You are on page 1of 40

Pasar Monopoli

Oleh:
Kelompok 3

Ketut Memi Wulandari

(1506305032)


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2015
1

Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi
Wasa karena atas segala anugerahnya sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan
penyusunan dan penulisan makalah ini dalam bentuk dan juga isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembacanya.
Makalah ini berjudul “Pasar Monopoli” dimana dalam makalah ini terkandung
beberapa materi yang juga bersumber dari buku dan media-media lainnya. Makalah ini
menjelaskan dan memaparkan secara ringkas apa saja materi pokok dan pembahasan dari
Pasar Monopoli. Dalam pembuatan makalah ini, penulis bermaksud untuk membuat
ringkasan tentang materi-materi mengenai Pasar Monopoli yang penting dan signifikan
sehingga pengetahuan atau ilmu yang didapat dari makalah ini nantinya akan berguna pagi
penulis maupun pembaca.
Harapan penulis semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi dari
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Penulis mengakui bahwa masih banyak kekurangan karena pengalaman yang dimiliki
oleh penulis masih sangat kurang. Oleh kerena itu penulis berharap agar para pembaca dapat
memberikan masukan-masukan serta kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
Denpasar, November 2015
Penulis

2

Daftar Isi

Cover........................................................................................................................ i
Kata Pengantar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................. 2
1.4 Manfaat............................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................... 3
2.1 Pengertian Pasar Monopoli.................................................................................... 3
2.2 Faktor-Faktor yang Menimbulkan Adanya Pasar Monopoli.............................................6
2.3 Keuntungan/Keseimbangan Dalam Pasar Monopoli....................................................10
BAB III PENUTUP................................................................................................... 31
3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 31
3.2 Lampiran........................................................................................................ 32
Daftar Pustaka.......................................................................................................... 39

3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos yang artinya satu dan polein yang artinya
menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai
pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai
"monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan
atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi;
semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu
pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam
penetapan harga.
Pasar monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu
kekuatan atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya.
Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya, sehingga menjadi pure
monopoly atau monopoli murni. Perusahaan yang monopoli menghasilkan produk yang
tidak diproduksi oleh perusahaan lain, tidak ada pengganti yang mirip. Contoh pasar
monopoli adalah perusahaan negara, perusahaan minyak bumi serta gas alam dan
lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang kami bahas dalam makalah ini antara lain :
1. Apa yang dimaksud dan apa saja karakteristik pasar monopoli?
2. Apa saja faktor-faktor penyebab adanya pasar monopoli?
3. Apa yang dimaksud keuntungan/keseimbangan jangka pendek pada pasar monopoli

1

semakin 2 .3 Tujuan 1. Pembaca dapat memahami lebih dalam mengenai keuntungan/keseimbangan jangka pendek pada pasar monopoli BAB II PEMBAHASAN 2. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Pembaca dapat memahami lebih dalam mengenai pengertian dan karakteristik pasar monopoli 2.1 Pengertian Pasar Monopoli Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos yang artinya satu dan polein yang artinya menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan pasar monopoli beserta karakteristiknya 2. Pembaca dapat memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor penyebab adanya pasar monopoli 3.Sebagai penentu harga (price-maker).4 Manfaat 1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan keuntungan/keseimbangan jangka pendek pada pasar monopoli 1. seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi.1. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab adanya pasar monopoli 3.

Monopoli yang terakhir ini diperoleh melalui lisensi dengan menggunakan mekanisme kekuasaan .sedikit barang yang diproduksi. 5 tahun Tahun 1999 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan monopoli ialah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.5/1999 ada tiga golongan : 1. sehingga menjadi pure monopoly atau monopoli murni. monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung oleh iklim dan lingkungan yang cocok. Walaupun demikian. Posisi dominan di pasar. Perjanjian-perjanjian tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar. perusahaan minyak bumi serta gas alam dan lainnya. trust. tidak ada pengganti yang mirip. Beberapa di antaranya ialah. mengatur integrasi vertikal. Dalam Undang-Undang No. dan perjanjian dengan pihak luar negeri. Kegiatan-kegiatan tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar. Contoh pasar monopoli adalah perusahaan negara. Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya. Kedua ialah monopoly by nature. 2. perjanjian bersifat oligopoli. 3. Perusahaan yang monopoli menghasilkan produk yang tidak diproduksi oleh perusahaan lain. semakin mahal harga barang tersebut.5/1999 ialah adanya beberapa perjanjian yang dilarang. Dalam tulisan ini masalah 3 . begitu pula sebaliknya. Pasar monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu kekuatan atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya. Monopoli dapat muncul dalam berbagai bentuk dan cara. bersifat oligopsoni. kartel. Dari ketiga bentuk monopoli ini yang paling sering mencuat ialah jenis yang ketiga. pemboikotan. Salah satu yang diatur dalam UU No. Kemudian. penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. sehingga disebut monopoly by law. Bentuk yang ketiga ialah monopoly by license. penetapan harga. pembagian wilayah. Yang pertama ialah yang terjadi karena memang dikehendaki oleh hukum. tertutup. hal-hal yang dilarang oleh UU No.

Pasal 16 meneyebutkan bahwa pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pihak lain di luar negeri yang memuat ketentuan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau praktek persaingan usaha tidak sehat. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada dalam pasar. a. Karakteristik Pasar Monopoli Sebelum menganalisis kegiatan dan cara menentukan produksi dalam pasar monopoli. dua aspek berikut dan diuraikan dalam bagian ini adalah karakteristik monopoli dan faktor-faktor yang menghambat kemasukan ke pasar monopoli. Sifat ini adalah secara jelas dilihat dari definisi monopoli di atas. b. Pasar Monopoli adalah Industri Satu Perusahaan Hal ini rasanya tidak perlu diterangkan lagi. dan para pembeli tidak dapat berbuat suatu apapun di dalam menentukan syarat jual beli. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain.  Karakteristik Pasar Monopoli Karakteristik pasar monopoli sangat berbeda dengan pasar persaingan sempurna. Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang 4 . yang mana pihak luar negeri tersebut memiliki hak eksklusif terhadap seuatu produk barang atau jasa. Uraian berikut menerangkan karakteristik pasar monopoli. kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan monopli tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh monopoli itu.yang diangkat khususnya perjanjian yang dilakukan dengan pihak luar negeri. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. yaitu hanya ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut.

seperti itu dan tidak terdapat barang mirip (close subtitute) yang dapat menggantikan barang tersebut. yaitu teknologi yang digunakan sangat canggih dan tidak mudah dicontoh. Lampu minyak tidak dapat menggantikan listrik karena. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya di dalam pasar. Ada beberapa bentuk hambatan kemasukan ke dalam pasar monopoli. Keuntungan perusahaan monopoli tidak akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain memasuki industri tersebut. perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price setter. d. yaitu lampu minyak. karena tanpa adanya halangan tersebut pada akhirnya akan terdapat peusahaan memasuki industri tersebut. maka penentuan harga dapat dikuasainya. Aliran listrik adalah contoh dari barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Yang ada hanyalah barang pengganti yang sangat berbeda sifatnya. Adanya hambatan kemasukan yang sangat tangguh menghindarkan berlakunya keadaan yang seperti itu. Dan ada pula yang bersifat keuangan. Oleh sebab itu. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Tanpa sifat ini pasar monopoli tidak akan terwujud. e. yaitu modal yang diperlukan sangat besar. Dengan mengadakan pengendalian ke atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendakinya. Ada yang bersifat legal. ia tidak dapat digunakan untuk menghidupkan televisi atau memanaskan setrika/gosokan. c. Promosi Iklan Kurang Diperlukan 5 . Ada yang bersifat teknologi. yang dibatasi oleh undang0undang.

Di masa ini contoh dari perusahaan yang masih mempunyai sifat seperti ini adalah perusahaan permata De Beers Company di afrika Selatan. Ketiga faktor tersebut adalah: 1. Pembeli yang memerlukan barang yang dipoduksikannya terpaksa membeli daripadanya. Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan suatu sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimilik oleh orang atau perusahaan lain. 2. Perusahaan monopoli mempunyai sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.2 Faktor-Faktor yang Menimbulkan Adanya Pasar Monopoli Terdapat tiga faktor yang dapat menimbulkan adanya pasar (perusahaan) monopoli. Suatu contoh yang jelas dalam hal ini adalah “suara emas” dari seorang penyanyi terkenal atau kemampuan bermain yang sangat luar biasa oleh seorang pemain sepak bola. Pada permulaan abad yang lalu perusahaan standard Oil Company di amerika serikat menguasai hampir seluruh sumber minyak yang ada di negara tersebut. Sampai sebelum perang dunia kedua perusahaan Aluminium Company of America juga mempunyai kekuasaan monopoli. Iklan tersebut bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli. Di dalam suatu perekonomian. Pada waktu itu hampir semua cadangan bauxite. monopoli juga dapat berlaku apabila sesuatu perusahaan menguasai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. tetapi untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat. Hampir semua pertambangan permata yang ada di dunia ini dimiliki oleh perusahaan tersebut. Hanya merekalah yang mempunyai kepandaian tersebut dan harus dibayar lebih mahal dari biasa apabila masyarakat ingin menikmatinya.Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam industri. Walau bagaimanapun perusahaan monopoli sering membuat iklan. ia tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. yaitu bahan 6 .

Di beberapa jenis industri lain skala ekonomi tidak mewujudkan monopoli. harga adalah sedemikian rendahnya sehingga perusahaan-perusahaan baru tidak akan sanggup bersaiang dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli. Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai sifat seperti yang diterangkan di atas adalah perusahaan yang dikatakan merupakan monopoli alamiah atau natural monopoly. Pada tingkat produksi yag sangat tinggi. perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila produksi semakin tinggi. perusahaan telepon.mentah yang digunakan untuk menghasilkan aluminium. Perusahaan air minum di suatu kota adala hsalah satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik. perusahaan air minum. jumlah produksi adalah hampir menyamai jumlah permintaan yang wujud di pasar. sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya. Monopoli alamiah pada umumnya dijumpai dalam peusahaan jasa umum (utilities) seperti perusahaan listrik. Di berbagai kegiatan ekonomi tingkat teknologi adalah sedemikian modernnya sehingga produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. dan perusahaan angkutan kereta api. perkembangan teknologi berlaku sangat pesat sekali. Aluminium Company of America dapat menghasilkan barnagnya tanpa ada persaiangan. Pada waktu perusahaan mencapai keadaan di mana biaya produksi mencapai minimum. Dengan demiikian. tetapi satu atau beberapa perusahaan memproduksikan barang yang hampir sama jumlahnya dengan yang ditawarkan di pasar. 2. Oleh sebab itu. Keadaan seperti ini berarti suatu perusahaan hanya akan menikmati skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya adalah sangat besar jumlahnya. 7 . dimiliki oleh perusahaan tersebut. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi Di dalam abad ini.

 Peraturan paten dan hak cipta Perkembangan ekonomi yang pesat terutama ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Langkah seperti ini dilakukan dengan memberikan hak paten kepada perusahaan yang mengembangkan barang baru. haruslah pemerintah melarang dan menghukum kegiatan menjiplak tersebut. Di dalam undang-undang pemerintah yang mengatur kegiatan perusahaan-perusahaan terdapat beberapa peraturan yang akan mewujudkan kekuasaan monopoli. Peraturanperaturan yang seperti ini adalah peraturan paten dan hak cipta (copy rights) dan hak usaha eksklusif (exlusive franchise) yang diberikan kepada perusahaan jasa umum. Sebagai akibat dari keadaan seperti ini kemajuan teknologi akan terhambat.Perusahaan baja. karena dalam waktu yang singkat perusahaan lain kaan menirunya. Apabila tidak ada peraturan yang melarang penjiplakan. Hak cipta atau copy rights merupakan bentuk lain dari hak paten. dan industri pembuat mobil adalah contohcontoh dari industri semacam itu. Oleh sebab itu. kegiatan dan pengeluaran untuk mengenbangkan teknologi tidak akan dilakukan perusahaan apabila hasil jerih payah mereka dengan mudah saja dicontoh atau dijiplak oleh perusahaan lain. Tetapi hak cipta 8 . pertambangan minyak. Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang. yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. yaitu merupakan suatu jaminan hukum untuk menghindari penjiplakan. tidak ada untungnya bagi perusahaan untuk menciptakan barangbarang yang lebih baik mutunya. 3. Untuk mengembangkan teknologi kadang-kadang diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar. Agar usaha mengembangkan teknologi dengan tujuan untuk menciptakan barang baru akan memberi keuntungan kepada perusaaan. dan ini selanjutnya akan melambatkan jalannya pertumbuhan ekonomi.

 Hak usaha eksklusif Apabila skala-ekonomi hanya diperoleh perusahaan setelah perusahaan itu mencapai tingkat produksi yang sangat tinggi. yaitu para konsumen dapat membeli 9 . Sebagai akibatnya setiap perusahaan akan menetapkan harga/tarif yang tinggi atas barang/jasa yang dihasilkannya. Untuk menghindari agar perusahaan tidak mengambil tindakan yang seperti itu pemerintah disamping memberikan hak monopoli. Tanpa adanya eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli akan timbul halangan untuk menikmati skala ekonomi secara maksimum. Dengan cara ini dapatlah kepentingan para konsumen dilindungi. perusahaan pembangkit listrik dan angkutan kereta api. Keadaan seperti ini menimbulkan kerugian kepada masyarakat. karena mereka harus membayar produksi perusahaan itu dengan harga yang tinggi. Untuk menciptakan keadaan seperti ini secara serentak pemerintah harus menjalankan dua langkah yaitu memberikan hak monopoli kepada suatu perusahaan dalam suatu kegiatan tertentu dan menentukan harga tarif yang rendah ke atas barang/jasa yang diproduksikan. kepentingan khalayak ramai akan dimaksimumkan apabila perusahaan diberi kesempatan untuk menikmati skala ekonomi itu. dan pada waktu yang sama diharuskan menjual produksinya dengan harga yang rendah. Hak eksklusif yang menjamin adanya perusahaan tunggal dalam pasar belum tentu menjamin bahwa harga ditetapkan pada tingkat yang rendah.tersebut hanya penulis atau penggubah lagu saja yang mempunyai hak ke atas penerbitan buku yang ditulis dan lagu yang digubah. akan menetapkan harga/tarif penjualan dari barang/jasa yang disediakan perusahaan tersebut. Contoh perusahaan seperti ini adalah perusahaan minum. Walaupun perusahaan tersebut dapat mengecap skala ekonomi dengan sepenuhnya. yang menyebabkan biaya produksi berada pada tingkat yang sangat rendah.

Dalam pasar persaingan sempurna.3 Keuntungan/Keseimbangan Dalam Pasar Monopoli Keseimbangan Perusahaan Monopoli Keseimbangan perusahaan monopoli dibagi menjadi 2 yakni keseimbangan jangka pendek dan keseimbangan jangka panjang. 2. Hambatan untuk masuk menyebabkan perusahaan monopoli mampu menikmati laba supernormal. terutama jika perusahaan lalai melakukan riset dan pengembangan untuk memperoleh tekhnologi yang meningkatkan efisiensi produksi. selama dalam jangka pendek memperoleh laba maksimun. laba supernormal akan menarik perusahaan lain untuk masuk ke dalam industry sehingga dalam jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal. perusahaan monopoli juga harus menyamakan MR dengan MC agar mencapai laba maksimum.barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga yang relatif rendah. Hal tersebut tidak berlaku dalam pasar monopoli. Keseimbangan Jangka Panjang Perusahaan monopoli tidak mempunyai masalah besar dengan keseimbangan jangka panjang. Keseimbangan Jangka Pendek Sebagaimana halnya perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan sempurna. Akibatnya posisi perusahaan tergantikan oleh perusahaan lain yang mampu menghasilkan atau memanfaatkan teknologi produksi yang lebih efisien. bila tidak mampu mempertahankan daya monopolinya. baik dalam jangka pendek. Perusahaan monopoli hanya akan kehilangan laba supernormal jangka panjang. Adapun penjelasan lebih rinci adalah sebagai berikut 1. maupun jangka panjang. Hal tersebut dapat saja terjadi. 10 . 2.

Sifat ini menyebabkan kurva permintaan atas suatu barang bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Untuk masing-masing cara ini akan ditunjukkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan (i) biaya total dan hasil penjualan total (ii) biaya marjinal dan hasil penjualan marjinal. Sebelum melaksanakan hal-hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan/diproduksikan. Sebagai aibatnya harga = harga penjualan marginal yaitu P=MR. Harga dan Penjualan Telah dinyatakan bahwa dalam monopoli hanya ada satu perusahaan dalam pasar.Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli Dalam menggambarkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan dalam monopoli dua cara akan digunakan. Permintaan yang dihadapi oleh monopoli adalah berbeda dengan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam persaingan sempurna. dan implikasi dari sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total. Permintaan atas produksi monopoli tidak menyimpang dari sifat umum ini. Dalam menerangkan masalah persaingan sempurna telah dijelaskan bahwa permintaan bersifat elastis sempurna (yaitu kurva permintaan sejajar dengan sumbu datar) dan sebabnya adalah karena berapa pun produksi yang dijual perusahaan. Berarti suatu monopoli akan dapat memperoleh harga penjualan yang tinggi apabila produksinya sedikit. yaitu dengan menggunakan angka-angka dan secar grafik.  Produksi. yaitu makin tinggi harga barang. dan harga penjualan semakin rendah apabila produksi semakin banyak. Sebagai 11 . makin sedikit jumlah yang diminta. Oleh karenanya permintaan dalam industri juga permintaan atas produksi perusahaan monopoli tersebut. Telah diketahui bahwa sifat umum dari permintaan barang-barang. harga tidak berubah.

dan hasil penjualan marjinal. yang berarti hasil penjualan marjinal (atau pertambahan hasil penjualan total) nilainya adalah negatif.000. Maka MR akibat dari kenaikan produksi dari 1 menjadi 2 unti adalah Rp 32. maka nilainya diperoleh dari mengalikan angka dalam kolom 1 dengan angka dalam kolom 2.000 = Rp 14. seperti telah diketahui. sedangkan adalah Rp 32. Nilai dari pertambahan hasil penjualan total yang semakin berkurang tersebut ditunjukkan dalam kolom 4.000 – Rp 18. yaitu tambahan hasil penjualan total apabila penjualan bertambah sebanyak 1 unit. Contoh Angka Untuk lebih memahami sifat hubungan antara jumlah produksi. Perhatikan dengan lebih seksama sngka-angka hasil penjualan total terdapat dlam kolom 3. harga.-. harga selalu lebih tinggi dari hasil penjualan marjinal. Sesuai dengan definisi hasil penjualan marjinal. angka dalam kolom 4 diperoleh dari menggunakan persamaan . Sesudah unit ke-5 pertambahan produksi selanjutnya akan mengurangi hasil penjualan total. Sebagai contoh (TR pada waktu jumlah produksi adalah 1) adalah Rp 18. dalam tabel 12. angka-angka dalam kolom 4 dihitung dengan cara ini. Kesimpulan 12 . seperti akan diterangkan di bawah ini .000. di dalam tabel 12. tetapi pertambahannya adalah pada tingkat (jumlah) yang semakin berkurang. Sesuai dengan sifat permintaan atas produksi monopoli seperti yang telah diterangkan di atas. Hasil penjualan total.-. semakin rendah harga barang (perhatikan kolom 2).000. Bagaimana implikasi dari keadaan tersebut atas hasil penjualan total dan marjinal berturut-turut ditunjukkan dalam kolom 3 dan 4. hasil penjualan total. Sampai produksi sebanyak 5 unithasil penjualan total terus menerus bertambah.1 ditunjukkan bahwa semakin besar jumlah produksi (perhatikan kolom 1). adalah jumlah produksi x harga.1 dikemukakan suatu contoh hipotesis mengenai hal tersebut.akibat dalam monopoli.

13 . maka: 1. hasil penjulan total. Setelah mencapai satu tingkat produksi tertentu pertambahannya akan menjadi negatif. Apaila harga barang menjadi semakin menurun pada waktu jumlah produksi semakin meningkat. Tabel 12. dan hasil penjualan marjinal dari suatu perushaan monopoli. tetapi pertmabahan itu semakin berkurang apabila produksi betambah banyak.1 dapat dibuat dua kesimpulan penting seperti yang dinyatakan di bawah ini. Di atas baru saja dijelaskan sifat permintaan. harga. Pada umumnya hasil penjualan marjinal nilainya adalah lebih rendah daripada harga. 2. Hasil penjualan total akan mengalami penghambatan.Berdasarkan kepada gambaran yang ditunjukkan dalam tabel 12.1 Produksi. Hanya pada waktu produksi mencapai satu unit hasil penjualan marjinal = harga. Harga dan Hasil Penjualan (ribu rupiah) Hasil Penjualan Produksi Harga (1) (2) Hasil Penjualan Marjinal total (3) 0 20 0 1 18 18 2 16 32 3 14 42 4 12 48 5 10 50 6 8 48 7 6 42 8 4 32 9 2 18 10 0 0 Pemaksimuman Keuntungan : Contoh Angka (4) 18 14 10 6 2 -2 -6 -10 -14 -18 Sifat-sifat biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan monopoli di dalam jangka pendek tidak berbeda dengan sifat-sifat biaya produksi jangka pendek yang telah diterankan pada pembahasan sebelumnya.

Data dalam tabel 12. yang berarti jumlah produksi adala 0.000.2 yang membandingkan data hasil penjualan total dengan biaya total.1. pada berbagia tingkat produksi. 2. hukum hasil lebih yang semakin berkurang belum berlaku. Berdasarkan pemisalan ini maka apabila perusahaan tidak beroperasi.2 adalah sama dengan dalam tabel 12. dari 1 ke 2. Data yang hipotesis tersebut dibuat dengan menggunakan pemisalan berikut: 1.-.2 dan tabel 12. Keadaan ini digambarkan oleh kenaikan biaya total yang semakin sedikit. biaya total adalah Rp 4. Dalam kolom 4 ditunjukka biaya total.Dengan demikian sekarang telah dapat dikumpulkan informasi yang cukup untuk menerangkan prinsip penentuan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan dalam perusahaan monopoli. Sehingga untuk produksi 4 unit. atau kerugian yang dialami. apabila produksi bertambah. harga dan hasil penjualan total pada tabel 12. Contoh angka yang dimaksud dikemukakan dalam tabel 12. hukum hasil lebih yang semakin berkurang berlaku.2 jelas menunjukkan keadaan tersebut apabila produksi dinaikkan dari 0 ke 1. 3.3. Melalui perbandingan tersebut dapatlah ditentukan keuntungan yang diperoleh.2. dari 2 ke 3 da dari 3 ke 4. Biaya tetap total adalah Rp 4. 14 . Sebagai akibatnya biaya marjinal meningkat dan ini dapat dilihat dari pertambahan biaya total yang semakin meningkat pada setiap pertambahan satu unit produksi.000.-. Data jumlah produksi. Terlebih dahulu hal ini akan diuraikan dengan menggunakan contoh dlaam angka-angka. berturut-turut data tersebut ditunjukkan dalam kolom 1. Berarti biaya marjinal semakin rendah. Pendekatan Hasil Penjualan Total-Biaya Total Pendekatan ini akan diterangkan menggunakan tabel 12. Sesudah produksi mencapai 4 unit. dan 3.

2. Pendekatan Hasil Penjualan Marjinal – Biaya Marjinal Untuk menerangkan pendekatan ini terlebih dahulu dihitung hasil penjualan marjinal dan biaya marjinal. Data tersebut dihitung dengan formula berikut: keuntungan = hasil penjualan total – biaya total. Data dalam kolom 5 menunjukkan bahwa keuntungan maksimum dicapai pada produksi sebanyak 3 dan 4 unit dan jumlah keuntungan adalah sebesar Rp 8. Walaupun demikian. data dalam kolom 3 dihitung dengan formula berikut: . dalam analisis yang bersifat umum.000. akan selalu dikatakan bahwa perusahaan monopoli tersebut akan memproduksikan 4 unit untuk memaksimumkan keuntungan. Berdasarkan kepada data dalam 15 . Perhatikan data dalam kolom 5. Data tersebut dikemukakan dalam kolom 2 diambil dari data yang sama dalam kolom 3 dari tabel 2.Tabel 12. Biaya Produksi dan keuntungan (ribu rupiah) Hasil Penjualan Produksi Harga Biaya Total Keuntungan (4) (5) total (1) (2) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (3) 20 0 4 -4 18 18 16 2 16 32 26 6 14 42 34 8 12 48 40 8 10 50 46 4 8 48 54 -6 6 42 64 -22 4 32 76 -44 2 18 90 -72 0 0 106 -106 Dengan adanya data mengenai hasil penjualan total dan biaya total seperti yang diterangkan di atas sekarang dapat ditentukan tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan. Data mengenai biaya total (TC) diambil dari tabel 2. kolom 4.1.-.2 Hasil Penjualan.

1. sampai 16 . Apabila perusahaan tidak memproduksikan barang. Sebelum cara ini dapat diterangkan terlebih dahulu perlu dilihat ciri perkaitan diantara kurva permintaan (D = AR). dan 4 dapat ditunjukkan tambahan keuntungan pada setiap tingkat produksi. dalam kolom 3 data tersebut dihitung sebagai biaya marjinal. dan kurva hasil penjualan marjinal (MR) dalam gambar 12.000. biaya yang ditanggung perusahaan adalah Rp 4. Berdasarkan data dalam kolom 4.1 dibuat berdasarkan data tabel 12. Pemaksimuman Keuntungan Secara Grafik Dalam bagian ini akan diterangkan pemaksimuman keuntungan dalam perusahaan monopoli dengan menggunakan pendekatan secara grafik. kurva hasil penjualan total (TR) dan kurva hasil penjualan marjinal (MR).1.kolom 2. Namun demikian. penjualan total dan penjualan marjinal Kurva hasil penjualan total (TR). Untuk memubat analisis ini perhatikan gambar 2. yaitu masing-masing bernilai RP 6. Oleh sebab itu.000 dan ini meliputi biaya tetap yang mempengaruhi keuntungan. Data dalam kolom 3 jelas menunjukkan bahwa keuntungan maksimum tercapaai pada tingka produksi 3 atau 4 unit. dalam analisis dikatakan perusahaan itu akan memproduksi 4 unit untuk memaksimumkan keuntungan karena pada tingkat produksi tersebut MC = MR. kurva hasil penjualan rata-rata (D = AR). Seperti dalam analisis sebelumnya. penentuan produksi yang akan memaksimumkan untung dapat dilakukan dengan dua cara berikut: pendekatan hasil penjualan total-biaya total dan pendekatan biaya marjinal-hasil penjualan marjinal. Kurva permintaan.3. dalam kolom 5 ditentukan jumlah keuntungan pada berbagai tingkat poduksi.

Menentukan Keuntungan Maksimum Di dalam gambar 12. seperti yang ditunjukkan oleh kurva TR dalam gambar 12. 3.1 yaitu yang menggambarkan bahwa kalau harga semakin rendah maka jumlah yang diminta semakin banyak. 2. Pada titik C elastistas permintaan adalah satu atau uniter. hasil penjualan total adalah nol. Berdasarkan sifat ini. Di dalam gambar 12. Kurva TR akan selalu berbentuk seperti itu did alam keadaan di mana kurva permintaan DD adalah seperti yang terdapat pad gambar 12.3 (lampiran) ditunjukkan cara menentukan keuntungan maksimum firma monopoli secara grafik. maka bagian kurva permintaan DD yang terletak di bagian atas titik C (lihat grafik ii) mempunyai elastisitas permintaan > 1. apabila digambarkan.2 keuntungan maksimum firam ditentukan dengan menggunakan bantuan kurva hasil penjualan 17 . Karena OA menggambarkan hasil penjualan total yang semakin bertambah pada harga yang semakin menurun. dan kenaikan tersebut adalah pada tingkat yang semakin menurun. Pada waktu jumlah produksi sebanyak 10 unit. Sesudah jumlah produksi mencapai 6 unit hasil penjualan total semakin berkurang.kepada jumlah produksi sebanyak 5 unit hasil penjualan total terus mengalami kenaikan. dapat dibuat kesimpulan berikut: 1. kalau diperhatikan sifat perhubungan diantara kurva permintaan DD dan kurva TR pada gambar 2. Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa sepanjang kurva permintaan berlaku sifat berikut: apabila elasitisitas permintaan < 1 maka penurunan harga akan mengurangi hasil penjualan dan apabila elastisitas permintaan > 1 maka penurunan harga akan menambah ahsil penjualan.2 (lampiran) dan gambar 12. Karena AB menggambarkan hasil penjualan total yang semakin berkurang pada harga yang semakin menurun. yaitu berbuntuk huruf U yang terbalik. maka bagian kurva permintaan yang terletak dibagian yang lebih ke bawah titik C elastisitas permintaan < 1.1. Hasil penjualan total yang sperti ini sifatnya.1 (lampiran).

Perbedaan diantara TR dan TC adalah paling maksimum apabila garis tegak diantara kurva TR dan TC adalah yang paling panjang. Oleh karena CD merupakan jarak TR dan TC yang paling panjang. MR. Adakah Monopoli keuntungannya Berlebihan? Banyak orang yang memiliki pandangan yang negatif terhadap perusahaan monopoli.2 menggambarkan hasil epnjualan total. Seterusnya telah diterangkan bahwa keuntungan maksimum dapat ditentukan dengan melihat pada tingkat produksi yang mana keadaan MR = MC wujud. Hasil penjualan total OP x OQ. D = AR. dan kurva TC menggambarkan kurva biaya total. Sedangkan dalam gambar 12. Mereka menganggap keuntungan luar biasa merupakan suatu fenomena penting perusahaan monopoli. Kurva MR dan MC berpotongan pada waktu tingkat produksi sebanyak Q unit. Kurva AC. Keuntungan hanya akan dinikmati apabila TR – TC > 0. dan iniberlaku diantara titik A dan B. kurva TC berada di ata kurva TR. Dengan demikian keuntungan maksimum ditunjukkan oleh kotak PABC. Pada materi sebelumnya 18 . dibuat berdasarkan pada bentuk kurva-kurva tersebut seperti yang diterangkan pada materi-materi sebelumnya. Ini merupakan pandangan yang kurang tepat. Gambar 12. dan di sebelah kanan dari titik B. Di sebelah kiri dari titik A. maka tingkat produksi yang akan memaksimumkan keuntungan adalah 4 unit. atau sama dengan OCBQ. Keadaan ini berarti biaya total melebihi hasil penjualan total yaitu kedudukan yang merugikan perusahaan.3 keuntungan maksimum tersebut ditentukan dengan menggunakan pertolongan kurva biaya marjinal dan hasil penjualan marjinal. Mereka selalu menganggap bahwa suatu perusahaan dalam pasar monopoli dapat menetapkan harga dengan sekehendak hatinya dan oleh karena itu akan mendapat keuntungan yang sangat berlebihan. MC. Kurva TR dalam gambar 12. atau sama dengan OPAQ.3 menunjukkan cara untuk menentukan tingkat produksi dimana keuntungan maksimum dicapai dengan menggunakan pendekatan hasil penjualan marjinal sama dengan biaya marjinal (MR = MC).total dan biaya total. sedangkan biaya total adalah OC x OQ.

Gambar 12. Kerugian ini adalah yang paling minimum. dan mengalami kerugian sehingga biaya biaya berubahnya pun tidak dapat ditutupinya. Maka adalah penting baik kepada perusahaan monopoli untuk memproduksi sebanyak . Dalam gambar 12. yaitu bagian yang terletak di atas kurva AVC.4 (i) kurva menyinggung kurva di titik E dan titik singgung ini tepat di atas perpotongan kurva dan . Monopoli dan Kurva Penawaran Dalam pasaran persaingan sempurna. dapat juga dipandang sebagia kurva penawaran.4 (i) menunjukkan keadaan monopoli dimana tidak dapat mendapat keuntungan tetapi juga tidak menderita keuntungan (berarti mendapat untung normal) yaitu hasil penjualannya sama dengan biayatotalnya. kerugian yang akan dialami akan lebih besar lagi. Kerugian adalah yang paling minimum apabila perusahaan monopoli memproduksikan sebanyak . Apabila perusahan monopoli memproduksi lebih tinggi atau lebih rendah dari . rugi tetapi masih dapat membayar kembali sebagian dari biaya tetap. atau untung normal. Gambar 2. Dengan demikian kerugian yang diderita oleh perusahaan monopoli tersebut adalah seperti yang ditunjukkan oleh kotak . Keadaan seperti ini berlaku apabila kurvatotal menyinggung kurva permintaan pada tingkat produksi dimana hsil penjualan marjinal = biaya marjinal.4 (ii) menggambarkan keadaan dimana monopoli mengalami kerugian. Dalam keadaan lain. Hanya pada keadaan ini dapat menikmati keuntungan normal. (apabila jumlah produksinya berbeda dari ) perusahaan mengalami kerugian. Dalam gambar 12.3 telah ditunjukkan keadaan dimana memperoleh keuntungan. karena pada tingkat produksi tersebut .telah dijelaskan bahwa di dalam jangka pendek ada empat kemungkinan dari keadaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam pasar persaingan sempurna: mendapat untung melebihi normal. Keempat keempat kemungkinan tersebut juga dapat juga berlaku dalam suatu perusahaan monopoli. disamping menunjukkan biaya marjinal pada berbagai tingkat 19 . Bagian dari kurva MC tersebut. Keadaan lainnya ditunjukkan dalam gambar 12.4 (lampiran). di dalam jangka pendek sebagian dari kurva MC. Biaya total yang dikeluarkan adalah .

Dari uraian yang baru dilakukan di atas dapat dibuat kesimpulan berikut: Didalam perusahaan monopoli.5 (lampiran). Pada tingkat produksi seprti ini harga akan mencapai . Di dalam pasar monopoli biaya marjinal tidak menunjukkan sifat kurva penawaran seperti yang diterangkan di atas. Keadaan ini menyebabkan kurva untuk suatu perusahaan monopoli tidak dapat digambarkan/ditunjukkan. perusahaan sekali lagi harus memproduksikan sebanyak Q. kurva penawaran menunjukkan hubungan diantara tingkat harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Dengan demikian. Adapun sifat kurva penawaran. Tetapi sekarang tingkat harga telah mencapai . Sebagai buktinya perhatikanlah gambar 12. Biaya produksi tidak berubah. kurva penawarannya tidak dapat ditunjukkan karena tidak terdapat sifat hubungan yang tetap diantara harga dan jumlah yang ditawarkan/diproduksikan oleh perusahaan tersebut. Dalam keadaan yang baru ini. Selanjutnya. Misalnya pada mulanya permintaan adalah dan hasil penjualan marjinal adalah .produksi. sedangkan biaya marjinal adalah MC. Untuk memaksimumkan 20 . Biasanya sifat permintaan di kedua pasar itu juga sangat berbeda. untuk memaksimumkan keuntungan. atau perusahaan dalam pasar lainnya kurva permintaan atas hasil produksinya bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. maka masing-masing harga ini akan menunjukkan suatu jumlah tertentu barang yang ditawarkan dan kedua jumlah barang tersebut akan berbeda. sekarang kita mendapat dua tingkat harga ( dan ). Dan apabila ada dua tingkat harga. Maka keuntungan maksimum akan diperoleh apabila produksi adalah sebanyak Q. misalkan permintaan berubah menjadi dan hasil penjualan marjinal adalah . Monopoli dan Diskriminasi Harga Adakalanya terbuka kemungkinan pada perusahaan monopoli untuk menjual barangnya di dalam dua pasar (misalnya pasar dalam dan luar negeri) yang sangat berbeda sifatnya. tetapi hanya satu jumlah produksi/penawaran (Q). Pada setiap tingkat harga hanya terdapat suatu jumlah tertentu barang yang ditawarkan. menunjukkan jumlah penawaran perusahaan pada berbagai tingkat harga. berarti biaya marjinal adalah tetap seperti yang ditunjukkan oleh MC.

Seterusnya misalkan pula hasil produksi perusahaan monopoli tersebut dijual di dua pasar. McEACHERN : 2001 : 149).6 (iii).6. (William A. Berarti adalah sama dengan . untuk pasar dalam negeri dan luar negeri. dan dalam gambar 12. yaitu:  Pasar dalam negeri. Kurva MR adalah kurva hasil penjualan marjinal apabila hasil penjualan dikedua pasar tersebut digabungkan. Perusahaan monopoli tersebut akan memaksimumkan keuntungan apabila MR=MC. a) Penentuan harga di setiap pasar Sekiranya suatu perusahaan monopoli ingin melaksanakan kebijakan diskriminasi harga. Misalkan kurva biaya total rata-rata (AC) dan biaya marjinal (MC) monopoli adalah seperti yang ditunjukkan dalam gambar 12.  Pasar luar negeri. Gabungan permintaan dikedua pasar tersebut ditunjukkan dalam gambar 12. perusahaan monopoli dapat menjalankan kebijakan diskriminasi harga. dan (ii) sifat permintaan di setiap pasar. Berarti .6(iii) ditunjukkan bahwa keadaan itu dicapai apabila perusahaan memproduksi sebanyak Q. persoalan yang pertama yang harus dipecahkan adalah: berapaka harga yang akan ditetapkan di tiap-tiap pasar supaya keuntungan dapat dimaksimumkan? Jawabannya diterangkan dalam gambar 12.keuntungannya. yang kurva permintaan dan hasil penjualan marjinalnya adalah seperti ditunjukkan dalam grafik (i). Untuk memperoleh jawabannya diperlukan data berikut: (i) biaya produksi yang dikeluarkan. Diskriminasi harga adalah menaikkan laba dengan cara menjual barang yang sama dengan harga berbeda untuk konsumen yang berbeda atas dasar alasan yang tidak berkaitan dengan biaya.6 (iii) yaitu kurva . yang kurva permintaan dan hasil penjualan marjinalnya adalah seperti ditunjukkan dalam grafik (ii). Biaya marjinal pada jumlah produksi tersebut 21 .

Perlu diingat bahwa .  Sifat barang atau jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi harga Barang-arang atau jasa tertentu dapat dengan mudah dijual dengan harga yang berbeda. Barang seperti itu biasanya berbentuk jasa perorangan seperti jasa seorang 22 . Hanya dalam keadaan-keadaan tertentu diskriminasi harga dapat dijalankan dengan sukses.  Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain Sekiranya terdapat kemungkinan barang dapat dibawa dari pasar yang lebih murah ke pasar yang lebih mahal. Harga pasar di dalam negeri adalah dan harga pasar di luar negeri adalah . Berapa banyak yang akan dijual ke pasar luar negeri? Supaya ditiap-tiap pasar diperoleh keuntungan yang maksimum (dan selanjutnya memaksimumkan keseluruhan keuntungan perusahaan). maka kebijakan diskriminasi harga tidak akan efektif. di tiap-tiap pasar penjualan harus mencapai keadaan dimana biaya marjinal OM adalah sama dengan hasil penjualan marjinal dimasing-masing pasar. Oleh karena biaya total rata-rata adalah OC (lihat grafik (iii)). Barang dari pasar yang lebih murah akan dijual lagi di pasar yang lebih mahal dan perusahaan tidak menjual lagi barang disediakan untuk pasar tersebut. Syarat-syarat diskriminasi harga Tidak semua perusahaan monopoli dapat melakukan diskriminasi harga. Berarti syarat pemaksimuman keuntungan pasar dalam negeri adalah dan syarat pemaksimuman pasar di luar negeri adalah . Dengan demikian keuntungan maksimum di kedua pasar akan dicapai apabila di pasar dalam negeri dijual sebanyak dan di pasar luar negeri di jual sebanyak .adalah OM. maka jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut adalah (di pasar dalam negeri) tambah (di pasar luar negeri). Di bawah ini akan dijelaskan beberapa keadaan yang memungkinkan perushaan monopoli melakukan diskriminasi harga.

maka biaya untuk mengangkut barang harus dikeluarkan.dokter. Apabila biaya yang dikeluarkan adalah melebihi pertambahan keuntungan yang diperoleh dari diskriminasi harga. Apabila kebijakan tersebut dilakukan di dua daerah yang berbeda. Dengan cara ini produsen dapat menjual barang yang dikatakannya bermutu tinggi kepada konsumen kayadan sisanya kepada golongan masyarakat lainnya. dan sebagainya. sebaliknya orang miskin diberi diskon. Biasanya diskriminasi harga dijalankan apabila elastisitas permintaan di masing-masing pasar sangat berbeda. penata rambut. merek/cap. ahli hukum. Cara yang lain adalah menjual barang yang 23 . keungan tidak akan diperoleh dari kebijakan tersebut. sedangkan di pasar yang permintaannya lebih elastis.  Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah sangat berbeda Kalau permintaan dan elastisitas permintaan adalah sangat bersamaan di kedua pasar tersebut. Dengan cara ini penjualan dapat diperbanyak dan keuntungan dimaksimumkan. dan kampanye iklan yang berbeda. harga akan ditetapkan pada tingkat yang relatif tinggi.  Produsen dapat mengepsploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen Ini misalnya dilakukan dengan menjual barang yang sama tetapi dengan pembungkusan. harga ditetapkan pada tingkat yang relatif rendah. biaya yang dikeluarkan mungkin dalam bentuk iklan. tidak ada manfaatnya untuk menjalankan kebijakan tersebut. orang kaya dikenakan tarif lebih tinggi. Apabila permintaan tidak elastis. Dan sekiranya dilakukan di daerah yang sama.  Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tambahan keuntungan yang diperoleh tersebut Adakalanya melaksanakan kebijakan diskriminasiharga harus mengeluarkan biaya. Mereka dapat menetapkan tarif mereka berdasarkan kepada kemampuan langganan untuk membayar.

 Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli pemerintah Perusahaan listrik negara misalnya menggunakan tarif yang berbeda untuk listrik yang dipakai rumah tangga dan yang dipakai perusahaan. yaitu di dalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan terus menambah produksinya sehingga tercapai keadaan dimana harga = biaya marjinal. Kepada orang yang relatif tak mampu mereka mengenakan tarif yang rendah. ahli hukm dan guru kursus privat adalah beberapa golongan profesional yang sering menjalankan diskriminasi harga dari jasa yang mereka berikan. Harga penjualan ke luar negeri pada umumnya lebih rendah karena di pasaran internasional terdapat banyak saingan. Di daerah pertokoan orang kaya harganya lebih dimahalkan daripada di daerah pertokoan orang miskin. Contoh-contoh kebijakan diskriminasi harga Tidak susah untuk mencari contoh-contoh kebijakan diskriminasi harga di dalam kehidupan sehari-hari. karena hal itu banyak dilakukan. tetapi dengan harga berbeda pada daerah pertokoan yang berbeda. Mereka biasanya mempunyai tarif yang fleksibel. dan untuk mempertinggi kemampuaanya untuk bersaing perusahaan perlu menekan harga ke tingkat yang serendah mungkin.  Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa-jasa profesional Dokter umum. Efisiensi kegiatan monopoli Telah ditujukkan persaingan sempurna mengalokasikan sumber-sumber daya secara ideal.  Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional Dalam aspek ini perusahaan membedakan di antara harga yang dijual di dalam negeri dengan harga untuk penjualan ke luar negeri. Di bawah ini ditunjukkan beberapa contoh dari kebijakan semacam itu. 24 . sedangkan papda orang kaya tarifnya ditinggikan.sama.

dalam gambar 12. Penggunaan sumber-sumber yang tidak optimum ini menimbulkan dua akibat yang tidak menguntungkan.Monopoli telah menghentikan kegiatan produksinya sebelum hal tersebut tercapai. yaitu (i) produksi dan penawaran barang relatif sedikit dan ini meninggikan harga. Telah diterangkan bahwa (i) kurva penawaran pasar persaingan sempurna adalah gabungan dari kurva biaya marjinal perusahaan-perusahaan. Disamping itu di dalam jangka panjang. oleh karena tidak adanya persaingan. dan meminimumkan biaya produksi per unit. ditunjukkan dalam gambar 12. Dalam gabungan ini dimisalkan juga bahwa 25 . perusahaan monopoli masih dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari keuntungan normal. Dapat dilihat pada gambar 12. memproduksikan barang. dengan demikian .8 (i) ditunjukkan permintaan (DD) dan penawaran (SS) di dalam pasar persaingan sempurna. Ini berarti penggunaan sumber-sumber daya lebih tidak efisien dalam monopoli kalau dibandingkan dengan dalam persaingan sempurna. Dengan demikian harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan adalah .8. dan ia capai pada waktu harga masih lebih besar dari biaya marjinal.  Perbandingan efisiensi Monopoli dengan persaingan sempurna Perbandingan ini akan dilakukan dengan melihat dua keadaan. yaitu (i) apabila biaya produksinya sama dan (ii) apabila biaya produksinya berbeda. i) Biaya produksi sama Perbandingan efisiensi di antara pasar persaingan sempurna monopoli dalam menggunakan sumber-sumber daya. dan setiap perusahaan memperoleh keuntungan normal. dan (ii) biaya produksi lebih tinggi daripada biaya rata-rata yang optimum.8 (lampiran) Seterusnya misalnya seluruh perusahaan dalam persaingansempurna bergabung dan menjadi satu perusahaan monopoli. berarti harga sama dengan biaya produksi per unit yang paling minimum.

4. 2. Harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan sebelum perusahaan-perusahaan bergabung berturut-turut dan sesudah perusahaan-perusahaan itu menjadi perusahaan monopoli harga tidak sama dengan hasil penjualan marjinal. Dalam monopoli lebih besar dari MC dibandingkan dalam persaingan sempurna . maka adalah biaya rata-rata yang paling rendah dalam perusahaan monopoli. Berdasarkan perbandingan antara keadaan pasar persaingan sempurna dan monopoli. Jumlah produksi dalam pasar persaingan sempurna lebih tinggi daripada dalam monopoli.8. Biaya produksi per unit dalam monopoli adalah lebih tinggi dari dalam persaingan sempurna. berarti biaya produksi per unit sama dengan . Harga dalam monopoli lebih tinggi dari harga dalam pasar persaingan sempurna. Maka perusahaan monopoli akan memaksimumkan keuntungan apabilaj umlah produksi adalah . Tetapi monopoli memproduksikan maka biaya produksinya per unit harus lebih tinggi dari . Dengan permintaan pasar seperti DD. Oleh sebab itu kurva SS sama dengan dari pasar persaingan sempurna sekarang berubah menjadi kurva biaya marjinal perusahaan monopoli.biaya produksi tidak mengalami perubahan. Dalam persaingan sempurna perusahaan hanya memperoleh untung normal. Pada tingkat produksi ini harga akan mencapai . Karena dimisalkan kurva biaya untuk pasar persaingan sempurna adalah sama dengan kurva biaya monopoli.8 (ii). Persaingan sempurna menggunakan sumber-sumber dengan lebih efisien daripada monopoli. Biaya per unit sebesar itu akan dibelanjakan monopoli apabila produksi adalah sebesar . yang diterangkan dengan menggunakan gambar 12. hasil penjualan marjinal adalah MR. Perubahan ini ditunjukkan dalam gambar 12. 3. dapat diambil kesimpulan seperti yang dinyatakan berikut: 1. Gambar tersebut menunjukkan keadaan sebelum dan sesudah perusahaan monopoli terwujud. 26 .

Dalam gambar 12. perusahaan monopoli mungkin akan memproduksi lebih banyak dan harga juga lebih rendah dari dalam persaingan sempurna. ini menunjukkan bahwa (i) harga dalam pasar monopoli lebih rendah dari dalam pasar 27 . Kurva LRAC dan LRMC menggambarkan kurva biaya jangka panjang. Keuntungan yang maksimum akan dicapai monopoli apabila memproduksi sebanyak . Kurva DD menggambarkan permintaan di kedua pasar. (catatan: skala ekonomi berlaku dalam jangka panjang).dan (ii) produksi dan harga di monopoli adalah dan . Besar kemungkinan ia berada di bawah kurva biaya rata-rata dari pasar persaingan sempurna. kurva biaya rata-rata akan berbeda dari yang dimisalkan di atas. dan MR adalah hasil penjualan marjinal dalam pasar monopoli. dan pada tingkat produksi itu harga pasar akan mencapai . Dengan demikian (i) produksi dan harga di persaingan sempurna adalah dan . Apabila kurva biaya produksi rata-rata mempunyai sifat seperti itu. MC adalah biaya marjinal di kedua pasar apabila dimisalkan biaya produksi adlaah sama. kurva MC-nya akan terletak di sebelah kanan dari MC dalam pasar persaingan sempurna.9 (lampiran) ditunjukkan efek dari biaya produksi yang berbeda diantara pasar persaingan sempurna dan monopoli terhadap harga dan jumlah produksi dalam monopoli. Sebagai akibat daari keadaan seperti ini.ii) Biaya produksi berbeda Kesimpulan-kesimpulan dalam analisis sebelum ini hanyalah benar apabila dianggap bahwa kurva biaya produksi di pasar persaingan sempurna adalah sama dengan di dalam monopoli. Selanjutnya sekarang dimisalkan monopoli dapat menikmati skala ekonomi (misalkan sebagai akibat kemajuan teknologi dan inovasi) sehingga kurva biaya berubah menjadi dan . Sekiranya monopoli dapat menikmati skala ekonomi sehingga tingkat produksi yang sangat tinggi. Walaupun produksi telah mencapai biaya produksi rata-rata masih tetap menurun.

dan (ii) jumlah produksi dalam pasar monopoli adala lebih besar. 28 .persaingan sempurna.

1 Kesimpulan Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos yang artinya satu dan polein yang artinya menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Karakteristik pasar monopoli antara lain : Pasar Monopoli adalah Industri Satu Perusahaan. yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga. 29 . Ketiga faktor tersebut adalah Perusahaan monopoli mempunyai sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Terdapat tiga faktor yang dapat menimbulkan adanya pasar (perusahaan) monopoli. Keseimbangan perusahaan monopoli dibagi menjadi 2 yakni keseimbangan jangka pendek dan keseimbangan jangka panjang. dan Promosi Iklan Kurang Diperlukan. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Karakteristik pasar monopoli berbeda dengan karakteristik pasar persaingan sempurna.BAB III PENUTUP 3. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi (economies of scale) hingga ke tingkat produksi yang sangat tinggi dan Monopoli wujud dan berkembang melalui undang-undang.

3.2 Lampiran 30 .

31 .

32 .

33 .

Gambar 12.6 34 .5 Gambar 12.4 Gambar 12.

35 .

36 .

co.blogspot.id/2014/11/pasar-persaingan-monopoli-oligopolidan.html http://anggorogery.org/2012/06/pasar-monopoli.anget.id/ 37 .blogspot.com/2012/10/10/karakteristik-pasar-monopoli-dan-monopsoni/ http://astrikusumapertiwi.Daftar Pustaka https://cintyasherry.wordpress.co.html http://www.