TERJEMAHAN BUKU FAIRCLOUGH BAB I

disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kajian Wacana
Dosen Pengampu: Dr. Bernadus Wahyudi Joko Santoso, M.Hum.

oleh:
Veni Nurpadillah 0202515004
Aristia Fatmawati 0202515015
Rombel Reguler A

PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

Sedangkan pada sub bagian 3 menjelaskan tentang bahasa dan ideologi. umunya hanya ada satu ideologi yang dominan. Fairclough menegaskan untuk memasukkan bagaimana struktur sosial menafsirkan properti wacana dan sebaliknya bagaimana property wacana menafsirkan .REVIEW BUKU CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS: THE CRITICAL STUDY OF LANGUAGE KARANGAN NORMAN FAIRCLOUGH CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS: THE CRITICAL STUDY OF LANGUAGE Sebuah buku yang membahas tentang analisis wacana kritis yang memfokuskan pada studi bahasa kritis. Fairclough membedakan antara tujuan analisis wacana secara descriptive dan analisis wacana kritis. Unit ini membahas tentang beberapa 3 sub bagian dimana ketiga subbagian tersebut mewakili pembahasan tentang bahasa. IDFs yang dimaksud merupakan ideologi yang berlaku disuatu institusi social. Fairclough memandang institusi sosial terbentuk dari beragam ideological-discursive formulations (IDFs). Sebagian anggota social tertentu mungkin tidak sadar akan keberadaan ideologyideologi tertentu. Buku ini ditulis oleh Norman Fairclough pada tahun 1995 dimana isi buku ini terbagi menjadi 4 unit pembahasan. ideology dan kekuasaan. Satu karakteristik dari IDFs yang dominan adalah kemampuan dalam kealamiahan ideology yaitu dalam memenangkan penerimaan atas mereka sebagai nonideological common sense. Proses de-naturalize merupakan tujuan dari analisis wacana kritis. Keberaturan dalam interaksi dimaksud adalah perasaan partisipan dalam interaksi. Kedua hal ini sudah terlupakan dalam kajian analisis wacana descriptif. Unit 1 dalam buku Fairclough membahas tentang bahasa. Setiap IDFs ini merupakan ‘speech community” dengan norma analisis tersendiri yang kemudian menjadi norma ideology. Pada sub bagian 1. Fairclough berpendapat bahwa orderliness of interaction bergantung pada ideology kealamiahan (naturalized ideologis). ideologi dan kekuasaan. Tujuan analisis wacana descriptif dan analisis wacana kritis menurut Fairclough memfokuskan pada orderliness (keberaturan) dan naturalization (kealamiahaan). Pada sub bagian 2 Fairclough memaparkan tentang wacana media dan penafsirannya. Dalam satu institusi social.

praktik sosial-budaya menganalisis tiga hal yaitu ekonomi. Dalam buku ini juga.Sub bagian 2 menjelaskan tentang tendensi dari bahasa wacana tertulis dan lisan pada surat kabar dan bagaimana tendensi ini bersatu dengan ideologi pada produksi berita. dan identitas. berkaitan dengan situasi yang lebih makro. 2. Konsep yang ia bentuk menitik beratkan pada tiga level. Fairclough yang bukan akademisi ilmu komunikasi mencoba untuk menyajikan masalah analisis wacana kritis. Ketiga. berkaitan dengan pengaruh institusi secara internal maupun eksternal.struktur sosial. sifat jaringan kerja wartawan dengan sesama pekerja media lainnya. Pembahasan praktik sosial budaya meliputi tiga tingkatan tingkat 1. Fairclough dengan pemikirannya tentang analisis wacana kritis menjelaskan konsep tersebut. Fungsi representasi berkaitan dengan cara-cara yang dilakukan untuk menampilkan realitas sosial ke dalam bentuk teks. Tingkat sosial. Fairclogh memberikan kritikan terhadap analisis wacana descriptive yang tidak terjelaskan seperti pengetahuan dari pembicara dan pengindahan kekuasaan dan juga situasi sosial dimana analisis wacana kritis mampu menjadi alat untuk menganalisis. Norman Fairclough melihat bagaimana penempatan dan fungsi bahasa dalam hubungan sosial khususnya dalam kekuatan dominan dan ideologi. seperti sistem politik. seperti cara meliput berita. yaitu representasi. dan sistem budaya masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu dibutuhkan kerangka penjelasan yangmenyeluruh tidak hanya penjelasan yang singkat seperti analisis wacana descriptif. Hal ini berkaitan dengan wartawan itu sendiri selaku pribadi. Kedua. Fairclough menggunakan istilah discourse representation bukanspeech reporting untuk membedakannya dengan analisis yang lainnya. politik (khususnya berkaitan dengan isu-isu kekuasaan dan ideologi) dan budaya (khususnya berkaitan dengan nilai dan identitas) yang juga mempengaruhi institusi media. situasional. dan wacananya. pola kerja media sebagai institusi. praktik wacana meliputi cara-cara para pekerja media memproduksi teks. 3. menulis berita. Beliau meminati masalah kajian kritis wacana dalam teks berita dimulai sejak tahun 1980-an. relasi. sistem ekonomi. . sampai menjadi berita di dalam media. setiap teks secara bersamaan memiliki tiga fungsi. berkaitan dengan produksi dan konteks situasinya Tingkat institusional. pertama.

analisis pemrosesan. Untuk menemukan”realitas” di balik teks kita memerlukan penelusuran atas konteks produksi teks. Praktik sosial dalam analisis wacana dipandang menyebabkan hubungan yang saling berkaitan antara peristiwa yang bersifat melepaskan diri dari dari sebuah realitas. dan persebaran penduduk. Analisis Wacana melihat pemakaian bahasatutur dan tulisan sebagai praktik sosial. laki-laki dan wanita. Pada titik kesadaran pokok manusia. Kemudian Fairclough mengklasifikasikan sebuah makna dalam memahami wacana (naskah/teks) kita tak dapat melepaskan dari konteksnya. dan struktur sosial. yaitu analisis wacana. Fairclough mencoba untuk memaparkan tentang perubahansosial (masyarakat) diartikan sebagai perubahan. Artinya: Pada dasarnya teks media massa bukan realitas yang bebas nilai. Konsep ini mengasumsikan dengan melihat praktik wacana biasa menampilkan efek sebuah kepercayaan (ideologis) artinya wacana dapat memproduksi hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelas sosial. sistem-sistem politik dan kekuatan. Dalam unit 2. hubungan-hubungan dalam keluarga. kelompok mayoritas dan minoritas dimana perbedaan itu direpresentasikan dalam praktik sosial. Teks pada prinsipnya telah diambil . teks selalu memuat kepentingan. konsumsi teks. Perubahan ini dapat terjadi pada struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial yang antara lain mencakup sistem status.Faiclough berpendapat bahwa analisis wacana kritis adalah bagaimana bahasa menyebabkan kelompok sosial yang ada bertarung dan mengajukan ideologinya masingmasing. perkembangan dalam arti positif maupun negatif. Fairclough menggambarkan tiga dimensi dalam analisis wacana kritis. dan analisis praksis sosiokultural. dan aspek sosial budaya yang mempengaruhi pembuatan teks sebagai berikut:  Translation (mengemukakan subtansi yang sama dengan media). Analisis praksis sosial budaya merupakan kegiatan yang menjelaskan tentang proses pemikiran logis dengan prosesproses sosial dimana dalam analisis wacana kritis tidak hanya memandang fenomena linguistik sebagai interpretasi lokal tetapi lebih pada pengaruhnya pada sosio-budaya yang melatarbelakangi pembuat teks itu.

Fairclough juga menawarkan konsep analisis yang disesuaikan dengan jenjangnya. Artinya: Kita konsen terhadap satu pokok permasalahan supaya dalam menafsirkan sebuah teks tersebut kita bisa mendapat latar belakang dari masalah tersebut sehingga kemudian kita bisa menentukan sebuah konsep rumusan masalah untuk membedah masalah tersebut.sebagai realitas yang memihak. yakni interpretasi. yaitu inderawi. teks berita dapat dianalisis melalui tiga tahapan. Tentu saja teks dimanfaatkan untuk memenangkan pertarungan idea. maka kita langkah selanjutnya adalah kita memadukann kedua hal tersebut menjadi kesatuan yaitu dengan adanya teks tersebut kita memakai sebuah teori untuk membedahnya.  Interpretation (berpegang pada materi yang ada. daya piker dan akal budi). karena degnan teori tersebut kita bisa dengan mudah menentukan isi dari teks yang ada  Meaning (lebih jauh dari interpretasi dengan kemampuan integrative. Artinya: kita harus memakai sebuah teori untuk bisa menganalisis masalah tersebut. Oleh karena itu. tahap level meso yakni produksi teks (discourse practice) dan tahap makro (sociocultural practice). Fairclough menguraikan 3 (tiga) unsur yang menjadi metode analisis. relasi dan identitas. Artinya: Setelah kita mendapat sebuah teks yang telah ada dan kita juga telah mendapat sebuah gambarang tentang teori yang akan dipakai untuk membedah masalah. kepentingan atau ideologi tertentu kelas tertentu. yakni tahap analisis level mikro (teks). Sedangkan sebagai seorang peneliti memulainya dengan membuat sampel yang sistematis dari isi media dalam berbagai kategori berdasarkan tujuan penelitian. Sedangkan untuk level meso atau . Dari masing-masing level. Fairclough memperkenalkan suatu pendekatan untuk menganalisis suatu wacana atau yang dikenal dengan pendekatan perubahan sosial (social change approach). konteks agar dapat dikemukakan konsep yang lebih jelas).  Ekstrapolasi (menekankan pada daya pikir untuk menangkap hal dibalik yang tersajikan). Untuk analisis teks. dicari latarbelakang.

yaitu produksi teks. bagaimana teks tersebut diproduksi dan bagaimana teks tersebut diterima dan dikonsumsi. Teks. dll). juga meliputi analisis penyusunan tekstual termasuk keterkaitan antar teks. penyebaran dan konsumsi teks. Fairclough menjelaskan 3 (tiga) level analisis yakni situasional. Bentuk teks selain meliputi analisis linguistik tradisional seperti semantik dan kosakata. Praktek diskursus berfungsi untuk menjembatani antar teks dan praktek sosial budaya. 1. Analisis teks menurut Fairclough memperhatikan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. pimpinan media. (siapa yang memproduksi teks). dan sosiocultural practice. pemilik modal. Analisis dilakukan terhadap pihak pada level terkecil hingga level tertinggi bahkan dapat juga pada level kelembagaan/pemilik modal. Mediasi tersebut meliputi dua hal yaitu. redaktur. Analisis praktik sosiokultural didasarkan pada asumsi bahwa konteks sosial yang ada di luar teks mempengaruhi bagaimana wacana yang muncul dalam tekss. Pada level makro. Contoh pada kasus analisis wacana media perlu dilakukan analisis yang mendalam mengenai organisasi media itu sendiri (latar elakang wartawan.produksi teks (discourse practice) adalah analisis untuk melihat bagaimana teks diproduksi dan teks dikonsumsi. yaitu bentuk dan makna teks. yaitu teks.  Produksi teks. Dimensi ini memiliki tiga aspek. discourse practice. institusional dan sosial. Fairclough membagi analisis wacana dalam tiga dimensi. . Praktek ini memang tidak berhubungan langsung dengan produksi teks tetapi menentukan teks secara tidak langsung dan dimediasi oleh praktek kewacanaan. 2. Praktek Diskursus. pada tahap ini dianalisis pihak-pihak yang terlibat dalamproses produksi teks itu sendiri.

bulanan. . dll. apakah media cetak Koran. Kedua. konteks situasional. penghasilan. 3. Penyebaran teks. Ideologi. Apakah menggunakan media cetak atau elektronik. aspek ini lebih melihat pada aspek mikro seperti system ekonomi. Institusi ini bisa berasal dari kekuatan internal media sendiri atau berasal dari luar media yang dalam praktiknya pihak luar tersebut ikut menentukan bagaimana proses sebuah berita diproduksi. setiap teks yang lahir pada sebuah kondisi (yang lebih mengacu pada waktu) atau suasana khas dan unik atau dengan kata lain aspek situasional lebih melihat konteks peristiwa yang terjadi saat berita dimuat. Pangsa pasar ini umumnya diklasifikasikan berdasarkan tingkat pendidikan. Praktek Sosial Budaya. Institusional aparat dan pemerintah juga bisa dijadikan salah satu hal yang mempengaruhi isi sebuah teks. bagi Fairclough merupakan “makna yang melayani kekuasaan “lebih tepatnya. sosial. preprodusian dan transformasi hubungan-hungan dominasi ideologi tercipta dalam masyarakat-masyarakat. Contoh pada kasus wacana media perlu dilakukan analisis yang mendalam mengenai siapa saja yang mengkonsumsi media itu sendiri.  Konsumsi teks. Analisis dimensi praktek sosial budaya dari peristiwa komunikasi memiliki tingkat abstraksi yang berbeda yang dapat meliputi pertama. Setiap media pada umumnya telah menentukan “pangsa pasarnya” masing-masing. dia memahami ideologi sebagai pengonstruksian makna yang memberikan konstribusi bagi pemproduksian. institusional. lingkup penyebaran pembaca. melihat bagaimana persisnya pengaruh sebuah intitusi organisasi pada praktik ketika sebuah wacana diproduksi. dianalisis pihak-pihak yang menjadi sasaran penerima/pengkonsumsi teks.dll. usia jenis kelamin. majalah mingguan. Ketiga. majalah. system politik atau system budaya masyarakat keseluruhan. pada tahap ini dianalisis bagaimana dan media apa yang diigunakan dalam penyebarab teks yang telah diproduksi sebelumnya.

setiap permasalahan penelitian selalu ditinjau dari perspektif teori sosial (dalam hal ini teori-teori komunikasi). Lebih dari itu. analisisis wacana ini juga mamakai paradigma penelitian. Dengan demikian proses penelitiannya tidak hanya berusaha memahami makna yang terdapat dalam sebuah naskah. Analisis wacana sebagai metode penelitian sosial tidak hanya mempersoalkan bahasa (wacana) melainkan pula dikaitkan dengan problematika sosial. Sebagaimana dimaklumi dalam penelitian sosial. Intertekstualitas adalah sebuah istilah di mana teks dan . Dari penerapan ketiga perangkat tadi secara simultan terhadap naskah yang dipilih akan diperoleh hasil penelitian analisis wacana. konsep hegemoni memberikan alat yang bisa kita gunakan untuk menganalis bagaimana praktik kewacanaan menjadi bagian dari praktik sosial yang luas yang melibatkan hubungan kekuasaan: praktik kewacanaan bisa dipandang sebagai aspek perjuangan hegemonis yang memberikan kontribusi bagi refroduksi dan transformasi tatanan wacana yang merupakan bagianya (dan akibatnya juga hubungan kekuasaan yang ada). talk.Menurut Fairclough. dan metode analisis wacana itu sendiri. Intertekstualitas merupakan salah satu gagasan penting dari Fairclough yang dikembangkan dari pemikiran Julia Kristeva dan Michael Bakhtin.Fairclough dan Wodak berpendapat bahwa analisis wacana adalah bagaimana bahasa menyebabkan kelompok sosial yang ada bertarung dan mengajukan ideologinya masing-masing. act. sebagai bagian dari metode penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif. melainkan menggali apa yang terdapat di balik naskah menurut paradigma penelitian yang dipergunakan. and artifact) dalam suatu bidang masalah sosial. Untuk perspektif teori. analisis wacana untuk ilmu komunikasi ditempatkan sebagai bagian dari metode penelitian sosial dengan pendekatan kualitatif. paradigma penelitian. Dalam unit 3. Selanjutnya kita memilih tiga perangkat analisis wacana yang saling berkaita: perpektif teori. dalam analisis wacana sebagai metode penelitian sosial lazimnya memakai dua jenis teori: teori substantif dan teori wacana. Lebih lanjut. misalnya naskah (Tajuk Rencana) tentang hukum dan politik. Aplikasi analisis wacana dimulai dengan pemilihan naskah (text.

dalam hal ini teks. Semua pernyataan/ ungkapan didasarkan oleh ungkapan yang lain. Kedua. unit 4. ketika kita menempatkan studi bahasa pada tahap ini. baik eksplisit mapun implisit. Oleh sebab itu. diasimilasi. Pada unit terakhir. disuarakan.ungkapan dibentuk oleh teks yang datang sebelumnya. satu bagian yang berarti dari apa yang sedang berubah dalam masyarakat kontemporer adalah praktik-praktikbahasa. terdapat perubahan pada cara-cara di mana kekuatan dan kontrol sosial digunakan. wacana bersifat dialogis. Selanjutnya menurut Fairclough pentingnya bahasa di dalam perubahanperubahan yang terjadi mencakup tiga hal: pertama. didasarkan dan mendasari teks lain. Setiap ungkapan dihubungkan dengan rantai dari komunikasi. Fairclough membahas tentang peran bahasa. saling menanggapi dan salah satu bagian dari teks tersebut mengantisipasi lainnya. dan diekspresikan kembali dengan bentuk lain. Istilah lainnya adalah dievaluasi. Fairclough mengatakan bahwa betapa pentingnya bahasa dalam perubahanperubahan yang sedang berlangsung. Oleh sebab itu. pemahaman mengenai bahasa bisa dikatakan sebagai salah satu cara untuk memahami manusia. Ia berhadapan dengan suara lain. seorang penulis teks pada dasarnya tidak berbicara dengan dirinya sendiri dan menyuarakan dirinya sendiri. misalnya perubahan dalam . di samping bahasa juga sebenarnya dibentuk oleh masyarakat. teks lain. Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. sesungguhnya kita dengan sendirinya akan dapat memetakan perubahan-perubahan sosial yang sedang terjadi dan akan terjadi. Oleh sebab itu. bahasa memiliki peranan yang cukup signifikan. Menurut Bakhtin. pemahaman mengenai bahasa sesungguhnya mencakup di dalamnya pemahaman mengenai masyarakat. Bahasa membentuk masyarakat. studi yang menghubungkan manusia dengan masyarakatnya sangat penting dilakukan. Bahasa menjadi jembatan yang menghubungkan satu manusia dengan manusia yang lainnya. Misalnya dalam perkembangan budaya sebuah masyarakat. Semua pernyataan. Karena bahasa dibentuk dan membentuk masyarakat.

atau perubahan dalam cara berbicara sebagai bagian dari perubahan dalam hubungan professional dengan kliennya. Fairclough menyatakan bahwa kebiasaan berpikir sehat (kritis) mengenai praktik. Hal ini telah dikaitkan dengan penonjolan ideologi dalam memfungsikan kekuatan di masyarakat modern. Fairclough menyatakan bahwa orientasi kritis dikehendaki oleh lingkungan sosial di mana kita tinggal.praktik bahasa menjadi penting dalam menopang dan menciptakan kembali hubungan kekuatan. Studi mengenai bahasa secara kritis dengan demikian menjadi sangat penting untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi di dalam kehidupan sosial. Studi bahasa yang hanya berupa deskripsi tanpa menguhubungkan dengan berbagai persoalan seperti ideology dan kekuasaan. bahasa sendiri semakin menjadi target dari suatu perubahan. . akan terasa kehilangan arti pentingnya di dalam masyarakat.sifat dan pentingnya bahasa dalam berbagai jenis pekerjaan. dengan pencapaian perubahan dalam praktik bahasa yang dirasa sebagai unsur yang sangat berarti di dalam gangguan perubahan. Ketiga.