pelAKU

Archives

RSS Feed

Batu Gampinh, Dampak Lingkungan, Dolomit, Galian C, jawa timur, Kabupaten, Kapur,
Lamongan, Pertambangan, Reklamasi, Tambang, Tanah Urug

Industri Batu Gamping Lamongan
In Industri Pertambangan nasional(is) on February 21, 2010 at 08:55

Industri pertambangan kabupaten Lamongan
Industri Penambangan tersebar hampir di seluruh kabupaten Lamongan. Lokasi untuk
penambangan di kabupaten Lamongan disarankan sebagai berikut :
• Daerahnya tidak terlalu jauh dengan pemukiman penduduk yang mengusahakan
penambangan bahan galian skala kecil tersebut.
• Medannya tidak terlalu sulit sehingga penambangan dengan peralatan-peralatan manual/
sederhana mampu untuk mengeksploitasikannya, serta tidak membahayakan bagi para
penambang skala kecil yang umumnya faktor keselamatan diri kurang diperhatikan.
• Aksestabilitasnya cukup mudah sehingga mengurangi biaya transportasi.
• Cadangan lokal bahan galian terbatas, karena maksimal luasan kegiatan penambangan jenis
ini adalah 5 Ha.
Untuk di daerah utara potensi penambangan bahan galian terutama yang berkaitan dengan
bahan tambang batugamping beserta asosiasi-asosiasi batuannya seperti dolomit, fosfat
ataupun hasil pelapukan dari batugamping tersebut berupa tanah liat/ tanah urug.
Untuk daerah tengah kabupaten Lamongan bahan galian yang direkomendasikan adalah
material hasil pelapukan batuan seperti tanah liat, tanah urug dan juga sirtu (pasir batu).
Untuk daerah selatan potensi bahan tambang skala kecil yang layak dikembangkan adalah
kelompok batuan yang mempunyai butiran halus seperti napal, batupasir, serpih, selain itu
juga tanah liat/ tanah urug dan beberapa lokasi batugamping

Lahan Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_1
Potensi Bahan Galian
Bahan Galian : Lempung
Lokasi : Karanggeneng, Desa. Karanggeneng
Luas Lahan : 1,3 hektar
Potensi Bahan Galian : 32.500 m3
Bahan Galian : Batugamping
Lokasi : Banjarwati, Dagan, Mantren, Kecamatan Paciran
Luas Lahan : 900 hektar
Potensi Bahan Galian : 495.000.000 m3

500 m3 Bahan Galian : Batugamping Lokasi : Sumbersari. Kecamatan Babat Luas lahan : 232. Bahan tambang ini dapat digunakan untuk bermacam-macam keperluan bagi kesejahteraan manusia. Kecamatan Paciran Luas Lahan : 60. Desa Paciran. Desa Paciran. Desa Sumbersari. Desa Pataan. Kecamatan Sambeng Luas Lahan : 51. Kecamatan Sambeng Luas Lahan : 16.000 m3 Bahan Galian : Batugamping Lokasi : Pataan.003.612. Kecamatan Sambeng Luas Lahan : 9.Bahan Galian : Batugamping Lokasi : Sendangduwur.500 m3 Bahan Galian : Dolomit Lokasi : Kandangsemangkon.082.2 hektar Potensi Bahan Galian : 920.000 m3 Bahan Galian : Batugamping Lokasi : Karangkembang.6 hektar Potensi Bahan Galian : 190.9 hektar Potensi Bahan Galian : 34.9355. Desa Karangkembang.36 hektar Potensi Bahan Galian : 4. Kecamatan Paciran Luas Lahan : 7. Batugamping • Batu Bangunan : batu pecah. batu hias (batu tempel) • Bahan Bangunan : campuran dalam adukan pasangan. memungkingkan nutrien lain lepas dari pupuk • Bahan penstabil jalan : mengurangi penyusutan dan pemuaian plastisitas fondasi jalan • Bahan keramik : berfungsi sebagai fluks untuk menurunkan titik leleh • Industri Kaca : bahan tambahan (batu kapur dan dolomit) • Industri bata silika • Industri Semen : bahan baku utama .000 m3 Bahan Galian : Tanah Urug Lokasi : Pasarlegi.750 m3 Lahan Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_2 Kegunaan Bahan Galian Bahan galian yang terdapat di kabupaten Lamongan umumnya terdiri dari bahan galian/ bahan tambang batuan. pembuatan semen trass (kapur padam) • Pertanian : untuk menurunkan pH. Desa Pasarlegi.45 hektar Potensi Bahan Galian : 9.5hektar Potensi Bahan Galian : 13.

pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N. berfungsi untuk menghilangkan bikarbonat yang menyebabkan kekeruhan sementara • Industri Pengolahan Bijih Logam Non Ferous : berfungsi sebagai settling agent dan pengontrol keasaman • Industri Gula : untuk penjernihan nira tebu dan menaikkan pH nira Proses Produksi Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_1 Dolomit Bahan tambang dolomit dapat dipergunakan secara langsung. bata penyekat dan pencegahan keling baja dari korosi • Bata Silikat Untuk kimia dolomit Magnesium Oksida (MgO). Untuk penggunaan dolomit secara langsung diantaranya untuk • Pertanian : untuk menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan keasaman yang ditimbulkan oleh pupuk urea. Karet : sbg bahan pemutih à hablur murni/ kalsit digerus sangat halus. berfungsi untuk memperlambat pengaruh panas atau api Penggunaan dolomit lainnya : • Industri alkali . pelapis. kokas 40%. K akan menjadi semakin baik • Semen klinker mortar : penambahan dolomit terhadap semen akan mempercepat hidrasi semen • Dempul rekahan : selain batugamping. dolomit yang sudah dikalsinasi. Dengan pemberian dolomit. kokas. kapur tohor 60%.• Industri Karbid : bahan baku utama. Umumnya digunakan yang lunak • Industri Soda Abu : sebagai imbuhan • Penjernih Air : bersama soda abu. pavement dan berbagai konstruksi serta untuk mengisi rekahanrekahan • Busa Magnesium Anorganik : untuk bahan pintu. digunakan untuk : • Industri gelas dan kaca lembaran : sebagai bahan pencampur • Industri keramik dan porselen • Industri refraktori (bahan tahan api) : merupakan salah satu bahan pembentuk barang tahan api basa • Industri peleburan dan pemurnian logam : MgO dipakai sebagai bahan imbuh (influx) pada tanur tinggi yang berfungsi untuk menurunkan titik lebur • Industri bahan penggosok : dikenal dengan nama Viena Lime. carbon black • Industri Baja : berfungsi sbg tambahan pada tanur tinggi • Industri Kertas. merupakan bahan penggosok pada beberapa macam logam dan mutiara Magnesium Hydroksida (MgOH) : • digunakan sebagai filler pada industri plastik. Pulp. dinding tahan api. P. antrasit. maupun kimia dari dolomit. dolomit atau campuran keduanya dapat digunakan sebagai penyemen rekahan-rekahan pada kayu Untuk dolomit yang sudah dikalsinasi dapat digunakan untuk : • Semen Magnesium Oksiklorida : digunakan dalam industri komponen kendaraan mobil • Semen Magnesium Oksisulfat : seman ini banyak digunakan untuk mempercepat pembuatan jalan raya.

• Pengembangan dan keberlanjutan sosial dan ekonomi. penghambat api. super fosfat kadar tinggi (P2O5 =54%). kertas. • Karakterisasi limbah. Sedang tanah urug dipakai dalam pekerjaan-pekerjaan konstruksi sebagai bahan pengisi pada suatu konsntruksi. pupuk cair. Perlu dikaji lebih lanjut lagi mengenai kualitas lempung. H3PO5 menghasilkan asam super fosforik.• Pengikat senyawa sulfur dari bahan-bahan yang banyak mengandung sulfur • Sebagai pembersih air : untuk mengikat SiO2 dalam air • Sebagai bahan pengisi (filler) pada industri ban. apakah bisa digunakan sebagai keramik halus. lingkungan dan sosial dari suatu kegiatan pertambangan. dan diammonium fosfat (DAP). yang bertujuan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek serta resiko-resiko besar yang akan timbul hingga implikasi penutupan tambang. • Penambahan fosfat dengan asam nitrat akan menghasilkan pupuk nitro-fosfat Bahan fosfat yang dilebur dengan kokas dan silika akan menghasilkan • asam fosforik murni untuk imbuh makanan dan industri pasta gigi • sodium tripolyfosfat (STPP) untuk etergen dan imbuh makanan • asam fosfar untuk water treatment • fosfor triklorid pestisida. . termasuk batuan sisa dan tailing. • Sensitifitas lingkungan flora dan fauna. plywood • Sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik • Sebagai campuran makanan ternak Proses Produksi Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_2 Fosfat • Penambahan asam belerang menghasilkan super fosfat normal • Proses kering asam fosforik. genteng. barang-barang saniter ataupun kegunaan yang lain. • Persyaratan hukum mengenai rancangan dan penutupan tambang. Dampak Penambangan Bahan Galian Kelayakan tambang merupakan salah satu elemen penting dalam evaluasi proyek penambangan. • Stabilitas geoteknik pada permukaan tanah dan struktur hasil rekayasa. plastizer untuk plastik dan rethanes Lempung/ tanah liat • Untuk bahan galian lempung/ tanah liat/ tanah urug pada umumnya digunakan sebagai bahan keramik kasar seperti batubata. cat. • Penambahan asam fosforik akan menghasilkan triple superfosfat (pupuk TSP) ditambah amonia menghasilkan monoammonium fosfat (pupuk MAP). Beberapa permasalahan umum yang dijadikan variabel analisis kelayakan tambang diantaranya adalah : • Potensi area yang terganggu. • Volume dan jenis limbah yang akan dihasilkan. penggunaan lahan dan infrastruktur serta program-program pengembangan masyarakat lainnya. • Usulan rancangan untuk fasilitas penyimpanan limbah dan biaya rehabilitasi serta penutupan tambang. seperti : usaha lokal. Penilaian yang dimaksud meliputi penilaian dampak ekonomi.

4. Penambangan terbuka secara langsung menimbulkan perubahan-perubahan terhadap bentuk alam yang meliputi beberapa hal terkait. Fauna Dampak pertambangan yang mempengaruhi terhadap keberadaan fauna secara umum dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu dampak primer dan dampak sekunder. . Pemakaian bahan peledak ataupun bor dapat digunakan apabila bahan galian keras atau sangat keras. Cara pembongkaran bahan galian dari batuan induk dipengaruhi oleh tingkat kekerasan bahannya. 3. Pembongkaran manual seperti dengan alat gali manual atau alat gali mekanis yang tergolong dalam excavator dapat dipakai jika batuan lunak. pengangkutan diakhiri dengan penumpahan/penimbunan pada unit pengolahan. serta infrastruktur pendukung. oleh karenanya teknik penambangan yang dilakukan adalah penambangan terbuka dengan bentuk kuari tipe sisi bukit (side hill type). b. yang perlu dilakukan apabila di atas endapan bahan galian tersebut terdapat tanah penutup (soil) dan tumbuh-tumbuhan.Proses Produksi Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_3 Penambangan bahan galian Mineral Non Logam dan Bahan Galian Batuan pada umumnya lebih banyak menggunakan metode eksploitasi penambangan terbuka dibandingkan dengan metode penambangan bawah tanah. Proses Produksi Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_4 Penyebaran keterdapatan bahan galian yang dijumpai adalah merupakan bagian dari morfologi perbukitan. fasilitas penyimpanan tailing dan infrastruktur yang terkait. pembuangan batuan sisa. jalur kabel listrik. Perunahan permanen mencakup lubang pit terbuka. Sedangkan dampak sekunder berkaitan dengan berbagai tingkat aktivitas yang mengganggu di luar area langsung pertambangan. jalur pemipaan dan infrastruktur lain. pabrik pemrosesan. penumpukan tanah lapisan atas. kemudian dipindahkan ke tempat penimbunan. 2. c. yaitu : a. Kegiatan selanjutnya adalah pendorongan dan pemuatan. Flora dan vegetasi Dampak langsung pada komunitas flora dan vegetasi biasanya terjadi selama pembukaan lahan untuk ditambang. tempat pembuangan batuan sisa serta fasilitas penyimpanan tailing (ampas). Topografi dan bentuk alam Perubahan sementara terhadap topografi yang ada akibat operasi penambangan mencakup jalan akses dan jalan angkut. pabrik pemrosesan. Tahapan pekerjaan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Dampak primer pertambangan pada fauna merupakan pengrusakan habitat langsung akibat aktivitas pembukaan lahan dan penggalian. karena nantinya akan dipergunakan lagi saat reklamasi tambang. misalnya jalan akses dan angkut. Pengupasan tanah penutup (land clearing). area penimbunan dan landasan. Sedangkan pembongkaran dengan alat penggaru (ripper) dipakai jika bahan agak keras. Bagian tanah penutup yang subur dikupas. Hal ini disebabkan ketersediaan bahan galian tambang tersebut terdapat di dekat permukaan.

2) merupakan salah satu dampak yang tidak dapat dihindari. pabrik pemrosesan dan infrastruktur seringkali mengganggu jalur air alam. larutan kimia dan cat. Sedangkan beberapa aspek lainnya tergantung terhadap sifat proyek tambang dan faktor lingkungan yang spesifik terhadap lokasi. Proses Produksi Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_5 Pengelolaan masalah lingkungan ini jika dilakukan selama proses penambangan dapat membantu meminimalkan dampaknya. Perubahan bentuk lahan yang diakibatkan oleh aktifitas pertambangan (gambar 5. Hidrologi air permukaan dan air tanah Pembuatan lubang terbuka. Sumberdaya alam yang meliputi vegetasi. industri dan pusat-pusat perekonomian. Penataan kawasan pertambangan diperlukan sebagai langkah dalam menghindari tumpang tindih lahan antara sektor-sektor yang berkembang diantaranya permukiman. tanah atau air dan berpotensi menyebabkan resiko yang terus menerus terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. deterjen. yang mungkin bergantung pada arus sungai yang tak deras. Kontaminasi tanah dan air Reaksi kimia di batuan sisa dan tailing berpotensi merusak pertumbuhan tanaman dan mengakibatkan kontaminasi pada air permukaan maupun air tanah.d. pembuangan batuan sisa. penyimpanan. dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan salah satu modal dasar dalam Pembangunan Nasional. bahan peledak. dan penggunaan berbagai bahan berbahaya. tanah. atau efek lokal yang tak terlihat pada beberapa jenis vegetasi. akan berpotensi mengkontaminasi udara. pelumas. oleh karena itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat dan kepentingan pembangunan nasional dengan memperhatikan . zat reagen proses. e. seperti : bahan bakar. Pengawasan dampak lingkungan terhadap aktifitas pertambangan harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga keseluruhan pelaksanaan rangkaian kegiatan penambangan hingga reklamasi lahan dapat terpantau dan dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat diminimalisir. penimbunan. Bahkan tidak jarang penggunaan lahan pertambangan merupakan bagian dari areal yang diprioritaskan sebagai areal hutan. Metode yang digunakan untuk menghimpun informasi kelayakan penambangan dan dampaknya yang timbul pada masyarakat terutama mereka yang tinggal di sekitar lokasi penambangan dapat diketahui dengan metode wawancara yang menggunakan form dengan pertanyaan di seputar kegiatan penambangan yang relevan dengan penelitian ini. fasilitas penyimpanan tailing. Jika lahan dibiarkan tanpa ada rekayasa teknik reklamasi dapat berakibat tingginya intensitas erosi yang terjadi sehingga dapat berakibat hilangnya lapisan tanah yang subur. air. salah satunya sebagai tegalan. Jika bahan-bahan ini tidak dikelola dengan baik. Gangguan terhadap pola aliran air dapat mengakibatkan kelangkaan air pada sistem pengairan ke bagian hilir dari pembangunan pertambangan. Dengan dilakukannya pengamatan kondisi fisik dan kondisi sosial maka dapat dilanjutkan dengan analisis kelayakan penambangan secara semi kuantitatif yang dipadukan dengan metode pembobotan dari faktor lainnya. Selain itu operasi penambangan hingga pemrosesannya melalui tahapan transportasi. Namun tahapan reklamasi lahan yang diterapkan dengan baik dapat mengembalikan fungsi lahan.

Diusahakan lereng jangan terlalu tinggi atau terjal dan dibentuk berteras-teras • Pengaturan Saluran Pembuangan Air (SPA) : dimaksudkan untuk mengatur air agar mengalir pada tempat tertentu sehingga bisa mengurangi kerusakan lahan akibat erosi. Akan tetapi kegiatan pertambangan apabila tidak dilaksanakan secara tepat dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan terutama gangguan keseimbangan permukaan tanah yang cukup besar. sedimentasi serta longsor.kelestariannya. Prinsip dasar kegiatan analisis dampak penambangan adalah : • Analisis dampak penambangan harus dianggap sebagai kesatuan yang utuh (‘holistik’) dari kegiatan penambangan • Analisis dampak penambangan harus dilakukan sedini mungkin dan tidak harus menunggu proses penambangan secara keseluruhan selesai dilakukan Hasil Produksi Lahan Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_1 Pelaksanaan Reklamasi Setiap lokasi pertambangan mempunyai kondisi tertentu yang mempengaruhi pelaksanaan reklamasi. Salah satu kegiatan dalam memanfaatkan sumberdaya alam tersebut adalah kegiatan pertambangan bahan galian yang hingga saat ini merupakan salah satu sektor penyumbang devisa negara yang cukup besar. Jumlah dan kerapatan serta bentuk SPA tergantung dari bentuk lahan (topografi) dan luas areal yang direklamasi Pengaturan/ penempatan Low Grade • Maksud pengaturan dan penempatan low grade (bahan tambang yang mempunyai . Kegiatan ini meliputi : Persiapan lahan : • pemindahan/ pembersihan seluruh peralatan dan prasarana yang tidak digunakan dari lahan yang akan direklamasi • Perencanaan secara tepat lokasi pembuangan sampah/ limbah beracun dan berbahaya dengan perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan • Pembuangan atau penguburan potongan beton dan ”scrab” pada tempat khusus • Penutupan lubang bukaan tambang dalam secara aman dan permanen • Melarang atau menutup jalan masuk ke lahan bekas tambang yang akan direklamasi Pengaturan Bentuk Lahan : • Pengaturan bentuk lereng : pengaturan bentuk lereng dimaksudkan untuk mengurangi kecepatan air limpasan (”run off”). Dampak lingkungan kegiatan pertambangan antara lain berupa : • Penurunan produktivitas tanah • Pemadatan tanah • Terjadinya erosi dan sedimentasi • Terjadinya gerakan tanah/ longsoran • Terganggunya flora dan fauna • Terganggunya keamanan dan kesehatan penduduk • Perubahan iklim mikro Dampak negatif usaha pertambangan terhadap lingkungan tersebut perlu dikendalikan untuk mencegah kerusakan lingkungan diluar batas kewajaran. erosi.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air adalah : curah hujan. jenis tanah. Karena kebanyakan ion-ion logam akan bertambah daya larutnya dengan berkurangnya pH. Untuk mengendalikan erosi dilakukan tindakan konservasi tanah. Sekali ATA terbentuk maka akan sulit dan membutuhkan biaya besar untuk menanganinya.nilai ekonomis rendah) adalah agar bahan tambang tersebut tidak tererosi/ hilang apabila ditimbun dalam waktu yang lama karena belum dapat dimanfaatkan. tetapi hal itu tidak selalu terjadi. checkdam dari beton. kemiringan lahan (topografi). tanah menjadi gembur dan volume tanah meningkat sebagai media tumbuh tanaman Pengelolaan air yang keluar dari lokasi tambang • penyaluran air dari lokasi tambang ke perairan umum harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan harus di dalam wilayah Kuasa Pertambangan • membuat bendungan sedimen untuk menampung air yang banyak mengandung sedimen • bila curah hujan tinggi perlu dibuat bendungan yang kuat dan permanen yang dilengkapi saluran pengelak • bila endapan sedimen telah mencapai setengah dari badan bendungan. batu atau lainnya. Meningkatkan infiltrasi (peresapan air tanah) • dengan penggaruan tanah searah kontur • akibat penggaruan. sebaiknya sedimen dikeruk dan dapat digunakan sebagai lapisan tanah atas (top soil) • kurangi kecepatan aliran dengan membuat teras. . Keasaman tanah bisa juga menjadi indikasi masalah ATA yang potensial. Erosi dapat mengakibatkan berkurangnya kesuburan tanah. terjadinya endapan lumpur dan sedimentasi di alur-alur sungai. ATA sering menyebabkan masalah terjadinya logam berat. Membatasi/ mengurangi kecepatan air limpasan dengan : • pembuatan teras-teras • pembuatan saluran diversi (pengelak) • pembuatan SPA • pembuatan dam pengendali • pembuatan check dam c. baik fisik maupun vegetatif. Meminimalisasikan area terganggu dengan : • membuat rencana detil kegiatan penambangan dan reklamasinya • membuat batas-batas yang jelas areal penambangan • penebangan pohon sebatas areal yang akan dilakukan penambangan • pengawasan yang ketat pada pelaksanaan penebangan pepohonan b. Pembersihan vegetasi dan pemberian pupuk nitrogen dapat menjadikan tanah yang bersifat asam. Beberapa cara yang diusulkan untuk mengendalikan erosi dan air limpasan adalah : a. kayu. tata guna lahan dan tanaman penutup lahan. Air Asam Tambang Air Asam Tambang (ATA) atau ”acid mine drainage” dapat dikenal dari warna jingga/ kuning dari endapan ferihidroksida di dasar aliran (streambeds) dan adanya bau belerang. Erosi pada panambangan pada umumnya disebabkan oleh air. dimana keasaman ini tidak berhubungan dengan oksidasi pirit. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi Pengendalian erosi merupakan hal yang mutlak dilakukan selama kegiatan penambangan dan setelah penambangan.

bukan berdasarkan letak dangkal atau dalamnya suatu endapan. teknologi dan ekonomi. a. metode penanganan material. Pemilihan metode penambangan dilakukan berdasarkan pada keuntungan terbesar yang akan diperoleh. 3. yaitu : 1. serta mempunyai perolehan tambang (mining recovery) yang paling baik. terutama tinggi dan tebal) b. Orientasi (dip/inklinasi) d. Kedalaman ( rata-rata dan nilai ekstrem. Jadi kemungkinan timbulnya ATA bisa diduga dari material yang berpotensi menimbulkan asam harus diseleksi dan diisolasi. lingkungan dan sebagainya) dari endapan mineral yang ditambang di dalam batas keamanan. Tambang terbuka (surface mining) : adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di atas atau relatif dekat dengan permukaan bumi. dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan udara luar. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tersebut adalah : 1. 2. akan mempengaruhi pemilihan metode penambangan. untuk mencapai ongkos yang rendah dan keuntungan yang maksimum. 4. Komposisi kimia .Untuk pengelolaan dan pencegahannya perlu diketahui karakteristik dari tanah penutup dan bahan buangan dan pengetahuan tentang hidrologi di daerah tersebut. dan bentuk tambang dalam badan bijih. penentuan tingkat produksi. Dalam kegiatan penambangan. Kondisi geologi dan hidrogeologi Karakteristik geologi. Karakteristik spasial dari endapan Faktor-faktor ini merupakan faktor penting yang dominan karena umumnya sangat menentukan dalam pemilihan metode penambangan antara tambang terbuka dengan tambang bawah tanah. dan tempat kerjanya tidak langsung berhubungan dengan udara luar. baik dari badan bijih maupun batuan samping. Mineralogi dan petrologi (Sulfida vs Oksida). Tambang Ditempat (Insitu Mining or Novel Mining). geologi. lenticular. massive. Faktor-faktor tersebut meliputi : a. Hidrologi berdampak pada kebutuhan akan penyaliran dan pemompaan. Bentuk (tabular. terutama dalam pemilihan antara metode selektif dan nonselektif serta pemilihan system penyanggaan pada system penambangan bawah tanah. aturan utamanya adalah memilih suatu metoda penambangan yang paling sesuai dengan karakteristik unik (alam. Tambang bawah air (underwater mining) : adalah metode penambangan yang kegiatan penggaliannya dilakukan di bawah permukaan air atau endapan mineral berharganya terletak dibawah permukaan air. Hasil Produksi Lahan Tambang Batu Gamping Kabupaten Lamongan_2 Arahan Penataan Kawasan Penambangan pemilihan Metode Tambang Secara garis besar metode penambangan dikelompokkan menjadi 3. b. Tambang dalam/tambang bawah tanah (underground mining) : adalah metode penambangan yang segala kegiatan atau aktivitas penambangannya dilakukan di bawah permukaan bumi. irregular) c. Ukuran (dimensi. sedangkan aspek mineralogy akan menentukan syarat-syarat pengolahan. yang akan berimbas pada stripping ratio) 2.

c. Bidang lemah. Air tanah dan hidrologi (kemunculan. Keadaan tegangan (tegangan awal. porositas. b. intrusi) d. nisbah. Sifat elastik (kekuatan. d. alterasi. Konsentrasi atau dispersi pekerjaan. Kontrol atmosfir (ventilasi. e. debit aliran dan muka air) 3. rekahan) e. modulus elastik. b. kehidupan. Perbandingan ongkos penambangan untuk metode penambangan yang cocok 5. Dilusi (jumlah waste yang dihasilkan dengan bijih). masa pengembalian dan keuntungan. atau efek ambrukan pada permukaan tanah. Hal-hal ini akan mempengaruhi pemilihan peralatan pada system penambangan terbuka dan pemilihan klas metode dalam system tambang bawah tanah (swasangga. Yang termasuk dalam faktor lingkungan adalah : a. Pengawetan Tanah dan Rencana Reklamasi a. creep) d. kesehatan dan keselamatan. Umur tambang. kompaksi dan kompeten (kemampuan bukaan pada kondisi tanpa penyangga) 4. kontrol panas dan kelembaban). permeabilitas. Keseragaman. Kekuatan kerja (pelatihan. voids. dll). Konsolidasi. tetapi juga meliputi lingkungan social-politik-ekonomi. berpenyangga atau ambrukan) a. Faktor lingkungan Faktor lingkungan yang dimaksud tidak hanya berupa lingkungan fisik saja. sesar. Sedangkan metode yang tidak cocok mungkin tidak banyak pengaruhnya pada saat penambangan.c. e. Konsiderasi ekonomi Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil. Perilaku elastik atau visko elastik (flow. Cadangan (tonase dan kadar). kondisi permukiman) Untuk kegiatan penambangan batuan skala kecil di kabupaten Lamongan disarankan menggunakan metoda tambang terbuka. pekerja dan intensitas mekanisasi 6. Modal. Faktor teknologi Kondisi paling cocok antara kondisi alamiah endapan dan metode penambangan adalah yang paling diinginkan. Kontrol bawah permukaan untuk merawat kondisi bukaan. tetapi kemungkinan akan mempengaruhi pada kegiatan pendukung tambang/terusannya (pengolahan. lengas) b. d. dan lain-lain) c. peleburan. Faktor ini meliputi : a. d. c. c. (kekar. investasi. kontrol kualitas. Penurunan permukaan tanah (subsidence). khusus untuk bahan galian batuan digunakan sistem penambangan quary. Struktur endapan (lipatan. aliran kas. Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi. Produktivitas. Selektifitas metode untuk memisahkan bijih dan waste. Produksi. recruitment. b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tanah pucuk adalah : • Pengamatan profil tanah dan identifikasi perlapisan tanah tersebut sampai endapan bahan galian . ketidakmenerusan. Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi. Sifat-sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk bijih dan batuan sekelilingnya. erosi (zona dan daerah pembatas) f. Perolehan tambang. Pengawetan Tanah Maksud dari pengelolaan ini adalah mengatur dan memisahkan tanah pucuk dengan lapisan tanah lain. Yang termasuk dalam faktor teknologi adalah : a. induksi) e.

pemeliharaan tanaman serta pemantauan tanaman. Pengamatan spesies tumbuhan yang tumbuh secara alamiah pada setiap daerah yang sudah lama terganggu dekat lokasi reklamasi sehingga pengelompokan dan pertumbuhannya dapat diidentifikasi.15 meter • Ketebalan timbunan tanah pucuk pada tanah yang mengandung racun dianjurkan lebih tebal dari yang tidak beracun atau dilakukan perlakuan khusus dengan cara mengisolasi dan memisahkannya • Pengupasan tanah sebaiknya dilakukan dalam keadaan basah untuk menghindari pemadatan dan rusaknya struktur tanah • Bila tanah pucuk tipis. Tanah pucuk ditempatkan paling atas dengan ketebalan minimal 0. Apabila revegetasi bertujuan untuk menghidupkan kembali bermacam spesies lokal dan bersifat permanen. Pemilihan Jenis Tumbuhan Pada umumnya program revegetasi tambang diarahkan pada penanaman jenis tumbuhan asli. maka proses pemilihan spesies yang sesuai perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Rencana Reklamasi Keberhasilan reklamasi bergantung pada beberapa hal seperti : persiapan penanaman. d. Sebaiknya dipilih jenis tumbuhan lokal yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah setempat. Pemilihan jenis tanaman yang dapat menghasilkan biji dan dapat memperbanyak diri sendiri. cara penanaman. e. perlu dipertimbangkan :  Penentuan daerah prioritas yaitu daerah yang sangat peka terhadap erosi sehingga perlu penanganan konservasi tanah dan pertumbuhan tanaman dengan segera  Penempatan tanah pucuk pada jalur penanaman  Pencampuran tanah pucuk dengan tanah lain. antara lain pemilihan jenis tumbuhan. Pengamatan tanah dan kondisi penirisan dimana spesies lokal yang berbeda dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lokasi tambang. Metode Penanaman Terdapat beberapa pilihan metode penanaman kembali dari tumbuhan asli. Timbunan tanah pucuk tidak boleh melebihi 2 meter • Pembentukan lahan sesuai dengan susunan lapisan tanah semula. f. Metode penanaman yang dipilih tergantung pada ukuran dan sifat dari lokasi dan tersedianya jenis tanaman. pemupukan. c. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kegiatan reklamasi dapat berhasil dengan baik. Pertimbangan prasyarat habitat. Jenis tumbuhan yang dipilih juga tergantung pada penggunaan lahan tersebut di masa yang akan datang. Jenis tanaman yang bernilai ekonomi/ komersiil dapat digunakan dengan pertimbangan peruntukan lahannya (RUTR). Perlu selalu mengikuti perkembangan pengetahuan mengenai jenis-jenis tanaman yang cocok untuk kegiatan revegetasi lokasi bekas tambang. b. metode penanaman. dimana kemungkinan kembalinya binatang liar ke daerah tersebut merupakan unsur penting dari penggunaan lahan pasca penambangan (post mining land use). Metode yang perlu diperhatikan antara lain : . Harus selalu diperhatikan kemungkinan bahaya kebakaran pada daerah yang ditanami kembali.• Pengupasan tanah berdasarkan atas lapisan-lapisan tanah dan ditempatkan pada tempat tertentu sesuai tingkat lapisannya. Tanah pucuk yang sangat terbatas dapat dicampur dengan tanah bawah (sub soil) • Dilakukan penanaman langsung dengan tanaman penutup (cover crop) yang cepat tumbuh dan menutup permukaan tanah b. serta pemeliharaan tanaman. Pertimbangkan penanaman tumbuhan pangkas (trubus) karena tumbuhan ini sering merupakan kelompok tumbuhan yang baik dan akan memperbaiki kesuburan tanah.

Penggunaan gipsum akan menggantikan ion sodium dengan ion kalsium sehingga dapat meningkatkan struktur tanah. Jerami atau batang padi umumnya digunakan sebagai mulsa daerah yang luas.a. Pencangkokan : pencangkokan pohon dewasa dan semak dapat dilkaukan pada lokasi tertentu. • Selain untuk mengendalikan erosi juga bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban tanah dan mengatur suhu permukaan tanah. b. Pemupukan Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan revegetasi antara lain : a. hilangnya bijih oleh pemangsa serta daya kecambah bijih yang rendah. Kelemahannya adalah resiko kegagalan yang lebih tinggi bila kondisi iklim kurang baik. pada saat tumbuh-tumbuhan sudah mampu bahan-bahan organik yang memberikan dampak positif bagi tumbuhan b. Bahan-bahan yang baik digunakan sebagai mulsa antara lain tumbuhan yang tergusur pada waktu pengupasan tanah. mengurangi kadar garam • Bila lapisan tanah bagian bawah (sub soil) yang diperbaiki. Pengaruh pengolahan dengan gipsum akan tahan selama beberapa tahun. Keuntungannya adalah upah buruh yang rendah. potongan-potongan kayu dan serbuk gergaji. • Pada umumnya penggunaan mulsa terbatas pada lokasi yang memerlukan reklamasi yang cepat. penaburan biji secara acak dan tidak memerlukan pengecekan terhadap tingkat pertumbuhan setelah selesai penanaman. pengurangan kerak tanah. aerasi (udara). Keuntungannya termasuk efek pertumbuhan langsung dan kemungkinan memperoleh sumber biji yang tepat. pengendalian terhadap adanya campuran jenis biji dan tidak ada pembatasan jenis-jenis tumbuhan yang termasuk dalam program revegetasi. • Pengolahan biasanya dilakukan sekali saja. Jika tanah kerak yang diperbaiki sebarkan gipsum pada lapisan permukaan saja. Penanaman semaian : pada metode ini diperlukan pemasok yang dapat dipercaya atau pembangunan semaian di lapangan. Penyemaian langsung : Metode yang sangat ekonomis untuk revegetasi tetapi hanya pada tingkat tumbuh biji dan penyemaian yang cukup tinggi. c. meningkatkan daya resap tanah terhadap air. • Berbagai jenis bahan organik atau limbah pertanian dapat digunakan sebagai mulsa yang penggunaannya bergantung dari ketersediaan dan harganya. persaingan dengan rumput liar. Tanaman penutup berumur pendek dapat juga digunakan sebagai mulsa. Kelemahannya adalah mempunyai resiko kegagalan yang tinggi. Penggunaan gipsum : • Gipsum digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang mengandung banyak lempung dan untuk mengurangi pembentukan kerak tanah pada tanah padat. Jerami dan Bahan Organik Lainnya • Mulsa adalah bahan yang disebarkan di permukaan tanah sebagai upaya perbaikan kondisi tanah untuk penyesuaian biji pada pertumbuhan awal. perlindungan tempat-tempat tertentu (seperti tanggul) atau jika perbaikan tanah atau media akar dibutuhkan. Penggunaan mulsa. Penggunaan Kapur : • Kapur digunakan khususnya untuk mengatur pH akan tetapi dapat juga untuk memperbaiki struktur tanah • Pengaturan pH dapat merangsang tersedianya zat hara untuk tanaman dan mengurangi zatzat racun • Kapur biasanya digunakan dalam bentuk tepung gamping serta kapur dolomitan • Kapur atau batugamping giling kasar dan kapur dolomit mempunyai daya kerja lebih lambat akan tetapi pengaruhnya dalam menetralisir pH lebih lama dibandingkan kapur tohor. Keuntungannya adalah penggunaan biji yang tersedia menjadi efisien. ampas pabrik tebu dan berbagai jenis kulit . c. maka perlu dibuat alur garukan yang dalam agar gipsum dapat terserap.

kacang-kacangan. Photo By Tim Survey Geospasia Wahana Jaya Deskripsi By Laporan Akhir kegiatan Penelitian Potensi Bahan Galian Skala Kecil di Kabupaten Lamongan Bab Analisa (edit) . • Nitrogen mungkin perlu ditambahkan untuk memenuhi kekurangan nitrogen yang terjadi pada saat mulsa segar mulai membusuk/ terurai.