You are on page 1of 11

TUGAS REMEDIAL BLOK METODE BELAJAR

NAMA

: DESHA AKBAR HOSEN

NPM

: 1102015054

FAKULTAS KEDOKTERAN – UNIVERSITAS YARSI 2015
Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta 10510
Telp. +62214244574 Fax +62214244574

IR = ( 50+ 100+150+10 +90) /100. Maret 75 kasus lama dan 75 kasus baru.000 orang semua rentan terhadap penyakit Diare ditemukan laporan penderita baru sebagai berikut : bulan januari 50 orang. dan hari ini 5 orang lainnya menderita penyakit campak Point Prevalence rate = 10/100 x K 3. dilaporkan keadaan penyakit A sbb: Januari 50 kasus lama dan 100 kasus baru. Sept 50 kasus lama dan 50 kasus baru dan Des. Juni 150 orang. Tentukanlah definisi dan contoh dari Incidence Rate a) Definisi Jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu xK Jumlah populasi yang beresiko pada periode waktu yang sama b) Contoh Pada suatu daerah dengan jumlah penduduk tgl 1 Juli 2005 sebanyak 100. dibagi dengan jumlah penduduk saat itu dalam persen/permil.000 x K 2. Contoh Satu sekolah dengan murid 100 orang. September 10 orang dan Desember 90 orang. PR = (50+100) +(75+75)+(25+75)+(50+50)+(200+200) /100.000 X K Point prevalence a) Definisi Jumlah kasus(lama + baru) pada saat tertentu x K Jumlah penduduk pada saat tertentu b) Contoh Jumlah penderita lama dan baru pada satu saat. Juli 25 kasus lama dan 75 kasus baru. 200 kasus lama dan 200 kasus baru. Maret 100 orang. Tentukanlah definisi dan contoh dari Prevalence Rate Period prevalance a) Definisi Jumlah kasus(lama + baru) pada waktu tertentu x K Jumlah penduduk pada jangka waktu tertentu b) Contoh Pada suatu daerah penduduk pada 1 juli 2005 100. kemarin 5 orang menderita penyakit campak.000 orang.1. Tentukanlah definisi dan contoh dari Prevalence ratio a) Definisi .

dilaporkan jumlah kematian bayi <1 tahun 5616 orang dengan jumlah keahiran hidup 1. kemarin 5 orang menderita penyakit campak.277. Contoh Satu sekolah dengan murid 100 orang.000 kelahiran hidup 7. Tentukanlah definisi dan contoh dari Infant Mortality Rate a) Definisi Jumlah kematian bayi(0-12 bln) / Jumlah kelahiran hidup x 1000 b) Contoh Hasil sensus penduduk di Jepang tahun 1990. Tentukanlah definisi dan contoh dari Case Fatality Rate a) Definisi Jumlah kematian karena penyakit X / Jumlah seluruh penderita penyakit Y X 100 % .000 per 100. melahirkan.000 = 20. berapa IMR tahun 1990? Perhitungan : IMR : (5616/1277900) x 1000 = 4. dan hari ini 5 orang lainnya menderita penyakit campak Point Prevalence rate = 10/100 x K 5. Tentukanlah definisi dan contoh dari Maternal Mortality Rate a) Definisi MMR = AKI = Angka kematian Ibu adalah jumlah kematian ibu oleh sebab kehamilan.000 kelahiran hidup. dibagi dengan jumlah penduduk saat itu dalam persen/permil. nifas (sampai 42 hari post partum) per 100. MMR = Jumlah kematian ibu / kelahiran hidup x 100.000 b) Contoh Pada tahun 2002 – 2003 jumlah kematian ibu di kabupaten sukamaju adalah 12 dan jumlah kelahiran hidup sebesar 60.4.6 per 1000 6. MMR = 12/60 x 100.900 orang. Tentukanlah definisi dan contoh dari Point Prevalence Rate a) Definisi Jumlah kasus(lama + baru) pada saat tertentu x K Jumlah penduduk pada saat tertentu b) Contoh Jumlah penderita lama dan baru pada satu saat.

Odds ratio biasanya dipakai untuk penelitian retrospektif / studi kasus control. Relative risk biasanya dipakai untuk penelitian prospektif / Kohort.b) Contoh Didaerah X dlm 1 tahun terdapat kasus penyakit Radang Paru 500 orang yang meninggal 300 orang?à CFR? CFR = 300/500 x 100 %= 60 % 8. Tentukanlah definisi dan contoh dari Risk Ratio dan Odds Ratio a) Definisi Relative Risk dan Odds ratio dipakai dalam studi epidemiologi untuk menjelaskan apakah ada hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen atau ratio antara dua proporsi.q) Faktor Risiko Penyakit Positif Negatif Positif a b Negatif c d Total n1 n2 Total m1 m2 t RELATIVE RISK DAN ODDS RATIO  Relative Risk = p1/p2  p1 = a/m1 (proporsi faktor risiko positif)  p2 = c/m2 (proporsi faktor risiko negatif) .  R = rasio p1/p2  p1 (proporsi faktor risiko positif)  p2 (proporsi faktor risiko negatif)  OR = ratio p/q  p = ratio penyakit positif  q = ratio penyakit negatif  p = (1.

64  p2 = c/m2 = 25/55 = 0.4  p1 = a/m1 = 35/55 = 0. Odds ratio = (a/c)/(b/d) = ad/bc  a/c = ratio penyakit positif  b/d = ratio penyakit negative b) contoh Dari hasil penelitian 55 orang hipertensi dengan merokok menderita penyakit PJK 35 orang.1 kali lebih besar terserang PJK dibanding orang hipertensi yang tidak merokok (pada retrospektif studi) 9. Tentukanlah definisi dan contoh dari Attribute Risk a) Definisi Atributable Risk atau Risiko Atribut adalah selisih antara IR kelompok terpapar dengan IR kelompok tidak terpapar b) Contoh .45  Orang Hipertensi yang merokok mempunyai risiko 1.1  Orang Hipertensi yang merokok mempunyai risiko 2. Berapa ratio antara orang Hipertensi yang merokok dan yang tidak merokok menderita penyakit PJK? Faktor Risiko Merokok Tidak Merokok Total Penyakit JK Tidak PJK 35 20 25 30 60 50 Total 55 55 110  Relative Risk = p1/p2 = 1.4 kali lebih besar terserang PJK dibanding orang hipertensi yang tidak merokok (pada prospektif studi)  Odds ratio = ad/bc = (35x30)/(20x25) = 2. sedangkan 55 orang hipertensi dengan tidak merokok menderita penyakit PJK 25 orang.

7% = Proporsi PJK diantara orang-orang yang tidak merokok Cross sectional analitik = membandingkan a/a+b dengan c/c+d 11. Jumlah undangan yang minum es campur = 30 orang. . Cross Sectional Analitik : Mengumpulkan data prevalensi paparan dan penyakit untuk tujuan perbandingan perbedaan – perbedaan penyakit antara kelompok terpapar dan kelompok tidak terpapar dalam rangka meneliti hubungan paparan dan penyakit. diantaranya ada 25 undangan yang menderita gejala keracunan. muntah. risiko terjadinya keracunan yang dapat dihindarkan adalah 73%. mual. muntah.   Cross Sectional Deskriptif : meneliti prevalensi penyakit/paparan atau keduaduanya pada suatu populasi tertentu. 10. sakit kepala.1 = 0. terjadi wabah keracunan minum es campur. b) Contoh Merokok(+) Merokok(-) Total PJK(+) 50(a) 50(c) 100(a+c) PJK(-) 200(b) 700(d) 950(b+d) Total 250(a+b) 750(c+d) 1000 P1 = a/a+b = 50/250 = 20% = Proporsi PJK diantara orang-orang yang merokok P2 = c/c+d = 50/750 = 6. Data yang terkumpul adalah sebagai berikut: Jumlah undangan = 40 orang. Risiko Atribut = IR terpapar – IR tidak terpapar = (25/30) – (1/10) = 0. mual. Tentukanlah definisi dan contoh dari Case Control a) Definisi Penelitian kasus-kontrol juga sering disebut case-comparison study case-compeer study. dengan keluhan sakit kepala. Tentukanlah definisi dan contoh dari Cross Sectional a) Definisi Cross sectional yaitu studi yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor resiko) dengan variabel tergantung (efek) dengan melakukan pengukuran sesaat.73 Dengan tidak minum es campur.83 – 0. tetapi mempunyai gejala yang sama. case-referent study atau retrospective study yaitu merupakan penelitian epidemiologic analitik observasional yang mengkaji hubungan antara efek (dapat berupa penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor resiko tertentu. Ada 1 undangan yang tidak ikut minum es campur.Pada suatu pesta ulang tahun.

b) Contoh Merokok(+) Merokok(-) Total Ca.Paru(-) (kontrol) 50(b) 70(d) 120(b+d) Total 150(a+b) 150(c+d) 300 Resiko relative (RR) = a/a+b : c/c+d = ad/bc = 100 x 70/50 x 80 = 1.53 = 0.75 12.Paru(-) 50(b) 70(d) 120(b+d) Total 150(a+b) 150(c+d) 300 Resiko relative (RR) : ab/cd = 1. b) Contoh Pemberian obat hipertensi pada orang dengan tekanan darah tinggi untuk mencegah terjadinya stroke. kontrol. Tentukanlah definisi dan contoh dari Clinical Trial a) Definisi Dimana penelitian dapat melakukan manipulasi/mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan dinyatakan sebagai tes yang paling baik untuk menentukan cause and effect relationship serta tes yang berhubungan dengan etiologi. kausa atau faktor resiko diidentifikasi terlebih dahulu. Tentukanlah definisi dan contoh dari Cohort a) Definisi Studi kohort merupakan penelitian epidemiologik analitik non-eksperimental yang mengkaji hubungan antara faktor resiko dengan efek atau penyakit.Paru(+) (kasus) 100(a) 80(c) 180(a+c) Ca. Model pendekatan yang digunakan pada rancangan penelitian kohort adalah pendekatan waktu secara longitudinal atau time period approach. kemudian subjek diikuti sampai periode waktu tertentu untuk melihat terjadinya efek atau penyakit yang diteliti.75 Attributable risk (AR) = a/a+b – c/c+d = 100/150 – 80/150 = 0.66 – 0. Perkataan kohort berasal dari istilah Romawi Kuno cohort yang berarti sekelompok tentara yang maju berbaris ke medan perang.Paru(+) 100(a) 80(c) 180(a+c) Ca.13 13. terhadap penyakit maupun untuk menjawab pertanyaan masalah ilmiah lainnya.b) Contoh Merokok(+) Merokok(-) Total Ca. .

Pada point 1 dan 2 dilakukan pada masa sebelum sakit dan point 3. rontgent paru. Pengendalian sumber-sumber pencemaran. 3. Isolasi terhadap penderita penyakit menular. Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus. Kesempatan memperoleh hiburan demi perkembangan mental dan sosial. 4. bahan-bahan racun maupun alergi.14. Meningkatkan keteraturan pengobatan terhadap penderita.5 dilakukan pada masa sakit. e. Pembatasan kecacatan (dissability limitation) a. Mencari semua orang yang telah berhubungan dengan penderita penyakit menular (contact person) untuk diawasi agar bila penyakitnya timbul dapat segera diberikan pengobatan. Perlindungan terhadap bahan-bahan yang bersifat karsinogenik. misalnya penyediaan air bersih. Misalnya pemeriksaan darah. Misal untuk kalangan menengah ke atas di negara berkembang terhadap resiko jantung koroner. d. Penyediaan makanan sehat dan cukup (kualitas maupun kuantitas) b. 1. Perlindungan umum dan khusus terhadap penyakit-penyakit tertentu (general and specific protection) a. Mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan . pembuangan sampah. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan. f. e.4. b. Peningkatan kesehatan (health promotion) a. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Tentukanlah definisi dan contoh dari 5 level of prevention Dalam kesehatan masyarakat ada 5 (lima) tingkat pencegahan penyakit menurut Leavell and Clark. . b. c. Memberikan immunisasi pada golongan yang rentan untuk mencegah penyakit b. Pengobatan dan perawatan yang sempurna agar penderita sembuh dan tak terjadi komplikasi. c. d. Pencegahan terjadinya kecelakaan baik di tempat umum maupun tempat kerja. 2. Mencari kasus sedini mungkin. misal yang terkena flu burung. d. Olahraga secara teratur sesuai kemampuan individu. pembuangan tinja dan limbah. Nasihat perkawinan dan pendidikan seks yang bertanggung jawab. Pencegahan terhadap komplikasi dan kecacatan. e. Penegakkan diagnosa secara dini dan pengobatan yang cepat dan tepat (early diagnosis and prompt treatment) a. c.

individual atau kelompok. Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi dengan mengikutsertakan masyarakat. dan 5. Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk dimungkinkan pengobatan dan perawatan yang lebih intensif. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu objek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan untuk mencari tau berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. Kita tidak dapat melakukan operasi aritmatika dengan angka-angka tersebut dikarenakan angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karakteristik tertentu. Pemulihan kesehatan (rehabilitation) a. Contoh lain yang dapat digunakan dalam aplikasi mengenai riset suatu pemasaran. tidak setuju Jawaban setuju diberi nilai 1 dan jawaban tidak setuju diberi nilai 0 atau 2 b) Skala Ordinal Skala pengukuran ordinal memberikan informasi mengenai jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh suatu objek atau individu tertentu. dan sangat setuju dapat diberi simbol angka 1. misalnya sangat tidak setuju. c. mengklasifikasi jenis kelamin. Angka-angka ini hanya berupa simbol peringkat dan tidak mengekspresikan jumlah. misalnya untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap suatu pernyataan atau pertanyaan. Mengusahakan perkampungan rehabilitasi sosial sehingga setiap penderita yang telah cacat mampu mempertahankan diri. Tentukanlah definisi dan contoh dari Skala Penelitian a) Skala Nominal Skala nominal digunakan untuk mengkalisifikasikan objek. agama. 3.c. 4. Dalam melakukan klasifikasi ini digunakan angka-angka sebagai simbol atau label. b. Biasanya jawaban kuesioner menggunakan skala linkert yang digunakan untuk mengukur sikap. Contoh : Jawaban pertanyaan berupa peringkat. Penyuluhan dan usaha-usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh dari suatu penyakit. setuju. Contoh aplikasi dalam riset pemasaran: . Menyadarkan masyarakat untuk menerima mereka kembali dengan memberikan dukungan moral setidaknya bagi yang bersangkutan untuk bertahan. 15. sebagai berikut: Apakah saudara setuju dengan memasarkan beras impor di pasaran bebas saat ini? Jawab: a setuju b. tidak setuju. Sebagai contoh. Contoh kita mengklasifikasi jenis kelamin yang pada umumnya digunakan angka 1 untuk jenis laki-laki dan 2 untuk perempuan. d. 2. pekerjaan atau lokasi. 5.

5.000. d) Skala Rasio Skala pengukuran rasio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal. 3.000. Pengukuran rasio biasanya berbentuk perbandingan antara satu individu atau objek tertentu dan lainnya. 7 kali.maka harga kopi a dibandingkan dengan kopi b sama dengan 1 dibanding 5. Untuk melakukan analisi. sangat lambat b. lambat c. dan 7 adalah angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. Dengan demikian. .. 10% c.Bagaimana menurut pendapat saudara mengenai layanan penjualan tiket pesawat terbang maskapai X? Jawab : a. tarif kereta api naik sebesar 10% sedangkan tarif pesawat terbang naik sebesar 20% dan lainnya yang memiliki hubungan perbandingan. ordinal maupun interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai nol empiris absolut.. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika. 5% b. Angka-angka 1. Contoh penggunaan skala pengukuran interval: jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan: Berapa kali anda memberi produk sampo x dalam satu bulan? jawaban a. pengukuran dapat menggunakan skala rasio. skala pengukuran ini menggunakan statistik parametrik. c) Skala Interval Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain. 3 kali c. Contoh penggunaan skala rasio dalam penelitian Harga kopi a satu kilo Rp. 15. 1 kali b. 75.harga kopi b satu kilo Rp. contoh lain : Berapa persen kenaikan harga bahan pokok makanan sehari hari? Jawaban: a. peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karakteristik antara satu individu atau objek dan lainnya. cepat d. sangat cepat Untuk jawaban sangat lambat diberi nilai 1 dan seterusnya. 15% d. 5 kali d. 20% Jawaban berupa penilaian skala antara 1-10 Beri kami masukan mengenai layanan yang kami berikan dengan menggunakan skala sebagai berikut: Kurang 12345 .678910 baik. yaitu berupa interval yang tetap. Nilai nol absolut ini terjadi pada saat suatu karakteristik yang sedang diukur tidak ada.