You are on page 1of 2

BPK Gandeng Polisi Bahas Pelanggaran Hukum

Pengembangan Kasus Simulator SIM
JAKARTA, FAJAR -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak lama lagi akan menurunkan
timnya untuk mencari tahu berapa jumlah kerugian negara dalam kasus korupsi simulator
SIM yang kini jadi rebutan pihak Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Meski yang meminta BPK untuk mengaudit adalah Mabes Polri, lembaga pemeriksa
keuangan ini juga berjanji akan memberikan hasilnya ke KPK.
"Kalau memang nanti KPK juga meminta hasil audit ya kami berikan juga," kata Wakil
Ketua BPK Hasan Bisri. Namun dia menerangkan, pihak yang meminta agar pihaknya
mengaudit kasus ini adalah Mabes Polri. "Sebelum lebaran Mabes Polri sudah mengirim
permintaan. Kalau KPK saya belum mendengar (sudah mengirim permintaan audit,"
imbuhnya.
Hasan mengatakan, tinggal dalam hitungan hari pihaknya akan bergerak mengaudit
proyek simulator SIM. Tapi dia belum mengungkap kapan waktu tepatnya tim BPK turun
memeriksa simulator SIM.
Pria kelahiran Tegal 8 Mei 1957 itu menerangkan, sebelum turun mengaudit, maka BPK
akan duduk bareng dengan Mabes Polri untuk berdiskusi mencari ada tidaknya unsur
pelanggaran hukum atau tidak dalam penyelenggaran proyek tersebut.
Kata dia, sebelum menentukan ada tidaknya kerugian negara, maka BPK akan menentukan
dulu ada atau tidak unsur pelanggaran. Sebab, kata Hasan, adanya kerugian negara selalu
berawal karena terjadinnya pelanggaran hukum. "Kan selama ini mabes (polri) sudah
menentukan ada pelanggaran negara karena sudah menetapkan tersangka," kata dia.
Nah, jika dalam diskusi bersama mabes polri itu BPK pun juga menentukan ada unsur
pelanggaran hukum, maka pihaknya akan segera menggeber auditnya. Saat disinggung
butuh waktu berapa lama BPK mengaudit kasus simulator SIM, mantan Kasub Bidang
Litbang Pemeriksaan Fiskal BPK itu tidak bisa menentukan. "Lama tidaknya proses audit
itu ditentukan oleh kompleksitas objek yang diaudit. Jadi tidak bisa ditentukan
sekarang," kata dia.
Di bagian lain, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol
Boy Rafli Amar mengatakan bahwa penyidik pada Bareskrim akan memeriksa lagi Irjen
Pol Djoko Susilo. Para penyidik masih belum puas dengan keterangan mantan Kepala

Kami tidak mau menyalahi kesepakatan. Mabes Polri tetap akan menjalankan porsinya untuk tidak menaikkan status Djoko sebagai tersangka. penyidikan Djoko sebagai tersangka merupakan jatah KPK. Boy mengungkapkan. Soektojo Bambang dan Budi Susanto. pemeriksaan pada Jumat (24/8) lalu belum mendalam. Red.Korlantas Mabes Polri yang diduga mengetahui pengadaan simulator SIM tersebut. Yakni. hari ini rencananya Djoko bakal kembali diperiksa. . "Pemeriksaan-pemeriksaan sebelumnya belum sampai pada substansi.) baru pada Jumat itu. Keterangan yang disampaikan Djoko hanya sebatas informasi pendahuluan. pemeriksaan buat Djoko bakal terus berlanjut sampai substansi penyidikan terpenuhi." katanya. "Kami akan teruskan sampai mendapatkan informasi yang memenuhi unsur-unsur yang disangkakan terhadap para tersangka. kecuali kalau ada perkembangan terakhir. Karena itu. kata Boy. Sebab. Kompol Legimo. Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menambahkan. Wakakorlantas Brigjen Pol Didik Purnomo." katanya. Meskipun terus memeriksa Djoko. "Berdasarkan koordinasi terakhir dengan KPK begitu. Dia akan tetap sebagai saksi terhadap empat orang yang jadi tersangka. Bahkan secara resmi kami baru memeriksa dia dengan BAP (berita acara pemeriksaan." kata Boy.