Standar Teknis

Standar

teknis

adalah

aturan-aturan

teknis

pembangunan

yang

ditetapkan

berdasarkan peraturan/standar/ketentuan teknis yang berlaku dan berisi panduan
yang terukur dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan standar teknis
adalah memberikan kemudahan dalam menerapkan ketentuan teknis yang
diberlakukan di setiap

zona. Standar Teknis dirumuskan berdasarkan Standar

Nasional Indonesia (SNI) atau ketentuan-ketentuan lain yang bersifat sektoral dan
lokal serta berdasarkan hasil penelitian untuk aspek yang belum diatur dalam standar.
Teknik Pengaturan Zonasi
Teknik pengaturan zonasi adalah varian dari zonasi konvensional yang dikembangkan
untuk memberikan keluwesan dalam penerapan aturan zonasi dan ditujukan untuk
mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dan penerapan peraturan
zonasi dasar.
Teknik pengaturan zonasi berfungsi dalam memberikan keluwesan pada penerapan
peraturan dasar yang disesuaikan dengan karakteristik, tujuan pengembangan dan
permasalahan yang dihadapi pada zona tertentu dan memberikan pilihan
penanganan

pada

lokasi

tertentu

sesuai

dengan

karakteristik

dan

tujuan

pengembangan zona. Ketentuan yang diberlakukan harus merujuk kepada referensi,
literatur, kesepakatan dan penelitian khusus sesuai kebutuhan. Teknik pengaturan
zonasi ini bersifat optional dalam penyusunannya tergantung oleh kebutuhan daerah
masing-masing.

yakni: 1.Lingkar Budaya Desa Gerakan pembangunan desa haruslah dilakukan secara kolektivisme. baik sebagai individu. ada nilai tambah yang mensejahterakan secara ekonomi.599 < IDM < 0.Lumbung Ekonomi Desa Potensi sumber daya di desa bias dikonversi menjadi ekonomi yang di dalamnya melibatkan adanya modal. 3. maupun kolektivitas warga desa.707). serta peningkatan memajukan kesejahteraan mereka. 2) ekonomi. Sebagai basis data. dan 3) budaya.599). keluarga.Desa Tertinggal (nilai 0.Jaring Komunitas Wiradesa Memperkuat kualitas manusia dengan memperbanyak kesempatan dan pilihan dalam upaya penduduk desa menegakkan hak dan martabatnya. 2.Desa Berkembang (nilai 0. yaitu: 1. IDM disusun dengan menggunakan data Podes tahun 2014 yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu: 1) sosial. dan setiap variable diturunkan menjadi indikator operasional.491). di dalamnya terdapat kebersamaan.491< IDM < 0.INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM) Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan ukuran untuk tingkat perkembangan desa yang dikembangkan oleh Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD). Ketiga dimensi terdiri dari variabel. 3. . IDM mengklasifikasi Desa dalam lima (5) status. 2. Jumlah variabel dalam IDM sebanyak 22 variabel dan indikator sebanyak 52 indikator. persaudaraan. IDM dikembangkan dalam kaitan penajaman fokus dan lokus dalam pengembangan program prioritas (program unggulan dan kegiatan prioritas) yang berdasarkan 3 pendekatan yang disebut sebagai pilar Desa Membangun Indonesia. Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. organisasi ekonomi. dan kesadaran mau melakukan perubahan melampaui panggilan pribadi.Desa Sangat Tertinggal (nilai IDM < 0.

dan pemerintah kabupaten/kota. Agenda prioritas yang akan dilaksanakan oleh pihakpihak terkait (stakeholders) antara lain: kementerian. Misi. strategi. Terumuskannya instrumen untuk melakukan koordinasi. dunia usaha.Desa Mandiri (nilai IDM > 0. serta evaluasi dan pelaporan pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan. Arahan Kebijakan. Tujuan penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 adalah: 1. Terumuskannya instrumen dalam rangka koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan lintas sektor. lembaga pemerintah nonkementerian. Terumuskannya kebijakan. 3. pemerintah provinsi. dan masyarakat (multistakeholders). Tersedianya pedoman atau acuan pelaksanaan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan yang memuat Visi.707 < IDM < 0. antara lain: kementerian. dan pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. pengendalian dan pengawasan. 2. dan 5.Desa Maju (nilai 0.4. pemerintah provinsi. program dan kegiatan sebagai pedoman pelaksanaan pengelolaan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan yang melibatkan berbagai pihak (stakeholders) yang terkait. sinergitas. Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 Maksud dan tujuan Maksud penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 adalah tersusunnya pedoman pengelolaan perbatasan negara sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara untuk kurun waktu tahun 2015-2019.815). dan pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanakan pengelolaan kawasan perbatasan. . lembaga pemerintah nonkementerian. dan sinkronisasi (KISS) dengan berbagai pihak (stakeholders) dalam rangka penyusunan rencana kegiatan dan anggaran pembangunan dan pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan yang dilakukan oleh kementerian. Sasaran penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019 adalah: 1. lembaga pemerintah nonkementerian. integrasi.815).

sinergitas. 3. Tersedianya instrumen untuk melakukan koordinasi. dan sinkronisasi (KISS) dengan berbagai pihak (stakeholders) dalam rangka penyusunan rencana kegiatan dan anggaran pembangunan dan pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan yang dilaksanakan oleh: kementerian.2. dan pemerintah kabupaten/kota. pemerintah provinsi. lembaga pemerintah nonkementerian. integrasi. Tersedianya instrumen dalam rangka koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pembangunan lintas sektor. pengendalian dan pengawasan serta evaluasi dan pelaporan pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan. EVALUASI HASIL MASALAH DESKRIPSI .