You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN
Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani, hemikrania, yang
berarti “separuh kepala”. Seperti yang selama ini dikenal awam, migren memang
kerap muncul di satu sisi kepala. Sekali muncul di kanan maka kanan saja, kalau
di kiri maka kiri terus menerus1.
Dari kata hemikrania itu kemudian berubah menjadi migrain (migraine).
Ada dua macam migren: migrain biasa dan migren klasik. Migrain biasa terjadi
secara perlahan-lahan, mengakibatkan denyut nyeri yang dapat berlangsung
selama 2 – 72 jam. Sering berpusat di pelipis atau di belakang telinga. Migren
klasik sama dengan migrain biasa, tetapi biasanya didahului dengan gejala seperti
“aura” (perasaan aneh), yang bisa saja berupa gangguan berbicara, atau
kelemahan dan gangguan penglihatan. Namun, gejala paling umum yang sering
terjadi adalah mata sulit melihat dengan jelas. Lamanya gangguan pada
penglihatan ini macam-macam, ada yang cuma beberapa detik, ada juga yang
beberapa jam, kemudian lenyap1.
Serangan migrain sebenarnya dapat dicegah terutama jika tahu atau
berhasil menemukan pencetusnya, sehingga dapat menghindarinya. Tidur dalam
waktu yang cukup dapat membantu. Sementara jika ingin menghentikan
kebiasaan minum kopi atau teh, sebaiknya dikurangi konsumsinya sedikit demi
sedikit, jangan dilakukan sekaligus1.

1

Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja. Migrain dapat timbul bersama penyakit lain misalnya asma dan depresi. MIGRAIN PENGERTIAN Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang kerap kali disertai mual. Setiap jenis sakit kepala mempunyai dasar organik. Bangunan-bangunan ekstrakranial yang peka-nyeri ialah otot-otot oksipital. Penyakit yang sangat berat. temporal dan frontal. arteri-arteri sub kutis dan periostium.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain1. SAKIT KEPALA Sakit kepala merupakan keluhan utama yang paling sering disajikan kepada dokter. Penderita biasanya sensitif terhadap cahaya. kulit kepala. Tulang tengkorak sendiri tidak peka nyeri. Sebagian besar dari jaringan otak sendiri tidak peka nyeri1. misalnya tumor atau infeksi. tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus. namun tanpa gejala neurologik fokal. muntah. Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. bahkan bau-bauan. kadangkadang berpindah ke sisi sebelahnya. suara. Bangunan-bangunan intrakranial yang peka nyeri antara lain meningens terutama dura basalis dan meninges yang mendindingi sinus venosus serta arteri-arteri besar pada basis otak. B. JENIS-JENIS Migrain dibagi dalam tiga golongon besar yaitu1 : Sindroma Migrain Sindroma migrain ialah sakit kepala yang menyerupai migrain klasik. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala migrain. Sakit kepala sindroma migrain adalah 2 . walaupun pada dasarnya mempunyai dasar psikogenik. Sakit kepala timbul sebagai hasil perangsangan bangunan-bangunan di wilayah kepala dan leher yang peka terhadap nyeri.

Tidak lama 3 . maka hampir setiap serangan migrain didahului oleh prodroma yang tersusun dari manifestasi vaokontriksi serebral. tinitus. tetapi seringkali bergantiganti yaitu kadang-kadang disebelah kiri dan ada kalanya di sebelah kanan. Suatu hipotesa menyetakan bahwa vasodilatasi arteri besar ekstrakranial merupakan reaksi terhadap vasokonstriksi arteri intrakranial yang terjadi sebagai manifestasi gangguan bawaan dari autoregulasi arteri intrakranial. Zat tersebut berkhasiat merendahkan ambang rangsang serabut saraf yang menghantarkan impuls nyeri. ataksi. pada umumnya selama beberapa menit. Sesuai dengan hipotesa itu. Adakalanya gejala-gejala tersebut berlangsung sampai beberapa hari dan hal inilah yang terjadi pada migrain komplikata. Hanya sewaktu timbulnya serangan migrain dapat ditemukan gejala organik. disartria. tetapi pada 1/3 sisanya dinyatakan pada kedua belah sisi secara bergantian atau tidak teratur. gelisah (akibat vasokonstriksi di lobus temporalis) Gejala-gejala tersebut diatas timbul untuk sementara waktu. fotofobia atau halusinasi visuil (akibat vasokontriksi di sekitar girus kalkarina) (b) Parastesia atau disfasia (akibat vasokonstriksi di korteks sensorik) (c) Hemiparesis (akibat vasokonstriksi di daerah motorik) (d) Diplopia. Istilah migrain berasal dari kata Yunani yang berarti sakit kepala sesisi. yaitu : (a) Skotoma. bingung. Migraine Klasik Berbeda dengan sindroma migrain adalah migrain klasik yang mempertegas manifestasinya dengan sakit kepala sesisi dan adanya gejala neurologik. vertigo atau syncope. seorang penderita migrain bebas dari sakit kepala dan gejala neurologik. nyerinya dirasakan secara unilateral.sejenis tension headache yang dirasakan sesisi saja. Memang pada 2/3 penderita. nistagmus (akibat vasokonstriksi di batang otak dan serebelum) (e) Gejala-gejala psikomotorik seperti bengong. Rasa nyeri disebabkan oleh (a) dilatasi pembuluh darah besar ektrakranial dan (b) dibebaskannya substansia neurokinin ketika vasodilatasi terjadi. Penyebab vasodilatasi belum diketahui. Dalam hal ini perlu ditekankan bahwa diluar serangan.

disartria dan oftalmoplegia.setelah gejala prodromal muncul. maka tidaklah mudah untuk menghubungkan gejala neurologik dengan migrain komplikata. afasia. Jika bukan demikian halnya. tetapi kadang-kadang setelah 1-10 hari. kuduk dan bahu. Migrain Komplikata Gejala-gejala neurologik yang mendahului timbulnya serangan migrain atau yang muncul seiring dengan migrain biasanya bersifat sementara. Pada waktu serangan berlangsung. Serangan migrain sering terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur. Nyeri dapat meluas sampai seluruh wajah. Hemiparesis atau oftalmoplegia dapat menyusul serangan migrain dalam waktu 6-10 jam. Nyeri dirasakan di bagian frontal dan temporal dan tidak jarang juga di dalam orbital. tangan dan kaki terasa dingin. tetapi akhirnya selalu sembuh tanpa sisa. Adanya nyeri yang jelas mendahului timbulnya gejala neurologik mempermudah analisa. Hampir semua penderita migrain merasakan mual ketika diserang nyeri dan sebagian disertai muntah-muntah juga. yang dengan cepat atau secara sedikit demi sedikit menjadi hebat. vena-vena di dahi dan pelipis tampak dengan jelas. ataksia. Tetapi bilamana gejala neurologik timbul beberapa hari setelah terasanya nyeri kepala seisi. Dokter yang mengenal gambaran penyakit migrain komplikata tidak begitu khawatir apabila telah diketahui bahwa orang sakit sudah dikenal sebagai penderita migrain. oksiput. Gejala-gejala itu dapat berupa hemiparesis. Kadang-kadang gejala itu berlangsung agak lama. maka diagnosa yang harus dibuat ialah migrain 4 . nyeri kepala sesisi mulai terasa. Dokter yang menghadapi kasus demikian sering menduganya sebagai suatu manifestasi cerebrovaskulardisease. bahkan seluruh kepala kedua sisi. Nyerinya bersifat berdenyut-denyut atau berdentum-dentum. Setiap serangan berlangsung beberapa menit sampai satu hari dan sebulannya dapat timbul 1-4 kali serangan. Bila hemiparesis atau oftalmoplegia sembuh tanpa sisa dalam beberapa hari sampai seminggu dan arteriografi karotis tidak mengungkapkan kelainan vaskular regional. maka dokter akan membuat diagnosa banding CVD atau migrain komplikata. Baik bagi dokter yang sudah mengenal maupun yang belum mengenal gambaran penyakit migrain komplikata. seyogyanya penderita dengan gejala defisit neurologik dan sakit kepala harus dikirim ke rumah sakit untuk arteriografi karotis.

sehingga menyebabkan vasokonstriksi dan hambatan pelepasan neuropeptida vasoaktif dan transmisi sinyal nyeri. Obat profilaksis migren menstabilkan neurotransmisi serotonin dan meningkatkan ambang batas nyeri dengan cara antagonism atau mengurangi kerja reseptor 5-HT2. Patogenesis migren disebabkan oleh ketidakseimbangan aktivitas sel syaraf (neuron) yang mengandung serotonin dan atau jalur noradrenergic di inti (nuclei) batang otak yang mengatur pembuluh darah otak dan persepsi nyeri.komplikata atau migrain oftalmoplegik (bila kelumpuhan okuler yang terjadi) atau migrain hemiplegique (bila hemiparesis). Dulu banyak yang mengira bahwa serotoninlah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada fase aura. dan peradangan perivaskular. atau dengan cara mengatur pembuangan (discharge ) serotonin neuronal2. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah intracranial serta aktivasi system trigeminovaskular. ekstravasasi plasma dural. atau 5-HT) merupakan mediator migren yang penting. 5 . Serotonin ( 5-hidroksitriptamin. Pemikiran sekarang mengatakan bahwa serotonin bekerja melalui sistem trigemino-vaskular yang menyebabkan rasa nyeri kepala dan pelebaran pembuluh darah. waktu serangan migren kadar serotonin dalam plasma meningkat. PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI MIGRAIN Migren dianggap sebagai hasil dari aktivitas di dalam system trigeminovaskular yang menyebabkan pelepasan neuropeptida vasoaktif sehingga terjadi vasodilatasi. Rangsangan oleh serotonin (5hydroxytryptamine) pada ujung-ujung saraf perivaskular menyebabkan rasa nyeri dan pelebaran pembuluh darah sesisi. Obat anti migren akut seperti alkaloid ergot dan turunan triptan merupakan agonis dari subtype reseptor 5HT I vascular dan neuronal. Seperti diketahui.

bintik gelap. dan gelisah2. sangat menginginkan suatu jensi makanan (mislanya coklat). atau merasa bingung. Gejala Akhir Setelah nyeri kepala sembuh. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan. menguap berlebih. cahaya terang. atau wajah. 6 . atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. tetapi gejala ini tidak timbul bersamaan melainkan bergantian. pundak. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. gampang tersinggung.Gambar 1 : Patogenesis Migrain Gejala-gejala migraine Gejala Awal Satu atau dua hari sebelum timbul migrain. merasa kebas di tangan. atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya. penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya. Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala. Namun kadang-kadang gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala1. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang.2. Aura Aura hanya didapati pada migrain klasik. penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik.

Dokter mungkin menggunakan kriteria International Headache Society untuk mendiagnosis migrain. Bahkan. Tes tersebut antara lain : MRI atau CT Scan. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit kepala2. tetapi seiring bertambahnya umur. dilakukan jika diperkirakan ada meningitis atau perdarahan otak4. Prosedur diagnosis migraine Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup penderita dan melakukan pemeriksaan fisis. yang dapat digunakan untuk menyingkirkan tumor dan perdarahan otak. beberapa orang didiagnosis dengan sakit kepala akibat gangguan sinus. padahal sebenarnya mereka menderita migrain. anak-anak pun dapat mengalami migrain. atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. Sebagai contoh. baik dengan atau tanpa aura. migrain mengenai 25% wanita dan 10% pria. Prevalensi migrain Sekitar 28 juta orang di AS menderita migrain. Di seluruh dunia. Migrain biasanya banyak mengenai remaja. Resiko mengalami migrain semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita migrain3. 7 .lemas. atau sensitif terhadap sinar dan suara. Migrain paling sering mengenai orang dewasa (umur antara 20 sampai 5o tahun). Punksi Lumbal. muntah. Dokter akan memeriksa gejala yang dialami dan memutuskan apakah perlu menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan sakit kepala anda. Tidak ada tes laboratorium yang dapat mendukung penegakan diagnosis migrain. Diagnosis migrain jika anda mengalami 5 atau lebih serangan sakit kepala tanpa aura (atau 2 serangan dengan aura) yang sembuh dalam 4 sampai 72 jam tanpa pengobatan dan diikuti dengan gejala mual. tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun. Wanita dua sampai tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. Migrain kadangkala sulit untuk didiagnosis karena gejalanya dapat menyerupai gejala sakit kepala lainnya.

Sindroma Migrain Pada sindroma migrain pengobatan dilakukan dengan memberi obat antidepressan dikombinasikan dengan analgesik. Dalam hal itu penthidine 50 mg i. gynergen. sebaiknya jangan disuntik lagi. -. dermatitis.Penatalaksanaan migraine – Penatalaksanaan Umum Pada tahap awal dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep. dapat disuntikkan dan diberi nasehat untuk sementara waktu menghentikan pil. Obat ini adalah halusinogen dan toksik sekali (klaudikasio intermitens. diberikan juga. fobrosis pleuropulmonal. Jika muntah-muntah mengiringi serangan migrain. Walaupun sangat toksis. sebaiknya 25 mg clorpromazin i.Penatalaksanaan khusus berdasarkan jenis migrain 1.methysergide memang sangat efektif untuk prevensi migrain. Apabila nyeri masih belum mereda boleh diberikan sekali lagi. vertigo. Migrain Klasik Di luar serangan. maka boleh diberikan suntikan pethidine 50-100 mg i. anemia dan uremia). tetapi diberikan cafergot atau bellergal. penyakit 8 . kehamilan. Orang-orang dengan hipertensi. Obat lain yang bukan tergolong dalam preparat ergotamin tartat adalah thysergide. Pada waktu serangan 0. seperti parasetamol. yang mempunyai banyak efek samping5. penyakit jantung dan pembuluh darah. ibuprofen.25 mg ergotamin tartrat yang disuntikkan subkutan biasanya sudah dapat melenyapkan nyeri kepala. 2. Wanita yang mendapatkan serangan migrain tidak boleh diberi ergotamin tartat jika ia sedang haid atau mempergunakan pil anti hamil atau hamil.m. psikosis.m. muntah-muntah. Kalau sudah makan 2 tablet berturut-turut. atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin. untuk mengurangi gejala migrain. Selanjutnya. tetapi nyeri masih belum hilang. migril dan sebagainya setiap 1/2 jam 1 tablet. Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migrain golongan lain yang harus dibeli dengan resep. kalau nyeri belum hilang lama sekali. atau natrium naproxen. penderita dengan migrain tidak memerlukan pengobatan.m.

Dasar pemberian terapeutika itu tanpa menghiraukan faktor etiologik primer ialah bahwa rehabilitasi edema serebri regional dapat dipercepat. 9 . ginjal. paru-paru dan kolagen. Dosis seharinya ialah 3 kali 1 mg dan tidak boleh dikombinasikan dengan preparat ergotamin. Migrain Komplikata Tanpa pengobatan khusus hemiplegia atau oftalmoplegia pada migrain komplikata dapat sembuh tanpa sisa.hepar. perlu untuk merubah jenis obat. Pengobatan sesuai dengan antidepressan dan anargesil dapat diberikan disamping pengobatan dengan ergotamin dan sebagainya. Kalau timbul efek samping. Jika belum sembuh juga. bila mana efek terapi spesifik kurang memuaskan. Adanya hemiplegia atau hemiparesis sudah membuktikan adanya disfungsi regional yang selalu disertai edema setempat5. tes tambahan seperti MRI atau CT Scan perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain5. 3. maka obat tersebut harus dihentikan segera dan penderita diberi 3 kali 121/2-25 mg chlorpromazin sehari. Yang perlu dilakukan jika terapi tidak membawa hasil Jika migrain tidak sembuh walaupun sudah mendapat pengobatan. sebaiknya jangan diberi methysergide.5 mg sehari. Pada para penderita yang tidak boleh diberi preparat ergotamin (contoh penyakit jantung iskemik) dapat digunakan pizotifen 3 sampai 5 kali 0.

mual dan muntah (+). : disangkal : disangkal : pasien seorang pelajar yang sering mengikuti ektrakurikuler di sekolah PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Sedang Kesadaran : Compos Mentis Tekanan Darah : 114/72 mmHg 10 .tidak disertai kebas.muntah apa yang dimakan. nyerinya sedang sampai berat. suara menghilang. yang sama. BAB dan BAK dalam batas normal. Riwayat terjatuh dan terbentur (-). Kata keluarga pasien sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri perut di ulu hati. RM : 112 Umur : 17 tahun Alamat : Atu Gajah Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Islam Status Perkawinan :Suku : Aceh Pekerjaan : Pelajar Pendidikan Terakhir : SMP Tanggal Masuk RS : 30-05-2016 Tanggal Pemeriksaan : 31-05-2016 ANAMNESA Keluhan Utama : Sakit kepala Pasien datang dengan keluhan tiba-tiba sakit kepala sebelah kanan sejak 2 jam yang lalu sebelum dibawa ke Rumah Sakit. pilek (-). II. Bersamaan dengan pasien tidak bisa bicara pasien juga mengeluhkan kelemahan anggota gerak kiri atas dan bawah. sakit yang dirasakan di daerah frontotemporalis dan okular yang berdenyut dan terus menerus. Riwayat Penyakit Dahulu : keluarga pasien mengatakan bahwa pasien pernah dirawat sebelumnya dengan keluhan Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Penggunaan Obat Riwayat Kebiasaan III. pasien juga mengeluhkan tiba-tiba tidak bisa berbicara. IDENTITAS PENDERITA Nama : Salviana NO.BAB III STATUS PASIEN I. semakin memberat jika pasien melakukan aktivitas fisik. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sering pingsan ketika sudah beraktivitas lebih. Demam (-). batuk (-).

darah (-/-) Mulut : -Bibir: bibir pucat (+).2oC STATUS INTERNUS Kulit  Warna : Kecoklatan  Turgor : Kembali cepat  Sianosis: (-)  Ikterus : (-)  Edema : (-)  Anemia: (-) Kepala         Rambut: Hitam Wajah : simetris. struma (-) -Palpasi : kaku kuduk (-) Thoraks Inpeksi . retraksi  epigastrium (-) Paru Inpeksi Palpasi Depan Belakang Perkusi Depan Belakang Auskultasi Depan Belakang : simetris. edema (-). cardiac bulging (-). retraksi suprasternal (-). wheezing (-) Vesikuler (+) Ronki (-).Tonsil: hiperemis (-/-) -Faring: hiperemis (-/-) Leher : -Inpeksi : simetris(+). bentuk normochest - (+/+) Dinamis: pernafasan thoracoabdominal. sianosis (-) -Lidah: tremor (-). irama reguler Suhu : 22 kali/menit Pernafasan : 37. deformitas (-) Mata : konjunctiva pucat (-) Telinga: serumen (-/-). dinamis Kanan Kiri Fremitus (+) Fremitus (+) Fremitus (+) Fremitus (+) Sonor (+) Sonor (+) Sonor (+) Sonor (+) Vesikuler (+) Ronki (-). pengisian penuh.wheezing (-) Vesikuler (+) Ronki (-). beslag (-) .IV. retraksi intercostalis (-). pupil (+/+) Hidung: sekret (-/-).Statis : simetris.wheezing (-) 11 . mukosa basah (-). Nadi : 83 kali/menit. ikterik (-/-). statis. hiperemis (-). wheezing (-) Vesikuler (+) Ronki (-).

Hepar : tidak teraba .Medial Normal Normal . : simetris (+) : pembesaran KGB (-) Inferior Kanan Kiri Kanan Kiri Sianosis (-) (-) (-) (-) Oedema (-) (-) (-) (-) Fraktur (-) (-) (-) (-) Kekuatan otot : hipotonus 3 2 Klonus : -Paha (-) 4 2 -Kaki (-) STATUS NEUROLOGIS A. IV.    Abdomen Inpeksi Palpasi : simetris. tumor (-).Lateral Normal Normal . VI (gerakan okuler) Kanan Kiri . vena collateral (-) : nyeri tekan (-). <3 mm o Bentuk Pupil : isokor. distensi (-).Bawah Normal Normal . Nervus III (otonom) o Ukuran Pupil : Normal. Nervus Cranial 1.Lien : tidak teraba Perkusi : timpani (+). defans muscular (-) . Nervus II (visual) o Visus : Normal o Lapangan Pandang : Normal o Melihat Warna : Sulit Dinilai o Refleks Cahaya Langsung : Normal 3. bulat o Refleks Cahaya Tidak Langsung : Normal o Nistagmus : (+) o Strabismus : (-)  Nervus III. shifting dullness (-) Auskultasi : peristaltik (+) Tulang Belakang Kelenjar Limfe Ekstremitas Superior V. Nervus I (fungsi Penciuman) : sulit dinilai 2.Diplopia (-) (-) 4.Atas Normal Normal . Nervus V ( fungsi motorik dan sensorik) o Membuka Mulut : (+) o Menggigit dan Mengunyah : Normal 12 .

Babinski : (-) .Achilles : Normal -Gordon : (-) . Nervus XII (fungsi motorik) o Artikulasi lingualis : Normal o Menjulurkan Lidah : Tidak bisa (+) REFLEKS 1. Refleks Patologis .Triceps : Normal . Tanda Rangsang Meningeal VII.Chaddock : (-) . Nervus VII (fungsi motorik dan sensorik ) o Mengerutkan dahi : Normal o Menutup mata : tidak bisa (+) o Mengembungkan pipi : Normal o Memperlihatkan gigi : Normal o Sudut bibir : Normal o Fungsi Pengecapan : Normal 6.VI. Nervus VIII (fungsi Pendengaran) : Normal 7. Refleks Fisiologis 2. Nervus IX dan X (fungsi motorik) o Bicara : tidak bisa (+) o Refleks Menelan : Normal 8.Oppenheim : (-) 3. o Fungsi Sensasi Wajah : Normal 5. Kaku kuduk : (-) Laseque : (-) Kernig : (-) Brudzinki I : (-) Brudzinki II : (-) Patrick : (-) Kontra Patrick : (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG  Labolatorium : Darah Rutin  Raiologi : CT-Scan Head 13 .Patella : Normal .Biceps : Normal . Nervus XI (fungsi motorik) o Mengangkat bahu : Normal o Memutar Kepala : Normal 9.Hoffman tromer : (-) .

X.IVFD Assering 20 gtt/menit *TD : 110/70 mmHg -injeksi citicolin 500 mg/12 jam *Nadi : 92x/menit -injeksi omeprazol 1 ampul/hari 14 . Densitas grey dan white matter dalam batas normal Tidak tampak lesi hipodens dan hiperdens patologik intracranial Midline tidak shift Sulcus dan gyrus baik Sistem ventrikel dalam batas normal Cerebellum.Injeksi Phenitoin 1 ampul/12 jam .Afasia Motorik + Dyspepsia + Migrain Komplikata DIAGNOSA BANDING . pusing (+).Migrain Klasik .Injeksi Omeprazol 1 ampul/hari . nyeri ulu hati (+). kedua kaki terasa A/ Afasia Motorik + Dyspepsia berat (+). XI.Histeria Kavera TERAPI .- - Kesan VIII. IX.Sucrafat 3xC1 PROGNOSIS Ad Vitam : dubia ad bonam Ad functionam : dubia ad bonam Ad sanactionam : dubia ad bonam FOLLOW UP HARIAN 1. dd Histeria Kavera mual dan muntah (-). Tanggal 31 Mai 2016 S/ tidak bisa bicara (+).penurunan kesadaran dd epilepsi primer tadi pagi (+) O/ kesadaran umum : Compos Mentis Th/ .Injeksi Citicolin 500 mg/12 jam . pons dan CPA baik Perselubungan batas tegas permukaan bulat pada sinus maxillaris sinistra Aircell mastoid yang terscan dalam batas normal Orbitam bulbus oculi dan retroorbita space baik Tulang-tulang yang terscan kesan intak : Tidak tampak kelainan DIAGNOSA .IVFD Assering 20 gtt/menit .

peristaltik(+) * N.strabismus (-) * Thorak Rh(-/-).*Nafas : 22x/menit -injeksi phenitoin 1 ampul/12jam *Suhu : 37. pusing (+) dd Histeria Kavera O/ kesadaran umum : Compos Mentis dd epilepsi primer *TD : 100/70 mmHg Th/ . -Darah Rutin Rh(-/-).1oC -Sucrafat 3x1C *Mata : nistagmus (+). turgor kembali cepat.cranialis : Nervus VII (+) dan Nervus XII (+) 3 2 4 2 * Ekstremitas : + + 2 2 + + 2 2 - Kekuatan otot : hipotonus Refleks Fisiologis : - Refleks Patologis : (-) Lateralisasi : kiri 2. wh(-/-) -injeksi citicolin 500 mg/12 jam -injeksi omeprazol 1 ampul/hari -injeksi phenitoin 1 : vesikuler(+/+).IVFD Assering 20 gtt/menit *Nadi : 85x/menit * Nafas : 24x/menit * Suhu : 36. ampul/12jam -Sucrafat 3x1C 15 . wh(-/-) *Abdomen : distensi(-). Tanggal 01 Juni 2016 S/ tidak bisa bicara (+).strabismus (-) *Thorak P/ . kedua kaki terasa A/ Afasia Motorik + Dyspepsia berat (+).CT-Scan Head : vesikuler(+/+).1oC *Mata : nistagmus (+).

-Sucrafat 3x1C Rh(-/-).1oC -injeksi citicolin 500 mg/12 jam * Mata : nistagmus -injeksi omeprazol 1 ampul/hari (+). Tanggal 02 Juni 2016 S/ bicara (+). peristaltik(+) *N.IVFD Assering 20 gtt/menit -injeksi phenitoin 1 ampul/12jam : vesikuler(+/+). wh(-/-) * Abdomen : distensi(-). peristaltik(+) 16 .*Abdomen : distensi(-).strabismus (-) *Thorak Th/ .cranialis : Nervus XII (+) * Ekstremitas : Lab : Darah Rutin : kesan normal CT-Scan Head : kesan normal - Kekuatan otot - Refleks Fisiologis : - Refleks Patologis : (-) Lateralisasi : (-) : 5 4 5 3 + + 2 2 + + 2 2 3. turgor kembali cepat. kedua kaki terasa berat (-) A/ Migrain Komplikata O/ kesadaran umum : Compos Mentis *TD : 110/70 mmHg * Nadi : 92x/menit *Nafas : 22x/menit *Suhu : 37. turgor kembali cepat.

atau natrium naproxen. Ada dua macam migren: migrain biasa dan migren klasik. migren memang kerap muncul di satu sisi kepala. Pada tahap awal anda dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep. Dari kata hemikrania itu kemudian berubah menjadi migrain (migraine). hemikrania. BAB IV PENUTUP Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani.* N. untuk mengurangi gejala migrain.00 WIB. Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migrain golongan lain yang harus dibeli dengan resep. yang mempunyai 17 . yang berarti “separo kepala”.cranialis : Dalam batas normal 5 5 5 5 + + *Ekstremitas Kekuatan otot : : Refleks Fisiologis : 2 2 + + - 2 2 Refleks Patologis : (-) Lateralisasi : (-) Pada Tanggal 02 Juni 2016 Pasien Berobat Jalan Pada Pukul 16. atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin. ibuprofen. Seperti yang selama ini dikenal awam. seperti parasetamol.

Ricard S. Jakarta : Dian Rakyat. 5. Priguna Sidharta. 2000. DAFTAR PUSTAKA 1. Triptan juga digunakan untk mencegah migrain haid. Obat ini diberikan untuk menghentikan serangan migrain akut secara cepat. Gajah Mada University Press : Yogyakarta. Kapita Selekta Kedokteran Ed. 2006. 18 . 2011. 2005. 2. Mansjoer. yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain. Snell. Kapita Selekta Neurologi. 4. 2008. Ergotamin. misalnya Cafegot. Triptan (agonis reseptor serotonin). ICSI. 3. Obat-obatan yang bisa diberikan kepada penderita migraine adalah Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID). misalnya aspirin. Jakarta : EGC. Harsono. obat ini tidak seefektif triptan dalam mengobati migrain. A. ibuprofen. Health Care Guideline : Diagnosis and Treatment Of Headache. Media Aesculapius : Jakarta. 3 Jilid 2. Neuroanatomi Klinik. Neurologi Klinis Dalam Praktek Umum.banyak efek samping.