You are on page 1of 31

PROSES MANAJEMEN STRATEGIK

PT UNILEVER INDONESIA TBK
Makalah
Di tujukan untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Manajemen Strategik

Disusun oleh:
KELOMPOK 1
Ridwan Malik

Riska Rosviana

Rifa Rif’ah Jamilah

Rita

Rika Oktaviani Risky

Riva Aninda Putri

Rina Ayu Nurohmah

Rizal Ghifari

Riska Dwi Prihandayani

Rizal Rizky Syahrizal

Riska Rismayanti

Rizal Setiawan
MANAJEMEN/6/F

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2016
KATA PENGANTAR

1

Puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk-Nya
dalam menyelesaikan makalah ini, shalawat salam juga terpanjatkan kehadirat Rasulullah
Muhammad SAW.
Terimakasih penulis sampaikan kepada Dosen mata kuliah Manajemen Strategik atas
bimbingannya. Juga kepada pihak yang bersangkutan yang membantu penyelesaian makalah ini.
Makalah yang berjudul “Proses Manajemen Strategik PT Unilever Indonesia Tbk” ini disusun
dengan tujuan agar mahasiswa jurusan manajemen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di
UIN Bandung dapat mengetahui dan lebih memahaminya.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, kritik dan saran sangat yang membangun sangat diharapkan guna menjadi
pembelajaran bagi mereka. Semoga makalah yang mereka sajikan dapat menjadi bahan
pembelajaran dan menambah wawasan kita semua.

Bandung, April 2016

Penulis

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
1.1.

LATAR BELAKANG.......................................................................................................1

1.2.

RUMUSAN MASALAH..................................................................................................2

1.3.

TUJUAN...........................................................................................................................2

BAB II.............................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..............................................................................................................................3
1.1.

PROSES SCANNING LINGKUNGAN..........................................................................3

1.1.1.

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL................................................................3

1.1.2.

ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL.............................................................4

1.2.

STRATEGI FORMULASI PT UNILEVER.....................................................................8

1.2.1.

STRATEGI KORPORASI.........................................................................................8

1.2.2.

STRATEGI BISNIS.................................................................................................11

1.2.3.

STRATEGI FUNGSIONAL....................................................................................12

1.3.

IMPLEMENTASI STRATEGI.......................................................................................21

1.3.1.

PROGRAM DAN PROCEDURE...........................................................................21

1.3.2.

PEOPLE...................................................................................................................27

1.3.3.

BUDGET.................................................................................................................28

1.4.

EVALUATION................................................................................................................31
3

..................................................................................DAFTAR PUSTAKA.............................32 4 .......

dimana mereka bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari. Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah Lever (dalam likuidasi).1. berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka maupun orang lain. dan impor produk dengan merek Domestos Nomos. kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever. bergerak di bidang distribusi ekspor. Bango. menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia. Rexona. Dove. Rinso. Molto. Lux. Sunsilk. UNILEVER INDONESIA Sejak didirikan pada 5 Desember 1933. Lifebuoy. Royco. saham perseroan menempati peringkat ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.lanjutan Selama ini. Sunlight. dan senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan mereka untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak lingkungan. dan lain-lain. membuat pelanggan merasa nyaman. Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia. 1 . Pada akhir tahun 2009. Dengan begitu maka dalam makalah ini kami akan membahas mengenai proses perencanaan manajemen strategic yang di lakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk. Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia seperti Pepsodent. Vaseline. Clear. tujuan perusahaan mereka tetap sama. Blue Band. kepemilikan Perseroan sebesar 51%. Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Walls. LATAR BELAKANG PT.BAB I PENDAHULUAN 1.

4. Untuk mengetahui evaluasi dari proses manajemen strategi pada PT Unilever Indonesia Tbk. 2 . Bagaimana proses scanning lingkungan PT Unilever Indonesia Tbk? Bagaimana proses formulasi strategi PT Unilever Indonesia Tbk? Bagaimana proses implementasi PT Unilever Indonesia Tbk? Bagaimana evaluasi dari proses manajemen strategi pada PT Unilever Indonesia Tbk? TUJUAN 1. Untuk mengetahui proses implementasi pada PT Unilever Indonesia Tbk.2.1. Untuk mengetahui proses formulasi strategi pada PT Unilever Indonesia Tbk. Untuk mengetahui proses scanning lingkungan pada PT Unilever Indonesia Tbk. 1.3. 2. 3. 3. RUMUSAN MASALAH 1. 2. 4.

3.1. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL 1. PT Unilever Indonesia Tbk membentuk dan menjalin jaringan distribusi yang sangat baik (versi majalah Businessweek). PROSES SCANNING LINGKUNGAN 1. PDGI memberi input kepada Pepsodent tentang karakteristik kualitas produk yang baik. Penerapan dari hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam produk Sunsilk yang termasuk dalam produk yang dihasilkan PT Unilever Indonesia Tbk. saat ini SariWangi membidik selera premium para customernya yang rata-rata kalangan menengah ke atas dengan mengeluarkan produk SariWangi Gold Selection.1. Penjual yang membuat display yang baik terhadap produk Unilever akan diberikan hadiah berupa uang tunai.BAB II PEMBAHASAN 1. PT Unilever mengeluarkan program promosi bagi para distributor yang membuat display (tamnpilan) dari produk Unilever yang baik di tempatnya berdagang. Distributor (penyalur) Melihat begitu pentingnya peranan distributor dalam penyebaran produk yang dihasilkannya. Jalinan kemitraan antara Pepsodent dengan PDGI memberikan pengaruh pada Pepsodent dalam hal kualitas produk dan kemasan produk. 2. Salah satu caranya. Unions (kemitraan) Pepsodent sebagai salah satu produk yang dikeluarkan oleh PT Unilever Indonesia Tbk. Setelah membidik selera teh masyarakat pada umumnya dengan produk teh celup SariWangi regular. Sedangkan 3 . Selera masyarakat yang berbeda-beda mempengaruhi SariWangi (anak perusahaan PT Unilever Indonesia dengan produk teh) dalam menghasilkan jenis barang (teh) yang akan dipasarkan. Dalam hal kualitas produk. menjalin kerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Customer (konsumen/pelanggan) Kita dapat melihat pengaruh selera masyarakat terhadap jenis output yang dihasilkan pada PT Unilever Indonesia TBK.1.

Selain melirik keluarga sebagai target pemasaran produknya.dalam hal kemasan. 1. Produk ini adalah produk yang memenuhi keinginan para kalangan premium. PT Unilever Indonesia Tbk melibatkan sekitar 500 4 . tidak hanya PT Unilever Indonesia Tbk saja yang menghasilkan produk sabun mandi kesehatan. Government (perwakilan pemerintahan) PT Unilever Indonesia Tbk melahirkan trashion sebagai bagian dari program ‘Green and Clean’. Competitors (pesaing) PT Unilever Indonesia Tbk mengeluarkan sebuah produk sabun mandi yang khusus pada jenis sabun mandi kesehatan. Di pasar. 4. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL 1.1. Sehingga PT Unilever Indonesia Tbk sangat berhati-hati dalam pemilihan supplier. Kualitas supplier akan sangat berpengaruh pada kualitas produk tersebut. Karena itulah supplier dari produk SariWangi regular berbeda dengan supplier dari produk SariWangi Gold Selection. Untuk produk terbarunya itu. PT Unilever Indonesia Tbk juga mengeluarkan program sosial masyarakat yaitu ‘Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun’ yang sekaligus sebagai ajang promosi bagi Lifebuoy. Di dalam program ini. PT Unilever Indonesia Tbk mencari supplier lain dimana pasokan bahan bakunya memiliki karakteristik yang sesuai dengan karakteristik produk terbarunya tersebut. 5. PDGI bekerja sama dengan Pepsodent untuk mencantumkan himbauan sikat gigi teratur pada kemasan Pepsodent. Ada beberapa perusahaan yang bergerak pula dalam produk sabun mandi kesehatan seperti Nuvo dan Dettol. Suppliers (pemasok) Salah satu produk teh dari PT Unilever Indonesia Tbk yaitu SariWangi baru saja meluncurkan pruduk terbarunya yaitu SariWangi Gold Selection.2. Karena persaingan dalam pasar itulah yang membuat PT Unilver Indonesia Tbk dengan Lifebuoy-nya lebih memfokuskan produknya pada jenis konsumen yaitu keluarga dengan memproklamirkan Lifebuoynya sebagai sabun mandi kesehatan keluarga. Produk tersebut diberi nama Lifebuoy.

Komunitas yang telah membentuk 53 sentra ini tersebar di beberapa kota yaitu Jakarta. Program ini merupakan bentuk tanggungjawab sosial perusahaan yang sejalan dengan UU 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mewajibkan pelaku usaha untuk bertanggungjawab dalam mengelola sampah yang berasal dari produk dan/atau kemasan yang dibuat. International Kebijakan dalam PT Unilever Indonesia Tbk dipengaruhi pula oleh lingkungan internasional. Surabaya. Misalnya produk Pepsodent yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia (Pepsodent kids sampai Pepsodent untuk orang dewasa) dan semua kalangan kelas ekonomi (Pepsodent regular sampai Pepsodent untuk perawatan khusus).ibu rumah tangga yang tergabung dalam Komunitas Ibu Bersinar Sunlight untuk berperan serta dalam pembuatan tas daur ulang dari sampah plastik bekas kemasan produk yang lebih dikenal dengan trashion. PT Unilever Indonesia Tbk karakteristik demografis di Indonesia sangat ideal atau cocok dengan PT Unilever Indonesia Tbk. dan Makasar. Karakteristik demografis yang ideal inilah yang membuat PT Unilever Indonesia Tbk menjadi terkenal merajai pasar di Indonesia. 2. Demographic & cultural (Demografi dan Budaya) Menurut majalah Businessweek. Yogyakarta. Produkproduk yang dihasilkan oleh PT Unilever Indonesia Tbk telah mampu memenuhi kebutuhan para penduduk Indonesia dengan berbagai produk yang dihasilkannya yang dapat dinikmati oleh semua kalangan usia dan semua kalangan kelas ekonomi. Salah satunya adalah kebijakan PT Unilever Indonesia Tbk dalam program peningkatan gizi anak. Sehingga produk-produk PT Unilever Indonesia Tbk dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia dari perkotaan hingga pelosok pedesaan. 3. Penduduk Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia pun dapat diatasi oleh PT Unilever Indonesia dengan membentuk jaringan distrribusi yang baik. PT Unilever Indonesia Tbk melalui produk Blue Band mengeluarkan program untuk meningkatkan gizi anak-anak yang kurang 5 .

000 ton per tahun. Political (polotik) Kondisi politik Indonesia yang sering tidak stabil membuat keadaan ekonomi yang ada di Indonesia pun menjadi tidak stabil pula. beberapa program dan produk dari PT Unilever Indonesia juga bekerja sama dengan WHO.000. Pabrikpabrik berteknologi tinggi tersebut berlokasi di Cikarang dan Rungkut (Surabaya) dengan kapasitas 76. maka PT Unilever Indonesia Tbk akan membuat keputusan untuk menaikkan jumlah output produksi. Hal ini dapat kita lihat jelas dalam produk pembersih cuci piring dan detergen yang dihasilkan oleh 6 . Pabrik ini tercatat sebagai pabrik perawatan kulit terbesar di Asia.000. Technological (Teknologi) PT Unilever Indonesia Tbk telah memiliki tujuh buah pabrik di Indonesia. Pengaruh positif ini dapat berupa peningkatan jumlah produksi maupun peningkatan mutu produksi. 500. Kekuatan teknologi digunakan PT Unilever Tbk untuk memberikan pengaruh positif terhadap organisasinya. 6. Keadaan ini akan menjadi perhatian PT Unilever Indonesia Tbk dalam menjalani kegiatan organisasi sehari-hari maupun dalam membuat keputusan. 5. Economic (Ekonomi) Kondisi perekonomian Indonesia yang sempat menurun membawa PT Unilever Indonesia Tbk untuk melakukan suatu inovasi agar produk-produk yang dihasilkannya dapat tetap dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Misalnya keadaan ekonomi yang tidak stabil akibat kondisi politik yang tidak menentu membuat PT Unilever Indonesia Tbk untuk mengurangi jumlah produksinya. 4.000. Cikarang dimana investasi awalnya sebesar Rp. Dan PT Unilever Indonesia Tbk baru saja menambah pabrik teknologi tingginya dengan meresmikan pabrik perawatan kulit (skin-care) miliknya yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka.mampu bi beberapa negara bekerja sama dengan UNICEF. Dan bila kondisi politik stabil yang diikuti dengan keadaan ekonomi yang stabil pula. Yang pada akhirnya kedua hal tersebut akan memengaruhi organisasi dalam hal cara pengelolaan organisasi. Selain itu.

Terbukti dengan dikeluarkannya produk sachet dari Sunlight dan Rinso. Selain berpengaruh pada program yang dikeluarkan. Environment Seperti masalah lingkungan yang sedang menjadi sorotan di Indonesia akhir-akhir ini terlebih masalah pemberdayaan sampah dan barang daur ulang. Dimana tujuan dari program ini adalah untuk menginspirasi masyarakat dalam menggunakan produk itu (trashion) sebagai alternatif tas belanja dan salah satu inisiatif dalam mengurangi dampak kemasan plastik. Sebagai tanggapan terhadap masalah tersebut sekaligus bentuk komitmen PT Unilever Indonesia Tbk dalam mengedukasi masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan melalui penggunaan produk daur ulang di dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. lingkungan alam juga mempengaruhi PT Unilever Indonesia Tbk dalam jenis dan kualitas produk yang dihasilkannya. Sebelumnya kedua produk tersebut dikenal sebagai produk yang cukup mahal dan belum tentu terjangkau oleh seluruh masyarakat. Masalah lingkungan lain yang sedang menjadi pusat perhatian adalah berkurangnya persediaan air bersih. Masyarakat lalu mengetatkan anggaran pengeluaran mereka yang berimbas pada menurunnya tingkat permintaan masyarakat terhadap beberapa produk (termasuk Sunlight dan Rinso). Tujuan PT Unilever Indonesia Tbk ini direalisasikan dengan mengeluarkan produk ‘Molto Ultra Sekali Bilas’. 7 . PT Unilever Indonesia Tbk mengeluarkan produk Sunlight dan Rinso yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ekonomi masyarakat yaitu mengemasnya dalam bentuk sachet.PT Unilever Indonesia Tbk yaitu Sunlight dan Rinso. maka PT Unilever Indonesia Tbk meluncurkan trashion sebagai bagian dari program ‘Green and Clean’. Untuk menghadapi masalah itu. 7. Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang sempat tergoncang dimana terjadi inflasi dalam jumlah besar dan banyaknya jumlah pengangguran. penjualan kedua produk tersebut meningkat dan cenderung stabil meski dalam keadaan ekonomi yang turun sekalipun.

Ltd. Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al. Strategi Direksional 1. untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan. Pada tanggal 22 November 2000. b. perusahaan digabung dengan PT KI. Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. d. Ltd. Pada tanggal 30 Juli 2004. ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003. pemasaran dan penjualan kecap. perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. STRATEGI KORPORASI A. perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait).1. Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. STRATEGI FORMULASI PT UNILEVER 1. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Pada tanggal 3 Juli 2002. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004. Strategi Pertumbuhan (contoh: merger dan Akuisisi) a.2. 8 . saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango. Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. c. yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte.1. untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi. pengembangan. perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad.2. Pada tanggal 7 November 2003.

strategi yang tepat adalah yang terkait dengan market penetration. market development. Tbk. Analisis portofolio 1.e. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. backward integration. ataupun jaringan pemasaran yang sama. market development. SPACE 9 . PT Unilever Indonesia Tbk. di posisi Stars dengan kondisi high market share. B. Trisol. Strategi Diversifikasi a. a) Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990 b) Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008. Strategi intensive seperti market penetration. 2. Keterkaitan dalam hal: kesamaan teknologi. dengan kondisi high market share. Unilever Indonesia. yang artinya pendekatan strategi yang harus ditempuh adalah yang bersifat grow and build baik intensive maupun intengrative. Pada tahun 2007. forward integration. horizontal integration. pemanfaatan fasilitas bersama. Sepanjang kiprahnya di Indonesia. IE Matrix mengindikasikan kuadran IV bagi PT. horizontal integration. saham perseroan menempati peringkat keenam kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Whipol) tahun 1998 c) Kecap Bango tahun 2000 d) Taro tahun 2003 Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 11 Januari 1982 (15%). di posisi Cash Cows. product development dan strategi integrative yaitu backward integration. concentric diversification. Diversifikasi Konsentrik (Terfokus) Dijalankan dengan menambah produk baru yang masih terkait dengan produk yang ada saat ini. product development. low industry growth strategi yang tepat adalah product development. Pada akhir tahun 2011. BCG Matrix BCG Matrix. high industry growth. forward integration.

Dengan menerapkan strategi yang menjunjung tinggi etika bisnis dalam meningkatkan  value perusahaan. Unilever Indonesia. Unilever Indonesia. Semua strategi ini jelas sesuai secara teoritis dengan hasil generating strategy di tahapan strategy formulation. Tbk. horizontal integration. market development. conglomerate-concentric- horizontal diversification. selalu dapat memenuhi kebutuhan  konsumen di setiap segmen pasar.Matrix menyarankan perusahaan melakukan strategi aggressive seperti market penetration. backward integration. product development. Pembangunan keterikatan emosional antara konsumen dengan merek produk yang dipakainya dan juga dengan produsennya sehingga 10 . Antisipasi atas kemampuan meneruskan kebijakan pembayaran dividen yang tinggi di masa mendatang. Berdasarkan penjelasan sebelumnya. market development. arahan strategi yang sebaiknya diterapkan berkisar di jenis Market penetration. Dengan kecenderungan pertumbuhan pembayaran dividen. backward integration. menerapkan beberapa strategi seperti market penetration. Dimana PT. product development. horizontal integration. Strategi-strategi tersebut diterapkan dalam rangka:  Dukungan penuh kepada prakarsa pemerintah untuk membuat Indonesia sebagai tempat pilihan berinvestasi. Kesuksesan jangka panjang bisnis yang berhubungan erat dengan vitalitas lingkungan dan masyarakat di mana kami beroperasi. diversification. divestiture. berada pada Quadrant I market penetration. PT. pada Grand Strategy Matrix. product development. Unilever Indonesia. Terakhir. PT. divestiture. horizontal integration. product development. market development. Tbk. forward integration. bahkan liquidation. related diversification dan divestiture. porsinya atas net income maupun jumlahnya per lembar saham memiliki kecenderungan yang semakin  meningkat. Tbk. liquidation. Dalam perkembangan beberapa tahun 37 selanjutnya. forward integration.

Karena jika promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT Unilever Indonesia tidak mendapatkan keuntungan yang optimal. dan lain-lain. Berfokus Pada Peluang Pasar PT Unilever Indonesia dalam menjaga ke eksistensiannya di dalam persaingan global yang semakin meningkat melakukan promosi melalui media elektronik. Shampo Pantene.2. Pepsodent. Sistem mili mengirimkan pesanan atas barang dagang baru secara langsung kepada pemasok ketika pelanggan membayar pembelian mereka pada kasir. sponsorship. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan. Komputer mengumpulkan pesanan dari semua toko eceran dan mengirimkannya ke pemasok.2.memposisikan konsumen sebagai evangelist merek produk tertentu sebagai puncak tertinggi loyalitas. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Pemasok juga dapat mengakses data penjualan dan 11 . mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT Unilever seperti Kecap Bango. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT Unilever Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak. 1. karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal. STRATEGI BISNIS Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut dengan strategi dibawah ini : 1.Terminal titik pejualan mencatat kode barang setiap barang yang melewati kasir dan mengirimkan transaksi pembelian langsung kepada komputer pusat pedagang eceran. 2. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Kepemimpinan Harga Rendah Dengan menjaga harga yang rendah dan rak-rak diisi dengan baik menggunakan sistim pengisian kembali persediaan yang melegenda melalui mili pada tempat pedagang eceran.

3. memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer. Sepanjang kiprahnya di Indonesia. Trisol. 3. Selain itu Unilever juga melakukan tanya jawab kepada para konsumen dan membuat suara konsumen tempat para konsumen mengeluh. Baik itu kemasan yang botol kaca. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya. botol kecil dan masih banyak lagi kemasannya. Unilever saat ini sedang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset penjualan. STRATEGI FUNGSIONAL 1. Unilever telah empat kali mengakuisisi merek.2. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan anorganik. Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal. tetapi Unilever tetap mempertahankan kualitas produknya. Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto. Dampaknya bagi pelanggan adalah ketidaktertarikannya beralih ke produk lain akibat harga produk unilever rendah dan terjangkau. 1. Strategi manajemen keuangan Unilever 12 . Strategi Manajemen Keuangan PT. Diferensiasi Produk Produk Unilever terus memperkenalkan kemasan-kemasan yang terbaru.persediaan pedagang eceran menggunakan teknologi web. sachet. kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Ia menekankan. akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada. laba perusahaan dan menekan struktur biaya. tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990. Dalam melakukan akuisisi. Sistem ini mampu membuat pedagang eceran mempertahankan biaya rendah sambil menyesuaikan persediaannya untuk memenuhi permintaan pelanggan. Whipol) tahun 1998. 4.dan bahkan mengizinkan pemasok untuk memutuskan bagaimana dan kapan mengirim pasokan kepada pemasok. Menguatkan Keakraban Pelanggan Dan Pemasok Menggunakan sistem informasi untuk memfasilitasi akses langsung dari pemasok terhadap jadwal produksi.

Tahap pengadaan mencakup perencanaan SDM. Unilever secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur.000 orang. karyawanpun perlu terus dibina dan 13 .  Mengembangkan SDM untuk Pertumbuhan Pertumbuhan merupakan topik yang umum dibicarakan dan menjadi perhatian utama di Unilever Indonesia. 2. penelitian dan pengembangan. imbalan serta jaminan perlindungan dan kesehatan kerja. seleksi dan orientasi. Agar perusahaan dapat terus tumbuh. Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25. Sabun Lux buatan Rungkut. penggunaan dan pemeliharaan sumber daya manusia. Terakhir. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi. ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini. Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung. rekrutmen. pemasaran. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan. Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan. Jepang dan Australia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan lancar perlu disiapkan sistem yang handal. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai 6% dari omset penjualan. pada tahapan pemeliharaan sumber daya manusia tujuannya adalah bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja.dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura. pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Pandangan kami terhadap karyawan terwujud dalam visi kami: ‘mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk pertumbuhan’.000 orang. Tahap penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. supervisi. penilaian kinerja.

hasil kerja dan potensi mereka. mengembangkan dan mempromosikan karyawan  berdasarkan kemampuan. melainkan juga aspek lain seperti suku. latar belakang sosioekonomi. melainkan juga mendekati secara emosional dengan menyentuh hati mereka. usia. mempekerjakan. mengembangkan karyawan tidak cukup dengan mengasah intelektualitas dan keahlian. Kami mengidentifi kasi individuindividu dengan potensi dan hasil kerja terbaik. kualifi kasi. kemudian mengembangkan mereka melalui penempatan di berbagai bidang kerja serta pelatihan. Itulah sebabnya kami menginvestasikan banyak waktu dan tenaga untuk pengembangan karyawan. agama dan jabatan sewaktu bergabung. Hanya dengan cara inilah kami dapat menciptakan sinergi sejati dalam perusahaan untuk mencapai titik puncak. Keragaman Kami bangga dengan keragaman dalam organisasi kami. Memupuk Kepemimpinan Kami sadar. Pendekatan ini secara penuh mencakup kebutuhan individu. Agar dapat mencapai hasil terbaik. perusahaan terus meningkatkan standar untuk menghapus kinerja yang buruk dan mendorong orang 14 .Untukmencapai tujuan. bukan saja dari segi jender. Energi inilah yang membangkitkan keunggulan kami dalam menghadapi persaingan. Ada penekanan khusus bagi para manajer muda yang membutuhkan program pembinaan yang sesuai. kami akan terus merekrut. tanggung jawab dan kinerja. Bagi kami. Kami sadar akan perlunya keragaman pikiran dan hati yang mandiri dan berbakat untuk membuka potensi peluang bisnis. Melalui Leadership Growth Profi le kami menyusun rencana bagi program pengembangan mereka masing-masing. Melangkah ke depan. Kami menginginkan tim yang beranggotakan orang-orang penuh energi yang berjuang untuk melampaui target bisnis dan melakukannya semata-mata karena mereka mau sambil sekaligus menikmati proses dalam  mencapainya. strategi kami harus berdasarkan pada dinamika antara organisasi dan manusianya. bahwa aset kami yang paling penting adalah sumber daya manusia yang tepat. pendidikan. Harus diupayakan terciptanya sinergi antara strategi perusahaan dan perkembangan karyawan.dikembangkan secara berkesinambungan.

agar mereka tertantang dan berjuang untuk mencapai yang terbaik. Kami ingin mereka mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan ini dan selalu bergairah untuk mewujudkan pikiran serta ide-ide unik ke dalam tindakan nyata. kepribadian. Dengan mengenali diri secara lebih baik. sebagaimana tercermin dari proses suksesi yang mulus pada beberapa anggota direksi. mereka juga belajar tentang kekuatan mereka serta segi apa yang harus dikembangkan. minat kerja. karyawan didorong untuk mengasah dan mewujudkan kreativitasnya. mereka akan terbantu dalam meraih sukses baik dari segi profesi maupun pribadi. Kami terus mencari cara 15 . Melalui Senior Executive Development Programme. kami sepenuhnya sadar bahwa harus ada keseragaman pemahaman agar prinsip ini dapat dijalankan dengan benar.  Blue Umbrella – Prinsip Bisnis Unilever Walaupun kami telah memiliki Prinsip Bisnis Unilever yang merupakan pedoman etika bisnis. para manajer mendapat pelatihan tentang cara-cara mengenali diri sendiri. serta cara belajar dan pembinaan yang sesuai untuk mereka. Melalui masukanmasukan dari rekan lain.Kami yakin bahwa investasi yang kami tanamkan untuk mengembangkan pemimpin masa depan telah membuahkan hasil.  Membangun Budaya Wirausaha Untuk meraih sukses. “Semangat Wirausaha” ini terbukti menjadi motor penggerak yang kuat bagi tekad perusahaan untuk berkembang.keluar dari “zona kemapanan”. motivasi. Adanya persamaan keyakinan yang diwariskan dari satu anggota direksi ke anggota lain telah memastikan bahwa aspirasi perusahaan akan senantiasa diteruskan oleh generasi yang lebih muda. yakni terfokus. semua karyawan kami harus berpikir dan bertindak seperti wiraswastawan. kreatif dan bermotivasi melakukan tindakan. Dengan menyelenggarakan program seperti Enterprise Award yang memberi kebebasan pada tiap karyawan untuk melahirkan ide kreatif dan cara kerja baru.

yang kreatif dan mengena untuk mengkomunikasikan serta berbagi dalam memecahkan kasus-kasus dimana intepretasi terhadap Prinsip itu mungkin berlainan. Termasuk juga penggunaan teater dimana karyawan dapat memerankan beberapa segmen dengan harapan mereka dapat memahami Prinsip dengan lebih nyata. menjalankannya. Langkah ini berbuah sukses karena nilai dan perilaku tersebut juga ditularkan ke seluruh perusahaan. dan selanjutnya sebagai bagian dari keluarga yang lebih besar. mereka akan mengembangkan perusahaan kami. Strategi Manajemen Operasional Dalam Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan dua komponen. Untuk itu. mereka terdorong untuk mempelajari dan mengembangkan pemahaman tentang pentingnya Prinsip itu. mereka berkembang sebagai individu. kami selalu mengambil kesempatan untuk mengetengahkan salah satu nilai dan mengkomunikasikannya secara kreatif kepada karyawan. yaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai dan 16 . dan yang terpenting. dan didukung dengan serangkaian pemberian penghargaan bagi mereka yang dipandang pantas menjadi teladan. 3. Dengan cara ini. Dengan demikian. Setiap orang harus mengenal dan bangga terhadap nilai-nilai tersebut. Kami mendorong semua manajer untuk membangun rasa memiliki terhadap rencana pertumbuhan perusahaan. menjadikannya agenda pribadi dan terus menjalankan nilai-nilai dengan menjadi teladan bagi orang lain. Unilever Indonesia telah sukses dalam menjalani berbagai perubahan. Di dalam acara-acara besar yang diadakan perusahaan.  Kepemimpinan – Menjalankan Nilai-nilai Selama ini. kartu dan artikel-artikel. Hal ini dimungkinkan oleh proses transformasi pribadi yang juga dialami oleh karyawan kami. Perubahan hanya mungkin dilakukan karena pihak manajemen pun bersedia bekerja berlandaskan nilai-nilai yang disepakati bersama. nilainilai tersebut secara terus menerus dikomunikasikan melalui poster.

Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk. produktivitas kerja. dan Promotion). biaya produksi. 4. termasuk pula kondisi persaingan. Produktivitas kerja yang berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan melatih SDM dalam bidang produksi dan keuangan. Price. Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan. kebangsaan. sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek. Product Dalam strategi pemasaran. kepercayaan. yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux). Dari dua komponen diatas. ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun 17 . pengendalian mutu. 1. tenaga kerja. Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia. penggunaan fasilitas. menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. hal-hal pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi beberapa bidang. pembelian barang. prosedur. termasuk pula kondisi persaingan. ras. Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang kita kenal dengan sebutan 4P(Product. dan pemeliharaan peralatan. Place. Keanekaragaman memainkan peranan penting dalam memastikan perusahaan memahami kebutuhan konsumen. Perusahaan merangkul keragaman dalam tenaga kerja. cacat. Strategi Manajemen Pemasaran Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang kita kenal dengan sebutan 4P (Product. Ini berarti memberikan perhatian penuh dan adil kepada semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin. Place. dan Promotion). atau status sosial. merangkul perbedaan. jadwal produksi.cara menyediakan sarana dan prasarana tersebut. Price. yaitu inventarisasi.

Unilever seperti Kecap Bango. Shampo Pantene. 3. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Price Memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian. selain itu diskon-diskon yang diberikan juga banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat menengah kebawah. sponsorship. promosi yang dilakukan paling banyak melalui media elektronik. dan lain-lain. Karena jika promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT. Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga menggunakan berbagai cara. Unilever Indonesia tidak mendapatkan keuntungan yang optimal.dimanapun). diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat menarik perhatian pelanggan. 18 . Place Dalam PT Unilever Indonesia. karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat memperoleh keuntungan yang optimal. atau bagaimana Sosro membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum). Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT. Pepsodent. Makna dari iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara promosi yang dilakukan oleh Unilever. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat.Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut. mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT. Unilever Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media cetak. 2. Estee (menyukai volume/isi lebih banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).

19 . Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever harus bisa membuat sebuah grand design mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban dalam mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever selain memantau jalannya proses globalisasi dari para pesaing. karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu tujuan pengembangan mutu perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen dalam hal ini adalah sasaran global yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut. eksistensi perusahaan diperlukan dalam mengembangkan ide pemikiran. dan penjualan personal. Dalam pemasaran global. PR (Public Relations). oleh karena itu sebuah perusahaan unilever dapat fight dengan para pesaingnya baik dari dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam negeri. Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program promosi yang dilakukan Unilever. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merek yang berbedabeda. yang terdiri dari pemasaran langsung. promosi penjualan. baik dalam cakupan nasional maupun internasional. jawabannya tentu saja iya. sementara para klien dan praktisi periklanan memandangnya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari bauran promosi. karena merek merupakan simbol dari sebuah produk yang dipasarkan. Peranan merek produk juga sangat berperan penting. Oleh karena itu pertanyaan lain dapat muncul seketika mengapa promosi perlu diadakan. promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga dilakukan oleh Unilever dengan memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada pelanggan setia pengguna produk Unilever. Dengan program pemasaran ini diharapkan Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di pasar konsumen Indonesia. Mutlak adanya selalu diadakan apa yang disebut dengan inovation treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang menggunakan ruang media bayaran untuk menyampaikan pesan.

Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Promosi Penjualan Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa. Hal ini merupakan sebagian dari strategi perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap brand-brand Unilever. Unilever yaitu: a. Unilever Indonesia. Dalam strategi pemasaran. sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek. design. serta terus membangun citra produk. Periklanan semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung mengenai sasaran. technical printing. barang atau jasa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu. Tbk akan melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya. Hubungan Masyarakat dan Publisitas 20 . antara lain: branding.Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen. 4. Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk. b. dan merchandising. Unilever. yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux). melakukan inovasi dan aktivasi produk. c. Estee (menyukai volume/isi lebih banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).untuk evaluasi kedepannya PT. ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun). Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia. Promotion Promosi strategi yang dapat dilakukan oleh PT. atau bagaimana Sosro membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum).

1. d.3. 3. FDI World Dental Federation: Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent). Penjualan Secara Pribadi interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan presentasi. dan alat penghubung non personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan. Global Public-Private Partnership for Handwashing with Soap: Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy). telepon.3. faksimili. 4. menjawab pertanyaan. 1. World Food Programmedari PBB dan Global Alliance for Improved Nutrition: Program Memerangi Kelaparan untuk membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue band). Pogram Pelestarian Makanan Tradisional (Bango). 2. dan menerima pesan e. 21 . e-mail.berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya. PROGRAM DAN PROCEDURE Corporate Social Responsibility (CSR) 1. Pemasaran Langsung penggunaan surat. IMPLEMENTASI STRATEGI 1.

Tujuan kami adalah mencapai 6 gram per hari pada tahun 2010 dan 5 gram pada tahun 2015. Menjangkau 100 juta orang Sekitar 1. Tampilan persentase Telah mencapai lebih dari 90% dari Guideline Daily produk yang berkualitas.0000 anak-anak di sekolah pada 80.000 anak-anak tahun 2009 melalui kerjasama kami 22 dengan World Food . 44% keamanan produk makanan kami dari produk kami sejalan dengan melalui Program standar internasional mengenai Peningkatan Nutrisi kandungansaturated dan trans fatpada gula dan garam Membimbing para 76% dari portfolio kami telah konsumen untuk memenuhi standar pada tahun mendukung 2010 yang membantu para rekomendasi World Health konsument mengurangi 6 gram Organizationmengenai per hari penggunaan 5 gram garam per hari dengan mengurangi level garam dalam produk kami.Isu Kesehatan Topik Nutrisi Program Procedure Melakukan evaluasi secara Portfolio makanan kami tetap dan rutin mengenai portfolio berada dalam pantauanrutin.5 juta orang mengikuti pada tahun 2009–2020 uji Heart Age melalui alat pengukur online Heart Age Memberikan bekal sekolah Memberikan hampir 17 juta bekal pada 100. rencana Amounts (GDA)mengenai implementasi ditempatkan sebagai lima nutrisi utama dalam penyeimbang satu kemasan produk dijual di Eropa sebagai bagian dari inisiatif amal CIAA.

Afrika dan Eropa Tengah & Eropa Timur. Vindi Banga. dan Perawatan Pribadi. Eksekutif Unilever ini bertanggung jawab pada kepemimpinan operasional  dalam usaha. Kategori ini antara lain rempahrempah. yang menjadi anggota dalam tim kepemimpinan Penanggungjawab Perusahaan. Rumah Tangga. Tim ini terdiri dari pemimpin senior dari seluruh bisnis yang bertemu secara teratur dan dipimpin oleh  anggota eksekutif Unilever kami.Grup Kemitraan Kesehatan Global dan Grup Pengelola Pertanian Berkesinambungan. dan Asia. Tim ini juga menerima  masukan eksternal. Kesinambungan. Isu. dipimpin oleh Senior Vice-Presidentuntuk divisi Tanggung Jawab Perusahaan kami. Eropa Barat. Strategi pengembangan sosial dan lingkungan adalah bertanggung jawab pada empat kategori produk dan tim brand global mereka. dan Kemitraan kami (CRISP). Tim spesialis dalam Unilever mendukung pekerjaan kami dalam pemeliharaan seperti Pusat Keamanan dan Jaminan Lingkungan Hidup. saus dan krim oles. Isu. Kesinambungan. contohnya dari Dewan Penasihat Pertanian Berkelanjutan. Dilakukan di beberapa perusahaan operasional kami meliputi tiga  area: Amerika. Presiden Makanan. PEOPLE  Dan tanggung jawab perusahaan diperjuangkan dan dipimpin oleh anggota dari Eksekutif Unilever: Vindi Banga. Struktur tata kelola ini didukung oleh tim kecil dari pusat perusahaan kami di London. es krim dan minuman. Pengawasan independen: Komite Pertanggungjawaban dan Reputasi Perusahaan 23 . Tata kelola kami sebagai tanggung jawab corporate citizen didukung oleh Komite  Tanggung Jawab dan Reputasi Dewan.2.3. Tim kepemimpinan kami dari CRISP dan Komite Dewan mendapat pengarahan dari Grup Perkembangan Berkesinambungan Unilever (USDG) – sebuah grup yang terdiri dari lima ahli eksternal dalam hal tanggung jawab perusahaan dan kesinambungan yang membimbing dan memberikan kritik mengenai strategi  perkembangan kami.1. dan Kemitraan (CRISP) dan mendukung Komite Tanggung  Jawab dan Reputasi Dewan kami serta Grup Perkembangan Berkesinambungan Unilever. Dibuat dan tindakan dikoordinasi oleh tim kepemimpinan Penanggungjawab Perusahaan. perawatan pribadi dan perawatan rumah tangga.

karena setiap tahun terjadi penambahan volume produksi sekitar 10 persen. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menginvestasikan Rp677 miliar untuk pembelanjaan modal. Jika dilihat dari kecenderungannya yang menaik sepanjang tahun. dengan alasan kategori Skin Care dan Deodorant merupakan pendorong pertumbuhan utama. namun juga harus memperhatikan ketersediaan dana dalam pengimplementasiannya.000 ton. untuk tahuntahun berikutnya. BUDGET Implementasi strategi. Peningkatan kapasitas produksi juga untuk memenuhi permintaan dari pasar ekspor produk-produk Unilever. Berikut adalah data faktual atas capital expenditure yang menjadi penyokong utama terlaksananya strategi-strategi perusahaan dalam rangka meningkatkan pangsa pasarnya : Tahun 2005 capital expenditure yang dikeluarkan Rp 200 miliar. meningkat dari tahun 2007 sekitar 700. sepertinya jumlah alokasi capital expenditure dimungkinkan untuk kembali naik. Penerapan strategi untuk Tahun 2008 dapat dinilai visible dari sisi 24 . dan es krim.3. Produk kecap pertumbuhannya juga tinggi. Seluruh dana capital expenditure akan berasal dari internal. perusahaan akan berupaya menjaga tingkat rata-rata utilisasi pabrik pada level 80 persen. Kapasitas produksi dua divisi bisnis yaitu "house and personal care" dan "food and ice cream" pada tahun 2008 diperkirakan mencapai 770. Rexona dan Axe. akan digunakan untuk menunjang pertumbuhan bisnis pabrik perawatan kulit. dengan pertumbuhan lebih dari 19% sebagai hasil kinerja yang sangat kuat dari Citra.1. pembangunan fasilitas baru untuk pengiriman terpadu di lokasi pabrik di Surabaya untuk menampung barang-barang dan meningkatkan kemampuan pengiriman langsung. Menurutnya. sedangkan tahun 2006 perseroan menganggarkan biaya modal atau capital expenditure (capex) Rp 300 miliar. Capital expenditure ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 6 tahun terakhir ini. Capex ini digunakan untuk penambahan kapasitas produksi termasuk pembelian mesin pabrik untuk ketiga divisi perseroan yaitu food.000 ton. bukan hanya mempertimbangkan visibilitas pencapaian dan pengaruhnya secara moneter terhadap perusahaan.3. kecap. Produk perawatan kulit menjadi prioritas sehingga kita akan membangun pabrik yang modern. Capital expenditure yang dialokasikan untuk membangun pabrik baru Skin Care di lokasi pabrik Cikarang. personnal dan homecare.

PT. Untuk Tahun 2008. untuk pembayaran dividen. perseroan tetap fokus pada inti bisnis yang selama ini dijalankan. penyelesaian akuisisi Buavita dan Gogo dari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company. Tbk. PT Unilever Indonesia Tbk menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) minimal Rp500 miliar untuk tahun 2008. perseroan telah menganggarkan Rp400 miliar di luar belanja modal 2008.. menyatakan untuk ke depan. 25 . Tbk. Strategi PT. Kas perseroan dinilai mencukupi karena hingga kuartal ketiga 2007. Unilever Indonesia. Demi memenuhi komitmennya kepada para pemegang saham. akan mempersiapkan pinjaman dari bank jika cash flow tidak mencukupi. Unilever Indonesia. arus kas bebas yang bisa digunakan sewaktu-waktu (free cash flow) perseroan mencapai Rp800 miliar. Perseroan akan menargetkan pertumbuhan yang konservatif dan tidak terlalu jauh dari pertumbuhan bisnis tahun-tahun sebelumnya dan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar dua digit. Dana belanja modal tersebut dianggarkan dari kas internal.640 miliar untuk pembayaran dividen. Arus kas bersih dari aktivitas operasi adalah Rp2. Perseroan belum berencana untuk melakukan akuisisi lagi merek-merek dagang lain. Belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk peremajaan/upgrade) produk baik packaging maupun improve formula. Tbk. i.250 miliar dan dialokasikan Rp1.pendanaan jika secara akumulatif. setiap strategi menghabiskan tidak lebih dari Rp700 miliar.

maka dapat dikatakan bahwa Yayasan Unilever Indonesia mengevaluasi program CSR secara formatif dan sumatif. Evaluasi ini penting untuk meningkatkan business performance. Melihat model evaluasi di atas. dan value free. Di samping itu. tiap bulan diadakan rapat bulanan untuk mengevaluasi program yang sedang berjalan.1. Unilever Indonesia Tbk 26 .”Menurut Prayogo. sebaiknya evaluasi dilakukan oleh pihak ketiga yang mengedepankan etika evaluasi yang netral. dilakukan monitoring dengan mekanisme laporan rutin dari lapangan dan evaluasi melalui rapat internal antara Environment Program Manager. Environment Program officers. Sementara untuk program JGC. Bagi Prayogo.4. social legitimacy. Sedangkan rapat evaluasi dengan para mitra pelaksana JGC dilaksanakan setiap bulan. Evaluasi ini untuk mengetahui progress dan kendala di setiap wilayah. obyektif.”Untuk melihat keberhasilan suatu program. dan tim motivator tiap dua minggu sekali. EVALUATION Yayasan Unilever Indonesia selalu mengadakan rapat tahunan yang diikuti oleh Board of Directors hingga para pelaksana program untuk mengevaluasi program CSR PT. maka perlu dilihat dari impacts terhadap masyarakat yang dibangun. “variable utama yang perlu dinilai dalam evaluasi mengacu kepada variable tujuan program atau proyek dan kemudian mengukurnya seberapa jauh capaian program menurut indicator tujuan dimaksud. Rapat bulanan ini hanya diikuti oleh para pelaksana program. dan legal compliance PT. Catatan penting untuk evaluasi ini adalah apakah “progam yang dilakukan berjalan sebagaimana rencana yang dibuat serta sesuai dengan tujuan akhir yang hendak dicapai. Unilever Tbk. Dan pendekatan pun dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Evaluasi tahunan JGC dilaksanakan melalui rapat dengan pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program (tim motivator dan para mitra).

unilever.id/about/who-we-are/our-history/ (20 April 2016.mhs.ac. 08:49) http://cesarina.com/2012/11/29/program-csr-pt-unilever-indonesia-tugas/ (19 April 2016.id/2013/04/03/contoh-kasus-manajemen-strategi/ (19 april 2016. 08:20) 27 .id/about/who-we-are/about-Unilever/ (19 April 2016.com/2014/03/11/analisis-kasus-perusahaan-pt-unilever/ (19 April 2016.DAFTAR PUSTAKA https://www. 11:26) https://www. 10:02) https://rafitmandana.co.co. 09:38 https://silviwahyuni.narotama.unilever.wordpress.wordpress.