You are on page 1of 4

Contoh Kasus

Seorang pasien bernama Tn. Eriya berumur 45 tahun bekerja sebagai karyawan di
perusahaan tambang yang mengharuskannya bekerja jauh dari rumah dan hanya bisa
pulang 1 kali sebulan. Tn. Eriya adalah perokok aktif, dan sesekali mengkonsumsi
minuman beralkohol, sebelumnya Tn. Eriya menderita hipertensi stage 1 (tekanan
diastolik antara 150 mmHg) dan rutin mengkonsumsi furosemid sekali sehari (40
mg/hari). Tn Eriya sempat berhenti merokok dan minum minuman beralkohol dan
berhenti menggunakan furosemid selama 1 tahun namun setelah merasa sembuh,
kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dan jarang olahraga kembali
dilakukan lagi. Tn. Eriya
kemudian mengunjungi dokter setelah merasa
hipertensinya kambuh lagi dan merasa nyeri.
Current Visit Physical Exam
• BB 98 kg• TB 170 cm • Body Mass Index (BMI) 33 • TD 160/90 mmHg
Current Treatment Regimen
• Diltiazem 240 mg sekali sehari • Ibuprofen 400 mg 3 tiga kali sehari • Simvastatin
40 mg 1 kali sehari

Health History
• Hipertensi Tipe 1, 1 tahun lalu
• Hiperlipidemia
• Perokok Aktif
• Pengkonsumsi minuman beralkohol
• Kurang olahraga,
• Memiliki ibu yang menderita hipertensi, dan meninggal akibat serangan jantung.
Laboratory Results Laboratory
Hasil pemeriksaan Tn Eriya terakhir:
• TC 226 mg/dL, LDL 132 mg/dL, HDL 32 mg/dL and triglycerides (TG) 310
mg/dL.

Fungsi Ginjal dan Hati normal

Dietilpropion ( apisate® ) K . foransi®. nudep®.2014) .Mazindol ( Teronac® ) K .Orlistat ( xenical® ) K .Fenluramina-HCL ( Ponderal® ) K .Cara kerja diltiazem adalah dengan melebarkan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung dapat meningkat. fridep®.Efedrin K .Fluoksetin ( Andep®. Sedangkan Ibuprofen digunakan untuk meredakan rasa sakit ringan hingga menengah serta mengurangi inflamasi atau peradangan. Obat tanpa indikasi Pada kasus ini.Sibutramin K . zerlin®.Sertralin ( Deptral®. Seharusnya selain terapi non farmakologi seperti olahraga dan pengubahan gaya hidup dan diberikan terapi farmakologi seperti : . Prozac® ) K . antiprestin®. kalxetin®. prestin®. maka Tn.DRUG RELATED PROBLEM 1. Proses ini akan menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Indikasi tidak diobati Dengan BMI 33. obat yang diberikan kepada pasien adalah Simvastatin untuk menurunkan kadar lemak serta Diltiazem untuk menjaga tekanan darah. Zoloft® ) K 3.Eriya termasuk dalam kategori obesitas kelas I. Salah obat Obat yang diberikan sudah benar. lodep®. courage®. tetapi belum mampu mencegah penyakitpenyakit lain untuk timbul. Diltiazem adalah obat penghambat kanal kalsium atau antagonis kalsium. sekaligus mengurangi beban kerja jantung (Weber et al.Deksfenfluramina ( Isomeride® ) K . 2. Obat ini berfungsi menangani hipertensi dan mencegah angina.

Penggunaan diltiazem bersamaan dengan simvastatin mengakibatkan meningkatnya toksisitas simvastatin. Efek samping obat Dalam kasus pasien.dan kram.4.I.). terutama saat duduk atau bangkit berdiri. Dapat dikatakan bahwa . 5. 6. Sedangkan penggunaan diltiazem dapat mengakibatkan pusing atau limbung. Penggunaan ibuprofen efektif untuk mengatasi sakit kepala akibat efek samping diltiazem. Interaksi Obat Penggunaan Diltiazem menghambat metabolisme simvastatin melalui CYP3A4 sehingga meningkatkan resiko toksisitas simvastatin.termasuk sembelit. sakit kepala. diare. sakit perut. mual. Kepatuhan Dikatakan bahwa pasien tidak mengkonsumsi obat lain selain yang diresepkan. Namun pasien meminum alkohol dan merokok hal ini dapat menyebabkan peningkatan bahaya penggunaan efek samping diltiazem. konstipasi. Dosis obat Dosis yang diberikan sudah memenuhi standar untuk terapi. Penggunaan statin berdasarkan literatur dapat mengakibatkan efek samping termasuk sakit kepala dan masalah gastrointestinal (G. mungkin akan terjadi gejala-gejala yang ditimbukan akibat efek samping obat yaitu masalah gastrointestinal. dan pembengkakan pada pergelangan kaki. oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk penggantian salah satu obat tersebut untuk terapi hipertensi dan hyperlipidemia (Kanathur et al. lelah. 2001) 7. kulit memerah.

Clinical practice guidelines for the management of hypertension in the community: a statement by the American Society of Hypertension and the International Society of Hypertension. Mathai MG. Fields CL. Simvastatin-diltiazem drug interaction resulting in rhabdomyolysis and hepatitis.94(9):339–341 Weber MA. Jr. Roy TM. J Clin Hypertens (Greenwich). 2014. 2001. Sumber : Kanathur N.pasien patuh terhadap terapi yang dia jalani. Schiffrin EL. Mann S.16:14–26. et al. Lindholm LH. Byrd RP. . Tenn Med. White WB. serta tidak berhenti merokok dan meminum alkohol sehingga hipertensi maupun obesitas pasien tidak teratasi. Kenerson JG. dan dapat menimbulkan penyakit lain akibat gaya hidup yang buruk seperti PJK. Tetapi pasien tidak melakukan diet total dan olahraga sebagaimana mestinya.