You are on page 1of 12

BAB I

PENDAHULUAN
A; Latar Belakang

Pembelajaran mengenai hukum sangatlah luas. Maka perlu adanya
penggolongan serta pembagian hukum agar mudah dalam mempelajarinya.
Mempelajari hukum bukan hanya sekedar membaca dan melihatnya saja,
tetapi mempelajari dengan pemahaman yang baik agar tidak salah kaprah
dalam memahami suatu hukum yang benar menurut peraturan undang-undang
yang berlaku.
Untuk mudah memahaminya, di dalam makalah ini kami mencoba
mengulas tentang persoalan hukum yang kebanyakan orang hanya sekedar tau
hukum dari kulit luarnya saja. Pengertian atau pembatasan maupun
pengelompokan dan penggolongan hukum yang sangat kompleks,
mempunyai banyak seluk beluk. Sampai-sampai ada sarjana yang
mengibaratkan hukum itu seperti sepeda motor yang terbentuk dengan
ukuran, merek dan kekuatan yang berbeda. Karena itu, pemakalah mencoba
memberikan sedikit ulasan mengenai klasifikasi hukum mulai dari hukum
menurut fungsinya, menurut saat berlakunya, menurut daya kerjanya,
menurut bentuknya, menurut wilayah berlakunya, menurut isinya, menurut
sumbernya sampai dengan menurut wujudnya.
B; Rumusan Masalah
1; Apa yang dimaksud dengan klasifikasi hukum?
2; Apa saja yang menjadi bagian dari pengelompokan klasifikasi hukum?
C; Tujuan Penulisan
1; Untuk mengetahui penjelasan dari klasifikasi hukum.
2; Untuk mengetahui bagian dari pengelompokan klasifikasi hukum.

BAB II
PEMBAHASAN

1

2 Ibid. yaitu:1 1. a. Hal ini disebut Hukum Acara. yang bagian itu berguna untuk dua hal. Hal. Seperti: Hukum Acara Pidana. Hukum Tata Usaha. Hukum formil juga dapat diartikan sebagai peraturan-peraturan yang mengatur bagaimana caranya mengajukan suatu perkara ke muka Pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberikan putusan. Hukum Menurut Fungsinya Hukum menurut fungsinya.A. 233. terdapat beberapa bagian yang menjadi penggolongan atau pengelompokan hukum. Hukum positif (Ius Constitutum) 1 Pipin Syarifin. 232. Pengantar Ilmu Hukum. dan Hukum Dagang. Dalam klasifikasi hukum sendiri. Hukum Perdata. b. Hukum Menurut Saat Berlakunya dan Luas Berlakunya Hukum menurut saat berlakunya. 2 . Kegunaan praktis Kegunaan praktis berguna agar lebih mudah dalam menemukan hukum dan dapat menerapkan hukum.. (Pustaka Setia: Bandung. antara lain sebagai berikut. Di antaranya yaitu: 1. Klasifikasi Hukum Klasifikasi hukum adalah penggolongan hukum berdasarkan beberapa bagian kegunaan. 2. Hukum Formil Hukum formil yaitu aturan hukum yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hukum materil itu. 2. Contohnya Hukum Pidana. dan Hukum Acara Perdata. Dalam hal ini juga termasuk memerintahkan dan melarang berbagai perbuatan kepada orang-orang di dalam masyarakat. Hukum Materil Hukum materil yaitu hukum yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah ataupun larangan yang mengatur hubungan antara orang-orang yang menentukan hak dan kewajiban. aturan hukum dapat dibagi menjadi:2 a. Kegunaan teoritis Kegunaan teoritis berguna mendapatkan nilai-nilai teoritis untuk pengertian yang lebih mendalam. Hal. 1999).

adanya satu asas hukum (adagium) “Lex special derogat legi gerenale”. artinya: Undang-undang yang umum. Sedangkan Hukum menurut luas berlakunya. C. Ius Constituendem Ius Constituendem yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang. misalnya aturan tentang sewa menyewa atau hukum pidana umum. Kansil. Hal. Istilah lainnya yaitu. Hukum Umum Hukum umum yaitu aturan hukum yang berlaku pada umumnya. Hukum Alam (Hukum Asasi) Hukum alam yaitu hukum yang berlaku di mana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia. 3. Hukum ini tidak mengenal batas waktu melainkan untuk selama-lamanya (abadi) terhadap siapapun juga di seluruh tempat. S. aturan khusus menyingkirkan aturan umum. Hukum Khusus Hukum khusus yaitu aturan hukum yang hanya berlaku untuk hal-hal khusus saja. Menurut Drs. terdiri dari:3 a. 231. aturan hukum pidana militer. Hukum Menurut Daya Kerjanya atau Sifatnya 3 Ibid. Misalnya aturan sewa menyewa rumah. T. 3 . Istilah asingnya “ius ganerale”. Dalam ketentuan di atas. maka yang diperlakukan atau diutamakan peraturan yang khusus. adanya hubungan khusus terhadap hukum umum.S. c.b. H. Istilah asingnya “ius particurale” atau “ius speciale”. arti yuridisnya jika suatu hal tertentu diatur oleh undang-undang yang bersifat umum juga diatur oleh peraturan yang bersifat khusus.. b. aturan hukum perdata orang Timur asing. Dalam contoh lainnya mengatakan bahwa hukum dagang adalah hukum khusus sedangkan hukum umum adalah hukum perdata. (1986: 74) bahwa ketiga macam hukum ini merupakan hukum duniawi. Hukum positif yaitu hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.

5http://forumkomunikasifhunpas. Sengaja atau lalai memenuhi perjanjian yang disepakati kedua belah pihak. terdapat 3 (tiga) pedoman dalam pengaturan hukum itu sendiri. aturan hukum itu tidak boleh. 231. karena dalam prakteknya hukum pemaksa menimbulkan korban atau pihak yang dirugikan. Dengan kata lain. dapat diketahui bahwa suatu peraturan hukum 4Ibid.blogspot. Hal. Hukum ini mempengaruhi setiap orang. yang menentukan bahwa suatu perbuatan atau perjanjian tidak dapat meniadakan kekuatan undang-undang yang berhubungan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. sehingga dipaksakan oleh hakim untuk memenuhinya atau dengan ganti kerugian.id/2014/05/klasifikasi-hukum.co.Hukum menurut sifatnya atau daya kerjanya. Hukum pemaksa juga dapat diartikan hukum yang sifatnya memaksa. Berdasarkan Pasal 23 AB. Misalnya: 1. Melakukan kejahatan (pembunuhan) yang dipaksakan 2. 2. Dengan membaca dari bunyi peraturan hukum yang bersangkutan. tidak harus dilaksanakan ataupun diikuti oleh para pihak. yaitu:5 1. Sifat ini biasanya diterapkan dalam hukum pidana. Hukum Pemaksa (dwigen recht) Hukum pemaksa yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun mempunyai paksaan mutlak. Berkaitan dengan hukum pemaksa..html 05:08 4 . Dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang berhubungan dengan ketertiban umum dan kesusilaan itu bersifat memaksa. hukumannya oleh negara. maka aturan hukum dapat dibagi menjadi:4 a.

selama binatang itu dipakainya bertanggungjawab tentang kerugian yang dilakukan oleh binatang tersebut. Contoh: Pasal 1477 KUH Perdata yang menentukan bahwa penyerahan harus dilakukan di tempat dimana barang yang terjual berada pada waktu penjualan. yaitu hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian. atau sebelum terjadi hukum ini memang secara sengaja hubungan berupa perjanjian itu dibuat. Hukum yang Mengatur Hukum yang mengatur atau yang disebut hukum volunteer yaitu sebuah hukum yang mengatur hubungan antara individu yang baru berlaku apabila yang bersangkutan tidak menggunakan alternatif lain yang dimungkinkan oleh undang-undang. baik binatang itu ada di bawah pengawasannya. tersebut bersifat memaksa atau tidak. Misalnya dalam perjanjian yang tidak dibuat secara sah (tidak menentukan tempat dan waktu pembayaran). Contoh: Pasal 1368 KUH Perdata yang menentukan bahwa Pemilik seekor binatang. 5 .3. kaidah hukum yang dapat dikesampingkan oleh para pihak dengan jalan membuat ketentuan khusus dalam perjanjian yang mereka adakan. c. Dengan kata lain aturan hukum yang dalam keadaan nyata dapat dikesampingkan oleh perjanjian yang diadakan para pihak. Hukum pelengkap juga dapat diartikan hukum yang sifatnya tambahan. Oleh karena itu. misalnya perjanjian jual beli. Karena hukum ini pada dasarnya dibuat oleh pihak-pihak yang berurusan saja. Dalam artian. dengan hukum pelengkap. b. Hukum ini biasanya diterapkan pada hukum perdata. Hukum Pelengkap Hukum pelengkap atau hukum penambah (aanvullend recht atau regelend recht). atau siapa yang memakainya. maupun tersesat atau terlepas dari pengawasannya. waktu dan tempat pembayaran dapat ditentukan. Dengan jalan interpretasi dapat diketahui bahwa peraturan hukum tersebut bersifat memaksa atau tidak. dalam hal ini ketentuan-ketentuan hukum yang dipatuhi apabila diperlukan saja. jika tidak ada diadakan persetujuan lain.

Perlindungan Konsumen (UU No. Pengantar Ilmu Hukum. yaitu:6 a. contohnya hukum yang menyangkut tentang:7 1. aturan hukum dapat dibagi dalam beberapa bagian. 1 Tahun 1974) 2. 37 Tahun 2004) 9.Sedangkan di Indonesia setelah kemerdekaan. Hukum Indonesia b.4. 7Zaeni Ashadie. KUH Pidana. Umumnya peraturan-peraturan yang berasal dari MPR. secara lengkap sistematis menjadi satu dalam suatu kitab undang-undang. Hukum Menurut Bentuknya Hukum menurut bentuknya. 12 Tahun 2000) 4. Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. Hukum Tidak Tertulis (unstatutery Law atau unwritten Law) 6 Ibid. Keselamatan kerja (UU 1 Tahun 1970) 3. Menteri dan sebagainya. DPR bersama-sama Pemerintah. Hal. Hukum Tertulis (Statute Law atau Written law) Hukum tertulis yaitu hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan perundangan. 231-232. 15 Tahun 2001) 5. Hukum tertulis juga dapat diartikan hukum yang tercantum dalam undang-undang dan peraturan lainnya. 17 Tahun 2008) Catatan: Yang dimaksud dengan kodifikasi (dikodifikasikan) adalah membukukan hukum sejenis. Perseroan Terbatas (UU No..2013 ) Hal. Perkawinan (UU No. 32-35. 14 Tahun 2001) 6. ada juga hukum tertulis yang tidak di kodifikasikan. Merk (UU No. Edisi 1. Presiden. Hukum ini dapat pula merupakan hukum tertulis yang dikodifikasikan dan hukum tertulis yang belum dikodifikasikan. 8 Tahun 1999) 8. Di samping itu. Hukum Pelayaran (UU No. KUH Dagang. 40 Tahun 2007) 10. hukumnya yang sudah di kodifikasikan adalah Hukum Acara Pidana. Hak Cipta (UU No. (Peninggalan pemerintahan Hindia Belanda) yang dikodifikasikan antara lain KUH Perdata. 6 . Paten (UU No. (Rajawali Pers: Jakarta. Ketenagakerjaan (UU 13 Tahun 2003) 7.

Hukum Menurut Tempat atau Wilayah Berlakunya Hukum menurut tempat berlakunya. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. c. tetapi tidak tertulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundangan. Hlm. 232. Hukum tidak tertulis juga dapat diartikan hukum masih hidup dalam masyarakat.1989). Hukum Internasional 8 Pipin Syarifin. Sedangkan hukum tidak tertulis lahir dan bentuknya dari kesadaran warga masyarakat sebagai kaidah-kaidah yang positif. meskipun demikian keberlakuannya ditaati sebagaimana halnya peraturan undangundang.9 b. Op. Cit. 7 . dan kelemahan antara hukum tertulis dan hukum tidak tertulis adalah sebagai berikut: (Marwan Mas. Kelebihan 5. Hukum tertulis dikeluarkan oleh instansi resmi (pemerintah) yang berwenang dan pembentukannya secara prosedur. 9 Kasnadi. Pengklasifikasian hukum menjadi Hukum Tertulis dan Hukum Tidak Tertulis ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Hal ini disebut hukum kebiasaan. Hukum tertulis bersifat statis dan tidak mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat. tetapi tidak tertulis. Sedangkan hukum tidak tertulis tidak menjamin kepastian hukum tentang isi dan berlakunya. b. Hal. (Balai Pustaka: Jakarta. dapat dibagi sebagai berikut:8 a. 73. Hukum tertulis lebih menjamin kepastian hukum. 2004:68) a. Sedangkan hukum tidak tertulis bersifat luwes dan mampu mengikuti perkembangan dan perubahan masyarakat.Hukum tidak tertulis yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat. Hukum Nasional Hukum nasional yaitu hukum yang berlaku dalam suatu negara tertentu..

Hukum Publik Internasional (Hukum Antara Negara). yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara yang satu dengan negara-negara yang lain dalam hubungan internasional. Op. 2013). Pengantar Ilmu Hukum. Hukum Gereja (Katolik) Hukum gereja yaitu hukum yang ditetapkan oleh gereja (Katolik Roma) yang berlaku untuk anggotanya. c. Hukum Privat Hukum privat yaitu hukum yang mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang lainnya dengan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan. 6. 10 Zaeni Asyhadie. Hukum internasional berlaku secara universal. aturan hukum dapat dibagi menjadi:11 a. b. Hal. 73. e. Hukum Publik (publik law) Hukum publik yaitu aturan hukum yang mengatur kepentingan umum. Hal ini disebut private law. Hukum Islam Hukum Islam yaitu hukum yang berlaku untuk orang yang beragama islam. aturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara negara 2. Hukum Asing Hukum asing yaitu hukum yang berlaku dalam negara asing. 3132.Hukum internasional yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional dan hukum yang mengatur hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain(hubungan internasional). Hukum Menurut Isinya Hukum menurut isinya. (PT Raja Grafindo Persada: Depok. yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum antara warga negara dari negara lain dalam hubungan internasional.. Hal. 8 . Hukum Perdata Internasional. Cit. d. 11 Kasnadi. baik secara keseluruhan maupun terhadap negara-negara yang mengikatkan dirinya pada suatu perjanjian internasional (traktat). yang terdiri dari:10 1. Hukum Internasional terbagi menjadi beberapa bagian hukum.

2. 7. (Pustaka Setia: Bandung. Hukum Pidana (pidana=hukuman). 13 Pipin Syarifin. serta mengatur bagaimana cara-cara mengajukan perkara-perkara ke muka pengadilan. Paul Scholten dan Logemann mengangap Hukum Pidana tidak termasuk Hukum Publik. artinya apabila subyeknya negara termasuk hukum publik. yaitu:12 1. 231. dan apabila subyeknya orang perseorangan termasuk hukum privat. yaitu: 1. dan apabila merupakan kepentingan orang perseorangan termasuk hukum privat.dengan perseorangan atau hubungan antara negara dengan alat perlengkapannya. (Balai Pustaka: Jakarta. yaitu hukum yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dan memberikan pidana kepada siapa yang melanggarnya. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Pengantar Ilmu Hukum. 9 . artinya apabila merupakan kepentingan orang banyak termasuk hukum publik. Hukum Menurut Sumbernya Hukum menurut sumbernya. Hal. Kriteria kepentingan. Hukum publik sendiri terbagi menjadi beberapa bagian hukum. yaitu hukum yang mengatur bentuk dan susunan pemerintahan suatu negara serta hubungan kekuasaan antara alat-alat perlengkapan satu sama lain. hukum dapat dibagi menjadi:13 12 Kasnadi. Hukum Tata Negara. dan hubungan antara Negara (Pemerintah Pusat) dengan bagian-bagian negara (daerah-daerah swatantra). yaitu hukum yang mengatur cara-cara menjalankan tugas (hak dan kewajiban) dari kekuasaan alat-alat perlengkapan negara. Hukum Administrasi Negara (Hukum Tatausaha Negara atau Hukum Tata Pemerintahan). Kriteria subyek. 1999). 75-76. Klasifikasi semacam ini didasarkan pada beberapa kriteria. Hal. 2. 1989).

Op. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. 75. 15 Ibid. 76. 10 . Hukum Menurut Wujudnya Hukum menurut wujudnya.Cit.16 BAB III PENUTUP A. Hukum Yurisprudensi Hukum yurisprudensi yaitu hukum yang terbentuk karena keputusan hakim. 1989). Hal ini disebut juga dengan hak. 8. hukum dapat dibagi sebagai berikut:14 a.15 b. 35-36. Hal. Hukum Traktat Hukum tarktat yaitu hukum yang diterapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antara negara. 16 Zaeni Asyhadie. Hukum Subjektif Hukum subjektif yaitu hukum yang timbul dari hukum objektif dan berlaku terhadap seorang tertentu atau lebih. b. Hal.. c. Hukum undang-undang Hukum undang-undang yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan. Hukum ini hanya menyebut peraturan hukum saja yang mengatur hubungan hukum antara dua orang atau lebih. d. Kesimpulan 14 Kasnadi.. (Balai Pustaka: Jakarta. Hukum kebiasaan (Adat) Hukum kebiasaan yaitu hukum yang terletak di dalam peraturan-peraturan kebiasaan. Hal.a. Hukum Objektif Hukum objektif yaitu hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenal orang atau golongan tertentu.

1999. Dibuatnya pengelompokan hukum. Kasnadi. hukum undang-undang. membuat orang lebih mudah mengetahui mana saja bagian hukum yang sesuai pada tempatnya. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. tapi dijalankan. dalam hukum mengatur suatu hal yang boleh dilakukan dan dilarang untuk dilakukan. Hukum dibuat bukan untuk dilanggar. Saran Hukum bukan sekedar peraturan yang hanya asal jadi dalam pembuatannya. Namun. Pengantar Ilmu Hukum. 1989. hukum publik.Hukum adalah peraturan yang harus ditaati oleh setiap orang. Dengan adanya hukum ataupun aturan. Sebagai warga negara yang baik. hukum perdata. manusia dapat menjalani aktivitas sesuai dengan kaidah dan peraturan yang telah diatur. 11 . hukum traktat. Mana yang termasuk hukum pidana. hukum yurisprudensi. hukum tata negara dan hukum-hukum yang lainnya sesuai dengan undang-undang yang telah diberlakukan. DAFTAR PUSTAKA Pipin Syarifin. pahamilah hukum dengan baik dan benar. Pustaka Setia: Bandung. B. Balai Pustaka: Jakarta.

Pengantar Ilmu Hukum.co. Rajawali Pers: Jakarta.co. Pengantar Ilmu Hukum. 2013.blogspot.id/2014/05/klasifikasi-hukum.co.blogspot.blogspot.id/2012/12/makalahpenggolongan-hukum. http://forumkomunikasifhunpas.Zaeni Asyhadie dan Arief Rahman.html http://artikelilmiahlengkap.id/2013/05/sistemhukum-indonesia.html 12 . 2013. Zaeni Ashadie. PT Raja Grafindo Persada: Depok.html http://sistempemerintahan-indonesia.