You are on page 1of 43

[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE

PADA ANAK]

REFERAT

LEMBAR PENGESAHAN

Nama/NIM

: Febrina Hertanti Bakri/406151069

Fakultas

: Kedokteran

Universitas

: Universitas Tarumanagara Jakarta

Tingkat

: Program Pendidikan Profesi Dokter

Bidang Pendidikan

: Ilmu Kesehatan Anak

Periode Kepaniteraan Klinik : 28 Maret 2016 – 4 Juni 2016
Judul

: Tatalaksana Demam Berdarah Dengue pada Anak

Diajukan

: April 2016

Pembimbing

: dr. Harmon Mawardi, Sp.A

TELAH DIPERIKSA DAN DISAHKAN TANGGAL: ………………….
Pembimbing Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Sentra Medika
Mengetahui,
Kepala Instalasi Ilmu Kesehatan Anak

Pembimbing

Rumah Sakit Sentra Medika

dr. Ava L. Kawilarang, Sp.A

dr. Harmon Mawardi, Sp.A

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan
Anak
RS Sentra Medika
Periode 28 Maret – 4 Juni 2016
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

1

[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE
PADA ANAK]

REFERAT

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas seluruh bimbingan dan kasih karuniaNya,sehingga penulis sanggup menulis referatnya dengan judul “Tatalaksana
Demam Berdarah Dengue pada Anak” sehingga referat ini dapat diselesaikan
dengan baik dan tepat waktu.
Referat ini disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir Kepaniteraan Ilmu
Pediatri di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak periode 28 Maret 2016 - 04 Juni
2016. Selain itu, besar harapan dari penulis bila referat ini dapat membantu proses
pembelajaran.
Dalam penulisan referat ini, penulis telah mendapat bantuan, bimbingan, dan
kerjasama dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada :
1.
2.
3.

dr. Harmon Mawardi, Sp.A, dokter pembimbing yang telah banyak
menyediakan waktu, bimbingan, motivasi, dan ilmu pengetahuan yang sangat
bermanfaat dalam penulisan referat ini.
dr. Ava L. Kawilarang, Sp.A, dokter pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan pengetahuan kepada penulis selama kepaniteraan di RS Sentra
Medika.
dr. Henny Komalia, Sp.A, dokter pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan pengetahuan kepada penulis selama kepaniteraan di RS Sentra
Medika

Tim penulis menyadari bahwa dalam penyusunan referat ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu saran dan kritik sangat diharapkan
untuk menyempurnakan referat ini.
Akhir kata, semoga referat ini bermanfaat bagi para pembaca.

Cisalak, April 2016
Penulis

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan
Anak
RS Sentra Medika
Periode 28 Maret – 4 Juni 2016
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

2

[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE
PADA ANAK]

REFERAT

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................1
KATA PENGANTAR.............................................................................................2
DAFTAR ISI...........................................................................................................3
LATAR BELAKANG.............................................................................................4
PRESENTASI KASUS...........................................................................................5
BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................16
1.1 Pendahuluan..................................................................................................16
1.2 Definisi.........................................................................................................16
1.3 Epidemiologi................................................................................................17
1.4 Etiologi.........................................................................................................17
1.5 Patofisiologi..................................................................................................18
1.6 Patogenesis...................................................................................................19
1.7 Manifestasi Klinis.........................................................................................21
1.8 Diagnosis......................................................................................................23
1.9 Pemeriksaan Penunjang................................................................................25
1.10 Diagnosis Banding......................................................................................28
1.11 Penatalaksanaan..........................................................................................29
1.12 Prognosis....................................................................................................37
1.13 Pencegahan.................................................................................................37
BAB 2 ANALISA KASUS....................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................42

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan
Anak
RS Sentra Medika
Periode 28 Maret – 4 Juni 2016
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

3

[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE
PADA ANAK]

REFERAT

DAFTAR TABEL

Gambar 1.1...........................................................................................................33
Gambar 1.2...........................................................................................................34
Gambar 1.3...........................................................................................................35
Gambar 1.4...........................................................................................................36

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan
Anak
RS Sentra Medika
Periode 28 Maret – 4 Juni 2016
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

4

Lebih dari 2.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT LATAR BELAKANG Demam dengue adalah wabah infeksi virus paling cepat menyebar yang disebabkan oleh nyamuk Aedes dan menjadi perhatian dalam departemen kesehatan masyarakat pada lebih dari 100 negara tropis dan subtropics di Timur Laut Asia. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. meninggal karena penyakit ini. setengah milliar penderita DHF harus masuk rumah sakit setiap tahunnya. Di ruang perawatan anak Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak hampir lebih dari setengahnya dirawat karena DHF.5% yang terinfeksi dengue. serta Amerika Tengah. komplikasi serta pencegahan. Oleh karena itu penulis ingin membahas tentang DHF agar kita dapat lebih memahami tentang patologi.5 miliar masyarakat di dunia terancam oleh demam dengue. Diperkirakan 50 miliar kasus demam dengue timbul pada saat-saat tertentu. dan jumlah yang sangat luar biasa (mencapai 90%) merupakan pasien anak dengan usia kurang dari 5 tahun. Kira-kira 2. gejala klinis. pemeriksaan penunjang. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 5 . atau bentuk yang lebih parah dengue hemorrhagic fever (DHF) atau dengue shock syndrome (DSS). Pasifik Barat dan Selatan.

E : 09 Maret 2006 : Perempuan : 10 tahun 1 bulan : Islam : Kp. Bedahan RT 6/2 Pabunaran Cibinong. Bedahan RT 6/2 Pabunaran Cibinong. Sp. Harmon.18 : 45 kg : 143 cm IDENTITAS ORANG TUA PASIEN Nama Ibu Tanggal Lahir Umur Agama Alamat Pekerjaan Pendidikan : Ny. ED : 20 Desember 1983 : 32 tahun : Islam : Kp.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT PRESENTASI KASUS KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK IDENTITAS MAHASISWA Nama Lengkap NIM Periode Pembimbing Topik : Febrina Hertanti Bakri : 406151069 : 28 Maret 2016– 04 Juni 2016 : dr. A : Tatalaksana Demam Berdarah Dengue pada Anak IDENTITAS PASIEN Nama Tanggal Lahir Jenis Kelamin Umur Agama Alamat Pendidikan Tanggal Masuk RS Berat Badan Tinggi Badan : An. Bogor : Ibu Rumah Tangga : SMA UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 6 . Bogor : SD : 21 April 2016 pukul 20.

tidak ada darah maupun lendir dan BAK sering RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Sepsis (-) Kejang Demam (-) Tetanus (-) Tuberkulosis (-) Pneumonia (-) ISK (-) Asma (-) Alergic Rhinitis (-) Batuk rejan (-) Polio (-) Sindrom Nefrotik (-) Penyakit Jantung Bawaan (-) Diare akut (-) Diare kronis (-) Disentri (-) Kolera (-) Tifus abdominalis (-) Cacar air (+) Campak (-) UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 7 . Pasien juga sulit untuk makan maupun minum.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT ANAMNESIS Tanggal masuk rumah sakit Diambil dari Keluhan Utama Keluhan Tambahan : 21 April 2016 : Aloanamnesis (Ibu) : Demam : muntah. pusing RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : Pasien datang ke RS Sentra Medika Cisalak dengan keluhan demam sejak Senin pagi (3 hari SMRS) Demam tidak turun walaupun telah diberikan obat penurun panas. Pasien juga mengalami mual. lemas dan sakit kepala kurang lebih sehari sebelum masuk Rumah Sakit. BAB : lancar. muntah 4 x hari ini. warna kuning kecoklatan. konsistensi lunak. mual. Demam tidak turun dengan obat penurun panas. nafsu makan menurun.

Berat badan sekarang 45 kg.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] Lain-lain: Operasi (-) Kecelakaan REFERAT (-) RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Penyakit Ya Tidak Alergi √ Asma √ Tuberkulosis √ Hipertensi √ Diabetes √ Kejang Demam √ Epilepsy √ Hubungan RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN Kehamilan Perawatan antenatal Penyakit kehamilan Kelahiran Tempat kelahiran Penolong persalinan Cara persalinan Masa gestasi Keadaan bayi : teratur di Bidan setiap bulan : tidak ada : : : : : Bidan Bidan Persalinan spontan cukup bulan (38 minggu) Berat badan lahir : 3200 gram Panjang badan lahir : 51 cm Nilai APGAR : Ibu Os tidak tahu (menurut ibu Os saat dilahirkan Os langsung menangis) Kelainan bawaan : tidak ada RIWAYAT PERTUMBUHAN Ibu pasien mengatakan bahwa pasien sekarang berumur 10 tahun 1 bulan. IMT = 22 UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 8 . tidak memiliki gangguan selama pertumbuhan dan perkembangan. tinggi badan 143 cm.

teraba kuat & teratur UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 9 .30 WIB Pemeriksaan Umum  Keadaan umum  Kesadaran  Nadi : Tampak sakit sedang : Compos mentis : 108 x/menit.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] RIWAYAT PERKEMBANGAN Psikomotor : o Duduk o Merangkak o Berdiri o Berjalan REFERAT : 6 bulan : 7 bulan : 9 bulan : 12 bulan RIWAYAT MAKANAN Pasien mengkonsumsi ASI sejak lahir hingga usia 2 tahun Umur (bulan) ASI Buah/Biskuit Bubur Sum sum Nasi Tim 0-6 √ 6-10 √ √ √ 10-12 √ √ √ 12-24 √ √ √ Kesan : kuantitas dan kualitas makanan saat ini kurang baik. √ √ RIWAYAT IMUNISASI DASAR BCG Hepatitis B DPT Polio Campak : (+) : (+) : (+) : (+) : (+) RIWAYAT SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN Ibu pasien mengatakan penghasilan ayah pasien cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. PEMERIKSAAN FISIS Selasa 21 April 2016. Pasien adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Tempat tinggal dikatakan cukup bersih namun di komplek perumahan sedang banyak yang terkena demam berdarah. tinggal bersama kedua orang tua. Pukul 21.

kedudukan bola mata simetris. KGB servikal tidak teraba membesar Thorax : Paru Inspeksi Palpasi Perkusi : Bentuk dan gerak simetris saat statis dan dinamis. tonsil T1-T1 tenang.9oC pada axila kanan : 45 kg : 143 cm : Baik Pemeriksaan Sistematis Kepala : Normocephal. sclera ikterik (-/-). dan faring tidak hiperemis Telinga : Bentuk normal. tidak dijumpai adanya benjolan. nyeri tarik Aurikuler (-/-) Leher : Bentuk normal. sekret (-/-). pupil bulat isokor 3mm. tipe abdominalthorakal : 37. reflex cahaya (+/ +) Hidung : Bentuk normal. mata tidak cekung. mukosa bibir dan mulut tidak kering dan tidak sianosis. nyeri tekan tragus (-/-). rambut hitam terdistribusi merata. tidak ada retraksi otot – otot pernapasan : stem fremitus kanan dan kiri sama kuat : Sonor pada kedua lapang paru UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 10 . dan tidak mudah patah dan tidak mudah dicabut Mata : Bentuk bola mata normal. tidak ada secret Mulut : Bentuk normal.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK]       Tekanan Darah Pernafasan Suhu Berat Badan Tinggi Badan Keadaan gizi REFERAT : 100/70 mmHg : 23 x/menit. konjungtiva anemis (-/-).

turgor kulit normal. tidak ada sianosis pada ujung jari-jari tangan dan kaki. ronkhi (-/-). pucat (-). hepar tidak teraba. lien tidak teraba Perkusi : Timpani pada seluruh kuadran perut Auskultasi : Bising Usung (+) normal Genitalia Eksterna : Tidak dilakukan Ekstermitas : Akral hangat. wheezing (-/-) Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : tidak tampak pulsasi iktus cordis : iktus kordis teraba di ICS V MCL Sinistra : Redup : BJ I dan II murni. petekie (+) PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Kesadaran Compos Mentis (GCS = 15) Rangsang Meningeal : (-) Refleks Patologis : (-) : PEMERIKSAAN PENUNJANG A. murmur (-). Laboratorium Darah Lengkap Tanggal 21 April 2016. nyeri tekan epigastrium (+). sianosis (-). gallop (-) REFERAT Jantung Abdomen Inspeksi : Tidak Tampak kelainan Palpasi : Supel. turgor kulit baik. Pukul 21:30 WIB UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 11 . ikterus (-).[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] Auskultasi : Suara napas bronkovesikuler. CRT > 2 detik Kulit : Sawo matang.

muntah 4 x hari ini.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] HEMATOLOGI Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit NILAI 16.000/ µl (150-350x 103/ µl) DIAGNOSA KERJA Dengue Hemoragic Fever Dasar diagnosis : UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 12 . 21 April 2016 telah diperiksa seorang anak perempuan berusia 10 tahun 1 bulan dengan keluhan utama demam tinggi mendadak sejak hari Senin (3 hari SMRS).000 – 440.000 /ul RESUME Pada hari Kamis.000 /ul 150. warna kuning kecoklatan.9o C : 23 x / menit : 43 Kg : Nyeri tekan epigastrium (+) : Petekie (+) Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hematokrit Leukosit Trombosit : : 46 vol% (40-52 vol%) : 3450 x106/ µl (3.8-10. Pasien juga sulit untuk makan maupun minum.4* 46* 3450* 63. Dari pemeriksaan fisik tanggal 21 April 2016. tidak ada darah maupun lendir dan BAK sering. didapatkan : Keadaan umum Kesadaran Tekanan Darah Frekuensi Nadi Suhu Frekuensi Nafas Berat Badan Palpasi abdomen Kulit : Tampak sakit sedang.000 REFERAT NILAI NORMAL 11. BAB : lancar.600 – 11.5 g/dl 33 – 43 vol % 3. lemas dan sakit kepala kurang lebih sehari sebelum masuk Rumah Sakit. Demam tidak menurun dengan pemberian obat penurun panas. Pasien juga mengalami mual.7 – 15. lemas : Compos Mentis : 100/70 mmHg : 108 x / menit : 37.6x106/µl) 63. konsistensi lunak.

Ht. Periksa Hb. Na. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 13 . Lakukan gerakan 3M di rumah. Koreksi cairan: 5 mL/kgBB dalam 1 jam (250cc) – cek TTV tiap 15 menit maintenance IVFD RL / hari (3mL/kgBB/jam) 2. Tubex PENATALAKSANAAN Non Medikamentosa 1. Cl ). Makanan lunak 3. Antidengue IgM dan IgG. Praxion (paracetamol syr) 120 mL 3x1 cth Edukasi 1. Trombosit tiap 6-12 jam Medikamentosa 1. Banyak minum 1-2 L perhari 4.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] - REFERAT Demam tinggi mendadak yang tidak turun dengan pemberian obat penurun panas Pemeriksaan fisik : petekie (+) Pemeriksaan penunjang  Lab : Trombositopenia (63. Tirah baring 2.000 / µl) Hematokrit 46 % DIAGNOSIS BANDING   Demam tifoid Idiopathic Trombositopenic Purpura (ITP) ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG - Periksa elektrolit ( K.

24 Pukul 11.pusing S = demam (+).mual (-). pasien diharapkan REFERAT melapor pada dinas kesehatan setempat /puskesmas untuk kemudian dapat dilakukan fogging dan sweeping jentik serta meningkatkan kewaspadaan terhadap DHF di lingkungan sekitar pasien baik sekolah maupun rumah PROGNOSA    Ad vitam Ad funtionam Ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam FOLLOW UP Kamis.9 C HR 94x/menit HR 88x/menit RR 22x/menit RR 30x/menit TD 90/60mmHG TD 90/60mmHG Thoraks : n Paru : n Abd : BU (+) Abd : BU (+) Pemeriksaan penunjang UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 14 . 22April 20. batuk S = demam (-) . 21 April Pukul Jumat.6 C HR 108x/menit HR 102x/menit RR 23x/menit RR 24x/ menit TD100/70 mmHG TD 100/70 mmHG Thoraks : n Paru : n Abd : BU (+). sakit perut .48 Pukul 08. (+) BAB & BAK BAB dab BAK lancar lancar O = Suhu 36. 23 April 2016 S = demam (+) .mual (-).pusing. Nyeri tekan epigastrium (+) Abd : BU (+) Pukul 19.mual .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] Keluarga 2.00 2016 Sabtu.00 April S = demam (-).6 O = Suhu 36. dan batuk (-).9 C O = Suhu 37.pusing (+) BAB & BAK lancar O = Suhu 37.00 Minggu.

3 Ht 46 Ht 43 Ht 41 Ht 42 Ht 41 Ht 39 Ht 36 T 63.000 L 3.6 Hb 12.710 L 4960 L 6290 L 6040 April April 2016 06.9 Hb 14.500 L 2.000 T 24.20 10.000 T 81. 23 Minggu Senin 25 21 April April April April April 24 2016 2016 2016 2016 2016 2016 21.30 01.12 16.48 17.000 T 35.3 Hb 13.000 T 46.000 Tr47.14 Hb 16.000 T 32.450 L 2.0 Hb 14. 22 Jumat. 22 Jumat.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Kamis.9 Hb 15.7 Hb 14.990 L 4.34 06.18 BAB I Tinjauan Pustaka UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 15 . Jumat. 22 Sabtu.

dan berpotensi mengakibatkan renjatan yang menyebabkan kematian. 1. 1. Genus Flavivirus. dimana seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DHF. uji turniket (+) dengan atau tanpa ruam disertai beberapa atau semua gejala perdarahan. sebaliknya angka kematian cenderung menurun. Penyakit Dengue Haemoragic Fever (DHF) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu bentuk klinis dari penyakit akibat infeksi dengan virus dengue pada manusia. DHF merupakan penyakit demam akut dengan ciri-ciri demam manifestasi perdarahan. dimana pada akhir tahun 60-an/awal tahun 70an sebesar 41.3% menjadi berkisar antara 3-5% pada saat sekarang. sebab baik virus penyebab maupun nyamuk penularnya sudah tersebar luas di perumahan penduduk maupun fasilitas umum diseluruh Indonesia. dengan gejala utama demam.2 Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit infeksi pada anak dan dewasa yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviviridae. Walaupun angka kesakitan penyakit ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun.1 REFERAT Pendahuluan Penyakit Dengue Haemoragic Fever (DHF) merupakan masalah kesehatan di Indonesia. nyeri otot dan sendi.3 Epidemiologi UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 16 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] 1.

DENV-1. Semua serotipe tersebar di berbagai daerah Indonesia. laju penularan. Kemudian menyebar ke seluruh negara tropis dan subtropis. Di Indonesia Kasus DBD pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1968. Pada tahun 2011 terjadi penurunan kasus lebih dari setengahnya. - 1. DENV-2.Kasus ini semakin lama makin meningkat dan menyebar ke seluruh pelosok Tanah Air. namun meningkat kembali tahun 2012.469 orang. yaitu sebesar 156. Kasus DBD meningkat pada musim hujan. Genus Flavivirus - Termasuk kelompok B Arthropod Borne virus (Arbo viruses) - Terdiri dari 4 serotipe .069 orang. 1. Famili Flaviviridae. pola makan dan reproduksi nyamuk Namun epidemiologi DBD dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi geografis dan serotipe virusnya. - Virus RNA untai tunggal. DENV-4 - Infeksi salah satu serotipe menimbulkan antibodi terhadap serotipe yang bersangkutan dan kurang terhadap serotipe yang lainnya. Tahun 2008 di Indonesia dilaporkan jumlah kasus DBD 137. Serotipe DENV-3 merupakan serotipe yang paling dominan dan diasumsikan menimbulkan manifestasi klinik yang berat.4 Etiologi Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus Dengue .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT DBD pertama kali ditemukan di Filipina tahun 1953. kemudian meningkat pada tahun 2009 dan 2010. DENV-3.5 Vektor utama adalah nyamuk Aedes aegypti PATOFISIOLOGI DBD UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 17 . Suhu dan turunnya hujan dapat mempengaruhi daya tahan hidup.

Infeksi virus dengue mengakibatkan muncul respon imun humoral dan seluler. Hampir semua penderita dengue mengalami peningkatan fragilitas vaskuler dan trombositopeni. Pada infeksi primer antibodi netralisasi mengenali protein E dan monoclonal antibodi terhadap NS1. sehingga menimbulkan hemokonsentrasi dan penurunan tekanan darah. Pre M dan NS3 dari virus dengue sehingga terjadi aktifitas netralisasi atau aktifasi komplemen sehingga sel yang terinfeksi virus menjadi lisis. dan pada infeksi sekunder kadarnya telah meningkat. sedangkan pada infeksi sekunder diagnosis dapat ditegakkan lebih dini. antara lain anti netralisasi. Pada infeksi primer antibodi IgG meningkat pada hari ke-14 demam sedangkan pada infeksi sekunder kadar IgG meningkat pada hari kedua. Proses ini melenyapkan banyak virus dan penderita sembuh dengan memiliki kekebalan terhadap serotipe virus yang sama. Pada kasus-kasus berat volume plasma menurun lebih dari 20%. meningkat pada minggu pertama hingga minggu ketiga dan menghilang setelah 60-90 hari. Karenanya diagnosis infeksi primer ditegakkan dengan mendeteksi antibodi IgM setelah hari kelima sakit. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 18 . Antibodi yang muncul pada umumnya adalah IgM dan IgG. trombositopenia dan kelainan koagulasi. Terdapat tiga faktor yang menyebabkan perubahan hemostasis pada DBD dan DSS yaitu: perubahan vaskuler. mulai muncul pada infeksi primer. anti komplemen. Pada hari kelima demam dapat ditemukan antibodi dalam darah. anti hemaglutinin. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kebocoran plasma ke dalam ruang ekstravaskuler.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Pada DBD dan DSS terjadinya peningkatan akut permeabilitas vaskuler merupakan patofisiologi primer.

Teori infeksi sekunder menjelaskan bahwa apabila seseorang mendapatkan infeksi primer dengan satu jenis virus. Namun jika orang tersebut mendapat infeksi UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 19 . Dalam peredaran darah virus akan difagosit oleh monosit. endotel pembuluh darah. nodus limfaticus. Pada infeksi primer virus dengue antibodi yang terbentuk dapat menetralisir virus yang sama (homologous). Setelah genom virus masuk ke dalam sel maka dengan bantuan organel-organel sel genom virus akan memulai membentuk komponen-komponen strukturalnya.6 PATOGENESIS Virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes menyerang organ RES seperti sel kupfer di sinusoid hepar.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Apabila penderita terinfeksi kedua kalinya dengan virus dengue serotipe yang berbeda. sumsum tulang serta paru-paru. maka akan terdapat kekebalan terhadap infeksi virus jenis tersebut untuk jangka waktu yang lama. maka virus dengue tersebut akan berperan sebagai super antigen setelah difagosit oleh makrofag atau monosit. 1. tetapi tidak ada “cross protektif” terhadap serotipe virus yang lain. Infeksi oleh satu serotipe virus DEN menimbulkan imunitas protektif terhadap serotipe tersebut. Diagnosis pasti dengan uji serologis pada infeksi virus dengue sulit dilakukan karena semua flavivirus memiliki epitope pada selubung protein yang menghasilkan “cross reaction” atau reaksi silang. Setelah berkembang biak di dalam sitoplasma sel maka virus akan dilepaskan dari sel. Perubahan patofisiologis dalam DBD dan DSS dapat dijelaskan oleh 2 teori yaitu hipotesis infeksi sekunder (teori secondary heterologous infection) dan hipotesis antibody dependent enhancement (ADE).

maka virus tersebut tidak dapat dinetralisasi dan terjadi infeksi berat. maka antibodi tersebut dapat mencegah penyakit. maka dalam tubuh anak tersebut telah terjadi “Non Neutralizing Antibodies” sehingga sudah terjadi proses “Enhancing” yang akan memacu makrofag sehingga mengeluarkan IL-6 dan TNF α juga PAF. Teori ini menyatakan bahwa jika terdapat antibodi spesifik terhadap jenis virus tertentu. Bahan-bahan mediator tersebut akan mempengaruhi sel-sel endotel pembuluh darah dan sistem hemostatik yang akan mengakibatkan kebocoran plasma dan perdarahan. Hal ini disebabkan terbentuknya kompleks yang infeksius antara antibodi heterologous yang telah dihasilkan dengan virus dengue yang berbeda. terdapat 3 hal yang berkontribusi terhadap terjadinya DBD dan DSS yaitu antibodies enhance infection. hal ini dapat berakhir dengan syok. merembesnya plasma ke jaringan tubuh karena endothel yang rusak. T-cells enhance infection.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT sekunder dengan jenis virus yang lain. Kompleks antibodi meliputi sel makrofag yang beredar dan antibodi tersebut akan bersifat opsonisasi dan internalisasi sehingga makrofag akan mudah terinfeksi sehingga akan memproduksi IL-1. tetapi UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 20 . IL-6 dan TNF α dan juga “Platelet Activating Factor” Dengan peranan TNFα akan terjadi kebocoran dinding pembuluh darah. Selanjutnya ikatan antara kompleks virus-antibodi (IgG) dengan reseptor Fc gama pada sel akan menimbulkan peningkatan infeksi virus DEN. Proses ini juga menyertakan komplemen yang bersifat vasoaktif dan prokoagulan sehingga menimbulkan kebocoran plasma dan perdarahan yang dapat mengakibatkan syok hipovolemik. Pada teori kedua (ADE) . serta limfosit T dan monosit. Pada bayi dan anak-anak berusia dibawah 2 tahun yang lahir dari ibu dengan riwayat pernah terinfeksi virus DEN.

Infeksi virus dengue akan mempengaruhi sistem imun tubuh berupa perubahan rasio CD4/CD8. CD4+. maka justru dapat menimbulkan penyakit yang berat. Demikian pula juga didapati penurunan respon prroliferatif dari sel-sel mononuklear. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebocoran plasma pada DBD/DSS merupakan akibat dari proses kompleks yang melibatkan aktivasi komplemen. dan CD8+. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi penekanan jumlah dan fungsi limfosit T. overproduksi dari sitokin dan dapat menginfeksi sel-sel endotel dan hepatosit yang akan menyebabkan terjadinya apoptosis dan disfungsi dari sel-sel tersebut. karena overproduksi IL-6 yang berperan besar dalam terbentuknya antibodi anti-trombosit dan anti-sel endotel.7 Manifestasi Klinis Manifestasi klinis virus dengue sangat bervariasi tergantung daya tahan tubuh dan virulensi virus itu sendiri. Demikian pula sistem koagulasi dan fibrinolisis yang ikut teraktivasi. TNF-α dan IL-10. Pada infeksi fase akut terjadi penurunan populasi limfosit CD2+. Mulai dari tanpa gejala (asimtomatik). Di dalam plasma pasien DBD/DSS terjadi peningkatan konsentrasi IFN-γ. 1. sedangkan sitokin proinflamasi TNF-α berperan penting dalam keparahan dan patogenesis DBD/DSS.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT sebaliknya apabila antibodi yang terdapat dalam tubuh tidak dapat menetralisir penyakit. induksi kemokin dan kematian sel apoptosis. demam ringan UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 21 . peningkatan TNF-α berhubungan dengan manifestasi perdarahan sedangkan IL-10 berhubungan dengan penurunan trombosit. dan meningkatnya IL-10 akan menurunkan fungsi limfosit T dan trombosit. Kerusakan trombosit akibat dari reaksi silang otoantibodi anti-trombosit. serta meningkatnya level dari tPA dan defisiensi koagulasi.

nyeri tulang. tidak nafsu makan . Demam Dengue. menetap 2-7 hari. Sindrom Syok Dengue Umumnya terjadi pada saat atau segera setelah suhu turun biasanya antara hari ke 3 sampai ke 7. muntah-muntah. nyeri otot.Laboratorium terdapat leukopeni hingga trombositopenia Namun demam dengue yang disertai perdarahan harus dibedakan dengan DBD. Demam Dengue Pada demam dengue (DD) dapat dijumpai keadaan-keadaan berikut : . Pada penderita demam dengue tidak ada tanda-tanda kebocoran plasma dan sebaliknya. 1. Gejala yang timbul sesuai dengan keadaan syok : .Demam tinggi tiba-tiba (>39oC). Demam Berdarah Dengue Perbedaan DD dengan DBD terletak pada patofisiologi penyakit tersebut. kadang bersifat Bifasik .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT tidak spesifik(Undifferentiated Fever). 2. 3.Nyeri seluruh tubuh : nyeri kepala.Timbul ruam merah halus sampai petekie .Mual.Akral dingin dan pucat UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 22 . nyeri sendi dan nyeri perut . nyeri belakang mata terutama bila digerakkan.Pasien tampak gelisah . dimana pada DBD terdapat kelainan homeostasis dan perembesan plasma yang dibuktikan dengan adanya trombositopenia dan peningkatan hematokrit.Muka kemerahan (Flushing Face) . Demam Berdarah Dengue dan Sindrom syok Dengue (SSD).

asidosis metabolik dan kadar BUN (Basal Urea Nitrogen) meningkat pada syok berat. dan anti trombin III .Trombositopenia ( trombosit <100.PT dan PTT memanjang . protrombin. Laboratorium .Hipoproteinemia. penurunan tekanan nadi (<20 mmHg) .Pada bayi ubun-ubun dapat terlihat cekung Laboratorium 1.000/μl ) . faktor VIII.Turgor kulit menurun . penurunan kadar fibrinogen.Hematokrit meningkat >20% .Nadi cepat dan lemah .Mata cekung . .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT .Hipotensi. faktor XII.Serum komplemen menurun UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 23 .SGOT dan SGPT meningkat ringan .

sistolik kurang 90 mmHg. Demam Demam mendadak terus menerus 2-7 hari tanpa sebab yang jelas. salah satu tergantung: a. Kegagalan sirkulasi (tanda-tanda syok): ekstremitas dingin. b. Hepatomegali 4. epistaksis. Uji torniket (+) b. dan tekanan darah menurun sampai tidak terukur. ekhimosis ataupun purpura c.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] 1. nadi cepat dan lemah.8 REFERAT Diagnosis Berdasarkan kriteria WHO 2011 untuk diagnosis Demam Berdarah Dengue: a. penyempitan tekanan nadi (< 20 mmHg).9 Demam Bifasik pada Demam Berdarah Dengue 2. hematemesis dan melena 3. perdarahan mukosa traktus gastrointestinal. perdarahan gusi d. Tipe demam bifasik (saddleback). Petechie. capillary refill time memanjang (>2 detik) dan pasien tampak gelisah. Manifestasi perdarahan. Kriteria Laboratoris UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 24 . Kriteria Klinis 1. kulit lembab. Gambar 1.

suhu tubuh rendah. Pembagian derajat Demam Berdarah Dengue menurut WHO ialah : a.000/pl biasa ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-8 sakit. Perdarahan bisa terjadi di kulit atau di tempat lain. Derajat I Demam diikuti gejala tidak spesifik.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT 1. c. Penurunan jumlah trombosit < 100.000 /ul) 2. Derajat II Gejala yang ada pada tingkat I ditambah dengan perdarahan spontan. Hemokonsentrasi ( Peningkatan Ht 20% atau penurunan Ht 20% setelah mendapat terapi cairan). Derajat IV Syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah tidak dapat diperiksa. Penegakan diagnosis Demam Berdarah Dengue berdasarkan atas 2 kriteria klinis ditambah trombositopenia dan hemokonsentrasi atau peningkatan hematokrit. Derajat III Kegagalan sirkulasi ditandai oleh denyut nadi yang cepat dan lemah.9 Pemeriksaan Penunjang a. b. 1. Pemeriksaan laboratorium Trombositopeni dan hemokonsentrasi merupakan kelainan yang selalu ditemukan pada DBD. Satu-satunya manifestasi perdarahan adalah tes torniquet yang positif atau mudah memar. tekanan nadi menurun (<20mmHg) atau hipotensi. Hemokonsentrasi yang UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 25 . sering terjadi sebelum atau bersamaan dengan perubahan nilai hematokrit. d. Trombositopenia (trombosit < 100. kulit lembab dan penderita gelisah.

b. Dinding kapiler yang oleh suatu sebab kurang kuat akan rusak oleh pembendungan itu. Jumlah leukosit bisa menurun (leukopenia) atau leukositosis. dan antitrombin III. hepatomegali (WHO. PTT dan PT memanjang pada sepertiga sampai setengah kasus DBD (WHO. terdapat beberapa kelainan yang dapat dideteksi yaitu antara lain efusi pleura. darah dari dalam kapiler itu keluar dari kapiler dan merembes ke dalam jaringan sekitarnya sehingga nampak sebagai bercak merah kecil pada permukaan kulit (petechiae). Hipoproteinemi akibat kebocoran plasma biasa ditemukan. limfositosis relatif dengan limfosit atipik sering ditemukan pada saat sebelum suhu turun atau syok. faktor VIII. Adanya fibrinolisis dan ganggungan koagulasi tampak pada pengurangan fibrinogen. protrombin. Suatu manset tekanan darah diterapkan dan UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 26 . 2011). Perlu diketahui bahwa nilai hematokrit dapat dipengaruhi oleh pemberian cairan atau oleh perdarahan. Pemeriksaan ini didefinisikan oleh WHO (2011) sebagai salah satu syarat yang diperlukan untuk diagnosis demam berdarah. Pencitraan Pada pemeriksaan radiologi dan USG kasus DBD. Penurunan nilai trombosit yang disertai atau segera disusul dengan peningkatan nilai hematokrit sangat unik untuk DBD. 2011). c. sehingga darah menekan kepada dinding kapiler. 2011). faktor XII.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT disebabkan oleh kebocoran plasma dinilai dari peningkatan nilai hematokrit (WHO. Pemeriksaan Rumple leed test Percobaan ini bermaksud menguji ketahanan kapiler darah dengan cara mengenakan pembendungan kepada vena-vena. kedua hal tersebut biasanya terjadi pada saat suhu turun atau sebelum syok terjadi.

d. Neutralization Test (NT). Tes positif jika ada 10 atau lebih petechiae per inci persegi. Selama periode ini. 2011): -Isolasi Virus -Karakteristik serotypic/genotypic -Deteksi Asam Nukleat Virus Dengan RT-PCR (Reverse Transcripterase Polymerase Chain Reaction) -Deteksi Antigen Virus Deteksi antigen NS1 -Pemeriksaan serologis yang meliputi : Haemagglutination-inhibition (HI).[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT meningkat ke titik antara sistolik dan diastolik tekanan darah selama lima menit. danpemeriksaan Ig G ELISA indirect. Ig M capture enzyme-linked immunosorbent assay (MAC-ELISA). asam nukleat virus dan antigen virus dapat terdeteksi. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 27 . Dewasa ini rumple leed test dianggap tes yang sudah tidak dapat diandakan. Pemeriksaan lainnya : Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahi infeksi virus dengue yaitu (WHO. Complement Fixation (CF). Akan tetapi tes ini tetap menjadi bagian penting dari penilaian seoang pasien yang mungkin memiliki demam berdarah dengue. Viremia pada pasien dengan infeksi dengue sangatlah pendek. yaitu muncul pada 2 – 3 hari sebelum onset demam dan bertahan hingga 4 – 7 hari saat sakit. Pada penderita demam berdarah tes dengue biasanya memberikan hasil positif yang pasti dengan 20 petekie atau lebih.

10 Diagnosis Banding Diagnosis banding Demam Dengue terdiri atas ( WHO.2 (WHO. titer antibodi meningkat cepat. dan menetap hingga beberapa bulan. 2011).[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Respon antibodi dapat dilihat dari 2 jenis imunoglobulin. Oleh karena itu. Disebut infeksi primer jika perbandingan Ig M / Ig G lebih dari 1. dan menetap hingga bertahun – tahun. Antibodi Ig G terdeteksi rendah pada akhir minggu pertama. pada saat fase inisial. meningkat kemudian.10 Deteksi jumlah Ig M dan Ig G pada Demam Berdarah Dengue 1. dan disebut infeksi sekunder jika perbandingan Ig M / Ig G kurang dari 1. 2011) : a. Infeksi virus golongan Arbovirus : Chikungunya UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 28 . Gambar 1. meningkat cepat selama 2 minggu. Antibodi Ig M dapat terdeteksi pada 3 – 5 hari setelah onset. Pada infeksi sekunder virus dengue. Antibodi Ig M biasanya lebih rendah pada infeksi dengue sekunder. Antibodi Ig G terdeteksi pada level tinggi.2. dan menurun hingga tidak terdeteksi pada 2 – 3 bulan. perbandingan Ig M/ Ig G digunakan untuk membedakan antara infeksi primer dan infeksi sekunder virus dengue.

bakteri. dan susu di samping pemberian air putih . 1. Hantavirus c.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] b. diagnosis banding meliputi infeksi spektrum luas oleh virus. Thypoid d. 2011). sama halnya dengan diagnosis banding dari demam dengue. Hasil yang normal dari ESR (Erythrocyte Sedimentation Rate) dapat membedakan dengue dengan infeksi bakteri dan syok septik (WHO. seperti : Epstein barr virus. Penyakit parasit : Malaria Pada fase awal demam dari demam berdarah dengue. Hepatitis A. saat suhu turun pada umumnya merupakan tanda penyembuhan Pengobatan DBD menurut WHO (2011) bersifat suportif simptomatik dengan tujuan memperbaiki sirkulasi dan mencegah timbulnya renjatan dan timbulnya Koagulasi Intravaskuler Diseminata (KID).11 Penatalaksanaaan Demam Dengue Pasien DD dapat berobat jalan. dan protozoa. Enterovirus. Penyakit bakterial : Leptospirosis. pasien dianjurkan: . UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 29 . jumlah trombosit dan hematokrit sampai fase konvalesen. Rubella. REFERAT Penyakit virus lainnya Misalnya : Measles.Pemberian antipiretik paracetamol untuk menurunkan panas . dan berbagai virus lainnya.Tirah baring selama masa demam . tidak perlu dirawat. Influenza. sirup.Pemberian cairan dan elektrolit per oral seperti jus buah. Adanya trombositopenia disertai dengan hemokonsentrasi membedakan demam berdarah dengue dengan penyakit yang lainnya.Monitor suhu tubuh.

2011). Monitor tanda vital dan kadar hematokrit serta trombosit tiap 6 jam. sirup. ialah adanya peningkatan permeabilitas kapiler yang menyebabkan perembesan plasma. susu. Anak terus muntah. Selain itu diberikan pula obat antipiretik golongan parasetamol. disertai tanda perdarahan spontan. berikan cairan kristaloid 7 ml/KgBB/jam. Nilai hematokrit cenderung meningkat pada pemeriksaan berkala Pada pasien DBD derajat II apabila dijumpai demam tinggi. trombosit dan jumlah urin 6 jam sekali (minimal 12 jam sekali) perlu dilakukan. dan peningkatan kadar hematokrit. Selanjutnya evaluasi 12 – 24 jam. Penatalaksanaan fase demam pada Demam Berdarah Dengue dan Demam Dengue tidak jauh berbeda. sehingga dapat mencegah syok (WHO. dan lain – lain. jus buah. tidak mau minum. Masa kritis ialah pada atau setelah hari sakit yang ke 3 – 5 yang memperlihatkan penurunan tajam hitung trombosit dan peningkatan tajam hematokrit yang menunjukkan adanya kehilangan cairan. Kunci keberhasilan pengobatan DBD ialah ketepatan penggantian volume. terus menerus selama < 7 hari tanpa sebab yang jelas. Pada saat pasien datang. disertai penurunan jumlah trombosit. Berikan nasihat kepada orang tua agar anak diberikan minum banyak seperti air teh.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Perbedaan patofisiologik utama antara Demam Dengue/Demam Berdarah Dengue/Demam Syok sindrom dan penyakit lain. Apabila UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 30 . dan gangguan hemostasis. 2011). demam tinggi sehingga tidak mungkin diberikan minum per oral 2. Cairan intravena diperlukan apabila : 1. kadar hematokrit. Parasetamol direkomendasikan untuk mempertahankan suhu di bawah 39 0C dengan dosis 10 – 15 mg/KgBB/kali (WHO. Observasi tanda vital. bersifat simptomatik dan suportif yaitu pemberian cairan oral untuk mencegah dehidrasi.

tetesan dikurangi menjadi 3 ml/KgBB/jam dan akhirnya cairan dihentikan dalam 24 – 48 jam. maka tetesan di naikkan menjadi 10 ml/KgBB/jam. Sindroma syok dengue adalah DBD dengan gejala gelisah. frekuensi nadi meningkat. serta peningkatan hematokrit. tekanan nadi menyempit. tekanan darah stabil. Apabila tampak distress pernafasan menjadi lebih berat dan ht naik maka berikan koloid 10 – 20 ml/KgBB/jam. Observasi tensi dan nadi tiap 15 menit. Apabila keadaan klinis pasien tidak ada perbaikan. keadaan UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 31 . berikan tranfusi darah segar 10 ml/KgBB/jam (WHO. nadi teraba kecil. nafas cepat. 2011). maka tetesan dinaikkan menjadi 10 ml/KgBB/jam. Observasi keadaan umum. Apabila dalam observasi selanjutnya tanda vital tetap stabil.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT selama observasi keadaan umum membaik. diberikan secepatnya. dan tidak ada produksi urin. ditambah plasma atau koloid sebanyak 10 – 20 ml/KgBB maksimal 30 ml/KgBB. Namun bila Ht atau Hb turun. tekanan nadi < 20 mmHg memburuk. tangan dan kaki dingin. tekanan nadi kuat. serta periksa pula elektrolit dan gula darah (WHO. nafas cepat. tetesan kristaloid belum dilanjutkan 20 ml/KgBB. Untuk DSS berat 20 ml/KgBB/jam diberikan bersama koloid 10 – 20 ml/KgBB/jam. Apabila belum terjadi perbaikan klinis setelah 12 jam. maka tetesan dikurangi menjadi 5 ml/KgBB/jam. Kemudian dievaluasi 12 jam lagi. Apabila dalam waktu 30 menit syok belum teratasi. yaitu : anak tampak gelisah. Langkah yang harus dilakukan adalah segera berikan infus kristaloid 20 ml/KgBB secepatnya dalam 30 menit dan oksigen 2 liter/menit. bibir biru. diuresis kurang. lembut atau tak teraba. tekanan darah. 2011). hematokrit dan trombosit tiap 4 – 6 jam. dan kadar hematokrit cenderung turun minimal dalam 2 kali pemeriksaan berturut – turut. Koloid ini diberikan pada jalur infus yang sama dengan kristaloid. cairan dinaikkan menjadi 15 ml/KgBB/jam. yaitu anak tampak tenang. Apabila belum terjadi perbaikan setelah 12 jam. dengan jumlah maksimal 30 ml/KgBB.

Gelatin 3. Fresh Frozen Plasma (FFP) Pemberian suspensi trombosit umumnya diperlukan dengan pertimbangan bila terjadi perdarahan secara klinis dan pada keadaan KID. Bila pada syok DBD tidak berhasil diatasi selama 30 menit dengan resusitasi kristaloid maka cairan koloid harus diberikan sebanyak 10 – 20 ml/kgBB/jam. berikan darah dalam volume kecil 10 ml/KgBB. berikan darah segar 20 ml/KgBB dan lanjutkan cairan kristaloid 10 ml/Kg/BB/jam. elektrolit. Cairan koloid tersebut antara lain : 1.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT nadi tiap 15 menit. dan gula darah (WHO. Apabila syok teratasi disertai penurunan kadar Hb/Ht. Bila diperlukan suspensi trombosit maka pemberiannya diikuti dengan pemberian fresh frozen plasma (FFP) yang masih mengandung faktor-faktor pembekuan untuk mencegah agregasi trombosit yang lebih hebat. Lakukan pula koreksi terhadap asidosis. Selanjutnya cairan diturunkan menjadi 7 ml/KgBB sampai keadaan klinis dan Ht stabil. Dekstan 2. Dianjurkan pemberian cairan tidak melebihi 48 jam setelah syok teratasi. maka tetesan cairan dikurangi menjadi 10 ml/KgBB/jam dan dipertahankan hingga 24 jam atau sampai klinis stabil dan Ht menurun < 40%. nadi kuat. Apabila tampak perdarahan massif. Setelah fase krisis terlewati. sedangkan Ht menurun tapi masih > 40%. tekanan nadi > 20 mmHg. 2011). cairan ekstravaskular akan masuk kembali dalam intravaskular sehingga perlu dihentikan pemberian cairan intravena untuk mencegah UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 32 . Bila kadar hemoglobin rendah dapat pula diberikan packed red cell (PRC). Hydroxy Ethyl Starch (HES) 4. dan periksa hematokrit tiap 4 – 6 jam. Apabila syok belum teratasi. kemudian secara bertahap diturunkan menjadi 5 ml/Kg/BB/jam dan seterusnya 3 ml/Kg/BB/jam.

Penatalaksanaan DBD disesuaikan dengan derajat terlampir sebagai berikut: UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 33 . 2011). Pada anak yang awalnya menderita anemia akan tampak kadar hemoglobin rendah. bukan berarti perdarahan tetapi terjadi hemodilusi sehingga kadar hemoglobin akan kembali ke awal seperti saat anak masih sehat. hatihati tidak perlu diberikan transfusi (WHO.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT terjadinya edem paru. Pada fase penyembuhan (setelah hari ketujuh) bila terdapat penurunan kadar hemoglobin.

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 34 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Gambar 1.1 Tatalaksana infeksi virus Dengue pada kasus tersangka DBD.

UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 35 .2 Tatalaksana tersangka DBD (rawat inap) atau demam Dengue.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Gambar 1.

3 Tatalaksana kasus DBD derajat I dan II. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 36 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Gambar 1.

4 Tatalaksana Kasus DBD derajat III dan IV atau DSS. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 37 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Gambar 1.

Perdarahan masif 4. 2001). Penyebab kematian tersebut antara lain (Rampengan. Pemberantasan secara kimiawi UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 38 . Penyebab kematian Demam Berdarah Dengue cukup tinggi yaitu 41. Tampak perbaikan secara klinis 4. Demam Berdarah Dengue dengan syok yang disertai manifestasi yang tidak syok 1. Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik 2. Jumlah trombosit diatas 50. kemungkinan sembuh kecil dan prognosisnya menjadi buruk (Rampengan. Overhidrasi 3. Tidak dijumpai adanya distress pernafasan (akibat efusi pleura atau asidosis).5 %.4 1.000/ml dan cenderung meningkat 7. (Soegijanto.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Kriteria memulangkan pasien antara lain (Soedarmo. 2012) : 1. Kalau lebih dari 36 jam belum ada tanda perbaikan. 2008). Tiga hari setelah syok teratasi 6. Syok lama 2. biasanya prognosis akan menjadi baik.13 Pencegahan Pencegahan yang dilakukan adalah dengan cara: 1.12 Prognosis Bila tidak disertai renjatan dalam 24 – 36 jam. Nafsu makan membaik 3. Hematokrit stabil 5. 2008) : 1.

Menguras tempat-tempat penampungan air minimal seminggu sekali.Pengasapan (Fogging) .Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 39 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT . Pemberantasan secara fisika (Gerakan 3M) : . dan menaburkan bubuk Abate ke dalamnya . Pemberantasan secara hayati dengan menggunakan agen hayati : ikan cupang.Bubuk Abate 2. larva ikan nila 3.Menutup rapat tempat-tempat penempungan air .

Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Keadaan umum : OS tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis (GCS 15) BB : 43 Kg Suhu : 37. perdarahan.9 C Nadi : 108 x/menit RR : 23 x/menit TD : 100/70 mmHg Mata tidak cekung. Keadaan ini disebut Dengue Shock Syndrom (DSS) dan dapat berakibat fatal yaitu kematian. Pada kasus ini pasien anak perempuan usia 10 tahun 1 bulan ini datang dengan keluhan panas tinggi mendadak tiga hari. Disertai batuk dan sakit kepala. tidak turun dengan obat penurun panas sebelum masuk ke Rumah Sakit. Gagal sirkulasi pada pasien DBD akibat peningkatan permeabilitas kapiler darah dan penurunan volume plasma dikarenakan kebocoran plasma (leakage) dari intravascular ke interstitial. konjungtiva tidak anemis UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 40 .[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT BAB II Analisa Kasus Dengue Hemoragic Fever Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue ditandai dengan manifestasi klinis utama yaitu demam tinggi 2-7 hari. sering ditandai dengan hepatomegali dan pada kasus berat ada tanda – tanda kegagalan sirkulasi dan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan trombositopenia (100. tidak ada mimisan.000 ul) dan peningkatan hematokrit >20%. BAB dan BAK normal .

epistaksis. tampak gelisah IV Syok berat.sianosis sekitar mulut. peningkatan hematokrit >20% Diagnosis ditegakkan dengan dua kriteria klinis + dua kriteria laboratoris. I Demam disertai gejala tidak khas dan uji turniket (+) II Derajat I. perdarahan mukosa. Petekie (+) Kriteria diagnosis DBD menurut WHO 1997 : a) Klinis - Demam tinggi tiba-tiba selama 2-7 hari.000/μl) . tanpa sebab yang jelas - Terdapat menifestasi perdarahan berupa . uji turniket +. tekanan nadi menurun <20 mmHg. DBD dibagi menjadi 4 derajat. pasien telah memenuhi kriteria WHO yaitu adanya demam tinggi mendadak selama 2 hari. dan ditemukannya trombositopenia serta UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 41 . hipotensi. ekimosis. petekie. kulit dingin dan lembab. nadi tidak dapat diraba tekanan darah tidak dapat diukur Pada kasus ini. purpura.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT Mukosa bibir dan mulut tidak kering Ekstremitas tidak dingin CRT < 2 detik. Menurut WHO 1997. petekie (+). hematemesis dan atau melena b) Pembesaran hati (hepatomegali) Laboratorium . perdarahan gusi. yaitu nadi cepat dan dalam.Hemokonsentrasi . Efusi pleura dan atau hipoalbuminemia memperkuat diagnosis. yaitu :.Trombositopenia (trombosit < 100. disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan lain III Didapatkan kegagalan sirkulasi.

Hb UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 42 .000 35.3 Ht turun dari 42%41%. Cairan diturunkan menjadi 3ml/kgBB/jam .00024. leukosit 6. HR 102x/menit.000.6. Pemberian terapi pasien ini berdasarkan terapi DEPKES untuk criteria DHF grade II yaitu pemberian cairan infus 7 ml/kgBB/jam.014.9 C. HR 80x/ menit. TD 100/70.000 46. Pada dasarnya pengobatan DBD bersifat suportif yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma sebagai akibat peningkatan permeabilitas kapiler dan sebagai akibat dari perdarahan. RR 24x/menit. TD 90/60 mmHg.9904. Hb 13.trombosit turun dari 63.5002. suhu 37. keadaan pasien sudah membaik dan tidak ada keluhan tambahan. Ht menurun 3 ml/kgBB/jam Pasien juga diberikan praxion (paracetamol syr) 120 mL 3x1 cth sebagai penurun panas.000.710  Pada tanggal 23 April didapatkan TD 90/60 mmHg. pasien mendapatkan terapi :  Pada tanggal 21 April 2016 pasien mendapatkan RL 5 mL/kgBB/jam  250 cc dalam 1 jam  TTV membaik. Dan berdasarkan pembagian derajat menurut WHO.920  Pada tanggal 25 April. RR 30x/menit.000. RR 22x/menit. Didapatkan penurunan Hb dari 16. HR 84x/menit.915. HR 88x/ menit dan suhu 36.6 C.914. TD 100/70mmHg. jadi pada pasien ini diberikan cairan RL sebanyak 430cc/jam . leukosit naik dari 4.714.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT peningkatan hematokrit.7104960  Pada tanggal 24 April Suhu 36 C .7 Ht dari 46%43%41%42%. trombosit 32.4502.  Pada tanggal 22 April intervensi tetap dilanjutkan. RR 24x/menit. pada kasus ini termasuk derajat II karena terdapat tanda perdarahan spontan pada kulit berupa petekie. trombosit turun dari 35. Suhu 36 C.000 47. dan leukosit 3. Ht 39%. Pada kasus pasien ini. Hb turun dari 14.

040 maka pasien diperbolehkan untuk pulang. Departemen Kesehatan. leukosit turun menjadi 6. 4. IDAI. Daftar Pustaka 1.Jakarta. layanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. 2. Buku Ajar Ilmu Infeksi & Pediatri Tropis. 6. Diagnosis. Harrison’s Principles of Internal Medicine 14th edition volume 2. Trombosit naik menjadi 81.[TATALAKSANA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK] REFERAT turun menjadi 12. WHO: Jakarta : 2009 5. 3. Demam Berdarah Dengue. UNIVERSITAS TARUMANAGARA | Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak RS Sentra Medika Periode 28 Maret – 4 Juni 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 43 . World Heatlh Organization.3. Jakarta : EGC. Ht turun menjadi 36%. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. 1996. Pencegahan dan Pengendalian. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I FKUI edisi III. Ikatan Dokter Anak Indonesia. USA.1999. edisi 2 tahun 2001. Pengobatan.1998. International edition. Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.000. Jakarta.