SILABUS MATA KULIAH

Fakultas
Program Studi
Mata Kuliah
Kode Mata Kuliah
Bobot SKS
Semester
Mata Kuliah Prasyarat
Standar Kompetensi

: Hukum
: Ilmu Hukum
: Hukum Acara Mahkamah Konstitusi
: 133027
: 2 (dua) SKS
: 5 (lima)
: Hukum Tata Negara
: Mampu mengaplikasikan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi.

NO

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pokok

Pengalaman Belajar /
Kegiatan Pembelajaran

Alokasi
Waktu

Sumber/Bahan/Ala
t

Penilaian

1

2

3

4

5

6

7

8

(2 X 50) Menit-

Efik Yusdiansyah,
Implikasi
Keberadaan
Mahkamah
Konstitusi terhadap
Pembentukan
Hukum Nasional
dalam kerangka
Negara Hukum,
2010
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

1

Menjelaskan konsep
Mahasiswa memahami
dasar Hukum Acara
dan mampu menjelaskan
Mahkamah Konstitusi dan 1.Mahkamah Konstitusi dan
Pembentukan Mahkamah
Sistem Kekuasaan
Konstitusi sebagai Pelaku
kehakiman di Indonesia.
2.Karakteristik
Hukum acara
Kekuasaan Kehakiman
mahkamah konstitusi
3.Sifat, Fungsi, dan Asas
Hukum Acara
Mahkamah Konstitusi
4.Sumber Hukum Acara
Mahkamah Konstitusi.
5.Perbedaan Hukum
Acara Mahkamah
Konstitusi dengan
Hukum Acara lainnya

1. Mahkamah Konstitusi 1. Mahasiswa
dan Sistem Kekuasaan
menguraikan
kehakiman di
pengertian Mahkamah
Indonesia.
Konstitusi dan Sistem
2. Karakteristik Hukum
Kekuasaan kehakiman
acara mahkamah
di Indonesia.
konstitusi
2. Mahasiswa
3. Sifat, Fungsi, Asas,
mendiskusikan
dan Sumber Hukum
Karakteristik Hukum
Acara Mahkamah
acara mahkamah
Konstitusi Mahkamah
konstitusi
Konstitusi
3. Mahasiswa
4. Perbedaan Hukum
mendiskusikan Sifat,
Acara Mahkamah
Fungsi, Asas, dan
Konstitusi dengan
Sumber Hukum Acara
Hukum Acara lainnya
Mahkamah Konstitusi.
4. Mahasiswa
mendiskusikan
perbedaan Hukum

-

Tes tanya
jawab

2

3

Menjelaskan Hukum
Acara Mahkamah
Konstitusi secara Umum

Menjelaskan Kedudukan,
fungsi, dan kewenangan
Mahkamah Konstitusi
Republik Indonesia

Mahasiswa memahami
dan mampu menjelaskan
1. Susunan Hakim dan
Sifat Persidangan
2. Pengajuan
Permohonan
3. Pendaftaran
Permohonan dan
Penjadwalan Sidang
4. Alat - alat Bukti
5. Pemeriksaan
Pendahuluan
6. Proses dan
Pemeriksaan di
persidangan
8. Kuasa Hukum dan
Pendamping
9. Putusan Provisi dan
Putusan Akhir
10. Pelaksanaan Putusan
1. Dapat menjelaskan
Kekuasaan
Kehakiman dalam
UUD 1945 (setelah
perubahan) beserta
lembaga – lembaga
yang tercakup di
dalamnya
2. Dapat menjelaskan
kewajiban dan
kewenangan lembaga
- lembaga Pemegang
Kekuasaan
Kehakiman di
Indonesia

1. Aspek - aspek umum
Hukum Acara
Mahkamah Konstitusi
2. Pengajuan
Permohonan dan
Penjadwalan Sidang
3. Proses dan
Pemeriksaan di
persidangan
4. Jenis – jenis putusan
dan pelaksanaan
putusan

1. Kekuasaan Kehakiman
dalam UUD 1945
(setelah perubahan)
beserta lembaga –
lembaga yang tercakup
di dalamnya
2. Kewajiban dan
kewenangan lembaga lembaga Pemegang
Kekuasaan Kehakiman
serta keberadaan,
kedudukan, Fungsi,
dan Peran Mahkamah
Konstitusi Republik
Indonesia dalam

Acara Mahkamah
Konstitusi dengan
Hukum Acara lainnya
Mahasiswa
mendiskusikan dan
menganalisis Hukum
Acara Mahkamah
Konstitusi secara Umum

2 (2 X 50) Menit

-

Mahasiswa menjelaskan
kedudukan, fungsi, dan
kewenangan Mahkamah
Konstitusi
Republik
Indonesia

(2 X 50) Menit-

-

Maruarar Siahaan,
Hukum Acara
Mahkamah
Konstitusi Republik
Indonesia, 2011
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Tes tanya
jawab

Efik Yusdiansyah,
Implikasi
Keberadaan
Mahkamah
Konstitusi terhadap
Pembentukan
Hukum Nasional
dalam kerangka
Negara Hukum,
2010
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Tes tanya
jawab

4

5

Menjelaskan prosedur
beracara untuk menguji
Undang-Undang terhadap
Undang-Undang Dasar

Menjelaskan prosedur
beracara untuk
memutuskan sengketa
kewenangan

3. Dapat menjelaskan
sistem ketatanegaraan
Keberadaan,
Indonesia
kedudukan, Fungsi,
dan Peran Mahkamah
Konstitusi Republik
Indonesia dalam
sistem ketatanegaraan
Indonesia
Mahasiswa memahami
1. Pengujian Formil dan
dan mampu menjelaskan
Pengujian Materiil
2. Legal standing
1. Pengujian Formil dan
Pemohon:
Pengujian Materiil
2. Legal standing
3. Posisi Pembentuk
Pemohon:
Undang‐Undang
a.
Kualifikasi
(DPR, dan
Pemohon;
Pemerintah) dalam
b.
Kerugian Hak
Persidangan
dan/atau
4. Proses Persidangan
Kewenangan
dan Pembuktian, serta
Konstitusional.
pengertian Nebis in
3. Posisi Pembentuk
idem
Undang‐Undang
5. Jenis Putusan:
(DPR, dan
Konstitusional,
Pemerintah) dalam
Inkonstitusional, dan
Persidangan
Modifikasi, Ultra petita
4. Ad Informandum
(informasi tambahan).
5. Proses Persidangan
dan Pembuktian.
6. Nebis in idem .
7. Jenis Putusan:
Konstitusional,
Inkonstitusional, dan
Modifikasi, Ultra petita
Mahasiswa memahami
1. Pengertian tentang
dan mampu menjelaskan
Subjectum Litis dan
1. Subjectum Litis :
Objectum Litis
Pemohon dan
2.
Mahkamah Agung

Mahasiswa
mendiskusikan dan
merumuskan prosedur
beracara untuk menguji
Undang-Undang terhadap
Undang-Undang Dasar

2 (2 X 50) Menit

1. Mahasiswa
mendiskusikan
pemahaman tentang
Subjectum Litis dan

(2 X 50) Menit-

-

Buku Hukum Acara
Pengujian UndangUndang, KonPress
2006
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Tes tanya
jawab

Buku Format
Kelembagaan
Negara dan
Pergeseran

Case Study

konstitusional lembaga
negara

6

7

Menjelaskan prosedur
beracara untuk
memutuskan pembubaran
partai politik

Menjelaskan Prosedur
Beracara untuk
memutuskan Perselisihan
Hasil Pemilihan Umum
(PHPU)

Termohon
2. Objectum Litis :
Kepentingan atas
Kewenangan yang
Dipersengketakan
3. Kemungkinan
Mahkamah Agung
sebagai Pihak Dalam
Sengketa
4. Proses Persidangan
dan Pembuktian
5. Model putusan:
Putusan Sela/Provisi
dan Putusan Akhir
Mahasiswa memahami
dan mampu menjelaskan
1. Pemerintah sebagai
Pemohon.
2. Partai Politik yang
Dimohonkan
Pembubaran sebagai
Termohon

Mahasiswa memahami
dan mampu menjelaskan
1. Macam‐macam Pemilu
dan PHPU: Pemilu
Legislatif, Pilpres, dan
Pemilukada
2. Subjectum litis:
Pemohon, Termohon,
dan Pihak Terkait

sebagai Pihak dalam
Sengketa
3.
Proses
Persidangan dan
Pembuktian
4.
Putusan
Mahkamah Konstitusi
dalam sengketa
kewenangan
konstitusional lembaga
negara

Objectum Litis
2. Mahasiswa
menganalisis
Mahkamah Agung
sebagai Pihak dalam
Sengketa
3. Mahasiswa berlatih
menerapkan Proses
Persidangan dan
Pembuktian
4. Mahasiswa
menganalisis Putusan
Mahkamah Konstitusi

1. Pemohon dan
Termohon
2.
Alasan-Alasan
Pembubaran Partai
Politik
3.
Proses
Persidangan dan
Pembuktian
4.
Putusan
Mahkamah Konstitusi
dan Pelaksanaannya

1.

1. Perselisihan hasil
Pemilihan Umum
Anggota DPR, DPD
dan DPRD
2. Perselisihan hasil
Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil
Presiden
3. Perselisihan hasil

1.

2.

3.

2.

Mahasiswa
mendiskusikan dan
merumuskan
pengertian Pemohon
dan Termohon
Mahasiswa
menjabarkan alasan –
alasan pembubaran
Partai Politik
Mahasiswa
menyelesaikan proses
persidangan dan
pembuktian
pembubaran partai
politik
Mahasiswa
menganalisis kasus –
kasus perselisihan
hasil Pemilihan Umum
Anggota DPR, DPD
dan DPRD
Mahasiswa
menganalisis kasus –
kasus perselisihan

-

(2 X 50) Menit-

-

5 (2 X 50) Menit

-

Kekuasaan dalam
UUD 1945, FH-UI
Press : 2004
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Buku Kemerdekaan
Berserikat,
Pembubaran Partai
Politik dan
Mahkamah
Konstitusi, Setjen
dan Kepaniteraan
MK RI : 2006
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Case Study

Maruarar Siahaan,
Hukum Acara
Mahkamah
Konstitusi Republik
Indonesia, 2011
Abdul Muktie Fadjar,
Hukum Konstitusi
dan Mahkamah
Konstitusi, 2007

Case Study

3. Objectum litis: Hasil
Penghitungan Suara
yang ditetapkan oleh
Termohon
4. Tenggang Waktu
Permohonan dan
Tenggang Waktu
Putusan
5. Pelanggaran Pemilu
dan Perselisihan Hasil
Pemilu
6. Proses Persidangan
dan Pembuktian
7. Putusan Sela dan
Putusan Akhir
8. Pelaksanaan Putusan

8

Menjelaskan prosedur
beracara untuk
memutuskan pendapat
DPR mengenai dugaan
pelanggaran hukum
oleh Presiden
dan/atau Wakil
Presiden menurut UUD

Mahasiswa memahami
dan mampu menjelaskan
1. Pemohon: DPR sesuai
Ketentuan UUD 1945
dan Tata Tertib DPR
2. Termohon: Presiden
dan/ atau Wakil
Presiden
3. Alasan Permohonan
dan Pembuktiannya
4. Proses Persidangan
5. Putusan, Tindak Lanjut
Putusan, dan
Tenggang Waktunya

Pemilihan Umum
Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah

Prosedur Beracara untuk
memutus pendapat DPR
mengenai dugaan
pelanggaran hukum oleh
Presiden dan/atau Wakil
Presiden menurut UUD
dan Presiden dan/atau
Wakil Presiden tidak lagi
memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/ atau Wakil
Presiden

hasil Pemilihan Umum
Presiden dan Wakil
Presiden
3. Mahasiswa
menganalisis kasus –
kasus perselisihan
hasil Pemilihan Umum
Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah

-

Mahasiswa
mendiskusikan dan
menganalisis Prosedur
Beracara untuk memutus
pendapat DPR mengenai
dugaan pelanggaran
hukum oleh Presiden
dan/atau Wakil Presiden
menurut UUD dan
Presiden dan/atau Wakil
Presiden tidak lagi
memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/ atau Wakil
Presiden

(2 X 50) Menit-

-

-

I Gusti Putu Artha,
Perselisihan Hasil
Pemilukada :
Putusan MK dan
Implikasinya dalam
Penyelenggaraan
Pemilukada, 2010
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Setjen dan
Kepaniteraan MK
RI – Konrad
Adenauer Stiftung,
Mekanisme
Impeachment dan
Hukum Acara
Mahkamah
Konstitusi, 2005
Powerpoint
Handout
Kertas plano
Kertas kuarto

Case Study