You are on page 1of 77

A.

LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Pertemuan di Bali pada tahun 2003 yang
dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN gagasan
untuk mewujudkan cita-cita kawasan yang memiliki
integritas ekonomi kuat mulai dirancang langkah awal
dan diprediksikan akan dimulai pada tahun 2020.
Namun

pada

pertemuan

di

Filipina

yang

diselenggarakan pada 13 Januari 2007, para negaranegara anggota ASEAN sepakat untuk mempercepat
pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pembentukan
persiapan

menghadapi

ini

dilatarbelakangi

globalisasi

ekonomi

oleh
dan

perdagangan melalui ASEAN Free Trade Area (AFTA)
serta menghadapi persaingan global terutama dari
China dan India.
Percepatan

keputusan

negara ASEAN untuk
membentuk MEA yang
pada

awalnya

akan

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

1

dimulai

pada

menggambarkan

tahun

2020

menjadi

tekad

ASEAN

untuk

2015
segera

meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing
antar

sesama

negara

anggota

ASEAN

untuk

menghadapi persaingan global.

B.

PENGERTIAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
(MEA)

Masyarakat
Ekonomi
ASEAN
(MEA) merupakan
satu pasar tunggal
di kawasan Asia
Tenggara,
bertujuan
untuk
meningkatkan
Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

Produk luar negeri terutama Cina mempunyai
daya saing yang tinggi dan mengancam
industri dalam negeri

2

investasi asing di kawasan Asia Tenggara, termasuk
Indonesia
yang
juga
akan
membuka
arus
perdagangan barang dan jasa dengan mudah ke
negara-negara di Asia Tenggara.
Dalam kesepakatan
tersebut terdapat
lima

hal

yang

tidak boleh dibatasi
peredarannya
seluruh

di

negara

ASEAN termasuk
Indonesia,
Arus
Arus jasa,

Arus modal,

yaitu

barang,

Arus investasi dan Arus

tenaga kerja terlatih.
Dalam situasi dimaksud yang menjadi taruhan
adalah daya saing, baik dari sisi produk maupun
SDM, karena apabila tidak disiapkan
maka ada kemungkinan negeri ini
akan menjadi pasar dari produk
asing
hanya

dan

masyarakat

sebagai

kita

penonton,

karena tidak mampu bersaing
dengan

tenaga

asing

yang

lebih ahli.
Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

3

C. Untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN. TUJUAN MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Setiap negara kepentingan dan di Asean tujuan yang yang sama. membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN yang kuat. memiliki perlu menciptakan sebuah wadah atau badan dimana mereka saling berusaha untuk mewujudkan tujuan tersebut. Adapun tujuan dari MEA adalah: 1. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 4 . maupun jangka panjang. Tujuan dicerminkan oleh sasaran yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek. Sehingga kasus krisis ekonomi seperti di Indonesia pada tahun 1997 dulu tidak terulang kembali. Bahwa saat Amerika masih krisis dan ini di Eropa mengalami ekonomi. Dan hal ini lah yang menjadi sebab adanya tujuan dari sebuah organisasi. Dan dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN diharapkan akan bisa mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara ASEAN.

2. ISI KESEPAKATAN BALI CONCORD II TAHUN 2003 MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Kesepakatan Bali Concord II ini berisikan tiga poin penting. Terciptanya kawasan pasar bebas ASEAN. Poin tersebut adalah rencana pembentukan ASEAN Economy Community (AEC) sebagai identitas ekonomi terpadu 0T 0T Asia Tenggara. D. Bagi pelaku usaha dan jasa hendaknya mulai sekarang meningkatkan kualitas produk. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di negara ASEAN. Bagaimana produk itu agar dicintai konsumen. ASEAN Community Security (ASC) 0T Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 0T 5 . Persaingan produk dan jasa antar negara ASEAN akan diuji di sini. Dengan membuat produk yang berkualitas serta harga terjangkau pasti akan bisa bersaing dengan produk dari negara ASEAN lainnya.

dan ASEAN Sosio 0T 0T Cultural Community (ASCC) yang erat dan saling 0T menguatkan 0T untuk tujuan menjamin stabilitas perdamaian dan kemakmuran bersama di kawasan. juga berbagi tanggung jawab utama dalam memperkuat stabilitas ekonomi. Dalam Bali Concord II ini pun ditegaskan bahwa terdapat pola kesinambungan antara 3 poin utama dalam kesepakatannya dalam membangun itu. integritas ekonomi juga memerlukan peran lingkungan politik yang aman yang dapat memberikan fondasi yang kuat yang dihasilkan oleh kerja sama ekonomi.sebagai forum keamanan bersama. dan keamanan di wilayahnya. sosial. Dari situlah kesepakatan bersama-sama integritas membangun internal ekonomi agar negara dan ASEAN memperluas negaranya masing- masing dan hubungan dengan komunitas ekonomi dunia. juga solidaritas Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 6 .

Community (ASC). pada intinya kesepakatan Bali Concord II ini menyatakan bahwa ASEAN itu merupakan wadah yang akan membangun kesempatan untuk integrasi regional yang saling menguntungkan satu sama lain. Jadi kepentingan ASEAN tetap mengacu nasionalnya dan pula mengkonsolidasikan pada masing-masing kebutuhan dan pertahanan untuk meningkatkan negara lebih prestasi ASEAN sebagai asosiasi regional yang dinamis. Dalam Bali Concord inipun ditegaskan bahwa pentingnya berpegang pada prinsip non-intervensi. Jadi. ulet. dan kohesif untuk kesejahteraan negara-negara anggotanya dan masyarakat yang mengadopsi 3 poin utama Economy yaitu ASEAN Security Community (AEC). ASEAN dan ASEAN Sosio Cultural Community (ASCC). dan juga bertekad untuk menjamin terciptanya stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dari segala macam pengaruh dan campur tangan asing. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 7 .politik dan keamanan.

E. maka presiden mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. para Gubernur. para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Sekretaris Kabinet. Presiden meminta kepada para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Jaksa Agung. Melalui Inpres tersebut. dan untuk diperlukan kewenangan mengambil sesuai langkah- dengan tugas. Kapolri. langkah yang fungsi. INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENINGKATAN DAYA SAING NASIONAL DALAM RANGKA MENGHADAPI MEA Terkait dengan penerbitan Keputusan Presiden Nomor 37 Tahun 2014. dan para Bupati/Walikota di seluruh Indonesia. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 8 . dalam dalam upaya untuk meningkatkan daya saing nasional dan kesiapan menghadapi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai akhir 2015. masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk melakukan peningkatan daya saing nasional dan melakukan persiapan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dimulai pada Tahun 2015.

c. c. Penguatan dan Peningkatan Pasar Ekspor a. Peningkatan Investasi Langsung di Sektor Pertanian. Peningkatan Akses Pasar. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 Pengembangan sub sektor ketenagalistrikan dan pengurangan penggunaan energi fosil (Bahan Bakar Minyak). Pengembangan Industri Dalam Rangka Mengamankan Pasar Dalam Negeri. b. Pengembangan Energi e. d. b. Pengembangan Pertanian 3. Penguatan Kelembagaan dan Posisi Kelautan dan Perikanan. 9 . d. c. 2. Pengembangan Industri Kecil Menengah. Pengembangan Kelautan dan Perikanan 4.Pelaksanaan peningkatan daya saing nasional dan persiapan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagaimana dimaksud berpedoman pada strategi di antaranya: NO 1. Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian. Penguatan Pasar Dalam Negeri. a. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). STRATEGI Pengembangan Industri Nasional a. Peningkatan pasokan energi dan listrik agar dapat bersaing dengan negara yang memiliki infrastruktur lebih baik. Pengembangan sub sektor energi baru. a. Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan. b. FOKUS Pengembangan Industri Prioritas Dalam Rangka Memenuhi Pasar ASEAN. terbarukan dan konservasi energi. b.

Peningkatan Daya Saing Investasi. Pengembangan Sistem Logistik Nasional Pengembangan Perbankan 7. Perluasan Investasi Perusahaan Nasional di Kawasan ASEAN. e. Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran. Mendorong Pemberdayaan Sektor Riil dan Daya Saing UMKM. Database Investasi. STRATEGI Pengembangan Infrastruktur 6. Pengembangan Investasi a. FOKUS Pengembangan Infrastruktur Konektivitas. c. Peningkatan Akses Pasar. 8. c. Peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja. 9. Peningkatan Daya Saing UMKM dari Sisi Pembiayaan. Perluasan Investasi. Kemudahan Berusaha. Pengembangan Daya Saing UMKM dalam Rangka Peningkatan Eligibilitas dan Kapabilitas Daya Saing UMKM. b. dan Menengah (UMKM) a. Peningkatan ketahanan pasar jamu dalam negeri. f. Pengembangan Tenaga Kerja a. - a. 10. Peningkatan Daya Saing Infrastruktur. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 Peningkatan investasi melalui peningkatan kepastian hukum. 10 . 11. Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja.NO 5. Pengembangan Usaha Mikro. b. c. b. b. Pengembangan Kesehatan a. d. b. Kecil.

STRATEGI Pengembangan Perdagangan a. Edukasi Publik mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. b. KESIAPAN KABUPATEN MALANG MENGHADAPI MEA Setiap negara dan setiap daerah termasuk Kabupaten Malang dituntut harus siap menghadapi MEA yang akan diterapkan pada tahun 2015. Pengembangan Fasilitas Pembiayaan Ekspor. Kesiapan tersebut terutama pada upaya peningkatan Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 11 . a. e. b. d. Pengembangan wirausaha pemula. c. b. F. Pengembangan usaha berbasis temuan baru (Invention/Resources and Development). Peningkatan Ekspor dan Kerjasama Internasional. c.NO 12. Pengembangan Kepariwisataan Pengembangan Kewirausahaan a. Pengembangan Destinasi Wisata. Perluasan peran wirausaha muda. FOKUS Stabilisasi dan Penguatan Pasar Dalam Negeri. Pengembangan Acara (event) Pariwisata. 13. Pengkajian Kebijakan Perdagangan dalam Mendukung Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN. 14.

daya saing produk lokal Kabupaten Malang agar dapat bersaing dengan produk dari luar. contohnya seperti: peningkatan kualitas komoditas unggulan kita di sektor pertanian secara luas antara lain seperti kopi. keterampilan. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 12 . serta perlunya sertifikasi kompetensi profesi. dan sapi perah. ayam. penguasaan bahasa asing. apel. antara lain: Melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan pengetahuan dan peningkatan ilmu teknologi. tebu. Perlunya kesiapan sumber daya manusia terutama penciptaan tenaga kerja terampil (skilled labor).

produksi. Bagi Kabupaten Malang MEA merupakan tantangan sekaligus kesempatan emas. dan produk olahan kayu. Sedangkan sektor jasa terdiri atas jasa penerbangan. Tantangan karena akan banyak produk dan tenaga kerja asing yang masuk. kesehatan. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 13 . perikanan. produk berbasis karet. karena dengan adanya MEA 2015 perputaran investasi akan semakin deras. Serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar sesama negara ASEAN. Tujuan utama dari MEA sendiri yaitu membuka kran interaksi barang. pariwisata. jasa. Kabupaten Malang jauh hari harus mempersiapkan diri. dan penyediaan logistik. otomotif. Menghadapi hal tersebut. tekstil. investasi dan modal. elektronik. KEUNTUNGAN ADANYA MEA DI KABUPATEN MALANG Gerbang ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 tinggal beberapa lagi dibuka. e-ASEAN. Arus transaksi nantinya akan difokuskan pada 12 sektor prioritas yang terbagi dalam 7 sektor barang dan 5 sektor jasa. Sektor barang meliputi produk pertanian.G. Kesempatan emas.

Keuntungan adalah: bagi Kabupaten Malang sendiri a. b. karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 14 . Dari sisi investasi. sehingga dengan peningkatan ekspor pada akhirnya dapat meningkatkan PDRB. Dari sisi perdagangan. dengan adanya aliran bebas investasi (free flow of investment) dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI). maka dapat berdampak bagi kemudahan produk lokal Kabupaten Malang untuk menembus ekspor ke negara negara ASEAN.

MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para pengusaha/wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. penciptaan lapangan kerja. Dari sisi ketenagakerjaan. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 15 . c. pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu.perkembangan teknologi. akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu.

elektronik. tekstil. Dalam hal ini akan muncul resiko kompetisi (competition risk) yaitu dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir ke Indonesia termasuk ke Kabupaten Malang. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 16 . Permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan (kesamaan produk kita dengan produk dari negara ASEAN lainnya). yang tentunya akan dapat mengancam Persamaan produk impor dengan produk dalam negeri akan mengganggu kestabilan produk dalam negeri industri lokal.H. TANTANGAN ADANYA MEA BAGI KABUPATEN MALANG Keberadaan MEA bukan hanya menimbulkan peluang tapi juga tantangan bagi Kabupaten Malang 1. produk kayu. seperti komoditas pertanian. jika tidak dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri tersebut. dan barang lain- lain.

2. MEA akan membuka peluang masuknya investasi asing ke Indonesia termasuk ke Kabupaten Malang. 3. terutama dari negara Malaysia. Sehingga dikhawatirkan eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 17 . mengingat regulasi investasi yang ada di Indonesia saat belum cukup kuat untuk menjaga/melindungi kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. yaitu kekhawatiran tenaga kerja kita kalah bersaing terutama dari sisi pendidikan. keterampilan dan produktivitas dengan tenaga kerja terampil dari luar. Singapura. dan Thailand. Dari sisi investasi. maka tantangan yang harus diantispasi adalah terjadinya resiko eksploitasi tidak terkendali terhadap sumber daya alam kita (exploitation risk). maka dapat memunculkan risiko ketenagakerjaan. Dari aspek ketenagakerjaan dengan adanya aliran bebas tenaga kerja terampil (skilled labour).

I. menperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis serta mengurangi biaya transaksi perdagangan. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 18 . LANGKAH ANTISIPASI KABUPATEN MALANG TERHADAP MEA Penting bagi Kabupaten Malang untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam memasuki persaingan global negara ASEAN. Selain itu. Maka untuk itu. besarnya MEA bagi memberikan negara peluang anggota ASEAN sebesaruntuk memperluas cakupan skala ekonomi. diperlukan persiapan yang matang dengan memperhatikan peluang yang dimiliki dan sekaligus tantangan. meningkatkan daya tarik bagi investor dan wisatawan. kemudahan dan peningkatan akses pasar intraASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturanperaturan dan standarisasi domestik merupakan nilai tambah dari berlakunya MEA.

Pemerintah Kabupaten Malang melalui SKPD/Unit Kerja terkait mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas.678 jiwa (50. fungsi. dengan berpedoman pada strategi yang telah digariskan Pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tentang Peningkatan Daya Saing Nasional Dalam Rangka Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.Potensi-potensi yang ada di Kabupaten Malang cukup beragam diantaranya.90%).10%) dan perempuan 1.714 jiwa terdiri dari laki-laki 1. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 19 .543.036 jiwa (49. sumber daya alam yang melimpah. jumlah penduduk berdasarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil hasil penghitungan akhir tahun 2014 adalah sebesar 3. kondisi ini menjadikan Kabupaten Malang sebagai consumer base yang dapat menimbulkan efek positif dan negatif.549.092. dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi terutama untuk melakukan peningkatan daya saing daerah serta melakukan persiapan pelaksanaan MEA. Sehingga langkah antisipasi Kabupaten Malang terhadap MEA: 1.

kemasan dan kewirausahaan. penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Menindaklanjuti hal tersebut. pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis terkait produksi. maka telah di buatblue print rencana aksi Pemerintah Kabupaten Malang menghadapi MEA secara lebih terperinci sebagai penjabaran atas strategi sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2014 tersebut. serta bimbingan teknis Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 20 . terkait produk lokal Kabupaten Malang.2. 3. dari sisi pembiayaan antara melalui lain Dana Bergulir UMKM yang memberikan fasilitas modal kerja dengan tingkat bunga cukup murah. maka dilakukan melalui pengembangan daya saing dalam rangka peningkatan eligibilitas (pemenuhan persyaratan tertentu) dan kapabilitas saing Seperti daya UMKM. Sebagai contoh dari salah satu strategi menghadapi MEA tersebut adalah.

J.470.000.760.737.901. HAL-HAL YANG MENJADI KEKUATAN BAGI PEREKONOMIAN KABUPATEN MALANG Perekonomian Kabupaten Malang secara makro yang ditunjukkan dari perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) tahun 2013 sebesar Rp.150.830.dan fasilitasi kepada UMKM di wilayah Kabupaten Malang untuk memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) seperti Merk dan lain-lain.87%.000.dan tahun 2014 menjadi sebesar Rp.468.atau naik sebesar 6.46.120.923.992.000. Untuk PDRB Atas Dasar Harga Konstan (PDRB ADHK) tahun 2013 sebesar Rp.dan tahun 2014 menjadi Rp.18.09%.794.000.53... Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 21 ..- atau terjadi kenaikan 14.010.17.

Pertumbuhan ekonomi merupakan akumulasi nilai tambah perekonomian dari 9 sektor yang secara umum terjadi kenaikan. Timur tahun 2014 sebesar 5.65%.01%. meskipun masih sedikit mengalami perlambatan.09% pada tahun 2014. dibanding Sedangkan tahun pertumbuhan 2013 sebesar ekonomi Jawa 6. berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistik. sebesar 6.09% merupakan Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 22 . Berdasarkan Statistik yang data sementara dipublikasi akhir Badan Pusat Pebruari 2015 Pertumbuhan ekonomi sebesar 6.94% sementara perekonomian Indonesia tumbuh 5. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

dapat Kondisi dijadikan landasan dan arah pengembangan perekonomian daerah menuju era industrialisasi yaitu kedepan industri yang berbasis pertanian. secara gradual telah bergeser kepada komoditas sekunder dan tersier. yang ditandai dengan semakin meningkatnya pendapatan capaian ini perkapita.pertumbuhan dengan yang cukup pertumbuhan tinggi ekonomi dibandingkan di pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur maupun Nasional. Peran sektor industri dan perdagangan melaju lebih cepat dibanding peran sektor pertanian primer. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 23 . Bagi Kabupaten Malang yang merupakan daerah pertanian selama ini masih bertumpu pada komoditas primer. Hal ini juga menunjukkan bahwa nilai tambah produk pertanian olahan sudah semakin dinikmati oleh masyarakat.

menjadi 414. ayam dan kambing). Perkebunan (antara lain tebu. yaitu terdiri dari: Tanaman Pangan (antara lain padi. dengan produksi yang cukup besar. Kekuatan atau potensi perekonomian Kabupaten Malang ditopang dengan jumlah UMKM yang sangat besar.Kekuatan atau potensi perekonomian Kabupaten Malang tersebut terutama ditopang oleh potensi sektor Pertanian secara luas.05% dengan omset pada Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 tahun 2013 sebesar 24 . Perikanan.516 unit pada tahun 2014 atau meningkat sebesar 2. kopi. Timur sama menunjukkan bahwa jumlah UMKM di Kabupaten Malang tahun 2013 sebanyak 406. jagung. kelapa dan tembakau). dan peternakan (sapi. sebagaimana hasil BPS survey Jawa Provinsi bekerja dengan BPS Kabupaten Malang.180 unit. singkong dan sayuran).

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 25 .153. Pada tahun 2013.000.- dan pada tahun 2014 sebesar Rp.29.539 orang dan tahun 2014 sebanyak 1.000.043 orang atau naik 11.068.000 atau naik 43.848.41.Rp.102.97%. UMKM menyerap tenaga kerja sebanyak 1.11%.087.300.225.

L. KESIMPULAN Masyarakat Kabupaten Malang sebaiknya menggunakan cara pandang bahwa penerapan MEA pada tahun 2015 bukanlah sebuah ancaman. sehingga kita semua akan memperoleh keuntungan dan manfaat penerapan MEA yang sebesar-besarnya tersebut.K. tapi merupakan tantangan dipersiapkan dengan dan baik peluang secara yang perlu bersama-sama antara masyarakat. sehingga memiliki daya saing dan dapat bersaing dengan produk dari luar. pelaku usaha dan Pemerintah. Kesiapan dengan masyarakat tersebut terutama pada peningkatan kualitas dari produk-produk yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Malang. LAMPIRAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING NASIONAL DAN PERSIAPAN PELAKSANAAN MEA PADA MASING-MASING SKPD DI KABUPATEN MALANG Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 26 .

pemohon akan mendirikan pabrik maka harus mengurus IPPT. Izin Usaha Industri memerlukan waktu 14 hari kerja dikali 4 jenis izin = 56 hari kerja. Hal tersebut bisa mengurangi durasi waktu penyelesaian izin. Melaksanakan pelayanan keliling perizinan yang berlokasi di Kecamatan dengan jenis layanan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk luasan maksimum dikarenakan dua 100 izin m². HO. maka apabila dilakukan melalui izin paralel maka sesuai SOP adalah 25 hari kerja. BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU Strategi yang dilakukan melalui Pengembangan Investasi dengan fokus ada berupa kemudahan berusaha. Contohnya. IMB.1. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 27 . b. Adapun Implementasi yang dilakukan berupa Kemudahan pelayanan dengan: a. Penerapan izin paralel yaitu pengurusan izin yang berkelanjutan dalam satu kurun waktu dan persyaratan. Hal tersebut itu yang persyaratannya paling mudah dan banyak dibutuhkan masyarakat.

Implementasi yang ada berupa: a) Langkah pembinaan yang telah dilakukan pada industri prioritas:  Industri olahan kopi dan kakao. pengiriman peserta 8 orang).  Industri olahan kayu (mebel. Pengembangan Industri Nasional dengan fokus: 1) Pengembangan Industri Prioritas Dalam Rangka Memenuhi Pasar ASEAN. b) Langkah pembaharuan yang telah dilakukan antara lain:  Melakukan pembinaan berupa pelatihan ekspor bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Jawa Timur (tahun 2014: Pelaksanaan 2 kali.  Industri kulit.  Industri kerajinan rotan. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 28 .  Industri audio TV cabinet.  Industri tekstil.2. DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Strategi dilakukan melalui: a.moulding dan kerajinan kayu).  Industri rumput laut dan jelly alga.

Hal ini berupa: - Pembangunan jalan. telekomunikasi. jaringan tenaga listrik. jasa angkutan. Implementasi yang ada berupa langkah pembinaan yang dilakukan melalui: a) Pengembangan Lingkungan Bisnis yang Kondusif dengan:  Mengembangkan yang lingkungan mampu keuntungan. Memfasilitasi untuk pengurus SKA (Surat Keterangan Asal Barang) sebagai persyaratan untuk Eskpor.  Pemberian Rekomendasi penerbitan angka untuk pengenal impor (tahun 2014. usaha menciptakan tersedianya lapangan kerja dan terpeliharanya lingkungan hidup  Mengembangkan sarana dan prasarana fisik. pelabuhan. pergudangan. telematika dan air bersih. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 29 . 5 kali rekomendasi). jembatan. 2) Pengembangan Industri Dalam Rangka Mengamankan Pasar Dalam Negeri.

kemasan produk. jasa pengerajin mutu dan jasa pengolahan/pembuangan limbah serta jasa kalibrasi . diverifikasi produk.Mendorong ketersediaan sarana pendidikan dan pelatihan bagi pengembangan SDM industri.  Mendorong pengembangan usaha jasa sarana dan prasarana bisnis penunjang industri b) Mendorong Pertumbuhan Klaster Industri Prioritas Untuk Meningkatkan Daya Saing 3) Pengembangan Industri Kecil Menengah. b) Memperkuat struktur industri dengan memberikan berbagai jenis pelatihan (peningkatan ketrampilan. khususnya bidang teknik produksi dan manajemen serta bisnis. Implementasi yang ada berupa: a) Pemberian pelayanan perizinan “ONE STOP SERVICE”. .Mendorong pengembangan usaha jasa sarana dan prasarana bisnis penunjang industri. desain industri. - Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 30 . cara produksi yang baik dan standarisasi produk). antara lain kawasan industri.

b) Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi para aparat pembina industri baik yang dilakukan oleh lembaga pendidikan di Kabupaten Malang dan mengirim aparat pembina untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di Provinsi Jawa Timur. 4) Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian. kewirausahaan dan manajemen baik yang dilaksanakan Perindustrian Kabupaten Perdagangan Malang dan oleh Dinas dan Pasar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Provinsi Jawa Timur.c) Restrukturisasi mesin peralatan industri kecil dan menengah dengan memberikan bantuan mesin peralatan. c) Melakukan magang kerja. e) Fasilitasi pengurusan Hak Atas Kelayakan Intelektual). Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 31 . d) Pengembangan One Village One Product (OVOP) di sentra-sentra produk IKM. Implementasi yang ada antara lain: a) Melakukan pendidikan dan pelatihan bagi pelaku usaha industri di bidang teknis. bisnis.

Pengembangan Perdagangan Dengan fokus pada: 1) Stabilisasi dan Penguatan Pasar Dalam Negeri. 2) Peningkatan Ekspor dan Kerja Sama Internasional. b) Memfasilitasi pengurusan SNI. c) Misi dagang. c) Memberikan Pembelajaran bagi pelaku usaha industri akan kepentingan SNI. b. Langkah-langkah yang dilakukan : Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 32 . d) Sistem Resi Gudang.5) Penerapan Standar Nasional Indonesia Langkah-langkah/implemetasi yang dilakukan: a) Melakukan sosialisasi terhadap perusahaan industri yang komoditinya wajib SNI. Langkah-langkah yang dilakukan: a) Pasar lelang agro Jatim. b) Kantor perwakilan dagang Jatim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

a) Peningkatan dilihat ekspor melalui ekspor-impor dan impor neraca Kabupaten dapat perdagangan Malang pada tahun 2013 mengalami surplus sebesar US$ 266.54%).72%).957.46 Kg mengalami kenaikan sebesar 5.135.090.405.002. jika dibandingkan neraca perdagangan pada tahun 2012 sebesar US$264.315.09 (2.031.95.017. jika dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2012 sebesar US$ 329.821.460.54 Kg (2.89.314. b) Realisasi nilai ekspor Kabupaten Malang tahun 2013 sebesar US$ 338.055.985.79%).80 mengalami kenaikan US$ sebesar 8. c) Sedangkan Malang volume tahun 201.720. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 33 .00 Kg. ekspor 2013 jika Kabupaten sebesar dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun 2012 sebesar 196.511.69 mengalami kenaikan sebesar US$ 2.601.26 (0.717.273.

4) Pengembangan Fasilitas Pembiayaan Ekspor. d) Meningkatkan konsumsi dalam negeri. Langkah-langkah yang dilakukan: a) Melindungi kepentingan industri Kabupaten Malang. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 34 . b) Melindungi lapangan kerja. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang memfasilitasi pembiayaan melalui bank-bank Devisa untuk mendapatkan kredit usaha.3) Pengkajian Kebijakan Perdagangan Dalam Mendukung Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN. akan adalah tetapi yang produk harus dalam dikonsumsi negeri pada umumnya dan produk dari Kabupaten Malang pada khususnya. 5) Edukasi Publik Mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. c) Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang. Langkah-langkah yang dilakukan: khusus untuk calon eksportir.

Langkah-langkah yang dilakukan: a) Pemerintah Daerah Kabupaten Malang telah bekerjasama Provinsi Jawa dengan Timur Pemerintah dalam hal ini Disperindag Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti pelatihan Diklat Pengembangan Produk dan Kemasan untuk pasar ekspor dan diklat prosedur ekspor. b) Telah dilakukan sosialisasi kebijakan di bidang ekspor dan impor agar para eksportir dan importer lebih memahami mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 35 .

- Cengkeh: 200 Ha. dengan implementasi: 1) Pengembangan Kawasan Komoditi Strategis Tahun 2012 s/d 2014 : - Kopi arabika: 1000 Ha. DINAS PERTANIAN DAN PERKEBUNAN Strategi yang ada pada Dinas Pertanian dan Perkebunan berupa Pengembangan Pertanian dengan fokus: a. - Pisang Mas Kirana : 60 Ha 2) Peningkatan Mutu Hasil Pertanian - Bongkar ratoon (tebu) : 2431 Ha. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 36 . - Tembakau: 300 Ha. - Jeruk Keprok 55 : 100 Ha. - Kebun Bibit Datar (tebu) : 49 Ha. - Rawat ratoon (tebu) : 2715 Ha. Peningkatan Investasi Langsung di Sektor Pertanian.3. - Tebu: 300 Ha. - Kakao: 300 Ha. - Melindungi kawasan kopi dengan indikasi geografis.

b. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 37 . 3) MoU petani dengan eksportir kakao (Guyub Santoso Blitar). 4) Wisata Petik Jeruk. kakao.- Sekolah Lapang Pengendalian hama terpadu untuk kopi . - Sekolah Lapang GHP (Good Handling Practice ). kopi. Peningkatan Akses Pasar Implementasi yang ada yaitu: 1) Festival Citarasa kopi. 2) MoU petani dengan eksportir kopi (Asal Jaya Dampit). - Sekolah Lapang Good Agriculture Practice (Sekolah Lapang Budidaya Yang Benar). tebu.

tentang larangan Import Sapi Potong sejak tanggal ditetapkannya sampai sekarang.4. Peningkatan Investasi Langsung. KUR. Implementasi berupa: 1) Kemudahan Akses modal bagi peternak untuk meningkatkan usaha melalui : KKPE. KUPS . DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN Strategi yang dilakukan berupa Pengembangan Pertanian (Subsektor Peternakan). 3) Melaksanakan dukungan penuh terhadap Surat Gubernur No: 524/8838/023/2010 tanggal 30 Juni 2010. dengan fokus berupa: a. 2) Menarik Investor dengan Promosi dan ekspose potensi terhadap peluang usaha dibidang peternakan melalui media cetak dan elektronik. CSR. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 38 . sehingga gairah berinvestasi pada usaha budidaya sapi potong meningkat.

2) Pembangunan Tempat Penampungan Susu (TPS) lengkap dengan alat pendingin (Cooling Unit) pada central produksi susu yang baru berkembang antara lain: Lawang. CSR. Sehat. c. 2. Pengamanan dan Peningkatan Kualitas Produk. Peningkatan Produksi dan Produktifitas Implementasi berupa: 1) Memberlakukan penggunaan pakan ternak yang tepat kualitas dan kuantitas bagi semua komoditi ternak. Tumpang dan Pujon. Implementasi berupa: 1) Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menghasilkan produk daging yang ASUH (Aman. Singosari. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 39 . Lawang dan Bululawang. Utuh. Kalipare dan Wajak senilai ± Rp. b. Dan akan dilanjutkan tahun 2015 untuk RPH. Tumpang. Poncokusumo. dan Halal) di Kepanjen. KUR.4) Kemudahan Akses modal bagi peternak untuk meningkatkan usaha melalui: KKPE.8 Milyar. KUPS.

5 Milyar. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 40 . d. 2) Pendirian unit Pelaksana Teknis Dinas Sapi Perah dan Pengolahan Hasil di Wajak dengan biaya ± Rp. Peningkatan Genetis Ternak sebagai Bibit Unggul Implementasi berupa: 1) Optimalisasi pelaksanaan Program Teknologi/Inseminasi Buatan (IB).2) Pencegahan dan penanggulangan penyakit melalui vaksinasi Brucella pada sapi perah dan AI pada unggas serta pengobatan massal pada ternak besar.

5. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
Strategi

dilakukan

Pengembangan

melalui

Kelautan dan Perikanan dengan fokus:
a. Penguatan Kelembagaan dan Posisi Kelautan
dan Perikanan.
Implementasi yang ada berupa:
1. Memperkuat

kelembagaan

pelaku

usaha

agribisnis perikanan untuk mempercepat
penyerapan dan penyebarluasan teknologi
dan inovasi kelautan dan perikanan melalui
pembinaan/pendampingan secara intensif;
2. Mendorong/memotivasi

peningkatan

kelompok

dalam

mengakses

informasi

terbaru

sesuai

dinamika
informasi-

perkembangan

kebutuhan pasar yang berhubungan dengan
usaha yang tengah dijalankan kelompok;
3. Meningkatkan ketrampilan kelompok dalam
mengelola

usahanya

melalui

pelatihan-

pelatihan teknis terstandard yang mampu
menunjang hasil produksi kelompok dengan
kualitas yang kompetitif

pada level pasar

MEA;
Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

41

4. Memberikan

peran

kepada

KUD

Mina

Lembaga Masyarakat Pesisir sebagai Mitra
Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan
Pelelangan Ikan.
b. Peningkatan

Daya

Saing

Kelautan

dan

Perikanan
Implementasi yang ada berupa:
1) Pemberian bantuan alat tangkap dan alat
bantu penangkapan ikan di laut;
2) Pembangunan

prasarana

kegiatan

penangkapan ikan di Pelabuhan seperti
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru;
3) Pemberian

alat

navigasi

GPS

untuk

mendukung operasional penangkapan ikan;
4) Pembinaan Teknis Penangkapan Ikan;
5) Penyediaan tenaga Pengawas Perikanan di
Pelabuhan untuk membantu mempercepat
proses

pengurusan

ijin

operasional

penangkapan ikan;
6) Pemberian Ijin Usaha Penangkapan ikan
untuk menurunkan Illegal Fishing.

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

42

c. Penguatan dan Peningkatan Pasar Ekspor.
Implementasi yang ada berupa:
1) Sertifikasi pengawakan kapal Ahli Nautika
Kapal

Perikanan

(ANKAPIN)

dan

Ahli

Teknika Kapal Perikanan (ATKAPIN) yang
merupakan syarat ekspor ikan tangkapan
laut;
2) Sertifikasi CBIB sebagai jaminan syarat
ekspor ikan hasil budidaya;
3) Ikut serta dalam pameran-pameran dan
forum bisnis kelautan dan perikanan pada
tingkat daerah, regional dan nasional.

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015

43

Implementasi yang ada berupa: 1) Perluasan jaringan distribusi listrik di dusun-dusun belum berlistrik yang memiliki potensi UMKM pengembangan dan kegiatan produk-produk produktif yang memerlukan energi listrik (masih terdapat 109 Lokasi yang belum teraliri listrik). 2) Penerapan kewajiban manejemen energi pada pemanfaatan energi oleh perseorangan atau badan usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaannya (seluruh pengguna energi).6. DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Strategi yang dilakukan berupa Pengembangan Energi. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 44 . 3) Monitoring pemanfaatan energi oleh perseorangan atau badan usaha (badan usaha pengguna energi primer selain listrik). dengan fokus: a. Pengembangan sub sektor ketenagalistrikan dan pengurangan energi fosil (Bahan Bakar Minyak).

Implementasi yang ada berupa: 1) Pembangunan digester biogas untuk penyediaan pemerataan energi di perdesaan (yang sudah terbangun saat ini sebanyak 5. Peningkatan pasokan energi dan listrik agar dapat bersaing dengan negara yang memiliki infrastruktur lebih baik. c. Pengembangan sub sektor energi baru. - Rencana pembangunanan PLTM Kali Konto (Kapasitas 20 MW).418 unit). Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 45 . 2) Pengembangan pemanfaatan biogas menjadi energi listrik produktif/Kampung untuk usaha Mandiri Energi (1 Lokasi). terbarukan dan konservasi energi.b. Implementasi yang ada berupa Penerbitan persetujuan prinsip untuk : - Rencana pembangunan PLTA Karangkates IV dan V dan Kesamben (Kapasitas 32 MW).

pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah propinsi. Komunikasi dan Informatika Strategi yang dilakukan berupa Pengembangan Infrastruktur. dan mulai tahun 2012 pelayanan penerbangan sipil Abdulrachman Saleh Malang dikelola UPTD Bandara pembinaan Abdulrachman Dinas Saleh Perhubungan dibawah dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Status Pengelolaan Bandara:Sejak dibukanya kembali bandara Abdulrachman Saleh melayani penerbangan sipil tahun 2005. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 46 . Peningkatan maskapai dan jenis pesawat serta frekuensi pelayanan yang ada. dengan fokus Peningkatan Daya Saing Infrastruktur. Dinas Perhubungan. Peningkatan Fasilitas Transportasi Udara dan Fasilitas Transportasi Darat. c. Implementasi yang ada yaitu: a. b.7.

b. DINAS BINA MARGA Strategi yang dilakukan berupa Pengembangan Infrastruktur. Pengembangan Infrastruktur Konektivitas.8. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 47 . Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran. Implementasi berupa Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan dengan memprioritaskan aksessibilitas antar wilayah terutama daerah produksi dan pusat ekonomi. dengan fokus: a. Peningkatan Daya Saing Infrastruktur Implementasi berupa Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan dengan umur konstruksi yang panjang. c.

kepada 32 Koperasi Termasuk khusus tahun 2014 Rp. 2.000. Kecil dan Menengah.Pengguliran sampai dengan 30 Oktober 2014 sebesar Rp.- dengan rincian sebagai berikut : - Rp.000.000. DINAS KOPERASI DAN UMKM Strategi yang dilakukan berupa Pengembangan Usaha Mikro.500.319.kepada 96 UKM - Rp. 14. Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro. 3.250. 4. dengan fokus: a.069.480.000.367...500. 130. 2.000. Kecil dan Menengah dari Sisi Pembiayaan Adapun implementasi yang ada berupa PKK – BLUD Dana Bergulir: 1) Dana dari Pemerintah Kabupaten Malang Rp.237.000..000.500.000.340.kepada Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 2 Koperasi 48 .- Rp.kepada 477 UKM - Rp.500.9.. 11.000.

4) Dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Rp..000.000.diperuntukan bagi para karyawan/keluarga dan masyarakat dilingkungan industri rokok atau daerah penghasil tanaman tembakau yang telah mendapat pelatihan ketrampilan kewirausahaan bagi 40 kelompok 20 desa 11 kecamatan per kelompok sebesar Rp.000. 4.000.000. 3) Dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Rp..000.100.000.Tahun 2014 diperuntukan bagi 164 koperasi wanita @ Rp.250.. 15.000.-. 25.000.000. 5) Dana Bantuan Sosial th. 2014 dari Kementerian Koperasi dan UKM RI masing– masing kepada: Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 49 .000.- tahun 2014 diperuntukan sebagai perkuatan permodalan ritel sebesar Rp.-. 610. 25.sebagai reward ke dua setelah mendapatkan evaluasi dari perguruan tinggi.2) Dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Malang Rp. 25.

50. Peraturan Gubernur dan Peraturan Bupati kepada 105 Koperasi. b) KAN Jabung sebesar Rp.000. dengan implementasi: 1) DPA – Dinas Koperasi dan UMKM a) Sosialisasi prinsip-prinsip Perkoperasian baik UU.000..untuk stimulan pembangunan reaktor biogas. 900. PP.000. Pengembangan Daya Saing Usaha Mikro. b) Pelatihan bagi pengawas 175 koperasi dalam rangka meningkatkan kemampuan pemeriksaan dan pengawasan koperasi.000. Kecil dan Menengah dalam rangka peningkatan eligibilitas dan kapabilitas daya saing Usaha Mikro.000. b. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 50 .untuk pengembangan sapi perah.masih dalam proses. 325. Peraturan Menteri.untuk program sarana produksi pertanian. d) Koperasi Pasar Prajurit Sitiarjo untuk revitalisasi pasar tradisional sebesar Rp.a) KUD Dampit sebesar Rp. c) Koperasi Margo Mulyo sebesar Rp.000. Kecil dan Menengah.000. 100..000.

peternakan. c.500 orang bergabung pada 60 kelompok . 3) Fasilitasi Pembinaan dari Kementerian Koperasi Berupa Sosialisasi HAKI kepada 50 Koperasi dan UMKM. e) Pelatihan ketrampilan kewirausahaan bagi karyawan/keluarga dan masyarakat dilingkungan industri rokok atau daerah penghasil tanaman tembakau kepada 1. Mendorong Pemberdayaan Sektor Riil dan Daya Saing UMKM. masyarakat desa hutan sebanyak 150 koperasi. 2) Fasilitasi Pembinaan dari Provinsi Jawa Timur.c) Bimbingan teknis kepada pengurus/karyawan/anggota koperasi peternakan dan pertanian sejumlah 50 koperasi/KUD. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 51 . d) Pelatihan ketrampilan kewirausahaan utamanya kepada 300 UMKM. Berupa Bimbingan teknis bagi pengurus/pengawas/anggota koperasi tebu rakyat.

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 52 . c) Membangun SMPN di Kecamatan Dau dan Kecamatan Karangploso. DINAS PENDIDIKAN Strategi yang ada dilakukan melalui Pengembangan Tenaga Kerja dengan fokus pada: a.10. meliputi SMK Negeri sebanyak 8 dan SMK Swasta sebanyak 106. Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Adapun implementasi yang dilakukan berupa: a) Mengoptimalkan sekolah vokasi yang telah ada sebanyak 214 SMK. b) Merencanakan pembangunan SMKN baru sesuai kompetensi dan relevansi sebanyak 4 Unit Sekolah Baru (USB) di Kecamatan Wonosari dengan Kecamatan kompetensi Wajak dengan Perhotelan. kompetensi Perikanan dan Kecamatan Pagak dengan kompetensi Industri serta merencanakan pembangunan SMKN Seni di Kecamatan Singosari. Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja b.

kedinasan dan lain–lain guna meningkatkan kualitas diri.d) Mengimplementasikan SMK Mini dan Akademi Komunitas di SMK dan Pesantren. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 53 . l) Implementasi Kurikulum 2013. i) Mengoptimalkan seperti PKBM Masyarakat) pendidikan (Pusat sebanyak non Kegiatan 64 formal Belajar lembaga dan Keaksaraan Fungsional. h) Meningkatkan jalinan sekolah di Cina. g) Optimalisasi sekolah model dan sekolah kerjasama dengan rujukan nasional. Thailand dan lainnya. calon Kepala Sekolah. Kurikulum 2013. Honda. e) Meningkatkan jalinan kerjasama antara sekolah vokasi dengan industri seperti Astra. j) Mengikuti lomba–lomba sain dan teknologi. Traktor Nusantara dan lainnya. k) Menerbitkan jurnal pendidikan. f) Meningkatkan (diklat) pendidikan bagi dan Tenaga pelatihan Pendidik dan Kependidikan (TPK) antara lain pelatihan IT.

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 54 . yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dengan produk berkualitas dan mampu bersaing didunia kerja dan pangsa pasar jumlah peserta 360 orang.11. 2) Melaksanakan berbasis kejuruan pelatihan masyarakat dan ketrampilan dengan materi bidang pelatihan didasarkan pada kebutuhan pasar. DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Strategi yang ada dilakukan melalui Pengembangan Tenaga Kerja dengan fokus pada: a. etos kerja dan etika kerja yang diharapakan bisa menjadi daya saing di dunia kerja . Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja Implementasinya berupa: 1) Memberikan bagi Pelatihan persiapan kerja angkatan kerja muda/siswa yang baru lulus sebanyak 250 orang untuk memberikan bekal bagi mereka sebelum memasuki dunia kerja yang diharapkan bisa memiliki dengan jiwa semangat ketenagakerjaan kerja yang tinggi loyalitas.

Implementasinya berupa: 1) Pelatihan Bengkel Sepeda motor berbasis kompetensi bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan ketrampilan di dunia otomotif sehingga bisa bekerja ditempat kerja atau membuka usaha baru 40 orang. 2) Memberikan Pelatihan Bimbingan Kompetensi bagi Lembaga Pelatihan Kerja sebagai mitra kerja Pemerintah dalam meningkatkan sumber Daya Masyarakat 40 orang. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 55 . 3) Melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan bagi usaha-usaha kecil dalam meningkatkan management usaha dan produktivitas tenaga kerja 60 UMKM. Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja. Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. 4) Memberikan sertifikasi dan akreditasi bagi LPKS sebanyak 20 LPK kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja.b.

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 56 .5) Melaksanakan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi dari LSP bagi UMKM binaan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malang.

Peningkatan Akses Pasar Implementasinya berupa: Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 57 .12. b. 2) Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Obat Tradisonal (UMOT) dan Usaha Kecil Obat Tradisonal (UKOT) di Wilayah Kabupaten Malang. Pengawasan dan Pengendalian Sarana produksi dan Sarana Distribusi Obat Tradisional. 4) Melakukan Pembinaan. Peningkatan Ketahanan Pasar Jamu Implementasinya berupa: 1) Peningkatan Kapasitas Jamu Gendong di Wilayah Kabupaten Malang. DINAS KESEHATAN Strategi yang ada dilakukan melalui Pengembangan Kesehatan dengan fokus pada: a. 3) Peningkatan dengan Kuantitas Pelayanan Puskesmas Kefarmasian Komplementer antara Obat Medis dengan Obat Tradisional.

4) Melakukan pemeriksaan sampel makanan minuman yang dicurigai mengandung bahan tambahan pangan yang dilarang termasuk jajanan pangan anak sekolah. 3) Melakukan pengawasan dan pengendalian untuk sarana.1) Pembinaan industri rumah tangga terkait dengan sertifikasi produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT). makanan minuman dan kosmetika. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 58 . 5) Membagikan brosur pada event-event tertentu tentang keamanan pangan. 2) Menfasilitasi pangan industri rumah tangga tidak mampu untuk yang mendapatkan sertifikat (ijin edar) PIRT setiap tahun sebanyak 200 sarana. toko. pasar secara berkala dan insidensil menjelang lebaran untuk obat.

Turen dan Pakisaji.13. DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA Strategi yang ada dilakukan melalui Pengembangan Kepariwisataan dengan fokus pada: a. b) Wisata Pantai Mangrove. Pengembangan Destinasi Wisata Implementasinya berupa: 1) Daya Tarik Wisata Alam a) Snorkling. 3) Daya Tarik Wisata Budaya a) Pembangunan Museum Singhasari Malang. b) Kolam renang baru di Dampit. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 59 . Pantai Diving dan Lenggoksono Surving di Kecamatan Tirtoyudo. Sendangbiru snorkling di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. c) Kafe di Pantai Balekambang. 2) Daya Tarik Wisata Buatan a) Food Center di Taman Rekreasi Sengkaling.

2) Upacara Jalanidipudja di Pantai Balekambang (Maret). Pengembangan Acara (Event) Pariwisata Implementasi yang ada di Event Natal dan Tahun Baru di Taman Wisata Air Wendit (Januari) 1) Upacara Mauludan di Pantai Ngliyep Kecamatan Donomulyo (Januari). Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 60 .b) Wisata kuliner dan tempat ritual sangkala dalam rangka Gebyar Ritual 1 Suro di Gunung Kawi Kecamatan Wonosari. c) Paralayang di Desa Wisata Pujon Kidul Kecamatan Pujon. d) Penataan dan Pengembangan di Desa Wisata Sanankerto Kecamatan Turen (Wisata Bambu). e) Penataan dan Pengembangan di Desa Wisata Selorejo Kecamatan Dau (Agro Jeruk). b. f) Pembukaan Goa Raksasa di Desa Wisata Ngadas Kecamatan Poncokusumo.

7) Jaz Kawi (Mei). Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 61 . 13) Suroan di Pantai Balekambang (Oktober). 8) Event Idul Fitri dan Liburan di Taman Wisata Air Wendit (Juli). 12) Suroan di Gunung Kawi Kecamatan Wonosari (Oktober). 10) Upacara Karo di Ngadas Poncokusumo (Oktober). 4) Syukuran Nelayan di Pantai Tamban Sumbermanjing Wetan (April). 6) Grebeg Tengger Tirto Aji di Taman Wisata Air Wendit (Mei). 11) Festival Pelangi Budaya Suku Tengger di Ngadas (Oktober). 14) Kirab Budaya di Kecamatan Gondanglegi (November).3) Festival Kopi di Wonosari (Maret). 9) Upacara Petik Laut di Pantai Sendangbiru (September). 5) Malang Marathon Ten Beach (April).

17) Bersih desa yang diselenggarakan oleh desa–desa yang ada di Kabupaten Malang. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 62 .15) Gumebyar Bhumi Kanjuruhan ( November – Desember ). 16) Event Natal dan Tahun Baru di Sitiarjo Sumbermanjing Wetan (Desember).

Sinergitas pembangunan antar wilayah melalui penguatan konektivitas nasional yang memanfaatkan posisi geo-strategis regional dan global akan menjadi tulangpunggung yang membentuk postur konektivitas nasional dan sekaligus diharapkan berfungsi menjadi instrumen pendorong dan penarik keseimbangan ekonomi wilayah. Pengembangan Infrastruktur Konektivitas. Termasuk dalam infrastruktur konektivitas ini adalah pembangunan Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 63 . tetapi dapat juga menciptakan kemandirian dan daya saing ekonomi nasional yang terintegrasi satu sama lain. Hal ini tidak hanya dapat mendorong kegiatan ekonomi yang lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia.14. DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG Dengan fokus pada: a. adapun implementasinya adalah: 1) Seluruh kegiatan prioritas konektivitas dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dilaksanakan melalui pengembangan sinergitas pembangunan antara Pemerintah pusat dan daerah serta antar wilayah.

jalur transportasi dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). faktor spesifik wilayah. dan pemilihan teknologi yang rencana aksi Nasional dalam tepat. b) Memperluas pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aksesibilitas dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. dan Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 64 . Penguatan MP3EI Penyusunan Konektivitas dimaksudkan untuk beberapa hal sebagai berikut: a) Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama untuk memaksimalkan pertumbuhan. 2) Konektivitas tersebut harus didukung oleh sistem transportasi nasional dengan pola keterpaduan antar dan intramoda dengan mempertimbangkan karakteristik tiap moda transportasi. pola pengembangan wilayah. serta seluruh regulasi dan aturan yang terkait dengannya. aspek geografis.

akuntabilitas dan efisiensi. urusan yang diikuti dengan maka diserahkan aturan dari setiap ke daerah yang jelas bagaimana untuk melaksanakan urusan Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 65 . terpencil dan perbatasan dalam rangka pemerataan pembangunan. Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan cara tersebut maka dalam setiap urusan akan jelas apa-apa saja yang menjadi kewenangan Pusat.c) Menyebarkan manfaat pembangunan secara luas inklusif dan (pertumbuhan berkeadilan) peningkatan yang melalui konektivitas dan pelayanan dasar ke daerah tertinggal. 3) Bercermin dari permasalahan tersebut. UU 32/2004 mencoba membagi setiap urusan pemerintahan menggunakan tiga dengan kriteria yaitu externalitas. tersebut Pembagian dituangkan urusan dalam PP 38/2007. Untuk mencegah terjadinya multi interpretasi.

belum ada suatu kajian yang komprehensif kerusakan mengenai tingkat lingkungan akibat pembangunan infrastruktur transportasi dan energi. Prosedur dan kriteria) yang dahulu istilah sangat populer dengan dan juknis untuk tersebut. Hingga saat ini. Pengaturan tersebut yang sekarang ini dikenal dengan istilah NSPK (Norma. “Bila infrastruktur hanya menjadi tujuan. b. yang dikerjakan hanya Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 66 .tersebut. NSPK juklak mengerjakan urusan tersebut diharapkan dapat menciptakan kejelasan bagi melaksanakan memudahkan daerah urusan untuk tersebut pengawasan dan dan pembinaan dari Pusat. Implementasi Peningkatan Daya Saing Infratruktur 1) Aspek lain yang belum diperhitungkan dalam MP3EI adalah dampak lingkungan dari pembangunan infrastruktur. Standard.

Namun. lapangan kerja semakin terbuka lebar.” Sebagai contoh. yang lebih utama adalah konektivitas barang. Setiap kali kita membangun infrastruktur harus melihat tujuan. “Jika kita mempunyai daya saing. salah satu fungsi dari infrastruktur adalah konektivitas. 2) Dengan adanya semua keunggulan tersebut. Investasi akan masuk. Apa melihat pun yang tujuan dibangun mempunyai nilai tambah. konektivitas di sini bukan hanya konektivitas manusia. pertumbuhan ekonomi negara semakin tinggi. Harus ada Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 67 . masyarakat serta juga kesejahteraan semakin luas dan merata. kita akan menang. Apalagi. dan neraca perdagangan juga akan lebih baik.proyek mahal. dan tidak efisien. perdagangan unggul. sulit.” . serta membuat produk dari negara itu berdaya saing. pembangunan infrastruktur di Tiongkok dilakukan dengan bernegara.

Selama ini. anggaran pengadaan infrastruktur itu tidak harus dari APBN. koordinasi. Dana APBN hanya untuk membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan rakyat miskin. “CSID didirikan untuk mengisi pilar ke empat yakni akademikus. dalam yakni pembangunan implementasi. masyarakat madani.infrastruktur yang membuat aliran barang berjalan lancar kemana pun.” c.” 3) Pembangunan infrastruktur memiliki empat pilar. yakni pemerintah. dan akademikus. dan menutup kelemahan sumber daya manusia. Swasta dan masyarakat juga bisa melakukan pembangunan infrastruktur. ada tiga hal yang menjadi kelemahan infrastruktur. Pengembangan infrastruktur sistem pembayaran Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 68 . dan sumber daya manusia. “Hal yang perlu diingat. swasta.

2) Selanjutnya dalam rangka memperkuat kelembagaan industri sistem pembayaran di Indonesia. ASPI mampu Bank dan APPUI menjadi mitra Indonesia dalam menciptakan industri sistem pembayaran yang semakin handal. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 69 . memfasilitasi Bank pelaku Indonesia industri telah sistem pembayaran dalam pendirian Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Asosiasi Penyelenggara Pengiriman Uang Indonesia diharapkan strategis (APPUI). baik sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia maupun oleh pihak di luar Bank Indonesia. Persiapan mengahadapi era integrasi ekonomi di kawasan ASEAN melalui MEA terus dilakukan dan menjadi faktor utama dalam penguatan infrastruktur sistem pembayaran.1) Penguatan dari sisi infrastruktur menjadi fokus utama sistem dalam pengembangan pembayaran.

Hal ini untuk menghindari terjadinya risiko kegagalan setelmen pada saat pertukaran Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 70 . pengembangan infrastruktur baru. kebijakan dan arah pengembangan sistem pembayaran akan tetap difokuskan pada upaya penataan infrastruktur sistem pembayaran dalam rangka meningkatkan keamanan sistem dan efisiensi pembayaran.3) Untuk satu tahun ke depan. 4) Penguatan infrastruktur tercermin dimana sebagai pembayaran layanan Payment tersebut Bank Indonesia penyelenggara sistem mulai mengoperasikan setelmen Payment-versus- (PvP) pada Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-RTGS). 5) Layanan penyelesaian transaksi jual beli setelmen valuta dari asing khususnya United States Dollar (USD) terhadap Indonesian Rupiah (IDR) dilakukan secara bersamaan. melalui sistem dalam antara lain penataan infrastruktur pembayaran.

ragam antara derivasi lain produk keuangan global dan hilangnya batasan wilayah ekonomi regional yang digagas melalui MEA maupun kerjasama regional lainnya. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 71 .nilai uang munculnya dilakukan.

3) Home Industri (Perda No 3 Tahun 2010). Database Investasi 1) Adanya Website Penanaman Modal. Kemudahan Berusaha 1) Fasilitasi kepada calon investor . Peningkatan investasi melalui peningkatan kepastian hukum Penetapan kawasan peruntukkan industri meliputi 1) Kawasan industri. Otsuka Indonesia. Perluasan Investasi Keamanan dan kenyamanan berusaha adanya jaminan dari Kepolisian setempat (Perluasan PT.15. b. Agro Mitra Alimentare) d. 2) Lokasi industri yang telah berkembang. 2) Kemudahan untuk memperoleh lahan c. KANTOR PENANAMAN MODAL Strategi yang ada dilakukan melalui Pengembangan Investasi dengan fokus pada: a. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 72 . Beiersdorf Indonesia dan PT. PT. 2) Buku Profil Perusahaan.

Peningkatan Daya Saing Investasi 1) Adanya promosi investasi. Perluasan investasi Perusahaan Nasional di Kawasan ASEAN. 2) Pembuatan Buku Profil Investasi. 3) Pembuatan Brosur. Leaflet dan lain-lain.e. meningkatkan komunikasi. tentang dengan tujuan: pengembangan berbagi wawasan dan perluasan investasi. kerja sama dan kemitraan antar Pelaku Usaha. f. Implementasinya kegiatan dengan Peningkatan Kerjasama di Bidang mengadakan Koordinasi Penanaman dan Modal antara Instansi Pemerintah dengan Dunia usaha melalui Forum Investasi dan Temu Usaha. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 73 .

3) Publikasi melalui website http://www. 2) Peningkatan Daya Saing Infrastruktur.go.id. 4) Jaringan internet di seluruh kantor kecamatan dan beberapa desa. 2) Pengembangan Acara (event) Pariwisata. 4) Telecenter DWG Sakti Desa Gubugklakah Kecamatan Poncokusumo. Telkom dalam program Kabupaten Malang Digital Society. dengan implementasi: 1) Pengembangan Infrastruktur Konektivitas.16. Pengembangan Kepariwisataan. Pengembangan Infrastruktur. 3) Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran.malangkab. dengan implementasi: 1) Pengembangan Destinasi Wisata. 5) Bekerja sama dengan PT. b. BAGIAN PENGELOLA DATA ELEKTRONIK Strategi yang ada dilakukan melalui: a. Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 74 .

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 75 .

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 76 .

Kabupaten Malang Menuju MEA 2015 77 .