You are on page 1of 1

Perjalanan Menuju Mahasiswa yang Berintegritas

Nama saya Suluh Pambudi. Saya lahir di Jember pada taggal 26 April 1997. Saya anak
kedua dari tiga bersaudara. Alamat saya di Jl Soekaro Hatta No : 65, Gumukmas Jember.
Sekarang umur saya 19 tahun. Saya seorang laki-laki dan agama saya Islam. Teman –
teman saya bilang saya adalah tipe orang yang periang. Makanan kesukaan saya yaitu nasi
goreng sedangkan utuk kategori minuman saya lebih suka jus jeruk. Hobbi saya yaitu
mecari hal-hal baru. Saya juga sering melamun akan hal-hal yang menurut kebayakan
orang tidak akan pernah terjadi (Out of the box). Menurut saya hal tersebut sangatlah
menyenangkan dan dapat membantu saya dalam menemukan hal-hal yang kreatif serta
inovatif. Perjalanan pendidikan saya dimulai dari SDN Bagorejo 02 , SMPN 01 Kencong,
SMAN 02 Lumajang dan sekarang saya menjadi salah satu mahasiswa baru di Politeknik
Negeri Jember.
Masa-masa dalam hidup saya yang tidak akan pernah bisa terlupakan yaitu masa-masa di
SMA. Teman-teman yang saya miliki di SMA sangat open minded. Mereka kreatif dan
juga humble. Persahabatan yang kita miliki sangat erat dan saling melengkapi. Oleh karena
itu hal tersebut juga membantu saya dalam berproses menjadi pemimpin muda yang
berintegritas dan loyalitas.
Selain itu saya juga mengikuti kegiatan intra sekolah yaitu sebagai osis. Saya menjabat
sebagai anggota di sekbid 8 (Sastra dan Budaya). Di dalam kinerja sekbid 8 menuntuntut
saya untuk berpikir kreatif, karena didalam setiap kegiatan sekbid 8 bertugas untuk
membuat tema dan yel-yel. Selain di dalam kinerja sekbid 8 saya juga sering ditunjuk
sebagai sie acara, sie lapangan, sie pendanaan dan sie dekorasi. Mitratama (ketua osis)
menunjuk saya berada didalam sie tersebut karena saya mudah bergaul dan memiliki
kemampuan berbicara yang lebih dibanding teman-teman yang lain.Selaian dalam kegiatan
organisasi saya juga pernah mengikuti berbagai kegiatan lomba-lomba tentang bussines
competition. Tentu saja hal ini saya lakukan demi mewujudkan cita-cita saya menjadi
pemimpin muda.
Setelah beberapa hari saya diterima di Politeknik Negeri Jember, banyak perubahan yang
saya rasakan terutama dalam hal culture budaya sesama maba. Dengan budaya dan bahasa
yang sedikit banyak berbeda malah membuat saya ingin mengerti bahasa-bahasa daerah
terutama bahasa madura, hal tersebut karena mayoritas warga polije fasih berbahasa
madura.