You are on page 1of 19

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

GEDUNG KANTOR
BP3 Curug

............4 Tata Cara Perencanaan Bangunan dan Referensi Perencanaan Bangunan ................................................... 2 2.........3 Ruang Lingkup Pekerjaan .......... i DAFTAR TABEL .. 14 i ......................................... 4 3..............................3 Tahapan Pembebanan dalam Analisa Struktur ........................................ DATA-DATA PERENCANAAN DAN PEMBEBANAN ..............2 Maksud dan Tujuan .............................................................. ii DAFTAR GAMBAR ................... 13 3............... 1 1............1 Latar Belakang .................... 3 2..............................................................................3 Permodelan Struktur ................................................... PERMODELAN DAN DESAIN STRUKTUR ............................................... PENDAHULUAN .......... 13 3............................................................................................................................................................................................ 1 1......1 Penjelasan Umum ............................................................................. ii 1.............. 3 2............................ 13 3................2 Data Masukan ....................................................... 3 2...... 1 1.............DAFTAR ISI DAFTAR ISI ........................2 Data dan Spesifikasi Material Rencana Struktur.................1 Penjelasan Umum .....................................................................................................................................................................................................................................................................................4 Pembebanan dan Kombinasi Pembebanan ................. 3 2............. 1 1............

.1 Peta Wilayah Gempa Indonesia yang dipertimbangkan resiko-tersesuaikan (Ss) .......................................... 15 ii ............ 15 Gambar 3.............. 12 DAFTAR GAMBAR Gambar 2........DAFTAR TABEL Tabel 2.................................................................................................................................. Fa .................................. 14 Gambar 3.............................................3 Permodelan Struktur Tampak Samping .....................11 Tabel 2.........11 Gambar 3....................... Fv.............................1 Input form material elemen struktur pada SAP 2000......................................... 5 Tabel 2........................................ 8 Gambar 2.............................................................................................................................................2 Permodelan Struktur Tampak Atas...2 – Kategori Resiko Bangunan Gedung dan Struktur Lainnya untuk beban gempa ... 7 Tabel 2.................................................... 13 Gambar 3......................11 Tabel 2.................................................2 Peta Wilayah Gempa Indonesia yang dipertimbangkan resiko-tersesuaikan (S1) ...... 5 Tabel 2..............6 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada perioda pendek ........... 15 Gambar 3..................4 – Koefisien Situs................................... 9 Tabel 2.......1 – Faktor Keutamaan Gempa ....................................4 Permodelan Struktur Tampak Depan .............3 Spektrum respon desain ....................................................................................................................................3 – Klasifikasi Situs ....................................8 Sistem penahan gaya gempa .............5 Permodelan Struktur Tampak 3D ...................................7 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada perioda 1 detik.............................................................................5 – Koefisien Situs.......... 8 Gambar 2............................. 9 Tabel 2..........................................................

iii .

1. Sistem struktur gedung ini didesain dengan menggunakan balok dan kolom. 1.1 Latar Belakang Perencanaan struktur gedung Kantor. Diharapkan dengan adanya laporan ini bisa memberikan kemudahan dalam tahapan konstruksi nantinya. PENDAHULUAN 1. BP3 Curug ini merupakan struktur beton bertulang yang terdiri dari 2 lantai yang memiliki bentuk beraturan. Perhitungan struktur meliputi desain penulangan elemen struktur balok.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari laporan perancangan struktur ini adalah untuk merancang elemen struktur beton bertulang termasuk elemen struktur sekundernya serta pondasi yang akan digunakan pada pelaksanaan nantinya. kolom dan pelat.1. 1 . b) Pengklasifikasian beban-beban yang bekerja pada struktur sesuai dengan kaidah-kaidah dan tata cara yang berlaku. Perencanaan struktur beton bertulang ini sesuai dengan SNI 2847-2013. f) Perhitungan kebutuhan penulangan pada elemen struktur kolom sesuai dengan kaidah-kaidah dan tata cara yang berlaku. e) Perhitungan kebutuhan penulangan pada elemen struktur balok sesuai dengan kaidah-kaidah dan tata cara yang berlaku. c) Permodelan. d) Perhitungan kebutuhan penulangan pada elemen struktur pelat lantai sesuai dengan kaidah-kaidah dan tata cara yang berlaku. Analisa dan Desain struktur yang terbuat dari struktur beton bertulang ini sesuai dengan kaidah-kaidah dan tata cara yang berlaku.3 Ruang Lingkup Pekerjaan Ruang lingkup pekerjaan ini akan difokuskan pada beberapa tahapan perencanaan ini terdiri dari : a) Penentuan material-material struktur yang akan digunakan.

Beberapa acuan tersebut adalah : a) Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1987. c) Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (SNI 1726-2013).1. e) Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures (ASCE 7-10). d) Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI 318M-11) and Commentary.4 Tata Cara Perencanaan Bangunan dan Referensi Perencanaan Bangunan Dalam melakukan kajian ulang terhadap perancangan struktur beton bertulang ini mengacu pada beberapa tata cara perencanaan bangunan dan juga pada beberapa referensi khusus yang lazim digunakan. 2 . b) Persyaratan beton structural untuk bangunan gedung (SNI 2847-2013).

c) Penentuan sistem struktur. hal ini dikarenakan untuk mencegah adanya pembebanan yang tidak dimasukkan kedalam analisa struktur yang mungkin dalam satu ketentuan atau tata cara tidak dibahas secara detil.3 Tahapan Pembebanan dalam Analisa Struktur Dalam perancangan struktur ini beban yang bekerja pada sistim struktur gedung tersebut harus didasarkan atas pertimbangan – pertimbangan sebagai berikut : a) Pembebanan dan kombinasi pembebanan.2.2 Data dan Spesifikasi Material Rencana Struktur Material yang digunakan dalam perencanaan ini dibagi menjadi beberapa jenis material sesuai dengan fungsi dan jenis elemennya. b) Penentuan klasifikasi tanah setempat. DATA-DATA PERENCANAAN DAN PEMBEBANAN 2. beberapa material yang digunakan dapat dilihat sebagai berikut : a) Material elemen struktur balok. 2. dan pelat direncanakan dengan menggunakan beton (f’c) 30 MPa. b) Material elemen struktur tulangan baja polos mempunyai tegangan leleh sebesar 240 MPa untuk diameter tulangan 8 mm hingga 12 mm. kolom. 2. Pembebanan struktur ini akan menggunakan beberapa ketentuan dan tata cara. c) Material elemen struktur tulangan baja deform mempunyai tegangan leleh sebesar 400 MPa untuk diameter tulangan 10 mm hingga 32 mm.1 Penjelasan Umum Pembahasan mengenai kriteria perencanaan akan disesuaikan dengan ketentuan dan tata-cara yang berlaku akan dibahas secara terinci dalam bagian ini. 3 .

beban hidup. Banten. Besarnya beban – beban mati tersebut secara otomatis langsung diperhitungkan didalam permodelan struktur berdasarkan berat jenis masing – masing materialnya. plafond dan dinding yang besarnya :  Beban mati tambahan lantai : 150 kg/m2  Beban dinding ½ bata : 250 kg/m2 b) Beban Hidup Beban hidup lantai yang bekerja dalam struktur ini berupa beban terbagi rata sesuai fungsi ruangannya. Untuk kombinasi pembebanan mengacu pada peraturan SNI 1726-2013. Sedangkan terdapat juga beban mati tambahan yang berupa beban finishing. 4 . zonasi peta gempa menggunakan peta gempa untuk probabilitas 2% terlampaui dalam 50 tahun atau memiliki periode ulang 2500 tahun. balok dan kolom serta struktur atap.4 Pembebanan dan Kombinasi Pembebanan Pembebanan yang bekerja pada struktur ini terdiri dari beban mati (berat sendiri dan beban mati tambahan).2. Berdasarkan SNI 1726-2012. Beban – beban yang bekerja secara detil dijabarkan sebagai berikut : a) Beban Mati Beban mati pada perencanaan ini meliputi berat sendiri dari masing – masing elemen struktur seperti berat pelat. yang besarnya diambil sebesar :  Beban hidup kantor : 250 kg/m2  Beban hidup ruang rapat : 400 kg/m2  Beban hidup gudang : 600 kg/m2  Beban hidup perpustakaan : 800 kg/m2 c) Beban Gempa Peninjauan beban gempa pada perencanaan struktur bangunan ini ditinjau secara analisa dinamis 3 dimensi. Fungsi response spectrum ditetapkan sesuai peta wilayah gempa untuk daerah Tangerang.

Faktor keutamaan dari gedung ini yang merupakan bangunan hunian memiliki faktor keutamaan gempa (Ie) 1. Tabel 2) Tabel 2. Tabel 1) 5 .1 – Faktor Keutamaan Gempa (SNI 1726-2012. karena sesuai Tabel 2. Tabel 2.2 – Kategori Resiko Bangunan Gedung dan Struktur Lainnya untuk beban gempa (SNI 1726-2012.1 dan Tabel 2.2 detik) dan S1 (percepatan batuan dasar pada peride 1 detik). ditetapkan berdasarkan parameter Ss (percepatan batuan dasar pada periode pendek 0.2 bangunan kantor termasuk dalam kategori resiko II.Untuk wilayah gempa berdasarkan SNI 1726-2012 pasal 14.

Absis dari respon spektra adalah periode alami sistem struktur dan ordinat dari respon spektra adalah respon maksimum yang dikehendaki.Respon spektra merupakan konsep pendekatan yang digunakan untuk keperluan perencanaan bangunan tahan gempa. Respon spektra menggambarkan respon maksimum dari suatu sistem Single Degree of Freedom (SDOF) baik berupa percepatan (a). Absis dan ordinat kurva respon spektra dapat dinyatakan dalam spektra perpindahan (Sd) dan spektra percepatan (Sa). 6 . kecepatan (v) maupun perpindahan (d) untuk periode natural tertentu akibat beban gempa.

Tabel 3) Koefisien-koefisien situs dan parameter-parameter respon spektra percepatan gempa maksimum yang dipertimbangkan resiko tertarget (MCER) Untuk penentuan respon spektra percepatan gempa (MCER) dipermukaan tanah diperlukan suatu faktor amplifikasi seismik pada periode 0.331) 7 .2). SB.3 dan tanah pada struktur ini diambil dalam kelas situs SE (tanah lunak).Data-data yang dibutuhkan dan prosedur untuk pembuatan respon spektra berdasarkan SNI 1726-2012 pasal 6.2. faktor amplifikasi meliputi faktor amplifikasi getaran terkait percepatan pada getaran periode pendek (Fa) dilihat pada Tabel 2. Parameter kelas situs Berdasarkan sifat-sifat tanah pada SNI 1726-2012. Berdasarkan pasal 6. Tabel 2.3 – Klasifikasi Situs (SNI 1726-2012.2 detik dan 1 detik dalam peta gempa untuk periode ulang 2500 tahun. SC.2 detik (Gambar 2. SD. SE. maka situs harus diklasifikasikan sebagai kelas situs SA.4 adalah : Parameter percepatan batuan dasar Parameter Ss (percepatan batuan dasar pada periode pendek) dan S1 (percepatan batuan dasar pada periode 1 detik) harus ditetapkan masing-masing dari percepatan 0.71 dan S1 = 0.dan SF. Klasifikasi situs tanah dapat dilihat pada Tabel 2.5 (Untuk wilayah Tanggerang diambil Ss = 0.4 dan faktor amplifikasi terkait percepatan yang mewakili getaran periode pendek 1 detik (Fv) pada Tabel 2.1) dan periode 1 detik (Gambar 2.

probabilitas 2% dalam 50 tahun) Parameter spektrum respon percepatan pada periode pendek (SMS) dan periode 1 detik (SM1) yang disesuaikan dengan pengaruh klasifikasi situs harus ditentukan dengan perumusan berikut : S MS  Fa  S S  1.331  0.676  0. probabilitas 2% dalam 50 tahun) Gambar 2. S1 : parameter respon spektra percepatan gempa MCER terpetakan untuk periode 1 detik. 8 .71  0.28  0.2 detik.886 Keterangan : Ss : parameter respon spektra percepatan gempa MCER terpetakan untuk periode pendek.Gambar 2.909 S M 1  Fv  S1  2.2 Peta Wilayah Gempa Indonesia yang dipertimbangkan resiko-tersesuaikan (S1) (MCE – percepatan 1 detik.1 Peta Wilayah Gempa Indonesia yang dipertimbangkan resiko-tersesuaikan (Ss) (MCE – percepatan 0.

Tabel 5 ) Parameter percepatan spektra rencana.4 untuk periode pendek (Fa = 1.886  0. Tabel 2.4 – Koefisien Situs.Fa : Koefisien situs pada Tabel 2. Parameter percepatan spektra disain untuk periode pendek (SDS) dan periode 1 detik (SD1) harus ditentukan melalui perumusan berikut ini : 2 2 S DS   S MS   0. Tabel 4 ) Tabel 2.591 3 3 keterangan: SDS : parameter respon spektra percepatan rencana pada periode pendek SD1 : parameter respon spektra percepatan rencana pada periode 1 detik.28).5 untuk periode 1 detik (Fv = 2. Fa (SNI 1726-2012.676). Fv (SNI 1726-2012.606 3 3 2 2 S D1   S M 1   0.909  0.5 – Koefisien Situs. Fv : Koefisien situs pada Tabel 2. 9 .

maka Sa dapat dihitung sebagai berikut 0   S a  0. T : periode getar fundamental struktur.Prosedur pembuatan respon spektra desain berdasarkan SNI 1726-2012 Untuk nilai To dan Ts dapat digunakan rumus berikut : T0  0.2  TS  S D1 S DS S D1 0.6    0.2   0.4  0.606 Untuk periode yang lebih kecil dari T0 spektrum respon percepatan desain Sa harus diambil dari persamaan :  T  S a  S DS   0.591  0.606 0. 10 .6   T0   Untuk T =0.195 detik S DS 0.975 detik 0.195   Untuk periode yang lebih besar dari atau sama dengan To dan lebih kecil dari atau sama dengan Ts spectrum respon disain Sa = SDS untuk periode lebih besar dari Ts spectrum respon percepatan disain Sa diambil berdasarkan persamaan : ?? = ??1 ? keterangan: SDS : parameter respon spectra percepatan disain pada periode pendek. SD1 : parameter respon spectra percepatan disain pada periode 1 detik.4  0.591   0.242 0.606   0.

7 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada perioda 1 detik (SNI 1726-2012.7 Tabel 2. Gambar 2. Tabel 6 ) Tabel 2.6 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respon percepatan pada perioda pendek (SNI 1726-2012. Kategori desain seismik yang diklasifikasikan oleh SNI 1726-2012 dapat dilihat pada Tabel 2.3 Spektrum respon desain Kategori Desain Seismik Setiap struktur harus ditetapkan memiliki suatu kategori desain seismik.Hasil dari perhitungan respon spektrum dapat dilihat pada Error! Reference source not found.6 dan Tabel 2. Tabel 7 ) 11 .

maka kombinasi pembebanan yang digunakan adalah kombinasi pembebanan ijin. Cd. gedung ini memiliki kategori desain seismik D. sebesar 5.6L + 0.75L + 0.8. Berdasarkan pada Tabel 2. R. didapatkan koefisien modifikasi respon.Berdasarkan tabel 1. sebesar 7 dan faktor pembesaran defleksi. yaitu sebagai berikut :  D  D+L  D + (Lr atau R)  D + 0.8 Sistem penahan gaya gempa (SNI 1726-2012. Konfigurasi kombinasi pembebanan berdasarkan SNI 1726-2012 dapat dilihat sebagai berikut :  1.7.5(Lr atau R) Sedangkan untuk desain pondasi.2D + 1. Tabel 9 ) Kombinasi Pembebanan Setelah diketahui beban – beban yang bekerja pada elemen struktur maka dalam pendesainan elemen struktur digunakan kombinasi pembebanan untuk mendapatkan pembebanan yang maksimum yang mungkin terjadi pada saat beban bekerja secara individual maupun bersamaan. Tabel 2.4D  1.5 untuk SRPMK dengan kategori desain seismik D.6 dan 1.75 (Lr atau R) Dimana : D = Dead Load (Beban Mati) L = Life Load (Beban Hidup) Lr = Life Roof (Beban Atap) R = Rainfall Load (Beban Hujan) 12 .

2 Data Masukan Data masukkan material dalam permodelan SAP 2000 adalah data material elemen struktur beton bertulang.2. PERMODELAN DAN DESAIN STRUKTUR 3.3. 3. Gambar 3.1 Penjelasan Umum Urutan dan tahapan permodelan struktur dimasukkan sesuai dengan gambar rencana dan parameter-parameter material dan pembebanan dimasukkan sesuai dengan spesifikasi dari material yang digunakan. Pendefinisian material tersebut dapat dilihat pada bagian Sub-Bab 2.1.1 Input form material elemen struktur pada SAP 2000 13 . Data masukkan material dapat dilihat pada Gambar 3. Setelah permodelan dan analisa struktur maka tahapan berikutnya adalah evaluasi pendetilan elemen struktur dari permodelan tersebut.

UZ ≠ 0 dan RX.3 Permodelan Struktur Analisa struktur terhadap struktur bangunan ini. Oleh karena itu elemen-elemen struktur dirancang dengan 6 derajat kebebasan pada kedua ujung nodal elemen (UX.UY.RZ ≠ 0).RY. Gambar 3. menggunakan asumsi bahwa sistem struktur merupakan model space frame (3D frame system). Model undeformed shape struktur bangunan ini dapat dilihat pada gambargambar dibawah ini yang merupakan capture picture dari SAP 2000.3.2 Permodelan Struktur Tampak Atas 14 .

5 Permodelan Struktur Tampak 3D 15 .4 Permodelan Struktur Tampak Depan Gambar 3.3 Permodelan Struktur Tampak Samping Gambar 3.Gambar 3.