PENDAHULUAN

 LATAR BELAKANG
Kota Palangka Raya merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang penduduknya berjumlah sekitar 260 ribu jiwa.
Menurut data yang diperoleh pada tabel disamping bahwa jumlah penduduk di
Kota Palangka Raya pada tahun 2015 sebanyak 259.865 ribu jiwa yang terdiri dari
132.980 ribu orang laki-laki dan 126.885 ribu orang wanita. Penduduk terbanyak terdapat
di kecamatan Jekan Raya dengan 52% penduduk kota Palangka Raya tinggal di kecamatan
ini. Hal ini membuat Kecamatan Jekan Raya menjadi kecamatan terpadat dimana terdapat
349 jiwa setiap Km2.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Harga Konsumen, dan
jumlah penduduk di Kota Palangka Raya maka dibutuhkannya penambahan fasilitas
dan infrastruktur yang baru untuk menunjang kegiatan tersebut. Banyaknya
pembangunan, bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan ke arah modern yang
terjadi di suatu kota juga menimbulkan masalah baru untuk lingkungan kota itu
sendiri dan juga masyarakatnya. Pemecahan masalah dalam perancangan kota terutama
terhadap ruang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dapat berupa ruang publik kota,
yaitu pusat perbelanjaan (mall) di Kota Palangka Raya.
Padatnya aktivitas/kegiatan penduduk di Kota Palangka Raya dari kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja, pelajar, maupun
anak-anak, khususnya di kota-kota besar seperti Kota Palangka Raya ini sangat besar potensi untuk munculnya rasa jenuh dan penat dari aktivitas
tersebut. Kebanyakan masyarakat ini menghabiskan waktunya melakukan aktivitas bahkan untuk sekedar melepas penat di dalam suatu ruangan yang
sebenarnya dirasa kurang efektif dan tidak memberikan hasil yang maksimal bagi kesehatan jasmani dan rohani. Perlu adanya suatu tempat di public
space yang mampu memenuhi keinginan untuk melepas semua jenuh, penat, dan ketegangan yang terjadi di tengah masyarakat. Suatu tempat yang
memberikan ruang untuk masyarakatnya agar mampu melepas penat dan berinteraksi/bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya.

Prof. Komitmen dan dedikasi Perusahaan untuk terus menjadi yang terdepan dan terbaik dalam mengembangkan hunian yang berlokasi di tengah kota. . saat ini Ciputra Group merupakan salah satu pengembang mixed-used properti komersial terbesar di Indonesia dan telah memiliki serta mengoperasikan lima unit usaha properti komersial yaitu Mal dan Hotel Ciputra di Jakarta dan Semarang. Ciputra World Jakarta yang terletak di Jl.DESKRIPSI KLIEN Ciputra juga menjadi salah satu pengembang besar di Indonesia. berkelas dan inovatif tanpa melupakan kode etik dan panduan berprilaku sesuai prinsip Ciputra Group akan senantiasa menjadi kontribusi nyata melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. banyak menghadirkan proyek besar. Dr. Memulai unit bisnisnya dalam bidang properti komersial. nyaman. Melalui PT Ciputra Development Tbk. aman. Satrio.

 SASARAN DESAIN Terwujudnya suatu langkah dalam pembuatan sebuah City Walk di Kota Palangka Raya berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan. . pemilihan tapak dan lainnya. program ruang.PERMASALAHAN DESAIN. TUJUAN DAN SASARAN DESAIN  PERMASALAHAN Bagaimana mendesain dan merancang city walk yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk melepas penat. dan bersosialiasai dengan masyarakat lain.  TUJUAN PERANCANGAN Tujuan dibangunnya City Walk di Kota Palangka Raya adalah : - Mencipakan tempat masyarakat untuk melepas jenuh dan penat dari kegiatan/aktivitas sehari-hari. rekreasi. Dalam hal ini berkaitan dengan konsep-konsep perancangan. serta mengikuti gaya arsitektur yang memiliki konsep ramah lingkungan dan mampu menarik banyak pengunjung. Meningkatkan citra Kota Palangka Raya di mata masyarakat luas. Mencipakan ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi untuk masyarakat Kota Palangka Raya Mengurangi stress atau tekanan yang diasakan kebanyakan masyarakat di Ibu Kota.

. Pedestrian berasal dari kata latin Pedos.STUDI LITERATUR  CITY WALK PENGERTIAN CITY WALK Dalam bahasa baku urban design. baik berupa square (lapangan-open space) maupun street (jalan-koridor). Shivani (1985) dan Lynch (1987) mengemukakan bahwa pedestrian bagian dari public space dan merupakan aspek penting sebuah urban space. alun-alun dan sebagainya. adalah orang yang bergerak atau berpindah dari suatu tempat titik tolak ke tempat tujuan tanpa menggunakan alat yang bersifat mekanis (kecuali kursi roda). Pedestrian dapat berupa trotoar. yang artinya kaki. Pejalan kaki sebagai istilah aktif. city walk dikenal dengan istilah mall atau pedestrian.