You are on page 1of 3

a.

Krisis Moneter
Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997-1998 di Indonesia memberikan banyak dampak
negatif terhadap perekonomian Negara, yang juga berdampak kepada harga lahan. Harga lahan
dan perumahan di Indonesia tidak mengalami peningkatan dan penjualan unit sangat minim.
Penyebabnya antara lain :

Tingkat depresiasi rupiah yang relatih rendah, berkisar antara 2,4% hingga 5,8 % antara
tahun 1991 hingga 1996, yang berada dibawah nilai tukar yang seharusnya, sehingga nilai
rupiah secara komulatif mengalami overvalued. Nilai rupiah yang mengalami overvalued
ini dimanfaatkan oleh spekulan dan investor, sehingga menyebabkan kerugian pada
negara.

b. Pergantian Rezim / Kepala Negara
Perkembangan harga lahan secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh adanya pergantian rezim,
karena pada saat itu terjadi pergantian kepemimpinan dan perombakan kabinet, sehingga terjadi
penetapan regulasi dan perubahan kebijakan dari pemerintah pusat yang diterapkan ke seluruh
pelosok daerah serta adanya penetapan kawasan-kawasan tertentu yang berdampak kepada sosial
ekonomi masyarakat yang menentukan minat investasi dan kebutuhan masyarakatnya.
c. Persaingan
Persaingan antar pengembang dalam membangun juga dapat mempengaruhi harga lahan.
Ketersediaan fasilitas antar perumahan salah satu faktor dimana harga lahan satu dengan yang
lainnya saling bersaing.
d. Pengembangan Kawasan
Dengan adanya pengembangan kawasan, pada Bandung khususnya pengembangan Kawasan
Bandung Utara dan Bandung Timur. Pada kawasan Bandung Utara, mulai tahun 2008 sudah
mulai dibatasi pengembangan kawasan permukiman serta adanya perubahan zonasi pada RTRW,
sehingga lahan pada kawasan Bandung Utara menjadi lebih terbatas dan menjadi incaran
pengembang untuk membangun kawasan elit. Banyaknya lokasi wisata yang berada di Bandung
Utara juga menjadi faktor dalam peningkatan harga lahan.
Pembangunan kota Bandung seperti yang sudah ditetapkan pada RTRW sejak tahun 2004 salah
satu pengembangannya adalah diarahkan ke wilayah Bandung Timur. Peningkatan nilai lahan
juga terjadi ketika banyaknya rencana pembangunan infrastruktur seperti fly over Pasteur-Ujung
Berung, interchange Gedebage, monorel serta tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Jika sudah
terlaksana, pembangunan infrastruktur ini akan makin meningkatkan nilai lahan serta
memperlancar mobilitas masyarakat sehingga tidak menutup kemungkinan untuk peningkatan
fasilitas lainnya yang dapat mengembangkan perekonomian sekitar dan harga lahan juga ikut

Dengan adanya hal tersebut maka pengembang juga akan semakin gencar dalam mengembangkan daerah tersebut. Tahun 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005          Regional / Nasional Pemulihan perekonomian nasional pasca krisis moneter Pergantian presiden Pergantian presiden Bom Bali 1 Penurunan investasi di Indonesia Pergantian presiden Bom Bali 2 Penurunan investasi di Indonesia Internasional        2006   2007 2008      2009 2010 2011      2012    Pemilihan walikota Bandung Pergantian presiden Meningkat Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Bandung Pertumbuhan ekonomi Indonesia 6. terutama dalam investasi skala besar.3% Peningkatan ekonomi AS 3.5% Peningkatan investasi di Indonesia Penurunan pertumbuhan ekonomi 5% Peningkatan investasi dan konstruksi pembangunan Pertumbuhan konsumsi RT     Pertumbuhan ekonomi Asia meningkat 9.meningkat. e. Perubahan harga mata uang juga berpengaruh dalam investasi. Seperti dengan adanya kenaikan suku bunga atau inflasi.4% Merosotnya ekonomi eropa yang berpengaruh pada ekonomi global . dapat mempengaruhi permintaan akan lahan dan investasi masyarakat dan juga pengembang. Kondisi Politik Ekonomi Nasional dan Global Kondisi politik dan perekonomian nasional serta global juga dapat mempengaruhi perubahan harga lahan.

9% Permasalah ekonomii global.1% Inflasi per Mei 2016 3.5% Pemilihan walikota Bandung Pertumbuhan ekonomi meningkat 5. berpengaruh pada perekonomian global    Yunani Bangkrut Penurunan ekonomi eropa   Inggris keluar dari Uni Eropa Peningkatan perekonomian China.5% Pertumbuhan ekonomi 5.78% Inflasi 5.5% Penurunan pertumbuhan ekonomi 5.1% Peningkatan permintaan property di Bandung Inflasi 6.4% Inflasi 4.79% Pergantian presiden BI Rate menurun 7.3%   Pertumbuhan ekonomi dunia 2.78% Suku bunga kredit meningkat 7. American Government Shut Down.2013      2014   2015    2016   non-makan sebesar 5. nilai Yuan meningkat .