HAMBATAN GESEK (Rf

)
Hambatan gesek adalah hambatan yang ditimbulkan oleh dua benda atau lebih yang bergesekan dan arahnya
berlawanan dengan arah gerak benda.
Bisa dikatakan bahwa hambatan gesek ini terjadi karena adanya suatu volume air yang melekat pada badan
kapal yang terbentuk pada permukaan bagian yang terendam dari badan kapal yang sedang bergerak, dikenal
sebagai lapisan batas (boundary layer). Di dalam daerah lapisan batas tersebut, kecepatan gerak dari pada
partikel-partikel zat cair bervariasi dari nol pada permukaan kulit kapal menjadi maksimum yaitu sama
dengan besarnya kecepatan aliran zat cair pada tepi dari lapisan batas tersebut. Perubahan atau variasi
kecepatan partikel-partikel zat cair inilah yang mencerminkan adanya pengaruh intensif gaya-gaya viskositas
pada lapisan batas yang menimbulkan tahanan gesek pada lambung kapal tersebut.
Hal- hal yang mempengaruhi hambatan gesek kapal, yaitu:
a. WSA atau luas permukaan basah lambung kapal
b. Kecepatan kapal
c. Massa jenis fluida
d. Koefisien hambatan gesek
e. Bentuk badan kapal, sifat serta keadaan permukaan lambung kapal
Rumus hambatan gesek :
1
2
Rf = ρ .Cf . s . v
2
Cf =

0,075
2
(logRe−2)

Dimana: Rf = hambatan gesek
Cf = koefisien hambatan gesek
ρ = massa jenis fluida
s = luas permukaan basah kapal
v = kecepatan kapal
Pengaruh hambatan gesek pada kapal :
a. Efisiensi pemakaian bahan bakar rendah
b. Kecepatan kapal menjadi rendah akibat gesekan
c. Apabila hambatan tinggi, maka daya mesin induk yang dibutuhkan akan tinggi.
Cara mengatasi hambatan gesek yang terjadi pada kapal:
a. Merancang bentuk badan kapal yang streamline dan aerodinamis.
b. Melakukan pengecatan lambung kapal agar permukaannya halus.

Hambatan Kekasaran Hambatan kekasaran adalah tahanan akibat kekasaran permukaan badan kapal. 2) Tahanan Udara (Air Resistance) Tahanan udara diartikan debagai Tahanan yang di alami oleh bagian badan kapal utama yang berada diatas air dan bangunan atas (Superstrukture) karena gerakan kapal di udara. . misalnya. Jika angin bertiup maka tahanan tersebut juga akan tergantung pada kecepatan angin dan arah relatif angin terhadap kapal. 1) Tahanan Gelombang (Wake Resistance) Tahanan gelombang adalah hambatan yang diakibatkan oleh adanya gerakan kapal pada air sehingga dapat menimbulkan gelombang baik pada saat air tersebut dalam keadaan tenang maupun pada saat air tersbut sedang bergelombang.Tahanan Sisa (Residual Resistance) Tahanan sisa didefenisikan sebagai kuantitas yang merupakan hasil pengurangan dari hambatan total badan kapal dengan hambatan gesek dari permukaan kapal. dimana bentuk lambung kapal yang tercelup di bawah air menimbulkan suatu tahanan karena adanya pengaruh dari bentuk kapal tersebut. kekasaran akibat korosi dan fouling (pengotoran) pada badan kapal. Tahanan ini tergantung pada kecepatan kapal dan luas serta bentuk bangunan atas tersebut. 3) Tahanan Bentuk Tahanan ini erat kaitannya dengan bentuk badan kapal. Hambatan sisa terdiri dari .