REFERAT

BBDM SKENARIO 1 MODUL 4.3

Nama

: Herna Rizkia Armatussolikha

NIM

: 22010114120047

Modul

: 4.3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014

bukan hilang timbul) ataupun . dimana cafein merupakan zat yang dapat mengiritasi mukosa saluran kemih. Pirogen endogen tersebut dibantu oleh enzim fosfolipase A2 juga akan merangsang sel-sel endotel hipotalamus untuk mengeluarkan suatu substansi yaitu asam arakhidonat. maka resiko terjadinya ISK akan meningkat Selain itu. Pemeriksaan urin rutin didapatkan pH 6 warna kuning keruh. Tubuh akan mengeluarkan zat pirogen endogen (khususnya IL-1) yang berfungsi sebagai anti infeksi. terasa seperti di remas-remas dan kencingnya mulai anyang-anyangan atau tidak tuntas. Akibat adanya bakteri maka tubuh akan berusaha melawan. Kebiasaan menahan buang air kecil ini tentunya akan berakibat saat sudah buang air kecil akan tertinggal sedikit urin di vesika urinaria. dimana jika saluran kemih teriritasi maka akan terjadi kerusakan epitel yang dapat mengakibatkan mudahnya bakteri untuk menginvasi bagian tersebut. badan demam 3 hari yang lalu. Dimana PGE2 akan mempengaruhi kerja dari termostat di hipotalamus sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. ANALISA KASUS dan DIAGNOSIS SEMENTARA Berdasarkan keluhan yang didapatkan pada scenario diatas.3 Skenario 1 Infeksi Saluran Kemih Nyeri Pinggang Paijo 30 tahun seorang supir bis malam jurusan jakarta-semarang. Ditambah lagi jika saat pembersihan setelah buang air kecil tidak bersih. Asam arakhidonat dengan bantuan enzim siklooksigenase (COX) akan memicu pengeluaran prostaglandin (PGE2). ada juga kemungkinan bahwa pak Paijo akan sering mengonsumsi kopi untuk menahan kantuknya saat mengemudi. Bila dipegang daerah pinggang terasa nyeri dan bila ditekan-tekan terasa sakit. Sebagai supir bus malam yang menempuh perjalanan yang jauh maka tidak dipungkiri jika ada kemungkinan Pak Paijo akan sering menahan buang air kecil akibat lebih mementingkan kecepatan waktu tempuh. I. Pada pemeriksaan urin leukosit 30/LPB dan bakteri +. proses inflamasi diduga terjadi akibat infeksi bakteri (berdasar skenario bakteri + dan leukosit 30/LPB). didapatkan gejala dan tanda dari infeksi saluran kemih yang lebih mengarah pada pyelonefritis karena telah menyebabkan nyeri pinggang. Sejak 2 hari yang lalu mengeluh nyeri perut bagian kanan daerah pinggang yang hilang timbul. Urin yang tertinggal di vesika urinaria tentunya akan menyebabkan bakteri berkembang biak yang pada akhirnya akan menimbulkan infeksi saluran kemih. Adanya demam pada kasus tersebut terjadi akibat adanya proses inflamasi. Kopi mengandung cafein. Nyeri perut bagian kanan daerah pinggang yang hilang timbul kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi dan inflamasi (dimana salah satu tanda inflamasi adalah tumor) pada ureter (karena jika terjadi pada ginjal maka keluhan nyeri akan menetap.MODUL 4.

pH 6 pada urin masih digolongkan dalam kategori normal. Obstruksi menyebabkan penumpukan urin. Gejala nyeri yang diakibatkan proses inflamasi adalah “hiperalgesia” dan “allodinia”.adanya batu. nyeri tersebut tidaklah menetap karena otot dari ureter hanya meregang pada saat tertentu saja sehingga timbullah nyeri kolik (nyeri hilang timbul). Berdasarkan analisa kasus. Bau abnormal dapat diakibatkan oleh: makanan. Namun.Kekeruhan Terdapat warna keruh akibat adanya leukosit dalam urin (dengan percobaan Donne) .Bau Bau urin normal adalah bau asam-asam organik yang mudah menguap. . Jumlah leukosit yang tinggi ini merupakan salah satu dampak akibat adanya bakteri pada saluran kemih pasien. Distensi organ yang terjadi akan mengakibatkan reseptor nyeri akan tertekan akibat regangan dari ureter. Sedangakan allodinia adalah stimuli yang seharusnya tidak memberikan rasa nyeri akan tapi dirasakan nyeri (contoh pada kasus: adanya nyeri raba pada daerah pinggang). Sedangakan terdapatnya warna kuning keruh pada urin kemungkinan disebabkan oleh adanya kompleks kimia dengan konsentrasi tinggi dalam urin. PENEGAKAN DIAGNOSIS  Pemeriksaan Urin Rutin dan Urin Khusus Tes laboratorium : Pemeriksaan Urin Rutin Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Makroskopis .Warna Normal : kuning muda-tua Abnormal : seperti teh  bilirubin Hijau biliverdin Putih Keruh  pus Putih susu  chilus Merah darah . Namun. salah satunya adalah leukosit (karena diketahui dari kasus jumlahnya 30/LPB). adanya leukosit dalam urin tidak selalu menunjukkan adanya infeksi dari bakteri. II. Kedua hal tersebut kemungkinan menebabkan terjadinya obstruksi pada ureter tersebut. Masalah “Bila dipegang daerah pinggang terasa nyeri dan bila ditekan-tekan terasa sakit” kemungkinan disebabkan oleh adanya reaksi inflamasi yang akan memproduksi mediator mediator inflamasi yang dapat menyebabkan sensitisasi dari nosireseptor (reseptor nyeri). didapatkan diagnosis sementara bahwa pasien mengalami Infeksi Saluran Kemih Atas akibat Infeksi Bakteri yang perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk memastikan penyebabnya. Dimana hiperalgesia merupakan stimuli yang semestinya hanya memberikan rasa nyeri biasa tetapi dirasakan sangat nyeri (contoh pada kasus: saat perut ditekan terasa sakit). Penumpukan urin yang terjadi mengakibatkan terjadinya distensi organ.

atau keganasan saluran kemih .Dehidrasi .Eritrosit Normal : 1-3 sel/LPB atau 2500 eritrosit/ml urin Hematuria miroskopis : dijumpai pada aktifitas berlebih. putih.030 (nilai faal pemekatan ginjal) terbaik BJ > 1.Dalam urin basa : triple fosfat.Kerusakan tubuler .Kristal . kristal oksalat. lama hilang/tak mau hilang (curiga proteinuria) Normal : . hlang dalam 24-48 jam Hematuria persisten : terjadi pada pendarahan glomerulus Gross hematuria : terjadi pada batu saluran kemih. DM Tes laboratorium : Pemeriksaan Urin Rutin Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Mikroskopis . jernih. amorf urat.BJ sewaktu  1.Infeksi akut (ex: pielonefritis.003-1.032 .Fisiologis : kristal asam urat.BJ 24 jam  1.Proteinuria Silinder hialin normalnya : 0-1/LPK .Epitel Normal : ada tapi sedikit (akibat eksfoliasi atau pengelupasan epitel) Abnormal : jumlahnya meningkat  indikasi inflamasi saluran kemih .Patologis : cystine. dan cepat hilang Abnormal : putih. trauma ginjal. infeksi bakteri (bau amoniak).kristal sulfat .Inflamasi/infeksi renal .- Buih - Berat Jenis obat-obatan. keganasan (bau busuk) Normal : jernih.Torak/Silinder Peningkatan pada : .Leukosit Normal : wanita  <15sel/LPB pria < 5 sel/LPB Jika meningkat : . kalsium karbonat. sulfa .016-1. amonium biurat .tanda inflamasi .Penyakit ginjal meluas . ketonuria (bau buah-buahan).Kerusakan glomeruler .Demam Jika banyak dan menggerombol : . atau uretritis) . sistitis. kalsium fosfat. tyrosin. leucine.025 Abnormal : BJ rendah  gagal ginjal BJ tinggi  dehidrasi. amorf fosfat.

salisilat. tidak lebih dari 2 spesies o urin dari kateter > 104 cfu/ml urin.Kelaparan .6 Asam atau basa : infeksi saluran kemih sesuai etiologi (pH) urin . natrium bikarbonat Gehard.Pemeriksaan Kalsium Normal : kekeruhan ringan sampai timbul presipitat halus (tes sulkowitch) (eksresi Ca 25-35 mg/100ml urin) atau 50-400mg/24 jam .Derajat Keasaman Normal : 4.Positif 3 : biru .Positif 1 : warna hijau samar (Tes benzidine) .Negatif (-) : jernih .Demam tinggi .Positif 2 : kekeruhan nyata.Positif 1 : kekeruhan minimal (protein 10-50 mg) .Pemeriksaan protein Normal : 150mg/24 jam Penilaian .Tes laboratorium : Pemeriksaan Urin Rutin Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Kimiawi .Pemeriksaan benda Hasil Tes Gehard keton ( tes : Rothera. butiran halus (50-200 mg) .Reduksi (gula dalam Normal : < 50 mg/ml urin) .Pemeriksaan darah Positif (+) : . Positif (+) : timbul warna merah anggur Positif palsu : adanya phenol.Dekompensasi penderita metabolik .Pemeriksaan Klorida Normal : 6-12 tetes nitrat (tes fantus)  - Pemeriksaan lain untuk mencari penyebabnya Kultur urin  untukdiagniosis pasti (menemukan bakteriuria bermakna pada kultur urin) o urin pancartengah (midstream) ≥ 105 cfu/ml urin. tidak lebih dari 2 spesies o Urin dari aspirari suprapubik > 1 cfu/ml urin .Positif 3 : gumpalan nyata (protein 200-500 mg) .Positif 2 : hijau kebiruan .8-7. Asam Nitrat Formalin Negatif palsu : urin mengandung darah/hemoglobin .Positif 4 : biru tua Positif palsu : Myoglobin.Positif 4 : gumpalan besar. Iodida. mengendap (protein >500mg) Tes laboratorium : Pemeriksaan Urin Khusus Jenis Pemeriksaan Hasil . Legal) Arti Klinis : .

> 80% dieksresikan via urin dalam bentuk aktif b. Spektrum sempit Gram negatif (kecuali kasus honeymoon cystitis) c. ciprofloxacin e. asam pipemidat d. asam nalidiksat. Infeksi berat : IV antibiotik : ceftriaxon. USG Rontgen abdomen Miksi-sisto-uretrogram Pielografi intravena TATALAKSANA Terapi : - Antibiotik  kriteria : a. Nitrofurantoin.III. Banyak strain multiresisten  kultur dan uji kepekaan AB sangat esensial .

- Suportif : a. Pakaian dalam katun. Hndari makanan yg mengiritasi kandung kemih: pedas. Hindari penggunaan sabun berbusa di area urogenital (bersifat basa). Kosongkan kandung kemih segera mungkin setelah terasa ingin kencing. 6. Segera berkemih begitu terasa. Bila pH urin basa ( infeksi Proteus)  asidifikasi c. Minum jus cranberry (hati2 kontra indikasi) 7. 9. Analgetik b. 5. Personal hygiene. Pembersihan (cebok) dg arah dari depan ke belakang). pembalut. Minum obat sesuai petunjuk dokter. Cranberry juice Tindakan Suportif : • • • • • • Usahakan out-put urine 1 – 2 L/hr  banyak minum Minum cranberry juice  mengandung tannin  mencegah adhesi bakteri pd permukaan sel uroepithelial. 4. atau caffeine. Hubungi dokter bila tidak terjadi penyembuhan dalam 3 hari Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (ISK) 1. Berkemih sebelum dan sesudah hubungan sex. hindari pakaian ketat. pampers sebagaimana seharusnya . Ganti tampon. 2. deodorant (iritasi) atau tampon 3. Minum 6 – 8 gelas/hari. 8. alcohol. Hindari sabun dan pemutih yg kuat dlm mencuci pakaian dalam (mengganggu flor normal).

10. Semarang: FK UNDIP . 2001. Jakarta: EGC.L. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Meita. Jakarta : Interna Publishing Tanto. dkk. Kapita SelektaKedokteran.Aru W dkk. Jakarta : Media Aesculapius Hendrianingtyas. chris. menunggang kuda. Buku Ajar Patologi Klinik I. Sudoyo. dkk. mengendarai sepeda motor. 2013. traveling.2014. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem edisi 2. Referensi     Sherwood. Kenali aktivitas yg meningkatkan risiko sistitis: bersepeda.