BAB I

PENDAHULUAN
Hiperurisemia merupakan keadaan meningkatnya kadar asam urat
dalam darah di atas normal (≥ 7,0 mg/dL) (Hidayat 2009). Hiperurisemia bisa
terjadi karena peningkatan metabolisme asam urat, penurunan pengeluaran
asam urat urin, atau gabungan keduanya (Sudoyo et al., 2007). Prevalensi
hiperurisemia kira-kira 2,6-47,2% yang bervariasi pada berbagai populasi
(Hidayat, 2009). Hiperurisemia dapat diobati dengan urikosurik yang bekerja
dengan cara meningkatkan eliminasi asam urat dan urikostatik yang bekerja
dengan cara mengurangi pembentukan asam urat (Mutschler, 1986).
Hiperurisemia merupakan keadaan meningkatnya asam urat dalam
darah akibat gangguan metabolism purin. Nukleotida ini bukan merupakan
protein esensial karena lima puluh persen lebih purin berasal dari metabolism
tubuh sendiri. Sebagai bagian dari materi genetic (DNA dan RNA), purin terdiri
atas guanine dan adenine. Salah satu produk limbah purin pada manusia adalah
asam urat yang sulit larut dalam urin. Hiperurisemia pada manusia dapat
bermanifestasi sebagai penyakit pirai (penyakit gout) yang dapat berupa
inflamasi sendi (arthritis gout), pembentukan tofus (endapan asam urat) dalam
tulang dan tulang rawan (misalnya pada daun telinga) atau batu kemih.
Penumpukan asam urat dalam jaringan kerangka dapat menimbulkan cacat
(deformitas), sedangkan batu kemih bisa mnegakibatkan gagal ginjal. Prevalensi
hiperurisemia di masyarakat diperkirakan antara 2,3 sampai 17,6%. Sedangkan
prevalensi gout bervariasi antara 1,6 sampai 13,6 per seribu penduduk.
Prevalensi pada laki-laki 24,5% dan perempuan 23,9%, sedangkan prevalensi

.4%.gout 6. Pada makalah ini akan dibahas mekanisme terjadinya hiperurisemia dan obat-obat yang digunakan untuk mengobatai hiperurisemia dan gout.

2002. Kadar asam urat dalam darah tergantung dari keseimbangan antara metabolisme purin dan asupan makanan mengandung purin. I. 2002). 2002.1. hiperurisemia didefinisikan sebagai kadar asam urat darah di atas dua standar deviasi hasil laboratorium pada ratarata populasi (Shipley. Qazi. Secara statistik. Kadar asam urat rata-rata menurut umur dan gender dapat dilihat pada tabel 2.2) (Shipley. 2005).1) (Shipley.BAB II PEMBAHASAN I. dan eliminasi atau ekskresi asam urat oleh ginjal dan intestin (Gambar 2.1 Definisi Hiperurisemia Hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah di atas normal. Akan tetapi terkait resiko gout. hiperurisemia didefinisikan sebagai hipersaturasi kadar asam urat (Hawkins. Hawkins. 2005).2 Patofisiologi Asam urat adalah produk akhir dari degradasi atau metabolisme purin (Gambar 2. Hawkins. 2005. . 2005).

Kolkisin mampu mengurangi frekuensi serangan gout akut. 2000). Digunakan untuk terapi serangan gout akut dan terapi profilaksis.2004) Gambar 2. Kolkisin Kolkisin merupakan alkaloid yang diisolasi dari Colchicum autumnale. mengurangi inflamasi dan nyeri (Mycek.8 Struktur kimiawi kolkisin .I.3 Obat-Obat yang digunakan Untuk mengobati Hiperurisemia 1. Berikut gambaran struktur kimiawinya : (Wagner.

Wagner. 2004) Penggunaan Terapi Aktivitas antiinflamasi dari kolkisin relatif spesifik terhadap gout. obat lain (contoh :indometasin) menjadi lebih superior dalam terapi gout akut. disebabkan karena adanya efek samping yang cukup mengganggu. lalu mencegah polimerisasinya menjadi mikrotubul. Kolkisin mempunyai efikasi yang jarang pada terapi arthritis jenis lain. Proses tersebut mengakibatkan terganggunya fungsi seluler granulosit. akan diabsorpsi dengan cepat dari saluran pencernaan. Meskipun kolkisin lebih spesifik sebagai terapi gout dibandingkan dengan obat golongan NSAIDs. tiMampu menghilangkan nyeri pada gout akut dalam waktu 12 jam. (Wagner.(Insel. Kolkisin diekskresikan melalui faeces dan urine. Kolkisin mampu menghambat pembelahan sel dengan berikatan dengan spindel mitotik dan juga mampu menghambat sintesis dan pelepasan leukotrien B4. lalu mencapai puncak kadar plasmanya tercapai dalam waktu 2jam. 2004) Farmakokinetik Kolkisin dapat dimasukkan per oral maupun intravena. Kolkisin juga digunakan sebagai terapi profilaksis episode arthritis gout yang rekuren. Ketika dimasukkan per oral. 1992. Selain .Mekanisme kerja Kolkisin berikatan dengan protein intraseluler tubulin. Terjadi penurunan kemampuan mobilisasi dan fagositosis granulosit.

hematuria dan oligouria. agranulositosis. (Wagner. 2004) Regimen Dosis Dosis profilaksis kolkisin adalah 0. Dosis total dapat . 2006) Efek Samping Beberapa efek samping kolkisin diakibatkan oleh kemampuannya menginhibisis polimerisasi tubulin dan pembelahan sel. 2004) Interaksi Obat Mampu meningkatkan toksisitas obat simpatomimetik dan efek depresan SSP (Susunan Saraf Pusat). Kolkisin sering menyebabkan diare. anuria. 2004) Kontraindikasi Riwayat hipersensitifitas. atau timbul mual dan diare.(Insel. Untuk menghilangkan nyeri serangan gout akut. neuritis perifer dan alopesia. syok. Sebaiknya obat ini tidak diberikan pada ibu yang sedang hamil. keadaan depletion elektrolit berat mempunyai penyakit kardiovaskulet dan ginjal.6mg 1-3 kali sehari. muntah dan nyeri abdomen. dosis yang diperlukan 0. koma hepatik. (Qazi. diare berdarah. Penggunaan secara kronis menyebabkan myopathy. (Wagner.2mg diikuti oleh 0. Juga dilaporkan terjadinya depresi SSP ascending yang dapat diterapi secara suportif. (Wagner. mual. kolkisin digunakan untuk mencegah serangan demam Mediterania akut dan mempunyai sedikit efek keuntungan dalam terapi arthritis sarkoid dan sirrosis hepatis. 2004) Intoksikasi akut setelah memakan alkaloid kolkisin dalam jumlah besar (non. . 1992.Wagner. anemia aplastik.6-1.6mg setiap 2jam sampai nyeri hilang.itu.terapeutik) ditandai dengan nyeri dan sensasi rasa terbakar pada tenggorokan.

Allopurinol menghambat tahap terminal dari biosintesis asam urat. (Insel. 1978) Mekanisme kerja Allopurinol merupakan obat yang efektif untuk terapi hiperurikemia primer maupun hiperurikemia sekunder yang diakibatkan kelainan hematologis maupun terapi antineoplastik. allopurinol mempunyai kemampuan antimetabolisme yang rendah untuk mengobati kanker. Sejak produksi asam urat berlebih memberikan kontribusi pada sebagian besar pasien gout. allopurinol dibuat sebagai obat antineoplastik. Wagner. 1992). pemberiannya harus terus dipantau jangan sampai melewati batas maksimumnya yaitu 6mg. Allopurinol Allopurinol diperkenalkan oleh Hitchings dan Elion. Allopurinol merupakan analog purin yang mampu mengurangi produksi asam urat dengan menghambat secara kompetitif dua tahap terakhir proses biosintesis asam urat yang dikatalisasi oleh enzim xantine oksidase (Mycek. Dalam perkembangannya.diberikan secara intravena jika perlu. allopurinol mampu memberi pendekatan rasional dalam terapi. 2004) 2.(Ellion. Pada mulanya. 2000). Berikut gambaran struktur kimiawinya : .( Harris. namun ternyata justru allopurinol ini mampu menjadi substrat dan inhibitor bagi enzim xanthin oksidase. 1999.

Diet purin sebetulnya bukan merupakan sumber utama asam urat. Begitu juga dengan metabolit allopurin yaitu alloxanthin (oxypurinol). keduanya mampu menjadi substrat enzim xantin oksidase. pemberian terapi allopurinol mempunyai DOA (Duration of Action) yang cukup panjang dan cukup diberikan sekali dalam sehari. Sehingga. oxypurinol juga mempunyai kemampuan untuk menghambat enzim xantin oksidase. 2004) Penggunaan Terapi Terapi gout dengan allopurinol seperti . Sumber utamanya adalah hasil degradasi asam nukleat yang diubah menjadi hipoxantin atau xantin yang mengalami pengoksidasian menjadi asam urat.(Wagner. Ketika tahap ini dihambat. Farmakokinetik Allopurinol dapat diabsorbsi sekitar 80% setelah pemberian per oral. Allopurinol dimetabolisme oleh enzim xantin oksidase. Metabolit yang dighasilkan. terjadi penurunan kadar urat dalam plasma dan penurunan penyimpanan urat disertai peningkatan kadar xantin dan hipoxantin yang lebih terlarut dalam plasma. Allopurin merupakan analog (isomer) hipoxantin.

Meskipun allopurinol merupakan pilihan pertama obat penurun kadar urat.2000. dosisnya harus dikurangi sekitar 75%. 2004) Efek Samping Serangan gout akut dapat terjadi pada terapi awal menggunakan allopurinol. (Mycek. Pada pasien dengan kadar urat dalam serum yang sangat tinggi. 5.. Pada pasien gout yang kadar asam urat dalam urin 24 jamnya mencapai 600-700mg (dengan diet bebas purin) 3. antikoagulan Allopurinol dan dapat meningkatkan konsentrasi Fe pada liver. diawali dengan harapan bahwa terapi ini akan berlangsung sementara. tidak seumur hidup. Pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal. Untuk terapi batu ginjal rekuren. terdapat urutan indikasi penggunaannya secara rasional sebagai berikut : 1. 2.Wagner. 4. Kemanan penggunaannya pada anak dan wanita hamil belum diteliti.halnya obat urikosurik. Disamping penggunaannya dalam gout. Untuk mencegah terjadinya serangan akut ini. 2004) Interaksi Obat Kemoterapeutik (antikanker) mercaptopurin yang diberikan bersamaan dengan allopurinol. allopurinol juga digunakan sebagai antiprotozoa dan diindikasikan untuk mencegah urikosuria masiv yang dapat menimbulkan efek pembentukan batu ginjal. Dalam terapi.5mg/dl. kolkisin ataupun indometasin harus diberikan pada periode awal terapi denagn menggunakan . (Wagner. Pada pasien dengan reaksi hipersensitifitas terhadap probenecid dan sulfinpirazon. kita harus dapat menurunkan kadar urat dalam serum hinggga mencapai angka kurang dari 6. 6. Allopurinol juga mampu meningkatkan menghambat efek metabolisme siklofosfamid probenecid . dan oral azahioprine. Pada kasus gout kronis bertophi.

(Wagner. Sulfinpyrazone adalah metabolik dari analog phenylbutasone. Obat-Obat Urikosurik Probenecid dan sulfinpyrazone adalah obat urikosurik yang dipakai untuk mengurangi timbunan urat tubuh pada pasien dengan pirai tofus atau pada mereka dengan serangan pirai yang terus meningkat. 2004) Intoleransi gastrointestinal dapat terjadi. (Mycek.allopurinol. Kecuali. 2004) Regimen Dosis Dosis awal allopurinol adalah 100mg per hari. Kolkisin atau NSAIDs sebaiknya diberikan pada minggu-minggu awal pemberian allopurinol untuk mencegah serangan gout akut yang terkadang dapat terjadi. depresi sumsum tulang. allopurinol dapat berikatan dengan lensa mata dan menyebabkan katarak. muntah dan diare. tergantung kadar asam urat dalam serum.Pada kasus yang sangat jarang. . jika allopurinol diberikan bersama-sama dengan probenecid maupun sulfinpirazon.Wagner. 2004) Susunan kimia Obat-obat urikosurik adalah asam organik dan dengan demikian bekerja pada tempat pengangkutan anionik dari tubulus ginjal. seperti mual.Wagner. Reaksi hipersensitivitas seperti kemerahan pada kulit adalah gejala yang sering dan muncul pada sekitar 3% pengguna allopurinol. (Wagner.2000. Terdapat neuritis perifer. vaskulitis nekrotik. Bisa diingkatkan sampai 300mg per hari. (Mycek. 2004) 3.2000. dan juga anemia aplastik.

ia juga diserap kembali dan disekresi dibagian tengah dari tubulus proksimal. Dengan bertambahnya ekresi asam urat maka predisposisi pembentukan batu ginjal lebih besar sehingga volume urin harus dipertahankan pada tingkat tinggi dan paling tidak pada awal .Farmakokinetik Probenecid diserap kembali seluruhnya oleh tubulus ginjal dan dimetabolisme dengan sangat lambat. Seperti banyak asam lemah lainya. 2004) Farmakodinamik Asam urat difiltrasi dengan bebas pada glomerulus. Karena ekskresi asam urat meningkat maka timbunan uratpun menurun.Sekalipun demikian. (Wagner. Sulfinpyrazone diekresikan dengan cepat oleh ginjal. Obat-obat urikosuruk yaitu probenecid dan sulfinpyrazone mempengaruhi tempat-tempat pengangkutan aktif ini sehingga reabsorbsi bersih dari asam urat dalam tubulus proksimal dikurangi. durasi efeknya setelah pemakaian oral hampir sama panjangnya seperti durasi probenecid.

Anti Inflamasi Non Steroid Selain menghambat sintesis prostaglandin.pengobatan pH urin dipertahankan diatas 6. (Wagner. 2004) 4. 2004) Dosis Probenecid biasanya dimulai pada dosis 0. Harus diberikan dalam dosis terbagi bersama makanan untuk mengurangi efak gastrointestinal yang tidak diinginkan. (Wagner. (Wagner. Sulfinpyrazone dan probenecid sekalipun jarang bisa menyebabkan anemia aplastik. Kedua asam organik ini menyebabakan iritasi gastrointestinal. tetapi sulfinpyrazone lebih aktif dalam hal ini. 2004) Indikasi Terapi urikosurik harus dimulai jika terjadi beberapa serangan arthritis pirai akut.5 mg secara oral setiap hari dalam dosis terbagi. (Wagner. bilamana bukti tofus tampak. dimulai pada dosis oral 200 mg sehari. (Wagner.0 dengan pemberian alkali. Terapi sebaiknya tidak dimulai sebelum 2-3 minggu sesudah serangan akut. tetapi ruam bias nampak sesudah penggunan salah satu dari keduanya. Probenacid lebih mungkin menyebabkan dermatitis alergika. AINS juga menghambat fagositosis kristal urat. 2004) Efek-efek yang tidak diinginkan Efek-efak yang tidak diinginkan tidak memberi dasar untuk menyukai suatu agen urikosurik atau yang lainnya saja. 2004) Kontraindikasi dan kewaspadaan Sangat penting sekali untuk mempertahankan volume air seni yang besar untuk mengurangi pembentukan batu. Sindrom nerfotik telah terjadi akibat pemakaian probenezid. meningkat sampai 1 gram sehari setelah satu minggu Sulfinpyrazone. meningkat sampai 400-800 mgsehari. atau bilamana kadar plasma asam urat pada pasien dengan pirai begitu tinggi sehingga kerusakan jaringan hampir tidak bisa dihindari. Sejumlah AINS yang lebih baru juga telah digunakan dan .

Semua kecuali satu dari AINS adalah asam organik lemak. Semua AINS lain kecuali aspirin. Sekalipun ada banyak perbedaan dalam kinetika AINS. 2004) Farmakokinetk AINS Dikelompokkan dalam berbagai kelompok kimiawi.Kenyataanya tingkat iritasi saluran cerna bagian bawah berkorelasi dengan jumlah sirkulasi enterohepatik. Sebagian besar dari obat AINS sangat dimetabolisme. Sebagian besar dari AINS berikatan protein tinggi (≥ 98%). 2004) Sekalipun ekskresi ginjal adalah rute yang paling penting untuk eliminasi terakhir. (Wagner. Keanekaragaman kimiawi ini memberi sebuah rentang karakteristik farmakokinetik yang luas. dan makanan tidak mempengaruhi bioavailabilitas mereka secara substansial. merupakan suatu produk keton yang dimetabolisme menjadi obat aktif yang asam. tetapi sifat-sifat antiinflamasi merekalah yang membuat mereka paling baik dalam menangani gangguan-gangguan dengan rasa sakit yang . hampir semuanya melalui berbagai tingkat empedu dan penyerapan kembali (sirkulasi enterohepatik). 2004) Farmakodinamik Aktivitas anti inflamasi dari AINS terutama diperantarai melalui hambatan biosintesis prostaglandin.secara sukses berhasil pada episode akut. Perkecualian tersebut adalah nabumetone.Sebagian besar dari obat-obat ini diserap dengan baik. (Wagner. mereka mempunyai beberapa karakteristik umum yang sama. Semua AINS didapatkan dalam cairan sinovial setelah pemberian berulang kali. (Wagner. AINS memiliki kemampuan untuk menekan tanda-tanda dan gejala inflamasi. salisilat dan tolmetin telah berhasil baik dalam mengobati episobe pirai akut. Obat-obat ini mempunyai efek antipiretik dan analgesik. biasanya dengan albumin.

pengobatan gout mempunyai tujuan untuk meredakan serangan gout akut. 2004) AINS bekerja menghambat aktivitas Siklooksigenase sehingga mengurangi pembentukan prostaglandin yang memodulasi beberapa aspek inflamasi. ginjal dan jaringan lainnya.(Wagner.2): 1.2005) Strategi terapi gout terbanyak melibatkan penurunan kadar asam urat di bawah titik saturasi sehingga mencegah terbentuknya deposit kristal urat. melisiskan kristal urat dan juga mencegah komplikasi deposit kronis kristal urat pada persendian. menghambat sintesis asam urat melalui allopurinol 2. Hal tersebut dapat tercapai dengan jalan (gb.Hawkins .dihubungkan dengan intensitas proses inflamasi. (Mycek. meningkatkan ekskresi asam urat dengan probenecid atau . 2000. mencegah terjadinya episode gout rekuren. 2000)) Terapi Gout Secara umum. (Mycek.

sulfinpyrazone 3. tergantung kepada manifestasi klinis gout yang muncul. NSAIDs (Non-Steroid Anti Inflamation Drugs)terkecuali aspirin -.2000) Terdapat perbedaan penatalaksanaan terapi gout. mengurangi nyeri dan inflamasi melalui penggunaan kortikosteroid. analgesik (Mycek. . menghambat masuknya leukosit terhadap persendian yang mengandung kristal urat melalui kolkisin 4.

1999). 1999). ( Harris. hiperkolesterolemia. 2005) Munculnya serangan gout akut dan nefrolitiasis pada keadaan hiperurisemia asimptomatis dapat dicegah dengan mengontrol pola makan. hiperkolesterolemia. nefrolitiasis dan juga nefropati akibat deposit kronis kristal urat. Qazi. Hawkins.5. mengurangi konsumsi alkohol. seperti keadaan obesitas. ternyata berdasarkan data-data yang ada. seperti keadaan obesitas. Namun. (Hawkins. nefropati gout sangat jarang terjadi pada keadaan klinis hiperurisemia tanpa gout (asimptomatis). Hal tersebut belum dipandang perlu karena komplikasi yang mungkin terjadi dari keadaan hiperurisemia asimptomatis dapat dicegah dengan pengontrolan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat. (Harris. Pencegahan nefropati akibat deposit kronis kristal urat menjadi indikasi kuat pentingnya pemberian terapi obat . Terapi Hiperurisemia Asimptomatis Ketika seseorang teridentifikasi mengalami hiperurisemia.2006). (Hawkins. Hal yang perlu diwaspadai pada keadaan hiperurisemia adalah adanya kemungkinan munculnya serangan gout akut.Banyak pertanyaan mengenai keadaan hiperurisemia asimptomatis apakah juga merupakan indikasi untuk pemberian obat atau tidak. Penyebab penyakit ginjal terbesar adalah hipertensi dan atherosklerosis. 1999) .1999.2005. Fakta yang ada juga menunjukkan adanya peningkatan kadar asam urat berpengaruh sangat lemah terhadap munculnya penyakit ginjal. pengkonsumsian alkohol maupun makanan tinggi purin. pengkonsumsian alkohol maupun makanan tinggi purin. mengurangi obesitas dan intake cairan adekuat. 2005) Dapat disimpulkan bahwa pada keadaan hiperurisemia simptomatis tidak direkomendasikan terapi pengobatan. (Harris. faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat sebaiknya terus dikontrol. (Harris.

III. Hiperurisemia bisa terjadi karena peningkatan metabolisme asam urat.0 mg/dL) (Hidayat 2009).2 Saran Untuk penderita hiperurisemia sebaiknya mengurangi mengonsumsi makanan yang tinggi kadar purinnya .BAB III PENUTUP III. Kelainan ini dapat diobati dengan obat-obat urikostatik seperti allopurinol maupun urikosurik seperti probenecid dan apat pula digunakan obat-obat AINS untuk menghilangkan nyeri. atau gabungan keduanya.1 Kesimpulan Hiperurisemia merupakan keadaan meningkatnya kadar asam urat dalam darah di atas normal (≥ 7. penurunan pengeluaran asam urat urin.

. 61(9):541-5 4. Edisi 20. 2004 . 2009. 3. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Andry.. D. 1987. Hediger MA. PAPDI. Martin. 2. diterjemahkan oleh Darmawan. Hatono.DAFTAR PUSTAKA 1. Dr. Review. Physiology and biochemistry of uric acid. W. EGC. Ther Umsch. Metabolisme Nukleotida Purin dan Pirimidin dalam Biokimia Harper. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Interna Publishing: Jakarta 2. Iyan. PubMed PMID: 15493112.