen karena peningkatan tekanan intraabdominal. c. Hernia congenital tidak sempurna Bayi dilahirkan normal (kelainan belum tampak) tapi dia mempunyai defek pada tempat .1990): 1. Akibat dari pembedahan sebelumnya. Sikatrik. Postur tubuh. Etiologi Penyebab terjadinya hernia(Abrahamson . Penyakit yang melemahkan dinding perut. Sedangkan pada orang gemuk juga dapat terkena hernia karena banyaknya jaringan lemak pada tubuhnya yang menambah beban kerja jaringan ikat penyokong pada LMR. Banyaknya preperitoneal fat banyak terjadi pada orang gemuk. b. antara lain : a. menangis) 4. IV. Kongenital a. f.2010) III. Aquisial adalah hernia yang bukan disebabkan karena adanya defek bawaan tetapi disebabkan oleh fakor lain yang dialami manusia selama hidupnya.meskipun kasus hernia femoralis pada pira dan wanita adalah sama. Hernia congenital sempurna Bayi sudah menderita hernia kerena adanya defek pada tempat tempat tertentu. Tekanan intraabdominal yang tinggi. e. Dapat ada sejak lahir atau didapat kemudian 2. d.

tidak dapat kembali kedalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi. Jenis ini merupakan yang tersering dan dikenal dengan istilah turun berok atau burut. terjadi desensus vestikulorum melalui kanal tersebut. Tetapi dalam beberapa hal sering belum menutup. Menurut keadaannya : a. b. V. Menurut penyebabnya : a. Hernia umbilikus adalah di pusat.a. Bila bayi lahir umumnya prosesus ini telah mengalami obliterasi. Hernia irreponibel adalah bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga. Hernia reponibel adalah bila isi hernia dapat keluar masuk. Hernia femoralis adalah di paha. Hernia traumatic c. Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irrenponibel. sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut. karena testis yang kiri turun terlebih dahulu dari yang 14 . Pada bulan ke -8 dari kehamilan. c. 5. Hernia inguinalis adalah hernia yang terjadi dilipatan paha. Patofisologi 1. Hernia insisional adalah akibat pembedahan sebelumnya 4. Hernia Inguinalis Kanalis inguinalis dalam kanal normal pada fetus. b. Menurut isinya : a. Menurut sifatnya : a. 2. dapat mengganggu aliran darah normal dan pergerakan otot serta mungkin dapat menimbulkan penyumbatan usus dan kerusakan jaringan. Penurunan testis itu akan menarik peritoneum ke daerah scrotum sehingga terjadi tonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonea. Hernia usus halus b. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Isi hernia keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk. Hernia strangulata adalah jika bagian usus yang mengalami hernia terpuntir atau membengkak. Hernia inkarserata adalah bila isi kantong terperangkap. b. Hernia kongenital atau bawaan b. Hernia omentum 3.

2005) A. cincin hernia menjadi sempit dan menimbulkan gangguan penyaluran isi usus. Antara lain obstruksi usus sederhana hingga perforasi (lubangnya) usus yang akhirnya dapat menimbulkan abses lokal. Terjadi penekanan terhadap cincin hernia.Hernia Inguinalis Direkta (Medialis) Hernia ini merupakan jenis henia yang didapat (akuisita) disebabkan oleh faktor peninggian tekanan intra abdomen kronik dan kelemahan otot dinding di trigonum Hesselbach Jalannya langsung (direct) ke ventral melalui annulus inguinalis subcutaneous. Bila isi perut terjepit dapat terjadi shock. Namun karena daerah ini merupakan locus minoris resistance. maka akan timbul hidrokel. konstipasi. asidosis metabolik.(Brunicardi. Bila inkarserata dibiarkan. abses.kanan. akibat semakin banyaknya usus yang masuk. Komplikasi hernia tergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. bersin yang kuat dan mengangkat barang . Akhirnya menekan dinding rongga yang telah melemas akibat trauma. karena adanya perbedaan proses perkembangan alat reproduksi pria dan wanita semasa janin. demam. umumnya terjadi 15 . Kanal yang sudah tertutup dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateralis karena terdorongnya sesuatu jaringan tubuh dan keluar melalui defek tersebut. maka kanalis inguinalis yang kanan lebih sering terbuka.barang berat. Hernia ini sama sekali tidak berhubungan dengan pembungkus tali mani. asites. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup. Biasanya hernia pada orang dewasa ini terjadi karena usia lanjut sebab pada umur tua otot dinding rongga perut melemah.2005) Pria lebih banyak dari wanita. Sejalan dengan bertambahnya umur. Potensial komplikasi terjadi perlengketan antara isi hernia dengan dinding kantong hernia sehingga isi hernia tidak dapat dimasukkan kembali.(Brunicardi.(Brunicardi. kanal yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan(Artioukh. Dalam keadaan normal.2000) Bila prosesus terbuka sebagian. kehamilan. Bila kanal terbuka terus. obesitas. hipertropi protat. muntah. maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intraabdominal meningkat seperti batuk -batuk kronik. karena prosesus tidak berobliterasi maka akan timbul hernia inguinalis lateralis kongenital. mengejan.2005) Juga dapat terjadi bukan karena terjepit melainkan ususnya terputar. dan kelainan kongenital dan dapat terjadi pada semua. organ dan jaringan tubuh mengalami proses degenerasi. maka lama kelamaan akan timbul edema sehingga terjadi penekanan pembuluh darah dan terjadi nekrosis. Bila terjadi penyumbatan dan perdarahan akan timbul perut kembung. Timbulnya edema bila terjadi obtruksi usus yang kemudian menekan pembuluh darah dan kemudian terjadi nekrosis. fistel atau peritonitis.

Hernia jenis ini jarang. di medial vena femoralis dan lateral tuberkulum pubikum.femoralis di dalam lakuna vasorum dorsal dari ligamentum inguinale. berbentuk bulat. dan di sebelah medial oleh lig. Iliopektineale (lig.2004) B.(Abrahamson.2010) a. Cooper). Keluhan biasanya berupa benjolan di lipat paha. Inguinale. Hernia Inguinalis Indirekta (lateralis) Hernia ini disebut lateralis karena menonjol dari perut di lateral pembuluh epigastrika inferior. Lakunare Gimbernati. Lateralis : muncul benjolan di regio inguinalis yang berjalan dari lateral ke medial.Hernia femoralis Pada umumnya dijumpai pada perempuan tua. bersin atau mengedan dan menghilang setelah berbaring. Inspeksi (Gilbert. b.1990) Kanalis femoralis terletak medial dari v. sedangkan benjolan di lipat paha tidak ditemukan. yaitu annulus dan kanalis inguinalis. Diagnosis a. Hernia femoralis keluar melalui lakuna vasorum kaudal dari lig.safena magna bermuara di dalam v.bilateral. 16 . khususnya pada laki-laki tua. Sering penderita datang ke dokter atau rumah sakit dengan hernia strangulata. Pada pemeriksaan hernia lateralis akan tampak tonjolan berbentuk lonjong.1990) VI. mengalami inkarserasi dan strangulasi. tempat v. Pada pemeriksaan fisik ditemukan benjolan di lipat paha di bawah ligamentum inguinale. Hernia reponibel terdapat benjolan dilipat paha yang muncul pada waktu berdiri. Pubis yang terdiri dari lig. kaudodorsal oleh pinggir os. Hernia inguinal 1.kira 4 kali lelaki. Foramen ini sempit dan dibatasi oleh pinggir keras dan tajam.(Townsend.femoralis. Tidak jarang yang lebih jelas adalah tanda sumbatan usus. tonjolan berbentuk lonjong. Dapat terjadi secara kongenital atau akuisita(Townsend. Keadaan anatomi ini sering mengakibatkan inkarserasi hernia femoralis. bahkan hampir tidak pernah. sebelah lateral oleh (sarung) v. Hernia ini masuk melalui annulus femoralis ke dalam kanalis femoralis dan keluar pada fosa ovalis di lipat paha. Medialis : tonjolan biasanya terjadi bilateral. kejadian pada wanita kira.(Abrahmson. 2. Inguinale. Pemeriksaan Fisik 1. Dikenal sebagai indirek karena keluar melalui dua pintu dan saluran. batuk. Batas kranioventral dibentuk oleh lig. karena kecilnya atau karena penderita gemuk.femoralis.2004) 2.

b. Titik yang terletak di sebelah lateral tuberkulum pubikum (AIM) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateral titik yang kita tekan maka dapat diasumsikan sebagai hernia inguinalis lateralis. Dalam hal hernia dapat direposisi pada waktu jari masih berada dalam annulus eksternus.c. d. lipat paha dibawah ligamentum inguinal dan lateral tuberkulum pubikum. g.2010) Hiperperistaltis didapatkan pada auskultasi abdomen pada hernia yang mengalami obstruksi usus (hernia inkarserata).2010) a. Hernia femoralis : benjolan di bawah ligamentum inguinal e. Cara pemeriksaannya sebagai berikut: 1. Bila didapatkan perkusi perut kembung maka harus dipikirkan kemungkinan hernia b.2010) : a. Kantong hernia yang berisi mungkin teraba usus. Ziemen test dan Tumb test. tanda ini disebut tanda sarung tangan sutera. 4. Strangulate: Hipertimpani. f. Hernia epigastrika : benjolan di linea alba. 17 . pasien mulai mengedan kalau hernia menyentuh ujung jari berarti hernia inguinalis lateralis dan kalau samping jari yang menyentuh menandakan hernia inguinalis medialis. e. c. omentum (seperti karet). Hernia inguinalis : kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dua permukaan sutera. Hernia femoralis : benjolan lunak di benjolan dibawah ligamentum inguinal f. Hernia skrotalis : benjolan yang terlihat sampai skrotum yang merupakan tojolan lanjutan dari hernia inguinalis lateralis.2010) a. 2. atau ovarium.Perkusi (Gilbert. Pemeriksaan finger test(Gilbert. Hernia perineum : benjolan di perineum. Titik tengah antara SIAS dengan tuberkulum pubicum (AIL) ditekan lalu pasiendisuruh mengejan. Palpasi (Gilbert. Jika terjadi penonjolan di sebelah medial maka dapat diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis medialis. Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5. Hernia umbilikal : benjolan di umbilikal. Tiga teknik pemeriksaan sederhana yaitu finger test. Hernia inkarserata : nyeri tekan 3. Titik tengah antara kedua titik tersebut di atas (pertengahan canalis inguinalis) ditekan lalu pasien disuruh mengejan jika terlihat benjolan di lateralnya berarti hernia inguinalis lateralis jika di medialnya hernia inguinalis medialis.Auskultasi (Gilbert. terdengar pekak. d.

Posisi berbaring. 3. Pemeriksaan Penunjang 1. Pada pasien yang dengan nyeri inguinal tetapi tak ada bukti fisik atau sonografi yang menunjukkan hernia inguinali(Townsend. Jari ke 3 : hernia Ingunalis Medialis. Jari ke 4 : Hernia Femoralis.Pemeriksaan Ziemen test (Gilbert.Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus genitourinarius yang menyebabkan nyeri lipat paha. Hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan c. Pemeriksaan ultrasonografi juga berguna untuk membedakan hernia incarserata dari suatu nodus limfatikus patologis atau penyebab lain dari suatu massa yang teraba di inguinal.2010): a. Elektrolit. b. Dimasukkan lewat skrortum melalui anulus eksternus ke kanal inguinal.b. Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis Lateralis. Bila impuls disamping jari Hernia Inguinnalis Medialis 2. c. sebagai berikut (Townsend.2010): Anulus internus ditekan dengan ibu jari dan penderita disuruh mengejan Bila keluar benjolan berarti Hernia Inguinalis medialis. b. bila ada benjolan masukkan dulu (biasanya oleh penderita). Diagnosis banding 18 .2004) VII. Penderita disuruh batuk: Bila impuls diujung jari berarti Hernia Inguinalis Lateralis. kadar kreatinine yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi dehidrasi. Hasil laboratorium Untuk mendukung ke arah adanya strangulasi. BUN. Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada : Jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis. Pemeriksaan radiologis Pemeriksaan Ultrasound pada daerah inguinal dengan pasien dalam posisi supine dan posisi berdiri dengan manuver valsafa dilaporkan memiliki sensitifitas dan spesifisitas diagnosis mendekati 90%. 2.2004): Leukocytosis dengan shift to the left yang menandakan strangulasi.Pemeriksaan Thumb Test (Gilbert.

Torsio Testis d.Terdiri dari(Thalut. strangulasi. Penatalaksanaan Adapun menurut Hoffstetter(2010) 1. Nodus Limfatikus 5. karena adanya risiko komplikasi yang besar terutama inkarserata. Psoas abses 8. Aneurysma artery 4. 19 . dan adanya peningkatan risiko infeksi dan rekurensi yang mengikuti tindakan operatif. Epididimitis c. Namun cara ini sudah tidak dianjurkan karena merusak kulit dan otot abdomen yang tertekan. sedangkan strangulasi masih mengancam 2. Testis ectopic f. Konservatif : a. Reposisi spontan pada anak : menidurkan anak dengan posisi Trendelenburg. kemudian bila berhasil. anak boleh menjalani operasi pada hari berikutnya. termasuk gangren alat-alat pencernaan (usus). Limfoma b. Operatif Indikasi operasi adalah a. Hernia inguinalis lateralis pada anak-anak harus diperbaiki secara operatif tanpa penundaan. Hidraenitis 7. kompres es di atas hernia.2004) : 1. Metastasis d. Bantal penyangga. bertujuan untuk menahan hernia yang telah direposisi dan harus dipakai seumur hidup. pemberian sedatif parenteral. Varicocele b. Hematoma 9. c. Retroperitoneal sarcoma c. Asites VIII. Undescendent testis 3. Hidrokel e. Reposisi bimanual : tangan kiri memegang isi hernia membentuk corong sedangkan tangan kanan mendorongnya ke arah cincin hernia dengan tekanan lambat dan menetap sampai terjadi reposisi b. testis. Tumor testis 2. Keganasan : a. Kista Sebasea 6. Penyakit testis primer a.

Membelah aponeurosis otot obliquus abdominis eksternus dikanalis ingunalis hingga ke cincin ekterna. banyak teknik hernioplasty dapat diklompokkan dalam 4 kategori utama : a . Pada pria dewasa. 20 . Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan. celah direct dan indirect. (Hoffstetter. dilakukan inspeksi kanalis spinalis. Hernioplasti lebih penting artinya dalam mencegah terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomi. Khusus pada hernia femoralis. Hampir semua hernia harus diterapi dengan operasi.2004) 2. Herniotomi Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya. (Thalut.2004) Teknik operasi Berdasarkan pendekatan operasi. dan morbiditas lebih rendah jika dilakukan pembedahan cito. Kantung hernia biasanya diligasi dan dasar kanalis spinalis di rekonstruksi. ada beberapa pendapat bahwa lebih baik melakukan pembedahan yang elektif karena angka mortalitas. dilakukan operasi elektif atau cito terutama pada keadaan inkarserata dan strangulasi. Ada 2 jenis operasi pada hernia : 1.b. kemudian direposisi. McVay dan Shouldice) melibatkan pembukaan aponeurosis otot obliquus abdomins ekternus dan membebaskan funikulus spermatikus. Fascia transversalis kemudian dibuka. kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Pada pria tua. Karena potensinya menimbulkan komplikasi inkarserasii atau strangulasi lebih berat dibandingkan resiko yang minimal dari operasi hernia (khususnya bila menggunakan anastesi local). Kelompok 1: Open Anterior Repair Kelompok 1 operasi hernia (teknik Bassini. (Thalut. tepi kanalis femoralis yang kaku meningkatkan resiko terjadinya inkarserasi.2010) Teknik Bassini Komponen utama dari teknik bassini adalah a. Hernioplasty Pada hernioplasti dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Memisahkan otot kremaster dengan cara reseksi untuk mencari hernia indirect sekaligus menginspeksi dasar dari kanalis inguinal untuk mencari hernia direct. b.

Operasi ini biasanya dilakukan dengan anastesi regional atau anastesi umum. dan teknik ini terus populer. otot transversalis abdominis dan otot abdominis internus ke ligamentum inguinalis lateral Teknik kelompok ini berbeda dalam pendekatan mereka dalam rekontruksi. (Hoffstetter. Memisahkan bagian dasar atau dinding posterior kanalis inguinalis (fascia transversalis) d.2010) 21 . regional atau general(Hoffstetter. Mesh ini dapat memperbaiki defek hernia tanpa menimbulkan tegangan dan ditempatkan disekitar fascia. kelompok 3:Tension-FreeRepair With Mesh Kelompok 3 operasi hernia (teknik Lichtenstein dan Rutkow ) menggunakan pendekatan awal yang sama degan teknik open anterior. Kelompok 2: Open Posterior Repair Posterior repair (iliopubic tract repair dan teknik Nyhus) dilakukan dengan membelah lapisan dinding abdomen superior hingga ke cincin luar dan masuk ke properitoneal space. Hasil yang baik diperoleh dengan teknik ini dan angka kekambuhan dilaporkan kurang dari 1 persen. Rekonstuksi didinding posterior dengan menjahit fascia tranfersalis. kelemahannya yaitu tegangan yang tejadi akibat jahitan tersebut. selain dapat menimbulkan nyeri juga dapat terjadi nekrosis otot yang akan menyebakan jahitan terlepas dan mengakibatkan kekambuhan (Hoffstetter. Beberapa ahli bedah meragukan keamanan jangka panjang penggunaan implant prosthesis. Perbedaan utama antara teknik ini dan teknik open anterior adakah rekonstruksi dilakukan dari bagian dalam. Akan tetapi tidak menjahit lapisan fascia untuk memperbaiki defek . Diseksi kemudian diperdalam kesemua bagian kanalis inguinalis.Teknik ini dapat dilakukan dengan anastesi lokal. mesh yang tidak diserap.c. Posterior repair sering digunakan pada hernia dengan kekambuhan karena menghindari jaringan parut dari operasi sebelumnya. khususnya kemungkinan infeksi atau penolakan.2010) c . Melakukan ligasi kantung hernia seproksimal mungkin e. tetapi menempatkan sebuah prostesis. Akan tetapi pengalaman yang luas dengan mesh hernia telah mulai menghilangkan anggapan ini.2010) b . tetapi semuanya menggunakan jahitan permanen untuk mengikat fascia disekitarnya dan memperbaiki dasar dari kanalis inguinalis.

aafp. Bila cincin hernia sempit. hernia diperbaiki dengan menempatkan potongan mesh yang besar di region inguinal diatas peritoneum.jpg) d .Gambar 4: Tension-FreeRepair With Mesh (sumber: http://www. Timbulnya udem menyebabkan jepitan 22 . Pada awal pengembangan teknik ini. Komplikasi Komplikasi hernia bergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. Kelompok 4: Laparoscopic Operasi hernia Laparoscopic makin populer dalam beberapa tahun terakhir. Pada permulaaan terjadi bendungan vena sehingga terjadi udem organ atau struktur didalam hernia dan transudasi kedalam kantong hernia. Dapat pula terjadi isi hernia tercekik oleh cincin hernia sehingga terjadi hernia strangulata yang menimbulkan gejala obstruksi usus yang sederhana. Sumbatan dapat terjadi total atau parsial seperti pada hernia Richter. Jarang terjadi inkarserasi retrograde yaitu dua segmen usus terperangkap didalam kantong hernia dan satu segmen lainnya berada dalam rongga peritoneum seperti huruf W.2010) IX. (Hoffstetter. (Brunicardi. kurang elastis atau lebih kaku seperti pada hernia femoralis dan hernia obturatoria.org/afp/990101ap/143_f7. tetapi juga menimbulkan kontroversi. Teknik ini ditinggalkan karena potensi obstruksi usus halus dan pembentuka fistel karena paparan usus terhadap mesh. lebih sering terjadi jepitan parsial. organ ektraperitoneal (hernia geser) atau hernia akreta.2005) Jepitan hernia akan menyebabkan gangguan perfusi jaringan isi hernia. Di sini tidak timbul gejala klinik kecuali berupa benjolan. Isi hernia dapat tertahan dalam kantong hernia pada hernia irreponibel ini dapat terjadi kalau hernia terlalu besar atau terdiri dari omentum.

menderita batuk menahun.pada cincin hernia makin bertambah sehingga akhirnya peredaran darah jaringa terganggu. kelebihan berat badan. disertai nyeri tekan dan tergantung keadaaan isi hernia dapat dijumpai tanda peritonitis atau abses local. dapat terjadi perforasi yang akhirnya dapat menimbulkan abses local. gambaran klinik menjadi komplek dan sangat serius.2005) Pada pemeriksaan lokal yang ditemukan benjolan yang tidak dapat dimasukkan lagi.(Brunicardi.(Brunicardi. Penderita mengeluh nyeri lebih hebat ditempat hernia. dan asam basa.2004) 23 .2005) X.2005) Gambaran klinik hernia inkarserata yang mengandung usus dimulai dengan gambaran obstruksi usus dengan gangguan keseimbangan cairan.(Townsend. Penobatan terhadap berbagai keadaan diatas dapat mengurangi resiko terjadinya hernia. elektrolit. fistel atau peritonitis jika terjadi hubungan dengan rongga perut.(Brunicardi. Pencegahan Hernia lebih sering terjadi pada seseorang yang mengalami. sembelit menahun atau BPH yang menyababkan dia harus mengedan ketika berkemih. Hernia strangulata merupakan keadaan gawat darurat karena perlu mendapat pertolongan segera. Bila sudah terjadi strangulasi karena gangguan vaskularisasi terjadi gangguan toksik akibat gangren. nyeri akan menetap karena rangsangan peritoneum. Isi hernia menjadi nekrosis dan kantong hernia berisi transudat berupa cairan serosanguinus. Kalau isi hernia terdiri dari usus.

BAB V KESIMPULAN 1. 3. 24 . tapi perlu adanya tindakan operasi. Hernia merupakan penyakit yg tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan. Perlu diberikan edukasi pada pasien tentang komplikasi yang mungkin terjadi dan masih ada kemungkinan akan terjadi benjolan yang berulang bila kebiasaan mengangkat beban berat. Hernia adalah protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan 2.

tapi perlu adanya tindakan operasi. 25 . Perlu diberikan edukasi pada pasien tentang komplikasi yang mungkin terjadi dan masih ada kemungkinan akan terjadi benjolan yang berulang bila kebiasaan mengangkat beban berat.BAB V KESIMPULAN 4. Hernia merupakan penyakit yg tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan. 6. Hernia adalah protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan 5.

787-803. Available from: http://cme.A(2010) Inguinal Hernia: Anatomy and Management. Putnam.. Purnomo. Maruten Asian Edition. Schwartz’s Principles of Surgery. Norton. Mantu.(1969).215-296 2.med.medscape.com/profesionalcontent/clin. Gilbert. Abrahamson. Bedah Anak. Brunicardi.DAFTAR PUSTAKA 1.G (2003). 4. Burhitt .aafp.England:Oxford Press: Page348-356 6.9thed.nyu. Available from : http://herniaplasty.(1997) Inguinal Hernias and The Prolene (Polypropylene) Hernia System. Schwartz. Available from: http://cme. Sheppard C.297-299 13. 7. New York: Springer. 7th edition.org/afp/990101ap/143_f6. 2001. Jakarta. Connecticut : Prentice-Hall International Inc. Basuki B.herniasolution. Surgery Basic Science and Clinical Evidence.P (2010) Surgery Roundtable: Current Issues in Inguinal Herniorrhaphy. Page 1307-1310. F. Smith. Hoffstetter. edisi kedua. Essential Surgery .(1999). 5. 11. Wood W ed. New York:Mc Graw-Hill.medscape. 8th ed.(2003) Kelainan skrotum dan isinya dalam Dasar-Dasar Urologi. T C & Emmens. H ed. Schwartz. England : Oxford Press. Donald R.9thed. Amid.Jeffrey A. Divilio T.com/viewarticle/420354_2 8. Malang : Sagung Seto. Surgical Options in the Management of Groin Hernias.140-142 12.Pediatric Abdominal wall defects in Maingot’s Abdominal Operation.H. H ed. Hidrokel. F Charles.com/viewarticle/416375_3 3. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.Available from: http://www.S I & Ellis. Inguinal Hernias.Mc Graw-Hill:120-125 26 .R(1990).N(1993).Maingot’s Abdominal Operation. http://www. Walker SJ(2000) Inguinal and Femoral Hernias Oxford Textbook of Surgery.General Urology. Connecticut : Prentice-Hall International Inc.html 9.jpg 14.3rded.S I & Ellis. Hernias And Abdominal Wall Defects. EGC: 33-35 10. 1353-1394. S R(2010) Tension free hernioplasty.edu/tensionfreeherniaplasty. Morris P. Artioukh DY. J (1990).( 2005).

Sjamsuhidajat & Wim de Jong ed. R. Thalut K.Buku Ajar Ilmu Bedah.Jakarta:Penerbit buku Kedokteran EGC. .3rd ed. 27 .(2004).15. 523-538.