You are on page 1of 3

Nondetermistic finite otomata

Pengertian
Mirip dengan determistic finite otomata
Satu symbol bisa menuju state manapun (banyak state) berbeda dengan determistic yang satu
symbol hanya merepensatikan satu state
Dalam finite otomata, secara intuitif akan mengambil laah yang paling benar
Contoh langkah pada papan catur (Kasus 1)
State : 9 kotak
Input : r move kotak merah, b move ke kotak hitam (adjacent  tetangga)
Start state : 1
Final state : 9
Ex:
- Langkah rbb  dapat diterima karena terdapat kemungkinan state 9 (final state tercapai)
Formal NFA (Nondetermstic Finite otomatA)
Sama dengan DFA namun, dalam transition nfa, satu symbol dapat menuju himpunan state
Bahasa dari NFA
Diterima jika salah satu dari set state akhir yang diperoleh dari set of string merupakan final
state, maka set of string ini diterima
Ex: dari kasus 1 di atas, string rbb menghasilkan {5, 1, 3, 7, 9}, string rbb diterima karena
terdapat state final yakni 9
Another ex from kasus 1:
String b selalu diterima jika b berjumlah genap.
Jika diakhiri r maka akan selalu di tolak
Jika r di tengah/diawal, akan ditermia juga diikuti b berjumlah genap

Equivalence between DFA’s and NFA’s
DFA dapat dimodelkan menjadi NFA.
Dimana yang awalnya hanya satu state dari DFA menjadi sebuah himpunan state pada
NFA, menhasilkan satu himpunan state dengan 1 element
NFA, dari NFA past ada yang dapat diterima menjadi DFA
Himpunan bagian dari NFA(state) dapat diterima menjadi DFA
Subset Construction
 Cari di inet
Critical Point
Himpunan state hasil dari symbol dalam NFA menjadi sebuah label state dalam DFA

7 5 Missal state 1 dirubah ke DFA menjadi r b {1} {2. 6. 7. bisa berpindah ke state lain tanpa input (menggunakan epsilon  empty string). 6. 3. 5. 4. 7. 9} *{1. 3. 4} {4. 9} {2. 3. 7} {5} {2. 6. 4. Namun yang epsilon ini. 3. 6 5 4 2. 6. 8} = {2. 3. 6} u {2. 8} {1. 8} {1. 5 3 2. 7. 3. 9} Cara ini disebut lazy form dimana hanya state dari NFA saja yang ubah ke DFA ketika dibutuhkan saja Pembuktian Equivalence  Mari kita browsing saja (UTS!!!) Epsilon NFA Yang tadi transisi berdasar symbol. penting utnuk memahai epsilon NFA Extended Delta  Silakan sumber di inet banyak banget Equivalence between NFA dan epsilon NFA Setiap NFA adalah epsilon NFA Jika dari epsilon NFA ke NFA perlu membuat combinasi transisi dengan transisi selanjutnya dari input yang sebenarnya . 5. 4 5 2 4. 4. 8} {1. 8} {2. 7. 9} {5} *{1. Epsilon ini dapat didapatkan dari state sebelumnya. 6 1. 8 1. Closure of State  Baca lagi di inet. 5. 5.Subset Construction-2 Semua transition yang ada di NFA dari 1 sampai k dirubah ke DFA Ex: r B 1 2. 4. 4} {5} {2.

Note : Cara melihat suatu NFA atau DFA. tidak ada salah satu dari symbol maka termasuk NFA . dapat dilihat jika di salah satu state.