You are on page 1of 1

Patofisiologi

<ekanisme cedera otak merupakan hal yang bersifat kompleks, ber3ariasi, dan
belum sepenuhya dipahami. 9rauma mekanik, iskemia, kerusakan energi seluler,cedera
reperfusi eksitotoksin, edema, cedera 3askuler, dan cedera yang menginduksi2

apoptosis, merupakan factor!faktor yang berpengaruh pada hampir semua cedera otak akut.
Ada dua fase utama dari cedera kepala yang diakibatkan oleh trauma kepala.;ase
pertama adalah kerusakan otak awal yang terjadi segera pada saat benturan, yang
meliputi cedera neural, cedera glial primer, dan respon 3askuler, dimana hal inidapat
meliputi

laserasi

kulit

kepala,

fraktur

tulang

tengkorak,

kontusi,

perdarahan pungtat, perdarahan subarachnoid dan cedera aksonal difus. Ada dua jenis ceder
a primer yang dapat terjadi yaitu cedera otak fokal dan difus. 9ipe
cedera

otak

traumatik

(2  !8  /)

adalah

konkusi

yang paling seringdari
ringan

dan

konkusi

cerebralklasik. Cedera otak fokal terhitung sebanyak lebih dari dua per tiga dari
kematianakibat cedera otak, sedangkan cedera aksonal difus terhitung sebanyak
kurang darisepertiganya. Sedangkan fase kedua dari cedera merupakan perkembangan
kerusakanneurologi yang terjadi setelah cedera primer, dimana hal ini dapat berkembang
dalamwaktu beberapa hari sampai minggu. Cedera sekunder dapat diakibatkan oleh
adanyaedema cerebral, hipoksia, dan perdarahan yang tertunda.
1. Vender JR, Flannery AM. Head Injury. In : Critical Care Medicine
Principles of Diagnosis and Management in the Adult Second Edition.
Parrilo JE, Dellinger RP.ediotrs. mosby, Inc. St. Louis. 2001. P. 1330-35.
2. Boss BJ. Alterations of Neurologic Function. In : Understanding
Pathophysiology 3rd edition. Huether SE, McCance KL. Editors. Mosby,
Inc. St. Louis. 2004. P. 392-95
3. Banasik JL. Acute Disorder of Brain Function. In: pathophysiology Third

Edition. Copstead LC, Bnasik JL. Editors. Elsevier Inc. St. Louis. 2005.
P.1095-99