Penerbit

:
PT. LARAST PENA NUSA
Indah PERS

Laras Post

@Laraspost

Edisi 77

TH. 5 / 10 - 23 Oktober

2016

Tegakkan Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat
Rp. 5.000 (luar Kota +Ongkos Kirim )

website : www.laraspostonline.com

Email : redaksilaraspost@gmail.com

Menteri ATR/Kepala BPN RI, Sofyan Djalil ketika memukul Gong tanda peresmian pembukaan pameran Real Estat Ekspo 2016, di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Kapolri Atasi Problem Psikologi
Anggota Kepolisian
Jakarta, Laras Post–
Guna mendukung upaya
Pemerintah menerapkan
paket kebijakan reformasi
hukum atau revitalisasi
hukum nasional, Kapolri
Jenderal Tito Karnavian
mengharapkan, problem
psikologi anggota kepo­
lisian segera teratasi.
Kepala Divisi Humas
Polri Irjen Boy Rafli
Amar mengungkapkan,
Kapolri mengharapkan,
kasus kesehatan jiwa
anggota kepolisian
segera terselesaikan,
sejalan dengan langkah
Pemerintah menerapkan
paket kebijakan reformasi hukum atau revitalisasi hukum
nasional.
Boy mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan
solusi pembenahan untuk mengatasi permasalahan
kesehatan psikologi seluruh anggota kepolisian, salah
satunya dengan membentuk tim khusus. “Kita akan
lakukan konseling orang-orang yang dicurigai, diambil
untuk dilakukan pemeriksaan psikologi oleh tim kita,”
ujarnya, pada Sabtu (8/10/2016) di Mako Kopassus,
Cijantung, Jakarta Timur.
Sebelumnya, Kapolri meminta jajarannya untuk
meneliti fenomena bunuh diri yang dilakukan anggota
kepolisian. Termasuk Kapolsek Karangsembung,
Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman yang melakukan
bunuh diri dengan dengan cara gantung diri.

Menteri ATR/BPN Bentuk Tim Khusus

Perangi Mafia Tanah

Jakarta, Laras Post - Kinerja
jajaran Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
belum maksimal, sehingga
dimanfaatkan oleh para mafia
tanah. Sebab itu, Menteri ATR/
BPN Sofyan Djalil berjanji akan
memerangi para mafia tanah
dengan membentuk tim khusus.

Sofyan mengatakan, perlu membuat
tim khusus yang melibatkan pihak
terkait, antara lain Kejaksaan, BPN,
Kepolisian RI, dan Direktorat Jenderal
Pajak Kementerian Keuangan, guna
mencari dan menyelidiki praktik mafia
tanah.
Reformasi pada kementerian ATR/
BPN, kata Sofyan, akan dilakukan salah
satunya dengan cara meningkatkan
komunikasi pada jajaran Kementerian

Life Style
Ingin Menjadi Guru SLB
Jakarta, Laras Post - Memiliki wajah cantik dan
rupawan, tidak mengahalangi Sasti untuk aktif
menjalani kegiatan di lingkungan sosialnya.
Perempuan kelahiran Jakarta, 28 November 1996
tersebut merupakan jebolan Abang None Jakarta
Selatan, ia berhasil meraih gelar None Selatan pada
tahun 2015 lalu.
Menurut Sasti, cita-citanya mengikuti ajang
pemilihan abang none merupakan impiannya sejak
ia kecil. Selain itu, motivasinya mengikuti ajang
tersebut ialah akibat kecintaannya terhadap budaya
Betawi, “Ya, aku memang berasal
dari suku Betawi dan otomatis
aku ingin sekali melestarikan
budaya betawi itu sendiri”
ujarnya kepada Laras Post,
minggu lalu.
Selain kecintaannya
terhadap budaya betawi,
ia juga mengikuti ajang
Abnon tersebut
untuk memperluas
jaringan
pertemanan
dalam
kehidupannya.

ATR/BPN, para staf dan membasmi para
mafia tanah.
Menurutnya, langkah itu akan efektif
untuk menciptakan kepastian hukum
kepemilikan tanah. Saat ini, lanjut
Sofyan, sering terjadi pemilik tanah
yang sudah bersertipikat masih digugat
pihak lain.
“Sudah punya sertifikat tapi masih
digugat orang lain. Belum lagi kalau
ada mafia tanah,” ungkap Sofyan Djalil

Biaya Jadi Kendala Sertipikasi Tanah

Berita Bersambung hal 7....

None Jakarta Selatan, Sasti Hapsari

Foto: DOK ATR

Anggota Komisi II DPR RI, Tamanuri saat rapat kerja di DPR.

Jakarta, Laras Post - Ani­
mo masyarakat untuk
mensertipikasi aset tanah,
terkendala oleh pelayanan
Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN) yang
belum maksimal dan biaya
tinggi.
Anggota Komisi II DPR RI
Tamanuri mengungkapkan,
masyarakat ketika hendak
mengurus atau mendaftarkan
tanah ke Kantor Pertanahan
sering menemui kendala,
diantaranya waktu yang lama

Foto: Dok

dan harga yang cukup tinggi
karena tidak sesuai dengan
ketentuan yang ada.
“Masyarakat itu punya
animo yang sangat besar untuk
mensertipikasikan tanahnya.
Akan tetapi di bawah banyak
terkendala oleh kondisi aparat,”
Tamanuri, saat Rapat Kerja
dengan Menteri Agraria dan
Tata Ruang pada Selasa,
(27/09/2016) di Gedung DPR
RI Senayan, Jakarta.
Ia menegaskan, sekalipun
Kementerian ATR/BPN telah
menyampaikan visi misi yang

bagus, tetapi masyarakat tetap
menemui kendala, akibat kinerja
aparat pertanahan yang tidak
sejalan dengan visi dan misi
kementeriannya.
Tamanuri mencontohkan,
untuk memecah sertipikat tanah
memakan waktu delapan bulan.
“Itu sangat lama sekali, terlebih
harganya pun juga cukup mahal.
“Maaf teori yang dilakukan ATR
itu luar biasa, tapi sampai di
bawah ini sulit terbentuk,”
ungkapnya.
Tamanuri mengaku, ketika
melakukan kunjungan kerja
ke daerah, dirinya banyak
menerima laporan masyarakat
tentang tingginya biaya
membuat sertipikat tanah.
Misalnya, pemisahan sertipikat
tanah sampai Rp 8 juta.
Demikian juga pelaksanaan
Prona mendapat sorotan politisi
Partai Nasdem ini, karena
menurutnya, pihaknya sering
mendapat laporan masyarakat
yang dikenakan biaya sebesar
Rp1 hingga 2 juta saat mengurus
sertipikat melalui Prona. “Prona
kan mestinya gratis, karena
mendapat subsidi,” tegasnya.

saat pembukaan pameran Real Estat
Ekspo 2016, pada Sabtu (8/10/2016) di
Jakarta Convention Center (JCC) Senayan,
Jakarta.
Ia pun menyatakan, jika mafia tanah
tidak bisa ditertibkan, maka pihaknya
akan mengambil langkah hukum
dengan mempidanakan mafia tanah.
“Kalau mafia tidak bisa ditertibkan, ya
dipidanakan,” tegasnya.

Berita Bersambung hal 7....

Tangani Laporan Dugaan Penistaan Agama

Polisi Ekstra Hati Hati

Jakarta, Laras Post–
Polisi nampaknya
ekstra hati-hati, dalam
menangani laporan
dugaan penistaan
agama oleh Gubernur
DKI Jakarta Basuki
Tjahja Purnama (Ahok),
yang dilaporkan
sejumlah Organisasi
Massa (Ormas) Islam.
Kabareskrim Kom­
jen Ari Do­no Sukmanto
m e n g­ u n g k a p k a n ,
pihaknya telah mem­
proses perkara dugaan
penistaan agama yang
dilaporkan sejumlah
Ormas Islam itu.
Namun, menurutnya
untuk mendalami
perkara tersebut polisi perlu meminta keterangan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama. “Jelas (akan
panggil MUI-red), nanti kan ahlinya kepada ahli agama,
ahli bahasa,” ujarnya kepada wartawan, pada Jumat
(7/10/2016) di Jakarta Timur.
Ia menjelaskan, barang bukti berupa video akan
diuji, misalnya didapat dari mana dan bagaimana cara
memperoleh video tersebut. “Ya itu bisa djadikan barang
bukti,” ungkap Ari.
Sementara itu, MUI mendesak kepolisian
menindaklanjuti laporan dugaan penistaan agama yang

Berita Bersambung hal 7....

Berita Bersambung ke hal 7....

Para Petani Desak Segera Laksanakan Reforma Agraria
Jakarta, Laras Post – Desakan
untuk segera melaksanakan reforma
agraria kian menguat. Para petani
pada peringatan Hari Tani Nasional
(HTN) 2016, menggelar unjuk rasa
guna menuntut pelaksanaan reforma
agraria di sejumlah daerah.
Di Jawa Timur ratusan petani
yang tergabung dalam Aliansi Tani
Jawa Timur (Alit Jati) dan mahasiswa
melakukan orasi secara bergantian di
depan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan
Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi
Jawa Timur, pada Selasa (27/9/2016).
Sebelum melakukan orasi, Aliansi
Alit Jati yang terdiri dari gabungan
massa dari KPA Jatim, API Jatim,
SPI Jatim, Cakrawala Timur, FPPI
Kota Surabaya PMII Unsuri, LDF,
Cemara dan Untag itu, melakukan
long march dari dari Taman Pelangi
Bundaran Dolog Surabaya ke Kanwil
BPN Jatim.
Kordinator Umum Alit Jati Sugiono

Petani berdemo stop perampasan tanah (Ilustrasi).

mengungkapkan, berdasarkan data
Konsorsium Pembaruan Agraria
(KPA), bahwa eskalasi konflik agraria
di berbagai sektor dan daerah terus
meningkat dan berujung pada tindakan
represif dan kriminalisasi terhadap
perjuangan rakyat atas hak-haknya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2004
- 2015, tercatat 1.772 konflik agraria
dengan luasan wilayah konflik 6.942.381
hektar dengan korban 1.085.817 Kepala
Keluarga (KK).
Menurut Sugiono, akibat tindakan
represif aparat dan pihak keamanan

perusahaan terhadap masyarakat
yang memperjuangkan hak atas
tanah, tercatat petani/nelayan/
masyarakat adat yang ditangkap
1.673 orang, dianiaya/luka-luka
757 orang, ditembak 149 orang dan
tewas 90 orang.
Dalam aksinya mereka
mendesak pemerintah untuk segera,
melaksanakan reforma agraria
sejati, menuntaskan konflik-konflik
agraria, menjalankan kedaulatan
pangan, dan tolak korporasi
pertanian.
Di Kabupaten Jember Jawa
Timur ratusan petani yang
tergabung dalam Serikat Petani
Independen (SEKTI) menggelar
orasi di depan Kantor Bupati Jember,
untuk menuntut janji reforma
agraria dengan objek tanah yang
selama ini jadi sengketa.

Berita Bersambung ke hal 7.... 

2

MIMBAR
Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Tajuk
Kinerja Kementerian ATR/BPN
Belum Maksimal

M

eski sejumlah inovasi layanan telah
dilakukan, kinerja jajaran Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN), tetap saja dirasa
masih kurang maksimal.
Pasalnya, masih belum dapat tercipta kepastian
waktu dalam memberikan pelayanan pertanahan.
Bahkan pelayanan sertipikat ada yang hingga satu
tahun belum terbit.
Demikian juga dalam hal pemblokiran
sertipikat, pada satu pihak ada yang mengaku
sulit untuk mengajukan pemblokiran sertipikat,
pada pihak lain merasa kesulitan melakukan
pencabutan pemblokiran. Sehingga tumbuh kesan
bahwa, kecepatan pelayanan tergantung pihak
yang mengajukan, jika yang mengajukan pihak
tertentu yang memiliki akses ke dalam, maka
mendapat kemudahan, sementara pihak yang
tidak memiliki akses akan kesulitan.
Sebab itu, sejumlah kalangan menaruh harapan
besar pada komitmen Menteri ATR/BPN Sofyan
Djalil yang akan melakukan reformasi birokrasi
pada jajarannya.
Reformasi birokrasi pada jajaran Kementerian
ATR/BPN diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan dan dapat menekan sengketa dan konflik
pertanahan.
Selain itu, peningkatan pelayanan juga diharapkan
akan berdampak positif pada kesejahteraan
masyarakat, karena sertipikat dapat diagunkan ke
bank untuk menambah modal usaha.
Kita tunggu Menteri ATR/BPN untuk segera
menunjukkan komitmennya. ***

Ilmu Dari Israel: Mengubah
Pulau-Pulau Kecil Menjadi Hijau
Oleh: Peter A. Rohi
Dua tahun lalu saya
bersama Dr dr Hoesein
Rushdy diminta sebagai
pembicara dalam seminar
Revolusi Mental di
Blitar. Siang kemarin,
tgl. 8 Oktober 2016 saya
memenuhi undangan
Komite Independen
Revolusi Mental (KIRM)
yang membuat seminar di
Institut Perbanas, Jakarta.
Banyak hal dibahas tentang
Revolusi Mental, mulai dari
pendidikan di sekolah dan pendidikan
bagi masyarakat, menghadapi sukses
Indonesia 2045 mendatang. Para
pakar dan para undangan pun orangorang pilihan yang diundang dari
berbagai tempat di Indonesia.
Tidak sengaja bertemu juga
dengan seorang pakar pertanian
yang ibunya sekampung dengan
saya, sebagai pembicara dengan topik
Pembangunan Pedesaan. Dia adalah
Dr Peter Tungka, satu-satunya orang
Indonesia yang dikirim Presiden Gus
Doer untuk belajar di Fak. Pertanian
di Jerusalem, Israel.
Sebagaimana dunia tahu, Israel
yang kering itu kini berubah menjadi
pengekspor buah2an, sayur2an,
bahkan bunga ke pasar2 di Eropa.
Mereka bisa mengubah tanah gersang
menjadi hijau. Dari dalam perut bumi
pompa-pompa air terpasang untuk
menyedor air demi mengairi wilayah
pertanian di Israel yang dulu cuma

tanah gersang, bahkan mendekati
padang pasir.
Ketika saya memperkenalkan diri
sebagai penanya, dan bertanya tentang
bagaimana konsep membangun
desa2 di pulau2 kecil seperti yang
gersang tetapi juga memiliki potensi
yang belum digarap, beliau langsung
menjawab “kita sekampung. Ibu
saya dari Sabu, Seba, marga Rihi.
Pakar berayah Manado ini mengaku
belum pernah ke Pulau Sabu, asalusul ibunya.
Tetapi untuk membangun
pedesaan di pulau-pulau kecil
seperti di Pulau Sabu dan pulaupulau kecil lainnya sudah masuk
dalam konsepnya. Soalnya karakter
pulau-pulau besar dengan ribuan
pulau kecil berbeda dalam banyak
hal, sementara sebagian pemikir
hanya memiliki konsep tentang
pebangunan pulau-pulau besar
yang cuma beberapa saja di negara
ini. Sementara potensi ribuan pulau
kecil yang tak kurang nilainya belum
mendapat perhatian.
Gus Dur yang paham bahwa Israel
yang gersang memiliki tekhnologi
canggih maka Peter Tungka terpilih
sebagai mahasiswa Indonesia yang
mendapat kesempatan belajar di
sana. Kita memang belum memiliki
hubungan diplomatik dengan Israel,
tetapi secara diam-diam banyak
senjata buiatan Israel seperti UZI
dipakai di Indonesia. Para pilot kita,
juga para intelijen diam-diam belajar
di Israel, dengan paspor Amerika
Serikat.
Tetapi tentu itu tidak penting.

Penulis diapit Dr Peter Tungka dan istrinya.
Yang penting, sebagaimana diamati
Presiden Gus Doer saat dia menjabat,
bahwa tekhnologi Israel sangat
dibutuhkan untuk memperbaki
tekhnologi pertanian di Indonesia. Ia
memanfaatkan kesempatan mengirim
mahasiwa untuk belajar di sana dan
justru tekhnologi pertanian yang
paling diutamakan. Sekarang hasil
kerja Dr Peter Tungka sudah terasa di
berbagai pedesaan di Jawa Tengah,
Bali, Sulawesi Utara dan banyak
wilayah lain di Indonesia.
Cita-citanya seperti Bung Karno,
bahwa negeri ini harus swasembada
dalam banyak hal, karena kita memiliki
sumber daya alam yang kaya.
Sebagai warga yang berasal dari
Pulau Kecil saya berharap semoga
Pulau Sabu, asal-usul leluhur saya

Ir Riantori yang bersama alm. Ir Soetjipto penemu
konstruksi Sarang Laba2 membawa makalanya.
Para pembicara dan peserta pilihan.

Foto: dok

yang gersang itu suatu saat bisa
menjadi hijau seperti Jerusalem. Dulu
kami menghasilkan kuda penarik
dokar untuk seluruh Indonesia,
bahkan diekspor sampai ke luar
negeri. Tetapi pabrik mobil telah
membuat kami kembali miskin,
bahkan gersang. Kami hanya bisa
menymbangkan banyak professor
dan rektor di negeri ini, tapi tentu
semua bekerja di luar pulau kami.
Impian kami, bukan saja tenaga kerja
dari pulau-pulau terpencil itu keluar
sebagai para preman tetapi mereka
harus memiliki daya kerja dengan
tekhnologi pertanian yang modern di
negeri kami sendiri. Tentu bukan saja
di pulau \Sabu, tapi juga pulau-pulau
lain di negeri ini. Itulah impian kami
bersama. ***

Emblem Komite Independen Revolusi Mental.

Bung Karno: Kebangsaan Kita Adalah Kemanusiaan
Yoga Air Untuk Kesehatan
Zaman dulu disebut Topo Tirta. Saya melakukan hal itu
berkali-kali saat kolam renang lagi sepi. Setengah jam cukup
tanpa menggerakkan kaki dan tangan sedikit pun, kecuali
pengaturan nafas sesuai ajaran yoga dalam buku Serie Jorgi,
guru Yoga India pada 1950-an. Topo Tirta dapat menyembuhkan
berbagai penyakit, seperti jantung, asam urat, dan ginjal.
Kemarin saya tidur di atas air lebih dari setengah jam di
kolam renang Anisha, CikeoNG, Rangkas Bitung. Yoga air
itu untuk menyembuhkan sakit kepala saya akibat terjatuh di
kamar mandi beberapa bulan lalu. . Saya sudah melakukan hal
seperti itu sejak tahun 1960-an. Semua kita bisa, cuma banyak
yang tidak tahu manfaatnya. Dengan pengaturan nafas yang
teratur oxigen tersalur ke seluruh tubuh.
Sangat bagus dilakukan di laut, karena riak-riak ombak
membantu mengatur aliran oxigen kita pada bagian2 yang buntu
sekali pun. Mulailah dengan pengaturan nafas dengan system
segitiga sama sisi: tarik, tahan, hembuskan. Selamat mencoba!
Semua pasti bisa.

Begitu kesimpulan Bung Karno
setelah menjelaskan tentang apakah
kebangsaan kita itu. Pada pidato
tanggal 1 JUNI 1945 Bung Karno
menjelaskan bahwa kebangsaan kita
adalah menurut Otto Bauer (pemikir
Austria) dan Erns Renan, (filsuf
Prancis).
Dalam pidato itu jelas sudah
sangat tipis anatara asli dan tidak ali
dalam kewarga-negraan Indonesia.
Tetapi bberapa minggu lalu isyu
itu dibangkitkan kembali oleh
Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan agar UUD 1945
diamandemen lagi untuk menetapkan
bahwa Presiden RI adalah seorang
bangsa Indonesia asli yang beragama
Islam.
Mungkin Ketua partai PPP tidak
pernah membaca pidato 1 Juni juga

tidak paham apakah kebangsaan
menurut Ernts Renan dan Otto Bauer.
Saya punya bukunya, kalau dia mau
akan saya foto copykan, juga pidato
Bung Karno tgl. 1 Juni 1945. Supaya dia
tidak lupa, bahwa soal warga negara
asli dan bukan asli itu sdh selesai
dengan pidato Bung Karno itu.
Sungguh memalukan, bahwa
setelah 71 tahun kita merdeka
masih juga dipersoalkan warga asli
dan tidak asli. Obama itu tidak asli
Amerika karena ayahnya bukan
warga negara Amerika. Ayahnya
orang Kenya, Afrika. Tapi Obama
bisa memerintah dengan baik,
bahkan sampai dua kali terpilih
sebgai presiden di Amerika Serikat.
Selama memerintah tidak pernah ia
merugikan negara adidaya itu dan
sebaliknya menguntungkan negara

asal-usul ayahandanya. .
Lalu asli Indonesia yang mana?
Di sini ada Melanesia, ada Polynesia,
ada mongolid yang datang gelombang
demi gelombang melalui Kambodja
masuk ke Nusantara. Yang datang
terakhir mendiami sebagian kepulauan
Riau, Pontianak, dan Bangka Belitung.
Meraka bukan pengusaha atau
konglomerat. Banyak petani dan buruh
pelabuhan, banyak juga nelayan.
Kalau Ketua partai itu kurang
paham ayo bikin debat terbuka,
periksa DNA, siapa yang paling lama
menetap itu tentu yang asli. Dari
penelitian antropologi, tentu kami
yang di timur Indonesia paling asli
karena sebagai pribumi awal di sini
yang kemudian terdesak ke timur
karena kedatangan ras mongolid. Jadi
dari DNA diketahui siapa yang asli

dan siapa yang baru datang di bumi
Nusantara.
Gus Doer ketika menjadi Presiden
terang2an berkata masih memiliki
darah China. Tentu Pak BJ Habibie
juga masih punya keturunan Timur
Tengah. Lalu apakah kedua orang
itu tidak layak menjadi Presiden RI?
Dengan ucapan Ketum PPP itu sudah
bisa diancang-ancang untuk menjegal
dua tokoh yang sedang berkibar karier
politiknya yaitu Anis Baswedan dan
Ahok.
Menyadari bakal munculnya
tokoh2 ahistoris begini, Bung
Karno jauh2 hari sudah mengutip
Gandhi, kebangsaan saya adalah
kemanusiaan. Mendunia dan modern
habis.. Melangkah harus maju dan
jangan mundur seribu tahun ke
belakang.***

Redaksi LARAS POST menerima aspirasi pembaca melalui SMS ke nomor 081282204440 Aspirasi boleh berupa kritikan terhadap pemberitaan, keluhan tentang pelayanan instansi pemerintah maupun swasta,
maupun komentar tentang masalah yang sedang berkembang di tengah masyarakat.

Penerbit:
PT. LARAS PENA NUSA Indah PERS
(PT LPNIP)
SK. Kemenkumham
No: AHU-50801.AH.01.01. 2013
SK. Kemenkumham Perubahan
No: AHU-0002312. AH. 01.02 Tahun 2015
Siup No.:
847/24.1.0/31.75.00.000/1.824.271/2015
NPWP : 03.312.240.9-009.000

Dewan Pembina: Mayjend TNI (Purn) H. Hendardji Soepandji, Brigjend Pol (Purn) Drs Zainuri Lubis, HM. Jazari (Ketum PPLB); Dewan Penasehat: H. Sufyan Abdurrahman, Mayjen TNI (Purn)
DR. H. Syamsu Djalal, SH, MH, Peter Apolonius Rohi, Hornaedi, SH, Arnold Siahaan, SH, ; Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : C. Herry SL; Wakil Pemimpin Redaksi: Akram SM,; Pemimpin
Perusahaan : T Susilawati; Wakil Pemimpin Perusahaan / Manager Iklan: Eko Sugiarto ; Dewan Redaksi : H. Erekson S.Sos, SH, Binsar Sihombing, Asmuni CH. Haesy, A. Puja, HM. Nursin, HR;
Firman Kelana, Akram, SM, Drs. Syaiful Nazar, Ir. David Marpaung, Ma’ruf, Joko Setiono, Michael Handi Wijaya ; Redaktur: Sugiarto, Rofiq, Idris, David SE; Istana Negara: C. Herry SL, Sugiarto;
Kejaksaan Agung, Mabes Polri & KPK : C. Herry SL, Putra Darus. Polda Metro Jaya : Djoko R ; Puspen TNI: Cak Herry, Sugiarto; Dispenad: C. Herry SL, Akram, SM, ; Kemensos : S. Lestari.
Kementerian ATR/BPN RI: Cak Herry, Sugiarto, Handri Dodiyanto, S.Pel. Bidang Pendidikan DKI Jakarta: Edy Supriyadi. Staf Redaksi: Titiek Harum, S.Pd, Djoko Ruwahono, Liogu Mr. Lexy,
Tuty Sulistyowati, H. Bardan, Maslim, S. Lestari, Suryati, Darmo LM, Wancik Basri, Harianto, Dedi Chandra , Bambang Soeroso, Bachtiar Sudjono, Rien Untari, Agus Suhendar, SH., Wirya Sunarya,
Afriyuansyah, Suharyono, Dita Suci Febrianti, Dewi Mei Pujaningsih, Duddy Andriyan, Muhammad Ali S, Aprisan Malau ; Fotografer : Aries Prabowo, Ferry N, ;
Perwakilan/Biro: Jakarta Pusat: Heri Sugihartono ; Jakarta Barat: Ir. David Marpaung, Anjas, RT, A. Hidayat, Rahayu N Aliza; Lampung Barat : Yuzaini, M Bai darus. Prov. Banten: Tangerang
Kota : Joseph Rumapea (Kabiro), Irwan Hermawan. Kab. Tangerang: Yudi Susanto, SH (Kabiro) Sujono Siarif, R. Ruhiyat, Sudarma ; Tangerang Selatan: M Amsar, H. Rumsihyahya AR ; Jawa
Barat : Kota Bekasi: Siaga Yudha, Bayu Rismahayu ; Kabupaten Bekasi: Iskandar Iqbal, Haposan S, R., Pirlen Sirait, Agah Handoko, M. Abduh, Febriyanti Nur Utami, Usman BG ; Bogor Raya:
David Malau SE (Kabiro), Ruly. K, Tumbur Tambunan, Supriadi, Rimset M, Unggul Sagena, Jekson Gultom ; Depok: David Malau (Koordinator), Aman Siahaan (Wakabiro), M.A. Hamzah, Salim
S, Sumediana, Ronando Sialagan, Binsar Siahaan, Achmad Samudin ; Karawang: Agus Safutra, Dede Sumarna ; Subang: Edy Mulyana; Bandung : Citrawijaya Lim ; Sukabumi: Adenan Wijaya
Kusuma (Kabiro) Idris S, Nanang Suryana, Eman Heruman, Yoppy. FM ; Cirebon: Aries PS; Sumsel : H. Erekson S.Sos, SH (Kabiro) ; Sumut: Medan: I. Edy Suranta. S; SE, MM; Tapanuli Selatan:
Fernando Simamora ; Jawa Tengah: RB. Waluyo, Sumono, Fery N, Pujo As, Beni Yanto; Purbalingga: Agus Pristiwanto, Samyono; Prov. Jawa Timur: Surabaya: Rudi Siswanto, Lamongan :
Munawar ; Gresik : Ahmad Mubin ; Malang Raya : Bagus Yudistira, Asral L, Gediyanto, Riski Indrayana ; Kediri: Drs Rudy Priyono ; Kota/Kabupaten Blitar: Suprianto. Banyuwangi: Moh. Soleh,
Imam Sutikno, Mustofa Eko C, Ilham Sodik; Jember : Iskak Jayadi. P. Madura : Sofrin Jannatun Nuraini ; Prov. Bali : Wayan S, A. Shukani Hanafi. ; Kalimantan Barat : Kabupaten Sanggau:
Tino Malaiyono. SULSEL: Makassar: M. A. Haris (Kabiro), Zamir ST (Wakabiro), Petta Karim, Mudaksir, Syahrul; Kab. Maros: Haris Saeni, Sinjai: Awaludin Umar (Kabiro) ; Kab. Pare-Pare: M.
Jufry (Kabiro), Kab. Pinrang: Jabir (Kabiro Pinrang), Kabupaten Jeneponto: Iwan (Kabiro), Heru ; SULAwesi Utara: Manado: Irianny Menda, Chandra, RT. KEPRI: Linda, Budy Yanto ;
KARIKATUR: Pujo AS; Layout: sugihlayout.blogspot.com, Idris;
Sirkulasi/Promosi: Damit Sutendi (Kepala), Usup, Wirya Sunarya, Sodikin ; Redaksi / Tata Usaha: Jl. Raya Pagelarang No 39, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung
Kota Jakarta Timur, Kode Pos : 13880. No. Tlp. 021 8497 8735, 021 8498 1439, Fax: 021 - 22107800, HP: 081282204440 (Wapemred);
No. Rek. Bank Mandiri: 1290075645578 a/n PT Laras Pena Nusa Indah Pers (LPNIP)
Email : redaksilaraspost@gmail.com, Website: www.laraspostonline.com Percetakan: PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group), Bekasi (Isi di luar Tanggung Jawab Percetakan)

Wartawan LARAS POST dalam melaksanakan tugasnya di lapangan dibekali dengan ID Card, dan namanya tercantum dalam BOX Redaksi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Hukum

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

3

MoU Pemkoad dan Kejari Telah Ada

Kejari Jakbar Dituding Tak Mau Periksa
Praktik Jual Beli Aset Pemda
Foto: ist

Pelaksanaan Tes Urine di Jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen

BNN Gelar Tes Urine di Jajaran
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen
Jakarta, Laras Post - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia
yang dipimpin langsung Kepala Seksi (Kasi) Lingkungan Kerja Pemerintah
dan Swasta, AKBP. Nining Sulastri menggelar tes urine di jajaran Jaksa
Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI, hari Selasa (4/10/2016).
Tes urin yang dilakukan di jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen
dilakukan untuk mengetahui kandungan zat atau bahan terlarang dalam
urin.
Hasil tes yang digunakan untuk mengetahui kandungan ganja dalam
tubuh bisa didapatkan setelah satu minggu dari pengujian. Sementara
beberapa jenis obat-obatan lain yang lebih tajam seperti heroin, kokain,
ekstasi bisa muncul selama beberapa hari saja.
Jaksa Agung Muda Intelijen Dr. M. Adi Toegarisman, Sesjam Intelijen,
Kapuspenkum, para Direktur dan Koordinator juga turut melakukan
tes urin. “Proses yang dilakukan saat ini merupakan proses standar,
saya yakin tidak ada yang terlibat mengarah kesana,” jelas Jaksa Agung
Muda Intelijen, Dr. M. Adi Toegarisman saat memberikan pengarahan
ke jajarannya.
“Setelah dilakukan tes urin kita akan bawa ke BNN Pusat. Tim kami
akan cek apakah hasil positif atau negatif. Prosesnya cepat kok langsung
bisa terlihat,” ujar AKBP. Nining.
Sebelum BNN juga melakukan pengujian tes urin pada jajaran Bidang
Pidana Umum (Pidum) dan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan
Agung RI. (Tuti)

Foto: ist

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono didampingi
Kasubdit IV Cybercrime Ditreskrimsus AKBP Roberto G Pasaribu saat
jumpa pers.

Polisi Ciduk Ahli IT
Terduga Pelaku Kasus Videotron

Jakarta, Laras Post – Penayangan video porno di videotron
kawasan Antasari, Jakarta Selatan, tidak menggunakan jaringan
internet. Sementara terduga pelaku telah diamankan polisi.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara
mengatakan, data video itu dimasukkan secara manual ke videotron
tersebut. “Itu orang masukkan file. Jadi bukan lewat internet. Mungkin
orang unduh file-nya dari internet, tapi saat memasukkan itu, tidak
menggunakan jaringan internet,” ujarnya pada Rabu (05-10-2016) di
Jakarta.
Menkominfo berharap, kejadian itu tidak terjadi lagi dan pelaku
penayangan video porno itu, segera dapat menpertanggung-jawabkan
perbuatannya secara hukum.
Peristiwa tayangnya video porno di layar lebar videotron tersebut
masih ditangani Polda Metro Jaya dan telah menangkap seorang
terduga pelaku, berinisial SAR (24 tahun). Ahli IT di PT Mediatrac
Sistem Komunikasi itu, ditangkap di kantornya di Jalan Senopati, Jakarta
Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono didampingi
Kasubdit IV Cybercrime Ditreskrimsus AKBP Roberto G Pasaribu
menyebutkan, terduga SAR kepada penyidik mengaku iseng dan cobacoba setelah kebetulan lewat dekat videotron melihat login username
dan password di layar.
Sar kemudian mengaku memasukkan kode rahasia itu ke aplikasi
tertentu untuk mengakses operator videotron. Secara teknis, kata Roberto,
terunggahnya akses ilegal tersebut setelah tersangka memiliki username
dan password dari videotron tersebut.
“Kita masih terus mendalami apakah ada keterlibatan orang lain atau
memang putus hanya sampai di sini,” ujarnya. (ram)

Kisah Bungawati, Penyalur TKI Ilegal
dengan Korban Lebih dari 13.000 Orang
Jakarta, Laras Post - Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum
Bareskrim Polri Kombes Umar Surya Fana mengatakan, pelaku
tindak pidana perdagangan orang dengan jumlah korban terbesar
di Indonesia adalah Bungawati. Bunga telah memperdagangkan
TKI ilegal dengan jumlah yang fantastis hingga belasan ribu orang.
“Dari tahun 2012 sampai 2014 jumlah korban Bungawati 13 ribu
orang,” kata Umar usai konferensi pers, pada Jumat (18/3/2016) di
Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Jumlah tersebut baru sebagian dari seluruh korban Bungawati.
Sebab menurut Umar, Bungawati telah melanglangbuana dalam dunia
perdagangan orang selama 5 tahun. Pada tahun 2013 ia ditangkap oleh
Bareskrim dan saat ini kasusnya sedang dalam proses persidangan di
PN Jakarta Timur. “Akhir tahun 2015, berkas kita serahkan ke Kejaksaan.
Sekarang masih proses persidangan,” kata Umar.
Namun Umar menyayangkan langkah PN Jaktim yang tidak
menahan Bunga. Padahal selama kasus masih disidik di Bareskrim dan
saat dilimpahkan di Kejaksaan, Bunga ditahan. “Di kita (Bungawati)
ditahan, tiba-tiba sampai pengadilan dibebaskan dan menjadi tahanan
kota. Itulah yang membuat kita dan semua korban termasuk dari Kemlu
kecewa,” keluh Umar.
Umar menjelaskan, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
yang dijerat pasal 4 UU nomor 21 tahun 2007 dan atau pasal 102 UU
nomor 39 tahun 2004 tentang Perlindungan TKI di Luar Negeri (PTKILN)
diancam dengan hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 13 tahun.
Sementara dakwaan untuk Bunga tak sampai 3 tahun.
Kemudian selain di Turki, korban Bungawati juga tersebar di daerah
lain seperti Malaysia, Arab dan negara-negara lain di Timur Tengah.
Bunga bekerjasama dengan mantan suaminya yang merupakan warga
negara Arab.
Di Indonesia, Bunga juga memiliki beberapa anak buah, yang salah
satunya adalah Sherli. Namun Sherli kemudian memisahkan diri dan
bekerjasama dengan mantan suaminya di Turki. Korban Sherli saat ini
mencapai 606 orang. Dia adalah penyalur TKI ilegal kedua terbanyak
setelah Bungawati. (tuty)

Kejaksaan Negeri
Jakarta Barat yang
telah menandatangani
nota kesepakatan atau
MoU (memorandum
of understanding)
dengan Pemerintah Kota
Administrasi Jakarta
Barat dituding tidak mau
memeriksa dan menyelidiki
praktek jualbeli lahan di
wilayah Jakarta Barat yang
diduga dilakukan dan
melibatkan oknum pejabat
di wilayah Pemerintah Kota
Jakarta Barat
Jakarta, Laras Post - Praktik jual
beli lahan waduk Bojong tergolong
terstruktur, sistematis dan massif
karena melibatkan beberapa oknum
PNS dan oknum Ketua RW Kelurahan
Rawa Buaya Cengkareng, hingga
pejabat teras di Pemkoad Jakarta Barat.
Para oknum yang terlibat memiliki
peranan masing-masing untuk
memuluskan praktik jualbeli lahan.
Langkah awal yang dilakukan yakni
membuat akta jual beli (AJB) dari
Djangkung pemilik lahan seluas 4792
m2 dengan surat hak milik adat C Persil
132 Blok S.IV Kohir Nomor C 287 kepada
W.A.Kadir KN.
AJB yang dibuat di hadapan pejabat
pembuat akta tanah (PPAT), Syafril
Lubuk SH pada tanggal 5 Maret 2004
diduga merupakan rekayakasa dimana
berdasarkan informasi yang diperoleh
Kepala Lurah Rawa Buaya, Hasan Inang
yang bertindak sebagai saksi dalam AJB
tidak lagi menjabat pada periode 2004
dengan kata lain Juli 2003 sudah tidak
menjabat Kepala Lurah Rawa Buaya.
Sekjen Lembaga Jaringan Anti
Korupsi Keuangan Negara (JAKKN),
Markus M. SH mengatakan dugaan
praktik jualbeli lahan dengan modus
rekayasa AJB merupakan perbuatan
tindak pidana pemalsuan. “Kita tidak
tahu apakah MoU yang ditandatangani
tidak untuk pemberatasan korupsi
sehingga Kejari Jakarta Barat tidak mau
menyelidiki kasus ini walaupun sudah
diekspos berulangkali diberbagai media
massa,” ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja
Purnama diminta segera bertindak
menelusuri dan menindaklanjuti laporan
masyarakat atas dugaan praktik jualbeli
lahan waduk Bojong yang merupakan
fasilitas sosial dan umum (fasos-fasum),
di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan
Cengkareng Jakarta Barat. Luas lahan
waduk yang seyogianya 16.450 m2 pada
saat penyerahan dari PT. Bojong Permai
kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat
pada tahun 2004, saat ini telah berkurang
luasnya akibat praktik jualbeli lahan
waduk yang diduga dilakoni oknum
PNS Seksi Dinas Bina Marga Kecamatan
Grogol Petamburan, W.A.Kadir KN
kepada 10 warga dan disewakan kepada
pengusaha alat berat, Frengki.
Lahan yang diduga dijual oleh
WA Kadir KN kepada 10 warga dan
disewakan kepada Frengki, sebelumnya
dibeli WA Kadir KN dari Djangkung

pada tahun 2004 dengan akta jual beli
(AJB) No. 411 Th 2004. Djangkung
memiliki lahan itu diperkuat dengan
surat hak milik adat C Persil 132 Blok S.IV
Kohir Nomor C 287, dan anehnya AJB
muncul pada tanggal 5 Maret 2004. Patut
diduga oknum ketua RW dan oknum
Kepala Lurah ikut berperan membantu
pembuatan (rekayasa AJB).
Padahal areal itu termasuk lahan
waduk Bojong Indah yang luasnya 16.450
m2 pada saat penyerahan dari PT Bojong
Permai pada Januari 2004 kepada Walikota
Jakarta Barat  (Pemkot Jakbar) dan pada
tanggal 2 Agustus 2005 Dinas Pekerjaan
Umum (DPU)  Pemprov DKI Jakarta
mengeluarkan BAP No. 8740/077.73 atas
penyerahan lahan fasos/fasum tersebut
sebagai kewajiban dari pengembang,
PT. Bojong Permai “Patut diduga AJB
nya janggal dan penuh rekayasa, karena
lahan sudah diserah terimakan pada
Januari 2004 dan AJB muncul 5 Maret
2004,” ujar Markus, M.SH, Sekjend LSM
Jaringan Anti Korupsi Keuangan Negara
(LSM-JAKKN).
Saat ini lahan waduk yang sudah
dibeli WA Kadir KN telah berubah fungsi
menjadi hunian dan lahan penampungan
(usaha) aneka alat berat milik Frengki
yang mengaku menyewa dari WA Kadir
KN. Persoalan yang terjadi di atas lahan,
mulai dari praktik jual beli lahan, usaha
penampungan (penyewaan) alat berat
yang tidak dilengkapi izin (illegal) dan
melanggar peruntukan (zonasi) telah
diketahui Walikota Jakarta Barat, Anas
Effendi berdasarkan laporan Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat PolPP), Jakarta Barat, RM. Tamo P Sijabat,
“Beberapa pimpinan SKPD juga telah
melaporkan. Namun karena diduga
terlibat, sang Walikota ‘tertidur’ alias
tidak bertindak, ” ujar Markus.
Itu sebabnya, lanjut Markus, kami
melaporkan sejumlah persoalan yang
terjadi di atas lahan tersebut kepada
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja
Purnama guna untuk membangunkan
sang Walikota dari ‘tidurnya’ soal dugaan
jualbeli lahan waduk Bojong. “Kita
berharap agar sebaiknya Gubernur
bertindak dan tidak diam karena Jakarta
Barat sarat dengan kasus lahan dan sudah
menjadi sorotan publik,” ujarnya.
Apabila Gubernur DKI Jakarta, Basuki
Tjahaja Purnama yang merupakan Calon
Gubernur Petahana tidak tanggap dan
respon serta tidak bertindak atas lahan
aset Pemprop DKI Jakarta yang telah
dikuasai pihak pengusaha dan warga
maka akan menjadi bahan serangan bagi
para lawan politiknya, “Jadi kita berharap
segera mengambil sikap dan turun
langsung kelapangan untuk melakukan
tapal batas (pengukuran ulang). Bila perlu
oknum pejabat yang terlibat dilaporkan
kepada aparat hukum,” tandas Markus.
Dialokasikan Anggaran Miliaran
Rupiah
Menurutnya, lahan dengan seluas
sekitar 8000 m2 yang saat ini sudah
dikuasai warga dan pemilik pengusaha
alat berat itu, jelas merupakan aset
milik Pemprop DKI Jakarta berdasarkan
BAP No. 8740/077.73 yang dikeluarkan
oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi
DKI Jakarta pada 2 Agustus 2005 dan
dua tahun setelah BAP, dilakukan
penandatanganan Berita Acara Serah
Terima yang ditandatangani oleh Sutiyoso
(Gubernur DKI Jakarta) dan Ir. H Ismail

Walikota Jakarta Barat dan Kajari menggelar jumpa pers.

Sofyan (Direktur PT. Bojong Permai) pada
13 Agustus 2007.
Maka berdasarkan hal tersebut, pada
tahun 2014 Suku Dinas Pekerjaan Umum
Tata Air Jakarta Barat mengalokasikan
puluhan miliar untuk pembangunan
mesin pompa baru di saluran penghubung
Waduk Bojong. Dan saat ini saluran
air (penghubung) yang dibangun telah
tertutup karena telah diurug (ditimbun)
pengusaha alat berat, Frengki.
Sehingga proyek yang dilaksanakan
pada tahun 2014 itu sudah layak
dipertanyakan keberadaannya saat ini
karena lahannya sudah ikut terjual atau
dikuasai si pengusaha. Bahkan oknum
pejabat (di seksi perencanaan) Sudin
Tata Air Jakarta Barat diduga ikut
terlibat atau berperan serta dalam praktik
jualbeli lahan tersebut, “Kendati demikian
Kasudin Tata Air Jakarta Barat, Imron
dan Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta,
Teguh Hendrawan tidak bertindak,”
ujar Markus.
Selain mengurug (menimbun)
lahan waduk Bojong, Frengki juga
telah menutup jalan pendestrian yang
dibuat oleh Suku Dinas Pertamanan dan
Pemakaman Jakarta Barat dengan layer
hotmix atau aspal. Berdasarkan informasi
yang diperoleh terdapat kurang lebih
3.000 m lahan milik Sudin Pertamanan
Jakarta Barat dalam lokasi yang sudah
di kuasai oleh pengusaha alat berat
tersebut. Maka hampir setiap tahun
alokasi anggaran selalu dikucurkan untuk
pemeliharaan jalan tersebut oleh Sudin
Pertamanan Jakarta Barat .
Dalam serah terima lahan fasos/
fasum itu, Direktur PT Bojong Permai
memberikan surat kuasa pada 12 Januari
2004 kepada Ir Enang Supena untuk
mengurus serah terima fasos/fasum itu
kepada Pemkot Adm Jakbar dan pada
tanggal 2 Agustus 2005 Dinas Pekerjaan
Umum (PU)  Pemprov DKI Jakarta
mengeluarkan BAP No. 8740/077.73 atas
penyerahan lahan fasos/fasum tersebut,
dan tercatat di KPAD Jakbar.
Lahan fasos/fasum yang telah diserah
terimakan PT Bojong Permai kepada
Pemkot Adm Jakbar antara lain; fasos
sarana pendidikan 697 m2 di Jln Bambu
Wulung/Jln Bambu Ori sesuai dengan
peta bidang tanah No. 5711/2003 yang
dikeluarkan BPN Provinsi DKI Jakarta,
dan lahan fasos sarana waduk 16.450 m2
di Jln Telaga Bojong sesuai peta bidang
tanah No. 5658/2003 yang dikeluarkan
BPN DKI Jakarta.
Diperiksa Kejaksaan

Foto: david Marpaung

Anas Effendi dijadwalkan diperiksa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan
(Jaksel), pada Rabu (14/9/2016) sebagai
saksi terkait kasus dugaan korupsi lahan
Pemprov DKI Jakarta yang berlokasi di
Grogol Utara, Jakarta Selatan. “Konfirmasi
saja, karena namanya disebut-sebut
sewaktu beliau menjabat Wakil Walikota
Jaksel,” kata Yovandi kepada wartawan,
Selasa (13/09/16) pagi.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus
(Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan, Yovandi Yazid menegaskan
bahwa pihaknya belum dapat memastikan
keterlibatan Anas dalam kasus ini.
Pemanggilan Anas, dikatakannya, hanya
dimintai keterangan terkait jabatannya
sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan
pada periode 2008 hingga 2011.
Pihak kejaksaan telah memeriksa
32 saksi, diantaranya Wali Kota Jakarta
Selatan Pardjoko, pihak PT Permata
Hijau, pejabat Badan Pertanahan Negara
(BPN) Jakarta Selatan tahun 2013 dan
2014, Kepala Badan Pengelola Keuangan
dan Aset Daerah Heru Budi Hartono,
camat kebayoran lama tahun 2011, lurah
grogol utara tahun 2011 dan 2014, dan
10 orang ahli waris yang mengklaim atas
lahan tersebut.
Aroma korupsi terkait lahan milik
Pemprov DKI Jakarta di Grogol Utara
diketahui setelah terungkap ada pihak
yang memperjual-belikan lahan tersebut
dengan sertifikat hak guna bangunan
(HGB), padahal lahan tersebut merupakan
milik Pemprov DKI Jakarta setelah
diserahkan oleh PT Permata Hijau pada
1996 sebagai kewajiban fasos fasum.
Luas lahan tersebut 2.975 meter persegi,
terletak di Jalan Biduri Bulan RT 08 RW
01, Kelurahan Grogol Utara.
IR oknum BPN telah melakukan
rekayasa girik lahan terserbut untuk
mendapatkan sertifikat HGB. Di tahun
2014, IR telah menyuap AS pegawai
Panitia Pemeriksaan Tanah (P2T) BPN
Jakarta Selatan, AS yang kini bekerja
di BPN Jakarta Pusat bersama IR telah
ditetapkan sebagai tersangka.
Markus mengatakan, agar pihak
Kejaksaan Negeri Jakbar memeriksa dan
mengusut tuntas praktik jualbeli lahan
waduk bojong yang merupakan aset
Pemprov DKI Jakarta, “Sudah seharusnya
Kejari Jakarta Barat memeriksa para
pihak yang terlibat dalam jualbeli lahan
termasuk Anas Effendi sang Walikota
untuk membongkar dan memutus mata
rantai mafia tanah di Jakarta Barat,”
tegasnya. (david Marpaung)

Terus Bergerak Memberdayakan Indonesia Bersih Tanpa Narkoba

Anggota Fokan dan pejabat BNN foto bersama.
Jakarta, Laras Post - Dalam mempertajam program Pencegahan dan
Pemberantasan Penyalahgunaan
dan peredaran Gelap narkotika dan
psykotropika dan prekursor serta bahan
adiktif lainnya (P4GN), Forum Organisasi
Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN)
bersama Badan Narkotika Nasional
(BNN) mengadakan konsolidasi.
Konsolidasi itu mengusung tema
“Terus Bergerak Memberdayakan
Indonesia Bersih tanpa Narkoba”
yang digelar di Albero Cafe, Jumat
(7/10/2016).
Ketua penyelenggara Rulliadi, SE

(ketua panitia konsolidasi & Sekretaris
Presnas Fokan) mengatakan, selain
pengurus dan anggota FOKAN dan
perwakilan BNN acara ini dihadiri pula
sejumlah perwakilan LSM lainnya diantaranya Gerakan Nasional anti narkoba
(Granat), Front Betawi Bersatu (FBB),
para relawan Ormas maupun Yayasan,
diperkirakan yang hadir hampir 80 peraen dari total undangan.
Direktur Peran Serta Masyarakat
BNN Sinta Dame Simanjuntak, MA. mengatakan, bahwa acara ini jangan terlalu
formal, santai saja.
Deputi Pemberdayaan Masyarakat

BNN, Irjen pol. Suedi Husen mengatakan,
bahwa Fokan tugasnya lebih mulia
dari BNN. Dari sisi mana yang kurang,
program yang sudah ada dipertajam
lagi, sehingga titik-titik bisa ketemu.
Bagaimana pemberdayaan masalah narkoba, langkah-langkah yang harus tetap
mendampingi program P4GN ini.
Suedi Husen melanjutkan, seperti
yang dikatakan Presiden Jokowi, bahwa
Indonesia sudah dikatakan “darurat
narkoba”, banyak permasalahan-permasalahan tentang narkoba, dalam sehari 40
hingga 50 orang meninggal dunia akibat
narkoba.
“Bagaimana membuat kegiatan
masyarakat sehingga daya kebalnya
bangsa Indonesia ini tentang narkoba.
Meskipun berbaring diatas sabu, heroin,
morphin tidak mau menyentuh narkoba,”
kilahnya.
Deputi Daya Mas BNN berpendapat,
masalah lem, sebaiknya diganti aroma
buah-buahan misalnya stroberry agar
anak-anak tidak ketagihan menghirup
lem.
“Anak-anak TK yang menempel
gambar-gambar ditempel ditangan,
makan permen dari produk narkoba
akan ketagihan mencoba lagi. Kalau
seperti ini generasi muda akan rusak,”
pungkasnya.
“Jadilah kita bapak/ibu yang tidak
mewariskan pada cucu kita, ini yang
akan saya suport agar membagun hidup
sehat tanpa narkoba, pertajam program-

program P4GN tentang narkoba. Agar
kita terus bergerak memberdayakan
Indonesia Bersih Tanpa Narkoba,”
jelasnya.
Ada pula negara yang ingin mengambil sumber daya alam, dengan mengirim
narkoba sebanyak-banyaknya. “Kalau
kita tidak berbuat, bisa-bisa seluruh pejabat di pemerintahan Indonesia terkena
narkoba. Mau seperti apa bangsa ini,”
cetusnya lagi.
Tugas BNN mulia tapi lebih mulia
saudara-saudara FOKAN, jatuh diatas
BNN. Maka itu jangan menyerah jangan mati akal, maju terus konsolidasi,
kumpulkan kekuatan. sehingga kedepan
bangsa indonesia lebih kuat.
Bagaimana membuat daya iman
bangsa Indonesia semakin kuat, bisa dari
pengajian, group motor dan kegiatan
masyarakat positif lainnya.
Menurut Sinta, pemberdayaan merehabilitasi, mencegah narkoba. Kita
lakukan dengan pelatihan Kelas-kelas
kecil sampai 100 orang untuk melatih
masyarat, dilakukan dengan serius.
Nanti tahun 2017 akan diadakan
pelatihan bagi tokoh agama, perusahaanperusahaan mengadakan program daya
mas dan akan melibatkan ke instansi
pemerintahan.
Kalau di tahun ini anggaran sudah
habis, jadi program Train of Trainer (TOT)
akan diadakan lagi di tahun depan, pendidikan latihan untuk masyarakat pada
program P4GN. (Riena) 

2

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Foto: dok

OJK Keluarkan Regulasi
Mengenai Usaha Pergadaian
Jakarta, Laras Post – Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Keluarkan Regulasi Mengenai Usaha Pergadaian, melalui
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 31/
POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian tanggal 29 Juli 2016.
Penetapan POJK tersebut bertujuan untuk meningkatkan inklusi
keuangan bagi masyarakat menengah ke bawah dan usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM), melalui kemudahan akses terhadap pinjaman,
memberikan landasan hukum bagi OJK dalam rangka pengawasan,
memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha pergadaian, kehadiran
usaha pegadaian yang sehat, dan perlindungan bagi konsumen pengguna
jasa pergadaian.
Secara umum, POJK ini mengatur mengenai bentuk badan hukum,
permodalan, persyaratan dan prosedur perizinan usaha, kegiatan
usaha yang diperkenankan, penyelenggaraan sebagian kegiatan usaha
berdasarkan Prinsip Syariah, pengaturan perusahaan pergadaian
pemerintah, pelaporan, penggabungan, peleburan, pengambilalihan
atau pemisahan, pengawasan dan pemeriksaan Perusahaan Pergadaian,
serta pengenaan sanksi bagi Perusahan Pergadaian yang melanggar
ketentuan dalam POJK tersebut. Dalam prosedur perizinan usaha,
terdapat ketentuan yang berbeda bagi pelaku usaha pergadaian yang
sudah existing sebelum POJK diundangkan dan bagi pelaku usaha yang
akan melakukan kegiatan usaha setelah POJK diundangkan yaitu:
Bagi pelaku usaha pergadaian yang telah melakukan kegiatan
usaha sebelum Peraturan OJK ini diundangkan diberikan opsi berupa
permohonan pendaftaran. Permohonan pendaftaran diajukan kepada
OJK paling lama 2 (dua) tahun sejak Peraturan OJK ini diundangkan.
Mekanisme pendaftaran memberikan kemudahan bagi pelaku usaha
pergadaian mengingat persyaratan bentuk badan hukum, permodalan
dan lingkup wilayah usaha dikecualikan serta persyaratan administratif
yang disampaikan relatif lebih mudah dan sederhana. Bagi pelaku
usaha pergadaian yang telah memperoleh pendaftaran dari OJK, wajib
mengajukan permohonan izin usaha sebagai perusahaan pergadaian
swasta dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sejak Peraturan
OJK ini diundangkan.
Bagi pelaku usaha pergadaian yang akan melakukan kegiatan usaha
setelah Peraturan OJK ini diundangkan harus mengajukan izin usaha
sebagai Perusahaan Pergadaian kepada OJK.
Dengan adanya POJK ini diharapkan dapat meningkatkan
kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa
pergadaian mengingat sebelum adanya POJK Nomor 31/POJK.05/2016
tentang Usaha Pergadaian ini belum ada peraturan perundang-undangan
yang mengatur mengenai usaha pergadaian secara umum. (sg)

Harga Gas Bumi Di Indonesia
Lebih Mahal Dari Negara Lain
Jakarta, Laras Post – Potensi cadangan gas bumi Indonesia cukup
tinggi, namun harga gas terbilang mahal, dibanding dengan
negara lain seperti Vietnam, Malaysia dan Singapura. Padahal
ketiga negara itu, masuk katagori mengimpor gas bumi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, harga gas bumi di
Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain, terutama
di ASEAN. “Harga gas di Indonesia tertinggi mencapai 9,5 dolar AS/
mmbtu. Itu pun masih ada juga yang harganya 11 dan 12 dolar AS/
mmbtu. Sementara harga di Vietnam hanya 7 dolar AS, Malaysia 4 dolar
AS, dan Singapura 4 dolar AS,” ujarnya saat memimpin Rapat Terbatas
mengenai Kebijakan Penetapan Harga Gas Untuk Industri, pada Selasa
(4/10/2016), di Kantor Presiden, Jakarta.
Presiden Jokowi menyebutkan, Indonesia mempunyai potensi
cadangan migas, cadangan gas bumi yang cukup banyak, sangat banyak.
Sebaliknya negara-negara tersebut baik Vietnam, Malaysia, Singapura
ini dapat dikategorikan mengimpor gas bumi.
Oleh sebab itu, Presiden meminta agar hal ini perlu segera dibenahi
karena implikasinya sangat besar pada kemampuan daya saing industri
di Indonesia terutama industri keramik, tekstil, petrokimia, pupuk, baja
yang sangat banyak menggunakan gas. “Jangan sampai produk industri
kita kalah bersaing hanya gara-gara masalah harga gas kita yang terlalu
mahal,” ungkapnya.
Presiden meminta dilakukan langkah-langkah yang konkret agar
harga gas di Indonesia lebih kompetitif. “Saya kemarin hitung-hitungan,
hitung-hitungan, ketemunya saya kira antara 5 – 6 dolar AS/mmbtu
nanti. Kalau enggak angkanya itu enggak usah dihitung saja. Syukur
di bawah itu,” tegasnya.
Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan dilakukannya
penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok sehingga lebih efisien.
Ia juga minta agar diperhatikan dan dijaga juga, dikalkulasi, ini terkait
dengan iklim investasi di sektor gas bumi.
Harga gas, lanjut Jokowi, harus tetap menarik investor untuk
investasi di sektor hulu serta mendukung pembangunan infrastruktur
transmisi dan distribusi. “Pertimbangkan pula aspek keberlanjutan
di semua sisi, baik sisi investasi maupun sisi memperkuat daya saing
industri kita,” tuturnya.
Orientasi Harga Gas
Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto
mengatakan, untuk memperkuat daya saing industri, pembangunan
industri didorong untuk melakukan substitusi impor. “Seperti turunan
petrokimia dari gas itu bisa ke metanol, urea, kemudian bisa turun
polietilen, polipropilen, bahkan formaldehyde bahan baku untuk
membuat lem kayu,” jelas Menperin usai Rapat Terbatas, pada Selasa
(4/10/2016) di Kantor Presiden.
Airlangga menyebutkan, telah mengindentifikasikan 11 industri
termasuk 1 kawasan, yang diharapkan sesuai arahan Presiden,
yaitu di bawah 6 dolar atau sama dengan harga ekspor plus biaya
transportasinya.
“Maka ini akan diperlukan perbaikan regulasi terutama di hilir dan
juga asumsi-asumsi dari mekanisme teknis seperti depresiasi. Sehingga
dengan demikian, target capaian harga keekonomian gas sebagai pendorong
ekonomi ini bisa dicapai,” ujar Menperin.
Menurut Menperin, Presiden Jokowi memberi waktu 1 bulan, baik
di Kemenko Perekonomian, Kemenko Kemaritiman, Kementerian
Keuangan, dan Kementerian Perindustrian agar hitungannya difinalisasi.
“Dan juga target untuk multiplier effect termasuk penerimaan negara
sesudah nanti industri-industri ini terbangun,” tegas Airlangga.
Hal lain yang perlu diper­ha­tikan, menurut Airlangga, yakni
pembahasan terkait dengan pengembangan gas di Cepu.“Jadi kita akan
mengoptimalisasikan seluruh potensi-potensi gas yang ada, sehingga
industri bisa terbangun kembali dan perwilayahan industri tidak
hanya menunjang di Jawasentris tetapi juga bisa ke Indonesiasentris,”
ungkapnya. (her, sg, ram)

Ekonomi & Bisnis

BPK Beri WDP Pada LKKP
Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK)
memberikan opini Wajar
Dengan Pengecualian
(WDP), pada Laporan
Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP) tahun 2015.

Jakarta, Laras Post – Hasil pemeriksaan atas
laporan keuangan pada pemerintah pusat
tahun 2015 itu, disampaikan Ketua BPK Harry
Azhar Azis kepada Presiden Joko Widodo, pada
Rabu (5/10/2016) di Istana Merdeka, Jakarta.
Usai menyerahkan hasil pemeriksaan,
Harry Azhar mengatakan, bahwa sesuai
ketentuan perundang-undangan, BPK
menyampaikan tentang Ikhtisar Hasil
Pemeriksaan Semester (IHPS) I tahun 2016
kepada Presiden.
IHPS I tahun 2016 merupakan ringkasan
696 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang
terdiri dari 116 LHP pada Pemerintah Pusat,
551 LHP pada Pemerintah Daerah, dan 29
LHP pada BUMN dan badan lainnya.
Disebutkan, hasil pemeriksaan pada
pemerintah pusat, memuat hasil pemeriksaan
atas Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP) dan 85 Laporan Keuangan
Kementerian Negara/Lembaga (LKKL).
“Pada LKPP tahun 2015, BPK memberikan
opini Wajar Dengan Pengecualian,” ungkap
Harry kepada wartawan usai menyerahkan
hasil pemeriksaan atas laporan keuangan
pada pemerintah pusat tahun 2015, pada
Rabu (5/10) siang, di Kantor Presiden.
Lebih lanjut, Ketua BPK menyampaikan,
bahwa hasil pemeriksaan pemerintah pusat
tahun 2015 ada penurunan dibandingkan
tahun 2014, dari 71% menjadi 65%. “Tetapi
disclamer-nya juga turun dari 7 K/L menjadi
4 K/L, yang naik adalah WDP-nya,” kata
Ketua BPK Harry Azhar Azis.
Untuk LKKL tahun 2015, BPK memberikan
opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada
55 LKKL atau 65%, opini Wajar Dengan
Pengecualian (WDP) kepada 26 LKKL atau
30%, dan opini Tidak Memberikan Pendapat
(TMP) kepada 4 LKKL atau 5%.
Sedangkan, untuk tingkat pemerintah
daerah justru terbalik. Berdasarkan hasil
pemeriksaan 2014 itu opininya 47% naik
menjadi 58% di tahun 2015. “Jadi agak lebih
agresif tingkat perbaikan di pemerintah
daerah,”
Dalam pemeriksaan pada pemerintah
daerah, memuat hasil pemeriksaan atas

Foto: dok

Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan Presiden Jokowi dan Ketua BPK Harry Azhar Azis di Istana Negara,
Jakarta.
553 Laporan Keuangan Pemerintah
Daerah (LKPD). Dari hasil tersebut,
BPK memberikan 312 opini WTP, 187
opini WDP, 30 opini TMP, dan 4 opini
TW. “Temuan yang kita terima selama
pemeriksaan 1 semester 2016, itu ada 10.198
dan temuannya itu mengandung 15.568
permasalahan,” ungkap Harry.
Dalam hal pengkategorian
permasalahan yang muncul, menurut
BPK. hal ini akibat dari kelemahan Sistem
Pengendalian Internal (SPI) 49 % (7.661) dan
permasalahan ketidakpatuhan terhadap
ketentuan perundang-undangan 51% (7.907)
senilai Rp44,68 triliun. Dari permasalahan
ketidakpatuhan tersebut, menurut BPK,
sebanyak 4.762 atau 60% merupakan
permasalahan berdampak finansial senilai
Rp30,62 triliun. Menurutnya, jika potensi
kerugian ini bisa diambil oleh pemerintah,
maka akan mengurangi defisit di APBN
yang besarannya Rp27,03 triliun.
Hasil pemeriksaan secara umum
menyimpulkan pelaksanaan kegiatan
belum efektif, dimana BPK menemukan
70 temuan yang memuat 81 permasalahan,
yaitu 76 permasalahan ketidakefektifan
senilai Rp36,21 miliar dan 5 permasalahan
kerugian senilai Rp7,47 miliar.
Permasalahan berdampak finansial
tersebut terdiri atas 66 persen permasalahan
yang mengakibatkan kerugian negara
senilai Rp1,92 triliun, 9 persen permasalahan
mengakibatkan potensi kerugian negara

senilai Rp1,67 triliun, dan 25 persen
permasalahan mengakibatkan kekurangan
penerimaan senilai Rp27,03 triliun.
Mengenai tindak lanjut, dari temuan
BPK sudah 61% ditindaklanjuti sesuai
rekomendasi dan 26,5% masih dalam proses.
Selama periode 2003 sampai semester 1
2016, BPK telah menyampaikan temuan
pemeriksaan yang berindikasi unsur
pidana kepada instansi yang berwenang
sebanyak 231 surat yang memuat 446 temuan
pemeriksaan senilai Rp44,62 triliun. Dari
446 temuan tersebut, instansi berwenang,
baik itu KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan,
telah menindaklanjuti sebanyak 420 temuan
senilai Rp42,237 triliun.
“Ini kami menyampaikan kepada
Pak Presiden dan tanggapan Bapak
Presiden beliau akan memperkuat sistem
pengendalian internal, termasuk juga
supaya segera pemerintah, baik itu K/
L mau pemerintah daerah betul-betul
memperhatikan rekomendasi BPK untuk
diselesaikan setiap tahunnya,” jelasnya.
Tindak Lanjuti Cost Recovery
Beberapa hal yang direspons oleh
Presiden, menurut Ketua BPK, pertama
soal cost recovery itu akan ditindaklanjuti
dan terkait TVRI yang telah 4 tahun
disclaimer. Pihaknya akan melakukan
pembicaraan dengan Kementerian ESDM
untuk membahas bagaimana soal cost
recovery, terutama beban-beban yang

tidak perlu masuk di dalam yang harus
dibayar oleh pemerintah.
“Presiden menanggapi secara khusus
soal TVRI, TVRI ini sudah 4 tahun
disclaimer dan ada sekitar hampir Rp400
miliar potensi kerugian negara di sana,
dan Presiden menanggapi secara khusus.
Mungkin akan menugaskan kementerian
terkait di situ,” jelas Harry Azhar.
Kemudian, BPK juga menyampaikan
permintaan supaya Presiden mendukung
undang-undang perubahan, UU BPK
Nomor 15 Tahun 2006, untuk memperkuat
pemeriksaan dan kerugian negara.
“Presiden menyatakan sekarang
draf undang-undang itu sudah ada
di Polhukam, mungkin nanti akan
kembali ke beliau baru dikirm ke DPR
dibicarakan nanti UU itu. Yang lainnya
soal tindak lanjut, beliau mengatakan
bahwa akan kita tindak lanjuti baik itu di
pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah,” tutupnya.
Ketua BPK juga menyampaikan
undangan kepada Presiden untuk
membuka persidangan internasional
BPK yang akan diselenggarakan tanggal
25 Oktober di Jakarta.
Dalam acara serah terima Ikhtisar
Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS)
I tahun 2016 tersebut, Presiden Joko
Widodo didampingi oleh Seskab
Pramono Anung dan Mensesneg
Pratikno. (her, sg, ram)

BPMPD Kabupaten Bogor Lakukan Pelatihan Badan
Pengelola Sarana Air Bersih (BPS-AB) TA 2016
Bogor, Laras Post
A. Latar Belakang
Kesinambungan penyediaan Air Bersih
Pedesaan merupakan hal yang sangat
penting dalam tahap pasca kontruksi, untuk
mempersiapkan pengurus Pengelola Air
Bersih yang mandiridan siap menghadapi
permasalahan yang terjadi dalam penyediaan
air bersih ditingkat desa, diperlukan adanya
kesamaan visi dan misi dalam mengelola air
bersih, menyelesaikan masalah penyediaan
air bersih serta pemeliharaan bangunan air
bersih yang telah dibangun dengan biaya
mahal termasuk regulasi dari tim pengelola
pemeliharaan prasarana air bersih.
Dalam pengelolaan ini yang paling
berperan adalah Tim Pemelihara atau Tim
Pengelola yang telah dibentuk, agartim dapat
berfungsi optimal maka pengelolaannya
perlu mengacu kepada suatu target
pencapaian pemeliharaan yang dikaitkan
pada peningkatan atau penggantian pada
saat umur rencana telah habis.
Kesinambungan dalam pengelolaan
Sarana Air Bersih terkait dengan Sarana
Air Bersih yang telah dibangun, Badan
Pengelola Sarana Air Bersih (BPS-AB)
memerlukan program kerja yang mengarah
pada keberlanjutan sarana untuk menjamin
masyarakat yang membutuhkan Air Bersih
dapat secara terus menerus memperoleh
manfaat dari hasil Pembangunan Sarana Air
Bersih yang telah dibangun oleh Pemerintah
bersama Masyarakat.Kesinambungan
mencakup 5 Aspek antara lain :
1. Teknis, sistem dapat berfungsi dengan
baik sampai umur tekhnis yang ditentukan
jika keahlian/kecakapan teknis dasar
diberikan kepada pengelola Sarana.
2. Keuangan/Financial, minimal tersedianya
biaya operasional dan pemeliharaan.
Kelembagaan pengelola berfungsi dalam
mengelola dan memelihara sarana dengan
memungut iuran, serta merencanakan
pengembangan.
3. Sosial, ada perubahan perilaku masyarakat
dalam praktek hidup bersih dengan
menggunakan sarana yang dibangun.
4. Lingkungan, adanya timbal balik yang
baik antara kesinambungan sarana dengan
kelestarian lingkungan sumber air terjaga
kualitas dan kuantitasnya.
5. Aspek Kelembagaan, harus berfungsi
dalam pengelola dan memelihara sarana
serta merencanakan pembangunan.
Dari pengalaman yang ada selama
ini, Tim Pengelola Sarana sering berjalan
menurut kebiasaan setempat saja sehingga
apa yang dihasilkan sangat bervariasi,
diantaranya :

1. Adanya Tim Pengelola tetapi tidak
melaksanakan tugasnya karena tidak
tahu apa yang mesti dilakukan,
2. Adanya Tim Pengelola yang hanya bekerja
dengan tujuan untuk kepentingan lolos
persyaratan mendapat program baru,
3. A d a n y a T i m P e n g e l o l a y a n g
melaksanakan kegiatannya selama
beberapa tahun, kemudian bubar
karena prasarana perlu tindakan lebih
berat dari pemeliharaan rutin,
4. Adanya Tim Pengelola yang melaksanakan
kegiatannya tetapi tdak mempunyai dana
kecuali pemelihara rutin,
5. Adanya Tim Pengelola yang melaksanakan
kegiatannya dan sudah cukup tertib
administrasi keuangan tetapi tidak ada
catatan tentang kegiatan fisik.
Untuk itu, dalam rangka meningkatkan
kapasitas Tim Pengelola Air bersih agar
kedepannya mampu mandiri dalam
pengelolaan parasarana air bersih yang
telah dibangun, pengembangan serta
berkelanjutan maka perlu diadakan
kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk
meningkatkan fungsi dan perannya sebagai
Tim Pengelola dan Tim Pemelihara.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-undang No. 7 Tahun 2004
tentang SumberDaya Air,
2. Undang-undang No. 32 Tahun 2004
tentang Pemerintah Daerah,
3. Undang – undang No. 33 Tahun 2004
tentang Pertimbangan Keuangan Antara
Pemerintah Pusatdan Pemerintah
Daerah,
4. Undang-undang No. 6 Tahun 2014
tentangDesa,
5. PeraturanPemerintah No. 16 Tahun
2005 tentang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum,
6. Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun
2005 tentang Dana Alokasi Khusus
Gubernur, Bupati dan Walikota,
7. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor
No. 9 Tahun 2006 tentang Lembaga
Kemasyarakatan.
8. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor
No. 11 Tahun 2008 tentang Organisasi
Perangkat Daerah Kabupaten Bogor,
9. Peraturan Daerah Kabupaten Bogor No.
1 Tahun 2015 tentang APBD Kabupaten
Bogor TA. 2015,
10. Rencana Kerja Anggaran Dinas
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten
Bogor TA. 2015
11.Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
Badan Pemberdayaan Masayarakat dan
Pemerintah Desa Tahun 2016.

12. Surat Perintah Kepala BPMPD perihal
Pelatihan Badan Pengelola Sarana Air
Bersih
C. TUJUAN
1. Terwujudnya peningkatan pelaksanaan
fungsi dan peran Badan Pengelola
Sarana Air Bersih dalam pelaksananan
pembangunan
2. Terwujudnya peningkatan kualitas
Badan Pengelola Sarana Air bersih
dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.
3. Terwujudnya peningkatan pengetahuan
dan keterampilan pengurus Badan
Pengelola Sarana Air bersih dalam
mengelola sarana yang sudah
dibangun.
D. HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Peserta memahami peran dan fungsinya
sebagai pengurus BPS-AB
2. Peserta memiliki keterampilan dalam
mengelola sarana yang telah dibangun
sehingga berkesinambungan.
3. Peserta mempunyai persamaan
persepsi dalam pelaksanaan kegiatan
pembangunan di desa, khususnya
dalam pengelolaan sarana air bersih
perdesaan dapat dikelola oleh BUMDES
untuk kesejahteraan masyarakat.
dengan membentuk BUMDES (Badan
Usaha Milik Desa)
I. PELAKSANAAN PELATIHAN
A. PESERTA
Pembinaan Pengurus Badan Pengelola
sarana Air Bersih (BPS-AB) Dilaksanakan
di 10 Kecamatan/10 Desa Antara Lain:
Pada Hari Pertama Rabu (14//9) Desa
Rawa Panjang Kecamatan Bojonggede,Desa
Bendungan Kecamatan Ciawai,Pada Hari
Kedua Kamis tgl 15/9 Desa Megamendung
Kecamatan Megamendung,Desa
Nagrak Kecamatan Sukaraja, Pada hari
Ketiga Senin tgl 19/9 Desa lemah Duhur
Kecamatan Caringin,Desa Srogol kecamatan
Cigombong,Pada hari keempat Selasa tgl
20/9 Desa Cikeas udik Kecamatan Gunung
Putri,Desa lulut kecamatan Klapanunggal,Dan
hari terakhir Rabu tgl 21/9 Desa hambalang
Kecamatan Citeureup,Desa Pondok Udik
Kecamatan kemang.Semua Kegiatan berada
ditempat Kantor Desa
B. Narasumber /Tim Pembinaan
Narasumber Pelatihan BPS-AB Tahun
2016 adalah :
1. Dinas Kebersihandan Pertamanan
(DKP)
2. BPMPD Kabupaten Bogor

C. Penyelenggara
Panitia penyelenggara pelatihan
Badan Pengelola Sarana Air Bersih
adalah BPMPD Kabupaten Bogor.
D. Pembiayaan
Anggaran penyelenggaraan
pelatihan Badan Pengelola Sarana
Air Bersih Tahun 2016 ini dibebankan
pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(DPA) BPMPD Kabupaten Bogor
Tahun Anggaran 2016
Kesimpulan
- Dibeberapa Desa,mayoritas
Pengurus BPS-AB masih Kurang
kordinasi,bersinergi Dengan
pemerintahan Desa
- Dengan Adanya Undang-Undang
Nomor 6 tahun 2014 tentang
Desa,Keberadaan BPS-AB harus
dilegalitaskan oleh Kepala Desa,
- Kebutuhan Masyarakat Akan Air
Bersih masih cukup tinggi,namun
kurangnya sosialisasi oleh
pengurus BPS dan perangkat Desa
menyebabkan kurangnya kesadaran
masyarakat dalam melaksanakan
kewajiban membayar retribusi
penggunaan air
- harus ada klasifikasi dalam
retribusi penggunaaan air antara
masyarakat miskin,mampu,dan
kaya dan yang berniaga/usaha.
- kedepan,ketika di desa sudah
dibentuk BUMDES,Pengelolaan
BPS-AB oleh pengurus bisa
bekerjasama dengan BUMDES
dan dikuatkan oleh PERDES.
Penutup
Dengan dilaksanakannya
pembinaan pengurus BPS-AB,secara
kelembagaan dapat dikontrol,sampai
sejauh mana dapat memelihara
prasarana dan sarana air bersih yang
dibangun oleh pemerintah daerah dalam
hal ini Dinas Kebersihan pertamanan,
mengingat kebutuhan air bersih untuk
kehidupan hayat hidup masyarakat
sangat besar, terlebih peran serta
pemerintah daerah dalam memfasilitasi
sarana dan prasaranya agar dapat
ditindaklanjuti oleh pengurus BPS-AB
agar dapat terpelihara dengan baik
guna kepentingan masyarakat bahwa
air merupakan kebutuhan yang sangat
vital/pokok yang tidak bisa terpisahkan.
(ADV/vid)

megapolitan

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

3

BPMPD Kabupaten Bogor

Gelar Pelatihan Pembangunan Infrastruktur
Pedesaan Dan Sarana Prasarana Desa
Pengertian jalan Desa
adalah jalan yang dapat
dikategorikan sebagai
jalan dengan fungsi lokal di
daerah pedesaan.
Foto: sujono

Jajaran UPT PBB 5 saat memberikan pelayanan optimal dimasyarakat

UPT PBB 5 Berikan
Pelayanan Otimal Dimasyarakat

Tangerang, Laras Post - Komitmen yang tinggi dalam
memberikan pelayanan optimal dimasyarakat lima kecamatan
diwujudkan pihak UPT PBB 5 Kecamatan kelapa dua, lewat
sumber daya manusia yang cukup kompeten dan professional
yang berada di UPT PBB 5 mebuat masyarakat menjadi puas
akan pelayanan yang diberikan jajaran UPT PBB 5, untuk itu
pihak UPT PBB 5 mengajak semua lapisan masyarakat agar terus
bersinergis dengan Pemkab Tangerang dan taat akan pajak, karna
lewat pajak yang dibayarkan akan dirasakan juga manfaatnya oleh
masyarakat. Demikianlah hal ini disampaikan Oding Subandi
Kepala UPT PBB 5 pada Laras Post Rabu (5/10/2016) di kantornya.
(sujono/ Sudarma)

Bogor, Laras Post - Arti fungsi lokal
pedesaan yaitu sebagai penghubung antar
desa atau lintas sosial ekonomi,sebagai
penghubung hunian/perumahan, sebagai
penghubung desa ke kecamatan/kabupaten/
provinsi, terinvetarisir dalam asset desa dan
tercantum dalam kordinat.
Manfaat ditingkatkan atau dibangunnya
jalan desa untuk masyarakat pedesaan
diantaranya memperlancar hubungan dan
komunikasi dengan tempat lain, mempermudah
pengiriman sarana produksi ke desa,
mempermudah pengiriman hasil produksi
kepasar, baik yang didesa maupun yang diluar,
meningkatkan jasa pelayanan sosial, termasuk
kesehatan, pendidikan dan penyuluhan
Pada petunjuk pelaksanaan pemba­
ngunan prasarana pedesaan,asas pemilihan
teknologi harus memperhatikan hal hal
sebagai berikut,menggunakan tenaga
kerja setempat dengan jumlah sesuai
kebutuhan,mengutamakan penggunaan
bahan setempat,membangun prasarana
yang sederhana,agar dapat dikerjakan oleh

masyarakat setempat tanpa mendatangkan
tenaga ahli atau peralatan dari luar,
membangun prasarana yang bermutu,
sesuai denga spesifikasi dan penjelasan
yang ada dibuku petunjuk teknis,mencari
harga yang relative murah,agar dapat
membangun prasarana yang lebih
banyak,mengingat kebutuhan prasarana
jauh diatas biaya yang tersedia.
Pembangunan jalan didaerah pedesaan
selain perlu memperlihatkann aspek teknis
konstruksi jalan,juga perlu memperhatikan
aspek konservasi tanah mengingat kondisi
wilayah dengan topografi yang berbukit
dan tanah yang peka erosi.
Dari hasil survey lapangan
menunjukkan bahwa tidak sedikit erosi
tanah yang berasal dari jalan,khususnya
berupa longsoran dari tampingan dan
tebing jalan,tujuan dari pengendalian erosi
pada jalan adalah untuk mengamankan
jalan dan membangun jalan yang tidak
menjadi sumber erosi
Pemilihan trase jalan dilakukan dengan
mengurangi galian dan timbunan,karena
tidak mungkin didaerah perbukitan
menghilangkan masalah erosi dengan
pemilihan trase(missal dengan pemindahan
tarse atau mengurangi tanjakan)
-Standar teknis Jalan Desa di antara
lain Pertimbangan Drainase, Geometri

Jalan, Tempat Persimpangan, Tanjakan
Jalan, tikungan pada tanjakan Curam,
Bentuk Badan Jalan, Bentuk Badan
Jalan di Daerah Curam,Permukaan
Jalan, Bahu Jalan, Saluran pinggir Jalan,
pembuangan dari saluran dan Gorong
Gorong, Stabilisasi, Pembangunan
Jalan di daerah Rawa.
-Kategori Pekerjaan untuk keperluan
perencanaan dan penyusunan
program, pekerjaan jalan ini dapat
dibagi kedalam tiga kelompok besar
diantara lain, 1.pembangunan Jalan
baru, 2.Peningkatan jalan,3.rehabilitasi
jalan, 4.Pemeliharaan jalan
-Bangunan Posyandu
-Sistem sarana Air bersih

Pedesaan
1.Sistem Gravitasi Mata air
2.Sistem pompa mata air
3.sistem sumur Bor
4.Sistem Pengelolaan Air sungai
5.pengembangan jaringan
perpipaan
6.Rehabilitasi/perbaikan jaringan
berbiaya tinggi
Adapun uraian pelaksanaan Pada
tgl 26&27/9 bertempat DiRuang Rapat
BPMPD kabupaten Bogor,dengan
unit Kerja yang memfasilitasi
sebagai berikut,BPMPD,Dinas tata
Bangunan Dan Pemukiman.Dinas
Bina Marga Dan Pengairan dan
Kecamatan.(Vid/Adv)

BPMPD Kabupaten Bogor Gelar Bimtek Pembentukan Dan Pengelolaan BUMDES
Foto: sujono

Rohidi Ka PPATS Kecamatan serpong saat melayani warga dikantornya

PPATS Kecamatan Serpong Makin
Profesional Dalam Pelayanan
Tangerang, Laras Post - kinerja PPATS Kecamatan Serpong
tidaklah diragukan lagi, lewat senyum, sapa dan salam yang selalu
diterapkan seluruh jajaran kecamatan serpong kota tangsel menjadi
kebiasaanya, terlebih professional dalam melayani warga yang datang,
PPATS Kecamatan Serpong tak pernah mengeluh atau bosan dalam
memberikan informasi yang akurat pada masyarakat baik itu yang ingin
membutuhkan seputar pembuatan akta tanah ataupun kepentingan
lainya yang menyangkut tupoksi PPATS Kecamatan Serpong.
“Intinya PPATS Kecamatan Serpong setulus hati melayani warga,”
hal ini diutarakan Rohidi pada Laras Post Kamis (6/10/2016) di
kantornya. (sujono/ R Ruhiyat)

Kades Lengkong Kulon Terus
Utamakan Kepentingan Warga
Tangerang, Laras Post Kepedulian Kades Lengkong
Kulon M. Paiz, SH dan Sekdes
Mulyadi Setiawan patut
diapresiasi, segala bentuk
demi kepentingan masyarakat
duo sejoli tersebut selalu hadir
dan merespon dengan positif
demi kemajuan diberbagai
sektor khususnya di Desa
Lengkong Kulon, lewat dana
desa infrastruktur jalan kini
telah membaik dan tentunya
Foto:sujono membuat masyarakat menjadi
M, Paiz, SH Kades Lengkng
Kulon senang, oleh sebab itu kades
Pagedangan
dan sekdes Lengkong Kulon
meminta masyarakat agar
lebih sinergis lagi dalam mendukung dan ikut mensosialisasikan
segala program Pemkab Tangerang. (Sujono Siarif)

Desa Bojong Kamal
Kedepankan Pelayanan Masyarakat
Tangerang, Laras Post
- Dalam melayani warga,
dalam hal surat menyurat
atupun keperluan lainnya,
jajaran Pemerintahan Desa
Bojong Kamal Kecamatan
Legok Kabupaten Tangerang,
dibawah komando Suherman
selaku Kades Bojong Kamal
mengedepankan kedisiplinan
dalam bekerja demi melayani dan kepuasan masyarakat
Bojong Kamal.
Tentunya hal ini terwujud
berkat partisipasi aktip dan
Foto:sujono kepedulian jajaran Desa Bojong
Dudi Sekdes Bojong Kamal, Legok, Kamal akan mensosialisasiKabupaten Tangerang
kan segala program Pemkab
Tangerang yang pro rakyat
kepada masyarakat, hal ini ditunjukan lewat pembangunan yang
merata disegala sektor.
“Untuk itu pihak desa juga berharap masyarakat terus bersinergi
dengan Pemdes Desa Bojong Kamal dan Pemkab Tangerang, agar
semua berjalan maksimal demi kesejahteraan masyarakat Bojong
Kamal,” demikianlah hal ini diutarakan Dudi Sekdes Bojong Kamal
pada Laras Post pada Selasa (4/10/2016) di kantornya. (sujono
siarif)

Bogor, Laras Post - Desa atau nama lain adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan,kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat,hak usul dam atau hak tradisional
yang diakui dan dihormati dalam system
pemerintahan Negara kesatuan Republik Indonesia.
Dalam Undang undang Nomor 6 Tahun
2004 tentang Desa,bahwa dalam perjalanan
ketatanegraan Republik Indonesia Desa telah
Berkembang dalam berbagai bentuk,sehingga
perlu dilindungi diberdayakan agar menjadi
kuat,maju,mandiri dan demokratis sehingga dapat
menciptakan landasan kuat dalam melaksanakan
pemerintahan dan pembangunan menuju
masyarakat yang adil makmur sejahtera.
Selanjutnya pasal 1 ayat 6 menyatakan
BUMDES yang selanjutnya disebut BUM Desa
adalah Badan Usaha yang seluruh atau sebagian
besar modalnya dimiliki Desa,melalui penyertaan
secara langsung yang berasal dari kekayaan
desa yang dipisahkan guna mengelola aset,jasa
pelayanan dan usaha lainnya untuk sebesar
besarnya kesehjahteraan desa.
Sejalan dengan dikeluarkannya Undang
Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa,telah
banyak pemerintahan kabupaten menginisiasi
pembentukan badan usaha Milik Desa (BUMDES)
melalui peraturan daerah kabupaten yang
bersangkutan,hal ini di dasarkan atas kebutuhan
dan potensi desa,sebagai upaya peningkatan
kesehjahteraan masyarakat.
Dengan demikian badan usaha milik Desa
dibangun atas Prakarsa(Inisiasi)Masyarakat
Desa,serta mendasarkan pada prinsip-prinsip
Kooperatif,partisipatif,dan emansipatif dengan
mekanisme member base dan self-help,karena
itu pengelolaannya harus dilakukan secara
professional kooperatif dan mandiri.
Desa atau nama lain dalam Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah dinyatakan sebagai kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah yang
Bekasi, Laras Post - Gelaran liga
Torabika Soccer Championship di
stadion Wibawa Mukti Kabupaten
Bekasi, antara tim kebanggaan
Jawa Barat Persib Bandung
melawan Persiba Balikpapan,
menyedot perhatian masyarakat
yang begitu besar, ribuan
bobotoh dari berbagai daerah
di sekitar Jawa Barat menyerbu
stadion Wibawa Mukti, untuk
memberikan dukungan pada tim
kebanggan Jabar, Persib Bandung.
Muhammad Aqshal siswa
SMAN 1 Jonggol menyatakan,
berterima kasih sekali kepada ibu
bupati Neneng Hasanah Yasin
telah dapat memberikan ijin untuk
Persib Bandung menggunakan
stadion Wibawa Mukti.

berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat.
Berdasarkan asal usul dan Adat Istiadat
setempat yang diakui dan dihormati dalam
sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia Subtansi UU ini menegaskan
tentang janji pemenuhan kebutuhan
(demand complicace scenario) dalam konteks
Pembangunaan Nasional di tingkat Desa.
Selanjutnya pasal 213 ayat (1-3) UndangUndang di atas menyatakan bhwa “Desa
dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa
sesuai dengan Kebutuhan Dan Potensi Desa”.
Pendirian badan usaha tersebut berpedoman
pada peraturan Perundang-undangan, ini
bagian penting dan tidak terpisahkan dari
keaslian otonomi desa. sementara itu, peraturan
di bawahnya yang mengatur tentang itu di atur
lebih lanjut melalui peraturan Pemerintah,
Peraturan Daerah Kabupaten/ Kota dan
Peraturan Desa yang bersangkutan.
Sejalan dengan dikeluarkanya Peraturan
Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang
Desa, elah banyak Pemerintah Kabupaten
menginisiasi pembentukan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) melalui Peraturan
Daerah Kabupaten yang bersangkutan, hal
ini didasrakan atas kebutuhan dan potensi
desa, sebagai upaya peningkatan kesejahtraan
masyarakat.
Dengan demikian Badan Usaha Milik Desa
dibangun atas Prakarsa (inisiasi) masyarakat
desa, serta mendasarkan pada prinsip-prinsip
Kooperatif, Partisipatif dan Emansipatif (userowend, user-benefited,and user-controlled),
dengan mekanisme member-base dan self-help.
karena itu, pengelolannya harus dilakukan
secara perofesional kooperatif,dan mandiri.
Adapun dasar hukum Undang,Undang
dasar Tahun 1945,Pancasila,Undang Undang
no 6 tahun 2014 tentang Desa,Peraturan
pemerintah tentang rencana pembangunan
dan evaluasi pembangunan dan evaluasi
Rencana Pembangunann,Rencana

kerja Kegiatan Program badan
usaha Milik Desa (BUMDES)tahun
2016,Daftar pengguna Anggaran
Pada BPMPD Tahun anggaran 2016.
Tujuan BUMDES sebagai usaha Desa,Tujuan
BUMDes untuk mendorong berkembangnya
kegiatan perekonomian masyarakat Desa;
meningkatakan Kerativitas dan peluang
usaha ekonomi peroduktif (berwirausaha)
anggota masyarakat desa/kelurahan yang
berpenghasilan rendah; dan mendorong
berkembangnya usaha mikro sector
informal untuk penyerapan tenaga kerja
bagi masyarakat di desa/kelurahan
yang terbebas pengaruh pelapas uang/
rentenir.
Peran BUMDes dalam pemberdayaan
usaha ekonomi masyarakat dapat dilihat
dua hal, yakni sebagai sarana perluasan
kesempatan kerja dan peningkatan
pendapatan,rata-rata investasi yang diserap
oleh usaha mikro bukanlah usaha yang
bersifat padat modal; dan sebagai media
pengembangan jiwa kewirausahaan dan
potensi usaha mikro milik masyarakat desa
yang peroduktif; pemberdayaan usaha
mikro secara langsung akan mendorong
pengembangan potensi usaha. Peningkatan
produktivitas dan pendapatan yang
pada giliranya akan meningkatanya
kemakmuran dan kesejahtraan para
pengusaha mikro di desa.
Kepala BPMPD Deni Mengatakan
bebarapa hari yang lalu bahwa acara
Pelaksanaaan Bimbingan Teknis ini telah
dilaksanakan pada tgl 29/8 Hingga 31/8
yaitu bertempat di hotel Puri ayuda Resort
Jalan raya Puncak sirnagalih megamendung
Bogor”Katanya
Lebih lanjut ia menambahkan
bahwa Peserta Bimbingan teknis
pengelolaan BUMDES terdiri dari
para 39 Kasi Perekonomian,39 orang
Kepala Desa BUMDES,39 orang ketua

Foto:DAVID

kepala
Badan
Pemberdayaan
Masyarakat Dan pemerintah Desa Drs
Deni Ardhiana

BUMDES berjumlah 117 orang dari
39 kecamatan,dengan narasumber
terdiri dari Unsur Kabid Pemberdayaan
masyarakat pada Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa
Kabupaten Bogor,Kabid Pemerintahan
Desa,Motivator Nasional,OJK (Otoritas
Jasa keuangan),Inspektorat Kabupaten
Bogor,dinas Kebudayaan pariwisata
Kabupaten Bogor,Kepala Desa
sukamanah(Fasilitator).
Materi yang diberikan kepada
peserta pelatihan terdiri dari,
motivasi”Time To change”bangkit
membangun desa melalui usaha
desa dan team building; Bisnis plan
dan sosialk entrepreneur aplikatif
dan implementatif; pendirian dan
pengelolaan Bumdes; Lembaga keungan
mikro; Potensi Desa wisata dikabupaten
Bogor; Kerjasama antar Bumdes;
Rencana kebijakan pemerintahan
kabupaten Bogor dalam mendorong
perkembangan Bumdes.(Vid/Adv)

Bobotoh Persib Birukan Bekasi

Foto:us

Yana Bool (Panglima Viking),Muhammad Ali,Muhammad Aqshal (Bobotoh Persib)

“Saya bangga sekali dapat
melihat Persib Bandung berlaga
di Bekasi apalagi Persib menang.
Tidur saya pun pasti bisa
nyenyak,” ujarnya sambil langsung
menyanyikan yel-yel Persib.
Aqshal yang berangkat bersama
teman temannya menggunakan
kendaraan roda dua juga
mengucapkan terima kasih kepada
aparat Kepolisian dan TNI yang
telah mengamankan pertandingan
ini dengan sukses tanpa ada insiden
sedikitpun. “Pokoknya salut buat
kepolisian dan TNI,” ungkap
Aqshal. (abduh)

Desa Sampora Laksanakan Pembangunan Bumdes

Gedung Bumdes Desa Sampora sedang dibangun

Tangerang, Laras Post - Kini lewat
dana desa yang bersumber dari APBN
tahun 2016 Desa Sampora, Kecamatan
Cisauk, Kabupaten Tangerang sedang
melaksanakan pembangunan gedung
Bumdes, semua ini demi kepentingan
masyarakat dalam menggali potensi
yang ada, khususnya diwilayah kerja
Desa Sampora.
“Dari pajak yang masyarakat
bayarkan sudah barang tentu
dipergunakan untuk kepentingan
masyarakat juga,” hal ini diutarakan
Kades sampora Samsudin pada
Foto: sujono

Laras Post Rabu (5/10/2016) di
kantornya.
Hal senada juga disampaikan
Kasie Pembangunan Desa Sampora
Rion, dengan dibangunya gedung
Bumdes dapat menampung segala
aspirasi masyarakat serta menggali
potensi yang ada di Desa Sampora.
Berdasarkan penelusuran Laras
Post di lokasi bahan bahan materialnya
yang digunakan sangatlah berkualitas
sehingga bangunan tersebut kokoh
dan dapat berumur panjang. (sujono/
R Ruhiyat ) 

2

Megapolitan
Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

DPC PPP Jakarta Timur Tolak Ahok-Djarot

Kabangkitan Sepak Bola Kabupaten Bekasi

Foto: abduh

Sejumlah Pejabat Saksikan Pertandingan Persib VS Persiba
Bekasi, Laras Post – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Bekasi, menyaksikan pertandingan Sepak Bola Torabika Soccer
Championship antara Persib Bandung Melawan Persiba Balikpapan di
Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, pada Sabtu (1/10-2016). Tak ketinggalan
juga Kepala Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Bekasi,
Jamaludin SH turut menyaksikan pertandingan tersebut. (abduh)

Dewan Pimpinan Cabang
(DPC) Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) Jakarta
Timur tidak akan mengikuti
langkah DPP PPP kubu Djan
Faridz yang mendukung Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok)Djarot Saiful Hidayat dalam
Pilgub DKI 2017. Karena, hal
tersebut tidak sesuai dengan
garis politik partai berlambang
Kakbah itu.
Jakarta, Laras Post - Ketua
DPC PPP Jakarta Timur Belly
Bilalusalam mengatakan, DPC
PPP Jakarta Timur tetap istikamah
untuk tidak mendukung Ahok.
Karena, calon petahana itu dinilai
tidak mempunyai kepribadian

yang sopan.
“Kami istikamah untuk
mendukung dan memenangkan
Cagub-Cawagub muslim,
berakhlak sejuk, bermartabat dan
berprikemanusiaan di Pilkada
DKI Jakarta,” kata Belly seperti
yang dikutip dari SINDOnews,
Jumat (7/10/2016).
Anggota DPRD DKI Jakarta
ini menegaskan, DPC PPP Jakarta
Timur tidak akan mendukung
pasangan yang diusung empat
partai itu. “Kami istikamah
bersama ulama, dan umat
untuk menolak Ahok-Djarot
pada Pilkada DKI Jakarta,” kata
Belly.
Dia menegaskan, pihaknya
tetap akan mendukung
pasangan calon (paslon) yang
mempunyai kepribadian baik
dan santun. “Istikamah untuk

Foto: ist

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakilnya Djarot Saiful Hidayat.

b e r j u a n g me n e g a k k a n a ma r
makruf nahi munkar untuk
kemaslahatan umat, menjaga

marwah dan azas PPP,” kata
legislator asal Duren Sawit,
Jakarta Timur ini.(Tuty)

Deklarasi Kemenangan Pasangan Anies Dan Sandi Telah Diikrarkan Di Roemah Juang
PT Mega Sindur Kencana Beri Santunan
Pada 500 Anak Yatim dan Dhuafa
Bogor, Laras Post – Dalam rangka akan dimulai
pembangunan perumahan Bumi Pajajaran Sentosa (PBPS)
sebagai Kota Mandiri, PT Mega Sindur Kencana melaksanakan
penyerahan santunan kepada 500 anak yatim dan dhuafa
di wilayah Kabupaten Bogor, pada Jum’at (7/10/2016) di
kantor PT. MSK Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur.
Direktur PT Mega Sindur Kencana Sungguno Chandra
mengatakan, syukuran dan santunan ini sebagai bagian dari kegiatan
sosial korporasi dan juga merupakan bentuk perhatian kepada anakanak yatim piatu dan kaum dhuafa. “Santunan ini kami harapkan
bisa dipergunakan dalam kebutuhan untuk kesehatan dan biaya
pendidikan mereka,” kata Sunggono.
Panitia pelaksana yang juga Direktur PT. Cipta Karsa Karya
Mandiri, Dedi Supriadi mengungkapkan, pada acara syukuran
ini juga digelar tausiyah agama yang disampaikan oleh KH
Taufiqurrahman. “Tausiyah ini untuk menginspirasi dan menambah
pengetahuan kepada masyarakat luas agar tak pernah lupa untuk
memperhatikan anak-anak yatim,” ucapnya.
Sementara Divisi Public Relation PT. Mega Sindur Kencana,
Jaka Permadi mengatakan, bahwa meski berusia muda PT. MSK
memberanikan diri bersaing dengan perusahaan pengembang besar
lainnya, karena telah memiliki sumber daya manusia profesional
berkualitas dengan pengalaman kerja puluhan tahun di dunia
properti karena itulah PT. MSK sebagai perusahaan pengembang
properti akan membangun sebuah pemukiman yg mengarah kepada
kota mandiri berperan penting dalam memberi pelayanan diberbagai
bidang kehidupan penduduk dan wilayah sekitarnya.
Perusahaan yang berpusat di Gunungsindur memulai proyek
perdananya dengan pembangunan perumahan kota mandiri bernama,
Bumi Pajajaran Sentosa, sebuah kawasan pemukiman berkonsep
tradisi, kampung khasanah islamiah (Islamic tourisme in Bogor) untuk
memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia yang menyangkut
kelayakan dan tarap kesejahteraan hidup masyarakat adalah perumahan
dan pemukiman, tidak hanya dilandasi semata pada pembangunan
fisik saja, namun lebih jauh haruslah dikaitkan dengan dimensi sosial,
ekonomi dan budaya yang mendukung kehidupan masyarakat secara
berkelanjutan. (Rumsiyahya)

SMP PGRI 35 Serpong Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Tangerang, Laras Post Komitmen dari seluruh jajaran
tenaga pendidik di SMP PGRI
35 Serpong dibuktikan lewat
cara belajar mengajar disekolah,
salah satu diantaranya dalam hal
kedisiplinan, professional mengajar,
keamanan sekolah, kenyamanan,
keindahan serta kebersihan yang
selalu dijaga dan diterapkan di
sekolah menjadi agenda rutinitas
setiap Tenaga Pendidik khususnya
di SMP PGRI 35 Serpong, terlebih
peningkatan kualitas pendidikan
Foto: Sujono
Ali Susanto ( Kepsek SMP PGRI 35 terus dilakukan demi mencetak
Serpong )
generasi penerus bangsa yang
siap bersaing menghadapi era
moderenisasi. Demikianlah hal ini disampaikan Kepsek Ali Susanto
pada Laras Post, pada Jumat (7/10/2016) di ruang kerjanya. ( sujono/
Sudarma )

SDN Situ Gadung 4
Berharap Realisasi Pemagaran Sekolah
Tangerang, Laras Post - Pemagaran
yang belum lama ini telah dikerjakan
tentunya pihak sekolah mengucapkan
banyak terimakasih pada Pemkab
Tangerang, namun untuk saat kini
pihak sekolah berharap pemagaran
selanjutnya agar cepat dilaksanakan,
semua ini demi kepentingan dan
keselamatan serta kenyamanan
siswa/I yang menuntut ilmu di
sekolah khususnya di SDN Situ
Gadung 4.
Foto: Sujono
“Saya berharap usulan kami
Narhawi Kepsek SDN Situ Gadung 4
cepat direalisasi oleh Pemkab
Tangerang, setidaknya semua ini
demi kenyamanan dan keamanan anak didik kami, sebelum dan
sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih pada Pemkab
Tangerang,” ucap Narhawi pada Laras Post, pada Jumat (7/10) di
kantornya. (sujono Siarif)

Jakarta, Laras Post - Deklarasi
kemenangan Dalam Menyambut
Pemilihan Kepala Daerah
Gubernur  dan Wakil Gubernur
DKI Jakarta Anies Baswedan dan
Sandiaga Uno telah diikrarkan di
Roemah Joeang Gerindra, Jalan
Sriwijaya Kebayoran Baru Jakarta
Selatan, (26/9/ 2016).
Anies Baswedan yang merupakan
Calon Gubernur DKI Jakarta  tidak
hadir dalam acara tersebut dan
Diwakili Oleh Bakal Calon Wakil
Gubernur Sandiaga Uno, Para
pendukung Calon Gubernur tersebut
berorasi, “Anies - Sandi, menang.....
Anies - Sandi, menang......Anies
Sandi, Menang.......” teriaknya.
Para pendukung siap meme­
nangkan Anies Sandi sebagai
Gubernur dan wakil untuk
mewujudkan ibukota yang aman
dan manusiawi.. mereka siap
memenangkan Anies Sandi

Sandiaga Uno ketika memberikan sambutan kepada para pendukungnya
Foto:us
di Roemah Juang.
untuk Jakarta yang sehat santun
sejahtera dan religius. Selesai
deklarasi suara alarm berbunyi

tanda selesainya deklarasi.
“Kami ingin Jakarta untuk
semua,” ungkap Sandiaga Uno

selesai deklarasi di Roemah Joeang
sebagai rumah kemenangan.
S a n d i a g a m e n g u n g­ k a p ­
kan  bahwa dia bersama Anies
Baswedan akan meneruskan
program yang universal dan
berpihak pada masyarakat,
utamanya masyarakat menengah
kebawah,” kilahnya
“Ini bukan duet politik tapi
pasangan Calon Profesional dan siap
bekerja mengedepankan  Jakarta
dan bukan mengedepankan ego
golongan dan individu, saya yakin
kolaborasi dengan Anies mampu
mengubah wajah Ibukota menjadi
kota yang diidamkan masyarakat,
untuk lebih sejahtera lagi.
“Anies menguasai bidang
pendidikan yang dapat
mencerdaskan kehidupan kita dan
saya Ekonomi Infrastruktur yang
bisa meningkatkan kesejahteraan,”
pungkasnya. (Rien)

Peduli Pendidikan, UI Siapkan Gerakan UI Mengajar (GUIM) Angkatan VI
Depok, Laras Post – UI kembali mempersiapkan
acara tahunan Gerakan UI Mengajar (GUIM)
angkatan VI. Gerakan UI Mengajar merupakan
salah satu acara kegiatan sosial, khususnya
di bidang pendidikan di bawah naungan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas
Indoneisa. Pendidikan yang difokuskan adalah
pendidikan pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
Latar belakang kegiatan ini ialah kurang
meratanya pendidikan di Indonesia. Selain
itu fasilitas yang juga dirasa kurang memadai
sebagai penunjang kegiiatan belajat mengajar.
GUIM juga sebagai wadah mahasiswan
dalam menerapkan tridarma pendidikan,
yakni pengabdian masyarakat. Diharapkan
dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat
berpartisipasi dan juga sebagai agen perubahan
dalam bidang sosial dan pendidikan yang lebih
baik.
Acara puncak yang nantinya akan
berlangsung pada akhir tahun 2016 hingga awal
tahun 2017 ini telah dirancang matang. GUIM
akan berlangsung selama 30 hari dimana para
pengajarnya berasal dari mahasiswa Universitas
Indonesia dari berbagai fakultas yang ada.
Sebelumnya mereka harus mengikuti tahap
seleksi untuk lolos menjadi seorang pengajar

yang nantinnya akan dikirim ke desadesa yang terpilih sebagai kegiatan belajar
mengajar. Meskipun fokus utamanya terdapat
dibidang pendidikan, GUIM juga mengadakan
aksi sosial lainnya seperti perbaikan fasilitas
hingga penyuluhan kesehatan, pengobatan
gratis, dan berbagai kegiatan sosial lainnya
yang memberikan dampak positif baik bagi
warga maupun mahasiswa yang terlibat.
Pada acara Grand Opening yang
berlangsung pada Jumat (9/9/2016) lalu
di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI, GUIM
mengusung tema “Berbagi Asa dalam Aksi”.
Tema tersebut terinspirasu dari perjalanan
para relawan yang telah mewujudkan aksi
nyata dalam mencerdasakan kehidupan
bangsa, dengan ketulusan menjadikan
hal ini sebagai langkah awal untuk turun
langsung dalam menangani salah satu
masalah mengenai potret pendidikan
di Indonesia. Pada Grand Opening yang
berlangsung ini, diawali dengan screening
film lalu dilanjutkan dengan diskusi
interaktif.
Salah satu bintang tamu dalam Grand
Opening GUIM angkatan VI ialah Trisa Melati,
pengajar muda “Indonesia Mengajar” angkatan

Foto:Ditasfeb

4. Menurutnya, menjadi seorang pengajar
dalam kegiatan pengabdian juga diyakini
sebagai sebuah kesenangan tersendiri.
Bagi perempuan yang pernah menjadi
Pengajar Muda “Indonesia Mengajar”
tesebut, suka dan duka menjadi seorang
relawan pasti ada, namun semua duka
yang dirasakan akan hilang dengan
sendirinya.

“Pasti ada saat-saat duka seperti
jauh dari rumah, dan lain-lain. Saat itu
mungkin susah, tapi ketika sekarang
melihat ke belakang ternyata seru,
karena bisa diceritakan ke anak
saya. Segala sesuatu yang duka tadi,
sekarang bisa disyukuri karena hal itu
menjadi pembelajaran hidup,” ungkap
Trisa Melati. (Ditasfeb)

BLK Selenggarakan Pelatihan Menjahit
Bogor, Laras Post – Sedikitnya 20
orang peserta mengikuti pelatihan
kerja yang diselenggarakan Balai
Latihan Kerja (BLK) Kabupaten
Bogor, pada Jum’at (30/9/2016) di
aula Desa Padurenan Kecamatan
Gunungsindur Kabupaten Bogor.
Para peserta bukan saja
mendapatkan keahlian menjahit,
tapi juga diberi fasilitas baju
pratek yang bertuliskan BLK dan
mendapat makan siang selama
latihan, akomodasi serta sertifikat
gratis.
Pelatihan dilaksanakan sesuai
dengan program yang ada di
Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Republik Indonesia
yaitu dengan 20 hari pelatihan.
Demikian disampaikan Tutor
BLK Dinsosnakertrans Kabupaten
Bogor Patma di ruang kerjanya,
pada Jum’at (30/9/2016)
Patma menuturkan bahwa,
sebagai tenaga pengajar menjahit
memberikan bekal atau ilmu
dasar bagi peserta pelatihan
kerja. Namun demikian dalam
pengembangannya diserahkan
kepada masing-masing peserta
pelatihan kerja di lingkungan
kerjanya nanti.
Ia mencontohkan, untuk jurusan
menjahit, diberikan kesempatan
kepada peserta pelatihan kerja
menggunakan berbagai merek

dengan banyak model yang ada
di mesin jahit. “Sehingga bagi
peserta yang nantinya terjun
ke tempat kerja baik garmen
maupun konveksi atau bahkan
di home industry dengan
menggunakan mesin jahit yang
berbeda-beda, mereka sudah
mampu mengoperasikannya,”
imbuh Patma.
Sementara ditempat terpisah,
Sekretaris Desa Padureman,
Sadih mengatakan, untuk peserta
pelatihan diadakan seleksi,
untuk mengetahui sejauhmana
kemampuan atau skill yang
dimiliki. “Misalnya untuk
pelatihan menjahit mereka ada
yang sudah kenal peralatanperalatan seperti kunci atau
obeng, bahkan ada yang sama
sekali belum,” ujarnya.
Sistem pelatihan yang
digunakan meliputi teori dan
praktek. Untuk materi teori yang
diberikan meliputi 30 persen dari
jumlah jam pelatihan/pelajaran.
Sedangkan untuk praktek
dilaksanakan setelah pemberian
materi teori pada tiap-tiap sub
bagian.
Bagi peserta yang dapat
menyelesaikan kegiatan sampai
dengan selesai dan lulus
evaluasi akan mendapatkan
sertifikat pelatihan. “Sertifikat

Ilustrasi Pelatihan Menjahit
yang keluarkan sudah diakui
kompetensinya dan dapat
digunakan untuk mencari kerja di
perusahaan-perusahaan,” terang
sadih
Sementara itu, Kepala
Dinsosnakerrans, M Yusuf
menyampaikan, agar para
instruktur memperbanyak jam
prakteknya daripada teorinya,
atau dengan system teoripraktek, teori-praktek, begitu
seterusnya.
Sedangkan kepada para peserta
diminta untuk mengikuti pelatihan
secara full 20 hari selalu menjaga
kesehatan dan jangan segan-segan

Foto:Rumsi

untuk bertanya sebanyak mungkin
kepada para instruktur.
Secara terpisah Kades
Padurenan, Yusuf mengharapkan,
para peserta pelatihan untuk
sungguh-sungguh dalam
mengikuti pelatihan, sehingga
setelah selesai pelatihan para
peserta memiliki keterampilan.
“Saya berharap, setelah selesai
mengikuti pelatihan para peserta
memiliki ketrampilan sehingga
dapat membuka usaha atau
melamar kerja sesuai dengan
ilmu yang diperoleh dari bekal
ilmu dan sertifikat dari BLK,”
harapnya. (Rumsiyahya.AR)

sambungan

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Menlu: Operasi Angkasa Yudha Th. 2016 Tak Terkait Konflik Perbatasan

Kapolri Atasi Problem Psikologi Anggota Kepolisian
.......................... Sambungan dari hal 1.....................

Natuna, Laras Post - Menlu
Retno sempat ditanyakan seputar
konflik perbatasan yang terjadi
dengan Tiongkok. Terhadap
pertanyaan tersebut, Retno
menerangkan bahwa Indonesia
hanya memiliki permasalahan
kesepakatan perbatasan dengan
negara Malaysia dan Vietnam
yang saat ini menurutnya tengah
dinegosiasikan.
“Kita tidak memiliki ‘overlapping’
di bidang maritim dengan
Tiongkok. Saya ingin menegaskan
bahwa Indonesia hanya memiliki
‘overlapping’ dengan Malaysia dan
Vietnam yang saat ini sedang kita
negosiasikan,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama,
terkait dengan penguatan dari segi
militer, Panglima TNI Jenderal
Gatot Nurmantyo menggarisbawahi
bahwa kebijakan Presiden terhadap
pulau-pulau terluar di Indonesia
adalah penguatan terhadap pulaupulau yang dianggap strategis.

Terkait kausus itu, Tito menyatakan, pihaknya telah memerintahkan
Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) serta Kepala
Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) untuk meneliti
fenomena itu lebih jauh. “Ini sedang kami pelajari. Saya minta
kepada Kapusdokkes, Kapuslitbang, tolong lakukan penelitian,”
ujar Tito, pada Jumat (7/10/2016) di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo,
Jakarta Selatan.
Disebutkan, sepanjang tahun 2016 tercatat ada 16 anggota Polri
yang bunuh diri. Namun menurutnya, hal ini tak bisa digeneralisasi
dan dijadikan kesimpulan bahwa seluruh anggota Polri bermasalah.
“Tidak bisa 16 ini jadi representatif menyimpulkan bahwa semua
anggota polisi stres,” tegasnya.
Kapolsek Gantung Diri
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek Karangsambung
Kabupaten Kebumen Ipda Nyariman, gantung diri di ruang kerjanya
pada Rabu (5/10/2016).
Menurut informasi, kasus ini berawal dari, upaya korban menjadi
fasilitator, anak Aiptu Sudiman anggota Polsek Buayan yang ikut
Secaba Polri dan dan sudah membayar Rp.250 juta. Karena gagal
tidak masuk Secaba, maka Sudiman minta uang kembali dan berjanji
akan dikembalikan.
Terkait Permasalahan tersebut sebelumnya sudah
dimusyawarahkan dengan Kapolres, Waka Polres, Kabag Sumda
dan Propam. Namun dalam perkembangannya tiba-tiba Kapolsek
Karangsambung mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.
Diketahui, Nyariman masuk ruang kantornya dan ketika lama
tidak keluar dan diketuk-ketuk tidak keluar. Setelah di cek ternyata
sudah gantung diri. (her, sg, ram)

None Jakarta Selatan, Sasti Hapsari Ingin Menjadi
Guru SLB .................. Sambungan dari hal 1...............
Menjadi None Selatan,
membuat perempuan yang
memiliki hobi menari ini
memiliki banyak sekali
pengalaman yang tak
pernah ia dapatkan dan
duga sebelumnya. Bersama
teman-temannya, ia banyak
mempelajari kebudayaankebudayaan Indonesia,
khususnya kebudayaan
Jakarta sendiri.
Ia juga kerap kali
melakukan perjalanan ke luar
kota hingga ke luar negeri
untuk mempromosikan
pariwisata Jakarta. Ia senang
ketika ia bisa berkontribusi
untuk Indonesia, khususnya
kontribusi untuk Jakarta.
Setelah didaulat menjadi None Selatan, pengalaman lain pun sering
datang menghampirinya. Ia kerap diundang sebagai pembicara diberbagai
universitas bahkan acara-acara internasional dan konferensi ditingkat
dunia. Menurutnya, pengalaman yang tengah ia dapatkan merupakan suatu
pelajaran berharga baginya.
Perempuan yang kini sedang menjalankan studinya di Universitas
Indonesia, jurusan Ilmu Komunikasi tengah sibuk sebagai koordinator untuk
pemberdayaan masyarakat di lingkungan RPTRA (Ruang Publik Terpadu
Ramah Anak) dibilangan Bintaro. Setiap minggu, ia meluangkan waktunya
untuk mengajar anak-anak di lingkungan RPTRA dan belajar mengenai
kebudayaan Jakarta. Kegiatan yang tengah ia jalani berjalan mulai Februari
hingga saat ini. Dari pihak keluarga, keluarga selalu mendukung apa yang
ia lakukan selama hal tersebut positif.
Jebolan None Selatan ini rupanya sangat concern di dunia pendidikan
Ketika ditanya perihal cita-cita, ia menjawab dengan semangat tentang citacitanya. “Aku ingin sekali menjadi guru di Sekolah Luar Biasa. Berharap
banget bisa punya yayasan sendiri yang isinya juga ada SLB dan ingin punya
semacam panti asuhan gitu,” ujarnya antusias.
Perempuan dengan segudang prestasi ini juga aktif di dunia presenter
dan MC, tak jarang ia diundang dalam suatu acara untuk menjadi presenter
maupun MC. Ia tidak takut dengan apa yang sedang digelutinya akan
mengganggu dunia perkuliahannya. Menurutnya, menentukan prioritas
kegiatan adalah hal yang paling penting.
“Sejauh ini, aku lancar-lancar aja alhamdulillah untuk membagi waktu
antara kuliah, kegiatan luar dan magang. Menurutku, manajemen waktu
yang baik adalah yang ditentukan berdasarkan skala prioritas. Oh iya!, kita
juga harus pintar curi start, kayak aku misalnya selalu bikin rangkuman
duluan, jadi gak terlalu ketinggalan kalau sewaktu-waktu harus izin kampus”
cetusnya.
Mengenai perkembangan Jakarta, perempuan yang mengutamakan
pendidikan ini berharap Jakarta bisa semakin menjadi kota metropolitan
yang bersih, bebas banjir, bebas macet dan tertata rapih.
Harapan lain mengenai Pilgub Jakarta 2017 mendatang ialah agar
terciptanya Pilgub yang lancar dan melahirkan pemimpin yang demokratis
dan dapat menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih baik lagi. (Ditasfeb)

3

Penguatan tersebut hendak dilakukan
pemerintah secara bertahap sesuai
dengan kondisi perekonomian yang
berlangsung.
“Penguatan baik udara, laut,
maupun darat dilakukan secara
bertahap berdasarkan kondisi
ekonomi yang ada. Semua pulaupulau terluar yang strategis seperti
Natuna, Biak, Morotai, Saumlaki,
termasuk Merauke juga,” kata
Gatot.
Tak Terkait Klaim Historis
Pemerintah Tiongkok
Panglima TNI juga memastikan
bahwa upaya-upaya di Natuna
dan pulau lainnya tersebut tidak
dimaksudkan secara spesifik untuk
menanggapi ketegangan yang terjadi
dengan pemerintah Tiongkok terkait
dengan konflik di Laut Tiongkok
Selatan. Menurutnya, penguatan
tersebut dilakukan dalam rangka
menjaga keutuhan Negara Indonesia
secara keseluruhan.

“Kalau hanya Tiongkok maka kita
tidak bangun di Biak, tidak dibangun
di Morotai, tidak perlu di Saumlaki.
Ini semua dilakukan sama untuk
menjaga keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia,” tegasnya.
Sehari sebelumnya, Panglima
TNI juga menyatakan bahwa operasi
Angkasa Yudha tahun 2016 yang
diselenggarakan di Natuna juga
tidak dimaksudkan untuk menekan
pemerintah Tiongkok terkait dengan
konflik yang saat ini diberitakan
sedang memanas itu. Operasi
tersebut menurutnya hanyalah
rangkaian latihan yang secara berkala
dilaksanakan oleh TNI AU.
“Itu bukan ‘show force’. TNI
sudah berlatih di Natuna berulang
kali. Sejak saya berbintang satu,
Angkasa Yudha sudah digelar di
sana,” terang Panglima TNI Jenderal
Gatot Nurmantyo di Cilangkap,
Jakarta, Rabu pagi, 5 Oktober 2016.
Senada dengan Panglima TNI,
Sekretaris Kabinet Pramono Anung

juga menerangkan bahwa kehadiran
Presiden Joko Widodo dalam
latihan tempur kali ini dan sebelumsebelumnya merupakan inisiatif
Presiden selaku Panglima Tertinggi
TNI untuk mengetahui secara langsung
bagaimana perkembangan dan peta
kekuatan di masing-masing angkatan
TNI. “Jadi Angkatan Laut, Angkatan
Udara, nanti di TNI Angkatan Darat
juga sama. Tidak ada apa-apa,” ujarnya
pada Rabu sore kemarin.
Tampak mendampingi Presiden
dan Ibu Iriana dalam kunjungan kerja
kali ini ialah Menteri Koordinator
Bidang Politik, Hukum dan
Keamanan Wiranto, Menteri Luar
Negeri Retno Marsudi, dan Sekretaris
Kabinet Pramono Anung. Selain itu,
tampak sejumlah pejabat negara yang
terlebih dahulu tiba di lokasi yang
di antaranya Menteri Kelautan dan
Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri
Perhubungan Budi Karya Sumadi
dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
(her, sg, ram)

Bentuk Tim Khusus Menteri ATR/BPN Perangi Mafia Tanah .................. Sambungan dari hal 1........................
Sertipikat tanah, tegas Sofyan,
seharus menjadi dokumen tanah
satu-satunya. Namun saat ini hal
itu belum dapat diwujudkan karena
hukum pertanahan di Indonesia
masih sangat rumit.
Belum Maksimal
Sofyan juga menegaskan, kinerja
jajarannya belum maksimal, sehingga
masyarakat sering menyampaikan
keluhan. Bahkan masyarakat
menyampaikan keluhan hingga
kepada Presiden Joko Widodo.
“Banyak keluhan dari sejumlah pihak,
salah satunya investor yang tengah
mengurus Hak Guna Bangunan di

Kepulauan Riau,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, belum lama ini
perusahaan yang sedang mengurus
HGB menyampaikan keluhan kepada
dirinya, bahkan hingga kepada
Presiden Jokowi, terkait lemahnya
kinerja jajaran Kementerian ATR/
BPN.
“Perusahaan ini kirim surat pada
saya. Sudah satu setengah tahun
tidak diproses HGB-nya. Isi suratnya,
saya forward ke seluruh kepala
kantor wilayah BPN,” ujarnya.
Sofyan menyesalkan hal itu terjadi,
karena dapat mengganggu iklim
investasi di Tanah Air. “Tentunya hal
ini juga dapat berdampak pada iklim

usaha, terlebih terjadi pada pihak
perusahaan,” tegasnya.
Surat keluhan itu, kata Sofyan,
kemudian disebar ke kepala kantor
wilayah BPN, untuk mengetahui apa
alasan HGB perusahaan tidak terbit
sampai lebih dari setahun.
Sofyan mengungkapkan, dua
jam setelah surat disebar, kepala
kantor wilayah membalas surat yang
dikirimnya, dan menyampaikan
tidak menerbitkan HGB dimaksud
karena terjadi overlap. “Jika sebagian
overlap, kenapa tidak ada tindak
lanjutnya. Kenapa tidak dikeluarkan
HGB bermasalah?” tanya Sofyan.
Menurutnya, hal itu bisa terjadi

karena sebagian besar birokrat atau
pegawai negeri sipil (PNS) masih merasa
anti terhadap pengusaha. Padahal
salah satu tugas BPN adalah untuk
membantu investor, memudahkan
investasi, menciptakan lapangan kerja,
menjadi sumber ekonomi, yang pada
akhirnya membayar gaji para PNS itu
sendiri.
Ia juga berjanji akan terus
mendorong jajarannya untuk
mengubah paradigma sehingga kinerja
aparatur pertanahan dapat lebih
maksimal. “BPN harus bisa responsif
dalam menanggapi suatu masalah
khususnya di bidang pertanahan,”
jelasnya. (her, sg, ram)

Biaya Jadi Kendala Sertipikasi Tanah .................................... Sambungan dari hal 1......................................
Lebih lanjut Tamanuri
menyatakan, tugas Kementerian
ATR/BPN kedepan semakin
berat, karena jumlah penduduk

semakin bertambah dan tanah yang
jumlahnya tetap. “Semakin hari
tugas Kementerian Agraria bukan
semakin enteng, karena penduduk

kita selalu bertambah dan luas tanah
tetap. Kuburan aja sudah luar basa,”
ungkapnya.
Untuk mengatasi hal itu, ia

menyarankan agar Kantor Pertanahan
di daerah agar dievaluasi. “Kita
evaluasi kembali kawan kita di
bawah,” ucapnya. (her, sg, ram)

Tangani Laporan Dugaan Penistaan Agama Polisi Ekstra Hati Hati ................ Sambungan dari hal ..................
dilakukan oleh Ahok.
Menurutnya, kepolisian harus
merespons semua keinginan
masyarakat bukan menolak dengan
berbagai alasan. “Kita mendesak
pihak kepolisian,” ujar Ketua
Bidang Luar Negeri MUI Pusat,
KH. Muhyiddin Junaidi, pada Kamis
(6/10/2016) di Jakarta.
Ia menyatakan, upaya hukum
yang dilakukan sejumlah Ormas
Islam menunjukkan bahwa umat
Islam sudah lebih dewasa dalam
menanggapi isu SARA. ”Kalau
seandainya berada di Pakistan atau
di India, dia (Ahok) sudah dibunuh,
langkah hukum ini cukup dewasa,”
jelasnya.
Muhyiddin mengungkapkan,
MUI dalam hal ini sangat menghargai
Indonesia sebagai negara hukum.
Oleh karena itu, menempuh jalur
h u k u m u n t u k me n y e l e sa i k a n
persoalan tersebut.
“Melakukan somasi itu adalah
langkah yang sangat terpuji, apalagi
kita sebagai umat Islam. Ini bukti
kita sangat dewasa yang tidak mau
lagi mengedepankan kekerasan.
Jadi, kita gunakan jalur hukum,”
tandasnya.

Limpahkan Ke Mabes Polri
Sementara itu, guna memudahkan
pemeriksaan, laporan MUI Provinsi
Sumatera Selatan terhadap Ahok
atas dugaan penodaan agama
dilimpahkan ke Mabes Polri.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen
Pol Djoko Prastowo menyatakan,
pihaknya akan memproses seluruh
laporan masyarakat. “Kita proses,
karena laporannya banyak, bukan
hanya di Sumsel, tetapi di wilayah lain
juga. Jadi, lebih obyektif dilimpahkan
ke Mabes, untuk mempermudah
penyidik,” ungkap Kapolda Sumsel,
pada Jumat (7/10/2016).
Seperti diberitakan, MUI
Sumatera Selatan melaporkan Ahok
atas dugaan penistaan agama Islam.
MUI menilai sikap Ahok dengan
mengutip ayat suci Alquran Surat
Almaidah ayat 51 dinilai tidak tepat
dan melecehkan.
Laporan semacam juga diikuti
oleh Ormas Islam dan elemen
lainnya, seperti Angkatan Muda
Muhamadiyah dan Front Pembela
Islam (FPI) serta Advokat Cinta
Tanah Air (ACTA). Laporan
disampaikan ke Polda Metro Jaya
dengan tuduhan penistaan agama

dan menebar kebencian.
Sek ret aris Pimp inan Pusat
Pemuda Muhamdiyah, Pedru
Kasman mengatakan, Ahok telah
melecehkan ayat Al-Quran sebagai
kitab suci umat islam dengan kalimat
‘dibohongi pakai surat Al Maidah
ayat 51’, pada acara pertemuan
Gubernur DKI Jakarta dengan warga
Kepulauan Seribu.
Menurutnya, apa yang dilakukan
Ahok merupakan bentuk penghinaan
dan penistaan bagi agama Islam.
“Dengan pernyataan ini Ahok
telah menghina Pancasila sebagai
dasar negara yang menghargai
keberagaman dan kebhinekaan,”
ujarnya pada Jumat (7/10/2016) di
SPKT Polda Metro Jaya.
Ia meminta, Polda Metro Jaya
segera memproses Ahok sebagai
terlapor sesuai dengan perundangundangan yang berlaku. Jika laporan
tersebut tak segera diproses, pihaknya
khawatir akan nanti akan muncul
reaksi dari umat Islam yang lebih
besar dan di luar kontrol.
Kasman menegaskan, tindakan
Ahok akan berpotensi merusak
kerukunan dan keberagaman yang
sudah berjalan harmoni selama ini.

Siapapun orang dan agamanya,
lanjut Kasman, wajib menjunjung
tinggi perbedaan yang sudah menjadi
kesepakatan bersama untuk keutuhan
NKRI.
Ahok Tolak Minta Maaf
Selain itu MUI juga berharap Ahok
meminta maaf untuk mengakhiri
polemik terkait Al-Maidah ayat 51.
“Saya mengharapkan Pak Ahok
segera menyampaikan permintaan
maaf sebelum persoalannya melebar
ke mana-mana,” ujar Wakil Ketua
Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi.
Zainut menyebutkan, ucapan
Ahok tidak pantas dan menimbulkan
pemahaman yang berbeda di
kalangan umat Islam. “Meskipun
apa yang dia katakan ada perbedaan
pemahaman di kalangan umat Islam,
tapi menurut saya tetap dia tidak
pantas karena dia adalah penganut
agama lain dan dia tidak meyakini
ajaran agama itu,” ungkapnya.
Namun Ahok justru menolak
untuk menyampaikan permintaan
maaf, dengan alasan tidak ada yang
salah. “Nggak ada yang salah. Minta
maaf apa?,” ujarnya pada Jumat
(7/10/2016) di Jakarta. (her, sg, ram)

Para Petani Desak Segera Laksanakan Reforma Agraria ...................................................... Sambungan dari hal ................................................
Mereka menuntut pemerintah
setempat untuk segera membentuk
tim independen pelaksanaan reforma
agraria di delapan wilayah Kabupaten
Jember, diantaranya Desa Curanongko
(Curahnongko-Andongrejo), Curahtakir
(Curahtakir-Sananrejo), Mandigu
(Sindodadi-Pondokrejo) di Kecamatan
Tempurejo, Desa Pakis, Suci, dan
Badean Kecamatan Ketajek, Desa
Nogosari Kecamatan Rambipuji, Desa
Mangaran Kecamatan Ajung, Desa
Muyorejo Kecamatan Silo, dan Desa
Sabrang Kecamatan Ambulu.
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi
Muhammad Jumain mengungkapkan,
di seluruh wilayah itu, selama ini
terjadi sengketa antara petani dengan
PT. Perkebunan Nusantara (PTPN)
dan Perusahaan Perkebunan Daerah
(PDP).
Menurut Jumain, UUPA 1960
tidak dijalankan dengan baik, bahkan
banyak terjadi penyimpangan. “Salah
satunya perampasan tanah rakyat
dengan stigmasi PKI pada tahun 1965,”
tegasnya.
Di Jambi massa yang menamakan
diri aliansi untuk keadilan agraria
melakukan unjuk rasa didepan
kantor DPRD Provinsi Jambi dan
Kantor Gubernur Jambi pada Selasa,

(27/9/2016) lalu.
Aliansi untuk keadilan agraria
yang terdiri dari Gridsick, FMN, Agra,
Forum Musisi Jambi, Mapala Sutha,
Mapala Gitasada, STT, JMGI, PH, Walhi
Jambi, Beranda Perempuan, PPJ, KKI
Warsi dan Setara itu, mendesak untuk
dihentikan monopoli tanah, laksanakan
reforma agraria sejati, review kebijakan
Karhutla dan hentikan kriminalisasi
kaum tani yang berladang dengan
membakar, memberi jaminan harga
kelapa sawit, karet dan hasil produksi
kaum tani lainnya; selesaikan seluruh
konflik agraria di Jambi, bebaskan kaum
tani dan aktivis yang didiskriminasi,
cabut izin perusahaan pembakar hutan
dan lahan, tegakkan hukum bagi
perusahaan yang telah terbukti terbakar
dan hentikan perampasan tanah ulayat
SAD.
Di Manokwari, Papua dalam
peringatan HTN mahasiswa yang
tergabung dalam Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia (GMNI) Cabang
Manokwari, menggelar diskusi di
Sekretariat GMNI setempat, pada Senin
(26/9/2016). Diskusi yang mengambil
tema, Memperkuat Persatuan dan
Perjuangan Kaum Tani Menurut
Reforma Agraria Sejati, banyak dibahas
persoalan para tani di Manokwari.

Ketua GMNI Cabang Manokwari,
Yosak Saroi menyatakan, Pemerintahan
Jokowi-JK harus lebih peduli pada
petani yang menjadi tulang punggung
Indonesia. “Sekarang petani masih
dibebani biaya produksi tinggi, namun
hasil produksi harganya murah,”
tegasnya.
Ia menyatakan, sejak dibentuk
Undang-undang Pokok Agraria Nomor
5 Tahun 1960, hingga kini pemerintah
masih berkutat dengan retribusi tanah
dan sertifikat tanah, sementara konflik
agraria terus terjadi.
Dalam diskusi itu, mereka
menyampaikan 4 tuntutan, pertama
mendesak Presiden RI melaksanakan
Undang-undang Pokok Agraria
Nomor 5 tahun 1960 sebagai landasan
hukum secara transparan. Kedua,
menuntut Pemerintah Jokowi-JK
melaksanakan reforma Agraria Sejati.
Ketiga, pemerintah Jokowi-JK stop
melakukan reforma Agraria palsu dan
segera menyelesaikan kasus-kasus
Agraria. Keempat, menuntut Pemerintah
untuk mendorong Reforma Agraria
Sejati dimasukkan ke dalam kurikulum
perguruan tinggi.
Sementara itu, para petani Kabupaten
Cianjur Provinsi Jawa Barat Paguyuban
Petani Cianjur (PPC) bekerjasama

dengan Lembaga Bantuan Hukum
Cianjur, Bina Desa, Aliansi Petani
Indonesia (API) dan Pemda Cianjur
menggelar peringatan HTN ke 56, pada
Senin (26/9/2016) di Desa Wargasari,
Kecamatan Kadupandak, Kabupaten
Cianjur.
Peringatan HTN dihadiri para
petani di kawasan Kadupandak dan
beberapa organisasi tani dari Cibinong
dan Agrabinta. Hadir pula Bupati
Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar beserta
jajarannya, anggota DPRD Cianjur M.
Toha dan anggota DPR RI Diah Pitaloka,
Camat Kadupandak Bambang M. Tavip
dan 14 kepala desa yang masuk wilayah
kecamatan kecamatan Kadupandak.
Kegiatan ini merupakan rangkaian
konsolidasi PPC dengan para petani di
wilayah Paguyuban Tani Ciastana yang
sedang melakukan pendataan tanahtanah terlantar eks Hak Guna Usaha
(HGU) yang sudah di kuasai dan di
garap oleh para petani di dua desa,
Neglasari dan Wargasari.
Selain itu mereka juga menuntut
komitmen Pemerintah Kabupaten Cianjur
untuk melaksanakan reforma agraria,
kedaulatan pangan dan pembangunan
pedesaan untuk kemakmuran petani.
Pada kesempatan itu, Bupati Cianjur
mengatakan, telah mencanangkan

Cianjur menjadi tujuan wisata pangan
dunia. Sebab itu Bupati akan mencabut
HGU perusahaan yang menelantarkan
tanah dan akan menyerahkannya
kepemilikan tanah kepada para petani
untuk dimanfaatkan sebagai lahan
pertanian.
3 Program Strategis
Sebelumnya Menteri ATR/Kepala
BPN, Sofyan A. Djalil menyebutkan
Kementerian ATR/BPN memiliki
peran strategis untuk memastikan
tanah dan tata ruang dimanfaatkan
sebesar-besarnya bagi kesejahteraan
rakyat. Karena itu pihaknya telah
mencanangkan tiga program strategis
tahun 2016-2019 yaitu, percepatan
legalisasi aset secara sistematis hingga
23,21 juta bidang;
Percepatan pengadaan tanah
untuk mendukung program strategis
pembangunan antara lain pembangkit
listrik 35.000 MW, jalan tol sepanjang
7.338 kilometer, 24 bandar udara, jalur
kereta api sepanjang 3.258 kilometer,
24 pelabuhan laut, 5 juta unit rumah
Masyarakat Berpenghasilan Rendah
(MBR), 12 Kawasan Ekonomi Khusus, 15
Kawasan Industri, 78 unit stasiun Bahan
Bakar Gas (BBG), dan 2 kilang minyak;
Pelaksanaan Reforma Agraria

dengan total 9 juta hektar yang terdiri
dari 0,6 juta hektar tanah transmigrasi
yang belum bersertifikat, 3,9 juta
hektar tanah legalisasi aset masyarakat,
0,4 juta hektar tanah terlantar, dan 4,1
juta hektar tanah pelepasan kawasan
hutan;
Sofyan memastikan bahwa program
strategis tersebut mendesak untuk
diselesaikan mengingat baru sekitar 45
persen bidang tanah di Indonesia yang
sudah terdaftar dan bersertifikat.
Selain itu, berdasarkan konsep Gini
Rasio, penguasaan tanah di Indonesia
mendekati angka 0,59 yang artinya
hanya sekitar 1 persen penduduk yang
menguasai 59 persen sumber daya
agraria, tanah dan ruang. “Hal ini
perlu perhatian serius karena terdapat
ketimpangan dalam penguasaan dan
kepemilikan tanah,” ujarnya.
Ketiadaan sertifikat bukan
hanya membuat masyarakat tidak
mendapatkan akses ke perbankan
formal namun juga menimbulkan
ketidakpastian hukum dan memicu
sengketa serta konflik. Kementerian
ATR/BPN, lanjutnya, terus melakukan
deregulasi dan debirokratisasi
kebijakan khususnya dalam pelayanan
pertanahan dan kegiatan penataan
ruang. (her, sg, ram) 

2

Wisata & Budaya

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Tafisa Games 2016

Ajak Generasi Muda Bangkitkan Olahraga Tradisional

foto : DOK

General Manager Hotel Santika Premiere Harapanh Indah, L Sudarsana
pimpin Morning Run Briefing yang dilakukan setiap hari Selasa dalam
sepekan.

HSP KHI Lakukan Morning Run Briefing,
Ciptakan Gaya Kerja Sehat
Bekasi, Laras Post - Morning Briefing, istilah yang
tidak asing lagi dalam dunia kerja, terlebih dalam industri
perhotelan. 
Setiap pagi seluruh karyawan melakukan kegiatan Morning
Briefing dengan department masing-masing. Kegiatan ini
merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan General
Manager sebuah hotel untuk berkomunikasi dengan para
Manager / Department Head. Sehingga kegiatan ini wajib
dihadiri oleh karyawan yang bertugas pada waktu tersebut
agar terjalin kordinasi yang baik saat bekerja.
Hotel Santika Premiere (HSP) Kota Harapan Indah (KHI)
menciptakan sebuah gaya kerja baru yang sehat dengan
mengadakan Morning Run Briefing rutin yang telah dimulai
sejak awal tahun 2016 setiap hari Selasa jam 06.30 – 08.00 khusus
bagi Assistant dan Department Head bersama General Manager
mengelilingi area parkir hotel hingga ke beberapa area di Kota
Harapan Indah sambil membahas seputar kegiatan hotel dan
program kerja kedepan.
L Sudarsana selaku General Manager Hotel Santika Premiere
Kota Harapan Indah, mengatakan dengan diadakannya
kegiatan seperti ini harapannya akan terjalin interaksi yang
lebih baik dengan komunikasi dua arah yang maksimal dalam
kondisi relaks dan santai, tidak dalam suasana formil seperti
hari lainnya.
Morning Run Briefing ini selain bertujuan untuk
menyehatkan tubuh dan menyegarkan pikiran untuk
meningkatkan produktifitas kerja, juga bertujuan untuk
membangun kedisiplinan, meningkatkan efektifitas komunikasi
kerja dan kekompakan satu sama lain sehingga tercipta
kordinasi kerja yang baik.
Hotel Overview
Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah – Bekasi
adalah hotel berbintang 4 yang berlokasi di Jl. Harapan Indah
Bulevar No. 10-12 Medan Satria, Kota Harapan Indah – Bekasi.
Hotel yang dibuka pada 25 April 2014 ini, memiliki 152 kamar,
dengan fasilitas Ballroom yang dapat menampung hingga 2.000
orang, Meeting Rooms, Restoran, Lobby Lounge, Sky Lounge,
Pusat Layanan Kebugaran, Kolam Renang, Ruang Karaoke,
Lapangan Tenis, Lapangan Badminton, Tempat Bermain Anak,
Kolam Rendam Air Panas & Air Dingin, serta Layanan Gratis
Wi-Fi disetiap kamar dan seluruh area publik. (sugih)

Jakarta, Laras Post - Wakil
Presiden Jusuf Kalla secara
resmi membuka The 6th
TAFISA (The Association
for International Sport for
All) World Sport for All
Games 2016, di Ancol Beach
City, Ancol, Jakarta, Sabtu
(8/9/2016) malam.
Wapres JK yang menggantikan
kehadiran Presiden Jokowi me­ngatakan,
olahraga adalah salah satu cara
memelihara manusia menjadi lebih sehat
dan lebih baik. Dengan berolahraga
seseorang banyak melakukan gerakan,
tidak hanya dalam pertandingan, tetapi
juga untuk kesenangan pribadi. Untuk
itu, generasi muda diharapkan banyak
melakukan gerakan dan kembali ke
alam.
“Kita semua tentu mengha­rapkan
generasi muda kita semua akan kembali
[bergerak] ke lapangan, kembali ke
alam. Apalagi di sini, bergabunglah
dalam suasana keolahragaan dengan
laut, kegembiraan, persatuan,” ujar
Wapres Jusuf Kalla ketika memberikan
sambutan pada acara tersebut.
Pada kesempatan itu Wapres
menyampaikan pesan Presiden Joko
Widodo bahwa, berharap kepada
generasi muda untuk mengubah

suasana. Jika saat ini banyak anakanak yang bungkuk karena seringnya
bermain HP dan gadget berjam-jam,
diharapkan mereka kembali untuk
begerak.
“Mari kita kembali untuk bergerak,
bergerak ke depan, kita tidak ingin
mencapai generasi yang membungkuk
terus-menerus karena teknologi. Mari
kita bergerak, mari kita mencapai
ini,” seru Wapres sebagaimana pesan
Presiden.
Wapres menyatakan, “Unity in
diversity”, yang merupakan tema
TAFISA 2016, diambil dari semboyan
Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”,
untuk membuat Indonesia kembali
menjadi bangsa yang bersatu dan kuat.
Salah satunya adalah dengan acaraacara keolahragaan, seperti yang baru
saja diselenggarakan Pekan Olahraga
Nasional (PON), sekarang TAFISA, dan
yang akan datang Asian Games.
“Karena itulah, maka ini adalah
bagian daripada upaya kita semua
meningkatkan mutu bangsa, mutu
masyarakat ke dunia ini dalam bentuk
olahraga, dan Indonesia sangat
mempunyai keinginan dan peranan
penting dalam keolahragaan ini,”
ungkap Wapres.
Wapres pun menyampaikan
penghargaannya atas terseleng­garanya
acara TAFISA ini. Selain ajang ini
mengajak generasi muda untuk selalu

foto : DOK

Wapres Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menpora Imam Nahrowi, Menlu
Retno Marsudi, Presiden TAFISA Profesor Ju-Ho Chang dan Ketua Pelaksana TAFISA 2016
Haryono Isman, melakukan pemukulan alat musik tradisional khas Bengkulu Doll menandai
resmi dibukanya TAFISA World Sport For All Games 2016, Sabtu (8/10/16) malam.

bergerak dan berolahraga, tetapi juga
membangkitkan kembali olahraga
tradisional yang menggembirakan, dan
mempunyai hasil yang sama dengan
olahraga dalam pertandingan ataupun
olahraga yang dimainkan di banyak
kegiatan-kegiatan olahraga. Tak kalah
pentingnya, TAFISA juga menjadi ajang
persahabatan antar negara.
“Olahraga seperti saya katakan,
bukan hanya prestasi tapi adalah
persaudaraan, adalah sportivitas, adalah
kegembiraan, adalah kebanggaan dan
juga tentu kita inginkan kehormatan
dalam setiap acara keolahragaan dalam
bentuk prestasi. Karena itulah maka pada

hari ini, persaudaraan, kegembiraan
dan juga prestasi kita harapkan dari
semua yang datang dari seluruh dunia
ini,” ucap Wapres.
Di akhir acara, Wapres Jusuf
Kalla didampingi Menko PMK Puan
Maharani, Menteri Pemuda dan
Olahraga Imam Nahrowi, Menteri
Luar Negeri Retno Marsudi, Presiden
TAFISA Profesor Ju-Ho Chang, dan
Ketua Pelaksana TAFISA 2016 Haryono
Isman, melakukan pemukulan alat
musik tradisional khas Bengkulu Doll
sebagai tanda dibukanya TAFISA
World Sport For All Games 2016 secara
resmi. (Her, sg)

Festival Layang-layang Meriahkan Tafisa World Games 2016

foto : Sugih

Panpel Jakarta Internasional Kite Festival, Inton

Jakarta, Laras Post - Jakarta
International Kite Festival 2016 yang
merupakan rangkaian acara Tafisa
World Games 2016 mulai dihelat hari
ini, Jumat (7/10/16) di Jakarta Garden
City Cakung, Jakarta Timur.
Festival layang-layang
internasional ini diikuti 21 peserta

mancanegara dan peserta lokal
dari 16 provinsi. Adapun peserta
mancanegara diantaranya, Turki,
Pilifhina, Malaysia, Singapura, Jepang,
India, Thailand, dari eropa Prancis
Italia dan Selandia dan Rusia.
Adapun peserta lokal diantaranya
Provinsi Jawa Barat, Banten, DIY,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali,
Sulawesi Tenggara, Kepri, Riau,
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur,
Lampung, Bengkulu, Papua dan
Papua Barat.
Menurut salah seorang panitia
pelaksana Jakarta Internasional Kite
Festival, Inton menjelaskan kepada
Laras Post, festival layang-layang ini
memperlombakan Kategori pelayang
Tradisional, Dua Dimensi, Tiga
Dimensi dan Tren. Kategori tiga
dimensi menjadi perebutan kejuaran
Internasional.
Inton menyebutkan, antusias
penonton terhadap acara ini cukup
lumayan, nampak para siswa-siswi

Salah seorang peserta Jakarta Kite Festival saat mengibarkan layang-layang.

Sekolah Dasar, SLTP dan SLTA
sekitar Jakarta datang ke acara ini,
ini merupakan kegiatan edukasi
di luar kelas. “Ini baru pemanasan,
perlombaan digelar usai Sholat Jumat
sekitar pukul 14.00 - 17.00 WIB,
mungkin sore nanti masyarakat lebih
banyak yang datang,” terang Inton.

foto : Sugih

Perhelatan yang digelar selama
tiga hari ini menampilkan pemecahan
rekor dunia menerbangkan layanglayang berbahan daun terbesar. Acara
yang menjadi bagian dari Tafisa
World Games 2016 dihelat di Jakarta
Garden City Cakung, Jakarta Timur,
7-9 Oktober 2016. (sugih)

KOLLOUT, Tempat Adem Berjejaring dan Menikmati Menu Tradisional Nan Kekinian

Sajian Nasi Rawon khas Kollout.

Bogor, Laras Post - Kedai Makan
dan Kopi Kollout, sebuah concept
reso yang strategis dipinggir
pertigaan Jalan Ahmad Adnawijaya
(Pandu Raya) No 58, merupakan
tempat yang pas untuk hang-out
anak muda dan keluarga.
Konsep temaram adem dan

klasik tradisional ini tak hanya
menarik untuk berlama-lama,
namun juga suguhan beragam
menu yang cocok baik untuk mudamudi maupun keluarga.
Suguhan kopi berkelas nan
inovatif dari kedai yang memosisikan
diri sebagai “co-networking place”

di Kota Bogor ini juga beragam dan
unik. Tengok saja, kopi jahe dan
kopi tarik yang membuat nuansa
baru penikmat kopi untuk kerap
mendatangi tempat ini untuk ngopi
dan berjejaring.
Bagi keluarga, menu aneka
soto seperti soto ayam dan daging
tradisional ala Lamongan dan Betawi
yang berkuah santan dapat menjadi
hidangan yang pas di dinginnya
Kota Hujan. Rawon daging, iga dan
buntut menjadi varian lain yang
favorit dari pengunjung.
Menurut Dwi Biru, manajer
Kollout, Rawon menjadi favorit
keluarga, dan tahu bakso menjadi
favorit kudapan anak muda. “Tentu,
selain kopi tarik yang sangat disukai
anak muda yang ngga makan, tapi
berjejaring dan ngobrol-ngobrol,”
kata Dwi dengan sumringah.
Kopi tarik merupakan hal yang
menarik. Dengan konsep seperti teh
tarik, kopi dengan bahan istimewa
ini tak kalah dengan suguhan kopi
di coffee shop yang menjamur. “Jadi
di Kollout, lebih enak, menunya
lengkap, bisa datang dengan siapa
saja, tak hanya yang suka ngopi,”

lanjut Biru.
Anda yang suka hang-out
bareng teman-teman sambil santai
“ngadem” berjam-jam juga tak bakal
bosan. Menu minuman-minuman
ringan seperti milkshake, es campur
beraneka jenis cocok untuk yang
suka manis dan tak suka ngopi.
Menikmati gerimis di pertigaan
Pandu Raya yang saat ini menjadi

Kopi Tarik khas Kollout

sentra wisata kuliner Bogor.
Es campur seperti es kelapa
muda, es leci, es doger, es shanghai
dan es kacang merah bisa menjadi
menu minuman yang pas di kala
siang hari ketika hujan sedang tak
menyambangi bumi pakuan. Tetap
bisa “ngadem” di tengah terik.
Menu kudapan jadi favorit
anak muda. Selain finger snacks
seperti kentang goreng dan nuggets
dan sosis, juga tahu bakso yang
laris manis dan dibawa langsung
dari Semarang menemani obrolan
baik serius maupun santai dari
pengunjung Kollout.
Menu Ayam dan Sapi seperti
nasi ayam goreng mentega, ayam
geprek, ayam kremes juga dipaket
untuk memudahkan pengunjung.
Nasi goreng beragam topping dan
campuran seperti ayam, ati ampela,
nasgor bakar, nasgor kampung
serta nasgor rendang dan seafood
jadi pilihan lain bagi yang ingin
makanan yang “nampol” di perut.
Sebagai tempat bertema conetworking space, Dwi Biru
mengajak semua pengunjung untuk
berinteraksi dan hangout dengan

bebas. Berbagai penyempurnaan
lokasi pun disapkan. Misalnya
akan ada tambahan sound system
dan white screen serta proyektor
untuk mereka yang mengadakan
acara.
Dwi Biru menambahkan,
“Blogger Bogor salah satunya,
sudah menjadi partner komunitas
kami, dan akan mengadakan
berbagai event workshop rutin di
tempat ini, sehingga conetworking
ala Kollout akan menjadi sensasi
baru komunitas dan tempat
hangout tanpa batas”. Di tempat
terpisah, ketika di hubungi,
Pupuhu (ketua) Blogger Bogor,
salah satu komunitas yang kerap
hang-out di resto ini menyatakan
menyambut baik rencana Kollout
dalam menambah fasilitas.
Alhasil, Kedai Makan dan Kopi
Kollout menjadi pilihan baru bagi
pecinta kuliner yang hobi mager
alias malas bergerak dan ngobrol
sepuasnya dengan kolega dan teman,
atau bersama keluarga. Komplit,
menikmati menu tradisional nan
kekinian di kota Bogor yang selalu
hujan. Nyaman, Adem! (us)

Blogger Bogor Gelar Hut Ke-8 Di Restoran Kafe Kollout Kota Bogor
Bogor,Laras Post - Menyambut
Hari Ulang Tahun Blogger Bogor
(Blogor) ke-8, Komunitas yang
beranggotakan para penulis blog
alias online di web pribadi dan
berdomisili di Bogor merayakan
kemeriahan ultah yang bertajuk
“Hajatan Sewindu Blogor”.
Bertempat di Kollout, restoran
kafe baru yang mengusung konsep
co-networking place, antusiasme
komunitas ini sangat tinggi, dan
juga disambut baik khalayak.
Terbukti, dalam acara yang
menyuguhkan agenda perjalanan
delapan tahun blogger bogor dari
pupuhu Blogor, Kang Unggul,
dan materi “coworking space”
olehMas Reno dari “Social Hub”,

dan Mas Didi dari “Code Margonda”.
Keduanya pegiat tempat bekerja
dan berkreasi bersama-sama dalam
satu lokasi, yang sering disebut coworking space.
D i j e l a s k a n , bahwa Blogor
diusianya yang ke delapan ini turut
berperan serta dalam memberikan
konten-konten positif di Internet
sehingga dapat membendung arus
negatif internet yang meresahkan
masyarakat. Konten tulisan seputar
wisata dan kuliner Bogor, misalnya,
menjadi favorit banyak kalangan
dalam mencari informasi sebelum
bertandang ke negeri van talas
bogor ini.
Sedangkan pembicara dari
coworking space mengakui, konsep

bekerja dan beraktivitas bersamasama dalam satu tempat semakin
mendapatkan pengakuan dari

Ultah Sewindu Komunitas Blogger Bogor

masyarakat. Terlebih, banyaknya
start-up yang merupakan cikal bakal
perusahaan bisnis yang memerlukan

tempat seperti “kantor” yang
mereka belum sanggup lakukan jika
harus menyewa rumah kantor atau
gedung sendiri. Dengan coworking
space, kebutuhan seperti alamat
surat, base-camp dan meeting dapat
dilakukan tanpa harus berpindahpindah tempat.
Kollout, sebagai tempat
berkonsep hampir sama namun
menekankan ke berjejaring
komunikasi juga merupakan tempat
yang pas. Blogor dalam kesempatan
ini juga mengumumkan Kollout
sebagai tempat “basecamp”mereka
sehingga pihak-pihak yang ingin
bekerjasama dapat menemui anggota
Blogor di tempat ini, sekaligus
sebagai lokasi sektretariat resmi

mereka saat ini.
Taufan, panitia penyelenggara
menjelaskan bahwa acara ini
juga didukung oleh banyak
undangan, yaitu blogger-blogger
sejabodetabek dan wartawanwartawan online sebagai temanteman beraktivitas blogor di
dunia online.
Acara yang ditutup dengan
tumpengan dan peniupan
lilin kue tart ulang tahun ini
berlangsung meriah, apalagi,
sebagai pegiat online, semua
peserta dan juga masyarakat
umum dapat mengikuti lomba
penulisan blog yang berhadiah
jutaan rupiah dari beragam
sponsor. (us)

pertanahan

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

3

Kementerian ATR/BPN Dorong
Percepatan Sertifikasi Tanah
foto : ist

Menteri ATR/BPN. Sofyan A. Djalil, saat melakukan kunjungan kerja
ke Kabupaten Wonosono

Menteri ATR/BPN Beri Arahan Penataan
Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Wonosobo, Laras Post – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil memberikan arahan
kepada jajaran Kantor Pertanahan Wonosobo, diantaranya agar
segera berkonsultasi dengan akademisi/universitas terkait dengan
pembuatan neraca penatagunaan tanah di wilayah dataran tinggi Dieng.
Sofyan menginstruksikan, agar pejabat yang terkait dengan penataan
pertanahan untuk turun langsung ke lapangan untuk melihat permasalahan
secara komprehensif. “Sehingga diharapkan ada langkah konkret untuk
menyelesaikan masalah,” lanjut Menteri ATR/BPN saat melakukan kunjungan
kerja ke Kabupaten Wonosono, pada Selasa (29/9/2016).
Kawasan dataran tinggi Dieng merupakan daerah yang masuk dalam
wilayah Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Temanggung, Kendal, Batang
dan Pekalongan. Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang masuk di wilayah
Kabupaten Wonosobo meliputi 11.397 Ha (11,57%) dari luas wilayah
keseluruhan dengan ketinggian rata-rata 2.200 mdpl.
Arahan pemanfaatan ruang pada Kawasan Dataran Tinggi Dieng
berdasarkan RTRW Kabupaten Wonosobo diantaranya meliputi pola hutan
lindung (2.068,1 Ha), hutan produksi terbatas (1.511,2 Ha), hutan rakyat (623
Ha), kawasan lindung dikelola masyarakat (3.334,5 Ha), dan resapan air (2.047
Ha). Penggunaan tanah berdasarkan peta penggunaan tanah kawasan Dieng
tahun 2015 sebagian besar meliputi hutan (3.679,6 Ha), sayuran (2.593,2 Ha)
dan tegalan (3.809,3 Ha).
Sebagian besar penduduk di kawasan dataran tinggi Dieng memiliki
profesi sebagai petani yang bercocok tanam kentang, kubis, carica dan
palawija. Areal pertanian banyak ditemukan pada wilayah perbukitan terjal
yang dapat mengakibatkan erosi, bencana banjir dan tanah longsor, serta
meningkatnya laju sedimentasi pada daerah hilir Sungai Serayu.
Dengan adanya arahan pola ruang kawasan lindung yang dikelola
masyarakat namun penggunaan tanahnya tidak sepenuhnya mendukung
fungsi lindung, menjadi perhatian khusus dari jajaran Kantor Pertanahan
Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, sebagai rangkaian kegiatan dalam kunjungan kerja ke
Kabupaten Wonosobo, Menteri ATR/Kepala BPN menutup Pelatihan Akbar
pendidikan karater yang diikuti oleh 850 orang guru Pendidikan Anak Usia
Dini (PAUD).
Dalam sambutan pada acara penutupan pelatihan tersebut, Menteri ATR/
Kepala BPN menekankan pentingnya pendidikan karakter sedini mungkin.
Menurut Sofyan, sebuah bangsa dapat maju dan lebih baik, bukan
bergantung pada sumber daya alam, tetapi karena kualitas sumber data
manusianya.
“Oleh sebab itu jika ibu-ibu bisa mendidik anak-anak kita, menjadi anakanak yang berkarakter, anak-anak yang penuh inisiatif, anak-anak yang baik
dan rendah hati, anak-anak yang ringan tangan dan suka membantu, anakanak yang kerja sama satu dengan yang lain, anak-anak yang toleran, insya
Allah Indonesia jauh lebih baik di masa mendatang,” ujarnya. (her)

Pembangunan perumahan rakyat (Ilustrasi)

foto : ist

Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan
Umum Makin Meningkat
Jakarta, Laras Post - Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan
Umum, oleh Kemeterian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional (ATR/BPN), belakangan mengalami peningkatan cukup tajam.
Implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah
bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum itu, dinilai berhasil mempercepat
penyelesaian proyek nasional terutama terkait proses pengadaan tanah.
Menteri ATR/BPN, Sofyan A. Djalil mengaku, telah menantau langsung
sejak dirinya menjabat sebagai Tim Pengkaji Pembangunan Jalan tol dalam
kurun waktu 2009 - 2014.
Sofyan menuturkan Menteri Pekerjaan Umum pada masa itu melaporkan
bahwa tidak ada perkembangan dalam proses pembebasan lahan. “Sangat kecil,
cuma 0,5 persen pembebasan lahannya,” ujarnya, dalam Seminar Hari Listrik
Nasional, pada Rabu (28/9/2016) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.
Menurut Sofyan, kondisi tersebut berubah saat dirinya sekarang menjabat
sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. Dalam rapat koordinasi pembangunan
jalan tol, Menteri Badan Usaha Milik Negara melaporkan bahwa pembebasan
lahan jalan tol Jakarta-Kalimalang sudah di atas 90 persen. “Pembebasan tanah
akan lancar jika perencanaan sudah bagus, frase pelaksanaannya juga bagus
dan uangnya ada,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN)
membutuhkan lahan sekitar 12.000 hektar untuk membangun instaliasi listrik
35.000 megawatt. Sebagian besar lahan tersebut akan dibangun Power Plant, Grid,
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) serta untuk gardu induk.
“Jika mengacu kepada UU No.2 Tahun 2012, semua itu tidak ada masalah.
UU ini cukup efektif karena umumnya masyarakat senang dan puas,” kata
Sofyan.
Dalam Undang-undang yang berlaku, pemerintah akan melibatkan tim
penilai independen atau Appraisal Independence untuk memberikan nilai
tanah dalam proses ganti kerugian.
Namun demikian Sofyan tidak menutup kemungkinan masih adanya
masalah yang dihadapi dalam proses pembebasan lahan terutama jika
dilakukan pada tanah negara seperti tanah wakaf, tanah Kas Desa, tanah
Perkebunan ataupun tanah milik Perhutani. “Ini sulit dibebaskan, malah lebih
mudah membebaskan tanah milik masyarakat,” tambahnya.
Kementerian ATR/BPN terus bekerja sama dengan Kementerian dan
Lembaga terkait agar proses pengadaan tanah bisa berlangsung dan proyek
pembangunan nasional dapat terus berjalan.
Sofyan meminta apabila ada oknum BPN yang mempersulit proses investasi
melalui pembebasan lahan agar bisa langsung dilaporkan kepadanya. (her)

Guna mempercepat
sertifikasi tanah,
Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional
(ATR/BPN) akan
melakukan kerjasama
dengan pihak swasta.
Surabaya, Laras Post – Menteri ATR/
BPN Sofyan A. Djalil mengatakan,
pemerintah menyambut baik komitmen
9 perusahaan swasta untuk membantu
pembiayaan sertifikasi 6.500 bidang
tanah yang ada di wilayah Surabaya I.
Kesembilan perusahaan yang
bergerak di bidang properti tersebut
yakni Group Ciputra, Group Pakuwon,
PT Bhakti Tamara, Group Podojoyo
Masyhur, PT Dian Permana, PT Trijaya
Kartika, Lamicitra Nusantara Tbk,
PT Gala Bumi Perkasa, dan Group
Maspion.
Komitmen ini juga merupakan
tindak lanjut pertemuan Menteri ATR/
Kepala BPN dengan Walikota Surabaya
Tri Rismaharani pada 8 Agustus lalu.
Nantinya pembiayaan akan dilakukan
melalui kegiatan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan (Corporate Social
Resposibility/CSR) dan diprioritaskan
bagi masyarakat kurang mampu dan
pemilik Kartu Indonesia Sejahtera
(KIS).
Sofyan menyebutkan, sertifikasi
tanah merupakan program prioritas
utama Kementerian ATR/BPN, namun
demikian terkendala karena terbatasnya
dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN).
“Ada program Kementerian yang
dibiayai oleh APBN, namun tidak
banyak. Maksimal 1 juta bidang tiap

foto : ist

Walikota Surabaya Tri Rismaharani bersama Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil saat kunjungan kerja di Balai Desa Made,
Kelurahan Made, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.
tahun. Maka dari itu selama 71 tahun
Merdeka, kita baru bisa mensertifikatkan
45 juta bidang,” ujarnya Sofyan A.
Djalil saat melakukan kunjungan kerja,
pada Senin (26/9/2016) di Balai Desa
Made, Kelurahan Made, Kecamatan
Lakarsantri, Surabaya.
Pada kesempatan itu Sofyan juga
menyampaikan apresiasi kepada Kantor
Pertanahan Kota Surabaya I. “Saya
mengapresiasi kerja Kantor Pertanahan
Kota Surabaya I dan juga terima kasih
atas bantuan CSR Perusahaan BapakIbu. Bantuan dari Bapak-Ibu tidak lepas
dari peran Ibu Walikota yang mampu
melihat semangat Bapak-Ibu untuk
membantu masyarakat,” ujarnya di
hadapan perwakilan perusahaan dan
Walikota Surabaya Rismaharani.

Sofyan menjelaskan, sertifikat tanah
memiliki nilai yang sangat penting bagi
masyarakat terutama masyarakat yang
kurang mampu karena dapat dijadikan
agunan ke bank untuk mendapatkan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal usaha.
Sertifikat tanah juga dapat menghindari
konflik pertanahan dan memberikan
kepastian dalam berinvestasi.
Langkah ini, lanjut Sofyan, turut
mendukung target pemerintah untuk
mensertifikatkan dan memetakan
seluruh tanah di Indonesia pada 2025.
Terpetakannya seluruh tanah di Indonesia
akan memudahkan proses transaksi jual
beli tanah.
“Dari studi banding ke luar negeri,
orang kalau mau beli tanah itu mudah
sekali. Tinggal tunjuk saja karena di sana

sudah jelas persilnya nomor berapa. Saya
harap hal itu akan dapat kita rasakan di
masa mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala
Kantor Pertanahan Kota Surabaya I
Bambang mengatakan, pengelolaan dana
swasta dalam sertifikasi tanah rakyat
akan dilaksanakan secara transparan.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan,
setelah pembayaran biaya pendaftaran
tanah diselesaikan pihak swasta yang
berpartisipasi, Kantor Pertanahan akan
menerbitkan Surat Perintah Setor (SPS)
dilengkapi kwitansi bukti pembayaran
rangkap dua. Satu untuk perusahaan
penyalur CSR dan satu untuk calon
pemegang hak atas tanah. “Kantor
Pertanahan tidak terlibat dalam lalu
lintas dana,” katanya. (her)

Menteri ATR/BPN Minta Jajarannya Lakukan Pembenahan
Jakarta, Laras Post – Kinerja Kementerian
Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) masih
mendapat sorotan. Sebab itu, Menteri
ATR/BPN Sofyan A. Djalil meminta
jajarannya untuk meningkatkan kinerja.
“Saya kemarin habis rapat dengar
pendapat dengan Komisi II DPR RI.
Kementerian ini dikritik habis-habisan
namun saya yakin itu tidak sepenuhnya
benar,” kata Sofyan, saat pelantikan
66 Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat
Administrator dan Pejabat Pengawas
Kementerian ATR/BPN, pada Kamis
(29/9/2016) di Aula Prona lantai 7, Gedung
Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Sebab itu, Sofyan meminta para
pejabat yang baru dilantik untuk turut
dapat membenahi kinerja Kementerian
ATR/BPN terutama karena citra
Kementerian ini belum baik di mata
masyarakat.
Namun, kata Sofyan, tidak sedikit
masyarakat serta lembaga yang
mengapresiasi kinerja Kementerian
ATR/BPN, salah satunya pimpinan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Dia mengurus sertifikat tanahnya pada
layanan Car Free Day yang kita miliki.
Dia mengapresiasi layanan tersebut. Ini
bagus,” kata Sofyan.
Menurutnya, citra negatif yang ada
di masyarakat turut akibatkan oleh
banyaknya masalah yang ditemui di
Kantor Pertanahan antara lain masalah
sengketa pertanahan, kurangnya
sumberdaya manusia dan juru ukur
yang sangat terbatas.
“Untuk menyelesaikan masalah
tersebut kita harus melakukan reform di
Kantor ini. Kita harus memperbaiki sifat
kita. Pimpinan di Kementerian ini juga
sedang melakukan perbaikan. Apabila
ada masyarakat kecil yang mau membuat
sertifikat tanah, permudah. Jika sertifikat
mereka menumpuk di Kantor segera
antarkan ke rumahnya,” tutur Sofyan.
Lebih lanjut, Sofyan mengaku

foto : ist

Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil, saat melantikan 66 Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat
Administrator dan Pejabat Pengawas Kementerian ATR/BPN, pada Kamis (29/9/2016) di Aula
Prona lantai 7, Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

bangga melihat deretan Pejabat yang
baru dilantik. “Banyak yang mudamuda. Ini menunjukkan bahwa kualitas
sumber daya manusia yang kita miliki
sangat bagus. Karena itu, Saya punya
keyakinan bahwa kita bisa memperbaiki
Kementerian ini,” ungkapnya.
Sehari sebelumnya, Menteri
ATR/BPN juga melakukan pelantikan
delapan orang pejabat di lingkungan
Kementerian ATR/BPN, pada Rabu
(28/9/2016) di Aula Prona Gedung
Kementerian ATR/BPN.
Tingkatkan Pelayanan
Pada kesempatan itu Sofyan
mengatakan, perbaikan citra harus
dilakukan oleh jajaran Kementerian
ATR/BPN. Perbaikan itu harus dimulai
dengan melakukan percepatan dan
peningkatan pelayanan publik.
“Yang menjadi concern kita
semua adalah bagaimana kita bekerja
lebih cepat, lebih baik, bagaimana
mempercepat proses, dan waktu kita
tidak banyak,” ujarnya.
Sofyan menjelaskan, Kementerian

ATR/BPN mengemban tugas yang
besar untuk mempercepat legalisasi
aset. Jika dilakukan dengan cara kerja
seperti yang sekarang diterapkan,
akan butuh 50 tahun sehingga
seluruh bidang tanah di Indonesia
bisa disertifikasi. “Tetapi dengan
percepatan yang sedang dilakukan,
diharapkan pada tahun 2025 seluruh
tanah di Indonesia terdaftar, kalau
bisa bersertifikat,” tegasnya.
Ia menyatakan, Kementerian ATR/
BPN akan mengangkat surveyor berlisensi
sehingga tidak bergantung pada petugas
ukur di Kantor Pertanahan. Nantinya,
petugas ukur di Kantor Pertanahan akan
berperan untuk mengontrol kualitas
pekerjaan pengukuran.
Sementara kepada pejabat yang
dilantik, Menteri ATR/Kepala BPN
berpesan untuk memperhatikan Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang harus
dijalankan di Kantor Pertanahan. “Begitu
sampai kantor, periksa bagaimana
pelaksanaan SOP, jika ada kekurangan
kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Adapun 66 Pejabat Tinggi Pratama,

Pejabat Administrator dan Pejabat
Pengawas Kementerian ATR/BPN yang
dilantik diantaranya, Abdul Hasyim Gani
- Direktur Sengketa dan Konflik Tanah
dan Ruang Wilayah II pada Direktorat
Jenderal Penanganan Masalah Agraria,
Hesekiel Sijabat - Kepala Kantor Pertanahan
Kabupaten Bengkulu, Provinsi Bengkulu,
Usman - Kepala Kantor Pertanahan Kota
Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Herry
Fathurachman - Kepala Kantor Pertanahan
Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah,
Heri Sulistiyo - Kepala Kantor Pertanahan
Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah,
Maria Iriana Puji Lestari - Kepala
Subbagian Perencanaan Strategis pada
Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Agus
Setiyadi - Kepala Subbagian Hukum pada
Sekretariat Direktorat Jenderal Hubungan
Hukum Keagrariaan.
Hotnairing - Kepala Subbagian
Hukum pada Sekretariat Direktorat
Jenderal Pengadaan Tanah, Hasanudin
- Kepala Seksi Diseminasi Model
Pemberdayaan pada Direktorat
Pemberdayaan Hak Atas Tanah
Masyarakat, Maulany Elizabeth - Kepala
Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat
Wilayah III, Sri Wahyuningsih - Kepala
Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat
Wilayah III, Pratomo Adi Wibowo
- Kepala Subbagian Program pada
Sekretariat Inspektorat Jenderal.
Ni Made Susilawati - Kepala
Subbagian Kepegawaiaan, Tata Usaha
dan Rumah Tangga pada Sekretariat
Inspektorat Jenderal, Bambang Sucipto Kepala Subbagian Perundang-Undangan
II pada Bagian Perundang-Undangan Biro
Hukum dan Hubungan Masyarakat, Budi
Wibowo - Kepala Subbagian Advokasi
Hukum pada Biro Hukum dan Biro
Hukum dan Hubungan Masyarakat, Tuti
Rohayati - Kepala Subbagian Tata Usaha
Biro pada Biro Hukum dan Hubungan
Masyarakat, Robin Tua Halomoan Sijabat
- Kepala Subbidang Program pada Pusat
Penelitian dan Pengembangan. (her)

2

Megapolitan

10

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

UMKM ISMEA Gelar Gebyar
Batik di Revo Square Bekasi
Jalika Atmaja dan Jurnalis Laras Post

Foto:abduh

Jalika : Gerindra Siap Menangkan Pasangan
Calon Sa’duddin-Ahmad Dhani

Bekasi, Laras Post – Dukungan DPC Gerindra Kabupaten Bekasi terhadap
pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Sa’duddin dan Ahmad Dhani,
sudah final, sehingga jajaran DPC Gerindra Kabupaten Bekasi siap untuk
memenangkan pasangan tersebut pada Pilkada 2017.
“Sebagai bagian dari partai, saya akan tunduk kepada keputusan
partai. Serta sudah pastinya saya akan menggerakan konstituen saya untuk
memilih pilihan partai saya,” ujar anggota komisi 2 DPRD Kab Bekasi, dari
partai Gerindra, Jalika Atmaja, kepada Laras Post, beluma lama ini di ruang
kerjanya.
Seperti diketahui partai Gerindra berkoalisi dengan PKS serta Demokrat
mengusung Sa’adudin dan Ahmad Dhani pada Pilkada serentak nanti.
Jalika menyebutkan, pihaknya tentu sudah mempertimbangkan secara
matang untuk menentukan pasangan calon kepala daerah, agar Kabupaten
Bekasi kedepan memiliki kepala daerah yang lebih baik.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa selama ini merasa masih belum dapat
memuaskan dalam memperjuangkan aspirasi warga Kabupaten Bekasi,
karena terbentur aturan birokrasi. “Masih banyak yang terbentur dengan
aturan birokrasi kita,” ujarnya.
Namun demikian, ia berjanji akan terus berusaha mengemban amanah
dengan baik demi kepentingan dan kesejahteraan warga Kabupaten Bekasi.
“Saya selalu berdoa memohon kepada Allah SWT selalu diberi kesehatan agat
dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ucapnya. (abduh)

Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM)
Indonesia Small
Medium Enterprises
Assosiation (ISMEA)
mulai naik kelas. ISMEA
di Revo Town Bekasi
Square mengadakan
Gebyar Batik Asli
Indonesia yang
diadakan sejak tanggal
28 September hingga 9
Oktober 2016.
Bekasi,
Laras
P o s t  Para peserta UMKM yang mengikuti
gebyar batik diantaranya Bening
Batik Lasem, Rembulan Fashion
Craft, Rumah Voila batik Anak,
Ali Taba Batik Tangerang, Vatya
Collection, Viviela Shoes, Kayea
Mukena Batik, Kirey Artshop, Waty
Craft, Vikha Craft, Unik Collection,
Sajadah Cinta, Salsabila, Ambar
batik Warna Alam dan Batik Bekasi.
Semua adalah produk unggulan
dari UMKM ISMEA yang mulai
naik kelas dari UMKM menjadi
pengusaha, produknya pun sudah
berkwalitas export.
Menurut Dr. Endang Rudiatin M.Si
selaku Ketua Umum ISMEA, bahwa
sebelum Gebyar Batik Indonesia juga
telah digelar pameran  Handycraft
Colourful di Revo Bekasi Agustus
- September lalu. Karena prospeknya
bagus maka pihak Revo meminta
pihak ISMEA melanjutkannya dengan
Gebyar Batik Indonesia 2016.
Puncak acara Bertepatan hari

Peragawati batik foto bersama dalam gelaran Gebyar Batik Asli Indonesia di Revo Square Bekasi.
Batik Nasional, Minggu, 2 Oktober
kemarin, Gebyar Batik Indonesia,
dimeriahkan oleh fashion show,
semua batik dari UMKM ISMEA
yang dipameran di Gebyar Batik ikut
diperagakan. Sponsor fashion show
adalah Rembulan Fashion dengan
desainer Farida dan koreografer
Harry Zulfahri.
“Ada pula Talk show dengan
pembicara dari Kemenkop dan
UKM, Yanti dan dari Smesco,
Astika, adapun moderator saya
sendiri. Talkshow tersebut
memperbincangkan masalah sekitar
merancang masa depan batik asli
Indonesia,” jelas Endang.
Lebih lanjut Endang mengatakan,

pada rangkaian acara ini, ada juga
lomba mewarnai untuk anak dan
pelatihan cara membatik dan membuat
decoupage.
Endang menjelaskan, bahwa
maksud dan tujuan diadakannya
Gebyar Batik Indonesia ini agar
memberikan informasi kepada
masyarakat Bekasi tentang batik asli
Indonesia sebagai heritage bangsa,
dibandingkan dengan batik dari luar
negeri serta tekstil bermotif batik.
“Agar masyarakat Bekasi mencintai
produk batik Indonesia serta
menghargai hasil karya bangsa sendiri.
Dan masyarakat lebih mengenal batik
dan tergugah untuk ikut melestarikan
dan menggalakan serta membeli batik

Foto:riena

Indonesia asli,” ujarnya.
Selanjutnya Endang  menyatakan,
bahwa event ini merupakan ajang
pertemuan langsung bagi UKM batik
dengan customer Bekasi untuk saling
mengenal tentang produk batik, cara
pembuatan dan kwalitas serta nilai
seni dan etnik batik serta motifnya.
“Penyelenggaraan gebyar batik 2016
ini adalah event yang mempunyai
target apresiasi dan penjualan,”
pungkasnya.
Hadir pada acara itu, diantaranya
wakil dari Disperindag Bekasi, GM
PT. Telkom, GM. Revo Town Square,
GM Matahari, IWAPI Bekasi, wakil
dari Smesco dan wakil dari Kemenkop
& UMKM. (Riena)

Publikasi Kinerja Kecamatan Bojonggede Tahun 2016
Foto:ist

Warga Gg. H. Gerut Rt003/03 Jl. Raya Pulogebang, Cakung, Jakarta
Timur saat melakukan pawai obor sambut Tahun Baru 1438 Hijriyah.

Warga Betawi Rayakan Malam
Tahun Baru Islam 1438 H
Jakarta, Laras Post - Perayaan malam 1 Suro merupakan tasyakuran
menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharam tahun Hijriyah).
Masyarakat Jawa pada umumnya dalam merayakan 1 suro melakukan
sejumlah upacara atau ritual adat turun temurun.
Tak ingin ketinggalan di tengah kota metropolitan warga Betawi yang
bercambur baur dengan warga pendatang ikut merayakan malam Tahun Baru
1 Muharam 1438 H, dengan melakukan pawai obor keliling kampung.
Salah satunya warga Gg. H. Gerut Rt003/03 Jl. Raya Pulogebang, Cakung,
Jakarta Timur, mengadakan pawai keliling melewati Terminal Terpadu
Pulogebang hinggga Jalan BKT (Banjir Kanal Timur), Sabtu (1/10/16)
malam.
Pada kesempatan tersebut warga yang didominasi remaja dan anak-anak
turut menyertai para orang tua membawa obor sambil melantunkan Sholawat
Nabi Muhammad SAW.
Tak hanya itu sebagian warga juga melakukan aksi seni Betawi
diantaranya beladiri Pencak Silat dan Tarian Ondel-ondel.
“Kita adakan pawai obor ini setiap tahun, untuk memperingati 1
Muharram 1437 Hijriah atau tahun baru umat Islam,” kata salah seorang
warga, yang dipanggil ‘Mama Syahda’ yang turut serta mengiringi putrinya
Syahda siswi Kelas III B MIN 21 Jakarta Timur.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Rt 01 Rw 02, H Darip mengatakan,
pawai obor ini bertujuan agar umat Islam mengenal arti penting ajaran Islam
yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
Pawai obor malam ini, diikuti sekitar 200 orang. Mereka datang dari
berbagai usia namun didominasi kaum muda dan anak-anak.
Pawai keliling yang dilakukan warga Rw. 02 Kelurahan Pulogebang,
Cakung, Jakarta Timur itu mengambil rute dari Jemnatan Rawa Kuning ke
Jalan Raya Bekasi memutar balik di Harapan Indah lalu kembali lagi di Jl.
Rawa Kuning hingga Gg. TK. 
“Pawai obor ini diadakan semata-mata untuk menyiarkan agama Islam,”
ujar H. Darip lagi.
Untuk memeriahkan pawai obor, musik marawis turut mengiringi
perjalanan pawai itu.(Sugih)

Bogor,Laras Post
1. Kegiatan
P e m b i n a a n
Pemerintahan
Desa/Kelurahan
pemerintah
k e c a m a t a n
merupakan tingkat
pemerintahan yang mempunyai
peranan penting dalam pelaksanaan
pelayanan terhadap masyarakat,
hal ini yang kemudian menjadikan
Camat sebagai ujung tombak dalam
pelaksanaan tugas-tugas umum
pemerintahan serta sebagian urusan
otonomi yang dilimpahkan oleh
Bupati/ Walikota untuk dilaksanakan
dalam wilayah kecamatan. Namun,
tugas tersebut tidak dengan serta
merta memposisikan Camat sebagai
kepala wilayah seperti pada waktu lalu. 
Sehingga dalam hal penyelenggaraan
pembinaan dan pengawasan
pemerintahan desa, Camat mempunyai
peranan yang sangat penting, karena
dalam hirarki pemerintahan kecamatan
merupakan salah satu lembaga supra
desa, yang mana salah satu tugasnya
adalah melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap pemerintahan
desa/kelurahan dalam rangka
tertib administrasi pemerintahan.
Camat juga berkewajiban melakukan
evaluasi terhadap penyelenggaraan
pemerintahan desa dan/atau
kelurahan pada tingkat kecamatan,
agar dapat mengetahui sampai sejauh
mana tugas-tugas pemerintahan
pelayanan dan pembangunan terhadap
masyarakat yang telah dilaksanakan. 

Kegiatan Pembinaan Desa
Pemerintah Kecamatan Bojonggede
pada tahun 2016 telah melaksanan
pembinaan perangkat di 9 desa meliputi
administrasi pemerintahan, administrasi
pembangunan, administrasi keuangan
dan a d m i n i s t r a s i u m u m d a l a m
upaya meningkatkan pengetahuan,
kemampuan dan ketrampilan
perangkat desa sebagai implementasi
dari Undang-Undang Nomor 23 tahun
2014.
2. Setiap Tahun Umat Islam
menyelenggarakan Kegiatan
Peringatan Isra Mi’raj hal ini kita
lakukan tidak lain dalam rangka
mengingat kembali peristiwa yang
sangat agung, yaitu perjalanan Nabi
M u h a m m a d  S A W  d a r i M a s j i d i l
Haram ke Masjidil Aqsa, dilanjutkan
ke Sidratul Muntaha, perjalanan
yang sangat dramatik dan fantastik.
menembus lapisan-lapisan spiritual
yang amat jauh bahkan hingga ke
puncak langit (Sidratil Muntaha).
Isra Mi’raj adalah peristiwa yang
sangat agung yang melampaui

Foto:ist

batas-batas waktu dan tempat yang
kemudian mewajibkan shalat lima
waktu, Peristiwa ini, hendaknya
tidak jadi seremonial semata, namun
yang penting menyegarkan kembali
bahwa shalat adalah perintah bagi
umat Islam, sehingga intisasi shalat
dapat tergali dan bermanfaat bagi
kehidupan. Shalat adalah penyerahan
diri kepada Allah SWT sekaligus
bermakna sosial peringatan Isra Mi’raj
tingkat Kecamatan Bojonggede tahun
2016 dihadiri oleh Polsek Bojonggede,
Koramil Bojonggede, Kepala Desa,
Ketua MUI Kecamatan, DMI dan
anggota BKMT masing-masing Desa,
dalam acara peringatan Isra Mi’raj
tingkat Kecamatan Bojonggede
juga dilaksanakan satunan anak
yatim dari dari 9 desa yang ada
diwilayah Kecamatan Bojonggede
sebagai penutup acara disampaikan
hikmah Isra Mi’raj disampaikan oleh
penceramah Ustad Abdurakhman
dari Desa Susukan Kecamatan
Bojonggede.

Kegiatan Pembinaan Desa

Foto: abduh

Pelayanan E-KTP di Kecamatan Cibarusah Berjalan Dengan Lancar

Pelayanan E-KTP Berjalan Lancar

Bekasi, Laras Post -Antusias warga Cibarusah Kabupaten Bekasi untuk
membuat E-KTP mendapatkan pelayanan yang cukup baik, sehingga berjalan lancar dan tertib. Selain pembuatan E-KTP, petugas juga melayani
pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan akte kelahiran.
Rudi staf bagian pelayanan mengatakan, dalam sehari ada sekitar 15 orang
yang membuat E-KTP dan dalam waktu seminggu dapat diambil jika persediaan
blangko E-KTP di Pemkab Bekasi sudah dikirim dari pemerintah pusat.
Terlihat ada beberapa warga yang mengambil E-KTP, akte lahir serta
kartu keluarga yang sudah jadi. “Benar pak, seminggu sudah dapat diambil,”
ujar salah seorang warga usai mengambil E-KTP. (abduh)

Kegiatan Isra Mi’raj Tk. Kecamatan Bojonggede

Kegiatan Isra Mi’raj Tk. Kecamatan Bojonggede

Kegiatan Helaran

2.
Kegiatan Helaran dalam
rangka menyemarakan Hari Jadi Bogor
Tahun 2016 ke-534 diselenggarakan
beberapa kegiatan diantaranya helaran
yang telah dilaksankan pada tanggal
29 Mei 2016 bertempat di Jalan Tegar
Beriman diikuti oleh semua SKPD
lingkup Kabupaten Bogor, karakteristik
penduduk Kecamatan Bojonggede
mayoritas merupakan menganut
budaya betawi maka pada kesempatan
pawai budaya dalam rangka Hari Jadi
Bogor ke-534 menampilkan budaya
khas betawi dengan mengetengahkan
kesenian palang pintu merupakan acara
serah terima pengantin pria terhadap
keluarga mempelai wanita yang sampai
saat ini masih dilaksanakan dibeberapa
acara kesenian betawi, juga beberapa
perwakilan dari daerah lain yang
masing-masing membawa kesenian
daerah untuk ditampilkan dalam Hari
jadi Bogor ke 534, dengan semangat
Hari Jadi Bogor marilah kita wujudkan
Kabupaten Bogor Menjadi Kabupaten
Termaju di Indonesia.(Adv/Supriadi)

jabar

3

11

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Implementasi Otda Berdampak
Pada Kemajuan Daerah

Foto:HER YOP

Pengalihkan arus lalu lintas dari arah Palabuhanratu ke Jalan Palabuhan II, dan dari
arah Cibadak, Bogor dan Sukabumi dialihkan ke Jalan Cikidang.

Dishubkominfo Alihkan Arus Lalu Lintas
Karena Longsor Cikembar
Sukabumi, Laras Post - Dinas Perhubungan Komunikasi
Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi dan
Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi
untuk sementara mengalihkan arus lalu lintas dari arah
Palabuhanratu ke Jalan Palabuhan II, dan dari arah
Cibadak, Bogor dan Sukabumi dialihkan ke Jalan Cikidang.
“Karena bongkahan longsor masih menutup jalan, untuk
sementara arus lalu lintas kami alihkan agar tidak terjadi
penumpukan kendaraan,”kata Kepala Dishubkominfo Kabupaten
Sukabumi, Thendy Hendrayana, Kamis (6/10).
Khusus untuk pengguna jalan yang akan melewati jalur Jalan
Cikidang, Thendy meminta agar ekstra hati-hati. Hal ini karena
jalur Cikidang merupakan jalur yang masih rawan kecelakaan.
“Untuk kendaraan yang akan melewati jalur Cikidang sudah
diberitahu petugas agar lebih berhati-hati. Selain itu kendaraannya
disesuaikan. Kalau truk besar atau sejenisnya kami larang melewati
jalur Cikidang,”tandasnya.
Thendy Hendrayana memastikan pengalihan arus lalu lintas
ini akan normal besok pagi (hari ini).”Proses pembersihan sedang
berlangsung mengunakan alat berat. Mudah-mudahan arus
lalu lintas besok pagi (hari ini) sudah bisa dilalui lagi seperti
biasa,”tukasnya. (jay, yop)

Mahasiswa STMIK Raih Dua Gelar Juara

Implementasi Otonomi Daerah
(Otda) sangat berdampak
pada kemajuan daerah,
kendati demikian Otda
memiliki beberapa kelemahan,
terutama dalam hal munculnya
ego kedaerahan dan sulitnya
melakukan koordinasi serta
kerjasama antar daerah,
sehingga muncul tren
penarikan kembali beberapa
urusan ke Pemerintah Pusat
atau ke Pemerintah Provinsi.

Sukabumi, Laras Post – Walikota
Sukabumi, H. Mohamad Muraz,
SH, MM mengatakan, tata kelola
pemerintahan dan pembangunan,
saat ini, telah mengalami perubahan
yang cukup fundamental, karena pada
beberapa dekade yang lalu, peran
Pemerintah Pusat sangat dominan.
“Namun seiring dengan
implementasi Otda, peran Pemerintah
Daerah menjadi sangat penting,
kendati pada perkembangan terbaru,
menunjukan adanya tren penarikan
kembali beberapa urusan ke Pemerintah
Pusat atau ke Pemerintah Provinsi,”
ujar HM Muraz, saat membuka rapat
persiapan Sukabumi Summit, pada
Jumat (7/10/2016) di Hotel Anugrah
Kota Sukabumi.
HM Muraz menyatakan,
implementasi Otda sangat berdampak
pada kemajuan daerah, terutama
bagi daerah-daerah yang Pemerintah
Daerahnya memiliki kreativitas dan

Sukabumi, Laras Post - Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen
Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri Sukabumi,
meraih dua gelar juara karate, yakni juara pertama dalam
kategori Tata Gerak Senior PO Putra dan juara kedua dalam
kategori Kata Senior Perorangan Putra, pada Kejuaraan Wilayah
Purwakarta, Laras Post – Bupati
V Karate Jawa Barat, Bandung Karate Club (BKC) Tahun 2016.
Purwakarta Dedi Mulyadi
Adapun Mahasiswa STMIK Nusa Mandiri Sukabumi yang
menginstruksikan Camat dan
berhasil meraih 2 gelar juara dalam Kejurwil Karate tersebut, yakni
Kepala Desa untuk mengecek
Asep Ruslan Taufik.
keberadaan warganya di Padepokan
Kepala Kampus STMIK Nusa Mandiri Sukabumi, Taufik
Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Hidayatulloh, M.Kom mengungkapkan, Kejurwil V Karate
Sebelumnya, seperti dikutip
Jawa Barat BKC Tahun 2016 diikuti oleh 300 peserta, berasal
melalui situs Pemerintah Kabupaten
dari Kota Sukabumi, Kota Bogor dan Kota Depok, serta
Purwakarta, masyarakat Purwakarta
Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur,
dikejutkan dengan beredarnya pesan
diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (1-2/10/2016) di Gelanggang
berantai melalui salah satu platform
Olah Raga (GOR) AL-Masturiyah Cibolang, Kecamatan Cisaat,
layanan chatting gratis Whatsapp, pada
Kabupaten Sukabumi.
Jum’at (7/10/2016). Dalam pesan yang
Taufik menyebutkan, maksud dan tujuan diselenggarakannya
diklaim berasal dari Kepolisian Polda
kegiatan ini, diantaranya untuk mendorong dan memotivasi para
Jawa Timur tersebut menyebutkan
atlet karate khususnya di Jawa Barat, supaya dapat membiasakan
diri dalam bersaing, disiplin, teknik, taktik dan sportivitas, serta
sebagai salah satu apresiasi BKC kepada para atlet karate di
Jawa Barat, setelah berupaya optimal menempa diri dan berlatih
secara rutin.
Ia juga menjelaskan, dengan meraih 2 gelar juara tersebut,
Asep Ruslan Taufik mendapat penghargaan dan kepercayaan,
untuk melanjutkan perjuangannya, yakni mengikuti Kejurnas
Sukabumi, Laras Post – Panitia
(Kejuaraan Nasional) BKC Tahun 2016, mewakili kontingen
Pemilihan Mitra Kerja Sama Daerah
Sukabumi dan Wilayah V Jawa Barat, yang menurut rencana akan
Pembangunan dan Pengelolaan
dilaksanakan pada Bulan Desember 2016 mendatang, bertempat
Pasar Pelita Kota Sukabumi,
di Kota Bogor.
kembali membuka pendaftaran
Kepala Kampus STMIK Nusa Mandiri Sukabumi mengharapkan,
baru peserta kualifikasi lelang
dengan meraihnya 2 gelar juara karate tersebut, dapat menjadi
pembangunan dan pengelolaan
pendorong dan motivasi baru, khususnya bagi Asep Ruslan Taufik,
Pasar Pelita Kota Sukabumi.
umumnya bagi seluruh Mahasiswa STMIK Nusa Mandiri Sukabumi,
Pendaftaran baru peserta
supaya dapat meningkatkan dan mengembangkan diri, serta
kualifikasi lelang pembangunan
memiliki jiwa yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan
dan pengelolaan Pasar Pelita Kota
persaingan, baik pada saat ini maupun pada masa mendatang.
Sukabumi dibuka kembali, karena
Sementara Asep Ruslan Taufik menjelaskan, untuk meraih 2 gelar
dari 5 perusahaan yang mengikuti
juara karate dalam Kejurwil V Karate tersebut, bukan merupakan hal
lelang, yang dinyatakan lulus evaluasi
yang mudah, karena membutuhkan waktu yang cukup panjang dan
kualifikasi lelang dan verifikasi
disiplin yang tinggi dalam berlatih, termasuk doa dan dukungan dari
lapangan oleh Tim Panitia Lelang
semua pihak, khususnya dari orang tua, Kepala Kampus dan Civitas
Redaksi /Pasar
Tata Usaha:
Pelita Kota Sukabumi hanya
Academica serta teman-teman di STMIK Nusa Mandiri Sukabumi,
Jl. Raya Hankam Mabes2TNI
No. 26.
perusahaan,
yakni PT Panglima
termasuk seluruh instansi dan lembaga terkait lainnya.
Bambu Apus, Cipayung, Jakarta
Timur
Capitol
Intiqoni dan PT Dunia Milik
Dikatakannya, keberhasilan ini merupakan keberhasilan
Telp. 021 – 84311368, 021 –Bersama
84311397,atau BUMID.
sekaligus sebagai salah satu modal dan langkah awal bagi kontingen
Fax: 021 – 84311373
Email : redaksilaraspost@gmail.com
Website:
www.laraspostonline.com
Ketua Panitia Pemilihan Mitra
karate Sukabumi, untuk terus berlatih dan berjuang meraih gelar
Kerja Sama Daerah Pembangunan
kejuaraan dalam berbagai event kejuaraan karate, baik di tingkat
dan Pengelolaan Pasar Pelita
wilayah maupun di tingkat nasional. (jay, yop)

inovasi, sesuai dengan potensi yang
dimiliki.
Namun demikian, lanjut HM Muraz,
Otda juga memiliki beberapa kelemahan,
terutama dalam hal munculnya ego
kedaerahan serta sulitnya melakukan
koordinasi dan kerjasama antar daerah.
Untuk menghadapi kelemahan tersebut,
muncullah konsep pembangunan
terintegrasi berbasis kerjasama antar
daerah, seperti yang telah dirintis
melalui konsep Jabodetabek (JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi).
Pemerintah Kota Sukabumi
sendiri secara khusus menjalin
kerjasama yang erat dengan tetangga
terdekat, yakni dengan Pemerintah
Kabupaten Sukabumi, terutama dalam
hal penanggulangan bencana dan
kebakaran, penataan jalur transportasi,
penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL)
di daerah perbatasan dan penanganan
pasien rujukan rumah sakit.
Selain itu, kata HM Muraz, juga
menjalin kerjasama yang baik dengan
Pemerintah Daerah dan Instansi
Pemerintah lainnya, termasuk dengan
Perguruan Tinggi serta dengan berbagai
dunia usaha.
Adapun salah satu prioritas
kebijakan pembangunan pada masa
kepemimpinan Presiden RI, Ir. H.
Joko Widodo, yakni pembangunan
infrastruktur Jalan Tol Bocimi (BogorCiawi-Sukabumi) dan Jalur Kerta
Api Sukabumi-Bogor dan SukabumiCianjur.
Untuk itu, lanjut HM Muraz,
Pemerintah Kota Sukabumi senantiasa

FOTO:HER YOS

Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, SH, MM. saat membuka rapat persiapan
Sukabumi Summit

berupaya optimal mendorong, agar
pembangunan jalan Tol Bocimi ini, dapat
segera terwujud, serta bisa tersambung
ke daerah Cianjur dan Bandung.
Pada kesempatan yang sama, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan
Setda Kota Sukabumi, H. Deden
Solehudin, S.Ag, MM mengatakan,
maksud dan tujuan dilaksanakannya
rapat persiapan Sukabumi Summit ini,
diantaranya merumuskan materi dan
format Deklarasi Bersama 9 Kabupaten
dan Kota serta Provinsi Jawa Barat,
dalam rangka Sukabumi Summit, serta
Percepatan Pembangunan Jalan Tol
Bocimi, pada tanggal 24 November
2016 mendatang, untuk mengurai

kemacetan lalu lintas dan mempercepat
pertumbuhan ekonomi kawasan.
Hadir pada rapat persiapan
Sukabumi Summit itu, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan
Setda Kota Bandung, Kepala Bappeda
(Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah) Kota Sukabumi dan Kabupaten
Sukabumi, Kepala Bagian Kerjasama dan
Tata Pemerintahan Setda Provinsi Jawa
Barat, Kota Sukabumi, Kota Bandung,
Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Depok,
Kabupaten Bogorm, Kabupaten Cianjur
dan Kabupaten Bandung Barat, serta para
Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat
Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota
Sukabumi. (jay, yop)

Bupati Instruksikan Jemput Pengikut Dimas Kanjeng
bahwa Rukoyah warga Kp Krajan
RT 01/01 Desa Sukadami Kecamatan
Wanayasa Purwakarta menjadi salah
satu pengikut Dimas Kanjeng Taat
Pribadi dan saat ini masih bertahan di
padepokan milik pria yang kini menjadi
tersangka kasus penipuan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Bupati
Purwakarta Dedi Mulyadi telah
menginstruksikan Camat dan Kepala
Desa setempat untuk mengecek
keberadaan Rukoyah. Jika benar
Rukoyah saat ini masih berada di
Padepokan Dimas Kanjeng, dia meminta
untuk segera dibawa pulang.

“Saya sudah meminta ke Kades dan
Camat untuk melakukan pengecekan
secara langsung. Kalau benar ada disana,
harus bisa dibujuk untuk pulang ke
rumahnya,” kata Dedi, pada Sabtu
(8/10) di Purwakarta.
Dedi memastikan seluruh biaya
penjemputan akan ditanggung
sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten
Purwakarta sehingga sedikit pun tidak
akan membenani pihak keluarga yang
saat ini dilanda kebingungan lantaran
ibu empat anak tersebut sudah satu
bulan pergi dari rumah dengan dalih
akan mengikuti pengajian ke daerah Jawa

Timur. “Biar cepat dan segera pulang, kita
jemput langsung via pesawat. Kasihan
keluarganya bingung,” ujarnya.
Ia juga sempat mengimbau kepada
seluruh aparat desa di Purwakarta jika
diketahui ada warganya yang mengikuti
aneka ritus yang dilaksanakan di
Padepokan Dimas Kanjeng agar dilakukan
pendataan untuk segera dijemput oleh
Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
“Sejauh ini baru satu, ya Ibu Rukoyah
itu. Tapi kalau ternyata di Padepokan
Dimas Kanjeng ditemukan lagi warga
Purwakarta tentu kita jemput sekalian,”
pungkasnya. (gus)

Pendaftaran Peserta Kualifikasi Lelang
Pembangunan Pasar Pelita Kembali Dibuka

TARIF IKLAN PRomosI

Tarif Harga Iklan
KOMPOSISI & UKURAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

HARgA

Iklan Sosialisasi Full Colour (ADV)
Satu halaman (belakang)
Iklan Sosialisasi BW (ADV)
Satu halaman (dalam)
Iklan Display Full Colour
Satu halaman (belakang)
Setengah halaman Display FC (belakang)
Setengah halaman Display BW (dalam)
Iklan Banner Full Colur
Iklan Banner BW
1/4 Halaman Full Colour Halaman Belakang
1/4 Halaman BW Dalam
1/8 Halaman Full Colour
1/4 Halaman BW Dalam

Rp.10.000.000,Rp. 7.000.000,Rp.13.000.000,Rp. 6.500.000,Rp. 3.500.000,Rp. 2.000.000,Rp. 1.000.000,Rp. 3.250.000,Rp. 1.200.000,Rp. 1.625.000,Rp.
600.000,Rp. 1000.000

* Harga iklan di atas bisa nego *Belum termasuk PPN 10 %
1 Halaman

jika berminat hubungi

Iklan Display
081212
320 mm x 535 mm

59 3535
1/2 Halaman
(Horizontal)

1/4 Halaman

Kota Sukabumi, Reni Rosyidah
mengungkapkan, sesuai dengan
dokumen kualifikasi lelang huruf L
pada angka 5, apabila peserta yang
lulus evaluasi kualifikasi lelang
dan verifikasi lapangan kurang
dari 3 perusahaan, panitia akan
membuka kembali pendaftaran baru
kualifikasi lelang, untuk mencari
peserta kualifikasi lelang baru, selain
peserta yang sudah dinyatakan
lulus evaluasi kualifikasi lelang dan
verifikasi lapangan.
Lebih lanjut Reni menghimbau
kepada perusahaan yang berminat
mengikuti kualifikasi lelang

Salah satu lapak pedagang Pasar Pelita, Sukabumi

pembangunan dan pengelolaan
Pasar Pelita Kota Sukabumi ini,
dapat segera mendaftar ke Sekretariat
Panitia Pemilihan Mitra Kerja Sama
Pembangunan dan Pengelolaan Pasar
Pelita Kota Sukabumi, di Gedung
Bappeda Kota Sukabumi, Jalan
Sarasa Loasari Nomor 9, Kelurahan
Cibeureum Hilir, Kecamatan
Cibeureum, Kota Sukabumi.
Reni juga menyebutkan, bagi
perusahaan yang tidak lulus
kualifikasi lelang pembangunan
dan pengelolaan Pasar Pelita Kota
Sukabumi, bisa mendaftar kembali
ke Sekretariat Panitia, dengan
melengkapi berbagai kekurangan
dokumen kualifikasinya.
“Karena proses lelang

Foto: HER YOS

pembangunan dan pengelolaan Pasar
Pelita Kota Sukabumi ini terbuka
untuk umum, tapi seluruh perusahaan
calon pengembang pembangunan
dan pengelolaan Pasar Pelita Kota
Sukabumi ini, terlebih dahulu harus
lulus evaluasi kualifikasi lelang dan
verifikasi lapangan, yang dilakukan
oleh Tim Panitia Lelang Pasar Pelita
Kota Sukabumi,” terangnya.
Bagi perusahaan yang sudah
dinyatakan lulus evaluasi kualifikasi
lelang dan verifikasi lapangan,
juga harus kembali mendaftar,
dengan melengkapi dokumen
yang diperlukan oleh panitia. Tapi
bagi perusahaan yang baru, akan
dilakukan evaluasi kualifikasi lelang
dan verifikasi lapangan oleh Tim

Panitia Lelang Pasar Pelita Kota
Sukabumi.
Adapun mengenai waktu
untuk pendaftaran baru peserta
kualifikasi lelang pembangunan
dan pengelolaan Pasar Pelita
Kota Sukabumi ini sudah dibuka,
tepatnya sejak tanggal 7 Oktober
2016 dan akan ditutup pada tanggal
14 Oktober 2016. Sedangkan
mengenai waktu untuk memasukan
dokumen, yakni pada tanggal 10
sampai dengan tanggal 14 Oktober
2016, sampai dengan pukul 15.00
WIB.
Disamping itu, Reni juga meminta
kepada segenap lapisan masyarakat
Kota Sukabumi, khususnya kepada
para pedagang Pasar Pelita Kota
Sukabumi, agar memaklumi dan
bersabar, karena proses kualifikasi
lelang pembangunan dan pengelolaan
Pasar Pelita Kota Sukabumi
yang dilakukan oleh panitia ini,
merupakan pilihan yang terbaik bagi
warga masyarakat Kota Sukabumi,
khususnya bagi para pedagang Pasar
Pelita Kota Sukabumi.
“Sebab panitia ingin mencari
perusahaan yang benar-benar memiliki
prestasi dan kemampuan, termasuk
kelengkapan dokumen administrasi
dan berbagai persyaratan lainnya.
Maksud dan tujuannya, supaya proses
pembangunan dan pengelolaan Pasar
Pelita Kota Sukabumi ini, dapat berjalan
dengan baik dan lancar, sesuai dengan
harapan semua pihak,” jelasnya. (jay,
yop)

Puskesmas Mendapat Bantuan Ambulance

Karawang, Laras Post - Bupati
Karawang dr.Cellica Nurrachadiana
serahkan Sebanyak 29 unit
Ambulance ke pada 29 Puskesmas
di melalui Dinas Kesehatan
Kabupaten Karawang, sesaat
usai melaksanakan Senam Pagi
bersama, pada Jumat (30/9/2016)
di Lapang Karang Pawitan.
Dalam upaya peningkatan
pelayanan kesehatan di
Puskesmas induk, Pemerintah

Kabupaten Karawang melalui
Dinas Kesehatan setempat
mendistribusikan 29 kendaraan
penunjang pelayanan jenis
ambulan bagi Puskesmas
yang memiliki fasilitas untuk
menangani kegawatdaruratan.
“Anggaran untuk pembelian
29 unit kendaraan jenis ambulance
tersebut merupakan bantuan  dari
pemerintah pusat melalui Dana
Alokasi Khusus, yang  hampir

mencapai Rp14 miiar,” ungkap
dr.Yuska Yasin, Kepala Dinas
Kabupaten Karawang saat
menyampaikan laporannya di
hadapan Bupati.
Sementara itu Bupati Dalam
sambutannya menyampaikan,
kendaraan operasional ini secara
khusus diserahkan kepada masingmasing Puskesmas induk yang
memiliki fasilitas kemampuan untuk
menangani kegawat-daruratan

obstetri dan neonatal dasar sebagai
penunjang pelayanan penanganan
medik bagi masyarakat Karawang,
imbuhnya.
Bupati berharap, setelah adanya
Ambulance ini, pelayanan kesehatan
di setiap Puskesmas Poned tersebut
menjadi lebih optimal serta tingkat
kesehatan masyarakat Kabupaten
Karawang diharapkan mengalami
peningkatan, harapnya.(Agus
Safutra / Dede)

2

Laras Jabar

12

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Lepas Sambut Dandim 0604/Karawang
Karawang, Laras Post - Lepas sambut Dandim 0604 Karawang digelar
pada Kamis (06/10/2016) di Aula Husni Hamid Pemda Karawang.
Dandim 0604/Karawang Letkol Arm. Wahyu Widodo S.Sos mendapat
surat perintah menduduki jabatan baru sebagai Komandan Detasmen Markas
Kodam III Siliwangi, sedangkan Dandim 0604 diganti Letkol Arm. Ayi Yosa
Karya W. S.Sos, yang sebelumnya menjabat Kasi Logistik Mabes AD.
“Dua tahun tiga bulan dua hari itu ternyata bukan waktu yang lama,
tetapi sangat singkat. Sebenarnya ingin lama, tetapi sebagai Prajurit Saya
harus siap ditempatkan dimana saja untuk  NKRI,” kata Letkol Arm.Wahyu
Widodo didampingi istrinya.
Pada kesempatan itu, dia bercerita singkat perjalannya selama memimpin
Karawang, banyak prestasi dan kemajuan serta kenangan yang diukir Dandim
0604/Karawang, diantaranya saat mengawal proses Pilkada serentak  yang
Alhamdulillah berjalan dengan kondusif,  serta saat terjadinya konflik TNI
– Polri yang terjadi di Karawang.
“Pada saat itu saya baru menjabat Dandim di Karawang ini. Tetapi
berkat dukungan dan eratnya solidaritas teman – teman dari Forkominda,
Alhamdulillah Karawang yang sama sama kita cintai ini menjadi Kabupaten
yang cukup solid antara Forum komunikasi Pimpinan Daerah bahkan
membuat iri kabupaten tetangga atas  kesolidan yang terjalin  antara jajaran
Forkominda di Kabupaten Karawang ini,” tuturnya.
Sementara itu, Dandim 0604 yang baru berada di Karawang,
Letkol Arm. Ayi Yosa Karya W. S.sos menyatakan, siap kerjasama
dengan instansi dan Pemda Karawang untuk kemajuan bersama.
“Saya masih belum tahu penuh tentang Karawang, saya pun minta masukan
dari semua jajaran pemerintahan ataupun rekan rekan dari Forkominda
mengenai Karawang,” singkatnya.
Bupati Karawang, dr.Cellica Nurrachadiana mengatakan, dalam
perpisahan memang sering menimbulkan perasaan yang berat untuk
berpisah, tetapi dalam birokrasi ini hal yang lumrah dan harus terjadi’,
ungkapnya.
Ditambahkannya, bahwa selama diriNya bekerjasama dengan Letkol
Arm.Wahyu Widodo. S.Sos dan seluruh jajaran Kodim 0604/Karawang, telah
merasakan adanya kerjasama dan koordinasi yang baik. Untuk itu, dirinya
atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah mengucapkan terimakasih atas
kerjasama baik yang telah terjalin selama ini.
Di sisi lain, Bupati  juga optimis bahwa kehadiran Letkol Arm.Ayi
Yosa Karya W. S.Sos, sebagai Dandim 0604/Karawang yang baru dapat
meneruskan apa yang telah dicapai sebelumnya, serta dapat semakin
meningkatkan hubungan kerjasama yang telah terjalin selama ini
“Untuk itu, saya ucapkan Selamat Datang di Kab. Karawang kepada
Dandim 0604/Karawang yang baru  beserta keluarga, semoga kehadiran
beliau dapat semakin memberikan berkah bagi Kab. Karawang,” imbuhnya.
(Agus Safutra / Dede)

Foto:agus.s

Bupati Karawang Hadiri Penyerahan Beasiswa Pendidikan dan Bantuan
Komputer Dari KIIC

KIIC Dan Tenants Associations Beri Beasiswa
Karawang, Laras Post - Sebagai salah satu upaya kepeduliaan terhadap
masyarakat sekitar, Karawang International Industrial City (KIIC) bekerjasama
dengan Tenant Association memberikan bantuan Beasiswa Pendidikan dan
perlengkapan komputer kepada SMK Al-Fatimiyyah. Pemberian Beasiswa
Pendidikan ini merupakan program Kepedulian Sumber Daya Masyarakat
dan merupakan bagian dari kegiatan Corporate Social Responshibility (CSR).
Penyerahan bantuan Beasiswa Pendidikan tersebut secara simbolis
diberikan kepada perwakilan siswa-siswi SMA/SMK dan SMP oleh Bupati
Karawang dr. Cellica Nurrachadiana beserta Manajemen KIIC yang bertempat
di SMK Al-Fatimiyyah Telukjambe Timur, pada Rabu (05/10/2016).
Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana dalam sambutannya
menyampaikan, bahwa Kabupaten Karawang dalam konteks pembangunan
nasional selain merupakan wilayah penyangga  ketahanan pangan
nasional, khususnya beras, juga sebagai kawasan industri yang tentunya
harus menjadi bagian dari jembatan dalam upaya untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Karawang, dengan sendirinya keberadaan industri
harus membawa implikasi positif sebagai penunjang pembangunan untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu perhatian yang cukup besar dari manajement KIIC
mudah-mudahan menjadi jembatan untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat kabupaten karawang, khususnya para pelajar, dalam mentransfer
ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memtangkan kemampuan siswa agar
mampu bersaing di dunia kerja yang senantiasa berpacu dengan pesatnya
perkembangan teknologi.
Dengan adanya bantuan beasiswa pendidikan dan perlengkapan
komputer yang diserahkan oleh manajement KIIC kepada SMK AlFatimayyah, Bupati mengharapkan, agar dimanfaatkan secara optimal
untuk mengasah kemampuan penguasaan teknologi informasi bagi para
siswanya.
Namun demikian, lanjut Bupati, setinggi apapun capaian prestasi dibidang
Iptek, para siswa hendaknya tetap memiliki sopan santun dan tatakrama
dalam menghormati dan menghargai pengorbanan kedua orang tua.
Dalam laporannya perwakilan dari management KIIC menyampaikan
bahwa, selain komitmen terhadap dunia pendidikan, KIIC yang bekerjasama
dengan Tenant Association juga memiliki komitmen terhadap masyarakat
sekitar, hal ini terlihat dengan adanya program-program CSR yang
diantaranya program Pelatihan Bidang Pertanian dan Pelestarian Lingkungan
melalui program CSR dengan dibangunnya Telaga Desa Agro-enviro
Education Park seluas 3,5 hektar antara KIIC dan perusahaan didalamnya.
Melalui program Telaga Desa dimanfaatkan sebagai tempat penelitian dan
pendidikan, serta pelatihan kepedulian di bidang pertanian, serta merupakan
tempat pelesetarian lingkungan seperti tanaman langka dan eko wisata.
Selanjutnya, Program kepedulian kesehatan masyarakat dengan
pemberian makanan tambahan melalui 5 Posyandu di 5 Desa, penyemprotan
nyamuk DBD, kader Jumantik, donor darah dan Pemberian Makanan
Tambahan Pemilihan (PMTP) untuk anak penderita gizi buruk. Program
kepedulian ekonomi masyarakat melalui program pelatihan pertanian dan
kewiraushaan bagi masyarakat desa seperti kantin, penjahit, kebersihan
kawasan dan keamanan kawasan, serta Program kepedulian sosial dan
kemasyarakatan seperti renovasi dan konstruksi fasilitas umum serta
partisipasi untuk kegiatan olahraga dan kesenian di desa.
Program beasiswa pendidikan KIIC tahun 2016 diberikan kepada 240
siswa-siswi SMP dan SMA/SMK yang terdiri dari 108 siswa SMP dan 132
SMA/SMK, serta Beasiswa Full Covered Tenant Association diberikan kepada
32 siswa SMA/SMK. KIIC juga memberikan bantuan sebanyak 21 unit paket
komputer untuk pengembangan Laboratorium SMK Al-Fatimayyah.
Pemberian beasiswa KIIC dan Tenant Association serta bantuan komputer
diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa-siswi untuk belajar
lebih giat sehingga dapat mencapai cita-cita yang diharapkan.
Pada kesempatan tersebut hadir Sekertaris Disdikpora Kabupaten
Karawang, management KIIC, management Tenant Association, Kepala Desa
Pinayungan serta Kepala Sekolah SMK Al-Fatimiyyah beserta jajarannya.
(Agus Safutra / Dede)

Industrialisasi Harus Mampu Berikan Kontribusi
Terhadap Peningkatan Kemakmuran Rakyat
Salah satu sarana untuk
meningkatkan kerjasama
Pemerintah Indonesia
dengan Pemerintah Jepang,
Lembaga Persaudaraan
Indonesia – Hamamatsu
(Jepang) terus melakukan
berbagai dialog dan
mengintensipkan sinergitas
kerjasama, khususnya
di bidang ekonomi,
industri dan pendidikan.
Karawang, Laras Post - Untuk itu Ketua
LPIH yang dipimpin Mr. Tanaka kembali
melakukan kunjungan ke Kabupaten
Karawang dan diterima langsung
oleh Bupati Karawang dr. Cellica
Nurrachadiana di Hotel Brits
Karawang, Rabu (05/10/2016)
Pada kesempatan tersebut Mr.
Tanaka menyampaikan bahwa
kerjasama yang saat ini sudah terjalin
dengan baik mudah-mudahan ke
depan akan lebih baik lagi dan
memberi keuntungan yang berarti bagi
perkembangan perekonomian dan
alih teknologi untuk dikembangkan
di Karawang. Salah satunya dengan
terus mengupayakan dan mendorong
para pengusaha dari Kota Hamamatsu

untuk meningkatkan investasinya di
karawang.
Selain itu Mr. Tanaka juga
menyampaiakan apabila jalur kereta
cepat Jakarta – bandung dan Bandara
Karawang telah rampung tentu akan
lebih mempermudah akses komunikasi
dan transportasi. Hal ini tentunya
akan lebih meningkatkan gairah para
investor dari kota Hamamtsu untuk
berinvestasi di Karawang.
Kota Hamatsu sendiri merupakan
salah satu kota industri di Jepang
yang sudah memiliki teknologi daur
ulang limbah industri yang memiliki
nilai ekonomi yang cukup tinggi dan
mengurangi dampak negatif dari
limbah industri, untuk itu Mr. Tanaka
mengajak Bupati dan Pemerintahan
Kab. Karawang untuk berkunjung dan
melihat berbagai kemajuan teknologi
bidang industri yang bias diterapkan
di Karawang.
Sementara itu, Bupati Karawang
menyampaikan bahwa hingga saat
ini tidak kurang dari 148 Perusahaan
dan 1182 tenaga kerja asal Jepang yang
berinvestasi di kabupaten karawang,
harapannya dengan semakin banyak
perusahaan PMA dari luar negeri,
khususnya Jepang, diharapkan mampu
meningkatkan roda perekonomian
sekaligus meningkatkan taraf hidup

Foto: agus. s

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, foto bersama Ketua LPIH yang dipimpin
Mr. Tanaka usai melakukan kunjungan kunjungan ke Kabupaten Karawang

dan kesejahteraan masyarakat
Kabupaten Karawang.
Bupati mengharapkan bahwa
mulai hari ini ke depan kerjasama
kabupaten karawang dengan
pemerintah Jepang, khususnya
dengan Kota hamamtsu, harus
terus ditingkatkan terutama bidang
ekonomi, industri dan pendidikan,
mengingat sebagainegara berkembang,
Indonesia memerlukan bantuan dari
negara maju seperti Jepang, dalam
berbagai hal terutama transfer ilmu

pengetahuan dan teknologi dan
investasi.
Selain itu, Bupati bertekad untuk
mendorong masyarakat Kabupaten
Karawang, khususnya para
pelajar, untuk terus meningkatkan
kemampuan berabahasa Jepang agar
mampu mentranfer ilmu pengetahuan
dan teknologi juga agar tenaga
kerja asal karawang bisa menjadi
bagian terpenting di perusahaanperusahaan jepang. (Agus safutra
/ Dede)

Pemkab Karawang Gelar Doa Bersama Dan Pawai Obor

Sambut Tahun Baru Islam 1  Muharam 1438 Hijriyah
Karawang, Laras Post - Sebagai
salah satu upaya untuk merefleksikan
kembali semangat Perjuangan Rosulullah
M u h a m m a d S A W ,   b e s e r t a p a r a
sahabatnya dalam mempertahankan
Aqidah dan kehormatan serta
upaya untuk melakukan perubahan
p o l a f i k i r U m a t  I s l a m  u m u m n y a
dan PNS khususnya sebagai abdi
negara dan Abdi Masyarakat dalam
melaksanakan tugas sebagai kholifah,
Pemerintah Kabupaten Karawang
menggelar peringatan menyambut
d a t a n g n y a b u l a n  M u h a r a m  1 4 3 8
H i j r i y a h ,  d e n g a n m e n g a j i d a n
berdzikir bersama  di Masjid Agung
Karawang, pada Sabtu (1/10/2016).
Usai Kegiatan tersebut sekitar Pukul
19.30 Wib,  dilanjutkan  dengan   arakarakan pawai obor  dan  iring-iringan
Drum Band serta kendaraan hias yang
diikuti oleh 30 Kecamatan yang melewati
pangung kehormatan yang berada
di samping utara Alun Alun menuju
Jalan Kertabumi dan berakhir di depan
Gedung Bank Jabar Jalan Kertabumi
tersebut.
Dalam sambutannya Bupati
Karawang dr.Cellica Nurrachadiana
b e r h a r a p a g a r u m m a t  I s l a m  d i
Karawang bisa ikut berpartisipasi
dalam kegiatan yang diselenggarakan
ini, karena kegiatan ini selain untuk
mengenang kembali perjuangan

Foto: agus. s

Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, saat melaksanakan kegiatan Mengaji
dalam rangka Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1438 H, di Mesjid Agung
Karawang

Rosululloh beserta para shahabatnya
yang telah melaksanakan hijrah dari
kota Mekkah ke Madinah dengan penuh
semangat untuk membela kebenaran
dan memupuk kebersamaan diantara
sesama ummat, juga dalam upaya
mengembangkan kehidupan beragama
dan memperbesar syiar islam serta
memperkuat Ukhuwah Islamiyah
dalam rangka memperkokoh persatuan
dan kesatuan bangsa.
Lebih lanjut bupati mengatakan,
bahwa hijrah, secara fisik yang langsung

diperintah Allah SWT terjadi satu kali
dalam sejarah Islam perjuangan Nabi
Muhammad menghindari musuh
Allah sesuai yang termaktub dalam
Istilah para Ulama yakni Khoroza minal
Darul Kufro ila  Darul Islam / Berpindah
dari Tempat Kufur kepada tempat
yang Islam.
Namun menurutnya hijrah
sebagai proses perubahan merupakan
keharusan yang dilakukan secara terus
menerus, berpindah dari sesuatu yang
tidak baik menuju baik, berpindah

dari sesuatu yang diharamkan Allah
menuju sesuatu yang dihalalkan Allah.
“Hingga kita dapat mencapai derajat
manusia yang paripurna, secara vertikal
menjadi manusia yang bertaq’wa
dan secara horisontal menunjukkan
tingkat kesholehan sosial yang tinggi,”
tambahnya.
Lebih lanjut bupati menyatakan,
m e l a l u i  p e r i n g a t a n  d a n
menyambut Tahun Baru Islam ini, jajaran
Pemerintah Kabupaten Karawang dituntut
untuk terus meningkatkan etos kerja dalam
mencapai pembangunan Kabupaten
Karawang yang Madani (civil society) yang
tercermin dalam Pemerintahan Rosulullah
dengan kebersamaan dan kekuatan serta
keterpaduan antara Sahabat Muhajirin dan
Sahabat Anshor. Masyarakat yang adil dan
makmur dalam naungan ridho Allah.
“ S e m o g a
d e n g a n
momentum Tahun Baru Islam ini kita
bersama-sama membangun Karawang,
membangun di segala bidang tidak hanya
pembangunan fisik namun pembangunan
non fisik, tidak hanya membangun
material namun harus membangun
mental Spiritual, dan semoga semua
harapan dan cita-cita luhur ini dapat
mencapai Visi Kabupaten Karawang,
yakni Karawang  sejahtera  berbasis 
pembangunan  berkeadilan  dilandasi 
iman dan taqwa,” pungkasnya. (Agus
safutra / Dede)

Pelatihan Berbasis Kewirausahaan Bagi Penganggur Dan Setengah Penganggur
Karawang, Laras Post - Upaya
meningkatkan keterampilan
penganggur dan setengah penganggur
dan pemberdayaan TKI Purna,
Pt.H.M.Sampoerna Tbk, bekerja sama
dengan Kementerian Ketenagakerjaan
RI serta Prima kelola IPB (Institut
Pertanian Bogor) selenggarakan kegiatan
Pelatihan berbasis kewirausahaan.
Acara tersebut dibuka langsung
oleh Bupati Karawang dr. Cellica
Nurrachadiana, bertempat di Aula
Disnakertrans Kabupaten Karawang,
pada Kamis (6/10/2016).
Dalam sambutannya bupati
menyampaikan, pada prinsifnya, ia
sangat mengapresiasi program dan
kegiatan ini karena menyangkut masa
depan serta ekonomi para TKI purna
khususnya yang berada di wilayah
kabupaten Karawang.
Lebih lanjut, bupati mengajak
kepada para hadirin, khusus para
pengusaha yang ada Kabupaten
Karawang untuk bersama-sama

meningkatkan kepedulian kepada
masyarakat, khususnya para TKI
purna,  agar mereka bisa hidup
mandiri dan memiliki usaha atau
keterampilan yang layak.
“Ada pepatah menyatakan bahwa,
hujan batu di negeri sendiri lebih baik
dari pada hujan emas di negeri orang,
karena masih banyak masih banyak
TKI yang belum beruntung dan perlu
pembinaan dan pemberdayaan secara
berkesinambungan,” ungkapnya.
Sementara itu menurut
Kadisnakertrans H.A. Suroto selaku
penyelenggara menyampaikan sasaran
dari kegiatan ini adalah penganggur
dan setengah penganggur serta TKI
Purna, adapun peserta yang mengikuti
acara tersebut sebanyak 60 orang yang
terdiri dari, 20 orang peserta kegiatan
kegiatan terapan teknologi tepat guna
keterampilan merangkai bunga.
Untuk anggaran dana luncuran
Kementerian Ketenagakerjaan RI
yang dilaksanakan pada 29 Agustus

Foto: agus. s

Pelatihan Berbasis Kewirausahaan Bagi Penganggur Dan Setengah Penganggur

2016 s/d 01 September 2016 di Desa
Duren Kecamatan Klari (Perum Tirai
Mas), pembinaan akan dilanjutkan
oleh CSR PT.HM.Sampoerna,Tbk.
Serta 40 orang peserta pelatihan
Berbasis Kewirausahaan bersumber
dari Dana CSR PT.Hm.Sampoerna
yang dilaksanakan di 2 (dua) lokasi

yakni di Desa Pasirjaya Kecamatan
Cilamaya Kulon sebanyak 20 orang
peserta pelatihan sepatu rajut, di desa
Gempol Kolot Kecamatan banyusari
sebanyak 20 orang peserta Handycraft
yang dilaksanakan pada Tanggal 10
Oktober s/d 17 oktober 2016. (Agus
Safutra / Dede)

Rumah, Sawah dan Sekolah Diterjang Banjir Bandang Sungai Ciangsana Sukabumi

Banjir Bandang Sungai Ciangsana Sukabumi

Foto: ist

Sukabumi, Laras Post - Sejumlah rumah
dilaporkan rusak akibat diterjang banjir
bandang sungai Ciangsana di Desa
Sukamulya, Kecamatan Cikembar,
Kabupaten Sukabumi, yang terjadi sekitar
pukul 15.00 WIB Kamis (6/10). Banjir
setinggi lebih dari satu meter juga sempat
merendam bangunan SDN Cimanggu 4,
merusak kolam ikan, dan sawah warga.
Banjir juga membuat seorang warga
Desa Sukamulya yang hidup sebatangkara
terpaksa diungsikan. Gubuk korban yang
berada di pinggir sungai rusak berat setelah
diterjang banjir bandang. “Mak Enung saat
ini diungsikan dulu ke rumah tetangga,
karena rumahnya hancur diterjang banjir,”

kata Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra),
Desa Sukamulya, Ukon Jajuli, Kamis
petang.
Saat ini Ukon bersama aparat desa
lainnya masih membantu warga yang
terdampak banjir bandang termasuk
mendata korban. “Sejumlah harta benda
dan peralatan rumah tangga milik warga
yang tinggal dipinggir sungai hanyut
dibawa banjir bandang,” lanjutnya.
Banjir tersebut menurut Ukon,
menerjang wilayah RT 3 dan 4 RW
4 kampung Ciangsana. “Kita belum
dapat data pasti jumlah rumah dan
korban dari bencana banjir bandang ini,”
pungkasnya. (Tim)

Laras Regional

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

3

13

Pemkab Banyuwangi Akan Siapkan
Perda Larangan Praktek Rentenir

Prosesi pelebaran Jalan Onje dan Jambu Karang, Purbalingga.

FOTO:rs

Pelebaran Jalan Onje dan Jambu
Karang Telan Dana Rp 3,532 Miliar
Purbalingga, Laras Post - Pelebaran Jalan Onje dan Jambu Karang
telah dimulai pekerjaannya oleh CV Makmur Abadi, Babakan,
Kamis (6/10). Dari data Bagian pembangunan pelebaran jalan
menelan anggaran sebanyak Rp 3.532 miliar. Dimana Jalan Onje
sebesar Rp 1,902 miliar dan Jambu Karang sebesar Rp 1.631 miliar.
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk peningkatan jalan
dengan panjang 507,3 meter. Rincian pelebaran jalan beton 2,5 meter,
trotoar 1,3 meter serta pembuatan pagar keliling dari SMP 3 –Kantor
Pos, pagar keliling dari Kelurahan Purbalingga Lor-Musem. Kemudian
untuk pmbuatan 2 pintu gapura masuk setda, 2 pintu gapura bapeda,
1 gapura ardilawet dan 1 gapura  gedung PKK.
Pj. Sekretaris Daerah Susilo Utomo saat memimpin rapat koordinasi
pembahasan pelabaran Jalan Onje dan Jambu Karang, saat yang lalu
mengatakan pihak-pihak yang terkait yang mempunyai fasilitas
seperti PLN, PDAM, PT Telkom sudah sepakat dan menyetujuinya.
Pemindahan fasilitas nantinya akan dibebankan oleh para provider
yang mempunyai fasilitas tersebut.
“Fasilitas yang terkena pelebaran seperti halaman dan teras
rumah dinas kantor Pos Purbalingga, ATM Bank Jateng, pagar dan
teras DPPKAD, pagar Setda, Pagar dan sebagian bangunan SMP 3
Purbalinga,” kata Susilo. Selain itu Susilo juga menambahkan fasiltas
jaringan listrik PLN, kabel Telkom  dan jaringan pipa PDAM juga
akan terkena pelabaran.
Sedangkan untuk jalan Jambu Karang fasilitas yang terdampak
seperti pagar kelurahan Purbalingga lor, Pager Bappeda, Pagar Radio
Ardilawet, Pagar Gedung PKK, Bangunan Kesbangpol, pagar Musem.
Kemudian Gazebo museum, Pos Pol PP serta kandang burung.
Menurut Susilo untuk mendukung percepatan pelaksanaan
pekerjaan pelebaraan jalan, diperlukan koordinasi yang matang
agar
Foto: Agus.
p
kendala-kendala bisa diminimalisir. Dengan taksiran waktu hanya 65
hari diharapkan semua instansi yang fasilitasnya terkena pelebaran
dapat membantu proses percepatanya.
Nugroho salah satu Kasi di Dinas Pekerjaan Umum mangatakan
berbagai rekayasa pekerjaan juga akan dilakukan yakni dengan
pembuatan tulangan di bengkel kerja serta pembuatan plat beton
penutup gorong-gorong di lokasi yang lain. Percepatan yang lain juga,
meminta kepada pelaksana agar secepatnya memesan ornament batu
candi untuk pmbuatan gapura pada pihak ke tiga.
“Dengan rekayasa pekerjaan ini diharapkan dapat mempercepat
pekerjaan agar sesuai dengan target waktu yang ditetapkan,” kata
Nugroho. Selain itu juga pembuangan galian juga akan dilakukan
dengan alat berat dan pada hari itu juga akan dilakukan pemindahan
galian ke tempat lain, sehingga galian tidak terkesan menumpuk di
jalan.
Nugroho juga berpendapat selain rekayasa pekerjaan
juga  diperlukan rekayasa lalulintas pada jalan Onje dan Jambu Karang
agar pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu oleh arus lalulintas.
Penerapan lalu lintas satu arah mungkin bisa dilakukan oleh kepolisian
atau dinas perhubungan.
“Dengan pemberlakuan lalu lintas satu arah, diharapkan satu sisi
jalan bisa di gunakan untuk pekerjaan kemudian disisi lainnya bisa
untuk arus kendaraan,” pungkas Nugroho.  (Agus.P)

Panen di Kabupaten Purbalingga.

FOTO:BENI

Kelompok Tani Ngudi Karya Laksanakan Panen Raya
Purbalingga, Laras Post – Sebagai bentuk syukur kehadirat Allah Subhanahu
wata’ala Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang berlimpah,
Kelompok tani Ngudi Karya dan juga Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa
Sidakangen Kecamatan Kalimanah melaksanakan panen raya/ farmer field
day (FFD) pada Selasa pagi (04/10/2016) di areal pertanian Desa setempat.
Kegiatan panen raya ini meliputi 33 Hektar lahan dari kelompok tani
Ngudi Karya dan juga 35 Hektar dari Ngudi Makmur. Dengan menggunakan
sistem tanam jajar legowo (jarwo) ubinan 2:1 mampu menghasilkan profitas
7,7 ton/Ha dan dari sistem 4:1 menghasilkan 5,6 ton/Ha.
Dalam laporannya, Ketua Kelompok Tani Ngudi Karya Sutarjo
menyampaikan, selain panen raya, beberapa kegiatan juga telah dilaksanakan
diantaranya Rehab Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dengan volume mencapai 100
Ha, gerakan antisipasi hama kresek dan wereng batang coklat bagi tanaman
padi, dan juga asuransi usaha tanaman padi yang diikuti seluruh petani yang
mempunyai lahan pertanian.
Sedangkan untuk penerapan teknologi baru alat-alat pertanian, Sutarjo
mengaku masih kesulitan karena tidak semua peralatan pertanian dapat
dipergunakan secara maksimal dan juga belum sepenuhnya alat-alat pertanian
itu dimiliki sendiri. “Contohnya combine harvester (mesin pemanen padi),
hanya bisa dipergunakan di tempat yang kering dan tidak berlumpur dalam,”
terang Sutarjo.
Bupati Purbalingga Tasdi, didampingi Wakil Bupati Dyah Hayuning
Pratiwi, unsur Forkopimda dan juga sejumlah pejabat terkait   yang
berkenan hadir membuka kegiatan panen raya menyampaikan apresiasi
dan berterima kasih kepada para kadang tani yang telah bekerja keras
ikut serta menjaga ketahanan pangan yang menjadi salah satu penopang
kemakmuran di Kabupaten Purbalingga. “Tanpa adanya kerja keras para
kadang tani, para pahlawan pertanian, ora bakal Purbalingga arep makmur
pangane,” katanya.
Menurut Bupati, Kalimanah adalah salah satu lumbungnya pangan
Kabupaten Purbalingga sehingga perlu dijaga baik petani maupun lahan
pertaniannya yang berjumlah sekitar 1400 hektar  yang menyumbang atas
surplus beras 63.000 ton pada tahun 2015. “Untuk itu saya berterima kasih,
semoga kontribusi beras para petani dalam rangka ketahanan pangan di
Kabupaten Purbalingga terutama dari Kalimanah tetap terjaga,”  demikian
kata Bupati Tasdi. Agus.P

Pemerintah Kabupaten
Banyuwangi beserta
DPRD setempat, saat
ini sedang membahas
Rancangan Peraturan
Daerah tentang
Pelarangan Praktik
Rentenir di Banyuwangi.

Banyuwangi, Laras Post – Regulasi
ini diharapkan bisa menjadi salah satu
jangkar pelindung bagi masyarakat,
terutama kelompok Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Banyuwangi Abdullah
Azwar Anas mengatakan, pihaknya
mendukung perda tersebut dan
diharapkan bisa terbit tak lama lagi.
”Bersama teman-teman DPRD kami
sedang membahasnya. Perda Pelarangan
Praktik Rentenir ini akan semakin
melindungi masyarakat dari jerat
rentenir yang sangat merugikan rakyat
kecil,” ujar Anas usai rapat paripurna di
Gedung DPRD Banyuwangi, pada Senin
(26/9/2016).
Paripurna tersebut beragendakan
penyampaian nota penjelasan atas
diajukannya Raperda Pelarangan
Rentenir dan Raperda tentang
Perlindungan dan Pemenuhan Hak

Penyandang Disabilitas.
Anas mengatakan, kondisi
perekonomian global dan nasional
yang melambat saat ini perlu disikapi
serius oleh banyak kalangan. Kelompok
masyarakat menengah ke bawah
tidak hanya perlu bantuan sosial
semata, tapi juga membutuhkan
skema perlindungan, termasuk dari
praktik keuangan yang tidak adil yang
diterapkan oleh para rentenir.
Selama ini, sambung Anas,
masyarakat yang memilih meminjam
uang ke rentenir lebih mementingkan
aspek kepraktisan semata. Pasalnya,
di rentenir tak perlu ada administrasi
yang detail sebagaimana di lembaga
keuangan formal, baik bank maupun
nonbank seperti koperasi.
“Praktik rentenir membuat masyarakat
berada di jurang kemiskinan yang susah
diputus, karena bunganya terus ada
dan bahkan berlipat ganda. Praktik tak
adil ini membuat masyarakat susah
melakukan kegiatan ekonomi produktif
yang signifikan, karena setiap keuntungan
usahanya tergerus bunga dari rentenir
yang sangat tinggi, bisa mencapai 30%
bahkan 40%,” tutur Anas.
Berbarengan dengan langkah
pelarangan tersebut, secara
pararel Pemkab Banyuwangi terus
menyiapkan pembentukan BUMD

FOTO:ILHAM

Bupati Banyuwangi saat menyerahkan rancangan Perda Larangan Praktek Rentenir
kepada Ketua DPRD setempat.

BPR Syariah yang menawarkan skema
pembiayaan sangat mudah dan murah,
yaitu ekuivalen dengan bunga bank
sebesar 5% per tahun.
”Karena ini BUMD, syarat-syarat
administrasi untuk memperoleh
pembiayaan bisa sangat kami permudah
dengan tetap memperhatikan asas
kehati-hatian perbankan atau prudential
banking yang diberi garisnya oleh Bank
Indonesia. Dengan demikian, masyarakat
mudah mengakses pembiayaan dan
tak lagi terlilit utang menahun dari

rentenir,” papar Anas.
Kedepannya, Anas mengharapkan,
dengan adanya BUMD BPR Syariah
yang menerepkan sistem pembayaran
dengan bunga rendah, akan mendorong
masyarakat untuk memajukan berbagai
usahanya. “Dengan bunga pinjaman
yang rendah, masyarakat akan
mendapatkan margin keuntungan
yang signifikan dari usahanya. Ini akan
bagus untuk mendorong kemajuan
perekonomian masyarakat,” pungkas
Anas. (ILHAM)

Wabup Resmikan Masjid Al-Ikhlas Lekap Banyuanyar
Banyuwangi Laras Post– Wakil Bupati
Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko,
meresmikan Masjid Al-Ikhlas di Dusun
Lekap, Desa Banyuanyar, Kecamatan
Kalibaru, pada Sabtu (1/10/2016).
Masjid Al- ikhlas tersebut adalah
masjid yang didirikan masyarakat
Dusun Lekap, secara swadaya dan
bergotong royong. Mereka saling
bahu membahu mendirikan masjid
yang menjadi dambaan sejak beberapa
waktu lalu.
Menurut Kepala Desa Banyuanyar,
H Supardi, masjid Al-Ikhlas merupakan
masjid terbesar yang ada di desanya dan
mesjid ini juga paling terbagus dari sisi
desain bangunan.
Masjid ini, kata Supardi, dibangun
oleh masyarakat dengan saling bergotong royong, mulai dari mengumpulkan batu, semen dan lain-lain, hingga
masjid dengan luas sekitar 500 m2 ini
dapat dibangun.

FOTO:Ms

Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko saat meresmikan Masjid Al-Ikhlas Lekap Banyuanyar.

“Total biaya untuk pembangunan
masjid ini, sekitar Rp 1 miliar dan dikerjakan bahu selama tiga tahun, mulai tahun 2013 dan selesai 2016. Alhamdulilah

sekarang sudah bisa diresmikan,” ujar
Supardi.
Sementara itu, Wakil bupati Yusuf
Widyatmoko dalam kesempatan itu

menyatakan, sangat mengapresiasi
apa yang dilakukan masyarakat Dusun
Lekap. “Semangat gotong royong warga
desa ini patut menjadi contoh desa yang
lain. Masjidnya sangat bagus, mudahmudahan dengan adanya masjid ini
bisa semakin meningkatkan ketaqwaan
warga dalam beribadah,” ujar Wabup.
Untuk menunjang kelengkapan
fasilitas masjid, kata Wabup, akan
diusahakan dibangun jalan yang bisa
digunakan sebagai aksesbilitas warga
Banyuanyar terutama untuk menunjang kelancaran ekonomi masyarakat.
Misalnya warga Dusun Lekap akan
kepasar untuk menjual hasil pertaniannya.
Turut hadir pada peresmian masjid ini,
Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka),
tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua
MWC NU Kecamatan Kalibaru, masyarakat Desa Banyuanyar dan Ketua Ansor
Kalibaru. (MS)

Komandan Lantamal V Hadiri Penyapuan Ranjau di APBS

Surabaya Laas Post - Komandan
Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal
V) Brigjen TNI (Mar) Rudy Andi
Hamzah, S.A.P menghadiri acara
pembersihan Ranjau di Perairan Alur
Pelabuhan Barat Surabaya (APBS)
yang prosesinya digelar di Dermaga
Domestik, Terminal Petikemas
Surabaya, pada Kamis (6/10/2016).
Pada kesempatan kali ini Kepala
Staf Komando Armada RI Kawasan
Timur (Kasarmatim) Laksamana
Pertama TNI I.N.G. Ariawan , S.E. MM.
yang memimpin langsung jalannya
upacara pembersihan Ranjau yang
dilaksanakan di Dermaga Domestik
dengan unsur KRI Pulau Rupat712, anggota Kopaska dan anggota
penyelam Koarmatim.
Menurut Kasarmatim, upaya
pebersihan ini adalah merupakan Tugas
Pokok Perlawanan Satuan Ranjau,
melaksanakan TPR di perairan APBS
pada “H” sampai dengan “H +78” dalam
rangka meningkatkan profesionalitas
Prajurit di bidang peperangan Ranjau

dan menjamin keamanan perairan APBS
dari bahaya Ranjau dan bahan peledak
lainnya.
Ariawan –sapaan akrab Kasarmatim
ini menegaskan, bahwa dasar digelarnya
kegiatan pembersihan ranjau di APBS
ini adalah Surat Perintah Kasal No :
Sprin/1205/VII/2016 tanggal 16 Juli 2016
tentang direktif penyelenggaraan tindak
perlawanan ranjau di perairan APBS
dan Surat permohonan PT.Pelabuhan
Indonesia III (Pesero) No 15.01/08/PIII-2016 tanggal 15 Maret 2016 tentang
Permohonan pembersihan Ranjau
pada alur pelayaran dan Zona labuh di
perairan Surabaya dan Gresik serta Buku
Panduan Latihan TPR Januari 2011.
Hal tersebut sebagai bentuk
tindak lanjut dari permintaan Surat
permohonan PT. Pelabuhan Indonesia
III (Pesero) untuk pembersihan ranjau
laut di APBS Surabaya. Titik sebaran
ranjau laut tersebut berada di sekitar
area Dermaga Domistik Surabaya.
Untuk teknis dan metode di
lapangan, terlebih dahulu menurunkan

Prosesi penyapuan ranjau di APBS.

tim Kopaska dan tim penyelam untuk
melakukan pemetaan dan mendeteksi
titik letak koordinat ranjau-ranjau laut
tersebut dan setelah itu kemudian akan
diturunkan pasukan khusus antiranjau
untuk melakukan penyapuan atau
pembersihan.

FOTO:IST

Hadir pada pelaksanaan pembersihan
ranjau di Dermaga Domestik, Terminal
Petikemas Surabaya ini antara lain KS
Koarmatim, Danlantamal V, Asops
Danlantamal V, dan komandan satuan
dijajaran Koarmatim lainnya. (Rs/
Mra/tim*)

Desa Cipaku Dirintis Jadi Desa Wisata Cagar Budaya

Kadinbudparpora, Subeno saat memberikan sambutan.

Purbalingga, Laras Post – Desa
Cipaku Kecamatan Mrebet, Purbalingga
bakal dirintis menjadi Desa Wisata Cagar
Budaya untuk mengimbangi sejumlah
desa wisata yang pesat berkembang di
kabupaten Purbalingga. Rencana itu
diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan

FOTO:IST

Pariwisata Pemuda dan Olah Raga
(Dinbudparpora) Subeno, mengawali
Pembahasan Draf Rancangan Peraturan
Daerah Pengelolaan dan Pelestarian
Cagar Budaya, Selasa (4/10/2016).
“Tahun ini kita coba deklarasikan
satu desa wisata cagar budaya di desa

Cipaku, Mrebet. Disana potensinya
(benda cagar budaya-red) sudah
cukup banyak kita tinggal menambah
saja,” kata Subeno di Operation Room
Graha Adiguna komplek Pendapa
Dipokusumo.
Menurutnya, saat ini kabupaten
Purbalingga tengah mengembangkan
sejumlah desa wisata dimana kecepatan
perkembangannya mencapai diatas
300 persen. Dengan membentuk
desa cagar budaya, lanjut Subeno,
diharapkan kabupaten Purbalingga
bisa mengimplementasikan paradigma
terakhir dari pengembangan cagar budaya
yakni pengembangan cagar budaya dari
sisi ekonomi. Nantinya, museum dan
tempat-tempat cagar budaya bisa menjadi
lokasi wisata yang menarik dan bisa
membiayai dirinya sendiri.
Terkait pembahasan draf Raperda
Pengelolaan dan Pelestarian Cagar
Budaya Subeno menandaskan sebagai
daerah yang memiliki potensi cagar
budaya yang sangat besar, maka perlu

diatur dengan sebuah peraturan daerah
atau Perda. Perda yang akan disusun
mengacu pada Undang Undang Nomor
11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
dan Perda Cagar Budaya yang sudah
terlebih dahulu dimiliki Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah. “Mudahmudahan Purbalingga tidak termasuk
daerah yang terlambat menyusun Perda
tentang Cagar Budaya,” katanya.
Public Hearing terhadap Draf
Raperda Pengelolaan dan Pelestarian
Cagar Budaya menghadirkan tim
penyusun Raperda dari Lembaga
Pengabdian Masyarakat (LPM)
Universitas Jeneral Soedirman (Unsoed)
Purwokerto, DR. Rawuh Edi Priyono,
MSi ; Drs Bambang Widodo, M.Par dan
Tenang Haryanto, SH, MH.
Selain itu juga menghadirkan
sejumlah organisasi perangkat daerah
(OPD) meliputi Bappeda, DPU,
DPPKAD, Badan Lingkungan Hidup,
Bagian Hukum Setda dan Tim Ahli
Cagar Budaya Purbalingga. (Agus.P)

2

Laras Regional

14

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

Pelaku Teror Dilumpuhkan
Brimob Polda Bali
Fotoash

E. Esmeralda, salah satu kapal perang AL Chile kunjingi dan merapat di
Palabuhan Benoa Bali,

BE. Esmeralda, Kapal Perang
Latih Chile Itu Kunjungi Bali

Surabaya Laras Post - BE. Esmeralda, salah satu kapal perang AL
Chile kunjingi dan merapat di Palabuhan Benoa Bali, Kedatangan kapal perang dalam rangka kunjungan wisata dan bekal ulang logistic
itu sandar di dermaga Timur Pariwisata, Pelabuhan Benoa, Denpasar
Bali, Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Lantamal V sekaligus mengamankan kedatangan kapal perang sahabat tersebut, kemarin. (7/10)
Kapal perang yang mirip dengan KRI Dewa Ruci itu tiba di
Pelabuhan Benoa, Denpasar, pada Kamis pagi dengan membawa 335
personel. Esmeralda, akan berada di Denpasar selama beberapa hari
sebelum melanjutkan perjalanan kembali menuju Sydney setelah sebelumnya menyinggahi Shanghai sebelum tiba di Pulau Dewata ini.
Komandan Kapal BE. Esmeralda, Captain Carlos Schnaidt
Mecklenburg mengatakan, selama beberapa hari kedepan, Ia beserta
kru akan melakukan kunjungan di Pulau Dewata ada berbagai agenda
kegiatan baik yang dikhususkan untuk masyarakat ataupun mempererat hubungan kerja sama militer dengan Pemerintah Indonesia.
Dijadwalkan mulai kemarin hingga hari Minggu (9/10) mendatang,
Esmeralda akan melakukan open ship dan masyarakat diperbolehkan
naik dan meliat-lihat secara langsung fasilitas yang dimiliki kapal latih
tiang tinggi tersebut. Untuk waktu kunjung, mereka menjadwalkan
mulai pukul 14.00 sampai 16.00 Wita.
“Siapa saja boleh melihat tanpa harus melakukan pendaftaran
terlebih dahulu, kami telah menyiapan guide utuk memandu dan
menjelaskan secara gambalng tentang kapal latih ini,” ujarnya.
Captain.
Selain tentang kapal perang yang diklaim tertinggi kedua di dunia,
akan diuraikan juga mengenai Angkatan Laut negara tersebut. Carlos
–sapaan akrab Komandan Esmeralda ini mengak bahwa dirinya akan
melakukan kunjungan ke Pangkalan TNI AL Denpasar, kunjungan ke
Gubernur Bali, Konsulat Kedutaan Chile di Bali, dan olahraga bersama
dengan prajurit TNI AL, Lanal Denpasar serta kunjungan ke tempat
pariwisata di Pulau Bali.
Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, yang
diwakili oleh Palaksa Mayor Laut (P) Sobarudin didampingi Duta
Besar Negara Chile Mr. Gonzalo Mendoza, seluruh Perwira Staf serta
Anggota Lanal Denpasar menyambut kedatangan Esmeralda.
Untuk memgamankan Kapal BE. Esmeralda (BE 43) bertipe Kapal
Perang Latih, dengan panjang 113 meter, lebar 13,11 meter, draft
7 meter, berat 3.673 ton yang tengah sandar di Benoa Bali ini, Lanal
Denpasar telah menyiapkan 1 (satu) SST pasukan Lanal Denpasar, 1
(satu) Catamaran dan 1 (satu) Rubber Boat Lanal. (Rs/Mra/Tim*)

Ilustrasi

Foto:ist

Penipuan Berkedok Janjikan
Honorer Menjadi CPNS
Lamongan, Laras Post - Penipuan berkedok menjanjikan korban
menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menimpa Subakar (63)
warga Desa Deket Agung, Kecamatan Sugio, Lamongan serta Hadi
Pranoto (38) warga Desa Jubelkidul, Kecamatan Sugio, Lamongan.
Keduanya menjadi korban Supono, yang menjanjikan bisa
membantu menjadi CPNS.
“Dengan imbalan sejumlah uang, saya percaya Supono bisa
membantu menjadikan salah satu anak saya sebagai PNS. Tapi ternyata
semua ini hanya rekayasa, dan saya kena tipu,” tutur Subakar, Selasa
(4/10/2016).
Sama halnya dengan Subakar, Hadi yang berprofesi sebagai
penjaga sekolah mengaku kepincut dengan tawaran Supono, karena
yang bersangkutan bisa mengusahakan dirinya naik jabatan dengan
diangkat sebagai CPNS.
“Tapi setelah saya lama menunggu, panggilan menjadi PNS
yang dijanjikan olehnya tak kunjung saya dapatkan. Makanya, saya
kemudian melaporkan Supono ke polisi, sebab saya juga sudah terlanjur
membayar sejumlah uang kepadanya,” beber Hadi.
Atas dasar laporan Subakar dan Hadi, kemudian jajaran Satreskrim
Polres Lamongan mengamankan tersangka di rumahnya yang berada
di Dusun Wangun, Desa Daliwangun, Kecamatan Sugio, Lamongan,
pada Senin (3/10/2016) kemarin sekitar pukul 13.30 WIB.
“Sekali lagi, ini menjadi pelajaran bagi kaMI semua untuk tidak
mudah percaya akan seseorang, yang menjanjikan bisa membantu
menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang. Karena kejadian seperti
ini tidak sekali ini saja, tapi sudah berulang beberapa kali,” ujar Kepala
Urusan Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan.
Raksan juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Supono,
karena yang bersangkutan masih tercatat sebagai PNS aktif di salah
satu Dinas Pemerintahan Daerah setempat.
“Untuk itu, saya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak
mudah percaya, meski yang menjanjikan menjadi CPNS itu adalah PNS
aktif. Sebaiknya, jika ingin menjadi CPNS ya ikuti saja prosedur yang
telah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Supono saat ini
diamankan di Mapolres Lamongan. Ia dijerat Pasal 378 junto Pasal 372
KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman penjara selama
empat tahun. (Munawar)

Warga Kecamatan
Petang Kabupaten
Badung-Bali, Rabu
(28/9/2016) dikejutkan
oleh suara bom yang
meledak di jembatan
Tukad Bangkung di
wilayah kecamatan
tersebut.

Badung, Bali Laras Post – Sesaat
setelah bom pertama meledak,tibatiba beberapa personil pasukan
elite Polda Bali (Brimob) yang
berpakaian loreng nampak mengejar
pelaku teror bom yang sebelumnya
sudah diintai oleh pihak Polda Bali.
Begitupula sang teroris yang
merasa sudah diintai gerak
geriknya,segera meledakan bom
tersebut untuk mengelabuhi
pasukan Brimob yang sudah
mengepungnya.
Merasa terdesak dengan baku
tembaknya melawan pasukan
tempur milik Polda Bali ini,salah
satu pelaku teroris masuk ke rumah
warga dan menyandra warga
tersebut.
Sementara itu personil
Brimob lainnya nampak cekatan
mengamankan Tempat kejadian
Perkara (TKP) dan sekitarnya dengan
alat penjinak dan pendeteksi bom
yang dikawatirkan masih ada bom
yang dipasang oleh teroris tersebut.
Disisi lain masih disekitar
TKP,pasukan berbaju loreng Polda
Bali mengevakuasi warga setempat
ke tempat yang lebih aman dari aksi
teror yang baku tembak dengan
petugas.
Namun,berkat keahlian strategi

Fotoash

personil pasukan elite Polda Bali (Brimob) yang berpakaian loreng nampak mengejar pelaku teror bom yang
sebelumnya sudah diintai oleh pihak Polda Bali
tempurnya pasukan Brimob Polda
Bali ini dapat melumpuhkan dan
menyelamatkan warga yang
disandra teroris.
Kejadian tersebut merupakan
atraksi simulasi pasukan elit
Kepolisian Daerah Bali yang
disaksikan oleh Kapolda Bali,Irjen
Pol. Sugeng Priyanto,SH,MA,Rabo
(28/9/16) di Kecamatan Petang
Kabupaten Badung.
Atraksi yang merupakan
penutupan Pelatihan Peningkatan
Kemampuan Pelopor Brimob
Polda Bali tersebut sudah dimulai
tanggal 25 September 2016. Diawali
dengan berjalan kaki dari markas
Brimob Tohpati Denpasar menuju

Kubu Karangasem,Kintamani,dan
berakhir di Desa Plaga,Kecamatan
Petang Kabupaten Badung.
Dengan jarak tempuh lebih
kurang 90 Km,pasukan Brimob
Polda Bali ini mengikuti pelatihan
yang berakhir dengan pelatihan
peragaan bahaya garis melintasi
jembatan dengan ledakan dan
tembakan.
Dalam sambutannya,Kapolda
Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto
di hadapan seluruh undangan
dan 40 personil Brimob Polda
Bali peserta latihan mengucapkan
terimakasih kepada seluruh
personil yang terlibat dalam latihan
tersebut. Ucapan terimakasih juga

disampaikan Jenderal Bintang
Dua ini kepada masyarakat dan
pemerintah setempat yang turut
mendukung pelatihan yang
dilaksanakan oleh anggotanya yang
merupakan pasukan elit Sat Brimob
Polda Bali.
“Saya berharap latihan ini dapat
mendukung tugas Kepolisian dalam
mengawal dan mengamankan
negara Indonesia serta mengayomi
dan melindungi warga masyarakat
dari bahaya teroris,”pungkas Sugeng
yang kemudian menandai dengan
penyiraman air kembang kepada
para peserta pelatihan sebagai simbol
ditutupnya latihan ketangkasan
tersebut. (ASH)

Tahun Baru Hijriyah Harus Jadi Budaya Perubahan
Purbalingga, Laras Post – Tahun
Baru Hijriyah yang diperingati umat
Islam setiap tahunnya diharapkan
tak hanya jadi ajang instrospeksi
diri, apa yang sudah dilakukan
di tahun sebelumnya. Namun
momen tersebut juga menjadi
makna spiritual setiap umat Islam
berupa keimanan, ketaqwaan
serta habluminalloh (hubungan
antara manusia dengan
Allah) semakin ditingkatkan.
“Oleh karenanya, melalui momen
tahun baru ini kita harapkan
makna spiritual keimanan kita,
k e t a q w a a n  h a b l u m i n a l l a h  k i t a
di tahun yang baru ini kita
tingkatkan,”ctutur Bupati
Purbalingga Tasdi saat sambutan
pada Pengajian Akbar Menyambut
Tahun Baru Hijriyah 1438 yang
dimeriahkan hiburan Nasida Ria
dan Tausiah Ustad KH Achmad
Suswanto di Alu-alun Purbalingga
Sabtu (1/10/2016) malam yang
diikuti Wakil Bupati Purbalingga
Dyah Hayuning Pratiwi, pimpinan
Forkopimda, pimpinan OPD dan
tokoh agama serta masyarakat.
Bupati menambahkan,
bahwa momen tahun baru juga
harus menjadi makna sosial
a g a r  h a b l u m i n a n a s  ( h u b u n g a n
antara manusia dengan manusia)
seperti meningkatkan kebersamaan,
menjaga ukhuwah, menjaga
kekeluargaan sehingga dengan hal

Foto:sam

Bupati Purbalingga Tasdi saat sambutan pada Pengajian Akbar Menyambut Tahun
Baru Hijriyah 1438

tersebut umat Islam diharapkan
untuk saling menjaga persatuan,
kebersamaan dan kekeluargaan
masyarakat Purbalingga lebih
meningkat. Selain itu, momen tahun
baru juga diminta untuk membangun
kultur (budaya), yakni yang selama
ini setiap tahun baru Islam belum
pernah melakukan perinagatanperingatan. Namun tahun ini dan
tahun-tahun yang akan datang,
pihaknya akan mengemas setiap
datangnya tanggal 1 Muharram akan
melaksanakan kegiatan keagamaan
berupa pengajian akbar dan kegiatan
lainnnya.
“Makna budaya dalam tahun
baru, adalah untuk membangun
kultur kita, mungkin selama ini

setiap tahun baru Islam belum
pernah melaksanakan peringatanperingatan, namun untuk tahun ini
kita akan kemas setiap menjelang 1
Muharam kita akan melaksankan
pengajian dan peringatanperingaatn untuk tidak lupa bahwa
kita malam ini memasuki tahun baru
hijriyah,”tuturnya.
Menurut Bupati, untuk merubah
dari perkara yang hitam menjadi
yang putih memang agak berat
bahkan diperlukan ketelatenan,
makanya ketika malam tahun baru
Masehi banyak sekali yang hadir di
alun-alun, sedangkan tahun baru
Islam malah sebaliknya.
“Keliahatanya untuk tahun
baru hijriyah ini belum semuanya

masyarakat Purbalingga hadir dan
ini ini perlu ketelatenan untuk
merubah budaya tersebut, karena
untuk menggiring ke syurga perlu
hati hati serta perlu pembelajaran
juga perlu keimanan dan perlu
ketaqwaan.Untuk itu, tentunya
dengan tahun baru tersebut, semua
harus mengubah budaya yang
kurang baik dan diubah menjadi
baik serta budaya atau hal-hal yang
kurang baik agar diubah lebih baik
lagi. Melaui tahun baru ini selain
harus mejadi instrospeksi apa yang
sudah dan akan dilakukan di tahun
mendatang sekaligus apa yang
diperbuat untuk raykat,”ujarnya.
KH Achmad Agus Suswanto
dalam tausiahnya dengan iringan
Grup Nasidaria dari Semarang
berharap, agar Purbalingga tetap
mempunyai empat manusia yang
dapat meredam agar kiamat tidak
semakin mendekat, yaitu ilmunya
para ulama, pemerintahan yang adil,
kedermawanannya orang kaya dan
doa dari orang-orang fakir.
“Untuk itu, agar orang fakir miskin
yang doanya mustajab makanya
di dunia ini butuh di doakan oleh
orang fakir, kalau orang sudah tidak
mau ngaji, pemimpinnya tidak benar
banyak orang kaya pelit dan orang
misikin hanya menyumpahin maka
dunia akan kiamat. Oleh karena
itu mudah-mudahan Purbalingga
punya empat orang ini yaitu.(Sam)

Kelompok Tani Ngudi Makmur Laksanakan Panen Raya

FOTO:sam
Kelompok tani Ngudi Karya dan Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Sidakangen Kecamatan
Kalimanah melaksanakan panen raya/ farmer field day (FFD) pada Selasa (4/10/2016) di areal
pertanian Desa setempat

Purbalingga, Laras Post – Kelompok
tani Ngudi Karya dan Kelompok Tani
Ngudi Makmur Desa Sidakangen
Kecamatan Kalimanah melaksanakan
panen raya/ farmer field day
(FFD) pada Selasa (4/10/2016) di
areal pertanian Desa setempat.
Ketua Kelompok Tani Ngudi
Karya, Suparyo mengatakan, kegiatan

ini sebagai bentuk syukur kehadirat
Allah Subhanahu wata’ala Tuhan Yang
Maha Esa atas hasil panen padi yang
berlimpah.
Kegiatan panen raya meliputi 33
Hektar lahan dari kelompok tani Ngudi
Karya dan juga 35 Hektar dari Ngudi
Makmur. Dengan menggunakan sistem
tanam jajar legowo (jarwo) ubinan 2:1

mampu menghasilkan profitas 7,7 ton/
Ha dan dari sistem 4:1 menghasilkan
5,6 ton/Ha.
Suparyo menyebutkan, selain
panen raya, beberapa kegiatan juga
telah dilaksanakan diantaranya Rehab
Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dengan
volume mencapai 100 Ha, gerakan
antisipasi hama kresek dan wereng
batang coklat bagi tanaman padi, dan
juga asuransi usaha tanaman padi yang
diikuti seluruh petani yang mempunyai
lahan pertanian.
Sedangkan untuk penerapan
teknologi baru alat-alat pertanian,
Suparyo mengaku masih kesulitan
karena tidak semua peralatan pertanian
dapat dipergunakan secara maksimal
dan juga belum sepenuhnya alat-alat
pertanian itu dimiliki sendiri.
“Contohnya combine harvester
(mesin pemanen padi), hanya bisa
dipergunakan di tempat yang kering
dan tidak berlumpur dalam,” terang
Suparyo.
Bupati Purbalingga Tasdi,
didampingi Wakil Bupati Dyah

Hayuning Pratiwi, unsur Forkopimda
dan juga sejumlah pejabat terkait   yang
berkenan hadir membuka kegiatan
panen raya menyampaikan apresiasi dan
berterima kasih kepada para kadang tani
yang telah bekerja keras ikut serta
menjaga ketahanan pangan yang menjadi
salah satu penopang kemakmuran di
Kabupaten Purbalingga.
“Tanpa adanya kerja keras
para kadang tani, para pahlawan
pertanian, ora bakal Purbalingga arep
makmur pangane,” katanya.
Menurut Bupati, Kalimanah
adalah salah satu lumbungnya pangan
Kabupaten Purbalingga sehingga
perlu dijaga baik petani maupun lahan
pertaniannya yang berjumlah sekitar
1400 hektar  yang menyumbang atas
surplus beras 63.000 ton pada tahun
2015.
“Untuk itu saya berterima kasih,
semoga kontribusi beras para petani
dalam rangka ketahanan pangan di
Kabupaten Purbalingga terutama dari
Kalimanah tetap terjaga,”  ujar Bupati
Tasdi . (Sam)

Laras Regional

Sabtu, 16 maret 2013

Edisi 77 / TH V / 10 - 23 oktober 2016

3

15

Pendidikan Merupakan
Hasil Dari Pembentukan Karakter
Ketua Panitia Wasis Abadi.

FOTO:(Agus. P

250 Guru Penjaskes Ikuti
Pelatihan Aktifitas Ritmik
Purbalingga, Laras Post – Sebanyak 250 guru pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) tingkat Sekolah Dasar (SD) SeKabupaten Purbalingga di Gedung Olah Raga (GOR) Mahesa Jenar
Kamis (6/10/2016) mengikuti kegiatan pelatihan aktifitas ritmik.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari 6-9 Oktober selain
untuk meningkatkan kemampuan professionalme guru penjas dalam
rangka pembelajaran yang lebih inovatif juga untuk mempererat tali
silaturahmiu antar sesama guru.
“Kegiatan ini dikuti oleh guru penjas se-Kabupaten Purbalingga
agar kemampuan serta profesionalitasnya dalam rangka pembelajaranlebih inovatif, selain itu juga dalam rangka meningkatkan tali
silaturahmi antar sesama guru,”terang Ketua Panitia Wasis Abadi.
Bupati Purbalingga Tasdi dalam sambutannya menuturkan,
bahwa untuk menunjang kegiatan olah raga khususnya untuk olah
raga dalam ruangan atau indoor, pemerintah kabupaten (pemkab)
Purbalingga akan membangun gedung tersebut di dekat Stadion
Goentoer Darjono. Sedangkan apabila gedung indoor (Mahesa Jenar
red) ada di dekat pusat kota, maka kalau ada kegiatan besar akan
menimbulkan kemacetan.
“Untuk itu, kegiatan olah raga dalam ruangan akan di pindah
ke Stadion Goentoer Darjono Purbalingga, selain akesnya mudah,
karena kalau tetap disini (Mahesa Jenar) setiap ada kegiatan besar
akan memacetkan lalu lintas di kota,” jelasnya.
Sedangkan GOR Mahesa Jenar tersebut, sambung Bupati akan
di fungsikan sebagai gedung kesenian serta akan dibangun seperti
Gedung Kesenian Balai Sarbini Jakarta. (Agus.P)

Guna melaporkan
pertanggung jawaban
pengurus Persatuan
Guru Republik
Indonesia (PGRI) Kota
Denpasar kepada
anggota, masyarakat
dan pemerintah
tentang perkembangan
pelaksanaan program
kerja organisasi ini
selama 5 tahun berjalan
ini.
Denpasar, Laras Post - PGRI Kota
Denpasar mengadakan sebuah
Konferensi lima tahunan sekali,
pada Jumat (30/9/2016) di Hotel
Niki Denpasar. Dimana konferensi
Kota PGRI Denpasar ini di hadiri dan
di dibuka langsung oleh Walikota
Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, 
yang ditandai dengan pemukulan gong.
Di dampingi Wakil Ketua DPRD
Kota Denpasar Made Muliawan Arya,
Asisten Administrasi Pembangunan
Kota Denpasar Nyoman Ngurah
Jimmy Sidharta, Ketua PGRI Bali Gede
Wenten Aryasuda, dan Ketua PGRI
Kota Denpasar I Nyoman Winata,
Walikota Rai Mantra mengatakan,
sebuah pendidikan itu ialah sebuah hasil
dari pembentukan karakter masyarakat
maupun karakter pemerintah, jadi
masalah kurikulum sangatlah sensitive
disini dikarenakan kurikulum saat ini

harus bisa membentuk sebuah karakter
manusia yang lebih baik didalam dunia
pendidikan. 
Dimana dalam konferensi ini,
para guru bisa melakukan semua
kegiatannya dengan baik didalam
mengelola program-program yang
dikerjakan, sebab PGRI ini merupakan
sebuah organisasi yang sangat strategis
dan sudah sah badan hukumnya.
Apalagi sekarang ini kita berada di era
digitalisasi dan ekonomi kreatif, kalau
ekonomi kreatif ini dasarnya ialah
sebuah pembentukan karakter, jadi
untuk mebentuk karakter ini perlunya
sebuah kurikulum pendidikan yang
mendasar di sebuah visi dan misi
pendidikan itu sendiri. 
“Jadi saya berkomitmen selama
kepemimpinan saya ini sudah tidak ada
jarak lagi anatara Pemerintah dengan
PGRI Kota Denpasar, saya akan terus
mendukung semua kegiatan programprogram PGRI Kota Denpasar untuk
peningkatan kualitas guru”, ujarnya. 
an diharapkan para guru-guru bisa
mengadakan sebuah workshop antara
guru, guna membahas permasalahan
mengenai kualitas pendidikan yang
akan di berikan kepada anak-anak
didiknya, agar menjadi sebuah karakter
yang baik, dikarenakan Pemerintah
Kota juga perlu sebuah support dari
PGRI, agar kami mengetahui mengenai
permasalahan-permasalahan apa
saja yang di hadapi dalam mendidik
karakter anak-anak. Oleh sebab itu
dengan adanya konferensi ini mudahmudahan PGRI Kota Denpasar bisa terus
menjalankan program-program yang
sudah ada dan menjadikannya jauh lebih

FOTO:ASH

PGRI Kota Denpasar mengadakan sebuah Konferensi lima tahunan sekali, pada
Jumat (30/9/2016) di Hotel Niki Denpasar.

baik, walapunn nantinya kepengurusan
ini sudah berubah silih berganti.
Sementara Ketua PGRI Kota
Denpasar I Nyoman Winata mengatakan
Konferensi Kota PGRI Denpasar
2016 ini, wajib dilaksanakan sebagai
konsekwensi dari pelaksanaan anggaran
dasar dan anggaran rumah tangga PGRI
yang telah melaksanakan tugas selama
satu periode yakni 5 tahun yang berakhr
tahun 2016 ini. 
Dimana selama lima tahun ini
peningkatan peran PGRI sebagai
organisasi profesi guru di Indonesia
bersama-sama dengan pengurus besar
dan provinsi sudah mengadakan
kerjasama dengan pihak dalam
maupun luar Negeri. Dan program
kerja kami selama 5 tahun ini bisa

terlaksana dengan baik, walaupun
masih program-program yang masih
perlu mendapat perhatian khusus dalam
penanganannya. 
“Saya harapkan peserta Konferensi
Kota PGRI Denpasar bisa berperan
aktif menyimak dan memberikan
masukan, baik dalam penyusunan
program 5 tahun mendatang maupun
dalam pemilihan pengurus Kota
PGRI Denpasar, serta kepada masingmasing Ketua pengurus PGRI cabang
Denpasar  bisa memberikan respond
dan tanggapan umum tentang laporan
pelaksanaan program kerja dan laporan
keuangan, serta memberikan saran
guna kemajuan perkembangan PGRI
lima tahun kedepan”, ungkap Winata.
(ASH)

Mentan Sanggupi Tambah Subsidi IB

FOTO:ms

Pondok Pesantren (Ponpes) Jagad Sholawat di Desa Bagorejo
Kecamatan Srono, Banyuwangi menggelar acara halal bihalal
bersama alumni dan warga sekitar Ponpes

Ponpes Jagad Sholawat
Gelar Halal Bihalal

Banyuwangi, Laras Post – Pondok Pesantren (Ponpes)
Jagad Sholawat di Desa Bagorejo Kecamatan Srono,
Banyuwangi menggelar acara halal bihalal bersama alumni
dan warga sekitar Ponpes, pada Kamis (29/9/2016).
Kyai Nur Wahyu Hafifi yang akrab dengan panggilan Gus Nur dalam
Mauidhohnya mengatakan, pondok pesantren adalah wadah mencari
ilmu agama yang baik, untuk membentuk jiwa islami, dan menangkal
aliran radikal yang mulai merusak faham ahlussunah waljamaah.
“Dengan pesantren kita bisa mendidik anak untuk mencari ilmu
pengetahuan islam, dan kita semua harus berhati-hati dalam memilih
pesantren,” terangnya
Ia menyatakan, pihaknya berharap para masyarakat lebih tertarik
untuk memasukan anak-anaknya ke Ponpes. “Kami berharap mudahmudahan anak-anak kita semua bisa diarahkan ke pondok pesantren,
agar tertata akhlaknya, dan agar tidak salah dalam pergaulan bebas
yang semakin memprihatinkan akhlaknya,” ujar Gus Nur.
Namun demikian Gus Nur juga berpesan agar para orang tua
untuk berhati-hati dalam memilih Ponpes, karena banyak pesantren
yang mengajarkan aliran Wahabi. “Pilihlah pesantren berfaham
Salafiyah Syafi’iyah,” imbuhnya pada Laras Post. (MS)

Villa
penginapan
yang sejuk
dan Asri
di Puncak
Bogor
Kamar tidur: 124 Luas tanah: 5415 m2
Kamar mandi: 185 Luas bangunan: 4800 m2

Alamat Graha Dinar :
Jl. Raya Puncak Km. 79,3 Bogor

(0251) 825 - 5047, (0251) 825 - 5062

Lamongan, Laras Post - Menteri
Pertanian RI Andi Amran Sulaiman
menyanggupi untuk menambah
subsidi pembelian semen (sperma
sapi) untuk Inseminasi Buatan (IB). itu
dinyatakannya saat menghadiri Panen
Pedet (anakan sapi) dan Pencanangan
Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib
Bunting (Upsus Siwab) di Waduk
Gondang/Lamongan, Sabtu (8/10).
Permintaan untuk menurunkan
bahkan menggratiskan biaya IB itu
disampaikan Gubernur Jawa Timur
Soekarwo (Pakdhe Karwo) yang turut
hadir di Waduk Gondang.”Saya minta
harga untuk IB bisa turun. Lebih baik
menurunkan pendapatan dari IB, tapi
kesejahteraan peternak naik, “ pintanya
kepada Amran.
Pakdhe Karwo juga siap
meningkatkan anakan hasil IB sehingga
bisa meningkatkan populasi ternak
sapi. Di Jawa Timur, kata dia, dari 1,
3 juta sapi yang dilakukan IB, sukses
melahirkan 1, 050 juta ekor. Sementara
keseluruhan populasi ternak sapi di
Jawa Timur menurut dia ada 4, 267
juta ekor.
Mentan sendiri dalam kesempatan
pertama langsung menyanggupi
permintaan Gubernur Jawa Timur dua
periode tersebut. “Kami bekerja sesuai
visi Bapak Presiden Jokowi, menjadi

FOTO:ist

Gubernur Jawa Timur bersama Menteri Pertanian Menteri UMKM dan Koperasi dan
Menteri Perdanganan menuju ketempat Acara Panen Peded Hasil Inseminasi Buatan
IB di Waduk Gondang Kab. Lamongan

pelayan bagi masyarakat. Saya sanggupi
permintaan Pak Gubernur tadi. Apalagi
disini juga hadir rekan kerja dari Komisi
IV, Pak Viva yoga Mauladi, “ kata
Amran.
Sementara Bupati Fadeli menyebut
potensi ternak sapi di Lamongan cukup
besar, karena didukung ketersediaan
pakan dari perkebunan tebu dan jagung.
Dia menyebut angka 101.790 ekor
sebagai populasi sapi di Lamongan.
Sampai Agustus 2016, Fadeli
mengungkapkan kelahiran pedet hasil
IB di Lamongan sudah mencapai 15.138
ekor. Dia menargetkan di akhir tahun

nanti bisa mencapai lebih dari 25 ribu
ekor pedet.
Acara di Waduk Gondang itu cukup
istimewa, karena selain Mentan, juga
dihadiri tiga menteri lainnya. Yakni
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah Anak Agung Gede Ngurah
Puspayoga, Menteri Perdagangan
Enggartiasto Lukita dan Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.
Para menteri yang hadir
menyampaikan upaya terpadu mereka
untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Seperti Anak Agung Gede

Ngurah Puspayoga yang menyebutkan
akan meningkatkan peran koperasi
sebagai Badan Usaha Milik Rakyat
untuk melakukan pembelian gabah
petani dengan menanggung biaya
transportasinya.
Sedangkan Enggartiasto Lukita
menyampaikan akan memberikan izin
bagi koperasi untuk melakukan impor
sapi bakalan untuk meningkatkan
populasi ternak sapi di Indonesia.
Untuk Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi, seperti disebutkanm
Eko Putro Sandjojo, akan terus
meningkatkan dana bagi desa hingga
mencapai Rp 111 triliun di tahun
2019. Karena sebanyak 100 juta
angkatan kerja berada di desa. Dan
dengan meningkatkan anggaran
bagi desa, akan turut meningkatkan
kesejahteraan bagi masyarakat desa
yang 80 persennya adalah petani.
Beberapa ternak sapi milik warga
Lamongan menjadi pemenang dalam
kontes ternak tingkat Jawa Timur.
Seperti peternak Gunawan yang
menjadi juara pertama kategori pedet
betina lokal, peternak Sawiyan meraih
juara pertama kategori pedet jantan
lokal dan Aman meraih jura pertama
di kategori pedet jantan persilangan
IB. (Munawar)

Purbalingga Kembali Gelar Festival Gunung Slamet
Purbalingga, Laras Post - Kembali
Kabupaten Purbalingga menggelar
event nasional yakni Festival
Gunung Slamet (FGS). Event yang
digelar untuk kedua kalinya akan
di selenggarakan pada tanggal
13-15 Oktober 2016. Pemusatan
kegiatan bertempat di Desa
Serang Kecamatan Karangreja.
 
Menurut Kepala Dinas
Kebudayaan Pariwisata Pemuda
dan Olahraga (Dinbudparpora)
Kabupaten Purbalingga, Subeno
mengatakan kegiatan pembukaan
festival rencananya akan dihadiri
oleh Direktur penghayat dan tradisi
pada Ditjen Kebudayaan Kementrian
Pendidikan dan Kebudayan. Juga
akan di undang Gubernur Jawa
Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati
sekitar.
“Pembukaan Festival akan
dilakukan acara kirab Si Kopyah
dengan menggunakan property 777

lodong dan telah didaftarkan untuk
mendapatkan rekor MURI,” kata
Subeno, Selasa (4/10/2016).
Untuk memeriahkan FGS juga
akan dilakukan, lanjut Subeno juga
akan diadakan parade budaya 9
kabupaten di Jawa Tengah. Yakni
Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara,
Cilacap, Kebumen, Pemalang, Tegal,
Brebes dan Pekalongan. Kegiatan
akan dilaksanakan di alun-alun,
Jum’at (14/10/2016) pukul 15.0023.00 WIB.
Data dari Dinbudparpora ada 10
kegiatan untuk memeriahkan FGS
yakni pagelaran Wayang Kulit di
Desa Serang, Kamis (13/10/2016),
Lomba mewarnai siswa SD di
alun-alun Purbalingga, Jum’at
(14/10/2016), Parade Band di alunalun, Jum’at (14/10).  Parade Ebeg
(kuda kepang) bertempat di desa
Serang, Jum’at (14/10/2016).
Kemudian Kirab tumpengan

Festival Gunung Slamet

hasil bumi dan ruwatan di desa
Serang, Sabtu pagi (15/10/2016),
Pementasan musik Jazzy Gunung
Slamet dengan penyanyi Isyana
Saraswati di rest Area Serang, Sabtu

FOTO:(Agus. P

Malam (15/10/2016). juga ada
lomba foto dan video FGS, terahir
akan diselenggarakan Konggeres
Gunung di desa Serang pada akhir
November. (Agus. P)

Strategis Market Disperindag UMKM Surabaya
Surabaya Laras Post – Kemajuan
para pelaku UMKM di kota Surabaya
cukup memuaskan karena banyak
diantara mereka menjadi binaan
Disperindag UMKM Pemkot
Surabaya dengan total 230 Anggota.
Berbagai macam produk asli dari
tangan karya anak bangsa masuk di
dinas UMKM Surabaya. Titik area
dibagi empat titik yaitu, di Siola
Center, ITC Surabaya, City Tommoro
di menanggal Surabaya dan di MERR

Surabaya Timur. (7/10)
Disperindag UMKM Surabaya
merangkul para pelaku UMKM
dengan harapan dan tujuan tidak
lain adalah menjadi jembatan market
produk dari para Anggotanya agar
mampu bersaing dengan produk dari
negara lain, dengan cara mendapatkan
fasilitas tempat disiapkan oleh dinas
secara gratis tanpa biaya apapun.
Dengan syarat mereka memiliki
SIUP atau Surat Keterangan Domisili

Usaha dari RT/RW dan Kelurahan,
foto kopi KTP dan yang terakhir
NPWP. Mengapa demikian, yaitu
agar para pelaku identitas usahanya
sangat jelas buat kami sehingga kami
bisa mengontrol produknya dengan
baik dan membina mereka dengan
baik pula, Pungkas Dwi Sasanko
bidang Promosi UMKM Pemkot
Surabaya.
Strategi pemasaran dijalankan
secara offline melalui pameran –

pameran secara individu maupun
gabung dengan instansi - instansi
lainnya, seperti di Kampus – kampus,
Taxi, perusahaan swasta dan Dinas
Pariwisata atau Travel lainnya saat
ada kunjungan tourist dari manca
Negara untuk memperkenalkan
produk UMKM ke mereka dan bisa
dijadikan sebagai cendera mata untuk
mereka pula. Tujuannya adalah hasil
produk UMKM di Surabaya bisa
dikenal oleh warga Surabaya lebih

dekat lagi bahwa di Surabaya banyak
sekali para pengrajin atau para UMKM
di Surabaya patut diperhitungkan dan
diperhatikan. Masalah kwalitas produk
bisa dijamin dan produk UMKM ada
beberapa telah merambah ke tingkat
eksport. imbuh Dwi Sasangko.
Untuk menghadapi MEA ini
sangatlah besar dalam memajukan
produk asli Indonesia sehingga
tidak kalah dengan produk dari luar.
Harapan terbesar dari Dwi Sasangka,

dalam pemasaran kami akan selalu
koordinasi dengan pmpinan dan
para pelaku untuk memajukan
produk UMKM bisa menjadi produk
unggulan di rumah sendiri. Lalu
strategi kedepan kami mencoba
menggunakan website untuk masing
– masing para pelaku UMKM di kota
Surabaya khususnya Anggota Kami,
denagn cara memberikan pelatihan
terhadap website secara gratis pula.
tutup Dwi S. (Rs)

2

RAGAM
ragam

16
16

EDISI
/ TH.
OKTOBER2016
2016
Edisi
7777
/ TH
V / 510/ 10-23
- 23 oktober

Presiden Jokowi Saksikan Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016

Brigjen TNI Madsuni Resmi
Jabat Danjen Kopassus

Perkuat Kemampuan
Militer Indonesia

Terhadap kawasan
Natuna dan pulau-pulau terluar Indonesia
lainnya, pemerintah
berkomitmen untuk
melakukan penguatan
di segala aspek

Natuna, Laras Post - Usai
menempuh penerbangan sela­
ma sekitar dua jam dari Bandara
Halim Perdanakusuma, Presiden
Joko Widodo bersama dengan
Ibu Negara Iriana Joko Widodo
tiba di Bandar Udara Rinai, Ka­
bupaten Natuna.
Presiden dan rombongan
langsung meninjau alutsista mi­
lik TNI Angkatan Udara (AU)
dengan berjalan kaki menuju lo­
kasi parkir pesawat tempur Su­
khoi Su­27/30 di Apron Bandar
Udara Ranai.
Pada kesempatan itu, Pre­
siden didampingi Ibu Negara,
Iriana, Panglima TNI Jenderal

TNI Gatot Nurmantyo, Kepala
Staf Angkatan Udara Marsekal
TNI Agus Supriatna. langsung
meninjau alutsista TNI AU,
Kepala Staf Angkatan Laut Laks­
mana TNI Ade Supandi dan
Kepala Staf Angkatan Darat Jen­
deral TNI Mulyono.
Tiba di samping pesawat,
Presiden menaiki pesawat terse­
but untuk memeriksa kecanggi­
han kokpit SU­30 dan menyem­
patkan diri untuk duduk di
dalamnya dengan mengenakan
helm tempur pesawat Sukhoi.
Usai berada di kokpit pesawat
selama sekira tujuh menit, Pres­
iden turun dari pesawat untuk
dilakukan penyematan Wing Ke­
hormatan oleh Kepala Staf Ang­
katan Udara.
Setelahnya, Presiden Joko
Widodo berjalan meninjau static
show peralatan tempur yang di­
gunakan dalam Latihan Tempur
Angkasa Yudha 2016.
Dalam latihan tempur yang

FOTO: IST

Kasad Jenderal TNI Mulyono bersalaman dengan Danjen Kopassus Brigjen TNI Madsuni.

Presiden Joko WIdodo foto bersama usai menyaksikan latihan tempur.

difokuskan di Perairan Ranai,
Kabupaten Natuna, tersebut
TNI AU menurunkan hampir
seluruh pesawat tempur andalan
milik mereka. Di antaranya ialah
Sukhoi Su­27/30 (Skuadron

no juga melakukan unjuk kekua­
tan di hadapan Presiden dengan
melakukan pengeboman sasaran
di Laut Natuna. Tampak pula
penerjunan Operasi Perebutan
dan Pengendalian Pangkalan

Rangkaian
latihan puncak
Angkasa Yudha
TNI AU tahun
2016 di Lanud
Ranai, Natuna
Kepulauan Riau
(Kepri), satu hari
pasca HUT TNI
ke-71.

FOTO-FOTO: IST

Udara 11), F­16 (Skuadron Udara
3 dan 16), Hawk (Skuadron Uda­
ra 1 dan 12), T­50i Golden Eagle
(Skuadron Udara 15), dan EMB­
314 Super Tucano (Skuadron
Udara 21).
Presiden bersama Ibu Iriana
yang menyaksikan dari panggu­
ng utama disuguhkan demon­
strasi pertempuran saling kejar
pesawat tempur antara satu
Sukhoi Su­27/30 dan dua F­16.
Selain itu, pesawat Hawk, T50i
Golden Eagle, serta Super Tuca­

Udara (OP3U) yang menggu­
nakan enam pesawat Hercules
C­130 dengan menerjunkan 320
penerjun dan dua pesawat CN­
295 yang menerjunkan 88 pener­
jun secara ‘free fall’.
Rangkaian Upaya Penguatan
Pulau Terluar Indonesia
Menteri Luar Negeri Retno
Marsudi kepada para jurnalis
mengatakan, bahwa latihan yang
diadakan di Natuna merupakan
latihan yang telah dilakukan se­

FOTO-FOTO: IST

cara rutin oleh TNI AU. Kegiatan
serupa juga pernah dilakukan
pada tahun 2013 silam.
“Latihan militer yang diada­
kan tahun ini di Natuna sebe­
narnya merupakan bagian dari
latihan militer yang dilakukan
secara rutin oleh TNI. Tahun 2013
misalnya, latihan serupa juga di­
adakan di Natuna. Tahun 2015
dilakukan di Cilegon dan untuk
tahun ini dilakukan di Natuna,”
terangnya, usai menyaksikan la­
tihan tempur tersebut.
Retno juga menjelaskan, bah­
wa Kepulauan Natuna merupa­
kan salah satu dari sekian ban­
yak pulau terluar di Indonesia
yang harus dikuatkan. Pengua­
tan kemampuan militer dengan
melakukan latihan rutin di Natu­
na merupakan salah satu bentuk
penguatan yang dimaksud.
“Presiden mengatakan bahwa
pulau­pulau terluar Indonesia
harus dikuatkan. Jadi ini adalah
bagian implementasi dari kebija­
kan pemerintah Indonesia untuk
memperkuat pulau­pulau terluar
di Indonesia,” ucap Retno.
Namun demikian, penguatan
yang dilakukan di Kepulauan
Natuna tidaklah terbatas pada
penguatan militer semata. Pe­
merintah sejak beberapa waktu
lalu juga telah berkomitmen un­
tuk memperkuat aspek ekonomi
masyarakat Natuna. Oleh kare­
nanya, selain menyaksikan lati­
han militer, Presiden Joko Wido­
do dalam kunjungannya terse­
but juga meresmikan pelabuhan
udara dan meninjau kawasan in­
dustri perikanan yang dibangun
di Natuna. “Jadi intinya adalah
kita meningkatkan presensi, baik
dari presensi ekonomi, sosial,
dan lainnya di Natuna,” im­
buhnya. (her, sg, ram)

Panglima TNI: Kesejatian TNI Bersama Rakyat
Jakarta, Laras Post - TNI
tumbuh dan berkembang, serta
berjuang bersama rakyat. Inilah
esensi ciri kesejatian TNI yang
tidak boleh pudar di tengah­ten­
gah arus globalisasi, yang terus
bergerak secara dinamis.
Demikian disampaikan Pan­
glima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo dalam amanatnya
pada Upacara Hari Ulang Ta­
hun (HUT) ke­71 TNI di Plaza
Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta
Timur, Rabu (5/10/2016).
Menurut Jenderal TNI Ga­
tot Nurmantyo selama ini TNI
telah dan akan terus member­
ikan sumbangsihnya kepada
bangsa dan negara baik melalui
Operasi Militer Perang (OMP)
ataupun Operasi Militer Selain
Perang (OMSP).
“Tugas­tugas tersebut meru­
SDNDQUHÁHNVLSUHVWDVLGDQNLQ­
erja optimal yang dipersembah­
kan TNI kepada rakyat, seperti
penanggulangan
kebakaran
hutan, bantuan kepada korban
bencana alam serta keberhasi­
lan TNI melaksanakan Operasi
Tinombala untuk menumpas
aksi terorisme,” tutur Panglima
TNI.
Jenderal TNI Gatot Nur­
mantyo memberikan esensi
penting dari penanggulangan
terorisme harus didahului de­
ngan penyamaan persepsi dari
GHÀQLVL WHURULVPH VHEDJDL WLQ­
dak kejahatan terhadap nega­

FOTO: DAMIT

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ketika memberikan keterangan pers
usai memimpin upacara peringatan HUT TNI ke 71, di Mabes TNI, Cilangkap,
Jakarta Timur.

ra yang selanjutnya diimple­
mentasikan dalam bentuk Un­
dang­Undang.
“Saya tegaskan bahwa yang
SDOLQJ SHQWLQJ DGDODK GHÀQLVL
teroris dulu, kalau teroris ada­
lah tindak pidana maka tidak
ada perkembangan dan negara
ini menjadi tempat yang paling
aman bagi teroris, seharusnya
GHÀQLVL WHURULV DGDODK NHMD­
hatan terhadap negara,” ung­
kap Jenderal TNI Gatot Nur­
mantyo.
Lebih lanjut Jenderal TNI
Gatot Nurmantyo menyam­
paikan bahwa, upaya penang­
gulangan aksi terorisme di
Indonesia dan pencapaiannya
merupakan wujud sinergitas
antara TNI­Polri, sementara

dalam pelibatannya TNI ber­
pedoman pada Undang­Un­
dang dengan mengedepankan
kedaulatan negara.
“Keberhasilan
Operasi
Tinombala itu adalah keberhas­
ilan bersama antara TNI dan
Polri, Pedoman TNI adalah un­
dang­undang, kalau perlu da­
lam undang­undang terorisme
tanpa ada satu katapun TNI
tetapi terorisme dapat dipasti­
kan sebagai kejahatan Negara,”
ujar Panglima TNI.
Selanjutnya Panglima TNI
menyampaikan bahwa, Indo­
nesia akan terus menghadirkan
71, SDGD SHQ\HOHVDLDQ NRQÁLN
internasional di bawah bendera
PBB, hal ini dilaksanakan dalam
rangka memperbesar komitmen

dan peran Indonesia dalam pe­
meliharaan perdamaian du­
nia sesuai amanah Pembukaan
UUD Tahun 1945.
Dalam pelaksanaan tugas
luar negeri kata Panglima TNI,
prajurit TNI yang tergabung
dalam pasukan perdamaian
PBB, cukup berhasil dan men­
jadi contoh dari pasukan perda­
maian lainnya. “Ini menanda­
kan bahwa keberadaan prajurit
TNI selalu mendapat hati di
masyarakat, karena TNI sela­
lu menjunjung tinggi kearifan
lokal dimanapun prajurit TNI
tersebut berada,” ucap Jenderal
TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI mengingat­
kan bahwa, setiap Prajurit dan
PNS TNI dituntut mengede­
pankan tugas dan kepentingan
masyarakat di atas kepentingan
pribadi. Tindakan negatif seke­
cil apapun akan mengganggu
bahkan merusak jati diri TNI,
sebagai tentara rakyat, tentara
pejuang, tentara nasional dan
tentara profesional.
“Prestasi dan kinerja opti­
mal TNI yang telah mendapat­
kan penilaian positif dari publik
harus senantiasa dipertahankan
dan ditingkatkan. Implementa­
sinya, prajurit TNI harus sela­
lu peka terhadap permasalah­
an dan mengatasinya dengan
turun langsung ke lapangan,”
tandas Jenderal TNI Gatot Nur­
mantyo. (her, sg)

Jakarta, Laras Post - Kepala
Staf Angkatan Darat (Kasad),
Jenderal TNI Mulyono memi­
mpin upacara serah terima ja­
batan Danjen Kopassus dari
Mayjen TNI M. Herindra ke­
pada Brigjen TNI Madsuni di
Aula Jenderal Besar AH. Nasu­
tion Lantai 3 Mabesad Jakarta,
Jum’at, (7/10/16) pagi.
Upacara tersebut dilakukan
bersama­sama dengan serah
terima jabatan Irjenad, Pang­
dam III/Siliwangi, Pangdam
IM, Gubernur Akmil, Danse­
capa AD, Kadisjarahad dan
Kadisbintalad. Pergantian peja­
bat di lingkungan TNI AD ini,
merupakan bagian dari upaya
untuk meningkatkan kiner­
ja dalam rangka mendukung
pelaksanaan tugas. Melalui
serah terima jabatan dihara­
pkan terjadi kesinambungan
serta peningkatan kinerja posi­
tif satuan­satuan jajaran TNI
AD, sehingga tugas pokok akan
terlaksana secara lebih optimal
serta mencapai sasaran yang
telah ditetapkan.
Dalam amanatnya, Kasad
mengucapkan terima kasih dan
penghargaan kepada para pe­
jabat lama, atas dedikasi serta
pelaksanaan tugas dan tanggu­
ng jawab jabatan masing­mas­
ing di lingkungan TNI AD.
Begitu pula kepada para isteri
yang telah mendampingi suami
dan membina organisasi Persit
Kartika Chandra Kirana di sat­
uan masing­masing.
Khusus kepada para pejabat
baru, Kasad berharap amanah
ini hendaknya dapat dilak­
sanakan dengan sebaik­bai­
knya, dilandasi oleh kemauan
yang kuat untuk berbuat yang
terbaik, berani, tulus dan ikhlas
dalam menjalankan setiap tu­
gas. Jangan alergi untuk melan­
jutkan hal­hal positif yang su­
dah dirintis dan dilaksanakan
oleh pejabat lama dan perbaiki
hal­hal yang belum tuntas atau
kurang tepat, sehingga satuan
tersebut akan semakin maju
dan berkembang.
Kasad mengingatkan point
penting yang disampaikan oleh
Bapak Presiden RI dan Pangli­
ma TNI pada saat peninjauan
di Pulau Natuna (Kamis, 6/10),
yaitu tentang kewaspadaan kita
dalam menghadapi perkem­
bangan regional di Laut Cina
Selatan bahwa pembangunan
kekuatan di kepulauan Natuna
merupakan jawaban yang ti­
dak bisa ditawar lagi. Ancaman
yang telah, sedang dan akan
terus dihadapi secara nyata di
berbagai bidang kehidupan

adalah proxy war yang di da­
lamnya terdapat kandungan
krisis global berupa kompetisi
antar negara tentang energi,
pangan dan air.
Untuk itu, sebagai penjaga
kedaulatan Negara, TNI AD
harus siap dan mampu berdiri
paling depan untuk mengha­
dapinya. Hal ini selaras dengan
pesan Panglima Besar Jenderal
Soedirman yang dicuplik da­
lam Amanat Presiden RI pada
Upacara Peringatan HUT TNI
ke­71 tanggal 5 Oktober 2016
yang lalu, yaitu “bahwa satu
hal yang akan terus menjadi
hak milik Indonesia, walaupun
mengalami perubahan, adalah
Tentara Nasional Indonesia”.
Selain itu, wujud ancaman
nyata yang harus senantiasa
diwaspadai antara lain adalah
berkembangnya terorisme dan
penyalahgunaan Narkoba dite­
ngah­tengah masyarakat yang
sudah masuk pada seluruh
tingkat kehidupan sosial, se­
hingga sulit untuk dideteksi
pergerakannya. Sebagaimana
disampaikan oleh Presiden RI
saat di Natuna, perang mela­
wan Narkoba harus menjadi
prioritas utama kinerja seluruh
instansi pemerintah Indonesia.
Kemudian dalam mengha­
dapi perhelatan akbar Pemili­
han Kepala Daerah (PILKADA)
secara langsung dan serentak
hampir di sebagian wilayah In­
donesia termasuk di Ibu Kota
yang digelar di awal tahun 2017.
Para pimpinan TNI AD dan jaja­
rannya harus tetap menjaga dan
menjunjung tinggi komitmen
Netralitas TNI dalam kehidupan
politik nasional dan daerah, ja­
ngan sampai terlibat dalam suk­
sesi dan isu pemilihan calon ter­
tentu walaupun bakal calon dari
kepala daerah tersebut mantan
anggota TNI AD.
TNI AD harus siap mem­
bantu mengamankan masa
kampanye dan jalannya Pilkada
guna menjamin stabilitas kea­
manan nasional dengan mem­
bantu Pemda dan Polri dalam
kelangsungan hidup bermas­
yarakat, berbangsa dan berneg­
ara untuk menciptakan situasi
kondusif.
Upacara serah terima ja­
batan dihadiri oleh para peja­
bat TNI AD, para Pangkotama
dan Kabalakpus TNI AD, Ket­
ua dan Wakil Ketua Umum
Persit Kartika Chandra Kirana
beserta Pengurus Pusat Persit
Kartika Chandra Kirana serta
Perwakilan Pamen, Perwira,
Bintara, Tamtama dan PNS TNI
AD. (her, sg)

Dugaan Kasus Penipuan
“Penggandaan” Uang Kembali Terjadi
Bulukumba, Laras Post – Ka­
sus dugaan penipuan dengan mo­
tif penggandangan uang, kembali
terjadi, kali ini terjadi di Kabupat­
en Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Diperkirakan sekitar tiga ratus
orang menjadi korban.
Salah seorang korban, Awalu­
din Umar menyebutkan, dirinya
telah membuat laporan polisi atas
kasus penipuan itu, sesuai LP No:
STPL/414/X/2016/Sek. UB, ter­
tanggal 6 Oktober 2016.
Ia menyebutkan, dugaan kasus
penipuan itu berawal ketika dirin­
ya bersama saudaranya mendatan­
gi Yayasan Al Mukmin Mubarak
dan menyerahkan uang sebesar Rp
2,5 juta kepada Hj. Amuniati Siwa
Cs dan akan atau dijanjikan bah­
wa uang yang disetorkan tersebut
akan dilipat gandakan.
Lebih lanjut Awaludin menye­
butkan, pelaku dugaan penipuan
yang mengatas­namakan yayasan
berkedok sebagai penjualan barang
bertuah anti cukur atau batara ka­
rang itu, hingga saat ini telah me­
nelan korban penipuan mencapai
kurang lebih 300 orang, rata­rata
para korban menginvestasikan
uang paling sedikit Rp.15 juta.
Sementara salah seorang kor­
ban lainnya bernama, Zaenal men­
gungkapkan, sejak tahun 2008 lalu,
dirinya selalu diminta uang dengan

dalih dan janji, akan diberi imbalan
yang berlipat ganda, dari hasil pen­
jualan batara karang tersebut.
Seorang korban lainnya lagi,
Anto mengaku telah bergabung di
yayasan yang beralamat di Jl. Dato
Tiro Kota Bulukumba tersebut, se­
jak tanggal 12 september 2010 lalu.
Ia menyebutkan, Yayasan
tersebut dipimpin (Ketua Ya­
yasan) Mukmin Razak, Pembina
yayasan Hj Andi Muniati Siwa,
bendahara Tuti Jayanti. “Mere­
ka ini adalah satu keluarga yang
diduga melakukan tindak pi­
dana penipuan dan penggelapan
uang,” ujarnya.
Sumber menduga, jumlah
dana yang disetor seluruh korban
kurang lebih Rp.2 miliar. Dise­
butkan, hingga saat ini pengelo­
la yayasan itu, masih melakukan
praktek yang diduga penipuan
dengan iming­iming untung be­
sar kepada para korban.
Menurut pelapor, pelaku selalu
meminta uang kepada korbannya
dengan alasan untuk pembayaran
atau ongkos ke Jakarta dalam
rangka pencairan dana hasil pen­
jualan Batara Karang yang nilain­
ya cukup fantastis dan apabila
korban tidak membayar mereka
diancam tidak akan mendapatkan
pembagian uang yang dijanjikan.
(Awaludin Umar)