You are on page 1of 11

NYERI SENDI

Masalah sendi bisa muncul akibat trauma, infeksi, atau sebagai akibat penyakit sistemik.
Penting untuk mempertimbangkan artritis septik pada setiap keluhan nyeri sendi, khususnya
jika ada tanda infeksi sistemik. Gejala klasiknya adalah nyeri tekan pada sendi dengan
kisaran gerakan berkurang disertai rasa hangat, dan mungkin perlu aspirasi sendi untuk
menegakkan diagnosis dan membedakannya dari keadaan lain, seperti gout.
Nyeri adalah sensasi dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan berkaitan
dengan adanya kerusakan jaringan.
1. Anamnesis
Apa masalah sendi : nyeri, kaku, bengkak, deformitas?
Sendi mana atau sendi-sendi mana saja yang terkena?
Bagaimana awal gejala? Adakah trauma atau onset mendadak atau bertahap?
Kapan gejala terasa paling berat? Apa yang memperberat gejala? Apa yang
meringankannya?
Pernahkan sendi terasa terkunci atau melonggar?
Adakah gejala sistemik (misalnya ruam, demam, menggigil, atau penurunan berat
badan)?
Apakah akibat fungsional (misalnya tidak bisa berjalan, bangkit dari kursi, atau
menulis surat)?
2. Riwayat Penyakit Dahulu
Setiap riwayat penyakit sendi sebelumnya: reumatisme atau artritis?
Adakah riwayat bedah penggantian sendi?
Adakah riwayat penyakit serius lain?
Adakah riwayat gout, artritis, dan sebagainya?
3. Obat-obatan
Apakah pasien mengkonsumsi obat untuk terapi, misalnya OAINS, antibiotik,
allupurinol, kortikosteroid, dan sebagainya?
4. Riwayat Keluarga dan Sosial
Adakah riwayat artritis atau masalah muskuloskeletal dalam keluarga?
5. Riwayat Pekerjaan
Apa akibat sosial dari masalah sendi yang dialami?
A. Pemeriksaan Fisik
Apakah pasien tampak kesakitan atau tidak nyaman? Adakah postur abnormal?
Adakah bukti peradangan atau infeksi sistemik? Demam, takikardia, takipnea,
hipotensi?

Adakah nyeri tekan. . Diagnosis Artritis Reumatoid (AR) Manifestasi Klinis dan Pemeriksaan Menurut American College of Rheumatology (ACR). paling sedikit selama 1 jam . menggenggam). efusi. atau penebalan sinovial? Periksa gerak sendi yang aktif dan pasif. eritema. hangat.7 pg/mL . deformitas? Atau pengecilan otot pada kulit diatasnya? Lakukan palpasi dengan teliti. Lakukan inspeksi sendi yang terkena: sendi yang normal terlebih dahulu. diagnosis jika terdapat 4 atau lebih kriteria dibawah ini: - Kaku di pagi hari (morning stiffness).Nodul rheumatoid (pada daerah tonjolan tulang) .Arthritis yang simetris (bilateral) .LED: meningkat >30 mm/jam . tofi gout.Adakah tanda-tanda lain dari penyakit reumatologis (misalnya ruam berbentuk kupu-kupu (butterfly rash).Faktor reumatoid (RF): negatif pada 30% px AR stadium dini.CRP: meningkat sampai >0. Adakah bengkak.Faktor rheumatoid serum positif Perubahan gambaran radiologis (erosi atau dekalsifikasi tulang) Pemeriksaan penunjang . Periksa sendi lain.Arthritis pada persendian tangan . Periksa fungsi (misalnya cara berjalan.Artritis pada 3 persendian atau lebih (pembengkakan jaringan lunak atau efusi) . psoriasis atau nodul? Lakukan pemeriksaan fisik umum untuk mencari manifestasi sistemik dari penyakit reumatologis.

Anti-CCP (anticyclic citrullinated peptide antibody): sensitivitas meningkat bila di kombinasi dengan RF.MRI: mampu mendeteksi erosi lebih awal dibandingkan dengan foto polos. ↓ kepekaan . . perkornea dan pembesaran darah kel. Pemeriksaan fisik: pelebaran pembuluh didaerah konjungtiva.Antinuclear antibody (ANA): tidak terlalu bermakna untuk AR . kultur negatif dan kadar glukosa rendah.Orofaringeal – Xerostomia (↓ fs.foto polos sendi: mungkin normal atau tampak adanya osteopenia atau erosi dekat celah sendi pada stadium dini penyakit.Anti RA33: dilakukan bila RF dan Anti CCP negatif . merah. penyakit keganasan. sarkoidosis. didalam kelopak mata seperti ada pasir atau benda asing.Juga memberikan hasil positif pada SLE.Keratokonjungtivitis sicca (↓ produksi airmata  mata rasa panas seperti terbakar. sindrom sjogren’s. infeksi. Eksokrinopati disertai gejala sistemik atau ekstragrandular Eksokrinopati . scleroderma. fotosensitif. kesulitan menelan. . .Mata . gatal. Lakrimal) . Kelenjar ludah  mulut kering.Pemeriksaan cairan sendi: pada AR Sjorgen Syndrome tidak ditemukan Kristal. Lebih spesifik dari RF .

atrofi papil - lidah. hiperkloremik. karies gigi.nafas (suara parau. renal tubular asidosis tipe distal.limfe perihiler. hepatomegali. Ginjal (10%): kelainan tubulus dengan gejala subklinis seperti hipophospaturia.Artritis Hematologi: anemia ringan.Vaskular (5%): purpura. Kriteria Diagnostik SS . abnormal flow rate dengan skintigrafi atau sialogram .Paru: gambaran penyakit bronkial dan bronkiolar serta saluran nafas kecil. bronkitis berulang.Biopsi kelenjar ludah minor . dan mononeuritis multiplek.Neuromuskular: disfagia. ↑ LED tanpa disertai ↑ CRP.Gejala mata kering Tanda mata kering dibuktikan dengan tes schemer atau tes rose Bengal . Parotis) Sal. pneumonitis) Ekstragrandular - Kulit : kulit kering. hipokalemia (kelemahan otot). gambaran vaskulitis . 1 diantaranya terbukti pada biopsi kelenjar eksokrin minor . mual. pembesaran kel. . SS-B) SS bila memenuhi 4 kriteria. hipergammaglobulin. .Autoantibodi (SS-A. perbesaran kel.Gejala mulut kering . nyeri perut daerah epigastrium.Tes fungsi kelenjar saliva. .lidah. pemeriksaan fisik: mukosa mulut kering. ulkus kulit. urtikaria yang berulang. leucopenia (10%).

siku dan jari-jari tangan. penurunan berat badan.Lama sakit >3 bulan. pergelangan kaki.Umur saat onset <16 tahun . Uveitis sangat jarang. disertai gejala sistemik yang ringan.Oligoartritis/pausi-artrikular: arthritis pada 1-4 sendi pada 6 bulan awal. Persisten: menyerang tidak lebih dari 4 sendi. baik pada sendi kecil maupun sendi besar. Eksten: menyerang >4 sendi setelah 6 bulan pertama. efusi. dan anemia. . ROM terbatas. arthritis bersifat simetris. Tanpa gejala sistemik. komplikasi uveitis kronis. limfadenopati.Poliartritis: menyerang perempuan usia 1216 tahun. unilateral atau bilateral. Kriteria diagnosis Artritis Reumatoid Juvenil menurut EULAR . >> anak perempuan dengan umur 1-3 tahun. sendi yang sering terserang adalah lutut. hangat pada perabaan. lemah demam.IgM RF (-) maupun (+) Klasifikasi .Pausiartrikular ≤4 . RF dapat negatif atau positif.Poliartikular ≥5 . . serositis.Tanda Artritis: bengkak.hepatosplenomegali. gambaran arthritis seperti RA dewasa.Juvenile Reumatoid Artritis atau positif autoantibodi. 40-70% tes ANA (+). nyeri tekan.Artritis sistemik: demam setiap hari minimal selama 2 minggu disertai 1 atau lebih tanda berupa bercak kemerahan yang tidak menetap. . >6 bulan . .

nail pitting onikolisis dengan riwayat keluarga + psoriasis. membaik dengan latihan dan tidak berkurang dengan istirahat 2. jarang sekali tidur nyenyak. uveitis anterior kronis/akut ..Entesitis terkait arthritis: menyerang anak umur 8 tahun dengan HLA B27 positif. b.nyeri punggung bawah inflamasi pada usia muda . a. Nyeri punggung bawah sekurangnya berlangsung 3 bulan. menyerang sendi besar. Pola arthritis pada 6 bulan pertama hanya sendi besar terutama ekstremitas bawah sendi yang terserang khas dan simetris. pemeriksaan fisik: Ankylosing Spondilitis (SA) entesitis pada patella atau kalkaneus. Limitasi pergerakan vertebra lumbalis pada bidan frontal dan sagital 3. kesulitan duduk atau berdiri lama. sakroilitis unilateral gr 3-4 5. Keluhan yang sering nyeri pinggang terutama pagi hari. Berkurangnya ekspansi dada 4. sakroilitis bilateral grade 2-4 Diagnosis pasti jika didapatkan kriteria 4a atau 4b disertai salah satu kriteria 1 – 3 Gambaran klinis: . Arthritis asimetrik. Kriteria New York modifikasi 1984 untuk spondilitis ankilosa 1. Bentuk arthritis: oligo/poliartritis tes ANA positif.keluhan berlangsung sekurangnya 3 bulan - gambaran radiologis menunjukkan sakroilitis .berkurangnya mobilitas vertebra .Artritis psoriatik: atritis dan psoriasis dan minimal 2 gejala daktilitas.

inflammatory bowel disease - resiko meningkat pada individu dengan HLA-B27 positif Pemeriksaan fisik: - mendeteksi adanya sakroilitis: tes pelvic rock sign.Pemeriksaan radiologis (foto polos vertebra: inflamasi pada sendi sakroiliaka..LED.Anemia normokrom.riwayat keluarga yang menderita spondilitis ankilosa.gangguan ekspansi dada . psoriasis. normositer ringandan trombositosis ringan - Kadar IgA serum meningkat tapi belum diketahui hubungannya dengan SA - Tes fungsi paru (kalau vertebra torakalis terlibat akan terjadi penurunan kapasitas vital paru dan peningkatan volume residual paru) .tanda lainnya: arthritis perifer asimetris pada sendi paroksimal. erosi pada sisi iliaka terutama bagian sepertiga bawah  pseudowidening hingga tahap akhir akan ditemukan tanda khas bamboo spine. MRI dan CT Scan dapat mendeteksi kelainan lebih dini) . kompresi lateral dari pelvic dan tes Gaenslen .mendeteksi keterbatasan gerakan fleksi dari vertebral lumbal: tes schober . uveitis atau regurgitasi aorta Pemeriksaan penunjang: .berkaitan dengan anterior uveitis . CRP ↑ tapi tidak berhubungan dengan aktivitas penyakit .tidak mempunyai gambaran yang khas .

Pemeriksaan radiologis: gabungan antara erosi (yang membedakan dari spondilitis ankilosa) dan produksi tulang dengan distribusi yang spesifik (membedakan dengan Reaktif Artritis AR). Ditemukan pada permukaan ekstensor siku.Gejala sistemik jarang ditemukan. .Uveitis anterior akut (mata merah. nyeri. Terkenanya kuku merupakan tanda penderita psoriasis mazna yang mungkin mengalami arthritis. - Kelainan kulit: plak kemerahan yang berbatas tegas disertai sisik seperti perak yang tampak jelas. sakit pinggang.Psoriatik Artritis . dan daerah presakral. harus didapatkan 2 gambaran: 1. Kriteria ReA menurut International Workshop on Reactive Arthritis. arthritis mutilans: jari seperti teleskop. kulit kepala. Oligoartritis asimetrik terutama pada ekstremitas bawah. telinga.Kelainan sendi: mono/oligoartritis simetris mengenai sendi besar disertai riwayat psoriasis pada keluarga. . poliartritis. kabur. Gambaran akut arthritis. fotofobia) .Balanitis sirsinata (ulkus yang dangkal di batang atau glans penis) . . lutut. kelainan sendi aksial: low back pain inflamatif atau nyeri dada. meskipun 20% kasus dapat berupa poliartritis.Sakit pinggang/tulang belakang dan bokong (50% pasien) - Keratoderma papuloskuamosa yang blenoragika (ruam mengenai telapak tangan dan kaki) .

namun aspirasi sendi ditemukan kristal urat. MTP-1. bengkak.inflamasi atau entesitis 2. . Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat. . menggigil dan merasa lelah. dimana terjadi periode interkritik asimptomatik. Paling sering pada MTP-1 yang biasa disebut podagra.Stadium Artritis Gout Menahun Artritis gout menahun biasanya disertai tofi yang banyak dan poliartikular. Tofus yang besar dapat dilakukan ekstirpasi. olekranon.Stadium interkritikal Kelanjutan dari stadium akut. Walaupun secara klinik tidak didapatkan tandatanda radang akut. Serangan akut tidak berat akan menghilang dalam beberapa jam atau hari. namun hasilnya tidak memuaskan. merah dengan gejala sistemik berupa demam. Kriteria diagnostik: 1. Pada saat bangun pagi hari terasa sakit yang hebat dan tidak dapat berjalan. Riwayat inflamasi monoartikuler khusus pada sendi MTP-1 klasik arthritis . . Atritis Gout Bukti adanya infeksi 4 – 8 miggu sebelumnya.Stadium Arthritis Gout Akut Radang sendi yang akut dan timbul sangat cepat dalam waktu singkat. Serangan akut berat hilang beberapa hari atau minggu. terasa hangat. Biasanya bersifat monoartikuler dengan keluhan nyeri. tendon Achilles dan jari tangan. Lokasi tofi paling sering pada cuping telinga.

OA lumbal menyebabkan stenosis spinal mungkin menimbulkan keluhan nyeri di betis (claudicatio intermitten) .Krepitasi pada sendi yang sakit . osteofit pada pinggir sendi. Hiperurisemia Tanda dan gejala: - Nyeri sendi: nyeri bertambah dengan gerakan dan berkurang sedikit dengan istirahat. perubahan struktur anatomi sendi. Diikuti oleh stadium interkritik dimana bebas symptom 3. imunologi (ANA. Resolusi sinovitis yang cepat dengan pengobatan kolkisin Osteoatritis (OA) 4.Perubahan bentuk (deformitas) sendi yang permanen Pemeriksaan diagnostik - Gambaran radiografi: penyempitan celah sendi asimetris.Kaku di pagi hari . . rasa hangat yang merata dan kemerahan (sinovitis) umumnya terdapat pada OA lutut . kista tulang.Deformitas (pembesaran sendi) .Krepitasi: pada OA lutut .Pembengkakan sendi asimetris .2.Perubahan gaya berjalan Pemeriksaan fisik: . peningkatan densitas (sclerosis) tulang subkondral.Hambatan gerak .Hambatan gerak: konsentris (seluruh arah gerakan) maupun eksentris (salah satu arah gerakan saja) .Tanda-tanda peradangan: nyeri gerak. - Pemeriksaan laboratorium biasanya tidak banyak berguna. Darah tepi.

Pada umumnya penyakit lupus ditandai dengan - nyeri sendi. . Pasien seringkali keluar masuk rumah sakit dengan diagnosa yang tidak jelas. Terkadang disertai dengan bercak yang dikaitkan dengan alergi atau perut dan kaki bengkak akibat ginjal yang bocor secara mendadak atau sesak akibat adanya cairan di paru-paru atau di jantung. Gejala lain yang sering dijumpai adalah mendadak hemoglobin (Hb) turun tanpa diketahui penyebabnya atau trombosit yang turun dan seringkali diduga sebagai demam berdarah. Pada umumnya pasien tidak menyadari bahwa gejala yang dialami merupakan tanda penyakit lupus karena gejala tersebut tidak spesifik. Gambaran klinis secara umum. - demam yang hilang timbul nafsu makan yang menurun berat badan yang menurun kelelahan yang berat biasanya yang dipicu oleh stress atau kelelahan fisik.faktor rheumatoid dan komplemen) umumnya SLE normal.