BAB II

LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien

Nama

: Iwan

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Usia

: 46 tahun

Alamat

: Citarip

Agama

: Islam

Status Pernikahan

: Menikah

No. Rekam Medik

: 0001475764

Waktu masuk pasien : 20.00 WIB

B. Anamnesis
1. Keluhan Utama
Bengkak di rahang bawah sebelah kiri
2. Riwayat Penyakit
Pasien laki-laki usia 46 tahun datang dengan keluhan pembengkakan di rahang
bawah kiri ± 2 minggu yang lalu. Pasien mengeluhkan sakit gigi di rahang bawah
kiri. Karena keluhannya pasien kemudian berobat ke salah satu puskesmas di
Citarip dan disana diberikan 3 macam obat (pasien lupa nama obat). Kemudian
pasien pulang, ± 1 minggu keluhan sakit gigi muncul kembali disertai bengkak
pada rahang bawah kiri dan susah membuka mulut. Karena keluhannya pasien
kembali berobat ke salah satu praktek swasta dokter umum di cilacap dan
2

kemudian pasien dipulangkan. Keadaan Umum  Kesadaran : Compos Mentis  Nadi : 101 x/menit  Suhu : 37. C.3 diberikan 3 macam obat. Wh -/-  Cor  Abdomen : Datar lembut. pembengkakan pada  Mata : Konjungtiva non anemis.4°C  Respirasi : 23 x/menit 2. sklera non ikterik  Leher : JVP tidak meninggi. Pasien kemudian dibawa oleh keluarganya ke RS Dustira namun karena tidak ada tenaga ahli pasien dirujuk ke RSHS. Status Generalisata  Kulit : Turgor (+)  Kepala : Wajah asimetris. Pemeriksaan Klinis 1. BU (+) : BJ murni reguler pipi kiri . Rh -/-. ± 1 hari SMRS keluhan bengkak di rahang bawah kiri semakin membesar dan pasien susah makan dan minum. KGB Submandibula kiri tidak dapat diperiksa dan kanan tidak teraba  Thorax : B/G simetris  Pulmo : VBS Ki=Ka.

Intraoral  Gingiva  Mukosa bukal : Edema di regio mukosa bukal kiri  Vestibulum : Edema di vestibulum regio gigi 36. warna lebih terang dari jaringan sekitar.38  Bibir : Tidak ada kelainan : Edema dan hiperemi pada marginal gingiva gigi 36-38 . pembengkakan a/r bukal sn yang meluas ke submandibula sn ukuran 10x 10x 5 cm. Gambar 1. Pembengkakan Rahang Bawah Kiri (Ditunjukkan Anak Panah) b. 37. berbatas jelas.4  Ekstrimitas : Akral hangat. fluktuasi (+). Status Lokalisata a. CRT <2” 3. Ekstraoral Wajah tidak simetris.

Status Lokalisata Intraoral c. Odontogram ± GP GP GP GP  Pembukaan mulut = ± 2 jari GP GP .5  Lidah : Tidak ada kelainan  Palatum : Tidak ada kelainan  Dasar mulut : Tidak ada kelainan  Tonsil : T1-T1 Gambar 2.

10-22. 38. PT. APTT • IVFD RL sedang 6 jam pertama 2400 cc • Pemasangan kateter urin.c Gangren pulpa 36. Tata Laksana • Pro foto panoramik x-ray • Lab lengkap.38 • Aplikasi penrose drain ekstraoral • Aplikasi verban ekstraoral . inisial urin 90 cc • Tapping pus a/r submandibula Sn (± 12 cc) • R/ Cefadroxil 1 gr IV (pukul 16.6  Kalkulus (+) D.10) Metronidazole inf 210 mg IV Ranitidine inj 50 mg IV Ketorolac inj 30 mg IV • Insisi drainase a/r submandibula sn -> ± 50 cc • Ekstraksi gigi 36. Diagnosis banding : Limfadenopati Submandibula Sinistra E. Diagnosis Kerja Diagnosis : sepsis + abses bukal sinistra yang meluas ke submandibula sn e.

46 di Poli Bedah Mulut di waktu kerja . 45.16. Aspirasi Pus F.7 Gambar 5. Saran dan Instruksi Pasca Tindakan • Oral Hygiene Instruction • Diet lunak 1600 kkal/ hari • Spooling IO dengan NaCL 0.9 % 2x/ hari • Ganti Verban 2 x/hari • Ganti penrose drain 1 x/3hari di Poli Bedah Mulut RSHS • Lakukan latihan buka tutup mulut menggunakan stik es krim • Pro scaling RA dan RB di Poli Gigi dan Mulut RSHS • Ektrasi gigi 15.