Jum’at, 07 Oktober 2016

Nama

: Muhammad Sunjaya,

Jurusan

: Syariah /(VII)

Bidik Misi Angkatan : 2013
Opini Morning : Zakat Dan Pengaruhnya Terhadap
Ekonomi
Definisi

Zakat

:

Secara

etimologi,

zakat

memiliki

beberapa makna yang di antaranya adalah suci. “Sesungguhnya
beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” (QS. Asy-Syams:
9). Maksudnya adalah suci dan dosa dan kemaksiatan. Selain itu,
zakat bisa bermakna tumbuh dan berkah. Secara syar’i, zakat
adalah sedekah tertentu yang diwajibkan dalam syariah terhadap
harta orang kaya dan diberikan kepada orang yang berhak
menerimanya.
Hukum Zakat : Allah mewajibkan zakat kepada setiap
Muslim atas hartanya yang telah mencapai nishab. Zakat
merupakan

instrumen

dalam

mensucikan

harta

dengan

membayarkan hak orang lain. Selain itu, zakat merupakan
mediator dalam mensucikan diri dan hati dari rasa kikir dan
cinta harta. Dan zakat merupakan instrument social untuk
kebutuhan dasar fakir dan miskin. Allah Swt berfirman, “Ambillah
zakat dan sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkannya dan mensucikan mereka…” (QS. At- Taubah:
103).
Ketentuan yang ditetapkan Allah Swt pada semua aspek
kehidupan manusia pada umumnya memiliki dua fungsi utama
yang memberikan manfaat bagi individu (nafs) dan kolektif
(jama’i). Demikian pula halnya dengan sistem zakat dalam
ekonomi islam yang befungsi sebagai alat ibadah bagi orang

yang memberikan kemanfaatan kolektif (jama’i). dan berfungsi sebagai penggerak ekonomi bagi orang-orang dilingkungan yang menjalankan sistem zakat ini.yang membayar zakat (muzakki) yang memberikan kemanfaatan individu (nafs). .