You are on page 1of 17

Laporan Praktikum KI3141

Dinamika Kimia
Percobaan K-1
VISKOSITAS CAIRAN SEBAGAI FUNGSI SUHU

Nama

: Surmayanti

NIM

: 10513004

Kelompok

:I

Shift

: Kamis siang

Tanggal praktikum

: 29 Oktober 2015

Tanggal pengumpulan

: 5 November 2015

Asisten

:-

Gusti Ayu Citra W.U (20513300)

LABORATORIUM KIMIA FISIK
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015

Viskositas suatu zat cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan aliran cairan. Jumlah volume cairan yang mengalir melalui pipa per satuan waktu. memiliki suatu sifat yang dikenal sebagai viskositas. gas atau cairan. Bagian yang menempel pada dinding luar dalam keadaan diam dan yang menempel pada dinding dalam akan bergerak bersama dinding tersebut. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas (Bird.PERCOBAAN K-1 VISKOSITAS CAIRAN SEBAGAI FUNGSI SUHU I. 1981). (Respati. konsentrasi larutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu suhu. Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida saling gesek-menggesek ketika fluida fluida tersebut mengalir. makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Aliran ini disebut aliran laminer. 1993). 1993). III. 2008). Lapisan zat cair antara kedua dinding bergerak dengan kecepatan yang berubah secara linier sampai V. yang melalui tabung berbentuk silinder. Apabila zat cair tidak kental maka koefesiennya sama dengan nol sedangkan pada zat cair kental bagian yang menempel dinding mempunyai kecepatan yang sama dengan dinding. Fluida yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang berbeda. Viskositas atau kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara molekulmolekul yang menyusun suatu fluida. Makin kental suatu cairan. dan tekanan(Bird. Aliran zat cair akan bersifat laminer apabila zat cairnya kental dan alirannya tidak terlalu cepat (Sudarjo. Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan. Pada zat cair. - Tujuan Percobaan Menentukan viskositas zat pada berbagai suhu dengan metode Oswald Menentukan nilai E dan A pada berbagai zat melalui percobaan Menentukan tetapan Van der Waals pada berbagai melalui percobaan II. berat molekul solute.19 gram . viskositas disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Data pengamatan Truang = 28 ℃ W pikno 1 kosong =28. Viskositas ini juga disebut sebagai kekentalan suatu zat. Teori Dasar Setiap fluida.

7 5.7 5.57 5.3 7.5 5.3 7.19 ) g =24.3 t2 6 5.4 5.6 7.8 7. ℃) ( 45. T (oC) 28 30 35 ρair (g/mL) 0.8 7.4 6 5.9962371 g / mL V Pikno 2= V Pikno = W pikno1 +air −W pikno kosong ρair(t=28.24−19.8 6.5 6. Penentuan Volume Pikno W pikno1 +air −W pikno kosong V Pikno 1= ρair(t=28 ℃) V Pikno = ( 53.3 Wpikno 2 + ℃¿ 28 30 35 40 t air (s) toluena (gram) 49.4 t1 6 5.7 5.9538 mL 0.74 39.3 7.24 gram T ( W pikno 1 + ℃¿ 28 30 35 40 t1 6.02 48.6 5.4 t3 5.37 8.05 gram W pikno 2 kosong = 19.4 39.7 5.W pikno 1 + air = 53.23 49.93 6.43 trata- trata- rata zat rata air (s) (s) 5.27 IV.9685 25.9538 24.8122 25.7970 mL 0.5 5.9962371 0.4 5.8 5.7970 25.54 ) g =25.05−28.6 7.3 7.5 6.5 5.47 5.47 5.2 trata- trata- rata zat rata air (s) (s) 6.9956511 0.6 5.8 6.4 t1 8.3 t3 8.88 39.5 5.6 5.3 t3 6 5.0091 25.67 5.8 6.6 7.6 t air (s) metanol (gram) t1 5.8 7.4 t zat (s) t2 8.9962371 g / mL Dengan cara yang sama maka didapat volume piknometer pada berbagai suhu sebagai berikut.6 7.8541 .6 6.5 5.8 7.90 39.8 6.9940359 Volume Piknometer 1 Volume Piknometer 2 (mL) (mL) 24.8 6. Pengolahan Data 1.79 T( t zat (s) t2 7 6.54 gram W pikno 2 + air = 45.4 t3 7 6.53 6.73 5.53 t2 5.14 49.

19 ) g g =0. s 8.8221 0.9538 24.5oC t toluena x ρtoluenal (28 ℃) ƞtoluena (28 ℃ )= x ƞ air (28℃ ) t air x ρ air (28 ℃ ) ¿ 6.40 0.9685 25.9922204 25.23−28.9538mL mL Dengan cara yang sama maka di dapat massa jenis zat pada berbagai suhu sebagai berikut.9962371 ¿ 0.8122 25.8390 0.0091 25.7813 0.7892 0.s ρ(g/mL) 0.8431 0.9015 .5 30 35 40 Volume Volume Piknometer Piknometer 1 (mL) 24.7970 25.3 x 0.8431 x 0.0549 2 (mL) 25.0005883 kg m. Penentuan ρ Zat Pada Berbagai Suhu W −W piknokosong ρ zat = pikno+zat V pikno Untuk toluena pada suhu 28 oC W −W piknokosong ρtoluena= pikno+toluena V pikno ¿ ( 49.93 x 0.9015 1.0549 25.7717 . Penentuan ɳ Zat Pada Berbagai Suhu t zat x ρzat (t ℃ ) ƞ zat ( t ℃ )= x ƞ air ( t ℃ ) t air x ρair ( t ℃ ) Untuk etanol pada suhu 28.0008327 k g/m .8328 0. 2. Zat Toluena Metanol T( ℃ ) 28 30 35 40 28.8431 24.8541 25.7879 0.

3003 x 10-3 3.0006134 0.8431 0.8 (toluena)) 7.8328 0.4 6 (metanol) 5.3222 x 10-3 3.6 (toluena) 7.0007975 0.73 (metanol) 5.0007194 0.0006529 0.0005178 0.1948 x 10-3 0.0005858 0.0005858 0.1948 x 10-3 3.3804 -7.2467 x 10-3 3.3340 -7.0007975 0.93 6. Penentuan E dan A Zat Air Toluena metanol T(oC) 1/T (K) ɳ(kg/m.0005654 0.3964 -7.9956511 0.7813 0.0008327 0.7717 0.7892 0.3003 x 10-3 3.1948 x 10-3 3.9922204 0.3 (toluena) 7.Dengan cara yang sama maka diperoleh viskositas zat pada berbagai suhu sebagai berikut.37 5.0006233 0.0006529 0.57 5.8221 0.0006233 0.0005654 0.2467 x 10-3 3.5659 -7.0007194 0.0004637 0.s) 28 30 35 40 28 30 35 40 28 30 35 40 8.0004637 0.4425 -7.3003 x 10-3 3.8 6.0005178 0.0005883 0.5611 .2370 -7.0908 -7.47 (metanol) 5.0006134 0.0008327 0.2467 x 10-3 3.0005883 0.3222 x 10-3 3.0005203 3.7879 0.4382 -7.3222 x 10-3 3.8390 0.53 6.67 5.0005203 -7.9940359 0.s) ln ɳ 28 30 35 40 28 30 35 40 28 30 35 40 3.4779 -7. Zat Air Toluena metanol T(oC) trata-rata(s) trata-rata(s) ρ(g/mL) ɳ(kg/m.47 5.27 (metanol) 0.6762 -7.1340 -7.43 (toluena) 6.9962371 0.

25 -7.95 -7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -7.7748 j/mol dan x=1/T maka .3 -7.2x .15x .43 R² = 1 -7.1 ln ɳ f(x) = 1908. diperoleh persamaan garis: y = 1908.2 R .05 -7. R= 8.2 -7.314 E=15864.431 E 1 Dari persamaan ln ɳ= R .13.13.431 A= 1.4688 x10-6 E =1908.314 J/molK E=1908.AIR -6.2 x 8.4 1/T (K-1) Dari kurva di atas.35 -7. T +ln A dimana y= ln ɳ ln A=−13.15 -7.

Toluena -7.6114 x10-7 E =1970. diperoleh persamaan garis: y = 1970.65 -7.35 -7.98 -7.314 J/molK E=16380.24x .3 -7.13.4 ln ɳ -7.97 R² = 0.7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/T (K-1) Dari kurva di atas.2x .45 f(x) = 1970.13. T +ln A dimana y= ln ɳ ln A=−13.965 E 1 Dari persamaan ln ɳ= R .314 J/molK E=1970.5 -7.2 x 8.55 -7.2 R R= 8.6 -7. 2428 J/mol dan x=1/T maka .965 A= 8.

3x .3 R R= 8.0007975 0.191895113 1.81302 0.007840597 1.4222 J/mol 4.200768492 .4 -7.12.s) 1 / ɳ (m. diperoleh persamaan garis: y = 1452.25 -7.003777113 1.918495 1390.0006529 28 0.9940359 0.9962371 0. Penentuan Tetapan van der Waals Zat T(oC) ρ(g/mL) 1/ ρ (mL/g) ɳ(kg/m.0008327 0.0007194 0.45 -7.8390 1 1707.0005178 8 1931.197 A= 5.12.8328 0.55 -7.35 ln ɳ f(x) = 1452.628121 1699.004367896 1.s/kg) Air 28 30 35 40 0.047262 1531.8431 1. T +ln A dimana y= ln ɳ dan x=1/T maka ln A=−12.9922204 0.0455 x10-6 E =1452.0005883 30 0.0005858 0.29x .314 J/molK E=1452.24758 toluena 1.912694 1253.6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/T (K-1) Dari kurva di atas.9956511 0.5 -7.3 x 8.3 -7.06725 35 0.005999884 1.Metanol -7.186098921 1200.2 R² = 0.197 E 1 Dari persamaan ln ɳ= R .99 -7.314 J/molK E=12074.

01 1.36387 1630.01 f(x) = 0x + 0.01 1 1 1 1 1150 1200 1250 1300 1350 1400 1450 1500 1550 1600 Dari kurva di atas.295840352 Kurva 1/ρair terhadap 1/ηair 1. diperoleh persamaan garis: y = 1 x 10-5 x + 0.8221 28 0.989 y=mx +c 1 1 =m + b ρ ɳ b=tetapan van der Waals b=c=0.7879 35 0.01 1/ρ 1.99 R² = 1 1.0006233 6 1604.269196599 0.0006134 1 1768.65935 0.7813 40 0.7892 30 0.989 .metanol 40 0.26710593 1.0005203 5 1.96809 0.25758 0.0005654 6 1921.0004637 0.7717 6 2156.279918085 1.01 1.216397032 1.56674 1.

Kurva 1/ρtoluena terhadap 1/ηtoluena 1/ρ 1. diperoleh persamaan garis: y = 9 x 10-5 x + 1. diperoleh persamaan garis: y = 6 x 10-5 x + 1.0868 y=mx +c 1 1 =m + b ρ ɳ b=tetapan van der Waals b=c=1.09 R² = 0.22 1.3 1.28 1/ρ 1.3 1.26 1.29 f(x) = 0x + 1.28 1.17 1600 f(x) = 0x + 1.21 1.29 1.99 1.18 1.18 1.25 1550 1600 1650 1700 1750 Dari kurva di atas.2 1.2 1.1228 y=mx +c 1 1 =m + b ρ ɳ 1800 1850 1900 1950 .27 1.21 1.0868 K u rva 1/ρ m eta n ol terh ad a p 1/η m e tan ol 1.22 1.12 R² = 0.19 1.27 1.19 1.26 1.97 1700 1800 1900 2000 2100 2200 Dari kurva di atas.

viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula. akan bertambah jika nilai dari viskositas itu bertambah. Sebagai contoh. yaitu tutup pikno. Tekanan.maka gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula.Prinsip metode ini didasarkan atas penentuan massa cairan dan penentuan ruang yang ditempati cairan ini. Pembahasan Pada percobaan ini digunakan piknometer untuk mengukur nilai massa jenis zat yaitu air. jika suhu turun. viskositas akan tinggi. Cara menghitung massa fluida yaitu dengan mengurangkan massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong. Viskositas juga dihubungkan dengan adanya gaya intermolekuler pada cairan. viskositas berbanding lurus dengan berat molukel solute. Gambar 1. Jika gaya intermolekuler kuat. Viskositas suatu zat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu. gelas atau tabung ukur.berat molekul solute. Kemudian konsentrasi larutan. Piknometer Piknometer itu terdiri dari 3 bagian. Selanjutnya. Kemudian di dapat data massa dan volume fluida tersebut. karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga menaikkan viskositasnya. dan metanol. karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Jika suhu naik maka viskositas akan turun dan begitu pula sebaliknya. . air mempunyai viskositas yang lebih tinggi daripada metanol karena gaya intermolekuler air lebih besar daripada metanol.b=tetapan van der Waals b=c=1.1228 V. Hal ini disebabkan karena adanya gerakan partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila suhu ditingkatkan dan menurunkan kekentalannya. Viskositas adalah resistensi atau ketidakmauan suatu bahan untuk mengalir yang disebabkan karena adanya gesekan atau perlawanan suatu bahan terhadap perubahan bentuk apabila bahan tersebut dikenai gaya tertentu. Semakin tinggi tekanan maka semakin besar viskositas suatu zat cair. lubang. maka viskositas akan naik. viskositas berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Semakin banyak partikel yang terlarut. toluena.

Hal ini bertujuan agar aliran laminar tidak terganggu oleh adanya gelembung sehingga waktu yang diperoleh tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Jika aliran fluida cukup besar akan menyebabkan aliran laminar rusak dan mengalami turbulensi. Molekul- molekul tersebut tidak terikat pada suatu kisi.Pada percobaan ini zat cair yang telah ditentukan massa jenisnya dimasukkan ke dalam viskometer.Pada viskometer ini yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah tertentu cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan oleh berat cairan itu sendiri. stopwatch mulai dinyalakan dan ketika cairan melewati tanda batas b. Hukum Poiseulle berlaku hanya pada aliran fluida laminar dengan viskositas konstan dan tidak bergantung pada kecepatan fluida. semakin besar fluiditas maka viskositasnya semakin kecil dan cairan semakin encer sehingga waktu yang diperlukan untk mengalir semakin sedikit. Pada percobaan ini digunakan viskometer Ostwald. Viskometer oswald Energi ambang adalah energi yang diperlukan fluida untuk melewali gais a ke b dalam waktu t.begitu juga sebaliknya semakin kecil fluiditas maka viskositasnya semakin besar sehingga waktu yang diperlukan untk mengalir semakin besar. stopwatch dimatikan sehingga waktu yang dibutuhkan cairan untuk melalui jarak antara a dan b dapat ditentukan. cairan dibiarkan turun ketika permukaan cairan turun melewati batas a.Fluida adalah gugusan molekul yang jarak pisahnya besar. Cairan kemudian dihisap melalui labu pengukur dari viskometer sampai permukaan cairan lebih tinggi daripada batas a. namun saling bergerak bebas terhadap satu sama lain. a b Gambar 2. dan kecil untuk zat cair. Tekanan ρ adalah perbedaan antara kedua ujung pipa U dan besarnya disesuaikan sebanding dengan berat jenis cairan.Jangan sampai ada gelembung dalam viskometer. Jadi . Jarak antar molukelnya besar jika dibandingkan dengan garis tengah molekull itu.Semakin lama waktu alir maka viskositas semakin kecil. Sejumlah tertentu cairan dimasukkan kedalam viskometer.

Berdasarkan pengolahan data suhu berbanding terbalik dengan massa jenis zat.dapat dikatakan bahwa semakin encer suatu zat cair maka waktu alirnya akan semakin lama. Kemampuan mengalir suatu cairan kecil karena gaya vander waalsnya kuat. Hal ini disebabkan karena akuades sudah memiliki ketetapan untuk nilai viskositasnya. Pada percobaan ini digunakan tiga jenis larutan dengan suhu yang berbeda. Waktu yang dihasilkan cairan untuk mengalir bebas berbeda-beda. Semakin tinggi suhu maka semakin kecil massa jenis zat-nya. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dapat dibuktikan bahwa semakin banyak waktu yang diperlukan oleh suatu cairan untuk mengalir. maka viskositas cairan tersebut semakin besar pula. maka koefisien viskositas semakin menurun. molekul pada zat cair akan bergerak bebas dan cepat karena adanya tumbukan antar molekul sehingga molekul dalam zat cair akan meregang dan massa jenis akan semakin kecil. Ketika suhu yang digunakan kecil maka molekul akan semakin merapat sehingga molekul-molekul pada tiap bahan berkumpul dan menyebabkan massa memadat dan viskositasnya naik. Pada percobaan ini digunakan akuades sebagai pembanding. Hal ini menunjukan waktu yang diperlukan oleh suatu cairan untuk mengalir berbanding lurus dengan viskositasnya. Gaya Van Der Waals adalah gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol. Hal ini disebabkan karena suhu tinggi. Pada percobaan ini diperoleh nilai viskositas air lebih besar dari metanol dan viskositas metanol lebih tinggi di bandingkan viskositas toluena. Berdasarkan pengolahan data semakin tinggi suhu larutan. yaitu sejumlah energi minimum yang diperlukan oleh suatu zat untuk dapat bereaksi hingga terbentuk zat baru. Ini disebabkan karena proses antara pemanasan dan waktu mengukur viskositas terlalu jauh.Hal ini disebabkan karena pada air adanya atom O yang memiliki dua pasang elektron bebas yang dapat disumbangkan pada atom hidrogen untuk membentuk ikatan hidrogen yang lebih kuat. . Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat. Kemudian metanol juga bisa membentuk ikatan hidrogen karena memiliki gugus hidroksida sehingga memiliki interaksi lebih kuat dibandingkan toluena yang hanya memiliki gugus alkil (metil yang terikat pada benzena).Selain itu. Viskositas dipengaruhi oleh gaya Van Der Waals.. gerakan partikel dalam larutan lebih cepat sehingga viskositasnya menurun. terjadi interaksi di antara molekul-molekul zat yang melibatkan ikatan hidrogen sehingga jarak antar molekul juga semakin kecil.Selain itu juga dipengaruhi oleh energi ambang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap viskositas zat cair.

16380. 758) R.s.s. (halaman 665.4688 x10-6. dan metanol adalah 1.0006134 kg/m.Sesuai hukum distribusi Maxwell-Boltzman.0007194 kg/m. David. dan metanol adalah 0.. 8.6114 x10-7.2428 J/mol. 747.7748 J/mol. toluena. 0.W. 1. 2004.0005654 kg/m. VII.Nilai E pada air.0005178 kg/m.1228.0455 x10-6.s.s. dan metanol adalah j/mol. jumlah molekul yang memiliki energi yang diperlukan untuk mengalir dihubungan dengan faktor e RT . Oxford University Press. 1 November 2015 pukul 20. hal ini di massa pada larutan akan berkurang akibat adanya pergerakan larutan molekul pada sebabkan yang menyebabkan adanya interaksi antar molekul sehingga terjadi gaya london yang menyebabkan jarak antar molekul semakin besar.Dari hasil percobaan diperoleh jika nilai E nya besar.s.s. maka nilai A(tetapan yang sangat bergantung pada massa molekul relatif dan volume molar cairan) akan semakin kecil.Dari percobaan diperoleh hubungan densitas terhadap suhu yaitu semakin besar suhu maka densitas yang diperoleh akan semakin mengecil. CRC PressLLC.0005883 kg/m. dan 1.Selanjutnya pada metanol diperoleh viskositas 0. 8th ed. 0.0006233 kg/m.4222 15864. maka fluiditas E −E sebanding dengan e E RT dan viskositas sebanding dengan e RT .al.(halaman 1010-1036) http://www.com/article. Physical Chemistry. dan 40 ℃ ℃ .aspx?ArticleID=10036 (Diakses minggu VIII. berturut. Daftar Pustaka Atkins. P.s.s. dan 0. et.0006529 kg/m. toluena . 0.0008327 kg/m. 0. Nilai tetapan van der waals yang diperoleh dari air.989. dan 0. dan 5.s. dan 12074.s.0005203 kg/m. VI.00 WIB) Lampiran .CRC Handbook of Chemistry and Physics. toluena.0004637 kg/m.s pada air.dan metanol pada suhu 28 30 ℃ . 0. dan 0. Kesimpulan Dari hasil percoban diperoleh viskositas air. toluena. 0.azom.0008327 kg/m.turut adalah 0. 35 ℃ .Nilai A yang diperoleh dari air.Pada toluena 0.s. Lide..0868.0005858 kg/m.

.

3. Sebutkan cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan viskositas cairan! Berikan penjelasan singkat.Jawaban Pertanyaan 1. Apa yang dimaksud dengan bilangan Reynold dan bagaimana hubungannya dengan aliran laminar? Jawab : Bilangan Reynold adalah rasio antara gaya inersia terhadap gaya viskos yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu misalnya aliran laminar yang merupakan aliran fluida yang bergerak dengan kondisi lapisanlapisan membentuk garis alir yang tidak berpotongan satu sama lain yang ditunjukkan oleh percobaan Raynold sendiri dan memiliki bilangan Raynold lebih kecil dari 2300. Jawab : Metode Falling Ball (Bola Jatuh) yang menggunakan prinsip gaya gravitasi yang seimbang dengan gerakan aliran pekat dimana pada praktiknya menggunakan gelas ukur dan kelereng. Jelaskan prinsip penentuan viskositas cairan sebagai fungsi suhu! Jawab : Pada prinsipnya dilakukan penentuan viskositas dengan viskometer yaitu dengan menghitung waktu yang diperlukan untuk suatu cairan melewati pipa kapiler pada berbagai suhu yang berbeda kemudian waktu tersebut dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan oleh zat lain . 2.

yang telah diketahui viskositasnya untuk melewati pipa kapiler tersebut pada berbagai suhu pula. 4. Mengapa viskositas air lebih besar dari pada kloroform sedangkan densitas kloroform lebih besar? Jawab : Hal ini dikarenakan molekul air lebih polar dibandingkan kloroform sehingga interaksi van der Waals dapat timbul lebih kuat pada air sedangkan pada kloroform hanya interaksi london ketika berinteraksi dengan molekul lain atau pelarut. . terlebih lagi pada air dapat timbul interaksi ikatan hidrogen yang jauh lebih kuat sehingga gesekan pada air lebih besar menyebabkan viskositasnya lebih besar.