Patofisiologi Multiple sklerosis

Multiple sklerosis atau penyakit demyelinisasi merupakan penyakit autoimun yang bersifat
progresif dan meupakan penyakit neurologi yang paling sering ditemukan pada anak muda
(Agboizebeta, 2012) . penyakit ini meerupakan penyakit idiopatik dan berulang yang
melibatkan substansia alba pada system saraf pusat. Penyakit ini menyerang selubung myelin
akson. Pada multiple sklerosis, inflamasi yang terjadi menyebabkan myelin menghilang
Kerusakan pada selubung myelin menyebabkan terganggunya hubungan antar akson dalam
susunan saraf pusat pada otak dan corda spinalis (Lutfi, 2010). Proses patologis yang utama
adalah terjadinya demyelinasi pada serabut myelin akson tanpa menutup kemungkinan terjadi
juga kerusakan pada akson tersebut. Kerusakan myelin berhubungan dengan proses infiltrasi
sel mononuclear perivaskuler lokal diikuti terjadinya kerusakan myelin yang disebabkan oleh
makrofag. Pada tahap selanjutnya secara khas terjadi proliferasi astrosit yang disertai
terbentuknya jaringan fibroglial. Patofisiologi multiple sklerosis yang pasti sampai saat ini
masih belum jelas penyebabnya. Kemungkinan pemicu serangan multiple sklerosis
berhubungan dengan factor imun, infeksi, trauma, stress, kelelahan, peningkatan suhu tubuh,
reaksi abnormal dari obat atau vaksinasi, dan factor-faktor herediter (Lutfi, 2010).

Lutfi, D., Prasetiyono, H., Loebis, R., Suhartono, G., Yogiantoro, D. 2010. Bilateral Optic
Neuritis in Children Due to Multiple Sclerosis. Vol. 7, No. 4. Jurnal Oftalmogi Indonesia
Available at : http://journal.unair.ac.id/filerPDF/JOI%20Vol%207%20No%204%20Des
%202010%20(Delfitri%20L).pdf [Accessed : 7/04/2015 16:20 WITA]
Agboizebeta, I.A., Chukwuyeni, O.J. 2012. Cognitive Analysis of Multiple Sclerosis Utilizing
Fuzzy Cluster Means. Vol. 3, No. 1. International Journal of Artificial Intelligence &
Applications (IJAIA)
Available at : http://airccse.org/journal/ijaia/papers/3112ijaia03.pdf [Accessed : 07/04/2015
16:30 WITA]