MAKALAH TENTANG PENGAMPUNAN PAJAK

(AMNESTI PAJAK)

NAMA KELOMPOK:
Kathleen Wiratan (13130210054)
Evelyn (14130210023)
Sindy Saputri (14130210009)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengampunan Pajak atau Amnesti Pajak dilakukan karena beberapa hal yaitu moderasi
pertumbuhan ekonomi global, perekonomian Amerika yang belum stabil, perlambatan
pertumbuhan Tiongkok, ketidakpastian kebijakan moneter, harga komoditas menurun, dan risiko
geopolitik: Timur tengah dan Brexit.
Dimana, beberapa hal tersebut memberikan dampak yang tidak baik bagi Indonesia seperti
perlambatan ekonomi Indonesia, defisit neraca perdagangan, defisit anggaran membesar,
penurunan laju pertumbuhan sektor industri/manufaktur, dan infrastruktur gap yang masih tinggi.
Kondisi tersebut mengakibatkan penggangguran, kemiskinan serta kesenjangan makin
meningkat sehingga kita harus menemukan sumber pertumbuhan ekonomi yang baru bagi
Indonesia.
Indonesia mencari sumber investasi dari luar negeri sehingga peluang investasi di Indonesia
terbuka lebar atau repatriasi yang berarti menanamkan harta yang diungkap dalam program
pengampunan pajak kedalam instrument investasi yang telah ditentukan.
Indonesia harus melakukan hal ini sekarang karena negara ini membutuhkan banyak dana
untuk pembangunan yang berkelanjutan serta inklusif, Automatic Exchange Of Information
(AEOI) akan dilakukan sebentar lagi paling lambat 2018 yang menyebabkan revisi UU
Perbankan untuk keterbukaan data bagi perpajakan, dan kepatuhan perpajakan secara
keseluruhan masih rendah sehingga partisipasi masyarakat dalam pembangunan optimal.
Wajib Pajak harus mengikuti amnesti pajak karena kebijakan Amnesti Pajak adalah terobosan
kebijakan yang didorong oleh semakin kecilnya kemungkinan untuk menyembunyikan kekayaan
di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia karena semakin transparannya sektor
keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antarnegara.
Kebijakan Amnesti Pajak juga tidak akan diberikan secara berkala. Setidaknya, hingga beberapa
puluh tahun ke depan kebijakan Amnesti Pajak tidak akan diberikan lagi.
Kebijakan Amnesti Pajak seperti yang ada dalam penjelasan umum Undang-Undang
Pengampunan Pajak harus diikuti dengan kebijakan lain seperti penegakan hukum yang lebih
tegas dan penyempurnaan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan,
Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan, Undang-Undang tentang Pajak Pertambahan Nilai
Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta kebijakan strategis lain di bidang
perpajakan dan perbankan sehingga sikap ketidakpatuhan Wajib Pajak akan tergerus di kemudian
hari melalui basis data yang kuat yang dihasilkan oleh pelaksanaan Undang-Undang ini.

Ikut serta dalam Amnesti Pajak juga membantu Pemerintah mempercepat pertumbuhan dan
restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap
peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan
peningkatan investasi yang merupakan bagian dari reformasi perpajakan menuju sistem
perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid,
komprehensif, dan terintegrasi dan meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan
digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

B. Asas dan Tujuan
Pengampunan Pajak dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan,
dan kepentingan nasional.
Pengampuan pajak yang dilakukan memiliki 3 tujuan yaitu untuk:
a. Mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta,
yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan
nilai tukar rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi.
b. Mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan
serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi.
c. Meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan
pembangunan.
C. Manfaat Pengampunan Pajak
Manfaat dilaksanakan pengampunan pajak adalah
a. Tax ratio meningkat melalui pencapaian target penerimaan pajak atau menambah
penghasilan penerimaan baru dimana penambahannya dirasa cukup efektif dalam
mengurangi penerimaan negara yang semakin berkurang. Dengan diterapkannya
pengampunan pajak maka secara otomatis akan menarik dana yang terdapat di luar
negeri ke Indonesia yang menjadikannya masuk ke dalam pencatatan untuk sumber
penerimaan baru.
b. Perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi.
Wajib Pajak yang mengikuti program Amnesti Pajak akan memperoleh manfaat berupa:
a.
b.
c.
d.
e.

Penghapusan pajak yang seharusnya terutang
Tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana perpajakan
Tidak dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan
Penghentian proses pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan
Jaminan Rahasia dimana data Pengampunan Pajak tidak dapat dijadikan dasar
penyelidikan dan penyidikan tindak pidana lain

f. Pembebasan PPh terkait proses balik nama harta
D. Cara Memanfaatkan Amnesti Pajak
Cara memanfaatkan amnesti pajak terdiri 5 tahap:
a. Datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau tempat tertentu
Ke Help Desk Amnesti Pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan tempat tertentu
untuk mendapatkan informasi selengkapnya tentang syarat, kelengkapan, dan cara
pengisian Surat Pernyataan Harta.
b. Hitung dengan benar dan lunasi uang tebusan
Ke Bank Persepsi yang ditetapkan melalui e-Billing menggunakan Kode Akun Pajak
411129 dan Kode Jenis Setoran 512.
c. Persiapkan pengisian SPH dan kelengkapannya dengan seksama.
Dokumen kelengkapan SPH terdiri dari bukti bayar uang tebusan, bukti pelunasan
tunggakan ajak jika ada, daftar rincian harta, daftar utang serta dokumen
pendukungnya, fotokopi SPT PPh terakhir, bukti pelunasan pajak yang tidak atau
kurang dibayar atau pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang
sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan dan beberapa surat
pernyataan.
d. Ajukan SPH beserta kelengkapan ke KPP atau tempat tertentu
Disini dilakukan cek syarat serta kelengkapan SPH, cek kesesuaian isian juga
dokumen, dan cek kebenaran hitungan uang tebusan dan pelunasannya pada hari yang
sama anda akan mendapatkan Tanda Terima.
e. Surat Keterangan Pengampunan Pajak diterima oleh Wajib Pajak
Dalam jangka waktu 10 hari kerja terhitung sejak tanggal tanda terima anda peroleh
dan terbit Surat Keterangan Pengampunan Pajak.
E. Jangka Waktu Berlaku
Amnesti Pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017 dan terbagi kedalam 3 (tiga)
periode yaitu:
a. Periode I: Dari tanggal diundangkan s.d 30 September 2016
b. Periode II: Dari tanggal 1 Oktober 2016 s.d 31 Desember 2016
c. Periode III: Dari tanggal 1 Januari 2017 s.d 31 Maret 2016

BAB 2
LANDASAN TEORI

Pengampunan Pajak (amnesti pajak) juga adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang. . Surat Keputusan Pembetulan. yang menyebabkan jumlah pajak yang masih harus dibayar bertambah termasuk pajak yang seharusnya tidak dikembalikan. yang berada di dalam dan/atau di luar wilayah Negar a Kesatuan Republik Indonesia. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar. baik bergerak maupun tidak bergerak. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Surat Keputusan Keberatan. nilai Harta bersih. tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan. Utang adalah jumlah pokok utang yang belum dibayar yang berkaitan la ngsung dengan perolehan Harta. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT. serta penghitungan dan pembayaran Uang Tebusan. Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang. penghapusan sanksi administrasi perpajakan. Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak yang selanjutnya disebut Surat Pernyataan adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk mengungkapkan Harta. Harta adalah akumulasi tambahan kemampuan ekonomis berupa seluruh kekayaan. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerinta han di bidang keuangan negara. baik berwujud maupun tidak berwujud. Putusan Banding. dan Putusan Peninjauan Kembali. Uang Tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Pengampunan Pajak. Tunggakan Pajak adalah jumlah pokok pajak yang belum dilunasi berdasarkan Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang. baik yang digunakan untuk usaha maupun bukan untuk usaha. Tindak Pidana di Bidang Perpajakan adalah tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Utang. kecuali jika Wajib Pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender. dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan. Tahun Pajak adalah jangka waktu 1 tahun kalender. sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan.Menurut UU RI No. 11 Tahun 2016.

Wajib Pajak akan mendapatkan penghapusan atas pajak yang seharusnya terutang. dan lega. Tahun Pajak Terakhir adalah Tahun Pajak yang berakhir pada jangka waktu 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015. baik yang digunakan untuk usaha maupun bukan untuk usaha. yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh terakhir. BAB 3 . lengkap. Bank Persepsi adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri untuk menerima setoran penerimaan negara dan berdasarkan Undang-Undang ini ditunjuk untuk menerima setoran Uang Tebusan dan/atau dana yang dialihkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka pelaksanaan Pengampunan Pajak. Manajemen Data dan Informasi adalah sistem administrasi data dan informasi Wajib Pajak yang berkaitan dengan Pengampunan Pajak yang dikelola oleh Menteri. baik bergerak maupun tidak bergerak. atau Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan untuk Tahun Pajak 2014 bagi Wajib Pajak yang akhir tahun bukunya berakhir pada periode 1 Januari 2015 sampai dengan 30 Juni 2015. Amnesti pajak yang dilakukan pada saat ini juga memiliki slogan yaitu ungkap. yang berada di dalam dan/atau diluar negeri. tebus. baik berwujud maupun tidak berwujud.Surat Keterangan Pengampunan Pajak yang selanjutnya disebut Surat Keterangan adalah surat yang diterbitkan oleh Menteri sebagai bukti pemberian Pengampunan Pajak. Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Terakhir yang selanjutnya disebut SPT PPh Terakhir adalah Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan untuk Tahun Pajak 2015 bagi Wajib Pajak yang akhir tahun bukunya berakhir pada periode 1 Juli 2015 sampai dengan 31 Desember 2015. Tebus adalah pembayaran sejumlah uang ke kas negara untuk mendapatkan Amnesti Pajak berupa pelepasan hak negara untuk menagih pajak yang seharusnya terutang dari pengungkapan kekayaan yang dilakukan oleh wajib pajak kepada Dirjen Pajak. dan sanksi pidana perpajakan untuk kewajiban perpajakan sebelum 31 Desember 2015. Ungkap adalah sebuah pernyataan dari Wajib Pajak untuk bersedia melaporkan seluruh kekayaan. sanksi administrasi perpajakan. Lega adalah sebuah perasaan yang nantinya akan menaungi Wajib Pajak manakala mereka telah memanfaatkan Pengampunan Pajak. dan jelas. Dengan diterimanya Pengampunan Pajak. Belum dilaporkannya kekayaan tersebut bisa dikarenakan kelalaian atau keadaan di luar kekuasaan yang dialami Wajib Pajak sehingga kolom Harta dan Utang dalam SPT Tahunan PPh belum diisi dengan benar.

Wajib Pajak yang dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Harta tambahan yang dimaksud tersebut merupakan harta warisan. Subjek dan Objek Pengampunan Pajak Wajib Pajak yang mempunyai kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan berhak mendapatkan Pengampunan Pajak. Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak atau memiliki NPWP Subjek pajak yang tidak dapat memanfaatkan pengampunan pajak atau dikecualikan adalah a. menjalani hukum pidana Pengampunan pajak diberikan kepada Wajib pajak melalui pengungkapan harta yang dimilikinya dalam surat pernyataan. dalam proses peradilan. Pengampunan pajak meliputi pengampunan atas kewajiban perpajakan sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. Wajib Pajak Orang Pribadi a. yang jumlah penghasilannya pada Tahun Pajak Terakhir di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak dapat tidak menggunakan haknya untuk mengikuti Pengampunan Pajak. dan/atau harta hibahan yang diterima keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus sederajat yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Warga Negara Indonesia yang tidak bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan dan tidak mempunyai penghasilan dari Indonesia merupakan Subjek Pajak Luar Negeri dan dapat tidak menggunakan haknya untuk mengikuti Pengampunan Pajak. Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. b.PEMBAHASAN A. yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak. pensiunan. tenaga kerja Indonesia atau subjek pajak warisan yang belum terbagi. Harta warisan yang bukan merupakan objek pengampunan pajak apabila diterima oleh ahli waris yang tidak memiliki penghasilan dibawah penghasilan tidak kena pajak atau harta warisan yang sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Pewaris. Wajib Pajak Badan c. b. Harta hibah yang bukan merupakan objek pengampunan pajak apabila diterima oleh orang pribadi penerima hibah yang tidak memiliki . Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) d. b. nelayan. dan c. Kewajiban perpajakan tersebut terdiri atas Pajak Penghasilan. Orang pribadi seperti petani. Subjek pajak yang dapat memanfaatkan pengampunan pajak adalah a.

penghasilan atau memiliki penghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak dan harta hibahan sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan pemberi hibah. Surat Permintaan Informasi Tertulis Mengenai Jumlah Pajak Yang Tidak atau Kurang Dibayar atau Tidak Seharusnya Dikembalikan Lampiran VIII. Surat Pernyataan Tidak Mengalihkan Harta Tambahan Lampiran IV. B. Surat Pernyataan Lampiran II. Dokumen dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal ini yaitu:  Lampiran XII. Surat Keputusan Pembatalan Surat Keputusan  Lampiran XVII. Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi Secara Jabatan Dalam Rangka Pengampunan Pajak  Lampiran XVIII. Surat Pernyataan Mengalihkan dan Menginvestasikan Harta Tambahan Lampiran III. Tarif dan Cara Menghitung Tebusan .03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak yaitu:            Lampiran I. Surat Pembetulan atas Surat Keterangan  Lampiran XIII. Daftar Rincian Harta dan Utang Lampiran V. Surat Pernyataan Besaran Peredaran Usaha Lampiran VII. Surat Keterangan Pengampunan Pajak Lampiran X.03/2016 tentang Pelaksanaan UndangUndang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan  Lampiran XIX. Surat Permohonan Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan Atau Pengalihan Saham  Lampiran XV. Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan atau Pengalihan Saham  Lampiran XIV. Laporan Penempatan Harta Tambahan Yang Berada di Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam rangka pelaksanaan Pengampunan Pajak Dokumen yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK. Surat Permohonan Pencabutan Atas Permohonan dan/atau Pengajuan Lampiran IX. Surat Klarifikasi C. Laporan Pengalihan dan Realisasi Investasi Harta Tambahan Lampiran XI. Surat Pernyataan Mencabut Permohonan dan/atau Pengajuan Lampiran VI. Surat Keputusan Pembatalan Surat Tagihan Pajak dan Surat Ketetapan Pajak  Lampiran XVI.

4% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan pada bulan pertama sampai dengan akhir bulan ketiga terhitung sejak UU ini berlaku b.000. 5% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan terhitung sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan tanggal 31 Maret 2017 b.000.Tarif uang tebusan terdiri atas 3 jenis yaitu: a. 3% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan pada bulan keempat terhitung sejak UU ini mulai berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 c. Tarif Uang Tebusan atas Harta yang berada dalam wilayah NKRI atau Harta yang berada di luar wilayah NKRI yang dialihkan ke dalam wilayah NKRI dan diinvestasikan di dalam wilayah NKRI dalam jangka waktu paling singkat 3 tahun terhitung sejak dialihkan (Repatriasi/deklarasi dalam negeri) adalah sebesar: a.00 pada Tahun Pajak Terakhir (UMKM) adalah sebesar: a. Uang tebusan harus dibayar lunas ke kas negara melalui bank persepsi .000. 6% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan pada bulan keempat terhitung sejak UU ini mulai berlaku sampai dengan 31 Desember 2016 c.00 b.800.000. Tarif Uang Tebusan bagi Wajib Pajak yang peredaran usahanya sampai dengan Rp 4.000. 2% bagi Wajib Pajak yang mengungkapkan nilai Harta lebih dari Rp 10. untuk periode penyampaian Surat Pernyataan pada bulan pertama sejak UU ini mulai berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2017 Besarnya Uang Tebusan dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan Uang Tebusan. Bagi Wajib Pajak yang baru memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak setelah tahun 2015 dan belum menyampaikan SPT PPh Terakhir tambahan Harta bersih yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan seluruhnya diperhitungkan sebagai dasar pengenaan Uang Tebusan.000. Tarif Uang Tebusan atas Harta yang berada di luar wilayah NKRI dan tidak dialihkan ke dalam wilayah NKRI (Deklarasi Luar Negeri) adalah sebesar: a. Dasar pengenaan Uang Tebusan dihitung berdasarkan nilai Harta bersih yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir.5% bagi Wajib Pajak yang mengungkapan nilai Harta sampai dengan Rp 10. 2% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan pada bulan pertama sampai akhir bulan ketiga terhitung sejak UU ini mulai berlaku b. Nilai harta bersih merupakan selisih antara nilai Harta dikurangi nilai Utang.000. 0. 10% untuk periode penyampaian Surat Pernyataan terhitung sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan tanggal 31 Maret 2017 c.000.00 dalam Surat Pernyataan.

Uang Tebusan yang seharusnya tidak terutang telah dibayar tidak diperhitungkan dalam Surat Pernyataan berikutnya . besarnya nilai Utang yang berkaitan secara langsung dengan perolehan Harta tambahan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang nilai Harta bagi: a. Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar dalam jangka waktu paling lama 2 bulan terhitung sejak diterbitkannya surat pembetulan atau disampaikannya Surat Pernyataan kedua atau ketiga. Pembayaran Uang Tebusan Uang Tebusan harus dibayar lunas ke kas negara melalui Bank Persepsi. b. Uang Tebusan diadministrasikan sebagai Pajak Penghasilan Non Migas Lainnya.dengan menggunakan Surat Setoran Pajak yang berfungsi sebagai bukti pembayaran Uang Tebusan setelah mendapatkan validasi. Surat setoran pajak dan/atau bukti penerimaan negara tersebut dinyatakan sah jika telah divalidasi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara yang diterbitkan melalui modul penerimaan negara. Uang Tebusan yang seharusnya tidak terutang telah dibayar ke kas negara b. Pembayaran Uang Tebusan dilakukan dengan menggunakan Kode Akun Pajak 411129 dan Kode Jenis Setoran 512. dalam jangka waktu paling lama 3 bulan terhitung sejak diterbitkannya surat pembetulan atau disampaikannya Surat Pernyataan kedua atau ketiga sampai dengan diterbitkannya Surat Keputusan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak. Direktur Jenderal Pajak mengembalikan kelebihan pembayaran Uang Tebusan karena: a. Jika terjadi kesalahan penulisan Kode Akun Pajak dan/atau Kode Jenis Setoran pada surat setoran pajak atau bukti penerimaaan negara maka Direktur Jenderal Pajak melakukan pemindahbukuan ke Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran atas permintaan Wajib Pajak. Untuk penghitungan dasar pengenaan Uang Tebusan. Wajib Pajak badan paling banyak sebesar 75% dari nilai Harta tambahan Wajib Pajak orang pribadi paling banyak sebesar 50% dari nilai Harta tambahan D. Pembayaran Uang Tebusan menggunakan surat setoran pajak dan/atau bukti penerimaan negara yang berfungsi sebagai bukti pembayaran Uang Tebusan setelah mendapatkan validasi. Kelebihan pembayaaran tersebut harus dikembalikan dan/atau diperhitungkan dengan kewajiban perpajakan lainnya.  Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan Direktur Jenderal Pajak meneliti secara jabatan terhadap kebenaran kelebihan pembayaran Uang Tebusan tersebut.

Uang Tebusan yang seharusnya tidak terutang telah dibayar dan tidak diperhitungkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Jika ditemukan adanya kesalahan hitung dalam Surat Keterangan yang mengakibatkan kekurangan pembayaran Uang Tebusan. E. surat ketetapan pajak. Wajib Pajak Dengan Peredaran Usaha Tertentu Bagi Wajib Pajak yang peredaran usahanya sampai dengan Rp 4. Direktur Jenderal Pajak menerbitkan surat pembetulan atas Surat Keterangan yang berisi penyesuaian nilai Harta.000. Tunggakan Pajak yang harus dilunasi adalah Tunggakan Pajak termasuk biaya penagihan pajak yang timbul sehubungan dengan adanya tindakan penagihan pajak kepada Wajib Pajak.000. Pekerjaan bebas merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh orang pribadi yang mempunyai keahlian khusus sebagai usaha untuk memperoleh penghasilan yang tidak terikat oleh suatu hubungan kerja.00 pada Tahun Pajak Terakhir harus melampirkan surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha. antara lain dokter. Jika sampai waktu yang telah ditentukan berakhir dan Wajib Pajak tidak melunasi kekurangan pembayaran Uang Tebusan.c. atau pengacara. Data yang terdapat dalam sistem administrasi Direktorat Jenderal Pajak tidak memuat secara rinci penghitungan besarnya sanksi administrasi dan besarnya sanksi administrasi dihitung sebesar 48% dari jumlah yang masih harus dibayar dalam Surat Tagihan Pajak atau surat ketetapan pajak. atau putusan. Wajib Pajak tersebut merupakan Wajib Pajak yang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha dan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau pekerjaan bebas. yang diterbitkan sebelum Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan. arsitek. F. Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan surat klarifikasi kepada Wajib Pajak untuk melunasi kekurangan pembayaran Uang Tebusan dalam jangka waktu paling lama 14 hari kerja sejak surat klarifikasi diterbitkan. notaris. Pelunasan Uang Tunggakan Tunggakan Pajak yang harus dilunasi oleh Wajib Pajak merupakan Tunggakan Pajak berdasarkan Surat Tagihan Pajak. surat keputusan. akuntan.800. Peredaran usaha ditentukan berdasarkan surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha yang berisi pencatatan peredaran usaha Wajib Pajak mulai Januari sampai dengan Desember pada Tahun Pajak 2015 bagi Wajib Pajak yang belum memiliki kewajiban melaporkan Surat . Tunggakan Pajak yang telah dibayar sebagian dihitung secara proporsional antara besarnya pokok pajak dengan sanksi administrasi berdasarkan data yang terdapat dalam sistem administrasi Direktorat Jenderal Pajak.

f. dan f. Surat Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Wajib Pajak orang pribadi.pajak. d.Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan. d. melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan. Persyaratan Wajib Pajak yang dapat memanfaatkan amnesti pajak sebagai berikut: a. melunasi seluruh Tunggakan Pajak. pengurangan atau pembatalan Surat Tagihan Pajak yang tidak benar e.id. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. c. pemimpin tertinggi berdasarkan akta pendirian badan atau dokumen lain yang dipersamakan. pengembalian kelebihan pembayaran pajak. pembetulan atas surat ketetapan pajak dan surat keputusan. e. Wajib Pajak harus menyampaikan Surat Pernyataan kepada Menteri. b. b. pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar. Surat Pernyataan dan Cara Penyampaian Untuk memperoleh Pengampunan Pajak. atau SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan. G. dalam hal pemimpin tertinggi. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang. membayar Uang Tebusan. bagi Wajib Pajak badan.go. atau penerima kuasa. . c. keberatan. Wajib pajak harus mengambil sendiri Surat Pernyataan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau dengan cara mengunduh melalui website www. mencabut permohonan: a. menyampaikan SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.

Surat Pernyataan harus dilampiri dengan: a. Wajib Pajak diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan menggunakan satuan mata uang selain Rupiah. j. bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan g. Daftar Utang menggunakan format sesuai contoh dalam Peraturan Menteri serta dokumen pendukung e. Bukti pelunasan Tunggakan Pajak bagi Wajib Pajak yang memiliki Tunggakan Pajak berupa surat setoran pajak atau bukti penerimaan negara dan/atau surat setoran bukan pajak beserta daftar rincian Tunggakan Pajak bagi Wajib Pajak yang memiliki Tunggakan Pajak c. Bukti pembayaran Uang Tebusan berupa surat setoran pajak atau bukti penerimaan negara b. dan/atau i. h. dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau putusan. dan penghitungan uang tebusan. pembetulan atas Surat Tagihan Pajak. nilai Harta yang . Nilai harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan meliputi: a. nilai Harta bersih. ke Kantor Pelayanan Pajak tempat permohonan dan/atau pengajuan upaya hukum Surat Pernyataan memuat paling sedikit informasi mengenai identitas Wajib Pajak. Nilai harta yang telah dilaporkan ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai yang dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir. Daftar rincian Harta dengan menggunakan format sesuai contoh dalam Peraturan Menteri beserta informasi kepemilikan Harta yang dilaporkan d. peninjauan kembali. banding. Fotokopi SPT PPh Terakhir atau salinan berupa cetakan SPT PPh Terakhir yang disampaikan secara elektronik. Bukti pelunasan itu berupa Surat Setoran Pajak dan bukti penerimaan negara f. surat ketetapan pajak dan/ atau surat keputusan. Utang. Bukti pelunasan yang tidak atau kurang dibayar atau pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan Tindak Pidana di bidang perpajakan disertai informasi tertulis dari Dirjen Pajak melalui kepala unit pelaksana pemeriksaan bukti permulaan atau kepala unit pelaksana penyidikan. gugatan. Harta. Nilai harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir a.g. Surat Pernyataan mencabut permohonan dengan menggunakan format sesuai contoh di dalam Peraturan Menteri. b.

Nilai wajar merupakan nilai yang menggambarkan kondisi dan keadaan dari aset yang sejenis atau setara berdasarkan perhitungan/penilaian Wajib Pajak. b. b.telah dilaporkan ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang ditetapkan oleh Menteri untuk keperluan penghitungan pajak pada tanggal akhir tahun buku sesuai dengan SPT PPh Terakhir. Nilai Utang yang telah dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir a. Nilai Utang yang berkaitan dengan Harta tambahan ditentukan dalam mata uang selain Rupiah. Jika nilai Harta tambahan menggunakan satuan mata uang selain Rupiah. Nilai Harta tambahan yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir: a. nilai Harta tambahan ditentukan dalam mata uang rupiah berdasarkan nilai nominal untuk Harta berupa kas atau nilai wajar pada akhir Tahun Pajak Terakhir untuk Harta selain kas dengan menggunakan kurs yang ditetapkan oleh Menteri untuk keperluan penghitungan pajak pada akhir Tahun Pajak Terakhir. b. b. Nilai utang yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan meliputi: a. Nilai Utang yang berkaitan dengan Harta tambahan ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai yang dilaporkan dalam daftar Utang pada akhir Tahun Pajak Terakhir. Nilai Utang yang telah dilaporkan ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai yang dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir. . nilai Utang ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang ditetapkan oleh Menteri untuk keperluan penghitungan pajak pada akhir Tahun Pajak Terakhir. Nilai Utang yang berkaitan dengan Harta tambahan a. Nilai Harta tambahan yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan nilai nominal untuk Harta berupa kas atau nilai wajar untuk Harta selain kas pada akhir Tahun Pajak Terakhir. b. Wajib pajak diwajibkan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak satuan mata uang selain Rupiah yang ditentukan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang ditetapkan oleh Menteri untuk keperluan penghitungan pajak pada tanggal akhir tahun buku sesuai dengan SPT PPh Terakhir. Nilai wajar untuk Harta Tambahan selain kas atau setara kas adalah nilai yang menggambarkan kondisi dan keadaan dari aset yang sejenis atau setara berdasarkan penilaian Wajib Pajak pada akhir Tahun Pajak Terakhir. Nilai wajar yang dilaporkan oleh Wajib Pajak dalam Surat Pernyataan Harta tidak dilakukan pengujian atau koreksi oleh Direktur Jenderal Pajak.

dan tempat tertentu selain yang ditetapkan oleh Menteri yang diperlukan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Undang-Undang Pengampunan Pajak. Mengenai kelengkapan pengisian Surat Pernyataan kelengkapan lampiran Surat Pernyataan. Pegawai pada KPP Tempat Wajib Pajak Terdaftar atau pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak di tempat tertentu memastikan: a. d. Sebelum menyampaikan Surat Pernyataan beserta lampirannya Wajib Pajak harus meminta penjelasan mengenai pengisian dan pemenuhan kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dalam Surat Pernyataan ke kantor Direktorat Jenderal Pajak atau tempat lain yang ditentukan oleh Menteri. Surat Pernyataan tersebut akan dilampiri surat kuasa jika surat pernyataan ditandatangi oleh penerima kuasa dan Wajib Pajak tidak dapat menyampaikan secara langsung Surat Pernyataan tersebut. penghitungan serta pelunasan Uang Tebusan. Wajib Pajak harus mengungkapkan kepemilikan Harta beserta Utang yang berkaitan secara langsung dengan Harta dimaksud dalam daftar rincian Harta serta Utang yang harus disampaikan dalam bentuk salinan digital (softcopy) dan formulir kertas (hardcopy). kesesuaian antara bukti pelunasan utang pajak bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan dengan informasi tertulis yang diterbitkan oleh kepala unit pelaksana pemeriksaan bukti permulaan atau kepala unit pelaksana penyidikan. Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan tidak berhak: .Bagi Wajib Pajak yang memiliki Harta tidak langsung melalui special purpose vehicle (SPV). b. c. kesesuaian antara Harta yang dilaporkan dengan informasi kepemilikan Harta yang dilaporkan. Surat Pernyataan disampaikan secara langsung oleh Wajib Pajak atau penerima kuasa Wajib Pajak ke kantor Direktorat Jenderal Pajak/KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau tempat tertentu yang ditentukan oleh Menteri. d. Kedutaan Besar Republik Indonesia di London. Tempat tertentu tersebut meliputi: a. b. kesesuaian pengisian Surat Pernyataan dengan lampiran Surat Pernyataan. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. e. kesesuaian penggunaan tarif Uang Tebusan. kesesuaian antara bukti pelunasan Tunggakan Pajak dengan daftar rincian Tunggakan Pajak pada administrasi Direktorat Jenderal Pajak. c. kesesuaian antara daftar Utang yang dilaporkan dengan dokumen pendukung. dan f. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hongkong.

c. melakukan pembetulan surat pemberitahuan atas jenis pajak untuk masa pajak. mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak dalam surat pemberitahuan atas jenis pajak untuk masa pajak. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir dan setelah UU RI No. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang disampaikan oleh Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan dianggap tidak disampaikan. Cabang Bank Persepsi yang berada di luar negeri harus mengalihkan Harta tambahan dimaksud ke Bank Persepsi di dalam negeri paling lama pada hari kerja berikutnya sejak Harta tambahan tersebut ditempatkan di cabang Bank Persepsi yang berada di luar negeri. 11 Tahun 2016 ini diundangkan. ke masa pajak berikutnya. Wajib Pajak harus mengalihkan Harta ke dalam wilayah NKRI melalui Bank persepsi dan menginvestasikan Harta paling singkat selama jangka waktu 3 tahun dengan melampirkan surat pernyataan mengalihkan serta menginvestasikan Harta ke dalam wilayah NKRI paling singkat selama jangka waktu 3 tahun sejak dialihkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. b. bagian Tahun Pajak. Bagi Wajib Pajak yang bermaksud mengalihkan Harta tambahan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalihkan Harta tambahan dari luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui cabang Bank Persepsi yang berada di luar negeri dalam jangka waktu 3 tahun yang dihitung sejak Wajib Pajak menempatkan Harta tambahannya di cabang Bank Persepsi yang berada di luar negeri. atau Tahun Pajak.  Penyampaian Surat Pernyataan Kedua dan Ketiga . Bagi Wajib Pajak yang bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wilayah NKRI. Mengompensasikan kerugian fiskal dalam surat pemberitahuan untuk bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak. Setelah UU diundangkan maka pembetulan surat pemberitahuan untuk masa pajak. atau Tahun Pajak. bagian Tahun Pajak. Bagi Wajib Pajak yang mengungkapkan Harta yang berada dan/atau ditempatkan di dalam wilayah NKRI. atau Tahun Pajak. bagian Tahun Pajak.a. (sebelum 31 Desember 2016 dan sebelum 31 Maret 2017). ke bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak berikutnya. dan/atau d. Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah NKRI dengan melampirkan surat pernyataan tidak mengalihkan Harta ke luar wilayah NKRI paling singkat selama jangka waktu 3 tahun sejak diterbitkannya surat keterangan. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. mengompensasikan kelebihan pembayaran pajak dalam surat pemberitahuan atas jenis pajak untuk masa pajak pada akhir Tahun Pajak Terakhir.

Penyampaian Surat Pernyataan kedua atau ketiga dilakukan untuk: a. Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan kedua atau ketiga dalam periode yang telah ditentukan. b. mengungkapkan perubahan perhitungan Uang Tebusan dimana Wajib Pajak melakukan perubahan dari yang semula menyatakan tidak akan mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu yang ditentukan. Surat Pernyataan harus disampaikan dengan ketentuan bahwa Wajib Pajak harus memasukkan nilai Harta bersih yang tercantum dalam Surat Keterangan atas Surat Pernyataan yang sebelumnya atau Surat Pernyataan yang sebelumnya dalam hal belum diterbitkan Surat Keterangan. mengungkapkan perubahan perhitungan Uang Tebusan dimana Wajib Pajak melakukan perubahan dari yang semula menyatakan mengalihkan serta menginvestasikan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi tidak mengalihkan serta menginvestasikan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu yang ditentukan. Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan paling banyak 3 kali dalam jangka waktu terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku sampai dengan tanggal 31 Maret 2017. Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan kedua atau ketiga mengungkapkan perubahan terhadap penghitungan besarnya Uang Tebusan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Untuk Surat Pernyataan kedua atau ketiga yang mengakibatkan penambahan Harta yang diungkapkan. Surat Pernyataan tersebut dapat disampaikan sebelum atau setelah Surat Keterangan atas Surat Pernyataan yang pertama atau kedua yang sebelumnya diterbitkan. dan c. Memberikan kesempatan kepada Wajib Pajak seperti mengungkapkan penambahan Harta yang belum disampaikan dalam Surat Pernyataan atau pengurangan Harta yang telah disampaikan dalam Surat Pernyataan. Uang Tebusan dihitung berdasarkan:  Selisih antara nilai Harta bersih dalam Surat Pernyataan kedua atau ketiga dengan Surat Keterangan atas Surat Pernyataan yang sebelumnya atau  selisih antara nilai Harta bersih dalam Surat Pernyataan kedua atau ketiga dengan Surat Pernyataan sebelumnya apabila Surat Keterangan belum . Wajib Pajak dapat menyampaikan Surat Pernyataan kedua atau ketiga sebelum atau setelah Surat Keterangan atas Surat Pernyataan yang pertama atau kedua diterbitkan.Setiap Surat Pernyataan yang disampaikan oleh Wajib Pajak dan telah memperoleh tanda terima Surat Pernyataan dihitung sebagai 1 kali penyampaian Surat Pernyataan.

Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri dapat menerbitkan surat . dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan dimaksud ditangguhkan sampai dengan diterbitkannya Surat Keterangan Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri menerbitkan Surat Keterangan dalam jangka waktu paling lama 10 hari kerja terhitung sejak tanggal diterima Surat Pernyataan beserta lampirannya dan mengirimkan Surat Keterangan kepada Wajib Pajak. b. terhadap pemeriksaan. untuk masa pajak. Jika Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan yang kedua atau ketiga. Sedang dilakukan pemeriksaan. Kelebihan pembayaran Uang Tebusan terjadi karena diterbitkannya surat pembetulan karena kesalahan hitung atau disampaikannya Surat Pernyataan kedua atau ketiga atas kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan dan/atau diperhitungkan dengan kewajiban perpajakan lainnya dalam jangka waktu paling lama 3 bulan terhitung sejak diterbitkannya surat pembetulan atau disampaikannya Surat Pernyataan kedua atau ketiga. Dalam jangka waktu paling lama 3 hari kerja setelah jangka waktu maka Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Terdaftar menerbitkan Surat Keterangan. dikalikan dengan tarif pada periode penyampaian Surat Pernyataan kedua atau ketiga. pemeriksaan bukti permulaan. Tidak akan dilakukan pemeriksaan. untuk masa pajak. penghitungan dasar pengenaan Uang Tebusan dalam Surat Pernyataan yang dimaksud memperhitungkan dasar pengenaan Uang Tebusan yang telah dicantumkan dalam Surat Keterangan atas Surat Pernyataan sebelumnya. atau Tahun Pajak sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. Bagi wajib Pajak yang telah memperoleh tanda terima: a. Jika Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri belum menerbitkan Surat Keterangan maka Surat Pernyataan dianggap diterima sebagai Surat Keterangan. pemeriksaan bukti permulaan. dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan. dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan. atau Tahun Pajak sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir b. Surat Keterangan dan Penerbitannya Bagi Wajib Pajak yang telah menyampaikan Surat Pernyataan maka akan diberi tanda terima sebagai bukti penerimaan Surat Pernyataan. bagian Tahun Pajak. Untuk Surat Pernyataan kedua atau ketiga yang mengakibatkan pengurangan Harta yang diungkapkan sehingga menyebabkan kelebihan pembayaran Uang Tebusan maka pengembalian Uang Tebusan dihitung berdasarkan tarif yang digunakan pada periode Surat Pernyataan sebelumnya. pemeriksaan bukti permulaan.diterbitkan. bagian Tahun Pajak. H.

Berdasarkan Surat Keterangan. Gelar perkara harus dihadiri oleh tim penyidik dan tim penelaah d. Kepala Kanwil Tempat Wajib Pajak Terdaftar mengirimkan secara elektronik salinan Surat Keterangan kepada kepala unit penyidikan b. kepala unit pemeriksaan bukti permulaan memerintahkan tim pemeriksa bukti permulaan untuk melakukan penelaahan c. Setelah melakukan penelaahan kepala unit pemeriksa bukti permulaan menerbitkan Surat Pemberitahuan Tindak Lanjut Pemeriksaan Bukti Permulaan e. Surat ketetapan penghentian penyidikan disampaikan kepada tersangka atau keluarganya. Bagian A.pembetulan atas Surat Keterangan jika terdapat kesalahan tulis dalam Surat Keterangan dan/atau kesalahan hitung dalam Surat Keterangan. Kepala unit pemeriksaan bukti permulaan menerbitkan surat penghentian pemeriksaan bukti permulaan dalam jangka waktu 30 hari kerja setelah diterbitkannya Surat Keterangan. (Tindakan pemeriksaan dihentikan apabila Wajib Pajak menerima Surat Keterangan atau sejak tanggal diterbitkannya Surat Keterangan). Bagian A – Harta Yang Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir yang terdiri dari: a. Setelah melakukan gelar perkara kepala unit penyidikan menerbitkan surat perintah penyidikan e.1 – Nilai Harta Yang Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir . Berdasarkan Surat Keterangan. Kepala Kanwil Wajib Pajak Terdaftar mengirimkan secara elektronik salinan Surat Keterangan kepada kepala unit pemeriksaan bukti permulaan b. Berdasarkan surat perintah penghentian penyidikan tim penyidik menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan f. kepala unit penyidikan memerintahkan tim penyidik untuk melakukan gelar perkara c. Penghentian pemeriksaan dilakukan dengan membuat laporan penghentian pemeriksaan dalam rangka Pengampunan Pajak. dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan dihentikan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri dengan menerbitkan Surat Keterangan. Penelaahan harus dihadiri oleh tim pemeriksa bukti permulaan dan tim penelaah d. penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia. Daftar Rincian Harta Daftar Rincian Harta dan Utang dibagi menjadi 4 bagian yaitu: a. pemeriksaan bukti permulaan. Pemeriksaan. Penyidikan dihentikan dengan ketentuan sebagai berikut: a. dan penuntut umum melalui penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia. I. Pemeriksaan bukti permulaan dihentikan dengan ketentuan sebagai berikut: a.

dan Tahun Pajak.2 – Nilai Utang Terkait Hart Yang Belum Pernah Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir c. bagian Tahun Pajak.2 – Nilai Utang Yang Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir b. pemeriksaan bukti permulaan. dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan pemeriksaan pajak. untuk kewajiban perpajakan dalam masa pajak. dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan. Bagian C. tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan. dan tidak dikenai sanksi pidana di bidang perpajakan.1 – Nilai harta Tambahan Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir b. untuk kewajiban perpajakan dalam masa pajak. dan Tahun Pajak. dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan.1 – Nilai Harta Tambahan Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir b. .1 – Nilai Harta Yang Tambahan Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir b. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. Fasilitas Pengampunan Pajak Wajib Pajak yang telah diterbitkan Surat Keterangan memperoleh fasilitas Pengampunan Pajak berupa: a. bagian Tahun Pajak. Penghentian pemeriksaan pajak. atas kewajiban perpajakan dalam masa pajak. Bagian C. Bagian B – Harta Bersih Yang Berada Didalam Negeri Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir yang terdiri dari: a. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir.b. pemeriksaan bukti permulaan. Bagian D. Penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga. d. yang sebelumnya telah ditangguhkan yang berkaitan dengan kewajiban perpajakan. c. dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan atas kewajiban perpajakan. Bagian D. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. bagian Tahun Pajak. Penghapusan pajak terutang yang belum diterbitkan ketetapan pajak. Bagian C – Harta Bersih Yang Berada Di Luar Negeri Yang Dialihkan Ke Dalam Negeri (Repatriasi) Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir yang terdiri dari: a. atau denda. Tidak dilakukan pemeriksaan pajak. Bagian B. Bagian B. pemeriksaan bukti permulaan.2 – Nilai Utang Terkait Harta Yang Belum Pernah Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir J. Bagian D – Harta Bersih Yang Berada Di Luar Negeri Yang Tidak Dialihkan Ke Dalam Negeri (Non Repatriasi) Yang Belum Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir yang terdiri dari: a. sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. b. Bagian A. dan Tahun Pajak.2 – Nilai Utang Terkait Harta Yang Belum Pernah Dilaporkan Dalam SPT PPh Terakhir d.

Apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan Direktur Jenderal Pajak tidak menerbitkan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan maka permohonan dianggap dikabulkan dan Direktur Jenderal Pajak harus menerbitkan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan paling lama 2 hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu. Pajak Penghasilan yang terutang atas pengalihan hak dibebaskan dengan terlebih dahulu memperoleh surat keterangan bebas Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang diberikan fasilitas Pengampunan Pajak. Surat keterangan bebas Pajak Penghasilan berisi pembebasan Pajak Penghasilan yang terutang bagi pihak yang mengalihkan Harta tidak bergerak berupa tanah dan/ atau bangunan dan berlaku sepanjang digunakan dalam jangka waktu yang ditentukan. dan surat pernyataan kepemilikan Harta yang dibaliknamakan yang telah dilegalisasi oleh notaris. Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Wajib Pajak tidak mengalihkan hak atas pengalihan hak yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang mengatur mengenai Pajak Penghasilan. Permohonan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan diajukan oleh Wajib Pajak yang memperoleh Surat Keterangan ke KPP Tempat Wajib Pajak Terdaftar sebelum dilakukan pengalihan hak dengan melampirkan fotokopi Surat Keterangan. Pengalihan hak yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan yaitu permohonan pengalihan hak dan penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa Harta adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan dimana Harta tersebut belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak yang dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Permohonan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan memiliki jangka waktu paling lama 5 hari kerja terhitung sejak permohonan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan diterima lengkap lalu Direktur Jenderal Pajak menerbitkan surat keterangan bebas Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan atau pengalihan saham yang diberikan fasilitas Pengampunan Pajak. fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan tahun terakhir atas Harta yang dibaliknamakan (hanya untuk kategori harta tidak bergerak).Wajib Pajak yang telah memperoleh Surat Keterangan dan mernbayar Uang Tebusan atas Harta tidak bergerak berupa tanah dan/ atau bangunan yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak harus melakukan pengalihan hak menjadi atas nama Wajib Pajak. fotokopi akte jual/beli/hibah atas Harta yang di baliknamakan. . Harta tidak bergerak berupa tanah dan/atau bangunan yang dapat dibaliknamakan dan Harta berupa saham yang dapat dibaliknamakan lalu dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan adalah Harta tambahan yang telah diperoleh dan/atau dimiliki Wajib Pajak sebelum Akhir Tahun Pajak Terakhir.

dalam hal Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan belum disampaikan. . f. Obligasi perusahaan swasta yang perdagangannya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan. Investasi keuangan pada Bank Persepsi. Penyampaian Atau Pembetulan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak yang tidak menggunakan haknya untuk mengikuti Pengampunan Pajak dapat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan atau membetulkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan. Obligasi Badan Usaha Milik Negara. e.K. b. atau b. L. Realisasi pengalihan dan investasi atas Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan untuk Harta tambahan yang dialihkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. c. d. Harta yang diperoleh dari penghasilan yang telah dikenakan Pajak Penghasilan atau Harta yang diperoleh dari penghasilan yang bukan objek Pajak Penghasilan dan belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan maka berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Wajib Pajak dapat melaporkan Harta tersebut dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan. Bentuk investasi lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dan/atau h. g. Investasi sektor riil berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Pemerintah. Laporan disampaikan secara berkala setiap 6 bulan selama 3 tahun sejak pengalihan Harta. Obligasi lembaga pembiayaan yang dimiliki oleh Pemerintah. Kewajiban Investasi Atas Harta yang Diungkapkan dan Pelaporan (Konsekuensi) Investasi dilakukan dalam bentuk: a. Investasi infrastruktur melalui kerja sama Pemerintah dengan badan usaha. Surat berharga Negara Republik Indonesia. dalam hal Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan telah disampaikan. Wajib Pajak atau kuasa yang ditunjuk harus menyampaikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri mengenai: a.

Menteri atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri dapat menerbitkan dan mengirimkan surat peringatan setelah batas akhir periode penyampaian Surat Pernyataan dalam hal: a. sukuk. Uang Tebusan yang telah dibayar oleh Wajib Pajak diperhitungkan sebagai pengurang pajak. Investasi ditempatkan pada instrumen investasi seperti efek bersifat utang termasuk Medium Term Notes. Penempatan atas Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan untuk Harta tambahan yang berada di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wajib Pajak yang menyatakan tidak mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi tidak memenuhi ketentuan yang berlaku bahwa Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama jangka waktu 3 tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan. deposito.b. bagi Wajib Pajak yang tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Laporan disampaikan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah periode berakhir yaitu tanggal 20 Januari untuk periode laporan realisasi investasi Juli sampai dengan Desember dan tanggal 20 Juli untuk periode laporan realisasi investasi Januari sampai dengan Juni. unit penyertaan reksa dana. Wajib Pajak yang menyatakan mengalihkan dan menginvestasikan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tetapi tidak memenuhi ketentuan yang berlaku bahwa Wajib Pajak harus mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta dimaksud di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama jangka waktu 3 tahun (sebelum 31 Desember 2016 dan sebelum 31 Maret 2017) b. efek beragun aset. Terhadap Harta bersih tambahan yang tercantum dalam Surat Keterangan diperlakukan sebagai penghasilan pada Tahun Pajak 2016 dan atas penghasilan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan sebesar 2%/bulan dihitung sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak. Jika tanggapan Wajib Pajak diketahui bahwa Wajib Pajak tidak memenuhi ketentuan yang telah ditentukan maka berlaku ketentuan sebagai berikut: a. tabungan. saham. Wajib Pajak harus menyampaikan tanggapan atas surat peringatan dalam jangka waktu paling lama 14 hari kerja terhitung sejak tanggal kirim. unit penyertaan dana investasi real e-stat. dan/atau instrumen investasi pasar . giro. b.

Bank. Untuk Perantara Pedagang Efek Harus terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia. Penunjukan Bank. Untuk Manajer Investasi Harus dimiliki oleh perusahaan BUMN atau anak perusahaan BUMN. Manajer Investasi. dan Perantara Pedagang Efek sebagai Gateway dilakukan oleh Menteri. Penempatan pada instrumen investasi dilakukan melalui Gateway.000. telah memperoleh laba usaha berdasarkan Laporan .keuangan lainnya termasuk produk asuransi. memiliki surat persetujuan Bank sebagai kustodian dari Otoritas Jasa Keuangan. dan/atau menjadi administrator Rekening Dana Nasabah. Manajer lnvestasi harus tidak pernah dikenakan sanksi administratif berupa pembatasan kegiatan usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam kurun waktu 1 tahun terakhir sebelum Peraturan Menteri ini berlaku.000. telah melayani nasabah ritel yang memiliki Rekening Dana Nasabah sebelum Peraturan Menteri ini berlaku. harus tidak pernah mendapatkan sanksi administratif berupa pembekuan kegiatan usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan dan/ atau suspensi oleh Bursa Efek Indonesia dalam 1 tahun terakhir sebelum Peraturan Menteri ini berlaku. dana pensiun. c.000. Investasi yang dilakukan oleh Wajib Pajak pada instrumen investasi dapat digunakan sebagai jaminan dalam memperoleh fasilitas kredit dari Bank yang ditunjuk oleh Menteri sebagai Gateway.000. Gateway mempunyai kewajiban sebagai berikut: .Keuangan Tahunan 2015 entitas induk saja. memiliki rata-rata nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan Tahun 2015 minimal Rp75. Untuk Bank Harus merupakan Bank Persepsi yang ditetapkan oleh Menteri dan termasuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha 4 dan Bank Umum Kelompok Usaha 3 dan Bank Persepsi harus mendapat persetujuan untuk melakukan kegiatan penitipan dengan pengelolaan (trust). b.00 dan memiliki ekuitas positif selama 3 tahun terakhir sebelum Peraturan Menteri ini berlaku.000. mengelola dana kelolaan sampai dengan peringkat sepuluh besar untuk periode pelaporan yang terakhir selain manajer Investasi yang dimiliki perusahaan BUMN atau anak perusahaan BUMN.000. atau modal ventura yang mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Persetujuan untuk pemberian fasilitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank yang ditunjuk oleh Menteri sebagai Gateway. dan/atau Perantara Pedagang Efek harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Untuk dapat ditunjuk sebagai Gateway. perusahaan pembiayaan. Manajer Investasi. Tata cara berinvestasi pada instrumen investasi mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku di masing-masing Gateway. dan mengelola reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif penyertaan terbatas dengan underlying proyek sektor riil dengan dana kelolaan paling kurang Rp200.00 atau mengelola dana investasi real estat berbentuk Konttak Investasi Kolektif.

Perjanjian pembukaan rekening untuk berinvestasi pada portofolio investasi melalui Kontrak Investasi Kolektif atau Kontrak Pengelolaan Dana untuk Manajer Investasi atau Perjanjian Pembukaan Rekening Efek Nasabah untuk Perantara Pedagang Efek. melaporkan posisi investasi Wajib Pajak kepada Direktorat Jenderal Pajak secara berkala dan setiap terjadi pengalihan Harta Wajib Pajak antar Gateway. Gateway melakukan sosialisasi mengenai instrumen investasi dalam rangka Pengampunan Pajak. Dokumen perjanjian investasi paling kurang memuat ketentuan mengenai investasi hanya dapat dilakukan pada Efek yang diterbitkan di dalam wilayah NKRI. dan i. Laporan dilakukan oleh Gateway selama 3 tahun sejak dana dialihkan oleh Wajib Pajak ke Rekening Khusus melalui Bank Persepsi. h.a. d. Berdasarkan hasil klarifikasi Direktorat Jenderal Pajak dapat mengusulkan kepada Menteri untuk memberikan sanksi kepada Bank. Manajer Investasi. Gateway harus menyampaikan laporan mengenai posisi realisasi pengalihan dan investasi Wajib Pajak setiap bulan dan/atau setiap terjadi pengalihan Harta Wajib Pajak antar Gateway. Direktorat Jenderal Pajak dapat meminta klarifikasi kepada Gateway jika Gateway tidak memenuhi ketentuan yang telah ditentukan. dan persetujuan Wajib Pajak kepada Gateway untuk memberikan laporan secara berkala kepada Direktorat Jenderal Pajak. Menyediakan Rekening Khusus dan/atau sub Rekening Khusus bagi Wajib Pajak yang menginvestasikan dana di dalam wilayah NKRI dalam rangka Pengampunan Pajak. dana hasil penerbitan Efek hanya dapat digunakan di dalam wilayah NKRI. dan/atau Perantara Peclagang Efek sebagai Gateway. memastikan bahwa dana hasil penerbitan instrumen investasi digunakan di wilayah NKRI dalam hal Wajib Pajak melakukan investasi melalui pasar perdana. c. memastikan penempatan dana oleh Wajib Pajak pada instrumen investasi. Untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan program Pengampunan Pajak. menghindari/tidak melakukan kegiatan yang menghambat pelaksanaan Pengampunan Pajak baik kegiatan yang dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri. . g. memastikan instrumen investasi dan aset yang mendasari (underlying asset) diterbitkan dan/atau diperdagangkan di wilayah NKRI. b. melaporkan Rekening Khusus dan/atau sub Rekening Khusus kepada Direktorat Jenderal Pajak. Laporan yang disampaikan oleh Gateway dapat dijadikan sebagai bahan bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk memonitor pelaksanaan investasi yang dilakukan oleh Wajib Pajak selama jangka waktu investasi. e. f. menyusun dan menandatangani dokumen perjanjian investasi dengan Wajib Pajak meliputi Perjanjian persyaratan Pembukaan Rekening untuk Bank. memastikan dana yang dialihkan dari luar wilayah NKRI diinvestasikan di dalam wilayah NKRI.

d. besarnya sanksi administrasi. M. Tambahan penghasilan tersebut dikenai Pajak dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan Direktur Jenderal Pajak menerbitkan surat ketetapan pajak kurang bayar. b. Jika Wajib Pajak tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode Pengampunan Pajak berakhir dan Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan maka Harta tersebut dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta tersebut paling lama 3 tahun terhitung sejak Undang-Undang ini mulai berlaku. b. 2% per bulan paling lama 24 bulan (untuk Wajib Pajak tidak menyampaikan Surat Pernyataan sampai dengan periode Pengampunan Pajak berakhir dan Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan . Pembayaran jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam surat ketetapan pajak kurang bayar dilakukan dengan menggunakan Kode Akun Pajak 411129 dan Kode Jenis Setoran 515. Surat ketetapan pajak kurang bayar diterbitkan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku sebagai berikut: a. Surat ketetapan pajak kurang bayar mencantumkan jumlah Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar. Perlakuan Atas Harta yang Belum atau Kurang Diungkap Wajib Pajak yang telah memperoleh Surat Keterangan kemudian ditemukan adanya data dan/atau informasi mengenai Harta yang belum atau kurang diungkapkan dalam Surat Pernyataan maka harta tersebut dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta tersebut. Pencabutan penunjukan sebagai Gateway oleh Menteri diumumkan kepacla publik dan clisampaikan kepada otoritas terkait. dan jumlah yang masih harus dibayar. Diterbitkan untuk masa pajak saat ditemukan adanya data dan/atau informasi mengenai Harta yang belum atau kurang diungkapkan dalam Surat Pernyataan. 200% (untuk Wajib Pajak yang telah memperoleh Surat Keterangan kemudian ditemukan adanya data dan/atau informasi mengenai Harta yang belum atau kurang diungkapkan dalam Surat Pernyataan). c. Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar menggunakan tarif yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pajak Penghasilan ditambah sanksi administrasi sebesar: a. Pajak Penghasilan yang tidak atau kurang dibayar dihitung menggunakan tarif yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pajak Penghasilan.Sanksi dapat berupa surat peringatan atau pencabutan penunjukan sebagai Gateway.

N. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017. Pembayaran jumlah pajak yang masih harus dibayar dalam surat ketetapan pajak kurang bayar dilakukan dengan menggunakan Kode Akun Pajak 411129 dan Kode Jenis Setoran 516. harus membukukan selisih antara nilai Harta bersih yang disampaikan dalam Surat Pernyataan dikurangi dengan nilai Harta bersih yang telah dilaporkan oleh Wajib Pajak dalam SPT PPh Terakhir sebagai tambahan atas saldo laba ditahan dalam neraca. Perlakuan Perpajakan Pengampunan Pajak Wajib Pajak yang diwajibkan menyelenggarakan pembukuan menurut ketentuan UndangUndang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. dan/atau harta berupa saham. yang belum . Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan yang berupa aktiva tidak berwujud tidak dapat diamortisasi untuk tujuan perpajakan dan yang berupa aktiva berwujud tidak dapat disusutkan untuk tujuan perpajakan. dan/atau harta berupa saham. harus membukukan selisih antara nilai Harta bersih yang disampaikan dalam Surat Pernyataan dikurangi dengan nilai Harta bersih yang telah dilaporkan oleh Wajib Pajak dalam SPT PPh Terakhir sebagai tambahan atas saldo laba ditahan dalam neraca. Wajib Pajak yang telah memperoleh Surat Keterangan dan membayar Uang Tebusan atas harta tidak bergerak berupa tanah dan/atau bangunan. yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak. Wajib Pajak yang telah memperoleh Surat Keterangan dan membayar Uang Tebusan atas harta tidak bergerak berupa tanah dan/atau bangunan. Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Harta tambahan yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan yang berupa aktiva tidak berwujud tidak dapat diamortisasi untuk tujuan perpajakan dan yang berupa aktiva berwujud tidak dapat disusutkan untuk tujuan perpajakan. Pengalihan hak yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan terdiri dari permohonan pengalihan hak atau penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa harta adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan. maka belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak.dalam SPT PPh Terakhir sampai dengan diterbitkannya surat ketetapan pajak kurang bayar). harus melakukan pengalihan hak menjadi atas nama Wajib Pajak. Wajib Pajak tidak mengalihkan hak atas pengalihan hak yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pajak Penghasilan. Wajib Pajak yang diwajibkan menyelenggarakan pembukuan menurut ketentuan UndangUndang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Surat Keputusan Keberatan. dan Tahun Pajak Sebelum Akhir Tahun Pajak Terakhir Surat Ketetapan Pajak. Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak. untuk masa pajak.dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak. Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017. Putusan Banding. Putusan Banding. dan Tahun Pajak sebelum akhir Tahun Pajak Terakhir yang terbit sebelum Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan terbagi menjadi dua: Tetap dijadikan dasar Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak dan/atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak Wajib Pajak untuk mengompensasikan kerugian fiskal Wajib Pajak untuk mengompensasikan kelebihan pembayaran pajak. untuk masa pajak. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak. Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak. Putusan Gugatan. Bagian Tahun Pajak. dilakukan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017. Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi. Putusan Peninjauan Kembali. Pengalihan hak yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan terdiri dari permohonan pengalihan hak atau penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa harta adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan. Surat Keputusan. dan Tahun Pajak sebelum akhir Tahun Pajak Terakhir yang terbit sebelum Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan mengakibatkan timbulnya kewajiban pembayaran imbalan bunga bagi Direktorat Jenderal Pajak maka kewajiban yang dimaksud tersebut menjadi hilang/dihapus. . bagian Tahun Pajak. Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak. bagian Tahun Pajak. sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan Tidak dapat dijadikan dasar Direktorat Jenderal Pajak untuk melakukan penagihan pajak dan/atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak Wajib Pajak untuk mengompensasikan kerugian fiskal Wajib Pajak untuk mengompensasikan kelebihan pembayaran pajak Jika terdapat Surat Ketetapan Pajak. Surat Keputusan Pembetulan. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. Wajib Pajak tidak mengalihkan hak atas pengalihan hak yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pajak Penghasilan. Putusan Peninjauan Kembali. Surat Keputusan Keberatan. maka belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak. dan Putusan Untuk Masa Pajak. Perlakuan Atas Penerbitan Surat Ketetapan Pajak. Surat Keputusan Pembetulan. Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi. harus melakukan pengalihan hak menjadi atas nama Wajib Pajak.

Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak. O. Surat Ketetapan Pajak. Surat Ketetapan Pajak dan surat keputusan. pengompensasian kelebihan pembayaran pajak. Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak. Surat Ketetapan Pajak dan surat keputusan dilakukan setelah Wajib Pajak memperoleh Surat Keterangan. Surat Ketetapan Pajak. dan Surat Keputusan merupakan Surat Tagihan Pajak. dan/atau Putusan Peninjauan Kembali yang terkait dengan hak serta kewajiban perpajakan untuk masa pajak. Surat Tagihan Pajak. dan/atau putusan. Pembatalan Surat Tagihan Pajak.Dalam rangka Pengampunan Pajak. Surat Ketetapan Pajak. dan surat keputusan untuk masa pajak. dan Surat Keputusan Keberatan. Pembatalan Surat Tagihan Pajak. denda. Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak. bagian Tahun Pajak. b. penagihan pajak dan/atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak. bagian Tahun Pajak dan Tahun Pajak sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir yang terbit setelah Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan. dan Tahun Pajak sebelum akhir Tahun Pajak Terakhir dalam rangka pelaksanaan Pengampunan Pajak. surat keputusan. dan surat keputusan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atas nama Direktur Jenderal Pajak yang menerbitkan surat keputusan atau wilayah kerjanya meliputi Kantor Pelayanan Pajak yang menerbitkan Surat Tagihan Pajak. Surat Ketetapan Pajak. Sanksi administrasi berupa bunga. Putusan Gugatan. Direktur Jenderal Pajak atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atas nama Direktur Jenderal Pajak secara jabatan membatalkan Surat Tagihan Pajak. Surat Keputusan Pembetulan. Surat Ketetapan Pajak. dan kenaikan seperti dalam UU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Dalam surat pelaksanaan dinyatakan bahwa putusan dimaksud tidak dapat dijadikan dasar untuk: a. dan/atau c. untuk masa pajak. Penghapusan Sanksi Administrasi Perpajakan Direktur Jenderal Pajak atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atas nama Direktur Jenderal Pajak secara jabatan menghapuskan sanksi adminfatrasi berupa bunga dan/ atau denda yang belum dilunasi yang terdapat pada Surat Tagihan Pajak. Penghapusan atas sanksi administrasi diberikan setelah Wajib Pajak memperoleh Surat Keterangan. Direktur Jenderal Pajak menerbitkan surat pelaksanaan atas Putusan Banding. pengompensasian kerugian fiskal. bagian Tahun Pajak. . dan Tahun Pajak sebelum akhir Tahun Pajak Terakhir yang diterima oleh Wajib Pajak setelah memperoleh Surat Keterangan. Penghapusan atas sanksi administrasi dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah yang wilayah kerjanya meliputi kantor pelayanan pajak yang mengadministrasikan penghapusan sanksi administrasi.

Wakil Menteri. dan pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengampunan Pajak. pegawai Kementerian Keuangan. Jika Surat Keterangan telah diterbitkan dan Surat Tagihan Pajak atas sanksi administrasi belum diterbitkan maka sanksi administrasi tersebut dihapuskan dengan tidak dilakukan penerbitan Surat Tagihan Pajak. dilarang membocorkan. dan pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengampunan Pajak. Menteri. Menteri. tidak dapat dilaporkan. dilakukan penyelidikan. Upaya Hukum Segala sengketa yang berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Pengampunan Pajak hanya dapat diselesaikan melalui pengajuan gugatan. Wakil Menteri. pegawai Kementerian Keuangan. . dan/atau memberitahukan data dan informasi yang diketahui atau diberitahukan oleh Wajib Pajak kepada pihak lain. menyebarluaskan. atau dituntut. dilakukan penyidikan. digugat. R. Q. Gugatan hanya dapat diajukan pada badan peradilan pajak.Kepala Kantor Wilayah menerbitkan Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi Secara Jabatan Dalam Rangka Pengampunan Pajak. baik secara perdata maupun pidana jika dalam melaksanakan tugas didasarkan pada iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Data dan Informasi Dalam Rangka Pengampunan Pajak Data dan informasi yang bersumber dari Surat Pernyataan dan lampirannya yang diadministrasikan oleh Kementerian Keuangan atau pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pengampunan pajak ini tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan. penyidikan. Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi Secara Jabatan Dalam Rangka Pengampunan Pajak dapat diterbitkan untuk satu atau lebih produk hukum. Data dan informasi yang disampaikan Wajib Pajak dalam rangka Pengampunan Pajak tidak dapat diminta oleh siapapun atau diberikan kepada pihak manapun berdasarkan peraturan kecuali atas persetujuan Wajib Pajak sendiri dan digunakan sebagai basis data perpajakan Direktorat Jenderal Pajak. Pidana Setiap orang yang melanggar dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. Penuntutan terhadap tindak pidana hanya dilakukan atas pengaduan orang yang kerahasiaannya dilanggar. dan/atau penuntutan pidana terhadap Wajib Pajak. P.

penghapusan sanksi administrasi perpajakan. Periode I: Dari tanggal diundangkan s. dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Periode II: Dari tanggal 1 Oktober 2016 s. serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT. Periode III: Dari tanggal 1 Januari 2017 s. dan terbagi kedalam 3 (tiga) periode. Wajib Pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM).d 30 September 2016 b.d 31 Desember 2016 c. dan Orang Pribadi atau Badan yang belum menjadi Wajib Pajak. yaitu: a.BAB 4 PENUTUP A. Amnesti Pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017. Wajib Pajak Badan. Kesimpulan Pengampunan Pajak (amnesti pajak) adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang. Amnesti Pajak dapat diajukan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau tempat lain yang ditentukan oleh Menteri juga tempat awal yang harus dituju untuk meminta penjelasan mengenai pengisian dan pemenuhan kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dalam Surat Pernyataan.d 31 Maret 2017 . Yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah Wajib Pajak Orang Pribadi.

LAMPIRAN .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DAFTAR PUSTAKA .

08/2016 Tentang Tata Cara Pengalihan Harta Wajib Pajak Ke Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Penempatan Pada Instrumen Investasi Di Pasar Keuangan Dalam Rangka Pengampunan Pajak.11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak. Sekretariat Negara. Sekretariat Negara. Amnesti Pajak. Jakarta Republik Indonesia. Sekretariat Negara.118/PMK. 2016. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2016 Tentang Lampiran I-IV Tanggal 18 Juli 2016. Sekretariat Negara. Jakarta .go. 2016. Sekretariat Negara.119/PMK. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2016 Tentang Pengaturan Lebih Lanjut Mengenai Pelaksanaan Undang-Undang No. Jakarta Republik Indonesia. Peraturan Menteri Keuangan Repulik Indonesia No. 2016.pajak. http://www. Peraturan Menteri Keuangan Repulik Indonesia No. Jakarta Republik Indonesia.03/2016 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak Direktur Jenderal Pajak. Jakarta Republik Indonesia. 2016. Undang-Undang No.11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak. 2016.2016.id/amnestipajak Republik Indonesia.