LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN HIDROLOGI

PENGELOLAAN PASANG SURUT KECAMATAN PEMULUTAN
DESA PELABUHAN DALAM KABUPATEN OGAN ILIR

OLEH :
RUDI PRAYOGO
05021181320002

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2015
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki lahan rawa terluas di kawasan tropika dengan bahan
sedimen yang terdiri atas tanah mineral, tanah gambut, atau kombinasi keduanya.
Diperkirakan rawa yang ada di Indonesia layak untuk budidaya pertanian. Lahan
rawa yang cocok untuk budidaya tanaman umumnya adalah yang bebas dari pirit

Lahan rawa terdiri atas lahan pasang surut dan lahan lebak. Lahan lebak tersebut cukup subur bila diolah dan dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan tanaman pangan. Oleh karena itu perencanaan pengembangan rawa harus dirancang sedemikian rupa untuk memadukan antara fungsi lahan sebagai produksi dan penyangga lingkungan agar saling menguntungkan atau konpensatif. Pengembangan lahan rawa mempunyai banyak keterkaitan dengan lingkungan yang sangat rumit karena hakekat rawa selain mempunyai fungsi produksi juga fungsi lingkungan. Lahan rawa pasang surut adalah suatu wilayah rawa yang dipengaruhi oleh gerakan pasang surut air laut yang secara berkala mengalami luapan air pasang. hortikultura. peternakan dan perikanan. . Bila musim penghujan lahanlahan ini tergenang air sampai satu meter di atas permukaan tanah. Dalam menjaga kelembaban tanah untuk memperbaiki sifat fisik tanah rawa pasang surut penelitian ini menggunakan faktor yang harus diperhatikan yakni air tawar serta mampu memberi respon positif terhadap peningkatan produktifitas lahan rawa pasang surut sebagai areal pertanian. Lahan rawa semakin penting peranannya dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan mencapai swasembada bahan pangan lainnya.minimal di zona perakaran. Jadi lahan rawa pasang surut dapat dikatakan sebagai lahan yang memperoleh pengaruh pasang surut air laut atau sungai-sungai sekitarnya. Apabila fungsi lingkungan ini menurun maka fungsi produksi akan terganggu. Bahwa lebak ialah lahan rawa yang tidak memperoleh pengaruh pasang surut air laut. dan gambut tipis yang tetap bersifat hidrofilik. tetapi bila musim kering bahkan permukaan air tanah menjadi lebih besar 50 cm di bawah permukaan tanah. Lahan lebak yang berpotensi sebagai sawah lebak banyak dijumpai di seluruh nusantara tersebar di pulau sumatera dan Kalimatan yang mempunyai banyak sungai dan berpeluang baik untuk dikembangkan. Lahan rawa merupakan lahan alternatif untuk pengembangan pertanian. mengingat semakin menciutnya lahan subur di Jawa akibat penggunaannya untuk perumahan dan keperluan non pertanian lainnya.

2 Tujuan Adapun tujuan dari laporan kunjungan praktikum hidrologi ke pemulutan ini yaitu: Untuk mengetahui tentang perairan pasang surut yang digunakan untuk persawahan di desa pemulutan BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Kebutuhan air untuk pengganti lapisan air pada tanah harus diperhatikan.1. . Air diperlukan tanaman padi sawah untuk pertumbuhan tanaman. tidak adanya air dapat menghentka proses biologis dan semua zat hara yang tersedia menjadi kurang efektif.

petani perlu memahami sifat dan kondisi tanah dan air di lahan pasang surut. Air adalah bahan alami yang secara mutlak diperlukan tanaman dalam jumlahcukup pada saat yang tepat. Untuk itu teknologi pengelolaan air di lahan sangat diperlukan. Untuk itu. Kebutuhan air untuk tanaman didefinisikan sebagai tebal air yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah air yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah air yang melalui evapotranspirasi suatu tanaman sehat. Irigasi hemat air akan efektif dalam pemberian air apabila air dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan itu sendiri dan bukan untuk perkolasi. Perbedaannya menyangkut kesuburan tanah. kesuburan tanah dan lingkungan hidup tanaman cukup baik sehingga secara potensial tanaman akan berproduksi baik (Rokhma 2008). air pasang besar dan kecil kedalaman air tanah. dan kemalir. Lahan pasang surut berbeda dengan lahan irigasi atau lahan kering yang sudah dikenal masyarakat. tumbuh pada areal luas pada tanah yang menjamin cukup lengas tanah. dan teknik pengelolaannya. perkolasi dan kehilangan pada saluran. Pengelolaan air ditingkat petani dapat dilakukan dengan sistem surjan. Dengan sistem ini proses aliran air masuk dan keluar dapat dikendalikan lebih mudah dan lancar. Air pengairan yang diberikan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan evapotranspirasi. Hasil yang diperoleh sangat tergantung kepada cara pengelolaannya.Air berfungsi sebagai penguapan yang akan berguna untuk menjaga kestabilan suhu disekitar tanaman dimana pori-pori daun akan tertutup apabila kadar air dalam daun terlalu kecil. Aktivitas dan operasional usaha tani di lahan sangat tergantung pada system tata air. sumber air tersedia. Sifat tanah dan air yang perlu dipahami di lahan pasang surut ini berkaitan dengan: tanah sulfat masam dengan senyawa piritnya tanah gambut. Artinya air yang diberikan berada pada kisaran air tersedia atau mendekati kapasitas lapang . Sri J. 1984). Teknologi yang dapat menjelaskan hubungan aliran masuk (inflow) dan aliran keluar (outflow) dari proses sirkulasi air untuk suatu periode tertentu di suatu lahantertentu adalah dengan menggunakan teknologi neraca air (Salwati 2012). Kebutuhan air irigasi perlu dianalisis dengan cermat disesuaikan dengan kondisi setempat agar tidak terjadi pemborosan pemakaian air. kemasaman air yang menggenangi lahan (Adiningsih. Lahan ini tersedia sangat luas dan dapat dimanfaatkan untuk usaha pertanian.

2013). sehingga waktu surutnya air juga lebih belakangan. sedangkan aliran /imbuhan dari saluran yang akan mempengaruhi kelengasan tanah disebabkan fluktuasi gerak pasang surut air tanah (water table) masih diabaikan. Perkolasi adalah bergeraknya air di dalam penampang tanah setelah tanah menapai kapasitas lapang atau jenuh. Lahan ini umumnya jarang digunakan untuk usaha tanaman. 2004) Lahan lebak dangkal umumnya mempunyai kesuburan tanah yang lebih baik.tergantung dari sifat-sifat fisik tanahnya. (Alihamsyah.00 s/d selesai. kecuali pada areal yang periode tidak tergenang airnya lebih dari 2 bulan atau bila terjadi kemarau panjang (Anonim. Waktu Dan Tempat Kunjungan ke pengolahan lahan pasang surut ini dilaksanakan pada hari Minggu. Pada analisis kebutuhan air tanaman. Kunjungan ini dilakukan di lahan rawa di Desa Pelabuhan Dalam. Lahan lebak dalam letaknya lebih dalam yang pada musim kemarau dengan iklim normal umumnya masih tergenang air dan ditumbuhi oleh beragam gulma terutama jenis Paspalidium. . Lahan lebak tengahan mempunyai genangan air yang lebih dalam dan lebih lama daripada lebak dangkal. ketersediaan air hanya diperhitungkan dari air hujan. masa pertanaman padi pada wilayah ini lebih belakang daripada lebak dangkal. Kecamatan Pemulutan. Air menjadi kendala utama sebagai penyebab rendahnya produktivitas pada lahan-lahan pasang surut yang sudah direklamasi menjadi lahan budidaya pertanian. Kebutuhan air tanaman adalah pemakaian air konsumtif ditambah jumlah air untuk mencapai kapasitas lapang dan perkolasi. sehingga wilayah ini merupakan reservoir air dan sumber bibit ikan perairan bebas. Oleh karena itu. 26 April 2015 pada pukul 08. karena adanya pengkayaan dari endapan lumpur yang terbawa luapan air sungai. dimana proses ameliorisasi (kematangan tanah ) telah tercapai dengan baik. 2008) BAB 3 METODOLOGI A. Sebagai konsekuensi dari anggapan ini adalah penanaman hanya dilakukan pada musim hujan sedangkan pada musim kemarau lahan dibiarkan bera. sehingga produksi pertanian sangat rendah (Budiwati dkk. Kabupaten Ogan Ilir.

B. Pada tempat ini kami melakukan kunjungan ke tiga lokasi yang berbeda. Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir dan pintu air. Cara Kerja 1. 4. Kunjungan ke pengolahan lahan pasang surut ini dilaksanakan pada hari Minggu. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap lahan pertanian yang tergenang air pasang dan pintu air. Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk kunjungan ke lahan rawa ini. 3.00 s/d selesai. Tujuan dari kunjungan kami kali ini yaitu untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi lahan yang tergenang air pasang dan mengamati tentang mekanisme pengelolaan air pasang. Catat hasil yang diperoleh dari pengamatan. C. . BAB 4 PEMBAHASAN Pada praktikum hidrologi kali ini yaitu dilakukan pengamatan langsung atau kunjungan ke lahan rawa di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan. Alat Dan Bahan Adapun alat yang digunakan dalam kunjungan ini adalah : 1) 2) 3) 4) Sepatu boots Topi Kamera Alat tulis Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah lahan rawa Desa Pelabuhan Dalam Kec. Foto lahan pengamatan sebagai bahan lampiran. 26 April 2015 pada pukul 08. 2.

Namun mungkin karena kurangnya perawatan dan lain sebagainya sehingga pintu air . Lahan pasang surut adalah lahan yang pada musim penghujan (bulan desember-mei) permukaan air pada sawah akan naik sehingga tidak dapat di tanami padi. Seperti pengamatan pada saat praktikum hampir semua padi di lahan ini terendam oleh air. Pengurangan air ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dibuat saluran irigasi yang dapat menambah dan mengurangi air. Pada musim kemarau (bulan juliseptember) air permukaan akan surut yang mana pada saat itu tanaman padi sawah baru dapat ditanam (pada lokasi yang berair). Ketika pintu air ini masih berfungsi dengan baik. Namun pada pengamatan praktikum ini cara untuk mengurangi air pasang yang menggenangi lahan sawah ini disedot menggunakan mesin pompa air dan menggunakan pipa yang besar. pintu ini akan ditutup ketika air sedang pasang sehingga air-air tersebut tidak mengenagi lahan. maka harus dilakukan pengurangan air tersebut. Ditempat ini terdapat pintu air tapi sudah tidak berfungsi lagi. Sebenarnya cara yangg digunakan ini sangat merugikan petani. Air-air tersebut dibuang ke saluran-saluran air yang telah dibuat sebelumnya yang memang difungsikan sebagai tempat penampungan air pasang jika berlebihan menggenangi lahan. Selain mengamati kami juga mendapatkan sedikit penjelasan mengenai lahan pasang surut ini dari petani-petani dilahan tersebut. Disi kami diberikan penjelasan mengenai daerah aliran sungai dan pasang surut yang ada didesa tersebut. yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunkan mesin penyedot air ini sangat banyak. Tanah yang ada dilahan ini sangat banyak dan bahkan tanahnya sudah masuk kategori jenuh.Pada lokasi pertama kami melakukan pengamatan tentang lahan persawahan yang luasnya sekitar ±10.2011). dengan menggunakan pompa besar penyedot air. baik air dari air pasang surut maupun air dari hujan. Air pasang yang mengenangi lahan persawahan ini tingginya sekitar 7-12 cm dari permukaan tanah. pada lahan persawahan ini sebenarnya sangat baik untuk produksi. Pada lokasi kedua kami melakukan pengamatan terhadap aliran sungai yang ada di Desa Pelabuhan Dalam ini. hasil dari tani ini dikurangi dengan biaya mesin tersebut.lahan persawahan yang ada di tempat ini dan akan dibuka ketika musim kemarau tiba atau ketika air diperlukan untuk kepentingan persawahan.000 ha yang pada saat itu tergenang air pasang. (Gina. namun pengetahuan tentang pengolahan tanah dan pengolahan air yang kurang memadai pada setiap penduduk yang mengolah lahan persawahan ini mengakibatkan sering gagal panen.

Di lahan ini terdapat sebuah pipa yang berfungsi untuk mengukur ketinggian air ketika sedang pasang dan dilahan ini juga terdapat sebuah sangkar yang mirip seperti sangkar cuaca pada stasiun BMKG yang terbuat dari kayu atau triplek. Pada lokasi ketiga kami kembali melakukan pengamatan terhadap lahan persawahan yang tergenangi oleh air. Setelah kunjungan ini selesai semua praktikan yang mengikuti praktikum ini diwajibkan memberikan diri untuk masuk kedalam lahan sawah yang tergenang air dan tanah yang lengket dan kemudian istirahat menikmati air dugan yang ada di lahan persawahan tersebut. bagaimana pengelolahan rawah lebak dan cara melakukan pengukuran dengan menggunakan alat pngukur kedalaman air yaitu Hidrograf. Lahan ini belum ditanami padi akibat lahan tersebut tergenangi oleh air pasang yang cukup tinggi sehingga proses penanaman padi di lahan ini terhambat karena jika di paksa ditanam maka tanaman padi tersebut menguning dan akan mati. Kesimpulan Adapun kesimpulan pada laporan ini yaitu: 1 Pengolahan sumber daya air sangat penting karena salah satu faktor penyebab 2 gagal panen adalah masalah pengolahan air Cara menanggulangi banyaknya air di lahan selain evaporasi yaitu dengan 3 sistem irigasi dan mesin penyedot air Pada saat air pasang maka lahan pertanian tersebut tidak dapat ditanami oleh tanaman apapun. Kemudian dilahan ini terdapat alat-alat dan mesin pertanian yang dibuat oleh dosen Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya yang digunakan untuk mengamati lahan tersebut.ini tidak dapat befungsi lagi sehingga ketika pasang air akan menggenangi lahanlahan yang ada. . Di dalam sangkar tersebut terdapat sebuah program yang bekerja secara otomatis yang dapat memberi informasi tentang ketinggian air yang menggenangi lahan persawahan tersebut dalam satuan waktu tertentu. Disini kami di berikan penjelasan bagaimana kondisi lahan sawah siap ditanami oleh padi. BAB 5 PENUTUP A.

Pengamatan dilakukan di tiga lokasi yaitu lahan persawahan yang tergenang air pasang. dapat meningkatkan produksi beras yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Saran Adapun saran pada laporan praktikum ini yaitu:  Sebaiknya praktikum ini lebih sering dilakukan. karena mahasiswa akan lebih  mengerti apabila praktik langsung kelapangan.4 Rawa lebak dangkal umumnya mempunyai tingkat kesuburan tanah yang lebih 5 tinggi. LAMPIRAN Gambar 1. Kondisi lahan persawahan yang tergenang air pasang . karena pengayaan endapan lumpur yang dibawa air sungai. B. Untuk masyarakat di daerah tersebut sebaiknya mengetahui pengelolaan tanah dan air yang baik sehingga pertanian yang ada di desa tersebut lebih maju. Lahan pasang surut dapat meningkatkan pembangunan pertanian karena 6 memiliki potensi yang baik dan cukup luas di beberapa daerah. pintu air dan di lahan yang tergenang air pasang.

Potensi dan Pendayagunaan Lahan Rawa untuk Peningkatan Produksi Padi. Terdapat pipa yang berfungsi untuk mengukur ketinggian air pasang yang menggenangi lahan persawahan Gambar 3. Kendali Levei Air Otomatis. Sri J. . Sangkar yang dapat memberi informasi mengenai ketinggian air pasang dalam satuan waktu tertentu DAFTAR PUSTAKA Adiningsih. T. Bogor Alihamsyah. . Budiwati. Pengaruh beberapa faktor terhadap penyediaan kalium tanah sawah daerah Sukabumi dan Bogor.html. 2008. Ekonomi Padi dan Beras Indonesia. Online : (http://hijau bahagia.html. Badan Litbang Pertanian. Jakarta Anonim. 2004. Gina. dkk. Disertasi Fakultas Pascasarjana IPB. Laporan Tugas Akhir. http://paj89 blogspot.com/2013/12/luas-potensi-dan-ragam-manfaat-lahan. Bogor.. Dikases tanggal 07 mei 2015.Gambar 2. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Luas Potensi dan Ragam Manfaat Lahan. 2013. 2011.com /2013/07/ lahan-pasang-surut. 1984. Diakses tanggal 07 mei 2015.blogspot.

Rokhma. Pengelolaan Lahan Rawa. Salwati. Diakses tanggal 07 mei 2015. Kebutuhan air 011. Sistem tata air Online : (https:// papahit.blog spot.html Diakses tanggal 07 mei 2015. (2008). .com/2008/05/kulia-pengelolaan-tanah-rawa. Online: http: // ginafre ciliaantika. (2012).html.com/ 2013 /06 / 30 /sistem-tata-air. wordpress.