ASKEP ORAL THRUSH (KANDIDIASIS

)

1.

LATAR BELAKANG
Kandidiasis (moniliasis) adalah suatu infeksi oleh jamur Candida, yang sebelumnya disebut
Monilia. Kandidiasis oral atau sering disebut sebagai moniliasis merupakan suatu infeksi yang
paling sering dijumpai dalam rongga mulut manusia, dengan prevalensi 20%-75% dijumpai pada
manusia sehat tanpa gejala. Kandidiasis pada penyakit sistemik menyebabkan peningkatan angka
kematian sekitar 71%-79%. Terkadang yang diserang adalah bayi dan orang dewasa yang
tubuhnya lemah. Pada bayi bisa didapat dari dot, pakaian, bantal,
dan sebagainya.
Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit pada rongga mulut berupa lesi merah dan lesi
putih yang disebabkan oleh jamur jenis Candida sp, dimana Candida albican merupakan jenis
jamur yang menjadi penyebab utama. Kandidiasis oral pertama sekali dikenalkan oleh
Hipocrates pada tahun 377 SM, yang melaporkan adanya lesi oral yang kemungkinan disebabkan
oleh genus Kandida. Terdapat 150 jenis jamur dalam famili Deutromycetes, dan tujuh
diantaranya ( C.albicans, C.tropicalis, C. parapsilosi, C. krusei, C. kefyr, C. glabrata, dan C.
guilliermondii ) dapat menjadi patogen, dan C. albicanmerupakan jamur terbanyak yang
terisolasi dari tubuh manusia sebagai flora normal dan penyebab infeksi oportunistik. Terdapat
sekitar 30-40% Kandida albikan pada rongga mulut orang dewasa sehat, 45% pada neonatus, 4565% pada anak-anak sehat, 50-65% pada pasien yang memakai gigi palsu lepasan, 65-88% pada
orang yang mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang, 90% pada pasien leukemia akut yang
menjalani kemoterapi, dan 95% pada pasien HIV/AIDS
Penyakit

ini

kemudian

diteliti

lagi

oleh

Pepy.

Beliau

melihat

jamur

itu

pada

moniliasis/candidiasis/sariawan pada bayi yang disebutnya oral thrush, sehingga ia menamakan
jamur itu thrush fungus. Veron (1835) menghubungkan penyakit pada bayi tersebut dengan
infeksi pada saat dilahirkan dengan sumber infeksi dari alat kandungan ibunya. Berg (1840)
berkesimpulan bahwa alat minum yang tidak bersih dan tangan perawat yang tercemar jamur
merupakan faktor penting dalam penyebarab infeksi ini. Berdasarkan bentuknya yang bulat

Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar.lonjong dan berwarna putih diberikanlah nama Oidium Albicans. dan sering terjadi pada masa bayi. menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. kecuali pada bayi yang mendapatkan pengobatan antibiotik atau imunosupresif (Nelson. terutama pada bayi yang mendapatkan susu formula (Pengganti air Susu Ibu – PASI). Oral Trush ini sering disebut juga denagn oral candidiasis atau moniliasis. langit – langit dan pipi bagian dalam (Wong : 1995). terdiri dari manis. DEFINISI Oral trush adalah adanya bercak putih pada lidah. Pengecapan relatif sederhana. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Sisa susu yang berupa lapisan endapan putih tebal pada lidah bayi ini dapat dibersihkan dengan kapas lidi yang dibasahi dengan air hangat. terdiri dari berbagai macam bau. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. asin dan pahit. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. geraham). Bercak tersebut sulit untuk dihilangkan dan bila dipaksa untuk diambil maka akan mengakibatkan perdarahan. angka kejadian makin jarang. ANATOMI DAN FISIOLOGI Mulut Mulut merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan. 2. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Beberapa nama peneliti mencoba mempelajarinya. 3. 1994: 638) Oral Trush ini kadang sulit dibedakan dengan sisa susu. antara lain Wilkinson yang menghubungkannya dengan vaginatis. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit. Akhirnya Berkhout (1923) menamakan jamur itu dalam genus candida. . Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim). Seiring dengan bertambahnya usia. Nama oidium kemudian berubah menjadi monilia. Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. asam.

4. seperti virus. ETIOLOGI Oral thrush dan infeksi Candida lainnya dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi lemah oleh karena penyakit atau obat-obatan seperti prednison. atau ketika antibiotik mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme dalam tubuh. sistem kekebalan tubuhnya mungkin akan melemah oleh karena penyakit kanker tersebut dan karena perawatan penyakit. Tetapi kadang-kadang mekanisme pelindung gagal. Sehingga membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi oportunistik yang biasanya tubuh akan menolak. Scharin. Kanker Jika seseorang menderita kanker.Oral trush ini juga harus denagn stomatitis. sehingga dapat memungkinkan infeksi oral thrush terus berlanjut. bakteri dan jamur. Biasanya sistem kekebalan tubuh bekerja untuk mengusir invasi organisme berbahaya. Anak yang mengalami stomatitius biasanya tidak mau makan atau minum (M. 1994: 448). Penyakit kanker dan perawatan penyakit ini dapat meningkatkan risiko infeksi Candida seperti oral thrush . antara lain: 1. HIV/AIDS Virus human immunodeficiency (HIV) merupakan virus penyebab AIDS. Serangan berulang dari oral trush mungkin merupakan tanda pertama dari infeksi HIV. Penyakit-penyakit yang dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi kandidiasis mulut (oral trush). sambil mempertahankan keseimbangan antara mikroba "baik" dan "buruk" yang biasanya menghuni tubuh. seperti kemoterapi dan radiasi. yang dapat menimbulkan kerusakan atau menghancurkan sel-sel sistem kekebalan tubuh. Stomatitis merupakan inflamasi dan ulserasi pada membran mukosa mulut. 2.

jika seseorang sedang hamil maka jamur dapat menular pada bayi selama persalinan. dan amandel (tonsil) b. seseorang mungkin tidak menyadari gejala oral trush. antara lain: a. Meskipun infeksi jamur tidak berbahaya. Jika hal ini terjadi. pipi bagian dalam. Pada anak-anak dan dewasa Awalnya. Akibatnya. pasien mungkin akan mengalami kesulitan menelan atau merasa . lesi dapat menyebar ke bawah ke kerongkongan dan esofagus (Candida esophagitis). air liur (saliva) mungkin akan mengandung sejumlah besar gula. 4. Diabetes mellitus Jika seseorang menderita diabetes yang tidak diobati atau diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Lesi menyerupai keju c. Tergantung pada penyebab. d. gusi. g. tanda dan gejala dapat terjadi tiba-tiba dan bertahan untuk waktu yang lama.3. Infeksi jamur vagina Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh jamur yang sama dapat menyebabkan candidiasis mulut. Gejala-gejala tersebut. Nyeri Sedikit perdarahan jika lesi digosok atau tergores e. Pecah-pecah dan kemerahan pada sudut mulut (terutama pada pemakai gigi tiruan) f. GEJALA KLINIS 1. Lesi putih atau krem di lidah. 5. bayi tersebut juga dapat mengalami oral thrush. sehingga dapat mendorong pertumbuhan candida. langit-langit mulut. Sensasi seperti Kehilangan terdapat kapas selera pada mulut makan Pada kasus yang berat.

Puting terasa sakit saat menyusui d. bayi mungkin juga memiliki kesulitan makan atau rewel dan mudah marah. pada sel epitel vagina. Candida sp.seolah-olah makanan terjebak di tenggorokan. Dilakukan pengolesan lesi dengan toluidin biru 1% topikal dengan swab atau kumur. 2. Puting berwarna sangat merah. d. Kemudian. PENATALAKSANAAN Terdiri dari 2 cara : . PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. juga mengeluarkan mikotoksin –diantaranya gliotoksin– yang mampu menghambat aktivitas fagositosis dan menekan sistem imun lokal. Sakit yang tajam jauh di dalam payudara 6. Laboratorium : ditemukan adanya jamur candida albicans pada swab mukosa b. Wanita yang payudaranya terinfeksi candida mungkin mengalami tanda-tanda dan gejala. Terbentuknya kolonisasi Candida sp. memudahkan proses invasi tersebut berlangsung sehingga menimbulkan gejala pada pejamu. antara lain: a. Kemampuan melekat ini lebih baik pada C. Diagnosa pasti dengan biopsi 8. dan gatal b. c. sensitif. Selain itu. Bayi dapat menularkan infeksi tersebut kepada ibu mereka selama menyusui. 7. Terdapat serpihan kulit di daerah berwarna gelap yang melingkari puting (areola) c. Candida sp. mensekresikan enzim proteolitik yang mengakibatkan kerusakan ikatan-ikatan protein sel pejamu sehingga memudahkan proses invasi. PATOFISIOLOGI Proses infeksi dimulai dengan perlekatan Candida sp. Pada bayi dan ibu menyusui Selain lesi mulut khas berwarna putih. Pemeriksaan endoskopi : hanya diindikasikan jika tidak terdapat perbaikan dengan pemberian flukonazol.albicans daripada spesies Candida lainnya.

Nystatin : tiap pastille mengandung 100.Jika bayi menetek atau menyusu ibunya. setelah itu diseduh dengan air mendidih atau direbus hingga mendidih (jika botol tahan rebus) sebelum dipakai.Oral thrush dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan mulut dan sering-seringlah minum apalagi sehabis makan. Pastille lebih enak daripada sediaan nistatin lain. Miconazol : mengandung miconazole 25 mg per ml. dalam gel bebas gula. botol dan dot dapat disterilkan dengan autoclaff dan hendaknya setiap bayi menggunakan dot satu-satu atau sendiri-sendiri tetapi apabila tidak memungkinkan atau tidak cukup tersedia hendaknya setelah dipakai dot dicuci bersih dan disimpan kering. Untuk menghindari kejadian tersebut. untuk menghindari oral thrush sebelum menyusu sebaiknya puting susu ibu dibersihkan terlebih dahulu atau ibu hendaknya selalu menjaga kebersihan dirinya. Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya. Upaya agar oral thrush tidak terjadi pada bayi adalah mencuci bersih botol dan dot susu.000 unit nistatin. selain menjaga kebersihan mulut berikanlah makanan yang lunak atau cair sedikit-sedikit tetapi frekuensinya sering dan setiap habis makan berikan air putih dan usahakan agar sering minum.Adanya sisa susu dalam mulut bayi setelah minum juga dapat menjadi penyebab terjadinya oral thrush jika kebetulan ada bakteri di dalam mulut. Masa penyembuhan relatif lama. . Apabila di bangsal bayi rumah sakit. yaitu seminggu. dapat berkelanjutan meski hanya menyebar di sekitar mulut saja. setiap bayi jika selesai minum susu berikan 1-2 sendok teh air matang untuk membilas sisa susu yang terdapat pada mulut tersebut.1) Medik /pengobatan Memberikan obat antijamur. Jika tak segera diobati. Tapi jamur yang tertelan dan melewati pembuluh darah. misalnya :a. Bayi lebih baik jangan diberikan dot kempong karena selain dapat menyebabkan oral thrush juga dapat mempengaruhi bentuk rahang. Nistatin ini mengandung gula. Gel miconazole dapat diberikan ke lesi setelah makan.Apabila oral thrush sudah terjadi pada anak dan sudah diberikan obat. juga bisa menyebabkan diare. kecuali sariawan akibat jamur yang harus diobati dengan obat antijamur. 2) Keperawatan Masalah dari oral thrush pada bayi adalah bayi akan sukar minum dan risiko terjadi diare. nanti ketika akan dipakai seduh dengan air mendidih.b. Satu pastille harus dihisap perlahan-lahan 4 kali sehari selama 7-14 hari.

kolonisasi Candida dapat menyebabkan infeksi oportunistik mukosa serta disebarluaskan dan multi-sistem keterlibatan . Candida kereta tingkat telah terbukti juga meningkatkan dengan terapi radiasi kanker. lebih banyak akibat daya tahan tubuhnya rendah dan kebersihan mulut dan gigi yang tak terjaga. 9. Misalnya buah-buahan dan sayuran hijau. Obat-obatan tidak biasa dipakai untuk mencegah kandidiasis. dapat memercepat proses penyembuhan. · Olesi bagian yang sariawan dengan madu. diabetes. pada intinya yang mudah ditelan dan disuapi. pemakaian obat dengan dosis tak tepat. Biasanya anak yang sering sariawan. dan infeksi HIV. Memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan terapi antiretroviral (ART) adalah cara terbaik untuk mencegah jangkitan kandidiasis. untuk menghindari kontak langsung dengan sariawan serta tak menimbulkan gesekan dan trauma lebih lanjut. biasanya si kecil enggan makan atau minum. biasanya obat kumur.Saat sariawan. dengan tingkat lebih tinggi diamati antara anak-anak dengan gigi karies dan orang dewasa yang lebih tua memakai gigi palsu. Bisa juga lantaran daya tahan tubuh anak yang rendah. · Berikan makanan yang bertekstur lembut dan cair. Misalnya kuman yang telah bertambah. tetapi tak juga sembuh. Ada beberapa alasan: Penyakit tersebut tidak begitu bahaya. EPIDEMIOLOGI Kolonisasi candida oral telah dilaporkan berkisar dari sekitar 40% sampai 70% dari anak yang sehat dan dewasa. Hindari makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin. 10. PENCEGAHAN Tidak ada cara untuk mencegah terpajan pada kandida. · Makanan yang banyak mengandung vitamin C dan B serta zat besi. agar tidak menambah luka. Berikut kiat untuk membantunya mendapatkan asupan yang dibutuhkan: · Suapi makannya dengan menggunakan sendok secara perlahan-lahan. Ragi dapat menjadi kebal (resistan) terhadap obat-obatan. atau cara memberi makanan yang membuat sariawan si kecil kembali mengalami trauma di lidah. Usahakan minum menggunakan sedotan dan gelas. Ada obatobatan yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut. Kekurangan vitamin C dapat memudahkan si kecil mengalami sariawan.Jika telah diberi obat. kemungkinan ada penyebab lain.

Diare juga dapat terjadi apabila masukan susu kurang pada waktu yang lama.Oral thrush tersebut dapat mengakibatkan diare karena jamur dapat tertelan dan menimbulkan infeksi usus yang bila dibiarkan dan tidak diobati maka bayi akan terserang diare.Tingkat infeksi telah dilaporkan sebagai 50% selama kemoterapi. dan 90% pada infeksi HIV. Efek menguntungkan dari ARV mungkin melalui efeknya pada pemulihan kekebalan dan kolonisasi orofaringeal lebih rendah dari spesies Candida atau efek penghambatan langsung pada organisme ragi. KOMPLIKASI Apabila oral thrush tidak segera ditangani atau diobati maka akan menebabkan kesukaran minum(menghisap puting susu atau dot) sehingga akan berakibat bayi kekurangan makanan. N Umur : 18 bulan Jenis kelamin : Laki-laki Tanggal MRS : 15 Desember 2010 Alamat : Surabaya Identitas Orang tua Nama Ayah : Tn. R Nama Ibu : Ny. P Pekerjaan Ayah/Ibu : PNS Pendidikan Ayah/Ibu : S. 11.1 Agama : Islam . pengenalan yang sangat aktif anti-retroviral telah menyebabkan penurunan kejadian kandidiasis oral dan dalam kasus penyakit refrakter antara orang yang terinfeksi HIV. 70% selama terapi radiasi. Selain itu. ASKEP 3. Agen antijamur yang sering digunakan selama radiasi dan kemoterapi untuk mencegah infeksi oportunistik di antara pasien di bawah perawatan untuk kanker.1 Pengkajian Anamnesa Identitas Anak Nama : An. 12.organ dalam immunocompromised orang.

Riwayat Kesehatan Sebelumnya Anak N tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya. anak tidak mau minum ASI. Riwayat Nutrisi Minum ASI hanya sedikit. Riwayat penyakit saat ini Anak N menangis terus sejak kemarin. B6 (bone) : normal .5oC Nadi : 110x/menit RR : 30 x/menit Tekanan darah : 99/65 mmHg B1 (breathing) : normal B2 (blood) : normal B3 (brain) : normal B4 (bladder) : normal B5 (bowel) : Timbul rasa nyeri dan perih di sekitar mulut. pada mulut terdapat bercak putih serta tidak mau minum ASI. suhu tubuhnya meningkat. Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak keluarga yang mengalami penyakit seperti ini.Alamat : Surabaya Riwayat Sakit dan Kesehatan Keluhan utama Anak N menangis terus (kemungkinan dikarenakan rasa nyeri di mulut dan tubuhnya yang panas). Riwayat Pertumbuhan BB sebelum sakit : 12 kg BB saat sakit : 10 kg Riwayat Perkembangan Psikoseksual : Toileting : anak lebih sering mengompol Psikososial : Anak sering menangis dan sulit bicara Pemeriksaan Fisik Tanda-tanda vital : Suhu : 38.

BB turun Kandidiasis dari 12 kg menjadi 10 kg.3. porsi makan selalu tidak habis Nyeri pada mulut Tidak nafsu makan Diagnosa Keperawatan Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi Nyeri akut berhubungan dengan proses infeksi yang menghasilkan bentukan berwarna merah dan mengandung eksudat Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan nafsu makan . timbul Kandidiasis bercak kemerahan mengandung eksudat Timbul bercak putih Menggumpal menutup permukaan lidah Gejala semakin memberat Timbul bercak kemerahan dan mengandung e DS: anak menangis DO: Anak tidak mau minum ASI. his Suhu tubuh meningkat DS : anak menangis DO: timbul bercak putih pada mulut.2 Analisa Data Data DS : anak menangis Etiologi Kandidasis DO: T : 38.5oC Proses infeksi pelepasan medaitor inflamasi: bradikinin.

5-37. Hipertermi mengalami vasodilatasi sehingga harus diberi kompres dingin agar terjadi vasokonstriksi Beri anak banyak minum air putih atau Peningkatan susu lebih dari 1000 cc/hari suhu mengakibatkan tubuh penguapan tubuh meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan cairan yang banyak. lipatan paha banyak pembuluh darah besar. Suhu ruangan harus diubah untuk Ciptakan suasana yang nyaman (atur mempertahankan ventilasi) suhu mendekati normal Pakaian tipis membantu mengurangi Anjurkan keluarga untuk tidak penguapan tubuh memakaikan selimut dan pakaian yang tebal pada anak Kolaborasi : Digunakan untuk mengurangi demam pemberian obat anti dengan aksi mikroba. parenteral mungkin sentralnya meskipun dapat berguna pada demam dalam membatasi pertumbuhan organisme dan meningkatkan autodestruksi dari sel-sel yang terinfeksi Tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan anak setelah . antipiretik pemberian cairan hipotalamus.5oC Intervensi Rasional Berikan kompres dingin di sekitar Di ketiak dan lipatan paha terdapat lipatan misalnya ketiak.Intervensi Keperawatan Diagnosa : Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi Tujuan : Suhu tubuh kembali normal Kriteria hasil : -Anak tidak menangis -Suhu tubuh normal : 36.

porsi sedikit tapi sering Rasional 1. frekuensi. Memberika Menghindari makanan dan obat-obatan atau zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada rongga 2. Memastikan kondisi anak setelah karakteristik. catat lokasi. Mencegah k . anak tampak rileks Intervensi Rasional Anjurkan ibu untuk menggendong dan Anak akan merasa nyaman dalam menenangkan si anak misalnya dekapan ibunya mengelus-elus kepalanya Ajarkan teknik distraksi pada orang tua Mengalihkan perhatian anak misalnya dengan memberikan anak terhadap nyeri mainan Beri analgesik sesuai indikasi Menghilangkan/mengurangi nyeri Evaluasi status nyeri. Tujuan : Nafsu makan anak kembali normal Kriteria hasil : -Anak mau minum ASI -Anak tidak menangis -Nutrisi terpenuhi 1000 kkal Intervensi Beri nutrisi dalam keadaan lunak. waktu dan dilakukan tindakan keperawatan beratnya (skala 0-10) Diagnosa : Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan penurunan nafsu makan. dilakukan tindakan keperawatan pernafasan) setiap 3 jam Diagnosa : Nyeri akut yang berhubungan dengan proses infeksi yang menghasilkan bentukan berwarna merah dan mengandung eksudat Tujuan : Nyeri berkurang Kriteria hasil: Anak tidak menangis. tensi. nadi.Evaluasi tanda vital (suhu.

ASI merupa Anjurkan pada ibu untuk terus berusaha memberikan ASI untuk anak 4. • Justice (perlakuan adil) Perawat sering mengambil keputusan dengan menggunakan rasa keadilan. tetapi bagi orang dewasa. Perawat memiliki kewajiban untuk melakukan dengan baik. Bahaya dapat berarti dengan sengaja membahayakan. mengimplemtasikan tindakan yang mengutungkan klien dan keluarga. Sebagian besar anak-anak diajarkan untuk selalu berkata jujur. • Fidelity (setia) Fidelity berarti setia terhadap kesepakatan dan tanggung jawab yang dimikili oleh seseorang.mulut 3. 14. PENDKES . resiko membahayakan. Membantu Kolaborasi pemasangan NGT jika anak tidak dapat makan dan minum peroral 13. dan bahaya yang tidak disengaja. yaitu. • Beneficence (do good) Beneficence berarti melakukan yang baik. Prinsip ini adalah prinsip dasar sebagaian besar kode etik keperawatan. pilihannya sering kali kurang jelas. • Veracity (kebenaran) Veracity mengacu pada mengatakan kebenaran. ASPEK LEGAL ETIS • Autonomy (penentu pilihan) Perawat yang mengikuti prinsip autonomi menghargai hak klien untuk mengambil keputusan sendiri. Dengan menghargai hak autonomi berarti perawat menyadari keunikan induvidu secara holistik. • Non Maleficence (do no harm) Non Maleficence berarti tugas yang dilakukan perawat tidak menyebabkan bahaya bagi kliennya.

Tanda/gejala penyakit oral thrush 5. Faktor penyebab dari oral thrush 4. : 20 Menit Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit.SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) Tema : Penyakit oral thrush Sub Tema : Perawatan oral thrush Sasaran : Ny. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit. 14 Oktober 2011 Waktu A. Materi 1. diharapkan Ny. Penatalaksanaan penyakit oral thrush . E Tempat : Bangsal Di rumah sakit Hari/Tanggal : Rabu. E dapat menjelaskan oral thrush. B. Pengertian oral thrush 2. Patofisiologi penyakit oral thrush 3. diharapkan Klien Dapat: · Menjelaskan pengertian penyakit oral thrush dengan benar · Menjelaskan patofisiologi oral thrush · Menyebutkan faktor penyebab yang dapat menimbulkan penyakit oral thrush · Menyebutkan tanda/gejala dari penyakit oral thrush · Menjelaskan penatalaksanaan oral thrust C.

Kamus Kedokteran. penyuluhan 2. Ceramah 2. Media 1. gejala. Leaflet : Tentang penyakit oral thrush 2. penuh perhatian penatalaksanaan dan Menanyakan hal-hal patofisiologi penyakit oral yang belum jelas thrush Memperhatikan jawaban Memberi kesempatan 10 menit dari penceramah peserta untuk bertanya Menjawab pertanyaan Menjawab pertanyaan Evaluasi 3. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan Ed. 3. Newman. 5 Menit . W. EGC : Jakarta. Tanya jawab E. Kerja/ isi Mendengarkan. menjawab Waktu 5 Menit pertanyaan Mendengarkan dengan Penjelasan pengertian. FKUI : Jakarta. 1999.D. EGC : Jakarta. Penutup Menyimpulkan · Mendengarkan Salam penutup · Menjawab salam F. FKUI. 1999. c. Marilynn. Metode 1. penyebab. Kegiatan Penyuluhan No Kegiatan 1. Doenges. E. Poster tentang penyakit oral thrush G. b. Dorland. Sumber/Referensi a. Pembukaan Penyuluh Salam pembuka Peserta Menjawab salam Menyampaikan tujuan Menyimak. A.

JURNAL Title:Growth of Candida albicans hyphae Author(s):Peter E.1038/nrmicro2636 Abstract: . 9. Religion and Humanities Lite Package.org/10. Sudbery Source:Nature Reviews Microbiology. Rabu 13 Oktober 2011 ` Penyuluh (Windayona Hadi Prasetya) 15. Buku Pintar Kesehatan. From Gale Education. Document Type:Report DOI:http://dx.doi.d. 2011): p737.10 (Oct. H. Griffith. Evaluasi Formatif : · Klien dapat menjelaskan pengertian oral thrush · Klien mampu menjelaskan faktor penyebab dari penyakit oral thrush · Klien dapat menjelaskan tanda/gejala penyakit oral thrush · Klien mampu menjelaskan penatalaksanaan oral thrush Sumatif · : Klien dapat memahami penyakit oral thrush Yogyakarta. Arcan : Jakarta. 1994.

and the molecular processes that drive the highly polarized growth of hyphae. there are also fundamental differences between hyphae and pseudohyphae in their cell cycle organization and mechanisms of polarized growth. Pseudohyphae are morphologically distinguishable from hyphae because pseudohyphae have constrictions at the sites of septation and are wider than hyphae. Candidaemia and disseminated candidiasis are extremely serious medical conditions with mortality rates documented in different surveys of between 30-50%. During mucosal . C. albicans is its ability to grow either as a unicellular budding yeast or in filamentous pseudohyphal and hyphal forms (9. This Review describes our current understanding of the network of signal transduction pathways that monitors environmental cues to activate a programme of hypha-specific gene transcription. Vulvovaginal candidiasis is commonplace and may affect up to 75% of women at least once in their lifetime (3). A striking feature of its biology is its ability to grow in yeast. A striking feature of C. however. By contrast. C. The morphological plasticity of C. 1). the use of dentures and terminally ill patients who fail to produce sufficient saliva (2). albicans can cause disease of mucosal membranes (1. pseudohyphal and hyphal forms. In vulnerable groups of patients and frail patients in intensive care units.2). However. as the hyphal form has key roles in the infection process (BOX 1). Patients suffering from burns and newborn (especially premature) babies are also subject to C. Patients with AIDS are prone to oral and oesophageal candidiasis and such infections are also commonly associated with oral cancers. 1). which can develop into disseminated candidiasis when the infection spreads to internal organs (4).The fungus Candida albicans is often a benign member of the mucosal flora. some surveys have found them to be the second most common cause of death from nosocomial infections (5-8). hyphae form long tube-like filaments with completely parallel sides and no constrictions at the site of septation (FIG. A small subset of women (5-10%) experience chronic recurrent episodes that substantially affect their quality of life. As discussed later. albicans skin infections. it commonly causes mucosal disease with substantial morbidity and in vulnerable patients it causes life-threatening bloodstream infections. albicans is a virulence determinant. The hyphal form has an important role in causing disease by invading epithelial cells and causing tissue damage.10) (FIG. albicans can cause a bloodstream infection known as candidaemia. Full Text: Candida albicans is a commensal fungus that is frequently a benign member of the skin and mucosal flora.

17) and advances in live cell imaging. probably through the release of hydrolytic enzymes (11-14). N-acetyl-D-glucosamine (GlcNAc) (21) and growth in an embedded matrix or in microaerophilic conditions under a coverslip in strains lacking the transcriptional regulator enhanced filamentous growth protein 1 (Efg1) (22. In addition. Furthermore. improvements in the genetic toolbox (reviewed in REF.sub.23). neutral pH (19).sub. Access to the bloodstream to establish candidaemia requires penetration of mucosal barriers. Generally. biopsy samples from patients with mucosal infection show that only hyphal forms are found in epithelial cells (15). hyphal growth is often induced in synthetic growth media such as Lee's medium (which contains a mixture of amino acids) (24).2] (the partial pressure of C[O. whether the hyphal form is necessary for virulence is still controversial (BOX 2). hyphae form in response to the presence of serum (18). and of hyphal interactions with the human host.infections. In vitro studies with both reconstituted epithelia and endothelia show that it is specifically the hyphal form that is invasive (11). the molecular and cell biology of hyphal growth itself. In the past 10 years. Our understanding has been enhanced by studies in model fungal organisms such as the budding yeast Saccharomyces cerevisiae and filamentous species such as Neurospora crassa and Aspergillus nidulans. Despite these documented roles of hyphae during infection. important technical advances have facilitated the investigation of the cell and molecular biology of hyphal induction and growth. whereas infection of internal organs requires penetration of endothelia. C. Controlling hyphal gene transcription Environmental cues inducing hyphal growth. This Review describes how these studies are providing increasing information about the signal transduction pathways that induce hyphal growth. In addition. albicans is exquisitely adapted to growth in its human host and forms hyphae under a range of environmental conditions that reflect the diversity of the microenvironments that it encounters in the host. 5% C[O. These advances include the availability of genomic and transcriptomic sequence data. when yeast cells are engulfed by macrophages they escape by switching to the hyphal form (16). For instance. the role of hyphal growth during the infection process and the way that the host responds to such infections. the hyphal forms invade epithelial and endothelial cells and cause damage. hyphal growth .2] in the bloodstream)20. Spider medium (a semi-synthetic medium based on mannitol as a carbon source)25 and mammalian tissue culture media such as M199.

A. W. http://go. Religion and Humanities Lite Package. E. Rencana Asuhan Keperawatan Ed. 1999.do?id=GALE %7CA268651930&v=2.galegroup. Kamus Kedokteran. "Growth of Candida albicans hyphae.com g.pisangkipas. EGC : Jakarta." Nature Reviews Microbiology 9. Peter E. 23 Nov.galegroup. 1999.10 (2011): 737+.do?sgHitCountType=None&sort=DASORT&inPS=true&prodId=GPS&userGroupName=kpt05106&tabID=T002&searchId=R2&resu ltListType=RESULT_LIST&contentSegment=&searchType=BasicSearchForm&currentPosition =1&contentSet=GALE%7CA268651930&&docId=GALE| A268651930&docType=GALE&role=SP01 f. EGC : Jakarta.com/.com/ps/retrieve.. The serum and 37 [degrees]C combination generates a powerful and robust signal for germ tube formation from yeast cells and forms the basis for a classic diagnostic test for the presence C. Buku Pintar Kesehatan. Doenges. d. Griffith. Document URL http://go. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1. Web. which occurs at 25 [degrees]C. FKUI. Source Citation Sudbery./Oral_Candidiasis . an exception is filamentation in an embedded matrix and hypoxic growth. c.softdental.. www. 2011. 3. 1994. Gale Education. 2002.1&u=kpt05106&it=r&p=GPS&sw=w Gale Document Number: GALE|A268651930 DAFTAR PUSTAKA a. albicans in medical microbiology.requires a temperature of 37 [degrees]C. www. Arcan : Jakarta.wordpress.com/ps/i. e. Newman. Marilynn. FKUI : Jakarta. b. Dorland.