You are on page 1of 82

Angka Penting (rev.

1)
Posted on December 17, 2008

(Revisi 1, 20Dec08) Angka penting, atau
significant figure, adalah sejenis konvensi, atau perjanjian,
penulisan bilangan hasil dari pengukuran. Konvensi ini menjadi
penting dalam sains (tidak hanya Fisika) karena salah satu ciri
dari sains adalah dapat diukur.
Lantas, kenapa angka penting diberikan dalam pelajaran Fisika?
Ini mungkin karena dalam sejarahnya Fisika adalah ilmu yang
langsung berkenaan dengan pengukuran (measurement), sedikit
berbeda dengan saudara tuanya astronomi dan kimia yang
berlandaskan pada pengamatan (observation).
Setiap pengukuran menghasilkan dua angka: angka pasti dan
angka takpasti. Angka pasti adalah angka yang diberikan oleh
alat ukur sesuai dengan ketelitiannya (biasa disebut dengan nilai
skala terkecil, nst). Angka takpasti — dalam ilmu pengukuran
disebut error atau uncertainty — adalah ketidakpastian karena
keterbatasan alat ukur. Tidak ada dan tidak mungkin ada di
dunia ini ada alat ukur yang tidak memiliki keterbatasan. Oleh
karena itu, setiap pengukuran harus menghasilkan
ketidakpastian.

Derajat ketidakpastian tergambar dalam jumlah digit yang kita
pakai dalam penulisan hasil pengukuran. Misalnya, kita
nyatakan panjang sebuah pensil adalah 2,0 cm, yang kita
maksudkan adalah panjang pensil itu di antara 1,95 dan 2,05 cm.
Jika kita ingin menyatakan panjangpensil itu adalah 2,00 cm,
maka yang kita maksud adalah panjang pensil itu di antara 1,995
dan 2,005 cm.
Pada kasus pertama, panjang pensil 2,0 cm, terdapat dua angka
pasti dipakai untuk mendeskripsikan panjang pensil. Sedangkan
pada kasus ke dua, panjang pensil 2,00 cm, terdapat tiga angka
pasti. Jika kita menyatakan luas sehelai bidang adalah 5003 cm2,
kita menggunakan empat angka pasti, di mana luas bidang itu
sesungguhnya berada di antara 5002,5 dan 5003,5 cm2.

Angka penting dilahirkan dari
ketelitian alat ukur yang dipakai. Derajat ketelitian alat ukur
dinyatakan oleh nilai skala terkecil (nst) dari alat ukur tersebut.
Misalnya penggaris pada ilustrasi di sebelah ini memiliki nst 0,1
cm atau 1 mm.
Misalnya, saat kita mengukur panjang sebuah pensil dengan
sebuah penggaris ber-nst 0,1 cm (penggaris yang umum dipakai
seperti pada ilustrasi), penggaris memberikan angka pengukuran
2,0 cm. Tapi, kita tahu bahwa panjang pensil lebih dari 2,0 cm
dan kurang dari 2,1 cm. Kita boleh memberikan angka dugaan
atau taksiran pada hasil pengukuran, misalnya karena ujung
pensil berada kira-kira tepat di antara 2,0 dan 2,1 cm, maka
angka taksiran adalah 0,05 cm sehingga hasil pengukuran kita

tulis sebagai 2,05 cm. Dua angka pertama adalah angka penting
(yaitu 2 dan 0), sedangkan angka terakhir (yaitu 5) adalah angka
takpenting.
Perhatikan di sini bahwa angka penting diberikan oleh alat ukur,
sedangkan angka takpenting berasal dari taksiran yang kita
berikan.
Jika penggaris kita memiliki nst 0,01 cm, pengukuran mungkin
akan memberikan nilai 2,005 — tiga angka pasti (2, 0, dan 0)
dan satu angka taksiran (5).
Dengan teknik tertentu, kita dapat mengukur massa planet Bumi.
Hasilnya adalah 5.980.000.000.000.000.000.000.000 kg. Apakah
angka pasti pentingnya 25 buah? Tentu saja kita tidak memiliki
alat ukur massa dengan ketelitian begitu tinggi. Dari penulisan
di atas, dapat kita simpulkan alat ukur kita memberikan tiga
angka pertama, sisanya adalah ketidakpastian! Sehingga, massa
planet Bumi kita tulis dalam notasi ilmiah,
.
Begitu juga saat mengukur massa sebuah debu, misalnya
0,00043 g. Angka pasti penting yang dipakai adalah dua buah,
yaitu 4 dan 3. Penulisan dengan notasi ilmiah memberikan
angka 4,3 x 10-4 g. Hanya perlu diingat, kalau ternyata kita tahu
persis angka pasti penting hasil pengukuran adalah 1, maka kita
tulis massanya adalah 4 x 10-4 g — dengan cara yang sama
untuk massa planet Bumi adalah 6,0 x 1024 kg untuk pengukuran
yang menghasilkan dua buah angka pasti penting.
Angka nol memang selalu memberikan masalah dalam
penentuan angka pasti, tapi jika kita memahami prinsip angka

pasti dari filosofi pengukuran tidak akan ditemui masalah.
Angka pasti terkait dengan ketelitian alat ukur kita. Tapi, jika
ingin jalan pintas, aman untuk mengatakan:
1. Semua angka bukan nol adalah angka pasti.
2. Angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah
angka pasti.
3. Angka nol yang terletak di belakang atau di depan angka
bukan nol, harus merujuk pada alat ukurnya. Gunakan
notasi ilmiah untuk menghilangkan kerancuan.
Semoga Bung Agus Rustandi puas dengan tulisan ini.
Bahan pengayaan
Pada contoh-contoh pengukuran panjang pensil di atas,
ketidakpastian 0,05 cm boleh jadi lebih atau kurang sehingga
pengukuran kita lebih layak disebut memiliki rentang maksimal
0,05 cm dan minimal 0,05 cm. Dengan demikian, panjang pensil
pada ilustrasi di atas adalah antara 1,95 sampai dengan 2.05 cm.
Rentang ± 0,5 cm adalah ketidakpastian pengukuran. Perjanjian
dalam ilmu pengukuran adalah rentang ketidakpastian adalah
sama dengan setengah dari nst alat ukur tersebut — sehingga nst
alat ukur yang kita pakai adalah 1 cm.
Konvensi penulisan hasil pengukuran, x, dinyatakan sebagai
,
di mana <x> adalah nilai rata-rata pengukuran dan σ adalah
ketidakpastian. Pada pengkuran yang dilakukan berulang antara

yang benar adalah 5. ? adalah simpangan baku (atau standard deviation) dari distribusi hasil pengukuran — ini sudah masuk ranah statistik.3 sampai dengan 29 kali.05 atau 5.0 ± 0.05.00 ± 0.00 ± 0. Sila merujuk pada tulisan Bung Agus . Catatan (31Jan09): tulisan ini perlu direvisi lagi karena saya tidak konsisten memakai istilah “angka pasti” dan “angka benar”. Penulisan 5.0 ± 0. yaitu 5 dan 0. ada dua buah angka pasti.05. 0 terakir adalah angka takpasti yang memiliki rentang ± 0.1. sedangkan pengukuran berulang lebih dari 30 kali.05 adalah salah. Jumlah digit <x> harus sama dengan jumlah digit σ. ? adalah sama dengan ½ nst. Pada 5.

fluktuasi parameter pengukuran dan lingkungan yang saling mempengaruhi serta ketrampilan pengamat. kesalahan pegas. adanya gesekan. inilah yang disebut nilai skala terkecil (NST). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran : 1.DASAR-DASAR PENGUKURAN DALAM FISIKA DASAR-DASAR PENGUKURAN DALAM FISIKA Ketepatan pengukuran merupakan hal yang sangat penting didalam fisika untuk memperoleh hasil/data dari suatu pegukuran yang akurat dan dapat dipercaya. Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya nilai skala terkecil (NST). Nilai Skala Terkecil Alat Ukur Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat lagi dibagi-bagi. Ketidakpastian pada Pengukuran Tunggal . kesalahan titik nol. Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. 2. kesalahan paralaks. kesalahan kalibrasi.

ketidakpastian dituliskan tidak lagi seperti pada pengukuran tunggal.Pada pengukuran tunggal ketidakpastian umumnya digunakan bernilai setengan dari NST. Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut : . Kesalahan 1/2 – Rentang merupakan salah satu cara untuk menyatakan ketidakpastian pada pengukuran berulang. Untuk suatu besaran X maka ketidakpastian mutlaknya adalah : ∆X = 1/2 NST dengan hasil pengukurannya dituliskan sebagai : X = X ± ∆X Sedangkan yang dikenal sebagai ketidakpastian relatif adalah: KTP relatif = ∆X /X Apabila menggunakan KTP relatif maka hasil pengukuran dilaporkan sebagai X = X ± KTP relatif x 100 % 3. Ketidakpastian pada Pengukuran Berulang Menggunakan Kesalahan 1/2 – Rentang Pada pengukuran berulang.

a. Kumpulkan sejumlah hasil pengukuran variabel
x, misalnya n buah, yaitu X1, X2, ..., Xn
b. Cari nilai rata-ratanya yaitu Xrata-rata = X1 +
X2 + X3 +.........../ n
c. Tentukan Xmax dan Xmin dari kumpulan data X
tersebut dan ketidakpastiannya dapat dituliskan :
∆X =( Xmax - Xmin)/2
d. Tuliskan hasilnya sebagai : X = Xrata-rata ± ∆X
4. Angka Berarti (Significant Figures)
Angka berarti (AB) menunjukkan jumlah digit
angka yang akan dilaporkan pada hasil akhir
pengukuran. AB berkaitan dengan KTP relatif
( dalam % ). Semakin kecil KTP relatif maka
semakin tinggi mutu pengukuran atau semakin
tinggi ketelitian hasil pengukuran yang dilakukan.
Hubungan antara KTP relatif dan AB adalah sebagai
berikut :
AB = 1 – log (KTP relatif)
5. Ketidakpastian pada Fungsi Variabel
(Perambatan Ketidakpastian)
Jika suatu variabel merupakan fungsi dari variabel
lain yang disertai oleh ketidakpastian, maka

variabel ini akan disertai pula oleh ketidakpastian.
Hal ini disebut sebagai perambatan ketidakpastian.
Perambatan ketidakpastian dapat dilihat pada
Daftar berikut :
Variabel ..............
.Operasi............Hasil.............Ketidakpastian
...............................Penjumlahan.... p = a +
b........∆p = ∆a + ∆b
a ± ∆ a....................Pengurangan ....q = a - b
.........∆q = ∆a + ∆b
b ± ∆b ....................Perkalian ..........r = a x
b ........∆r/r = ∆a/a + ∆b/b
...............................Pembagian....... s = a/b
..........∆s/s = ∆a/a + ∆b/b
.............................. Pangkat............ t = a^n
..........∆t/t = n∆a/a

Laporan Pengukuran Fisika
01:52 Kuliah 1 comment
BAB I
PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG

Fisika
eksperimental,

adalah
dimana

ilmu

pengetahuan

berupa

ilmu

yang

memahami segala sesuatu tentang gejala alam
melalui

pengamatan

atau

observasi

dan

memperoleh kebenarannya secara empiris melalui
panca indera. Dalam melakukan eksperimen kita
memerlukan pengukuran – pengukuran. Karena itu,
pengukuran

merupakan

bagian

yang

sangat

penting dalam proses membangun konsep-konsep
fisika.
Pengamatan suatu gejala secara umum
tidak lengkap apabila tidak ada data yang didapat
dari hasil pengukuran. Lord Kelvin, seorang ahli
fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang
sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan
angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang
sedang kita bicarakan itu.
Hasil dari pengukuran selalu mengandung
dua hal ,yakni kuantitas atau nilai dan satuan.

B. Mempelajaris cara pembacaan skala pada alat – alat ukur .Sehubungan demgan hal tersebut maka untuk lebih mengetahui cara menggunakan dan menetukan hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukurnya masing – masing maka diadakanlah percobaan “Pengukuran Dasar”. Untuk mengukur setiap diciptakan alat ukurnya besaran telah masing – masing.Sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan dinamakan besaran. TUJUAN PERCOBAAN Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah sebagai berikut : 1.

2. Siswa mamapu menentukan hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. Siswa mampu membaca skala pada alat – alat ukur 2. . Menentukan hasil pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. MANFAAT PERCOBAAN Adapun manfaat yang dapat diperoleh setelah melakukan percobaan ini adalah sebagai berikut: 1. C.

BAB II KAJIAN TEORI .

disebut besaran fisis. misalnya panjang dan waktu. Hasil pengukuran selalu mengandung dua hal. dan satuan Berbagai tersebut besaran yang kuantitasnya dapat diukur. Tetapi banyak juga . Dan alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut(Wikipedia). yang pengukuran membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. yakni: kuantitas atau nilai dan satuan. Atau membandingkan antara suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis yang dijadikan acuan.Dalam merupakan fisika dan aktivitas teknik. baik secara langsung maupun tak langsung. Sesuatu yang memiliki dinamakan kuantitas besaran.

besaran-besaran yang dikategorikan non-fisis. misalnya menggunakan mistar. atau dapat pula dengan menggunakan micrometer sekrup(Supiyanto. jangka sorong dan micrometer sekrup.2004). Besaran panjang yang merupakan jarak antara 2 titik dapat di ukur dengan alat ukur seperti mistar. karena kuantitasnya belum dapat diukur. dan rasa(Wasis.Pengukuran besaran panjang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagaia alat ukur .  Mengukur Dengan Menggunakan Mistar Pada pengukuran dengan menggunakan mistar yang diperhatikan adalah titik nol mistar harus tepat pada salah satu ujung benda yang .2004.jangka sorong. misalnya cinta.19). bau.

agar tidak terjadi kesalahan. Mistar biasanyadigunakan untuk mengukur benda yang panjangnya kurang dari 50 cm atau 100 cm.Tingkat ketelitiannya 0.  Mengukur Sorong dengan Menggunakan Jangka .diukur. serta inchi.2004). Satuan yang tercantum dalam mistar adalah cm. mm.2 cm atau 32 mm(Wasis.Pembacaan skala pada mistar harus tegak lurus pada skala yang ditunjuk.5 mm ( ½ x 1 cm). Contoh pengukuran dengan mistar: Panjang balok di atas adalah 3.

nilai skala utama = 1 mm. Pada umumnya. yaitu dengan menggunakan persamaan : Atau  Mengukur dengan Menggunakan Micrometer Sekrup  Digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil  Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0.. dan banyaknya skala nonius tidak selalu sama antara satu jangka sorong dengan jangka sorong lainnya.Setiap jangka sorong memiliki skala utama (SU) dan skala bantu atau skala nonius (SN). Sebuah jangka sorong baru dapat digunakan jika nilai skala terkecilnya (NST) telah diketahui.01 mm .

yaitu : Atau Dengan N = jumlah skala nonius. Hasil pengukuran dari suatu micrometer dapat ditentukan dengan cara membaca penunjukan bagian ujung skala putar terhadap skala utama dan garis horisontal (yag membagi dua skala utama menjadi skala bagian atas dan bawah) terhadap skala putar.(Kristanta.2009). Mikrometer sekrup memiliki dua bagian skala mendatar (SM) sebagai skala utama dan skala putar (SP) sebagai skala nonius.Pada umumya micrometer sekrup .NST micrometer sekrup dapat ditentukan dengan cara yang sama prinsipnya dengan jagka sorong.

Massa benda diukur dengan menggunakan neraca lengan. salah satu jenis neraca lengan yaitu neraca lengan Ohaus tipe 311 gram.memiliki NST skala mendatar (skala utama) 0. Dibawah ini contoh pembacaan skala pada neraca lengan ohauss tipe 311 gram: . Dalam SI. Jumlah materi yang terkandung dalam masing-masing benda disebut massa benda. massa menggunakan satuan dasar kilogram (kg).2009)  Mengukur dengan Menggunakan Neraca Setiap benda tersusun dari materi.5 mm dan jumlah skala putar (nonius) sebanyak 50 skala(Anshar.

52g Neraca ini mempunyai 4 lengan. jam .52 g Sehingga terbaca (0 + 40 + 7 + 0. Untuk menggunakan neraca ini terlebih dahulu ditentukan NST masing – masing lengan kemudian dijumlahkan dengan penunjukan lengan neraca yang digunakan(Retno.52 ) g = 47. masingmasing lengan mempunyai batas ukur dan NST yang berbeda –beda.  Mengukur dengan Menggunakan Stopwatch Sebenarnya ada banyak alat ukur waktu yang tersedia.0 g g 7g 40 0. jam dinding. seperti jam tangan.2004).

misalnya fasilitas stopwatch di handphone(Kristanta. Namun yang sering digunakan di laboratorium adalah stopwatch. Ada juga stopwatch digital dengan ketelitian yang sangat tinggi. Adapun dengan terlebih cara penggunaan dahulu stopwatch memastikan bahwa semua jarum stopwatch menunjuk pada angka . 1/10 detik. Pada pengukuran menggunakan stopwatch. sampai 1/100 detik.2009). waktu dengan pembacaan skalanya dimulai dengan penunjukan jarum menit kemudian jarum detik / sekon. Ada banyak jenis stopwatch dengan berbagai ketelitian.bandul dan sebagainya. mulai dari 1 detik. Pembacaan dan penulisan jarum detik dapat dilakukan hingga setengah skala terkecil.

tombol kanan).tekan tombol start (biasanya berwarna hijau.Bila belum.nol. Dan ketika pengukuran selesai tekan tombol stop ( biasanya berwarna merah.2004).melakukan pengenolan dengan cara menekan tombol pengenol (biasanya berwarna hitam / tombol tengah) dan pada saat pengukuran dimulai . tombol kiri)(Wasis. .

BAB III METODE PERCOBAAN A. Alat dan Bahan Alat : : .

1 buah  Beban  bahan bacaan B. Mengukur Volume Balok Kecil a. 1 buah  Lempeng logam / koin. . Mistar 30 cm  Jangka sorong  Mikrometer sekrup  Neraca lengan (neraca Ohaus 311 gram)  Stopwatch Bahan :  Balok kecil.Siapkan mistar dan balok kecil yang akan diukur volumenya. Menggunakan Mistar 1. PROSEDUR PERCOBAAN 1.

Dari data yang diperoleh hitung pula volume balok.2. agar tidak terjadi kesalahan. . lebar. 4.Pembacaan skala pada mistar harus tegak lurus pada skala yang ditunjuk.Ukur panjang.Perhatikan penunjukan skala pada mistar yang berimpit dengan ujung balok lainnya. 3. dan tinggi balok menggunakan mistar. Dalam pengukuran perhatikan titik nol mistar harus tepat pada salah satu ujung balok.

dan tebal dari balok tersebut. Dari data yang diperoleh hitung pula volume balok. 4. 1. Ukurlah panjang. Menggunakan Jangka Sorong. 2. Tentunkan NST dari jangka sorong yag anda gunakan. 3.b.Mengukur Ketebalan Lempeng dengan Micrometer Sekrup Logam . 2. lebar. Ambil sebuah jangka sorong kemudian tentukan nilai skala utama dan hitung jumlah skala noniusnya.Catatlah hasilnya pada hasil pengamatan.

Letakkan benda di antara kedua poros penjepit. b. seperti terlihat pada gambar dibawah: c. kemudian perlahan-lahan menyentuh putarlah silinder pemutar hingga ujung kedua poros permukaan benda. Ambil sebuah mikrometer kemudian tentukan nilai skala utama dan hitung jumlah skala noniusnya. Bunyi itu menandakan bahwa kedua ujung poros telah menjepit benda secara akurat( jangan memaksa menggerakkan poros . poros putarlah menyentuh skrup pemutar (ratchet) secara perlahan-lahan hingga terdengar bunyi “klik”.a.Setelah ujung permukaan kedua benda.Tentunkan NST mikrometer yang anda gunakan.

. Bila belum setimbang. b.Bacalah penunjukan skala yang ditunjukkan oleh mikrometer skrup.catat hasilnya pada hasil pengamatan. buatlah setimbang dulu dengan cara memutar sekrup peyeimbang/pengenol.Mengukur Massa Benda Menggunakan Neraca Lengan Tipe Ohaus 311 gram a. 3.penjepit menggunakan silinder pemutar ketika ujung poros telah menjepit benda.Tentukan NST masing – masing lengan neraca Ohauss 311 gram. hal ini dapat merusak sistem ulir di dalam mikrometer skrup) d.Pastikan dahulu bahwa neraca dalam keadaan setimbang..

berikutnya yang kecil-kecil. Pastikan dahulu bahwa semua jarum stopwatch menunjuk pada angka nol. b. 4. hingga neraca setimbang kembali.Geserlah anak timbangan.c. dimulai dari yang paling besar. bersamaan dengan menekan .Letakkan benda di atas piring neraca. Mengukur Waktu Menggunakan Stopwatch a.Minta teman anda untuk membaca naskah yang telah disediakan tombol start.(bila belum tekan tombol pengenol).Bacalah skala yang ditunjukkan oleh neraca.Ambil stopwatch. dan catat hasilnya pada hasil pengamatan. e. d.

d.Tekan tombol stop bersamaan dengan berakhirnya naskah yang dibaca oleh teman anda. Catat hasilnya pada hasil pengamatan. . mulailah kemudian dengan jarum penjunjukkan jarum detik/sekon.Bacalah skala yang ditunjuk oleh stopwatch.c.Pembacaan menit dan penulisan jarum detik dapat dilakukan hingga setengah skala terkecil.

.

1 AR 2.BAB 1V HASIL PENGAMATAN 1.6 . Untuk Percobaan Mengukur Volume Balok Kecil ALA PANJ T ANG UKU (cm) R LE TE NSTALA BA BA VOL T R (c L UME m) (c (c () m) m) MIST 13.5 JAN GKA 78.4 2.

1 0. 0.4 2.01 gram . Untuk Percobaan 85. 5 01 TEBAL BENDA( mm) 2.6 ONG 7 3 2.10 2.SOR 13.005 0.05 Untuk Pengukuran Massa dengan Neraca Ohauss 311 g Nst lengan 1 = 100 gram Nst lengan 2 = 10 gram Nst lengan 3 = 1 gram Nst lengan 4 = 0. 0.005 Mengukur Ketebalan Lempeng Logam dengan Micrometer Sekrup NST ALAT PENUNJU PENUJU KAN SU KAN SN (mm) (mm) (mm) S S U N 2 3.

KESIMPULAN .4..1 50.1 Untuk Pengukuran Waktu Menggunakan Stopwatch Waktu yang dibutuhkan =……28. LENGA BE N IV (gram) ND A (gr am) 0 50 0 0.sekon BAB V PENUTUP A.PENUNJ PENUNJ PENUNJ PENUNJ MA UKAN UKAN UKAN LENGA LENGA LENGA N1 N II N III (gram) (gram) (gram) UKAN SSA 4.

Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong dapat ditentukan dengan cara membaca penunjukan angka 0 pada skala nonius terhadap skala utama dan skala nonius yang keberapa yang tepat berimpit atau segaris dengan skla utama. 3. 2. Hasil pengukuran dengan menggunakan mistar dapat ditentukan dengan cara melihat penunjukan skala yang berimpit dengan salah satu ujung benda yang diukur. Hasil pengukuran micrometer dapat dengan ditentukan menggunakan dengan cara membaca penunjukan bagian ujung skala putar .dimana titk nol mistar harus tepat pada ujung benda laainnya.

Hasil pengukuran dengan menggunakan neraca ohauss 311 gram dapat ditentukan dengan cara terlebih dahulu menentukan NST alat masing – masing lengan neraca yang digunakan. B.Hasil pengukuran dengan menggunakan stopwatch dapat ditentukan dengan cara membaca skala mulai dari penunjukan jarum menit kemudian jarum detik atau sekon. 4. SARAN .terhadap skala utama dan garis horizontal (yang membagi 2 skala utama ) terhadap sumbu putar. 5.

Hendaknya dalam melakukan pengukuran dilakukan secara berulang – ulang(pengukuran berganda) untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat. untuk menghindari kerusakan. Sebaiknya dalam melakukan praktikum. . 2. praktikan lebih berhati – hati dalam menggunakan alat ukur.1. Sebaiknya pada pengukuran menggunakan mistar pembacaan skala dilakukan secara tegak lurus pada mengurangi skala yang ditunjuk. untuk kesalahan. 3.

.

http://Blog at WordPress.Arif.Jangka Sorong dan Mikrometer. romadhonssite.Romadhon. .com"><img//diakses 13 Februari 2010 Kristanta.Hasanah.blogspot.2004.Jakarta:BPPK.2009.com.DAFTAR PIUSTAKA Anshar.//diakses 13 februari 2010. 2009.Asyiknya Belajar Fisika SMP. http ://www.Modul Fisika 01 Sistem Satuan dan Pengukuran. Retno.

Jakarta:BPPK Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 1 Komentar Di Sini: 1. sangat membantu.Sistem Satuan Pengukuran . Anonim8 September 2012 19:22 terima kasih.2004.Fisika SMA Untuk SMA Kelas X.2004.Jakarta:Erlangga.Supiyanto. Wasis..?! Balas dan ..

Link ke posting ini Buat sebuah Link .Tambahkan komentar Muat yang lain...

Dasar Pengukuran & Ketidakpastian Posted on 2 Januari 2011 5 Votes Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan sebagai patokan. Suatu pengamatan terhadap besaran fisis harus melalui pengukuran. Pengukuranpengukuran yang sangat teliti diperlukan dalam fisika. melainkan selalu terdapat ketidakpastian. tidaklah mungkin akan mendapatkan nilai benar X0. Dalam fisika pengukuran merupakan sesuatu yang sangat vital. TEORI DASAR Alat Ukur Dasar . Namun bagaimanapun juga ketika kita mengukur suatu besaran fisis dengan menggunakan instrumen. agar gejala-gejala peristiwa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan kuat.

dan lingkungan yang saling mempengaruhi serta tingkat keterampilan pengamat yang berbeda-beda. kesalahan paralaks. misalnya penunjukkan temperatur yang ditunjukkan oleh skala. fluktuasi parameter pengukuran.Gambar 1 Alat ukur adalah perangkat untuk menentukan nilai atau besaran dari suatu kuantitas atau variabel fisis. atau penunjukan skala elektronik (Gambar 1). Hasil pengukuran tegangan atau arus dari meter digital merupakan sebuah nilai dengan jumlah digit terterntu yang ditunjukkan pada panel display-nya (Gambar 2). Beberapa panduan bagaimana cara . petunjuk jarum pada skala meter. Alat ukur analog memberikan hasil ukuran yang bernilai kontinyu. kesalahan titik nol. Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya Nilai Skala Terkecil (NST). kesalahan kalibrasi. yaitu alat ukur analog dan digital. Alat ukur digital memberikan hasil pengukuran yang bernilai diskrit. Ada dua sistem pengukuran yaitu sistem analog dan sistem digital. Gambar 2 Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. Pada umumnya alat ukur dasar terbagi menjadi dua. Dengan demikian amat sulit untuk mendapatkan nilai sebenarnya suatu besaran melalui pengukuran.

25 satuan Nonius Pada gambar dibawah ii. mikrometer skrup. Nilai Skala Terkecil Pada setiap alat ukur terdapat suatu nilai skala yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. barometer. Pada Gambar 3 dibawah ini tampak bahwa NST = 0. Masing masing alat ukur memiliki cara untuk mengoperasikannya dan juga cara untuk membaca hasil yang terukur.memperoleh hasil pengukuran seteliti mungkin diperlukan dan bagaimana cara melaporkan ketidakpastian yang menyertainya. Beberapa alat ukur dasar yang sering digunakan dalam praktikum adalah jangka sorong.4 satuan. stopwatch. karena skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah skala ke-4 atau N1=4 . busur derajat.25 satuan. inilah yang disebut dengan Nilai Skala Terkecil (NST).1 = 17. Gambar 3 . Ketelitian alat ukur bergantung pada NST ini. dan beberapa alat ukur besaran listrik.5 + 4 x 0. neraca teknis. hasil pembacaan tanpa nonius adalah 17 satuan dan dengan nonius adalah 16. penggaris.Skala utama suatu alat ukur dengan NST = 0.

Kesalahan. angka penyimpangan dari nilai sebenarnya variabel yang diukur. ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variable yang diukur. 3. hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran. 4. atau derajat untuk membedakan satu pengukuran dengan lainnya. 5. Akurasi. KETIDAKPASTIAN .PARAMETER ALAT UKUT Ada beberapa istilah dan definisi dalam pengukuran yang harus dipahami. 2. Resolusi. Kepekaan. diantaranya: 1. perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang mampu ditanggapi oleh alat ukur. Presisi. kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variable yang diukur.

dantaranya adalah menggunakan kesalahan ½ – rentang atau bisa juga menggunakan standar deviasi. Ketidakpastian dibedakan menjadi dua. Untuk suatu besaran X maka ketidakpastian mutlaknya dalam pengukuran tunggal adalah: Δx = ½NST dengan hasil pengukuran dituliskan sebagai X = x ± Δx Melaporkan hasil pengukuran berulang dapat dilakukan dengan berbagai cara. dan karena hal-hal seperti ini pengukuran mengalami gangguan. fluktuasi parameter pengukuran. Pada pengukuran tunggal. ketidakpastian yang umumnya digunakan bernilai setengah dari NST. Oleh sebab itu. Masing masing ketidakpastian dapat digunakan dalam pengukuran tunggal dan berualang. kesalahan kalibrasi. kesalahan paralaks. setiap pengukuran harus dilaporkan dengan ketidakpastiannya. dan lingkungan yang mempengaruhi hasil pengukuran. . Beberapa penyebab ketidakpastian tersebut antara lain adanya Nilai Skala Terkecil (NST). Dengan demikian sangat sulit untuk mendapatkan nilai sebenarnya suatu besaran melalui pengukuran.yaitu ketidakpastian mutlak dan relatif. Ketidakpastian Mutlak Suatu nilai ketidakpastia yang disebabkan karena keterbatasan alat ukur itu sendiri.Suatu pengukuran selalu disertai oleh ketidakpastian. kesalahan pegas. kesalahan titik nol.

maka rata-rata dari besaran ini adalah: . Kesalahan ½ – Rentang merupakan salah satu cara untuk menyatakan ketidakpastian pada pengukuran berulang. x2. ketidakpastian dituliskan idak lagi seperti pada pengukuran tunggal. x3. Cara untuk melakukannya adalah sebagai berikut:  Kumpulkan sejumlah hasil pengukuran variable x. yaitu x1. … xn  Cari nilai rata-ratanya yaitu x-bar x-bar = (x1 + x 2 + … + xn)/n  Tentukan x-mak dan x-min dari kumpulan data x tersebut dan ketidakpastiannya dapat dituliskan Δx = (xmax – xmin)/2  Penulisan hasilnya sebagai: x = x-bar ± Δx Standar Deviasi Bila dalam pengamatan dilakukan n kali pengukuran dari besaran x dan terkumpul data x1. x2.Kesalahan ½ – Rentang Pada pengukuran berulang. … xn. x3. Misalnya n buah.

Hubungan hasil pengukurun terhadap KTP (ketidakpastian) yaitu: KTP relatif = Δx/x Apabila menggunakan KTP relatif maka hasil pengukuran dilaporkan sebagai X = x ± (KTP relatif x 100%) Ketidakpastian pada Ketidakpastian) Fungsi Variabel (Perambatan Jika suatu variable merupakan fungsi dari variable lain yng disertai oleh ketidakpastin. Standar deviasi diberikan oleh persamaan diatas. ketidakpastian variable yang merupakan hasil operasi variabel-variabel lain yang disertai oleh ketidakpastian akan disajikan dalam tabel berikut ini. Dan untuk penulisan hasil pengukurannya adalah x = x ± σ Ketidakpastian Relatif Ketidakpastian Relatif adalah ketidakpastian yang dibandingkan dengan hasil pengukuran. . maka variable ini akan diserti pula oleh ketidakpastian. sehingga kita hanya dapat menyatakan bahwa nilai benar dari besaran x terletak dalam selang (x – σ) sampai (x + σ).Kesalahn dari nilai rata-rata ini terhadap nilai sebenarnya besaran x (yang tidak mungkin kita ketahui nilai benarnya x0) dinyatakan oleh standar deviasi. Hal ini disebut sebagai permbatan ketidakpastian. Untuk jelasnya.

Misalkan dari suatu pengukuran diperoleh (a ± Δa) dan (b ± Δb). Kepada kedua hasil pengukuran tersebut akan dilakukan operasi matematik dasar untuk memperoleh besaran baru. .

Untuk mengukur massa suatu benda dapat menggunakan timbangan atau neraca. Satuan untuk skala utama adalah sentimeter (cm) dan satuan untuk skala terkecil adalah milimeter (mm). Adapun untuk mengukur waktu. dapat menggunakan mistar. untuk mendapatkan data hasil pengukuran yang akurat perlu juga dipertimbangkan faktorfaktor lain yang dapat mempengaruhi proses pengukuran. dan orang yang melakukan pengukuran. yaitu skala utama dan skala terkecil.Ketika Anda akan melakukan pengukuran suatu besaran Fisika. Mistar Ukur Pada umumnya. . Anda dapat menggunakan jam atau stopwatch.1. Skala terkecil pada mistar memiliki nilai 1 milimeter. Jarak antara skala utama adalah 1 cm. proses pengukuran. seperti yang terlihat pada Gambar 1. jangka sorong. antara lain benda yang diukur. Untuk mengukur panjang suatu benda. mistar sebagai alat ukur panjang memiliki dua skala ukuran. dibutuhkan alat ukur untuk membantu Anda mendapatkan data hasil pengukuran. a. Dapatkah Anda menyebutkan alat ukur lainnya selain alat ukur tersebut? Selain faktor alat ukur. kondisi lingkungan. atau mikrometer ulir (sekrup).

Gambar 1. Gambar 1. dan pengukur kedalaman. terdapat juga skala lainnya pada mistar ukur. rahang pengatur garis tengah dalam.05 cm. Selain skala sentimeter (cm). yakni setengah dari nilai skala terkecil yang dimiliki oleh mistar tersebut. skala nonius.5 mm atau 0.1 Skala pada mistar ukur. Jangka Sorong Pernahkah Anda melihat atau menggunakan alat ukur yang memiliki skala nonius? Salah satu alat ukur ini adalah jangka sorong. rahang pengatur garis tengah luar. Tahukah Anda mengenai skala tersebut? Kapankah skala tersebut digunakan? b. Mistar memiliki ketelitian atau ketidakpastian pengukuran sebesar 0. Anda dapat menggunakan alat ukur ini untuk mengukur diameter dalam. Di antara skala utama terdapat 10 bagian skala terkecil sehingga satu skala terkecil memiliki nilai 1/10 cm = 0. Adapun rahang pengatur garis tengah bagian luar dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian luar sebuah benda. serta kedalaman suatu benda yang akan diukur.1 cm atau 1 mm.2 Alat ukur jangka sorong dengan bagian-bagiannya . Rahang pengatur garis tengah dalam dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah benda. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang terdiri atas skala utama. diameter luar.

Oleh karena itu. kunci poros. poros.025 mm b. memiliki jumlah skala 20 maka skala terkecil dari jangka sorong tersebut adalah 1 mm/20 = 0. selubung dalam. nilai satu skala nonius adalah 0. yakni perbandingan antara satu nilai skala utama dengan jumlah skala nonius. dan bingkai (Gambar 1. Skala nonius jangka sorong pada Gambar 1. Hal ini dapat diketahui ketika Anda memutar selubung bagian luar sebanyak satu kali putaran penuh. selubung luar. akan diperoleh nilai 0. Satu skala nonius memiliki nilai 0. Skala utama dan nonius terdapat dalam selubung bagian dalam dan selubung bagian luar.01 mm. di antaranya landasan.3 Alat ukur mikrometer sekrup dengan bagianbagiannya Selubung bagian luar adalah tempat skala nonius yang memiliki 50 bagian skala. roda bergerigi. diperoleh ∆x = ½ x 0.01 mm sehingga nilai ketelitian atau .2. Mikrometer Ulir (Sekrup) Seperti halnya jangka sorong. Anda akan menemukan nilai skala terkecil pada alat ukur tersebut.3).05 mm = 0. Gambar 1. Tahukah Anda apakah nilai skala terkecil itu? Nilai skala terkecil pada jangka sorong.5/50 mm = 0. mikrometer ulir (sekrup) terbagi ke dalam beberapa bagian. Ketika Anda menggunakan jangka sorong. Nilai ketidakpastian jangka sorong ini adalah setengah dari skala terkecil sehingga jika dituliskan secara matematis.Coba Anda ukur panjang sebuah benda dengan menggunakan alat ukur ini.5 mm skala utama.05 mm.

ketidakpastian mikrometer ulir (sekrup) adalah Δx = ½ × 0. Stopwatch merupakan alat pengukur waktu yang memiliki skala utama (detik) dan skala terkecil (milidetik). terdapat 10 bagian skala terkecil sehingga nilai satu skala terkecil yang dimiliki oleh stopwatch analog adalah 0. begitu pula dengan mikrometer sekrup. Menurut Anda.01 mm = 0. Jika jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur diameter benda.4 Pengukuran menggunakan stopwatch analog dalam mengukur waktu. manakah yang memiliki nilai keakuratan yang tinggi? c.1 detik = 0.berapa lama Anda berlari? Menggunakan apakah Anda mengukurnya? Banyak sekali macam dan jenis alat ukur waktu. terdapat juga stopwatch digital.0005 cm.05 detik. Gambar 1. Ketelitian atau ketidakpastian (Δx) dari alat ukur stopwatch analog adalah Δx = ½ × 0. Salah satu contohnya adalah stopwatch. Selain stopwatch analog. Menurut Anda samakah pengukuran stopwatch analog dengan stopwatch digital? Manakah yang lebih akurat? . Stopwatch Pernahkah Anda mengukur. Pada skala utama. dari kedua alat ukur tersebut.005 mm atau 0.1 detik.

Terdapat banyak macam alat ukur massa. misalnya neraca ohaus. Neraca. alat ukur panjang.5 Neraca ohaus digunakan sebagai alat ukur massa.e. Dalam hal ini Anda sedang melakukan pengukuran massa. pengertian alat ukur. Stopwatch . Besaran dan Pengukuran. Neraca Mungkin Anda pernah menimbang sebuah telur dengan menggunakan timbangan atau membandingkan massa dua buah benda. Cobalah Anda ukur massa sebuah benda kemudian tuliskan cara mengukurnya. Setiap alat ukur massa memiliki cara pengukuran yang berbeda. dan timbangan. neraca pegas. Gambar 1. Hanya saja alat yang digunakan berbeda. Jangka Sorong. Mikrometer Ulir (Sekrup). Posted in: Fisika Kelas X Tags: alat ukur dan fungsinya. dengan menggunakan kedua tangan Anda.

T o p i k Percobaan: Pengukuran T e m p e r a t u r d e n g a n Termometer 2. 1 buah .8. Kesimpulan dan Saran1 . Alat dan Bahan: • Termometer batang. Tujuan Percobaan : Mempelajari cara m e n g g u n a k a n termometer untuk mengukur temperature. 3.

A d a d u a jenis thermometer yang um umdigunakan dalam laboratorium. 1 set • Air 4.Nilai skala terkecil untuk kedua je nis thermometer tersebut dapatditentukan seperti halnya menentukan nilai skala terkecil sebuah mistarbiasa.Teori Singkat Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukurt e m p e r a t u r e s u a t u z a t . yaitu thermometer a i r r a k s a d a n thermometer alcohol. Keduanya adalah thermometer jenis batang gelasdengan batas ukur minimum – 10 o C dan batas ukur maksimum +110 o C. yaitu dengan mengambil batas ukur .• Gelas ukur. 1 buah • Pembakar Spiritus legkap.

Siapkan gelas ukur. bunsen pembakar legkap dengan kakitiga dan lapisan asbesnya dan sebuah thermometer.tertentu dan membaginyadengan jumlah skala dari nol sampai pada ukur yang diambil tersebut. I s i g e l a s u k u r d e n g a n a i r h i g g a ½ b a g i a n d a n l e t a k k a n d i a t a s kaki tiga tanpa ada pembakar. 5. .b .Kegiatan Pengukuran a.

ukur temperaturnya sebagai temperature mula-mula ( T o ). 6. Letakkan Bunsen pembakar tadi tepat di bawah gelas kimiabersamaan dengan menjalankan alat pengukur waktu (jam tanganmisalnya).f .c.d .Menitke -Temperatur( T . Temperatur mula-mula (T o ) = … … … … . Tabel Pengamatan :No. e. C a t a t p e r u b a h a n t e m p e r a t u r e y a n g t e r b a c a p a d a thermometer tiap selang waktu 1 menit sampai diperoleh 5 atau 6data. N y a l a k a n B u n s e n p e m b a k a r d a n t u n g g u b e b e r a p a s a a t hingga nyalanya terlihat normal.Hasil Pengamatan N S T t h e r m o m e t e r = … … … … .

12.6 Penjelasan hubungan antara lamanya pemanasan dengan perubahantemperature zat cair : 7.45.56.Kesimpulan dan Saran. .34.23.i )PerubahanTemperatur ( ∆ T) 1.

engukuran Dasar 01 Add To Collection 16 Reads 0 Readcasts .

0 Embed Views Published by Rizadz Ahmad TIP Press Ctrl-F to search anywhere in the document. Info and Rating Category: Uncategorized. Flag document for inapproriate content More From This User . Rating: Upload Date: 10/05/2012 Copyright: Attribution Non-commercial Tags: This document has no tags.

RIJAL Rizadz Ahmad 41 Reads 5 p.2 p. Soal Statistika .

Rizadz Ahmad 213 Reads 5 p. Soal Statistika Rizadz Ahmad 127 Reads Related .

Search th dimensi Skip to Content  Blog  About  Contact us .

Secara umum. keuntungan penggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng. jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka . diameter dalam sebuah tabung atau cincin. Pada gambar disamping ditunjukkan bagian-bagian dari jangka sorong. (sorot masing-masing bagian dari jangka sorong tersebut untuk mengetahui nama setiap bagian).1 mm. maupun kedalam sebuah tabung.1/5 Balls of Water 7:29 AM JANGKA SORONG 0 comments Jangka sorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0.

005 cm Dengan ketelitian 0.005 cm.09 cm. Sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0.9 cm.01 cm = 0. Sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0.1 mm atau 0. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter luar sebuah kelereng.01 cm.09 cm = 0.1 cm – 0. Jadi beda satu skala utama dengan satu skala nonius adalah 0. dengan kata lain jarak 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0. Ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil.01 cm atau 0.1 cm. Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : Dx = ½ x 0. diameter . dengan kata lain jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0.1 mm. maka jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng atau cincin dengan lebih teliti (akurat).sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser.

Mengukur diameter dalam Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda (misalnya diameter dalam sebuah cincin) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : * Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit .dalam sebuah tabung atau cincin maupun untuk mengukur kedalaman sebuah tabung. * Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang * Catatlah hasil pengukuran anda 2. Berikut akan dijelaskan langkah-langkah menggunakan jangka sorong untuk keperluan tersebut 1. Mengukur diameter luar Untuk mengukur diameter luar sebuah benda (misalnya kelereng) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut * Geserlah rahang geser jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap) * Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.

* Letakkan benda/cincin yang akan diukur sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong masuk ke dalam benda/cincin tersebut * Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong menyentuh kedua dinding dalam benda/cincin yang diukur * Catatlah hasil pengukuran anda 3. * Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan tabung yang akan diukur dalamnya. * Catatlah hasil pengukuran anda. Mengukur kedalaman Untuk mengukur kedalaman sebuah benda/tabung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : * Letakkan tabung yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak. Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : . * Geserlah rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menyentuh dasar tabung.kekanan.

Bacalah skala nonius yang tepat berimpit dengan skala utama.005 cm (tiga desimal). mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara . Tidak seperti mistar. Anda tidak pernah menaksir angka terakhir (desimal ke-3) sehingga anda cukup berikan nilai 0 untuk desimal ke-3. pada jangka sorong yang memiliki skala nonius.1. Bacalah skala utama yang berimpit atau skala terdekat tepat didepan titik nol skala nonis.01 cm) Karena Dx = 0. 2. sehingga hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat anda laporkan sebagai : Panjang L = xo + Dx Misalnya L = (4. maka hasil pembacaan pengukuran (xo) harus juga dinyatakan dalam 3 desimal. 3.990 + 0.005) cm Jangka sorong biasanya digunakan untuk: 1. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : Hasil = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x skala terkecil jangka sorong) = Skala Utama + (skala nonius yang berimpit x 0.

04 mm.7 cm + 0. Mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur. Sekarang lihatlah ke skala utama di sebelah kiri angka nonius 0. yang berhimpit adalah angka 4 (diberi tanda merah). 2.diapit.7 cm. Mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa. 4. Di situ menunjukkan angka 4. Ingat lagi kan pelajaran SMA? Hehe.04 cm = 4. maupun lainnya) dengan cara diulur. Berarti hasil pengukurannya adalah 4. Lihat contoh cara mengukur di bawah. Untuk pembacaan ke inch prinsipnya sama. Itu berarti 0. Di contoh. hanya saja harus pintar menggunakan skala yang berbeda Posted in Labels: teknologi . Lihatlah skala nonius yang berhimpit dengan skala utama.74 cm. 3. Jangka sorong memiliki dua macam skala: skala utama dan nonius.

.01 cm atau ada juga yang 0.05 cm. ketelitian jangka sorong ada yang 0. jika pernah mungkin ada yang punya salah satu alat ukur di atas. Bapak kalian yang bekerja sebagai tukang kayu biasa menggunakannya untuk mengukur panjang benda yang ukurannya kecil sehingga lebih teliti. misalnya jangka sorong.Kegunaan Jangka sorong dan Micrometer skrup Apakah Bapak kalian ada yang bekerja sebagai tukang kayu.

Mengukur panjang sebuah benda. karena biasanya batas pengukurannya maksimal 25 cm. cara penggunanya sebagai berikut ini. walau tergantung dengan produk yang menjualnya. . A. Gambar pengukurannya bisa dilihatkan seperti di bawah ini. Mengukur Diameter luar.Untuk Kali ini mari kita belajar apa ya kegunaan alat ukur jangka sorong dan mikrometer sekrup. 2. 1. Kadang kita membutuhkan juga membutuhkan pengukuran diameter luar sebuah benda misalnyy ketika ada tukang las ingin membuat jendela kadang membutuhkan besi yang berukuran tertentu. Benda yang ukurannya tidak terlalu panjang dapat di ukur dengan jangka sorong. hal ini dapat digunakan menggunakan jangka sorong. Kegunaan jangka sorong.

Mengukur kedalaman sebuah benda Untuk mengukur kedalaman lubang yang kecil tentunya tidak bisa menggunakan penggaris. hal . hal ini dapat digunakan juga menggunakan jangka sorong seperti gambar di atas 4.3. Dalam prabikprabik industri kecil kadang membutuhkan alat untuk mengetahui ukuran diameter sbuah lubang besi atau alat yang lain . Mengukur diameter dalam.

kegunaan mikrometer skrup antara lain sebagai berikut . mengukur ketebalan benda yang tipis misalnya uang koin logam.01 mm atau 0.ini dapat digunakan jangka sorong seperti gambar di atas B. seperti contoh gambar di bawah ini. Kegunaan Micrometer skrup. 1. . bahkan untuk mikrometer yang sangat teliti bisa digunakan untuk mengukur tebal kertas.05 mm. ketelitian mikrometer skrup yaitu antara 0.

2. Untuk micrometer terntentu yang memiliki rahang geser bisa juga digunakan untuk mengukur kedalaman benda yang kecil seperti jangka sorong. Mengukur diameter luar sebuah benda yang kecil misalnya bantalan peluru. atau silinder kecil seperti contoh gambar di atas 3. lihat juga materi yang lainnya! Janka sorong FungsiDilihat dari fungsinya terdiri atas:  . Ayo berlatih dan uji kemampuanmu di sini.

J angka sorong untuk pengukuran standar (panjang.tebal dan diameter)  J angka sorong untuk pengukuran jarak atau celah  J angka sorong untuk mengukur ketinggian  J angka sorong untuk mengukur kedalaman  J angka sorong untuk mengukur dalam lubang  J angka sorong untuk mengukur roda gig .

tabel kode karakteristik) Insulation Resistance (IR) Walaupun bahan dielektrik merupakan bahan yang nonkonduktor. bahan dielektrik juga memiliki resistansi. berikut adalah model rangkaian kapasitor. namun tetap sajaada arus yang dapat melewatinya.Untuk menjelaskan ini. Artinya. Gambar-3 : Model rangkaian kapasitor .walaupun nilainya sangat besar sekali. Phenomena ini dinamakan arus bocor DCL (DCLeakage Current) dan resistansi dielektrik ini dinamakan Insulation Resistance (IR).

Dari model rangkaian kapasitor digambarkan adanya resistansi seri (ESR)dan induktansi (L).Untuk mendapatkan kapasitansi yang besar diperlukan permukaan elektroda yangluas. Karena besar IRselalu berbanding terbalik dengan kapasitansi (C). Secara matematis di tulis sebagai berikut : Gambar-4 : Faktor dissipasi . semestinya kapasitor dapat menyimpan muatan selama-lamanya. Namun dari model di atas. rangkaian ballast. Insulation resistance (IR) ini sangatbesar (MOhm). tetapi ini akan menyebabkan resistansi dielektrik makin kecil. Konsekuensinya tentu saja arus bocor (DCL) sangat kecil (uA).C = CapacitanceESR = Equivalent Series ResistanceL = InductanceIR = Insulation ResistanceJika tidak diberi beban. diketahui ada resitansi dielektrik IR(InsulationResistance) yang paralel terhadap kapasitor. karakteristik resistansidielektrik ini biasa juga disajikan dengan besaran RC (IR x C) yang satuannya ohm-farads atau megaohm-micro farads. tuner danlain-lain. Besaran ini menjadi faktor yangdiperhitungkan misalnya pada aplikasi motor phasa.Rugi-rugi (losses) itu didefenisikan sebagai ESR yang besarnya adalah persentasidari impedansi kapasitor Xc. Pabrik pembuat biasanya meyertakan data DF dalam persen. Dissipation Factor (DF) dan Impedansi (Z) Dissipation Factor adalah besar persentasi rugi-rugi (losses) kapasitansi jikakapasitor bekerja pada aplikasi frekuensi.

--end-InduktorDari Wikipedia bahasa Indonesia.Dari penjelasan di atas dapat dihitung besar total impedansi (Z total) kapasitoradalah : Gambar-5 : Impendansi Z Karakteristik respons frekuensi sangat perlu diperhitungkan terutama jikakapasitor bekerja pada frekuensi tinggi. ensiklopedia bebasTerkini (belum ditinjau)Langsung ke:navigasi. Untuk perhitungan respons frekuensidikenal juga satuan faktor qualitas Q (quality factor) yang tak lain sama dengan1/DF.cari Induktor .