You are on page 1of 15

I.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Parameter Kimia
2.1.1 Oksigen terlarut (DO)
Atmosfer bumi mengandung oksigen sekitar 210 mg/l. Oksigen merupakan
salah satu gas yang terlarut dalam perairan. Kadar oksigen yang terlarut di perairan
alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air dan tekanan
atmosfer.Kadar oksigen terlarut semakin kecil apabila semakin besar suhu dan
ketinggian (altitude) serta semakin kecil tekanan atmosfer (Effendi, 2003).
Pada perairan tawar, kadar oksigen terlarut berkisar antara 15 mg/liter pada suhu
0º C dan 8 mg/liter pada suhu 25º C , sedangkan di peraiaran laut berkisar antara 11
mg/liter pada suhu 0º C dan 7 mg/liter pada suhu 25º C (McNeely et. al., 1979).
Kadar oksigen terlarut pada perairan alami biasanya kurang dari 10 mg/liter (Effendi,
2003).
Sebagian besar oksigen pada perairan lacustrin, misalnya danau dan waduk,
merupakan hasil sampingan dari akitivitas fotosintesis. Pada proses fotosintesis,
karbondioksida direduksi menjadi karbohidrat, dan air mengalami dehidrogenasi
menjadi oksigen, seperti yang ditinjukkan sebagai persamaan reaksi sebagai berikut,
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 (Effendi, 2003).
Perairan danau, oksigen lebih banyak dihasilkan oleh fotosintesis algae yang
banyak terdapat pada mintakat epilimnion.Perairan tergenang yang dangkal dan
banyak ditumbuhi tanaman air pada zona litoral, keberadaan oksigen lebih banyak
dihasilkan oleh aktivitas fotosintesis tumbuhan air. Pelepasan oksigen oleh proses
5

2 Karbondioksida (CO2) Atmosfer bumi mengandung karbondioksida dengan persentase yang relatif kecil.. 2003). aktivitas fotosintesis. Setengah dari karbondioksida yang merupakan hasil dari pembakaran ini berada diatmosfer dan setengahnya lagi 6 . Tingginya tekanan air. yakni sekitar 0.Kelarutan gas oksigen diperairan lebih rendah daripada kelarutan gas nitrogen. 2003). 1979 dalam Effendi.033%. dan limbah (effuent) yang masuk ke badan air. 2003). kadar oksigen terlarut berkisar antara 15 mg/l pada suhu 00C dan 8 mg/l pada suhu 250C. Kadar karbondioksida memperlihatkan kecenderungan peningkatan. Peningkatan suhu sebesar 10C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Kadar oksigen terlarut juga berfluktuasi secara harian (diurnal) dan musiman. kelarutan oksigen semakin tinggi. Kadar oksigen terlarut pada perairan alami biasanya kurang dari 10 mg/l (McNeely et al. Perairan tawar. 2. Kadar oksigen terlarut dapat melebihi kadar oksigen jenuh (saturasi) sehingga perairan mengalami supersaturasi (Effendi. Dekomposisi bahan organik dan oksidasi bahan anorganik dapat mengurangi kadar oksigen terlarut hingga mencapai nol dalam anaerob (Effendi. sebagai hasil dari penggundulan hutan dan pembakaran bahan bakar fosil. sedangkan diperairan laut berkisar antara 11 mg/l pada suhu 0 0C dan 7 mg/l pada suhu 250C.Sifat kelarutan gas oksigen lebih rendah daripada sifat kelarutan gas nitrogen.1. tergantung pada percampuran (mixing) dan pergerakan (turbulence) massa air.fotosintesis yang berlangsung intensif pada lapisan eufotik lebih besar dari pada oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi. misalnya minyak bumi dan batu bara. respirasi.

Semua perairan di alam mengandung karbondioksida. Karbondioksida (CO2) atau biasa disebut asam arang sangat mudah dalam suatu larutan. batas maksimum karbondioksida 7 . karbondioksiga dapat beracun karena keadaannya dalam darah dapat menghambat peningkatan oksigen oleh hemoglobin (Zonneveld dkk. Tanah kadar karbonat biasanya sekitar 10 mg/l. Pengukuran kandungan karbondioksida dapat digunakan secara titrasi dengan menggunakan indicator phenol ptalyn (PP) dan Natrium Karbonat (Na2CO3) (Sutrisna dan Sutarmanto. 2007). Ion ini mendominasi sekitar 60%-90% bentuk karbonat anorganik total di dalam suatu perairan (McNeely et al. Standar bakumutu PP No. konsentrasi yang tinggi (>10mg/l). Perairan tawar alami yang memiliki pH 7–8 biasanya mengandung ion karbonat <500 mg/l dan hampir tidak pernah kurang dari 25 mg/l. Perairan tawar alami hampir tidak pernah memiliki pH > 9 sehingga tidak di temukan karbon dalam bentuk karbonat. 1995). Kandungan karbondioksida yang tinggi dapat diatasi dengan menggunakan aerasi yang efisien. 2003). 1979 dalam Effendi. tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. karena sifat air tanah cenderung alkalis.. Kadar karbondioksida yang optimal adalah 10 ppm. 82 Tahun 2001 (kelas II).tersimpan dilaut dan digunakan dalam proses fotosintesis oleh diatom dan algae laut lain (Effendi. 2003). Pada pembenihan ikan banyak kemungkinan adanya konsentrasi karbondioksida yang tinggi yang dihasilkan dari proses respirasi dan pembongkaran bahan-bahan organik.1991 dalam Ghufran. Perairan yang memiliki kadar sodium tinggi mengandung karbonat sekitar 50 mg/l. Umumnya perairan alami mengandung karbondioksida sebesar 2 mg/l.

2. Alkalinitas dihasilkan dari karbondioksida dan air yang dapat melatrutkan sedimen baran karbonat menjadi bikarbonat. karbonat. Alkalinitas juga diartikan sebagai kapasitas penyangga (buffer capacity) terhadap perubahan pH periaran.2007) pada umumnya perairan alami mengandung karbondioksida sebesar 2 mg/l. alkalinitas adalah gambaran pelapukan batuan yang terdapat pada system drainase. Alkalinitas adalah gambaran kapasitas air untuk menetralkan asam. karbondioksida dapat beracun. Alkalinitas Pada awalnya. tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air. 2013).untuk kegiatan budidaya air tawar 2-9 mg/L. 82 Tahun 2001 (kelas II). 2003). Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak disukai oleh organisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi (Frasawi. 2013). Penyusun alkalinitas perairan adalah anion bikarbonat (HCO3-). 8 . Menurut (M. karena keberadaannya dalam darah dapat menghambat pengikatan oksigen oleh hemoglobin (Frasawi. menyatakan alkalinitas total yang baik untuk kegiatan budidaya ikan air tawar 30-500 mg/L. Berdasarkan standar bakumutu PP No. atau dikenal dengan sebutan acid-neutralizing capacity (ANC) atau kuantitas anion di dalam air yang dapat menetralkan kation hidrogen. Ghufran dan Kordi.3.1. Pada konsentrasi yang tinggi (> 10 mg/l). dan hidroksida (Effendi.

Karbon anorganik diperairan dapat berasal dari beberapa sumber yaitu atmosfer. sedangkan pada perairan laut adalah klorida. Nilai alkalinitas di perairan berkisar antara 5 inggai ratusan mg/liter CaCO3.Senyawa ini terdapat di dalam tanah dalam jumlah yang berlimpah sehingga kadarnya diperairan tawar cukup tinggi (Barnes. sedangkan pada perairan laut adalah sodium dan magnesium.Nilai alkalinitas yang baik berkisar antara 30-500 mg/liter CaCO3. 1988). 9 . Tingkat produktifitas perairan ini sebenarnya tidak berkaitan secaqra langsung dengan niali alkalinitas tetapi berkaitan dengan keberadaan fosfor dan elemen essensial lain yang kadarnya meningkat dengan meningkatnya nilai alkalinitas (Effendi. Periaran dengan nilai alkalinitas > 40 g/liter CaCO3 disebut perairan sadah (hard water). Untuk kepentingan pengolaan air. Peraiaran dengan nilai alkalinitas tinggi lebih produktif dibanding perairan dengannilai alkalinitas rendah. Bikarbonat. 1989 dalam Effendi. 2003). 2003). sebaiknya nilai alkalinitas tidak terlalu bervariasi (Effendi. Kation utama yang mendominasi perairan tawar adalah kalsium dan magnesium. sedangkan perairan dengan nilai alkalinitas <40 mg/liter CaCO3 disebut perairan lunak (soft water). dan sumber allocthonous (dari luar perairan). siklus biologi karbon. karbonat dan asam karbonat merupakan sumber utama karbon anorganik di perairan.Anion utama pada perairan tawar adalah karbonat dan bikarbonat. batuan karbonat. Nilai alkalinitas pada perairan alami adalah 40 mg/liter CaCO3 (Boyd. Kalsium karbonat merupakan senyawa yang memberi kontribusi terbesar terhadap nilai alkalinitas dan kesadahan di perairan tawar. 2003).

pH adalah log 10 (1/(H+). bentuk setengah terikat yaitu Ca (HCO2)3. Apabila O2 tinggi maka pH tinggi.7 – 8. 1995). 10 . dinyatakan dalam angka 1 sampai 14. Apabila nilai alkalinitas tinggi maka pH dan CO2 juga tinggi. sedangkan pada pH 7 larutan air berada dalam keadaan netral. sedangkan CO2 rendah. pH air merupakan tingkat konsentrasi ion hidrogen yang ada dalam perairan. semakin banyak H+ suasana semakin asam (Sutrisna dan Sutarmanto. 2.Untuk mempertahankan nilai alkalinitas yang optimal dapat dilakukan dengan menambah Ca yang terdiri dari dua bentuk yaitu.2 (Sutrisna dan Sutarmanto. sedangkan bila O2 rendah maka pH rendah. Nilai pH lebih rendah menunjukkan keasaman yang lebih tinggi. Keasaman air yang disebut juga dengan pH (Puissance negative de Hidrogen). dan bentuk terikat yaitu CaCO3. 1995). Dalam hal ini aspek yang diukur adalah kemampuan suatu larutan air memberikan ion hidrogen. di mana (H+) adalah konsentrasi ion hidrogen dalam nol per liter. pH yang optimal dalam pembenihan ikan adalah antara 6. 1995).4.1. demikian pula sebaliknya (Sutrisna dan Sutarmanto. Tinggi rendahnya pH dipengaruhi oleh tinggi rendahnya O2 ataupun CO2. Derajat keasaman (pH) Menurut Rudiyanti dan Ekasari. Tetapi sebaliknya bila CO2 naik maka pH turun karena terjadi perubahan kimia sebagai berikut : H2O + CO2 → HCO3 HCO3 → H+ CO-3 Jadi.

suasana alkalis lebih banyak ditemukan ammonia yang tak terionisasi dan bersifat toksik. Tingginya nilai pH.5..Perairan tawar kation divalen yang paling berlimpah adalah kalsium dan magnesium. Biota akuatik sebagian besar sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 7–8.Amonium bersifat tidak toksik. Kesadahan Kesadahan (hardness) adalah gambaran kation logam divalen. sehingga kesadahan pada dasarnya ditentukan oleh jumlah kalsium dan 11 . 2003).1.Mackereth et al. 2. 2003 berpendapat bahwa pH juga berkaitan erat dengan karbondioksida dan alkalinitas. Toksisitas logam memperlihatkan peningkatkan pada pH rendah ataupun naik pada perairan (Novotny dan Olem. Larutan yang bersifat asam (pH rendah) bersifat korosif. 1994 dalam Effendi. Derajat keasaman (pH) juga mempengaruhi toksisitas suatu senyawa kimia. misalnya proses nitrifikasi akan berakhir jika pH rendah. Senyawa amoniun yang dapat terionisasi banyak ditemukan pada perairan yang memiliki pH rendah. semakin tinggi pula nilai alkalinitas dan semakin rendah kadar karbondioksida bebas. Derajat keasaman (pH< 5). 2003). Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan.5. (1989) dalam Effendi. 1992 dalam Effendi.Kation kation ini dapat bereaksi dengan sabun membentuk endapan maupun dengan anion-anion yang terdapat didalam air membentuk endapan atau karat pada peralatan logam.Ammonia tak terionisasi ini lebih mudah terserap kedalam tubuh organisme akuatik dibandingkan dengan ammonium (Tebbut. alkalinitas dapat mencapai nol.

2.1. 1989 dalam Effendi. Kesadahan perairan berasal dari kontak air dengan tanah dan bebatuan. 2003). Air hujan sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melarutkan ion–ion penyusun kesadahan yang banyak terikat didalam tanah dan batuan kapur. 2003). Parameter Biologi 2.magnesium.Perairan dengan nilai kesadahan tinggi pada umumnya merupakan perairan yang berada diwilayah yang memiliki lapisan tanah pucuk tebal dan batuan kapur.2. Produktivitas primer Awal kehidupan di suatu perairan dimulai dari keberadaan mikroorganisme yang disebut fitoplankton. yaitu bikarbonat dan karbonat (Barnes. 1996 dalam Effendi. Produktivitas (primer) suatu perairan pada dasarnya ditentukan oleh kemampuan perairan tersebut mensintesa bahan-bahan organik dari bahan anorganik (Hutabarat. organisme renik inilah yang mempunyai peranan sangat penting sebagai penghasil produktivitas primer karena memiliki kandungan khlorofil.Kalsium dan magnesium berikatan dengan anion penyusun alkalinitas. 2. meskipun memiliki kadar karbondioksida yang relative tinggi. dan lain-lain akan diikat menjadi bahan 12 . Dalam sistem rantai makanan. CO2. Larutan pada ion–ion yang dapat meningkatkan nilai kesadahan tersebut lebih banyak disebabkan oleh aktivitas bakteri di dalam tanah yang banyak mengeluarkan karbondioksida. Dalam proses ini bahan-bahan anorganik yang dikandung dalam air seperti H2O. Perairan lunak berada pada wilayah dengan lapisan tanah atau tipis dan batuan kapur relatif sedikit atau bahkan tidak ada karena dapat mempengaruhi kualitas air (Jeffries dan Mills. 2000).

memanfaatkan energi dari sumberdaya eksternal.1988). Dalam kaitan tersebut.organik seperti gula melalui suatu proses fisikokimiawi dengan bantuan energi sinar matahari. Menurut Suminto (1984) bahwa produktivitas perairan ditentukan oleh laju proses dan tingkat produksi perairan yang dihasilkan. Folkowski dan Raven (1997) menambahkan bahwa 13 . Sesuai dengan peranan tersebut di atas. Laju fotosintesis akan tinggi bila tingkat intensitas cahaya tinggi dan menurun bila intensitas cahaya menurun (Nybakken. 2009). 2) tingkat produktivitas perairan yang dapat didukungnya. 2006). 1998). Produktivitas primer dibatasi oleh cahaya. salah satunya adalah fitoplankton (Antik. 2006). karena cahaya dibutuhkan untuk proses fotosintesis. Produktivitas primer suatu perairan merupakan serangkaian proses dimana terjadi keterkaitan antara satu parameter dengan parameter lainnya. biasanya diukur dengan produksi jumlah oksigen atau asimilasi CO 2 (Carleton. Karena produktivitas primer merupakan fotosintesis. maka untuk setiap sifat fisika-kimia air akan mempunyai batas-batas kelayakan serta tingkat kemampuannya dalam mendukung tingkat produktivitas perairannya (Antik. Persenyawaan ini dapat terjadi oleh karena adanya zat hijau daun (khlorofil) yang banyak dikandung dalam tumbuh-tumbuhan hijau yang banyak hidup melayang di perairan. kualitas air berguna untuk menentukan : 1) tingkat kelayakan bagi kelangsungan hidup ikan dan biota air makanannya. Produksi primer adalah produksi senyawa organik dari komponen anorganik. Lalu produktivitas primer adalah laju pembentukan senyawa-senyawa organik dari sumber anorganik. terutama melalui proses fotosintesis dan kemosintesis (Dobson dan Frid.

2. 2. Diatom (Bacillariophyceae) dan Dinoflagellata (Dinophyceae) merupakan anggota utama fitoplankton dan terdapat di seluruh perairan laut. 2010). 1994) dalam komunitas fitoplankton di laut hanya 4 klas diantaranya merupakan klas terpenting yaitu Bacillariophyceae.2. Fitoplankton adalah organisme renik yang dapat berfotosintesis karena mengandung klorofil dan berperan sebagai penghasil O2 dan juga sebagaimakanan bagi zooplankton. Plankton Plankton adalah organisme renik yang hidup melayang dalam air dan bergerak mengikuti arus. Plankton menurut jenisnya terdiri dari plankton nabati(fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). baik perairan pantai maupun perairan oseanik (Antik. Wardoyo (1982) mengatakan bahwa kesuburan perairan ditentukan oleh kemampuan perairan tersebut untuk menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik. 1984 dalam Arinardi. 14 .cahaya merupakan komponen utama dalam proses fotosintesis dan secara langsung bertanggung jawab terhadap nilai produktivitas primer perairan. Dari 13 klas fitoplankton bahari (Parsons et al. 2006). Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengukur kelimpahan fitoplankton. Jenis fitoplankton yang diharapkan adalah selain jenis dari kelompok alga hijau biru (Cyanophyceae) dan selain dari kelompok Dinoflagellata (Antik. 2006). Dalam jumlah yang tepat fitoplankton berperan penting dalam produktivitas primer perairan. (Taqwa.. Dinophyceae. Haptophyceae dan Cryptophyceae.

3. waktu dalam hari. lintang(latitude).3.2. Air sebaiknya tersedia sepanjang tahun atau minimum 9 bulan dalam setahun. Debit air diukur dengan alat yang disebut CurrentMeter.penutupan awan.Ukuran benih ikan yang di tebar 2-4 cm.3. Cara pengukuran lainnya dengan perhitungan matematis dan pengukuran langsung. sementara saat sama sekali tidak ada air dapat digunakan untuk perbaikan pematang kolam atau pembuatan kolam baru. dan biologi badan air. sirkulasi udara. maka ketinggian air cukup 30-40 cm dan dinaikkan beberapa hari kemudian hingga mencapai ketinggian 50-60 cm. Kolam pemeliharaan mulai dari pembenihan sampai dengan pembesaran memerlukan debit air yang berbeda-beda. 2005). Tinggi rendahnya air dalam kolam sesuai dengan kebutuhan (Tuhana. Organisme aquatik mempunyai kisaran suhu tertentu (batas atas dan bawah)yang di sukai bagi pertumbuhannya. ketinggian dari permukaan laut (alpitude). Filum cyanophyta lebih dapat 15 . Suhu Suhu di suatu badan air dipengaruhi oleh musim. dan aliran serta kedalaman badan air. Alga dari filum clorophyta dan diatomakan tumbuh dengan baik pada kisaran suhu berturut–turut 300C sampai 350C dan 200C sampai 30oC. Debit air Kuantitas air atau debit air perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum memulai budidaya. Parameter Fisika 2. Suhu juga sangat berperan mengendalikan kondisi ekosistem perairan. Perubahan suhu berpengaruh terhadap proses fisika. kimia.1.2. 2. Kualitas air harus baik untuk menjamin pengukuran. Pengisian air ke dalam kolam ditentukan oleh ukuran ikan yang ditebar.

berupa kolam tanah atau kolam tembok dengan dasar tanah. Pengukuran kecerahan sebaiknya dilakukan pada cuaca yang cerah (Jeffries and Mills.yang ditentukan secara visual dengan menggunakan secchidisk. dan volatilisasi (Haslam.3.3. Kolam yang digunakan untuk pembenihan sebanyak satu buah kolam. 2.3 Kecerahan Kecerahan air tergantung pada warna dan kekeruhan.5. Dasar kolam permukaan air kolam tersebut.Nilai ini sangat dan padatan tersuspensi. maka semakin luas ruang gerak ikan.3. Kedalaman Kedalaman yang ideal untuk kolam-kolam pemeliharaan ikan adalah 60-150 cm. Ukuran kolam 400-600 m². Untuk tanah dasar kolam yang sebaiknya dibuat dengan ukuran 1. Salah satu pertimbangan dalam menentukan kedalaman suatu kolam. serta ketelitian orang yang melakukan pengukuran. 1986).1996). yaitu kemampuan sinar matahari untuk menembus ke dasar kolam (Susanto. Konstruksi dasar kolam dibuat dengan kemiringan 2-5%.Peningkatan suhu mengakibatkan peningkatan viskositas reaksi kimia dan evaporasi. 2005). Arus 16 . 2. 2. 1995). Nilai kecerahan dinyatakan dalam satuan meter.5 x 2 x 0.4.bertoleransi terhadap kisaran suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan clorophyta dan diatom. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan.5 m sebagai kolam pemijahan (Khairuman dan Amri.

apabila bagian hulu suatu badan air mengalami pencemaran. 1997) 17 . Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi. semua airnya akan mengisi sungai yang terdapat di dalam daerah aliran sungai tersebut. Seluruh hujan yang terjadi di dalam suatu drainase basin. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh Pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan (Rukmana.6.4 Biologi Ikan Ikan nila adalah berasal dari sungai Nil. 2003) 2. Kecepatan arus dinyatakan dalam satuan m/detik (Effendie. Morfometri Morfometri daerah aliran sungai (DAS) merupakan ukuran kuantitatif karakteristik daerah aliran sungai yang terkait dengan proses pengatusan (drainase) air hujan yang jatuh di dalam daerah aliran sungai.Kecepatan arus (velocity/flow rate) suatu badan air sangat berpengaruh terhadap kemampuan badan air tersebut mengasimilasi dan mengangkut bahan pencemar. Daerah aliran sungai atau drainase basin adalah suatu daerah yang terhampar di sisi kiri dan kanan dari suatu aliran sungai. 2004). Pengetahuan akan kecepatan arus digunakan untuk memperkirakan kapan bahan pencemar akan mencapai suatu lokasi tertentu. dimana semua anak sungai yang terdapat di sebelah kanan dan kiri bermuara ke dalam suatu sungai induk. barulah ikan nila disebarluaskan di seluruh Indonesia. Bibit ikan didatangkanke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. 2. Daerah aliran sungai juga merupakan daerah yang menjadi tangkapan hujan atau disebut catchmen area (Mulyo.3.

2006) Ikan nila merupakan spesies akuakultur yang cukup menarik karena pertumbuhannya cepat sehingga dapat digunakan sebagai filter feeder.Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. air payau dan air laut. 2015) Ikan nila memiliki bentuk tubuh streamline. Ikan nila juga tahan terhadap perubahan lingkungan. dengan beberapa garis gelap melintang (belang). Bentuk mulutnya biasa dan letaknya berada di ujung (terminal). Ekornya memiliki jari-jari 7-12 buah. 2003) 2. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam produksi budi daya air tawar di Indonesia. Ikan nila banyak dibudidayakan di berbagai daerah karena kemampuan adaptasinya bagus di dalam berbagai jenis air. reproduksinya cepat dan mampu menstabilkan kelimpahan fitoplankton. Sirip punggung dengan 16-17 sirip tajam dengan 11-15 jari-jari (sirip lunak) dan sirip dubur dengan 3 sirip dengan 8-11 jarijari. Nila dapat hidup di air tawar. Ikan nila mampu memfilter bakteri berukuran 1μm dan fitoplankton berdiameter 5 μm (Turker et al. Sirip ekornya homoserkal dan sisisknya berjenis stenoid (Suyanto. Tubuhnya berwarna kehitaman atau keabuan. kegiatan budidaya ikan di KJA tergolong kegiatan budidaya intensif dengan volume rendah (1-10 m3) dan kepadatan tinggi 18 .5 Metode Keramba Jaring Apung Menurut Schmittou (1991). bersifat omnivora dan mampu mencerna makanan secara efisien (Nisa et al.

mencegah atau menguragi kemungkinan dampak yang dapat ditimbulkan dari kegiatan budidaya terhadap kualitas perairan. dalam melakukan kegiatan budidaya juga harus mempertimbangkan.yakni mencapai 400-500 kg/m3. serta hasil yang optimum (150-250 kg/m3) dan efisien yang tinggi. dan kedalaman lokasi air pada KJA (Erlaina et al. jarak antar unit KJA. Beberapa faktor yang memepengaruhi sirkulasi air pada kegiatan budidaya di KJA diantaranya yaitu ukuran mata jaring yang digunakan. maka air dengan sendirinya dapat melakukan self purification. jarak antara KJA dari pinggir danau. Namun agar proses tersebut dapat berlangsung dengan sebagaimana mestinya. 2010). 19 . Oleh karena itu. kualitas air danau itu sendiri sangat dipengaruhi oleh aktivitas budidaya yang berlangsung di danau tersebut. Keberhasilan kegiatan budidaya pada KJA juga dipengaruhi oleh kondisi perairan danau. harus didukung dengan sirkulasi air yang cukup baik. Sebaliknya. Jika beban limbah organik yang masuk tidak terlalu besar.