PENDIDIKAN DI INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN

Pendidikan selama penjajahan Belanda dapat dipetakan kedalam 2 (dua) periode besar,
yaitu pada masa VOC dan masa pemerintah Hindia Belanda. Pada masa VOC, yang merupakan
sebuah kongsi (perusahaan) dagang, kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan tidak lepas
dari maksud dan kepentingan komersial. Pendidikan digunakan sebagai sarana untuk
menyebarkan agama Katolik. Setelah VOC dibubarkan, pada tahun 1808 Raja Belanda menunjuk
Gubernur Daendels untuk memperbaiki pemerintahan sebelumnya. Didalam lapangan
pendidikan Deandels memerintahkan kepada Bupati-bupati di Pulau Jawa agar mendirikan
sekolah atasa uasaha biaya sendiri untuk mendidik anak-anak mematuhi adat dan kebiasaan
sendiri. Kemidian Deandels mendirikan sekolah Bidan di Jakarta dan sekolah ronggeng di
Cirebon. Kemudian Pada masa (interregnum inggris) pemerintahan Inggris (1811-1816) tidak
membawa perubahan dalam masalah pendidikan walaupun Sir Stamford Raffles seorang ahli
negara yang cemerlang. Ia lebih memperhatikan perkembanagan ilmu pengetahuan, sedangkan
pengajaran rakyat dibiarkan sama sekali. Tahun 1826 lapangan pendidikan dan pengajaran
terganganggu oleh adanyan usaha-usaha penghematan. Sekolah-sekolah yang ada hanya bagi
anak-anak Indonesia yang memeluk agama Nasrani. Alsannya adalah karena adanya kesulitan
financial yang berat yang dihadapi orang Belanda
Secara umum sistem pendidikan khususnya system persekolahan didasarkan kepada
golongan penduduk menurut keturunan atau lapisan (kelas) social yang ada dan menurut
golongan kebangsaan yang berlaku waktu itu, yaitu :
1. Pendidikan Rendah (Lager Onderwijs
Pada hakikatnya pendidikan dasar untuk tingkatan sekolah dasar mempergunakan system
pokok yaitu:
A.
1)
2)
3)

Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.
Sekolah rendah Eropa
Sekolah Cina Belanda, yaitu HCS (Hollands Chinese school)
Sekolah Bumi putra Belanda HIS (Hollands inlandse school)

B. Sekolah rendah dengan bahasa pengantar bahasa daerah
1) Sekolah Bumi Putra kelas II (Tweede klasee)

Sekolah Lanjutan = Menengah 1) MULO (Meer Uit gebreid lager school) 2) AMS (Algemene Middelbare School) 3) HBS (Hoobere Burger School) 3. Jenis sekolah kejuruan yang ada adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sekolah pertukangan (Amachts leergang) Sekolah pertukangan (Ambachtsschool) Sekolah teknik (Technish Onderwijs. Pendidikan pertanian (landbouw Onderwijs). dan indoktrinasi ketat. latihan kemiliteran. Pendidikan Tinggi (Hooger Onderwijs) Karena terdesak oleh tenaga ahli. Oleh karena itu pelajar-pelajar di haruskan latihan phisik. Pendidikan keguruan (Kweekschool). Sejak masa Jepang bahasa dan istilah-istilah mulai dipergunakan di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan. maka didirikanlah: 1) Sekolah Tehnik Tinggi (Technische Hoge School). 4. 2) Sekolah Hakim Tinggi (Rechskundige Hoge school). Sistem persekolahan pada masa penjajahan Jepang banyak mengalami perubahan karena sestem penggolongan baik menurut golongan bangsa maupun status sosial dihapus. Sekolah Dasar. Pendidikan kejuruan kewanitaan (Meisjes Vakonderwijs). Pada akhir masa Jepang terdapat tanda-tanda tujuan pendidikan menjepangkan anak-anak Indonesia. waktu itu dipergunakan istilah Sekolah Rakyat (Kokumin Gakko).2) Sekolah Desa (Volksschool) 3) Sekolah Lanjutan (Vorvolgschool) 4) Sekolah Peralihan (Schakelschool) 2. Dengan demikian terdapat integrasi terhadap macam-macam sekolah yang sejenis. 3) Pendidiakn tinggi kedokteran. Pendidikan Rumah Tangga (Huishoudschool). Pada masa pemerintahan Jepang tujuan pendidikan adalah menyediakan tenaga-tenaga cumacuma (Romusha) dan prajurit-prajurit untuk membatu perperangan bagi kepentingan Jepang. Pendidikan Dagang (Handels Onderwijs). Pendidikan Kejuruan (vokonderwijs ) Sebagai pelaksanaan politik etika pemerintah belanda banyak mencurahkan perhatian pada pendidikan kejuruan. .

Yang berbeda hanya nama sekolah. Oleh karena itu semua mendapat kesempatan yang sama. Hambir semua perguruan tinggi di tutup. Lama pendidikannya enam tahun. apalagi perguruan tinggi. Apabila di gambarkan dalam satu bagan. sebaliknya Jepang membuka sekolah Tinggi Pamompraja (Kenkoku Gakuin) di Jakarta dan Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan di Bogor. . Lama pendidikannya tiga tahun untuk SMP dan tiga tahun untuk SMT. sistem persekolahan masa pendudukan Jepang tidak jauh menyimpang dan mirip dengan system persekolahan sesudah kemerdekaan. Sebagai kelanjutannya adalah Sekolah Menengah Pertama (Shoto Chu Gakko) dan selanjutnya Sekolah Menengah Tinggi (Koto Chu Gakko). Sekolah kejuruan menengah yang ada ialah Sekolah Pertukaran (Kogyo Gakko) dan Sekolah Teknik Menengah (Kogyo Semmon Gakko). Sedangkan Sekolah Hukum dan MOSVIA di tiadakan. sedang jenis sekolah kejuruan.terbuka untuk semua golongan penduduk. sangat terbatas. tetapi yang masih ada ialah Sekolah Tinggi Kedokteran (Ika Dai Gakko) di Jakarta dan Sekolah Teknik Tinggi ( Kogyo Dai Gakko) di Bandung. Kalau MOSVIA di tutup. Jalur-jalur sekolah dan pendidikan menurut penggolonganketurunan bangsa ataupun status sosial sudah di hapus. Dengan disederhanakan system pendidikan dan persekolahan di masa pendudukan Jepang maka kesempatan belajar terbuka lebar lagi bagi semua golongan semua penduduk d Indonesia. Sebaliknya pada masa Jepang didirikan Sekolah Pelayaran dan Sekolah Pelayaran Tinggi.