[GKP

0203]

PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DASAR
Judul Acara
Nama
NIM
Kelompok
Praktikum
Asisten

Fotogrametri Digital 2
Dita Eko Wulandari
14/369415/GE/07926
Selasa, 09.00 – 11.00 WIB
1. Faisal Ashaari
2. Kusuma Wardani Laksitaningrum

Komponen
Penilaian
A : Pretest
B : Kegiatan
Praktikum
C : Laporan
Praktikum
D : Tugas

Nilai Total
Laporan :

Laporan dikumpulkan pada
A:
B:

Tanggal :

Jam :
Asisten

Praktikan

C:
D:

(Dita Eko W)

(……………………..
.)

HASIL PEMBELAJARAN
1. Peta orthophoto sebagian kawasan Pantai Baron (terlampir)
2. Digital Elevation Model sebagian kawasan Pantai Baron (terlampir)
Nilai

PEMBAHASAN
Salah satu produk dari foto udara yaitu orthophoto. Orthophoto atau foto
orto merupakan foto yang menyajikan gambaran objek pada posisi ortografik
yang benar yaitu secara geometrik memiliki kesamaan terhadap peta garis
konvensional dan peta simbol planimetrik yang juga menyajikan posisi ortografik
objek secara benar. Foto orto dapat digunakan sebagai peta untuk melakukan
pengukuran langsung atas jarak, sudut, posisi dan area tanpa melakukan koreksi
bagi pergeseran letak gambar di mana hal ini tidak dapat dilakukan pada foto
perspektif. Sangat kecil kemungkinan foto orto dapat dihasilkan langsung dari
proses perekaman udara mengingat banyak faktor yang akan mempengaruhi
kualitas foto orto sehingga foto orto dapat dibuat dari foto perspektif (foto udara
dengan proyeksi sentral sehingga mempunyai skala yang tidak seragam dan
geometri obyek yang paling teliti hanya terdapat pada daerah yang terletak di
sekitar pusat proyeksi) melalui proses yang disebut retifikasi diferensial yang
meniadakan pergesaran letak gambar oleh kesendengan fotografik dan relief
(Wolf, 1993). Berdasarkan foto orto sebagian kawasan Pantai Baron yang telah
dibuat, foto orto tersebut dibuat dari gabungan beberapa foto orto sehingga
membentuk gambaran utuh suatu medan (mosaik foto orto). Foto udara yang
digunakan telah dilakukan koreksi posisi dan geometri dengan menggunakan
software PhotoModeler Scanner. Foto udara yang telah dikoreksi menggunakan
software PhotoModeler Scanner akan memiliki ciri yaitu geometris foto yang
berubah dari yang nampak cembung atau cekung menjadi datar sehingga di
sekeliling foto terdapat garis hitam serta dapat dilihat dari nama file foto yang
berubah secara otomatis terdapat kata ideal contohnya “IMG_1607_ideal.jpg” dan
diikuti dengan file tambahan berupa CCH file. Akurasi posisi dan geometri dari

serta pembangunan model tiga dimensi (mesh). Foto udara yang yang dihasilkan dari wahana udara yang memiliki built in GPS receiver umumnya telah memiliki sistem referensi koordinat namun dalam ketelitian yang rendah sehingga perlu dilakukan penambahan GCP yang umumnya diambil menggunakan GPS geodetik yang memiliki ketelitian tinggi. DEM adalah data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik-titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefinisikan permukaan tersebut menggunakan himpunan koordinat (Tempfli. keduanya dilakukan pengolahan lebih lanjut seperti foto orto di layout sesuai kaidah kartografis dan DEM diberi efek hill shade .tif agar keduanya dapat diolah lebih lanjut menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografis contohnya ArcMap. Dari sparse point clouds yang telah dibangun dapat dilakukan proses pembangunan dense point clouds yaitu kumpulan titik tinggi dalam jumlah ribuan hingga jutaan yang dihasilkan dari pemrosesan fotogrametri udara atau Lidar. Berdasarkan foto orto dan DEM yang telah dibuat. Y dan Z secara merata pada mosaik foto agar model tiga dimensi dan foto orto yang dihasilkan memiliki kualitas geometri yang akurat dan sesuai dengan spesifikasi yang diisyaratkan. Hasil dari proses tersebut perlu ditambakan GCP (Ground control point) yaitu titik di permukaan bumi dari lokasi yang diketahui digunakan untuk georeferensi yang terdiri dari koordinat X. 1991).PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DASAR [GKP 0203] objek yang diberikan dari foto orto merupakan suatu hal penting dalam pembuatan informasi spasial karena foto orto telah dimosaik akan digunakan dalam pemodelan tiga dimensi (3D) kondisi medan atau yang biasa disebut Digital Elevation Model (DEM). Y dan Z dalam kondisi yang tidak tersebar merata atau renggang. Foto yang telah dikoreksi tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan software Agisoft PhotoScan Professional. Satuan sistem referensi koordinat pada foto udara dan GCP perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi orientasi dari foto orto dan DEM yang dihasilkan. Proses optimize camera alignment merupakan tahap akhir dalam pembuatan foto orto dan DEM karena tahap selanjutnya hasil serangkaian proses yang telah dilakukan dapat dieksport dalam bentuk foto orto dan DEM dengan eksistensi file yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tahapan awal dalam pembuatan foto orto dan DEM yaitu foto yang akan digunakan diimport ke dalam software kemudian software Agisoft PhotoScan Professional akan secara otomatis melakukan rekonstruksi jalur terbang. Dari proses ini akan dihasilkan model tiga dimensi awal. Sebaiknya foto orto dan DEM dieksport dalam eksistensi . Penggunaan software Agisoft PhotoScan Professional dilatarbelakangi karena software ini mampu melakukan mosaik foto orto serta pembuatan Digital Elevation Model (DEM) dalam satu rangkaian proses. posisi kamera serta foto disetiap perekaman dan sparse point clouds yang akan digunakan pada tahap berikutnya. Sparse point clouds merupakan sekumpulan titik data pada sistem koordinat yang terdiri dari koordinat X. Foto-foto yang telah direkonstruksi selanjutnya dilakukan proses align atau penyelarasan yaitu mengoreksi posisi kamera untuk masing-masing foto sehingga dapat diidentifikasi dan dilakukan proses matching pada titik-titik yang sama yang ada pada masing-masing foto dan membangun model sparse point clouds. Kualitas akurasi geometri dapat ditingkatkan lagi dengan proses optimize camera alignment yaitu untuk memperbaiki kemungkinan distorsi yang masih terjadi dengan menghitung parameter internal dan eksternal.

1991. Wolf. K. Oxford. 1993 . Elemen Fotogrametri. Nilai . Paul R. England. Foto yang telah diberi GCP seharusnya memiliki orientasi yang sesuai dengan kondisi aslinya dimuka bumi. Kesalahan orientasi pada foto orto dapat diatasi dengan melakukan georeferensi ulang menggunakan software ArcMap sementara georeferensi pada DEM sulit dilakukan mengingat pada DEM kenampakan objek di permukaan bumi sulit untuk dikenali. Foto orto adalah foto yang menyajikan gambaran objek pada posisi ortografik (geometrik) yang benar yang dapat dihasilkan dari foto perspektif yang telah retifikasi diferensial sementara DEM (digital elevation model) adalah pemodelan tiga dimensi (3D) kondisi medan atau data digital yang menggambarkan geometri dari bentuk permukaan bumi atau bagiannya yang terdiri dari himpunan titik-titik koordinat hasil sampling dari permukaan dengan algoritma yang mendefinisikan permukaan tersebut menggunakan himpunan koordinat.PRAKTIKUM FOTOGRAMETRI DASAR [GKP 0203] agar dapat merepresentasikan model tiga dimensi menggunakan software ArcMap. Nilai KESIMPULAN 1. Kesalahan sistem referensi koordinat juga dapat berdampak pada skala foto dan DEM di mana skala yang dihasilkan sangat kecil. Foto orto dan DEM merupakan representasi permukaan bumi yang dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi pekerjaan sehingga dalam pembuatan foto orto dan DEM dengan akurasi tinggi dan sesuai dengan standar selain diperlukan foto udara dan serangkaian tahapan tertentu juga diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai sistem pembuatan foto orto dan DEM. Diterjemahkan oleh: Gunadi. Foto orto dan DEM merupakan representasi permukaan bumi yang dapat digunakan untuk berbagai macam aplikasi pekerjaan dan dibuat melalui serangakain proses menggunakan software tertentu contohnya software Agisoft PhotoScan Professional. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. foto orto dan DEM yang telah dibuat memiliki orientasi foto yang salah ditandainya dengan lokasi pantai yang berada di utara padahal seharusnya berada di bagian selatan. DTM and differential modeling. 15-17 September 1991. Totok Gunawan dan Zuharnen. Nilai DAFTAR PUSTAKA Templi. Kesalahan tersebut salah satunya dapat diakibatkan dari satuan sistem referensi koordinat pada foto dan GCP yang digunakan berbeda. Edisi Kedua. Namun. In: Proceedings ISPRS and OEEPE joint workshop on updating digital data by photogrammetric metods.