You are on page 1of 4

EKOSISTEM TERUMBU KARANG

Terumbu karang (Coral reef ) merupakan masyarakat organisme yang
hidup didasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup
kuat menahan gaya gelombang laut. Sedangkan organisme–organisme yang
dominan hidup disini adalah binatang-binatang karang yang mempunyai
kerangka kapur, dan algae yang banyak diantaranya juga mengandung kapur.
Berkaitan dengan terumbu karang diatas dibedakan antara binatang karang atau
karang (reef coral ) sebagai individu organisme atau komponen dari masyarakat
dan terumbu karang (coral reef ) sebagai suatu ekosistem (Sorokin, 1993).
1. Identifikasi Faktor Pembatasnya
Faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan
perkembangan suatu ekosistem. Faktor lingkungan menjadi faktor pembatas.
Adapun faktor yang mempengaruhi ekosistem mangrove adalah sebagai berikut:
(1) Suhu. Suhu optimum untuk pertumbuhan terumbu karang di perairan adalah
berkisar antara 23 - 30oC dengan suhu minimum 18oC. Namun hewan ini
masih bisa hidup sampai suhu 15oC, tetapu akan terjadi penurunan
pertumbuhan, reproduksi, metabolisme serta produktivitas kalsium karbonat.
Hubbard (1990) dalam Arifin (2008) menjelaskan bahwa sensitivitas terumbu
karang terhadap suhu dibuktikan dengan dampak yang ditimbulkan oleh
perubahan suhu akibat pemanasan global yang melanda perairan Indonesia
pada tahun 1998 dimana terjadi pemutihan karang yang diikuti kematian
masal mencapai 90 hingga 95% karena adanya kenaikan suhu sebesar 2 3oC di atas suhu normal.
(2) Tingkat Pencahayaan. Intensitas cahaya matahari sangat memengaruhi
kelangsungan hidup karang. Dalam proses kehidupannya, hewan ini
bersimbiosis dengan mikro alga (zooxanthellae) yang dalam hidupnya
mutlak

memerlukan

cahaya

matahari

sebagai

energi

utama

untuk

Perairan yang jernih memungkinkan penetrasi cahaya bisa masuk pada lapisan yang sangat dalam. Menurut Kanwisher dan Wainwright (1997) dalam Arifin (2008) titik kompensasi binatang karang terhadap cahaya adalah pada intensitas cahaya antara 200 – 700 fluks. agar cahaya dapat mencapai dasar perairan. bercurah hujan tinggi atau perairan dengan kadar garam tinggi (hipersalin). Ombak dan arus membawa oksigen dan bahan makanan. Hewan karang peka terhadap perubahan salinitas (kadar garam). (5) Pergerakan Air. sehingga pada perairan yang tidak banyak mengalami perubahan salinitas atau relatif stabil saja karang bisa hidup normal. sehingga jarang ditemukan pada daerah muara sungai besar. (4) Kejernihan air. sehingga pada daerah yang keruh serta daerah dalam tidak ditemukan terumbu karang. (3) Salinitas. Intensitas cahaya secara umum di permukaan laut adalah 2500 – 5000 fluks. oleh karena karang batu yang hidup menetap di dasar dan tidak berpindah tempat maka karang batu ini hanya dapat mengandalkan bahan makanan . Pasir dan lumpur bisa menutupi polip dan akhirnya mematikan hewan karang ini. Pertumbuhan karang juga dipengaruhi faktor kedalaman.pembentukan zat hijau daun (Chlorophyl). Ombak dan arus turut berperan dalam pertumbuhan karang. Mengingat kebutuhan tersebut maka binatang karang umumnya tersebar di daerah tropis. Salinitas optimal untuk kehidupan terumbu karang antara 32 – 35 ‰. sehingga binatang karang juga dapat hidup pada perairan yang cukup dalam. Bila terdapat benda-benda yang larut atau melayang di laut akan mengganggu masuknya cahaya matahari. Kedalaman air untuk terumbu karang tidak lebih dari 50 meter. syarat kejernihan air diperlukan. Faktor kedalaman dan intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhi kehidupan binatang karang. Kejernihan air ini sangat erat kaitannya dengan intensitas cahaya matahari.

sehingga dikatakan sebagai profesi organisme dalam habitatnya. (4) Komunitas crustacean (5) Komunitas sponge 3. Identifikasi jenis komunitas yang ada Komunitas yang ada di ekosistem terumbu karang : (1) Komunitas algae (2) Komunitas ikan karang. pertambangan. maka makin intensif persaingannya.yang dibawa oleh arus. pembukaan hutan. Bioerosi biasanya dilakukan oleh hewanhewan laut seperti bulu babi. jika dua atau lebih organisme mempunyai relung yang sama dalam satu habitat. Relung suatu organisme ditentukan oleh tempat hidupnya (habitat) dan oleh berbagai fungsi yang dikerjakannya. (3) Komunitas mollusca.Sedimentasi merupakan masalah yang umum terjadi di wilayah tropis. Relung yaitu posisi atau status organisme dalam suatu komunitas atau ekosistem tertentu. Tentukan relung ekologi yang ada Relung (niche) menunjukkan peranan fungsional dan posisi suatu organisme dalam ekosistem. baik secara fisik maupun biologis (bioerosion). Kedalaman 3 – 10 meter merupakan lingkungan yang menguntungkan bagi hewan karang untuk hidup. bintang laut dan sebagainya. (6) Sedimentasi. 2. Profesi organisme menunjukkan fungsi organisme dalam habitatnya. Makin besar kesamaan relung dari organisme-organisme yang hidup bersama dalam satu habitat. aktivitas pertanian dapat membebaskan sedimen ke perairan pantai atau ke terumbu karang melalui runoff. ikan. Akan tetapi. pengembangan di daerah pantai serta aktivitas-aktivitas lainnya seperti pengerukan. ada pula sedimen yang dikenal dengan carbonate sediment yaitu sedimen yang berasal dari erosi karang-karang. Adapun dalam ekosistem terumbu karang beberapa relung ekologi yaitu . Disamping sedimen yang disebabkan oleh aktivitas di atas. Berbagai organisme dapat hidup bersama dalam satu habitat. Di samping itu arus atau ombak dapat membersihkan polip dari kotoran-kotoran yang menempel atau masuk kedalamnya. maka akan terjadi persaingan. pengeboran minyak.

2) Hewan karang sebagai pembangun utama terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik). salinitas air laut 30 – 36 per mil (‰). (2002) sebagian besar spesies karang melakukan simbiosis dengan alga simbiotik yaitu zooxanthellae yang hidup di dalam jaringannya. akan tetapi hidup di perairan laut yang memiliki syaratsyarat tertentu yaitu perairan yang bertemperatur di antara 18 . kedalaman air kurangnya dari 50 meter. Dalam simbiosis. laju sedimentasi relatif rendah dengan perairan yang relatif jernih. dan substrat yang keras. 4. Uraikan aliran energi yang terjadi 5. perairan yang bebas dari pencemaran.30 oc. Menurut Sumich (1992) dan Burke et al.1) Terumbu karang tidak dapat hidup di air tawar atau muara ataupu hidup disemua tempat. Uraikan siklus materi yang terjadi . zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang. pergerakan air/arus yang cukup.