UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISIS PERMASALAHAN ATAS PENGAKUAN, PENGUKURAN,
DAN PENYAJIAN ASET TIDAK BERWUJUD PADA SEKTOR PUBLIK
STUDI KASUS PADA 12 KEMENTERIAN/LEMBAGA
PROPOSAL TESIS
diajukan dalam rangka melengkapi sebagian
persyaratan menjadi Magister Akuntansi di Bidang Pemerintahan
OLEH:
ACHMAD FAUZI
1506810093
FAKULTAS EKONOMI DAN BSINIS
MAGISTER AKUNTANSI
JAKARTA
OKTOBER 2016

........................................................................................ 6 4........................................................DAFTAR ISI Halaman Judul Daftar Isi .......... Tujuan Penelitian ................... Lingkup enelitian 7 .............................................. 1 2..................................................................... Rencana Jadwal Pelaksanaan Penelitian .. 7 7.................. 5 3........................................... 8 8. ii 1................ Referensi .................................... Metodologi Penelitian ............................. Perumusan Masalah Penelitian .......... 6..................................................................................... Usulan Dosen Pembimbing .................... Latar Belakang Permasalahan ............................................................................................. Penelitian Terdahulu .............................................................................................................................. 10 9.... 13 10. 13 ii Universitas Indonesia ................................................... Manfaat Penelitian ......................... 6 5..............

2) menilai kinerja. dan UU No. organisasi dipengaruhi oleh tekanan normatif yang kadang berasal dari sumber luar maupun dari dalam organisasi itu sendiri (Zucker. berdasarkan PP 71 Tahun 2010 pemerintah wajib menerapkan akuntansi berbasis akrual baik pada Pemerintah Pusat maupun Universitas Indonesia . dan arus kas. PENGUKURAN. laporan keuangan. 2003). UU No. atau melakukan hubungan dengan entitas. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan pelaporan berbasis akrual. hingga persyaratan/peraturan negara. Dalam PP No. menilai kinerja. 1987). UU No.1 ANALISIS PERMASALAHAN ATAS PENGAKUAN. Tekanan ini menjadikan organisasi diharuskan mengikuti panduan oleh elemen-elemen yang dilegitimasi seperti standard operation procedure (SOP). Berdasarkan institutional theory. 17 Tahun 2003. 1 Tahun 2004. ) yang kemudian disusul oleh PP 71 Tahun 2010 merupakan salah satu langkah maju dalam pelaporan keuangan pemerintah di Indonesia. sertifikasi profesional. 71 Tahun 2010 lampiran I menyatakan bahwa pemerintah menggunakan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis Akrual pada 2015. Dengan penerapan akuntansi berbasis akrual diharapkan akan tersaji informasi yang berguna bagi akuntabilitas dan pengambilan keputusan (IFAC. DAN PENYAJIAN ASET TIDAK BERWUJUD PADA SEKTOR PUBLIK STUDI KASUS PADA 12 KEMENTERIAN/LEMBAGA 1. dan 3) membuat keputusan perihal penyediaan sumber daya. Latar Belakang Permasalahan Reformasi pengelolaan keuangan negara yang ditandai dengan lahirnya tiga paket Undang-Undang Keuangan Negara (UU No. Berkaca atas teori ini. pengguna dapat: 1) menilai akuntabilitas sumberdaya yang dimiliki dan bagaimana mereka dialokasikan. 15 Tahun 2004.

Lebih lanjut. dan ekuitas. Sebagai contoh. Aset Tidak Berwujud yang selanjutnya di sebut ATB adalah aset nonkeuangan yang dapat di identifikasi yang tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki yang digunakan dalam menghasilkan barang. Dalam praktiknya di Indonesia. Pengguna laporan keuangan baik internal maupun eksternal akan salah membaca mengenai nilai aset yang dimiliki padahal aset merupakan salah satu modal dalam pencapaian tujuan. Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan yang terdiri dari aset. dokumentasi legal (ijin/ paten). penyajian nilai aset yang tidak jujur (overstated/understated) akan mengakibatkan pengguna salah dalam mengambil keputusan. Tidak seperti aset fisik yang nampak secara fisik. Sebagai salah satu dari 7 (tujuh) laporan pokok yang disebut dalam PP 71 2010. ATB seringkali mempunyai bentuk fisik atau mengandung bentuk fisik seperti CD/ compact disc (software). Aset tidak berwujud merupakan bagian dari aset lainnya dalam komponen laporan keuangan pemerintah (RI. Universitas Indonesia . kewajiban. ATB seringkali mengalami permasalahan ketidakpastian dalam pengestimasian umur dan manfaat ekonomis atas penguasaan dan penggunaan ATB tersebut (McSwain et. 2010). al. Penyajian pos-pos aset yang tidak sesuai dengan kenyataan pada neraca akan mempunyai dampak yang menyesatkan bagi pengguna laporan keuangan (RI. Dengan angka modal yang tidak sesuai maka pencapaian target dapat terganggu. Selain itu. jasa atau tujuan lainnya (KSAP. dengan nilai aset yang tidak sesuai akan mengakibatkan ketidaktepatan dalam pengalokasian biaya dalam bentuk biaya depresiasi yang pada akhirnya akan menjadikan nilai surplus/defisit pada Laporan Operasional menjadi tidak tepat. 2008). kesulitan-kesilitan tersebut juga dialami oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dalam mendefinisikan. atau dalam bentuk film (IPSAS. 2010).2 Pmerintah Daerah. 2014). 2010).

830. 9. 7. Kementerian/Lembaga Kementerian Dalam Negeri Badan Tenaga Nuklir Indonesia Sekretaris Kabinet BKKBN LPP RRI Lembaga Ketahanan Nasional Kementerian Perdagangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Keuangan Kementerian Pekerjaan Umum Nilai 8. 8. Permasalahan penatausahaan pada 12 Kementerian/ Lembaga tersebut yaitu: a.356.676.856.000. Tabel 2 Universitas Indonesia . Terdapat ATB yang tidak dimanfaatkan pada sepuluh K/L sebesar Rp39.200.00 6. 10.000.356.231.00 3.300.902.650 6.087 39.709. 3.500.194. Penyajian nilai ATB pada tiga K/L sebesar Rp307. 5.525. penilaian dan pencatatan paten.342.00 8.00 3. 2014).200.389. 6.064. 2.00 846.00 543. 1. Tabel 1 Rincian Aset Tidak Berwujud yang Tidak Dimanfaatkan (dalam rupiah) No.171. 4.00 tidak didukung dengan dokumen yang memadai dengan rincian sebagaimana dalam tabel 2 dibawah ini.00 91.611. Hal ini diperkuat dengan temuan BPK atas pemeriksaan LKPP Pemerintah Pusat 2015 dimana disebut bahwa penatausahaan ATB pada 12 Kementerian/ Lembaga kurang memadai.887.067.006.0 TOTAL 0 b.300.194.615.872. pengidentifikasian dan pencatatan ATB yang diperoleh dari dana bantuan penelitian instansi lain dan sharing dana penelitian bersama. serta pengidentifikasian dan pencatatan software (KSAP.00 749.580. Kesulitan-kesulitan tersebut diantarnya: pengidentifikasian dan pencatatan hasil kajian.00 dengan rincian sebagaimana dalam tabel 1 dibawah ini.625.3 menggolongkan dan mengukur nilai suatu aset ke dalam ATB.170.398.657.

0 TOTAL 0 Mencermati dua permasalahan yang ada berdasar pada hasil pemeriksaan BPK diatas.4 Rincian Aset tak Berwujud Tahun 2015 yang Tidak Didukung Dokumen Sumber (dalam rupiah) No. KSAP melalui PSAP dan Buletin Teknis Nomor 17 tentang Akuntansi Aset Tidak Berwujud Berbasis Akrual telah dengan jelas mengatur mengenai ATB.028.887. Selain itu.076. 1.389.598. 2. Sebenarnya.320. pada tahun 2016 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomer 251/PMK.06/2015 akan memulai menerapkan amortisasi atas ATB. dan penyajian ATB pada LKKL.00 71.464. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah Universitas Indonesia . permasalahan berkisar pada dokumen yang kurang memadai sehingga kepemilikan ATB masih diragukan dimana salah satu syarat suatu aset diakui sebagai ATB adalah identifikasi dan pengedalian.058. sedangkan pada poin (b).302.231. permasalahan berkisar pada penatausahaan ATB pada masing-masing K/L. Ketidaktepatan dalam pengidentifikasian nilai ATB akan menimbulkan keselahan dalam pengalokasian beban melauli beban amortisasi dimana pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja K/L pada Laporan Operasional.0 0 307. Penatausahaan disini mencangkup pengakuan.969. Kementerian Pekerjaan Umum Nilai 691. Kementerian/Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat LAPAN 3. Selain permasalahan diatas. pengukuran. Pada permasalahan poin (a) dimana terdapat ATB yang tidak termanfaatkan. disini terlihat bahwa sebenarnya ATB dimaksud sebenarnya sudah tidak boleh di sajikan dalam laporan keuangan karena tidak adanya manfaat ekonomi yang didapat dari kepemilikannya.00 298.

2. Perumusan Masalah Penelitian Dari latar belakang permasalahan yang telah diungkapkan. 2) faktor apa saja yang menjadi permasalahan dalam pengakuan. perumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Pada titik mana dan mengapa Kementerian/Lembaga mengalami masalah dalam pengakuan. dan penyajian ATB pada LKKL. menganalisa dan memberi rekomendasi mengenai pengakuan. akan sulit dalam melakukan pemetaan permasalahan riil pada lapangan yang sangat berguna dalam mengatasi berbagai kendala yang ada. pengukuran. pengukuran. Manfaat Penelitian Universitas Indonesia .5 mengeluarkan PMK 219/PMK. Permasalahan yang timbul menunjukkan bahwa masih ada keterbatasan pada pihak Kementerian/Lembaga dalam mengimplementasikan berbagai peraturan diatas. pengukuran. Dengan tidak adanya identifikasi berbagai permasalahan tersebut. dan penyajian ATB pada laporan keuangan?. 4. tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan penelitian di atas.05/2013 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat juga telah mengatur mengenai ATB. dan penyajian ATB? 3) Apakah permasalahan yang dihadapi oleh K/L sudah diberi pedoman yang cukup dalam standar atau peraturan yang ada sehingga diperlukan pedoman tambahan? 3.

Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada permasalahan terkait penatausahaan (pengakuan. 5. Manfaat bagi dunia akademik Hasil dari penelitian ini akan menambah referensi bagi dunia akademis terkait dengan pengakuan. pengukuran. dan Pemerintah serta Penyususn Standar. Manfaat bagi Pemerintah dan Penyusun Standar Hasil penelitian ini akan memberi manfaat bagi Pemerintah dan Penyusun Standar untuk mengidentifikasi permasalahan pada level pelaksanaan peraturan sehingga dapat memberi masukan pada penyusunan peraturan atau pedoman. pengukuran. dan penyajian) Aset Tidak berwujud pada 12 Kementerian/Lembaga sesuai hasil pemeriksaan BPK atas pengendalian Intern pada LKKP Tahun 2015. pengukuran. Manfaat bagi Kementerian/Lembaga Hasil penelitian ini akan memberi manfaat bagi Kementerian/Lembaga dalam mengidentifikasi permasalahan terkait pengakuan. Universitas Indonesia . Kementerian/ Lembaga.6 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik. dan penyajian ATB pada LKKL. Batasan atas pembahasan pada penelitian ini antara lain: 1) Penatausahaan (pengakuan.05/2013. dan Buletin Teknis KSAP Nomer 17. pengukuran. dan penyajian) Aset Tidak berwujud pada 12 Kementerian/Lembaga mengacu pada Peraturan Pemerintah No. Peraturan Menteri Keuangan Nomor. c. dan penyajian ATB di lingkungan pemerintahan dan selanjutnya dapat menjadi bahan kajian untuk penelitian berikutnya. 219/PMK. b. a. 71 Tahun 2010.

penelitian studi kasus sangat menekankan analisis kontekstual rinci dari sejumlah peristiwa atau kondisi dan hubungan mereka. Metodologi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan metode satu permasalahan studi kasus dengan beberapa unit yang berbeda (Single case study with multiple embedded units) dan pendekatan analisa menggunakan metode campuran (mixed method) untuk menganalisis secara mendalam permasalahan yang yang ada. 3) Objek Penelitian dalam penelitian ini adalah 12 Kementerian/Lembaga yang terdapat pada Hasil Pemeriksaan BPK atas Sistem Pengendalian Intern LKKP 2015. Data primer disini diperoleh melalui kuisioner dan wawancara sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi melalui data-data yang diperoleh dari berbagai sumber. 6. Selain itu.7 2) Penelitian didasarkan pada LKKL Kementerian/Lembaga tahun 2015 yang dikonsolodasikan ke LKPP tahun 2015. 4) Responden dalam penelitian ini di fokuskan kepada bagian yang menangani masalah penatausahaan ATB pada 12 K/L dimana bagian tersebut dipandang memahami masalah penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. data diperoleh Universitas Indonesia . Pada tahap pertama. menyebutkan bahwa studi kasus merupakan metode yang unggul dalam memahami masalah yang kompleks dan dapat menambah pemahaman tentang apa yang sudah diketahui melalui penelitian sebelumnya. Dooley (2002).

78. Jakarta. 2003. Buletin Teknis No. IPSAS 31. Daniel C. IFAC. penulis akan melakukan wawancara ke berbagai sumber diantaranya: sampel pada Kementerian/Lembaga. McSwain. Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Sistem Pengendalian Intern. 2nd ed. 71. Jakarta. 17 tentang Akuntansi Aset Tak Berwujud Berbasis Akrual. New York: IFAC. KSAP . Dwayne N. Apr 2008. 2010. Jakarta. KSAP. data akan di analisis untuk mencari jawaban sesuai dengan tujuan penelitian ini. 7. Pada tahap kedua.8 melalui kuisioner yang akan dibagikan kepada Kementerian/Lembaga dalam studi ini. BPK. 4.Benco. 2008. berdasarkan data yang ada. para ahli baik dari pembuat kebijakan ditingkat pemerintah maupun pada tingkat komite standar. BPK RI. 2010. 2014. Accounting & Tax Database pg. Referensi RI. Universitas Indonesia . New York: IFAC. Standar Akuntansi Pemerintahan.Patton. The CPA Journal. Terry K. Intangibles: Governments’ Forgotten Capital Assets. Transition to the Accrual Basis of Accounting: Guidance for Governments and Government Entities. Tahap kedua ini dilakukan guna memperkuat kesimpulan atas hasil penelitian yang telah dianalisa pada tahap pertama. Peraturan Pemerintah No. Intangible Assets. Setelah data diperoleh. 2016. 40.

2010. 4. International Journal on Governmental Financial Management Vol. and Mixed Methods Approaches. Quantitative. Case Study Research and Theory Building. GASB Statement No. Social Science Electronic Publishing. International Consortium on Governmental Financial Management. 2004.R. 2002. 51: New Guidance on Accounting and Financial Reporting for Intangible Assets. 2010. Sage Publications. International Journal of Business Research. Dooley. 3 August 2002 335-354. Inc. Zameeruddin. 2009. Inc. 2. No. Universitas Indonesia . 3rd ed.06/2015 tentang Tata Cara Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. 2. John W. Vol. No. Measuring the Convergence Degree between Accounting and Valuation Standards: Case Study on Intangible Assets. Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 219/PMK. Research Design: Qualitative. Inc. Crina Filip. X No. Cristina Silvia Nistor.9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 251/PMK. 10. C. Deaconu. Advances in Developing Human Resources Vol. Kothari. and Dan Cuzdriorean. Rizvana.05/2013 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Pusat. Research Methodology: Methods & Techniques. Los Angeles: Sage Publication. New Delhi: New Age International (P) Ltd. Creswell. page 67. Larry M. 2 nd ed.

pp. Terry K. Lynne G. Dalam jurnal ini juga dibahas masalah pengakuan ATB atas pengembangan dan pembuatan ATB yang dilakukan sendiri oleh Pemerintah. Saat ini. Benco Penelitian yang dipublikasikan melalui The CPA Journal Tahun 2008 ini meneliti seputar permasalahan yang terjadi dalam pengimplementasian GASB Statement 34 dan GASB Statement 51 pada sektor publik di Amerika Serikat. dan jika valuasi aset tersebut dianggap tidak materiil. 13 (1987). Universitas Indonesia . 1987. pengukuran dan implementasi peraturan atau standar seputar Aset Tidak Berwujud sudah dilakukan sebelumya antara lain oleh: 1) Dwayne N. Saran terhadap penelitian selanjutnya diharapkan dapat menentukan signifikansi atas aset tidak berwujud dari perspektif pengakuan dan pelaporan. McSwain. Misalnya. 443-464. Patton. maka diperlukan pedoman untuk mencatat dan melaporkan aset tersebut secara tepat. Annual Review of Sociology .10 Zucker. dan nilai mereka material. Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai permasalahan dalam pengakuan. JSTOR. Di sisi lain. Institutional Theories of Organization. Masalah yang dihadapi berkisar pada masalah pengidentifikasian dan pengakuan ATB pada laporan keuangan. dan Daniel C. jika pemerintah mengidentifikasi aset tidak berwujud yang dimiliki. 8. maka biaya atas aset tersebut dapat dibebankan sebagai biaya. Vol. jika pemerintah melakukan identifikasi keberadaan aset tidak berwujud.

apakah semua ATB diamortisasi? Setelah berdiskusi dan berunding dengan FASB. dan American Institute Akuntan Publik (AICPA). akhirnya GASB menerbitkan Pernyataan 51 untuk memperjelas pedoman yang ada. banyak muncul pertanyaan oleh akuntan sektor publik di AS tentang pedoman mengenai pelaporan dan akuntansi atas aset tidak berwujud. Universitas Indonesia . X No. bagaimana seharusnya ATB yang dibuat secara internal dihargai. Beberapa pertanyaan yang timbul atas panduan yang ada adalah: haruskah easement right dilaporkan. 2) Rizvana Zameeruddin Pemelitian yang dimuat dalam International Journal on Governmental Financial Management Vol. Goodwill and Other Intangible Assets. Sebelum diterbitkannya GASB statement 51. 142. and Financial Accounting Standards Board (FASB) Statement No. Aset tidak berwujud sebelum penerbitan statement 51 dilakukan berdasarkan statement 34 yang mendefinisikan aset tidak berwujud sebagai “capital assets” dimana hal tersebut sejalan dengan Accounting Principles Board Opinion (APB) No. bagaimanakah seharusnya hak atas penguasaan air dilaporkan.11 tidak ada panduan khusus tentang pengakuan atau pelaporan tersebut oleh GASB. 2 Tahun 2010 ini menulis tentang sejarah lahirnya pedoman baru (GASB Statement 51) atas akuntansi dan pelaporan keuangan atas aset tidak berwujud di sektor publik Amerika Serikat. haruskah aset yang disumbangkan ke pemerintah dilaporkan berbeda dari aset yang dibeli. 17. Intangible Assets. Internasional Dewan Standar Akuntansi (IASB).

12 3) Adela Deaconu. Rencana Jadwal Pelaksanaan Penelitian Universitas Indonesia . 9. sedangkan untuk perlakuan terhadap penilaian terlihat adanya ada tingkat kesamaan yang sangat tinggi. Penyebab utama perbedaan ini muncul menjadi conceptual outlook and disclosure requirements. dan Dan Cuzdriorean Penelitian yang dipublikasikan melalui International Journal of Business Research. Dalam hal ini. No. 10. Rekomendasi dari penelitian ini untuk dua pembuat standar dapat memicu pertumbuhan kepercayaan pengguna dalam valuasi berdasarkan IVS. Vol. Penelitian ini mengukur konvergensi antara fair value accounting dan penilaian berdasar pada peraturan dalam kasus aset tidak berwujud. Temuan menunjukkan tingkat konvergensi moderat antara aturan akuntansi dan penilaian. menjadi lebih jelas ditentukan dan lebih konsisten dalam penjelasan dan pengungkapan. serta peningkatan kegunaan pelaporan keuangan dengan mengurangi asimetri informasi. Cristina Silvia Nistor. tahun 2010 ini berjudul Measuring the Convergence Degree between Accounting and Valuation Standards: Case Study on Intangible Assets. Crina Filip. 2. analisis melalui pendekatan empiris atas aturan akuntansi dan aturan penilaian dan faktor-faktor penentu kesamaan atau ketidaksamaan antara mereka.

Dr.13 10. penulis mengajukan alternatif dosen pembimbing sebagai berikut: 1. M. S. Acc 3.. Amdy Very Dharma.M.H. Deddi Nordiawan Universitas Indonesia . M. 2. Usulan Dosen Pembimbing Untuk membantu memberikan bimbingan dalam pelaksanakan penelitian dan penyelesaian tesis ini. Yusuf Jhon.