You are on page 1of 3

Penyebaran batubara di Indonesia jika diamati dari sudut geologi erat hubungannya dengan

penyebaran formasi sedimen yang berumur tersier yang terdapat secara luas di sebagian besar
kepulauan di Indonesia. Batubara di Indonesia dibedakan 3 jenis berdasarkan cara terbentuknya.
1. Batubara paleogen yaitu
endapan
batubara
yang
terbentuk
pada
cekungan intramontain terdapat di Ombilin, Bayah, Kalimantan Tenggara, Sulawesi
Selatan, dan sebagainya.
2. Batubara neogen yakni batubara yang terbentuk pada cekungan foreland terdapat di
Tanjung Enim Sumatera Selatan.
3. Batubara delta, yaitu endapan batubara di hampir seluruh Kalimantan Timur (Anggayana
1999).
Batubara Paleogen terendapkan sebelum Transgresi dan Batubara Neogen terendapkan sesudah
Regresi. Intramontana dan Foreland Basin berkembang di Sumatera, Kalimantan dan Jawa (yang
di Jawa relatif kecil). Delta terbentuk di Kaltim akibat Spreading Centre selat Makasar. Di Jawa
terjadi sedimentasi teristrial hanya di bagian barat saja (Pra Transgresi). Di bagian tengah dan
timur sedimen marine langsung terendapkan di ayas batuan dasar pra-tersier. Di Kalimantan
Bagian Tenggara ada cekungan intermontana dengan sedimen darat.
Endapan Batubara paleogen :
 Ombilin (Sumbar)
 Bayah (Jabar)
 Pasir ( Kalimanatan Bagian Tenggara)
 Pulau Sebuku (Kalimantan)
 Melawai (Kal-Bar)
 Sulawesi-Selatan
Ciri :
 Selalu berkaitan dengan busur vulkanik
 Penyebaran terbatas (oleh graben)
 Pengendapan bersamaan dengan aktivitas tektonik

Berbeda dengan batubara Paleogen. delta. Batubara diendapkan dalam lingkungan yang sedikit sekali berhubungan dengan kondisi geografi atau pengendapan peat modern saat ini. Cekungan batubara Paleogen terbentuk dalam sistem cekungan intramontane dan continental margin. pembentukkan batubara yang berumur Neogen berdasarkan penelitian terdahulu. Tabel 1 memperlihatkan . dikendalikan oleh pola aliran air yang dianalogikan dengan pola pengendapan peat modern di Sumatera dan Kalimantan saat ini. Siklus regresi berawal pada Miosen tengah. Endapan batubara Paleogen yang tidak luas juga ditemukan di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Sedimentasi berakhir pada Plio-Pleistosen. sedimentasi berubah dari laut dalam. Cekungan Sumatera Tengah di Riau. Pasir dan Asam-asam di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Di cekungan Barito regresi sangat intensif (Warukin dan Dahor Formation) yang terendapkan langsing di atas Karbonat pada phase transgresi (Berai formation). kontinental. Pengendapan batubara pada cekungan Delta berbeda dengan pengendapan pada masa regresi di Sumatera. Barito di Kalimantan Selatan dan Tengah serta Cekungan Ketungau di Kalimantan Barat. Ketebalan bervariasi dan banyak lapisan  Hampir semua Autochton Secara umum terjadi sedimentasi Neogen hanya pada Beckdeep. paludal. Dalam siklus regresi ini juga terjadi pengendapan batubara yang penyebarannya relatif luas. Endapan batubara Paleogen ditemukan di Cekungan Ombilin di Sumatera Barat. Cekungan Delta di Kaltim (Kutai dan Tarakan) Pengendapan langsung terjadi di atas Transgresi Eosin (karena perkembangan Delta) Batubara Mahakam terendapkan pada: o Formasi Paluan dan Formasi Pulubalang (miosein Awal) o Formasi Balikpapan dan Kampung Baru (Miosin Pliosen) cekungan Batubara Paleogen Cekungan pembawa batubara berumur Paleogen terbentuk pada awal Tersier sedangkan pengendapan batubaranya diduga berawal pada Eosen Tengah. laut dangkal.

Rank dari batubara Paleogen secara umum lebih tinggi dari batubara Neogen dengan nilai kalori yang lebih tinggi dan kadar kelembaban yang rendah. Batubaranya memiliki karakteristik kadar abu dan sulfur yang tinggi. sehingga sangat mendukung sebagai komoditi ekspor untuk thermal coal.kualitas batubara rata-rata dari berbagai conto batubara Paleogen. . struktur geologi yang sederhana dan kualitas yang diinginkan pasar. Batubara Paleogen juga cenderung tidak tebal. Beberapa endapan batubara Paleogen di Indonesia memiliki kriteria yang tepat untuk tambang permukaan seperti ketebalan. Endapan yang mempunyai nilai ekonomis pada umumnya memiliki ketebalan 4 hingga 6 meter. Endapan batubara Paleogen terbentuk dalam extensional structural setting di lingkungan pengendapan transgresi.