Bab I.

Kimia ᄃ
Rumus ᄃ

Bab II.
Bab III.

Bab IV.

Bab V.

Bab VI.

Stoikiometri
A. Hukum-Hukum Dasar Ilmu

C. Menyatakan pH Larutan
Basa ᄃ
D. Larutan Buffer (penyangga)ᄃ
E. Hidrolisis ᄃ
F. Garam Yang Terbentuk Dari
Asam Kuat Dan Basa Lemah ᄃ
G. Garam Yang Terbentuk Dari
Asam Lemah Dan Basa Kuat ᄃ

B. Massa Atom Dan Massa
C. Konsep Mol ᄃ
D. Persamaan Reaksi ᄃ
Hitungan Kimia
Hitungan Kimia ᄃ
Termokimia
A. Reaksi Eksoterm Dan Rekasi
Endoterm ᄃ
B. Perubahan Entalpi ᄃ
C. Penentuan Perubahan Entalpi
dan Hukum Hess ᄃ
D. Energi-Energi Dan Ikatan
Kimia ᄃ
Sistem Koloid
A. Sistem Dispers Dan Jenis
Koloid ᄃ
B. Sifat-Sifat Koloid ᄃ
C. Elektroforesis Dan Dialisis ᄃ
D. Pembuatan Koloid ᄃ
Kecepatan Reaksi
A. Konsentrasi Dan Kecepatan
Reaksi ᄃ
B. Orde Reaksi ᄃ
C. Teori Tumbukan Dan
Keadaan Transisi ᄃ
D. Tahap Menuju Kecepatan
Reaksi ᄃ
E. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kecepatan
Reaksi ᄃ
Kesetimbangan Kimia
A. Keadaan Kesetimbangan ᄃ
B. Hukum Kesetimbangan ᄃ
C. Pergeseran Kesetimbangan ᄃ
D. Pengaruh Katalisator
Terhadap Kesetimbangan
Dan Hubungan Antara ᄃ
Harga
Kc Dengan Kp ᄃ
E. Kesetimbangan Disosiasi ᄃ

Bab VII.

Larutan
A. Larutan ᄃ
B. Konsentrasi Larutan ᄃ

Bab VIII.

Eksponen Hidrogen
A. Pendahuluan ᄃ
B. Menyatakan pH Larutan
Asam ᄃ

Bab IX.

Teori Asam-Basa Dan
Stokiometri Larutan
A. Teori Asam Basa ᄃ
B. Stokiometri Larutan ᄃ

Bab X.

Zat Radioaktif
A. Keradioaktifan Alam ᄃ
B. Keradioaktifan Buatan,
Rumus Dan Ringkasan ᄃ

Bab XI.

Kimia Lingkungan
Kimia Lingkungan ᄃ

Bab XII.

Kimia Terapan Dan Terpakai
Kimia Terapan Dan Terpakai ᄃ

Bab XIII.

Sifat Koligatif Larutan
A. Sifat Koligatif Larutan Non
Elektrolit ᄃ
B. Penurunan Tekanan Uap
jenuh Dan Kenaikkan Titik
Didih ᄃ
C. Penurunan Titik Beku Dan
Tekanan Osmotik ᄃ
D. Sifat Koligatif Larutan
Elektrolit ᄃ

Bab XIV.

Hasil Kali Kelarutan
A. Pengertian Dasar ᄃ
B. Kelarutan ᄃ
C. Mengendapkan Elektrolit ᄃ

Bab XV.

Reaksi Redoks Dan
Elektrokimia
A. Oksidasi - Reduksi ᄃ
B. Konsep Bilangan Oksidasi ᄃ
C. Langkah-Langkah Reaksi
Redoks ᄃ
D. Penyetaraan Persamaan
Reaksi Redoks ᄃ
E. Elektrokimia ᄃ
F. Sel Volta ᄃ
G. Potensial Elektroda ᄃ
H. Korosi ᄃ
I. Elektrolisis ᄃ
J. Hukum Faraday ᄃ.

Bab XVI.

Struktur Atom
A. Pengertian Dasar ᄃ

B. Model Atom ᄃ
C. Bilangan-Bilangan
Kuantum ᄃ
D. Konfigurasi Elektron ᄃ

Unsur Halogen ᄃ
C. Hidrogen, Klor, Brom Dan
Iodium ᄃ

Bab XVII. Sistem Periodik Unsur-Unsur
Sistem Periodik Unsur-Unsur ᄃ
Bab XVIII. Ikatan Kimia
A. Peranan Elektron Dalam
Ikatan Kimia ᄃ
B. Ikatan ion = Elektrovalen =
Heteropolar ᄃ
C. Ikatan Kovalen = Homopolar

D. Ikatan Kovalen Koordinasi =
Semipolar ᄃ
E. Ikatan Logam, Hidrogen, Van
Der Walls ᄃ
F. Bentuk Molekul ᄃ
Bab XIX.

Bab XX.
Bab XXI.

Hidrokarbon
A. Hidrokarbon termasuk
senyawa karbon ᄃ
B. Kekhasan atom karbon ᄃ
C. Klasifikasi hidrokarbon ᄃ
D. Alkana ᄃ
E. Isomer alkana ᄃ
F. Tata nama alkana ᄃ
G. Alkena ᄃ
H. Alkuna ᄃ
I. Beberapa hidrokarbon lain ᄃ
Gas Mulia
Unsur-Unsur Gas Mulia ᄃ
Unsur-Unsur Halogen
A. Sifat Halogen ᄃ
B. Sifat Fisika Dan Sifat Kimia

Bab XXII. Unsur-Unsur Alkali
A. Sifat Golongan Unsur
Alkali ᄃ
B. Sifat Fisika Dan Kimia ᄃ
C. Pembuatan Logam Alkali ᄃ ᄃ
Bab XXIII. Unsur-Unsur Alkali Tanah
A. Sifat Golongan Unsur Alkali
Tanah ᄃ
B. Sifat Fisika Dan Kimia
Unsur Alkali Tanah ᄃ
C. Kelarutan Unsur Alkali
Tanah ᄃ
D. Pembuatan Logam Alkali
Tanah ᄃ
E. Kesadahan ᄃ.
Bab XXIV. Unsur-Unsur Periode Ketiga
Sifat-Sifat Periodik, Fisika Dan
Kimia ᄃ
Bab XXV. Unsur-Unsur Transisi Periode
Keempat
A. Pengertian Unsur Transisi ᄃ
B. Sifat Periodik ᄃ
C. Sifat Fisika Dan Kimia ᄃ
D. Sifat Reaksi Dari SenyawaSenyawa Krom Dan Mangan ᄃ
E. Unsur-Unsur Transisi Dan
Ion Kompleks ᄃ
Bab XXVI. Gas Hidrogen
A. Sifat Fisika Dan Kimia ᄃ
B. Pembuatan ᄃ

BAB I

STOIKIOMETRI
STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari
komposisi zat-zat kimia dan reaksi-reaksinya.
A. HUKUM-HUKUM DASAR ILMU KIMIA
1. HUKUM KEKEKALAN MASSA = HUKUM LAVOISIER
"Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap".
Contoh:
hidrogen + oksigen
(4g)
(32g)

hidrogen oksida
(36g)

2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP = HUKUM PROUST
"Perbandingan massa unsur-unsur dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap"
Contoh:
a. Pada senyawa NH3 : massa N : massa H
= 1 Ar . N : 3 Ar . H
= 1 (14) : 3 (1) = 14 : 3
b. Pada senyawa SO3 : massa S : massa 0
= 1 Ar . S : 3 Ar . O
= 1 (32) : 3 (16) = 32 : 48 = 2 : 3
Keuntungan dari hukum Proust:
bila diketahui massa suatu senyawa atau massa salah satu unsur yang membentuk senyawa
tersebut make massa unsur lainnya dapat diketahui.
Contoh:
Berapa kadar C dalam 50 gram CaCO3 ? (Ar: C = 12; 0 = 16; Ca=40)
Massa C = (Ar C / Mr CaCO3) x massa CaCO3
= 12/100 x 50 gram = 6 gram
massa C
Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 100%
= 6/50 x 100 % = 12%
3. HUKUM PERBANDINGAN BERGANDA = HUKUM DALTON
"Bila dua buah unsur dapat membentuk dua atau lebih senyawa untuk massa salah satu
unsur yang sama banyaknya maka perbandingan massa unsur kedua akan berbanding
sebagai bilangan bulat dan sederhana".
Contoh:
Bila unsur Nitrogen den oksigen disenyawakan dapat terbentuk,
NO dimana massa N : 0 = 14 : 16 = 7 : 8
NO2 dimana massa N : 0 = 14 : 32 = 7 : 16
Untuk massa Nitrogen yang same banyaknya maka perbandingan massa Oksigen pada
senyawa NO : NO2 = 8 :16 = 1 : 2
4. HUKUM-HUKUM GAS
Untuk gas ideal berlaku persamaan : PV = nRT
dimana:
P = tekanan gas (atmosfir)
V = volume gas (liter)
n = mol gas
R = tetapan gas universal = 0.082 lt.atm/mol Kelvin
T = suhu mutlak (Kelvin)
Perubahan-perubahan dari P, V dan T dari keadaan 1 ke keadaan 2 dengan kondisi-kondisi
tertentu dicerminkan dengan hukum-hukum berikut:
a. HUKUM BOYLE
Hukum ini diturunkan dari persamaan keadaan gas ideal dengan
n1 = n2 dan T1 = T2 ; sehingga diperoleh : P1 V1 = P2 V2
Contoh:
Berapa tekanan dari 0 5 mol O2 dengan volume 10 liter jika pada temperatur tersebut
0.5 mol NH3 mempunyai volume 5 liter den tekanan 2 atmosfir ?

Jawab:
P1 V1 = P2 V2
2.5 = P2 . 10  P2 = 1 atmosfir
b. HUKUM GAY-LUSSAC
"Volume gas-gas yang bereaksi den volume gas-gas hasil reaksi bile diukur pada
suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat den
sederhana".
Jadi untuk: P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku : V1 / V2 = n1 / n2
Contoh:
Hitunglah massa dari 10 liter gas nitrogen (N2) jika pada kondisi tersebut 1 liter gas
hidrogen (H2) massanya 0.1 g.
Diketahui: Ar untuk H = 1 dan N = 14
Jawab:
V1/V2 = n1/n2  10/1 = (x/28) / (0.1/2)  x = 14 gram
Jadi massa gas nitrogen = 14 gram.
c. HUKUM BOYLE-GAY LUSSAC
Hukum ini merupakan perluasan hukum terdahulu den diturukan dengan keadaan
harga n = n2 sehingga diperoleh persamaan:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
d. HUKUM AVOGADRO
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung
jumlah mol yang sama. Dari pernyataan ini ditentukan bahwa pada keadaan STP (0o
C 1 atm) 1 mol setiap gas volumenya 22.4 liter volume ini disebut sebagai volume
molar gas.
Contoh:
Berapa volume 8.5 gram amoniak (NH3) pada suhu 27o C dan tekanan 1 atm ?
(Ar: H = 1 ; N = 14)
Jawab:
85 g amoniak = 17 mol = 0.5 mol
Volume amoniak (STP) = 0.5 x 22.4 = 11.2 liter
Berdasarkan persamaan Boyle-Gay Lussac:
P1 . V1 / T1 = P2 . V2 / T2
1 x 112.1 / 273 = 1 x V2 / (273 + 27)  V2 = 12.31 liter
B. MASSA ATOM DAN MASSA RUMUS
1. Massa Atom Relatif (Ar)
merupakan perbandingan antara massa 1 atom dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12
2. Massa Molekul Relatif (Mr)
merupakan perbandingan antara massa 1 molekul senyawa dengan 1/12 massa 1 atom karbon
12.

5 x 6.5 L = 0. Contoh: Jika Ar untuk X = 10 dan Y = 50 berapakah Mr senyawa X2Y4 ? Jawab: Mr X2Y4 = 2 x Ar . X + 4 x Ar .01 x 1023 molekul.Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa merupakan penjumlahan dari massa atom unsurunsur penyusunnya. massanya = Ar atom tersebut. D. KONSEP MOL 1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar bilangan Avogadro dan massanya = Mr senyawa itu. 3.023 x 1023 1 mol atom = L buah atom.023 x 1023 = 3. Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu den tekanannya sama) Contoh: Tentukanlah koefisien reaksi dari HNO3 (aq) + H2S (g)  NO (g) + S (s) + H2O (l) . Jika bilangan Avogadro = L maka : L = 6. 1 mol molekul = L buah molekul massanya = Mr molekul tersehut. PERSAMAAN REAKSI PERSAMAAN REAKSI MEMPUNYAI SIFAT 1. Y = (2 x 10) + (4 x 50) = 220 C. Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat Contoh: Berapa molekul yang terdapat dalam 20 gram NaOH ? Jawab: Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol Banyaknya molekul NaOH = 0. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama 2.

Ca=40) Jawab : 1 mol CaCO.2 x 133. Contoh-contoh soal : 1.72 liter .4 gram Al = 5.2 x Mr AlCl3 = 0. d dan e sehingga: a HNO3 + b H2S  c NO + d S + e H2O Berdasarkan reaksi di atas maka atom N : a = c (sebelum dan sesudah reaksi) atom O : 3a = c + e  3a = a + e  e = 2a atom H : a + 2b = 2e = 2(2a) = 4a  2b = 3a  b = 3/2 a atom S : b = d = 3/2 a Maka agar terselesaikan kita ambil sembarang harga misalnya a = 2 berarti: b = d = 3. Berapa persen kadar kalsium (Ca) dalam kalsium karbonat ? (Ar: C = 12 .2 mol Jadi: AlCl3 yang terbentuk = 0. Sebanyak 5.4 = 6.7 gram Volume gas H2 yang dihasilkan (0o C. b. O= 16 . c.5 = 26.4/27 = 0. 1 atm) = 3/2 x 0.2 x 22. mengandung 1 mol Ca + 1 mol C + 3 mol O Mr CaCO3 = 40 + 12 + 48 = 100 Jadi kadar kalsium dalam CaCO3 = 40/100 x 100% = 40% 2.Cara yang termudah untuk menentukan koefisien reaksinya adalah dengan memisalkan koefisiennya masing-masing a. dan e = 4 sehingga persamaan reaksinya : 2 HNO3 + 3 H2S  2 NO + 3 S + 4 H2O BAB II HITUNGAN KIMIA Hitungan kimia adalah cara-cara perhitungan yang berorientasi pada hukum-hukum dasar ilmu kimia.4 gram logam alumunium (Ar = 27) direaksikan dengan asam klorida encer berlebih sesuai reaksi : 2 Al (s) + 6 HCl (aq) 2 AlCl3 (aq) + 3 H2 (g) Berapa gram aluminium klorida dan berapa liter gas hidrogen yang dihasilkan pada kondisi standar ? Jawab: Dari persamaan reaksi dapat dinyatakan 2 mol Al x 2 mol AlCl3  3 mol H2 5.

Oksida ini direduksi dengan gas CO sehingga dihasilkan besi. O=16).1 mol menurut persamaan reaksi di atas dapat dinyatakan bahwa: banyaknya mol CuS04 .1  x = 5 Jadi rumus garamnya adalah CuS04 .5 + 18x) = 0. sehingga persamaannya 24.3. Tentukan rumus .5 + 18x mol 15.95/ (159.% massa dan Ar masing-masing unsurnya .5 mol = 0. Rumus ini hanya menyatakan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat dalam molekul. Untuk menentukan air kristal tembaga sulfat 24. Suatu bijih besi mengandung 80% Fe2O3 (Ar: Fe=56. Berapa banyak air kristal yang terkandung dalam garam tersebut ? Jawab : misalkan rumus garamnya adalah CuSO4 . xH2O = mol CuSO4.perbandingan massa dan Ar masing-masing unsurnya Rumus molekul: bila rumus empirisnya sudah diketahui dan Mr juga diketahui maka rumus molekulnya dapat ditentukan.95 gram garam tersebut dipanaskan sampai semua air kristalnya menguap. xH2O = 159.95 gram CuSO4 = 159. Contoh: Suatu senyawa C den H mengandung 6 gram C dan 1 gram H. 5H2O Rumus Empiris dan Rumus Molekul Rumus empiris adalah rumus yang paling sederhana dari suatu senyawa.95 gram. xH2O  CuSO4 + xH2O 24.massa dan Ar masing-masing unsurnya . Setelah pemanasan massa garam tersebut menjadi 15.95 gram CuSO4 . Berapa ton bijih besi diperlukan untuk membuat 224 ton besi ? Jawab: 1 mol Fe2O3 mengandung 2 mol Fe maka : massa Fe2O3 = ( Mr Fe2O3/2 Ar Fe ) x massa Fe = (160/112) x 224 = 320 ton Jadi bijih besi yang diperlukan = (100 / 80) x 320 ton = 400 ton 4. xH2O CuSO4 . Rumus empiris suatu senyawa dapat ditentukan apabila diketahui salah satu: . Tentukanlah rumus empiris dan rumus molekul senyawa tersebut bila diketahui Mr nya = 28 ! Jawab: mol C : mol H = 6/12 : 1/1 = 1/2 : 1 = 1 : 2 Jadi rumus empirisnya: (CH2)n Bila Mr senyawa tersebut = 28 maka: 12n + 2n = 28  14n = 28  n = 2 Jadi rumus molekulnya : (CH2)2 = C2H4 Contoh: Untuk mengoksidasi 20 ml suatu hidrokarbon (CxHy) dalam keadaan gas diperlukan oksigen sebanyak 100 ml dan dihasilkan CO2 sebanyak 60 ml.

Reaksi Endoterm Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.5 kJ . H = +178. Perubahan Entalpi ntalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap. H= +akJ b. Pada reaksi endoterm harga H = ( + ) Contoh : CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) . Reaksi Eksoterm Dan Endoterm 1. Reaksi Eksoterm Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas. Pada reaksi eksoterm harga H = ( .) Contoh : C(s) + O2(g)  CO2(g) + 393.5 kJ 2.5 kJ . Menurut Gay Lussac gas-gas pada p. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm) Contoh: H2  2H . a. jumlah mol berbanding lurus dengan volumenya Maka: mol CxHy 20 1 : mol O2 : 100 :5 : mol CO2 : 60 :3 =1 =1 =1 : (x + 1/4y) : (x + 1/4y) : (x + 1/4y) :x :x :x atau: 1 : 3 = 1 : x x = 3 1 : 5 = 1 : (x + 1/4y) y = 8 Jadi rumus hidrokarbon tersebut adalah : C3H8 BAB III TERMOKIMIA A.a kJ .Jawab: molekul hidrokarbon tersebut ! Persamaan reaksi pembakaran hidrokarbon secara umum CxHy (g) + (x + 1/4 y) O2 (g) x CO2 (g) + 1/2 y H2O (l) Koefisien reaksi menunjukkan perbandingan mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm) Contoh: 2H  H2 + a kJ . H = -393.178. t yang sama. H = -a kJ Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi : .5 kJ B.

H = -890. Contoh: H2O (l)  H2(g) + 1/2 O2(g) . Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g)  H20 (l) . H = -1468 kJ Entalpi Netralisasi: H yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa. H = + 112 kJ C. 4. H = . H = x kJ .4 kJ/mol Hukum Lavoisier-Laplace "Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya. 3. Entalpi Pembentakan Standar ( Hf ): H untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Hfo reaktan HUKUM HESS "Jumlah panas yang dibutuhkan atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi ditentukan oleh keadaan awal dan akhir. Penentuan Perubahan Entalpi Dan Hukum Hess PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia biasanya digunakan alat seperti kalorimeter.112 kJ 2NH3(g)  N2(g) + 3H2(g) .85 kJ Entalpi Pembakaran Standar ( Hc ): H untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm. Perhitungan : H reaksi =  Hfo produk . Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l) . 6.85 kJ Entalpi Penguraian: H dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi unsur-unsurnya (= Kebalikan dari H pembentukan). 5. Hc = -802 kJ Entalpi Reaksi: H dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana." Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya Contoh: N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g) . Contoh: 2Al + 3H2SO4  Al2(SO4)3 + 3H2 .1. 2. Contoh: CH4(g) + 2O2(g)  CO2(g) + 2H2O(l) . termometer dan sebagainya yang mungkin lebih sensitif. Hf = -285." Contoh: C(s) + O2(g) C(s) + 1/2 02(g) CO(g) + 1/2 O2(g)  CO2(g)  CO(g)  CO2(g) . H = z kJ  1 tahap  2 tahap . H = +285. H = y kJ .

126. Untuk molekul kovalen yang terdiri dari dua atom seperti H2.+ C(s) + O2(g)  CO2(g) . Untuk molekul kompleks.(2 x 414. Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan kimia. Proses ini selalu disertai perubahan energi.H = 414.9) = . Secara matematis hal tersebut dapat dijabarkan dengan persamaan : H reaksi =  energi pemutusan ikatan =  energi ikatan di kiri . N2 atau HI yang mempunyai satu ikatan maka energi atomisasi sama dengan energi ikatan Energi atomisasi suatu senyawa dapat ditentukan dengan cara pertolongan entalpi pembentukan senyawa tersebut. 02.Jumlah energi pembentukan ikatan = (4(C-H) + (C=C) + (H-H)) .9 kJ/mol H . Sistem Dispers Dan Sistem Koloid SISTEM DISPERS .C = 346.(6(C-H) + (C-C)) = ((C=C) + (H-H)) . Energi-Energi Dan Ikatan Kimia Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan. sehingga membentuk radikal-radikal bebas disebut energi ikatan.-----------------------------------------------------------.4 kJ/mol C . H = y + z kJ Menurut Hukum Hess : x = y + z D.7 kJ BAB IV SISTEM KOLOID A. Harga energi atomisasi ini merupakan jumlah energi ikatan atom-atom dalam molekul tersebut. energi pembentukan ikatan .H = 436.(2(C-H) + (C-C)) = (612.5 + 346. energi ikatan di kanan Contoh: Diketahui : energi ikatan C . energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.4 + 436.8 kJ/mol Ditanya: H reaksi = C2H4(g) + H2(g)  C2H6(g) H reaksi = Jumlah energi pemutusan ikatan .8) .5 kJ/Mol C = C = 612.

: partikel zat yang didispersikan berukuran lebih besar dari 100 nm. . B. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan. Dispersi kasar (suspensi) B. e. b. Dispersi koloid C. Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).A. : partikel zat yang didispersikan berukuran lebih kecil dari 1 nm. pencampuran koloid yang berbeda muatan. d. gerak tidak beraturan dari partikel koloid. Gerak Brown Gerak Brown adalah gerak acak. pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit. JENIS KOLOID Sistem koloid digolongkan berdasarkan pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya. Adsorbsi Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain. yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi. Efek Tyndall Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Koagulasi Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Sistem koloid pada hakekatnya terdiri atas dua fase. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi.koloid yang mengandung fase terdispersi cair disebut emulsi. Koloid Liofil: sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya . .koloid yang mengandung fase terdispersi gas disebut buih. Dispersi molekuler (larutan sejati) : partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 nm 100 nm. Koloid Liofil dan Koloid Liofob Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan medium pendispersinya cairan.koloid yang mengandung fase terdispersi padat disebut sol. berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. Sifat-Sifat Koloid Sifat-sifat khas koloid meliputi : a. . Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+ Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2- c. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2. Dengan terjadinya koagulasi.

AgBr. Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel. Cara Dispersi Prinsip : Partikel Besar ----------------> Partikel Koloid Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara kimia: a. Contoh: sol kanji. cat sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya kecil terhadap medium pendispersinya. Reaksi Redoks 2 H2S(g) + SO2(aq)  3 S(s) + 2 H2O(l) b.Koloid Liofob: besar terhadap medium pendispersinya. DIALISIS Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya. PbI2. Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu industri dengan alat Cottrell. Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid bermuatan positif. Elektroferisis Dan Dialisis ELEKTROFERESIS Elektroferesis adalah peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda. C. BaSO4 dapat membentuk partikel koloid dengan pereaksi yang encer. Elektrotoresis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid. Cara Mekanik Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan . Reaksi Penggaraman Beberapa sol garam yang sukar larut seperti AgCl. sol emas. Reaksi Hidrolisis FeCl3(aq) + 3 H2O(l)  Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq) c. Prinsip : Partikel Molekular kondensasi --------------> Partikel Koloid Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi : a. lem. agar-agar. Cara Kondensasi Cara kondensasi termasuk cara kimia. AgNO3(aq) (encer) + NaCl(aq) (encer)  AgCl(s) + NaNO3(aq) (encer) 2. Contoh: sol belerang. Reaksi Substitusi 2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(g)  As2S3(s) + 6 H2O(l) d. D. Pembuatan Koloid 1.

Cara Busur Bredig Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam. .1/m . Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup besar. Contoh: .1/b . .= . = kecepatan reaksi zat N = penambahan konsentrasi zat N per satuan waktu.1/n . endapan Al(OH)3 oleh AlCl3 BAB V KECEPATAN REAKSI A. Dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi sebagai akibat reaksi. KONSENTRASI DAN KECEPATAN REAKSI Kecepatan reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. d(M) /dt = rM .------. d(A) /dt = rA . Secara umum kecepatan reaksi dapat dirumuskan sebagai berikut: V = k(A) x (B) y dimana: V = kecepatan reaksi k = tetapan laju reaksi x = orde reaksi terhadap zat A y = orde reaksi terhadap zat B (x + y) adalah orde reaksi keseluruhan (A) dan (B) adalah konsentrasi zat pereaksi.1/a .Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S . = kecepatan reaksi zat B = pengurangan konsentrasi zat B per satuan waktu. c. Untuk reaksi: aA + bB  mM + nN maka kecepatan reaksinya adalah: V=- 1 (dA) 1 d(B) 1 d(M) 1 d(N) ------.cara penggerusan atau penggilingan. karet oleh bensin. maka akan berkurang pula kecepatannya. d(B) /dt = rB .Agar-agar dipeptisasi oleh air . d(N) /dt = rN = kecepatan reaksi zat A = pengurangan konsentrasi zat A per satuan wakru. b. = kecepatan reaksi zat M = penambahan konsentrasi zat M per satuan waktu. Cara Peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).= + ---------a dt b dt m dt n dt dimana: .= + -------.

Tentukan harga k (tetapan laju reaksi) ! Jawab: a. 3.1 0.2 0. sedangkan kecepatan reaksinya naik 2 kali. Secara keselurahan reaksi tersebut adalah reaksi orde 3. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : v = k (A) (B) 2 persamaan tersebut mengandung pengertian reaksi orde 1 terhadap zat A dan merupakan reaksi orde 2 terhadap zat B.1 0. 0. Pertama-tama kita misalkan rumus kecepatan reaksinya adalah V = k(NO)x(Br2)y : jadi kita harus mencari nilai x den y.1 Kecepatan Reaksi mol / 1 / detik 12 24 36 48 108 Pertanyaan: a.1 0. Tentukan orde reaksinya ! b. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan.1 0.B. maka: V = k(NO)2(Br2) .2 0.1 0. 2. Contoh soal: Dari reaksi 2NO(g) + Br2(g)  2NOBr(g) dibuat percobaan dan diperoleh data sebagai berikut: No. Dari data ini terlihat konsentrasi NO naik 2 kali sedangkan kecepatan reaksinya naik 4 kali maka : 2x = 4  x = 2 (reaksi orde 2 terhadap NO) Untuk menentukan nilai y maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap NO tidak berubah yaitu data (1) dan (2).3 0. (NO) mol/l (Br2) mol/l 1. Dari data ini terlihat konsentrasi Br2 naik 2 kali. Untuk menentukan nilai x maka kita ambil data dimana konsentrasi terhadap Br2 tidak berubah. Untuk menentukan nilai k cukup kita ambil salah satu data percobaan saja misalnya data (1). maka : 2y = 2  y = 1 (reaksi orde 1 terhadap Br2) Jadi rumus kecepatan reaksinya : V = k(NO)2(Br2) (reaksi orde 3) b. yaitu data (1) dan (4). 4.3 0. Orde Reaksi Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi kecepatan reaksi. 5.

T* adalah molekul dalam keadaan transisi . ANTARA LAIN : . TEORI TUMBUKAN INI TERNYATA MEMILIKI BEBERAPA KELEMAHAN. Jadi makin besar konsentrasi A dan konsentrasi B akan semakin besar pula jumlah tumbukan yang terjadi. Keadaan tersebut dinamakan keadaan transisi. Dalam teori ini diandaikan bahwa ada suatu keadaan yang harus dilewati oleh molekul-molekul yang bereaksi dalam tujuannya menuju ke keadaan akhir (produk). Mekanisme reaksi keadaan transisi dapat ditulis sebagai berikut: A + B  T* --> C + D dimana: .1) k = 12 x 103 mol-212det-1 C. Reaksi hanya akan terjadi bila energi tumbukannya lebih besar atau sama dengan energi pengaktifan (Ea). . Menurut teori tersebut kecepatan reaksi antara dua jenis molekul A dan B sama dengan jumiah tumbukan yang terjadi per satuan waktu antara kedua jenis molekul tersebut.molekul yang lebih rumit struktur ruangnya menghasilkan tumbukan yang tidak sama jumlahnya dibandingkan dengan molekul yang sederhana struktur ruangnya.A dan B adalah molekul-molekul pereaksi . Teori tumbukan di atas diperbaiki oleh tcori keadaan transisi atau teori laju reaksi absolut. Jumlah tumbukan yang terjadi persatuan waktu sebanding dengan konsentrasi A dan konsentrasi B. Hal tersebut berarti bahwa molekul-molekul . Teori Tumbukan Dan Teori Keadaan Transisi Teori tumbukan didasarkan atas teori kinetik gas yang mengamati tentang bagaimana suatu reaksi kimia dapat terjadi.C dan D adalah molekul-molekul hasil reaksi SECARA DIAGRAM KEADAAN TRANSISI INI DAPAT DINYATAKAN SESUAI KURVA BERIKUT Dari diagram terlibat bahwa energi pengaktifan (Ea) merupakan energi keadaan awal sampai dengan energi keadaan transisi.tidak semua tumbukan menghasilkan reaksi sebab ada energi tertentu yang harus dilewati (disebut energi aktivasi = energi pengaktifan) untak dapat menghasilkan reaksi.12 = k(0.1)2(0.

E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN REAKSI Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain konsentrasi. SIFAT ZAT YANG BEREAKSI Sifat mudah sukarnya suatu zat bereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi.pereaksi harus memiliki energi paling sedikit sebesar energi pengaktifan (Ea) agar dapat mencapai keadaan transisi (T*) dan kemudian menjadi hasil reaksi (C + D). Suatu reaksi baru dapat berlangsung apabila ada tumbukan yang berhasil antara molekulmolekul yang bereaksi. Tahap Menuju Kecepatan Reaksi Dalam suatu reaksi kimia berlangsungnya suatu reaksi dari keadaan semula (awal) sampai keadaan akhir diperkirakan melalui beberapa tahap reaksi. 1. sifat zat yang bereaksi. Rangkaian tahap-tahap reaksi dalam suatu reaksi disebut "mekanisme reaksi" dan kecepatan berlangsungnya reaksi keselurahan ditentukan oleh reaksi yang paling lambat dalam mekanisme reaksi. Contoh: 4 HBr(g) + O2(g)  2 H2O(g) + 2 Br2(g) Dari persamaan reaksi di atas terlihat bahwa tiap 1 molekul O2 bereaksi dengan 4 molekul HBr. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi sehingga makinbesar kemungkinan terjadinya tumbukan dengan demikian makin besar pula kemungkinan terjadinya reaksi. D. KONSENTRASI Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi makin cepat reaksinya berlangsung. Hal ini berarti reaksi di atas harus berlangsung dalam beberapa tahap dan diperkirakan tahap-tahapnya adalah : Tahap 1: HBr + O2  HOOBr Tahap 2: HBr + HOOBr  2HOBr Tahap 3: (HBr + HOBr  H2O + Br2) x 2 -----------------------------------------------------. Oleh karena itu. suhu dan katalisator. Secara umum dinyatakan bahwa: . Tumbukan yang mungkin berhasil adalah tumbukan antara 2 molekul yaitu 1 molekul HBr dengan 1 molekul O2. Catatan : energi pengaktifan (= energi aktivasi) adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan oleh molekul-molekul pereaksi agar dapat melangsungkan reaksi. tahap ini disebut tahap penentu kecepatan reaksi. 2.+ 4 HBr + O2 --> 2H2O + 2 Br2 (lambat) (cepat) (cepat) Dari contoh di atas ternyata secara eksperimen kecepatan berlangsungnya reaksi tersebut ditentukan oleh kecepatan reaksi pembentukan HOOBr yaitu reaksi yang berlangsungnya paling lambat. Tumbukan sekaligus antara 4 molekul HBr dengan 1 molekul O2 kecil sekali kemungkinannya untuk berhasil.

Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru. 3.atm/moloK = 8.314 joule/moloK T : suhu reaksi (oK) 4. Dengan demikian lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan kata lain kecepatan reaksi menjadi lebih besar. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen. Hal ini disebabkan karena untuk berlangsungnya reaksi tersebut dibutuhkan energi untuk memutuskan ikatan-ikatan kovalen yang terdapat dalam molekul zat yang bereaksi. Contoh: CH4(g) + Cl2(g)  CH3Cl(g) + HCl(g) Reaksi ini berjalan lambat reaksinya dapat dipercepat apabila diberi energi misalnya cahaya matahari.0821. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang muatannya berlawanan. Contoh: Ca2+(aq) + CO32+(aq)  CaCO3(s) Reaksi ini berlangsung dengan cepat. Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Dengan menaikkan suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi (k) terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS: k = A . dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. SUHU Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. e-E/RT dimana: k : tetapan laju reaksi A : tetapan Arrhenius yang harganya khas untuk setiap reaksi E : energi pengaktifan R : tetapan gas universal = 0. BAB VI KESETIMBANGAN KIMIA . KATALISATOR Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi.- Reaksi antara senyawa ion umumnya berlangsung cepat. - Reaksi antara senyawa kovalen umumnya berlangsung lambat.

Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas Contoh: Ca(HCO3)2(aq)  CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) B.(aq) 2. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  2SO3(g) b. Kesetimbangan dalam sistem heterogen a.Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja.Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan dalam.A. Hukum Kesetimbangan Hukum Guldberg dan Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap. Kesetimbangan sistem padat larutan Contoh: BaSO4(s)  Ba2+(aq) + SO42. kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri maka. persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap den nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu. . Kesetimbangan dalam sistem homogen a. maka hasil kali Wange: konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan Contoh: NH4OH(aq)  NH4+(aq) + OH. Kesetimbangan dalam sistem padat gas Contoh: CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) b. Contoh: C(s) + CO2(g)  2CO(g) Kc = (CO)2 / (CO2) . BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN . reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang. Keadaan Kesetimbangan Reaksi yang dapat berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik. Apabila dalam suatu reaksi kimia. YAITU : 1. Secara umum reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan sebagai: A + B  C + D ADA DUA MACAM SISTEM KESETIMBANGAN.(aq) c. Pernyataan tersebut juga dikenal sebagai hukum kesetimbangan. Untuk reaksi kesetimbangan: a A + b B  c C + d D maka: Kc = (C)c x (D)d / (A)a x (B)b Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap.

maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.Untuk reaksi kedua : K2 = [(A)1/2 x (B)]/(C)2 .25 . Pergeseran Kesetimbangan Azas Le Chatelier menyatakan: Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi.Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq)  Zn2+(aq) + Cu(s) Kc = (Zn2+) / (CO2+) . Satu mol AB direaksikan dengan satu mol CD menurut persamaan reaksi: AB(g) + CD(g)  AD(g) + BC(g) Setelah kesetimbangan tercapai ternyata 3/4 mol senyawa CD berubah menjadi AD dan BC. Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.Untuk reaksi pertama: K1 = (C)4/[(A) x (B)2] = 0. maka berapakah besarnya tetapan kesetimbangan bagi reaksi: 2C(g)  1/2A(g) + B(g) Jawab: . Jika tetapan kesetimbangan untuk reaksi: A(g) + 2B(g)  4C(g) sama dengan 0.25. Kalau volume ruangan 1 liter. Bagi reaksi: A + B  C + D .Hubungan antara K1 dan K2 dapat dinyatakan sebagai: K1 = 1 / (K2)2  K2 = 2 C. Dalam keadaan kesetimbangan: (AD) = (BC) = 3/4 mol/l (AB) sisa = (CD) sisa = 1 . tentukan tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini ! Jawab: Perhatikan reaksi kesetimbangan di atas jika ternyata CD berubah (bereaksi) sebanyak 3/4 mol maka AB yang bereaksi juga 3/4 mol (karena koefsiennya sama).3/4 = 1/4 n mol/l Kc = [(AD) x (BC)]/[(AB) x (CD)] = [(3/4) x (3/4)]/[(1/4) x (1/4)] = 9 2.Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka konsentrasi dari pelarut itu tidak dimasukkan dalam perhitungan Kc. Contoh: CH3COO-(aq) + H2O(l)  CH3COOH(aq) + OH-(aq) Kc = (CH3COOH) x (OH-) / (CH3COO-) Contoh soal: 1.

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER LETAK KESETIMBANGAN ADALAH : a. . berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. . . Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan. maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN 1. maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2. Contoh: N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g) Koefisien reaksi di kanan = 2 Koefisien reaksi di kiri = 4 . konsentrasi salah satu zat diperbesar. Perubahan konsentrasi salah satu zat b. maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut. Sebaliknya. Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan). Dari kiri ke kanan. jika konsentrasi salah satu zat diperkecil. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. 2. sedangkan C dan D bertambah. sedangkan A dan B bertambah. sehingga jumlah mol C dan Dherkurang. berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D. sehingga jumlah mol A dan Bherkurang. maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut.Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar). kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien Reaksi Kecil. kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah Koefisien reaksi besar. maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil). Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  2SO3(g) . Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar.Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2. PERUBAHAN KONSENTRASI SALAH SATU ZAT Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen. Dari kanan ke kiri. Perubahan volume atau tekanan c. maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. 2. Perubahan suhu 1.

jika tekanan total dalaun ruang 5 atm! Jawab: Misalkan tekanan parsial gas CO = x atm. maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm). D. Contoh: Jika diketahui reaksi kesetimbangan: CO2(g) + C(s)  2CO(g) Pada suhu 300o C. harga Kp= 16. Pengaruh Katalisator Terhadap Kesetimbangan Dan Hubungan Antara Harga Kc Dan Kp PENGARUH KATALISATOR TERHADAP KESETIMBANGAN Fungsi katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan kesetimbangan Kc tetap).Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan. (B)b] Kp = (PCc x PDd) / (PAa x PBb) dimana: PA. PERUBAHAN SUHU Menurut Van't Hoff: . (D)d] / [(A)a . PB. Contoh: 2NO(g) + O2(g)  2NO2(g) .Jika suhu diturunkan.Jika suhu dinaikkan. maka tekanan parsial gas CO2 = (5 .4) = 1 atm . hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai: Kp = Kc (RT) n dimana n adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri).C. maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan. H = -216 kJ . B. Secara matematis. C dan D. maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm). HUBUNGAN ANTARA HARGA Kc DENGAN Kp Untuk reaksi umum: a A(g) + b B(g)  c C(g) + d D(g) Harga tetapan kesetimbangan: Kc = [(C)c . maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri. . . hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke kanan dan ke kiri sama besar.x) atm. Hitunglah tekanan parsial CO2.Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan. Kp = (PCO)2 / PCO2 = x2 / (5 .x) = 16  x = 4 Jadi tekanan parsial gas CO2 = (5 . PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A.

) = 2a   1 . KI. = 2    = 1/3 BAB VII LARUTAN A. seperti : HCl. Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Ca(OH)2. Basa-basa kuat. Kesetimbangan Disosiasi Disosiasi adalah penguraian suatu zat menjadi beberapa zat lain yang lebih sederhana. HNO3 dan lain-lain. Pada keadaan ini berapakah harga derajat disosiasinya ? Jawab: Misalkan mol N2O4 mula-mula = a mol mol N2O4 yang terurai = a  mol  mol N2O4 sisa = a (1 . yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Derajat disosiasi adalah perbandingan antara jumlah mol yang terurai dengan jumlah mol mulamula.) mol mol NO2 yang terbentuk = 2 x mol N2O4 yang terurai = 2 a  mol Pada keadaan setimbang: mol N2O4 sisa = mol NO2 yang terbentuk a(1 . larutan dibedakan dalam dua macam. b. Al2(SO4)3 dan lain-lain . seluruhnya berubah menjadi ionion (alpha = 1). Contoh: 2NH3(g)  N2(g) + 3H2(g) besarnya nilai derajat disosiasi ():  = mol NH3 yang terurai / mol NH3 mula-mula Harga derajat disosiasi terletak antara 0 dan 1.E. seperti: NaCl. Contoh: Dalam reaksi disosiasi N2O4 berdasarkan persamaan N2O4(g)  2NO2(g) banyaknya mol N2O4 dan NO2 pada keadaan setimbang adalah sama. HCl03. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Garam-garam yang mudah larut. Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya). c. Asam-asam kuat. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat. H2SO4. Ba(OH)2 dan lain-lain. Pendahuluan LARUTAN adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masingmasing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. jika: a = 0 berarti tidak terjadi penguraian a = 1 berarti terjadi penguraian sempurna 0 <  < 1 berarti disosiasi pada reaksi setimbang (disosiasi sebagian). KOH. karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air). yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah. seperti: NaOH. Larutan ini dibedakan atas : 1. Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut.

air = 100 . maka: XA = nA / (nA + nB) = 3 / (3 + 7) = 0.Larutan sukrosa .Larutan alkohol dan lain-lain B.7 * XA + XB = 1 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar: O < alpha < 1.Larutan urea . H2CO3. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Contoh: Larutan gula 5% dalam air. .5 = 95 gram 3. artinya: dalam 100 gram larutan terdapat : . H2S dan lain-lain b. Tergolong ke dalam jenis ini misalnya: . Menyatakan konsentrasi larutan ada beberapa macam. Basa-basa lemah seperti : NH4OH. FRAKSI MOL Fraksi mol adalah perbandingan antara jumiah mol suatu komponen dengan jumlah mol seluruh komponen yang terdapat dalam larutan. Asam-asam lemah. Contoh: Suatu larutan terdiri dari 3 mol zat terlarut A den 7 mol zat terlarut B. karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Garam-garam yang sukar larut. Fraksi mol dilambangkan dengan X. HCN.3 XB = nB /(nA + nB) = 7 / (3 + 7) = 0.Larutan glukosa . PERSEN BERAT Persen berat menyatakan gram berat zat terlarut dalam 100 gram larutan. seperti : AgCl.gula = 5/100 x 100 = 5 gram . PbI2 dan lain-lain Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Ni(OH)2 dan lain-lain c.2. CaCrO4. di antaranya: 1. MOLALITAS (m) Molalitas menyatakan mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut. Konsentrasi Larutan Konsentrasi merupakan cara untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara zat terlarut dan pelarut. seperti : CH3COOH.

maka larutan bersifat netral .2 m 4.Jika nilai pH < 7. 1. . Untuk basa. maka larutan bersifat asam .molalitas NaOH = (4/40) / 500 gram air = (0. MOLARITAS (M) Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.log [H+] Untuk air murni (25oC): [H+] = [OH-] = 10-7 mol/l pH = . NORMALITAS (N) Normalitas menyatakan jumlah mol ekivalen zat terlarut dalam 1 liter larutan.log 10-7 = 7 Atas dasar pengertian ini.1 x 2 mol) / 1000 gram air = 0. Contoh: Berapakah molaritas 9. maka larutan bersifat basa . maka menyatakan nilai pH larutannya dapat dihitung langsung dari konsentrasi asamnya (dengan melihat valensinya).8/98) mol / 0.25 liter = (0.molaritas H2SO4 = (9. pH = . 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion H+.4 M 5.1 x 4) mol / liter = 0.Jika nilai pH > 7. Untuk asam. Menyatakan pH Larutan Asam Untuk menyatakan nilai pH suatu larutan asam. 1 mol ekivalennya sebanding dengan 1 mol ion OH-.Contoh: Hitunglah molalitas 4 gram NaOH (Mr = 40) dalam 500 gram air ! . Pendahuluan Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut derajat keasaman. Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan dipakai pengertian pH.Jika nilai pH = pOH = 7. pH Asam Kuat Bagi asam-asam kuat (  = 1). ditentukan: . Antara Normalitas dan Molaritas terdapat hubungan : N = M x valensi BAB VIII EKSPONEN HIDROGEN A.Pada suhu kamar: pKw = pH + pOH = 14 B.8 gram H2SO4 (Mr= 98) dalam 250 ml larutan ? . maka yang paling awal harus ditentukan (dibedakan) antara asam kuat dengan asam lemah.

025 mol/0. Ka) dimana: Ca = konsentrasi asam lemah Ka = tetapan ionisasi asam lemah Contoh: Hitunglah pH dari 0.0 liter = 2 x 0.1 M = 10-1 M [H+] = Ca .1 M ! . Hitunglah pH dari 2 liter larutan 0. maka terlebih dahulu dihitung nilai pOH larutan dari konsentrasi basanya. jika diketahui Ka = 10-5 Jawab: Ca = 0. 1.log 10-1 = 1 2. Menyatakan pH Larutan Basa Prinsip penentuan pH suatu larutan basa sama dengan penentuan pH larutam asam.1 mol asam sulfat ! Jawab: H2SO4(aq)  2 H+(aq) + SO42-(aq) [H+] = 2[H2SO4] = 2 x 0. yaitu dibedakan untuk basa kuat dan basa lemah.01 M HCl ! Jawab: HCl(aq)  H+(aq) + Cl-(aq) [H+] = [HCl] = 0.025 mol CH3COOH dalam 250 ml larutannya.Contoh: 1. 10-5 = 10-3 M pH = -log 10-3 = 3 C. Tentukan pH dari 100 ml larutan KOH 0. pH Asam Lemah Bagi asam-asam lemah.025 liter = 0. karena harga derajat ionisasinya  1 (0 <  < 1) maka besarnya konsentrasi ion H+ tidak dapat dinyatakan secara langsung dari konsentrasi asamnya (seperti halnya asam kuat). pH Basa Kuat Untuk menentukan pH basa-basa kuat ( = 1). Langkah awal yang harus ditempuh adalah menghitung besarnya [H+] dengan rumus [H+] = Ca .log 10-2 = 2 2. Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.1 mol/2. Contoh: a.01 = 10-2 M pH = .05 = 10-1 M pH = . Ka) = 10-1 .

1 = 13 b.NH4OH dengan NH4Cl Sifat larutan buffer: . jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5 ! Jawab: [OH-] = Cb .CH3COOH dengan CH3COONa .01 = 2.(2 . CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER 1.log 10-1 = 1 pH = 14 .pOH = 14 . Kb) dimana: Cb = konsentrasi basa lemah Kb = tetapan ionisasi basa lemah Contoh: Hitunglah pH dari 100 ml 0.10-2 M pOH = . karena harga derajat ionisasinya konsentrasi ion OH.pH larutan tidak berubah jika diencerkan.pOH = 14 .1 = 10-1 M pOH = . Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut. Hitunglah pH dari 500 ml larutan Ca(OH)2 0.H3PO4 dengan NaH2PO4 b.10-2 = 2 .pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa. .log 10-4 = 4 pH = 14 .log 2) = 12 + log 2 2. maka untuk menyatakan [OH-] = Cb . Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya .log 2 pH = 14 . Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut. Larutan Buffer Larutan buffer adalah: a.pOH = 14 . 10-5 = 10-4 M pOH = .log 2. Kb) = 10-3 .digunakan rumus:  1.b. KOH(aq)  K+(aq) + OH-(aq) [OH-] = [KOH] = 0.001 M larutan NH4OH. Contoh: .4 = 10 D. pH Basa Lemah Bagi basa-basa lemah. Ca(OH)2(aq)  Ca2+(aq) + 2 OH-(aq) [OH-1] = 2[Ca(OH)2] = 2 x 0.01 M ! Jawab: a. Contoh: .

10 mol/liter = 10-1 M pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2 = 5 + 1 = 6 2. Cb (sisa) = 0.1 mol mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0. Cb/Cg pOH = pKb + log Cg/Cb dimana: Cb = konsentrasi base lemah Cg = konsentrasi garamnya Kb = tetapan ionisasi basa lemah Contoh: Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.p0H = 14 .1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan ! Ka bagi asam asetat = 10-5 Jawab: Ca = 0. digunakan rumus: [OH-] = Kb .01 mol/liter = 10-2 M Cg = 0.2 mol NH4OH dengan 0.5 = 9 E.2 .01 mol asam asetat dengan 0.1 mol mol NH4OH sisa = 0.1 = 0.1 mol HCl ! (Kb= 10-5) Jawab: NH4OH(aq) + HCl(aq) NH4Cl(aq) + H2O(l) mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.0.1 mol/liter = 10-1 M pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5 pH = 14 .(larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus: [H+] = Ka. Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7). Ca/Cg pH = pKa + log Ca/Cg dimana: Ca = konsentrasi asam lemah Cg = konsentrasi garamnya Ka = tetapan ionisasi asam lemah Contoh: Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0. Hidrolisis .1 mol Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka campurannya akan membentuk Larutan buffer.1 mol/liter = 10-1 M Cg (yang terbentuk) = 0.

Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa.
ADA EMPAT JENIS GARAM, YAITU :
1.

Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa kuat (misalnya NaCl,
K2SO4 dan lain-lain) tidak mengalami hidrolisis. Untuk jenis garam yang demikian
nilai pH = 7 (bersifat netral).

2.

Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa lemah (misalnya NH4Cl,
AgNO3 dan lain-lain) hanya kationnya yang terhidrolisis (mengalami hidrolisis
parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH < 7 (bersifat asam).

3.

Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa kuat (misalnya
CH3COOK, NaCN dan lain-lain) hanya anionnya yang terhidrolisis (mengalami
hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH > 7 (bersifat basa).

4.

Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa lemah (misalnya
CH3COONH4, Al2S3 dan lain-lain) mengalami hidrolisis total (sempurna). Untuk
jenis garam yang demikian nilai pH-nya tergantung harga Ka den Kb.

F. Garam Yang Terbentuk Dari Asam Kuat Dan Basa Lemah
Karena untuk jenis ini garamnya selalu bersifat asam (pH < 7) digunakan persamaan:

[H+] =

Kh . Cg

dimana :

Kh = Kw/Kb
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan persamaan:

pH = 1/2 (pKW - pKb - log Cg)

Contoh:
Hitunglah pH dari 100 ml larutan 0.1 M NH4Cl ! (Kb = 10-5)
Jawab:
NH4Cl adalah garam yang bersifat asam, sehingga pH-nya kita hitung secara langsung.
pH =
=
=
=
=

1/2
1/2
1/2
1/2
5

(pKw - pKb - log Cg)
(-log 10-14 + log 10-5 - log 10-1)
(14 - 5 + 1)
x 10

G. Garam Yang Terbentuk Dari Asam Lemah Dan Basa Lemah
Untuk jenis garam ini larutannya selalu bersifat basa (pH > 7), dan dalam perhitungan
digunakan persamaan:

[OH-] =

 Kh . Cg

dimana:

Kh = Kw/Ka
Kh = konstanta hidrolisis
Jika kita ingin mencari nilai pH-nya secara langsung, dipergunakan persamaan:

pH = 1/2 (pKw + pKa + log
Cg)

Contoh:
Hitunglah pH larutan dari 100 ml 0.02 M NaOH dengan 100 ml 0.02 M asam asetat ! (K a =
10-5).
Jawab:
NaOH + CH3COOH  CH3COONa + H2O
- mol NaOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
- mol CH3COOH = 100/1000 x 0.02 = 0.002 mol
Karena mol basa yang direaksikannya sama dengan mol asam yang direaksikan, maka
tidak ada yang tersisa, yang ada hanya mol garam (CH3COONa) yang terbentuk.
- mol CH3COONa = 0.002 mol (lihat reaksi)
- Cg = 0.002 mol/200 ml = 0.002 mol/0.2 liter = 0.01 M = 10-2 M
- Nilai pH-nya akan bersifat basa (karena garamnya terbentuk dari asam lemah dengan
basa kuat), besarnya:
pH = 1/2 (pKw + pKa + log Cg)
= 1/2 (14 + 5 + log 10-2)
= 1/2 (19 - 2)
= 8.5

BAB IX
TEORI ASAM BASA DAN STOKIOMETRI LARUTAN
A. Teori Asam Basa
1. MENURUT ARRHENIUS
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+.
Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Contoh:
1) HCl(aq)  H+(aq) + Cl-(aq)
2) NaOH(aq)  Na+(aq) + OH-(aq)

2. MENURUT BRONSTED-LOWRY
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:
1) HAc(aq) + H2O(l)
asam-1 basa-2

 H3O+(aq) + Ac-(aq)
asam-2
basa-1

HAc dengan Ac- merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
2) H2O(l) + NH3(aq)
asam-1 basa-2

 NH4+(aq) + OH-(aq)
asam-2
basa-1

H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan
sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik
(amfoter).

B. Stokiometri Larutan
Pada stoikiometri larutan, di antara zat-zat yang terlibat reaksi, sebagian atau seluruhnya
berada dalam bentuk larutan.
1. Stoikiometri dengan Hitungan Kimia Sederhana
Soal-soal yang menyangkut bagian ini dapat diselesaikan dengan cara hitungan kimia
sederhana yang menyangkut hubungan kuantitas antara suatu komponen dengan
komponen lain dalam suatu reaksi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah:
a. menulis persamann reaksi
b. menyetarakan koefisien reaksi
c. memahami bahwa perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol
Karena zat yang terlibat dalam reaksi berada dalam bentuk larutan, maka mol larutan
dapat dinyatakan sebagai:
n=V.M
dimana:
n = jumlah mol
V = volume (liter)
M = molaritas larutan
Contoh:
Hitunglah volume larutan 0.05 M HCl yang diperlukan untuk melarutkan 2.4 gram
logam magnesium (Ar = 24).
Jawab:
Mg(s) + 2HCl(aq)  MgCl2(aq) + H2(g)
24 gram Mg = 2.4/24 = 0.1 mol
mol HCl = 2 x mol Mg = 0.2 mol
volume HCl = n/M = 0.2/0.25 = 0.8 liter

2. Titrasi

Titrasi adalah cara penetapan kadar suatu larutan dengan menggunakan larutan
standar yang sudah diketahui konsentrasinya. Motode ini banyak dilakukan di
laboratorium. Beberapa jenis titrasi, yaitu:
1. titrasi asam-basa
2. titrasi redoks
3. titrasi pengendapan
Contoh:
1. Untuk menetralkan 50 mL larutan NaOH diperlukan 20 mL larutan 0.25 M HCl.
Tentukan kemolaran larutan NaOH !
Jawab:
NaOH(aq) + HCl(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)
mol HCl = 20 x 0.25 = 5 m mol
Berdasarkan koefisien reaksi di atas.
mol NaOH = mol HCl = 5 m mol
M = n/V = 5 m mol/50mL = 0.1 M
2. Sebanyak 0.56 gram kalsium oksida tak murni dilarutkan ke dalam air. Larutan ini
tepat dapat dinetralkan dengan 20 mL larutan 0.30 M HCl.Tentukan kemurnian
kalsium oksida (Ar: O=16; Ca=56)!
Jawab:
CaO(s) + H2O(l)  Ca(OH)2(aq)
Ca(OH)2(aq) + 2 HCl(aq)  CaCl2(aq) + 2 H2O(l)
mol HCl = 20 x 0.30 = 6 m mol
mol Ca(OH)2 = mol CaO = 1/2 x mol HCl = 1/2 x 6 = 3 m mol
massa CaO = 3 x 56 = 168 mg = 0.168 gram
Kadar kemurnian CaO = 0.168/0.56 x 100% = 30%

BAB X
ZAT RADIOAKTIF
A. Keradioaktifan Alam
Definisi : Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari unsur-unsur yang bersifat radiokatif
MACAMNYA
KERADIOAKTIFAN ALAM
- Terjadi secara spontan
Misalnya:

92

238

U

90

224

Th +

2

4

He

1. Jenis peluruhan
a. Radiasi Alfa
- terdiri dari inti 24 He
- merupakan partikel yang massif
- kecepatan 0.1 C
- di udara hanya berjalan beberapa cm sebelum menumbuk
molekul udara
b. Radiasi Beta
- terdiri dari elektron -10 e atau -10 beta
- terjadi karena perubahan neutron 01 n 

1

1

p+

-1

0

e

* emisi positron terjadi pada inti ringan. * isotop dengan n/p di bawah pita kestabilan menjadi stabil dengan menangkap elektron. Deret Thorium Dimulai oleh peluruhan 90 Th dan berakhir dengan 232 82 208 Pb c. Deret Uranium-Radium Dimulai dengan 92 238 U dan berakhir dengan 82 206 Pb b.terjadi dari proton yang berubah menjadi neutron 1 1 p  01 n + +10 e e.di udara kering bergerak sejauh 300 cm c. .Pada umumnya unsur dengan nomor atom lebih besar dari 83 adalah radioaktif. Deret Neptunium Dimulai dengan peluruhan Bi 93 237 Np dan berakhir dengan B.berasal dari inti .. Prinsip penembakan: 83 209 .terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan hampir sama dengan elektron .merupakan gejala spontan dari isotop radioaktif d. Kestabilan inti . Rumus Dan Ringkasan KERADIOAKTIFAN BUATAN Perubahan inti yang terjadi karena ditembak oleh partikel.merupakan radiasi elektromagnetik yang berenergi tinggi . Deret Aktinium Dimulai dengan peluruhan 92 235 U dan berakhir dengan 82 207 Pb d. Emisi Neutron . * isotop dengan n/p di atas pita kestabilan menjadi stabil dengan memancarkan partikel beta.tidak menghasilkan isotop unsur lain 2.Kestabilan inti dipengaruhi oleh perbandingan antara neutron dan proton di dalam inti. Emisi Positron . Deret keradioaktifan Deret radioaktif ialah suatu kumpulan unsur-unsur hasil peluruhan suatu radioaktif yang berakhir dengan terbentuknya unsur yang stabil. Radiasi Gamma . Keradioaktifan Buatan. * penangkapan elektron terjadi pada inti berat. a. 3.

(1/2)n = Nt/No t1/2 x n = t No = jumiah zat radioaktif mula-mula (sebelum meluruh) Nt = jumiah zat radioaktif sisa (setelah meluruh) k = tetapan peluruhan t = waktu peluruhan t1/2 = waktu paruh n = faktor peluruhan Contoh: 1.303 log No/Nt = k .o o Jumlah nomor atom sebelum penembakan = jumlah nomor atom setelah penembakan. Peluruhan radioaktif: a. t1/2 . e-1 b. log No/Nt k = tetapan laju peluruhan t = waktu peluruhan No = jumlah bahan radioaktif mula-mula Nt = jumlah bahan radioaktif pada saat t t1/2 = waktu paruh RINGKASAN 1. k . t= 1 hari = 24 jam t1/2 x n = t  n = t/t1/2 = 24/4 = 6 (1/2)n = Nt/No  (1/2)6 = Nt/No  Nt = 1/64 No 2. t1/2 = 0. Nt = No . t c. Kestabilan inti: umumnya suatu isotop dikatakan tidak stabil bila: a. Jumlah nomor massa sebelum penembakan = jumlah nomor massa setelah penembakan.25 gram. 400 gram suatu zat radioaktif setelah disimpan selama 72 tahun ternyata masih tersisa sebanyak 6.6) b. Dari sejumlah No unsur tersebut setelah 1 hari berapa yang masih tersisa ? Jawab: t1/2 = 4 jam .32 .693/t1/2 t = 3. Berapakah waktu paruh unsur radioaktif tersebut ? .693 d. 2. Misalnya: 7 14 N+ 2 4 He  8 17 O+ 1 1 p RUMUS k = (2. n/p > (1-1.3/t) log (No/Nt) k = 0. e > 83 e = elektron n = neutron p = proton 2. Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paruh 4 jam.

Pencemaran udara 2. Oksida nitrogen (NO dan NO2) . fungisida dan herbisida 2. Menurunnya pH air memperbesar sifat korosi air pada Fe dan dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan organisme air. Kenaikan suhu air mengakibatkan kelarutan O2 berkurang.25 gram t = 72 tahun (1/2)n = Nt/No = 6.warna gas : coklat .berasal dari: gunung api.bersifat racun karena dapat berikatan dengan hemoglobin CO + Hb  COHb . akibatnya darah kurang berfungsi sebagai pengangkut 02 b. Senyawa karbon . serta cara pencegahannya. Pencemaran air 3.dengan adanya penggunaan dari beberapa senyawa karbon di bidang pertanian.kemampuan Hb untuk mengikat CO jauh lebih besar dan O2. MACAMNYA 1. Belerangdioksida (SO2) .Jawab: No = 400 gram Nt = 6. c. b.25/400 = 1/64 = (1/2)6 n = 6 (n adalah faktor peluruhan) t = t1/2 x n  t1/2 = t/n = 72/6 = 12 tahun BAB XI KIMIA LINGKUNGAN DEFINISI Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari pengaruh dari bahan kimia terhadap lingkungan. kesehatan dan peternakan. pembakaran bahan industri dan kendaraan bermotor . oksida nitrogen dapat membentuk asam nitrat yang bersifat korosif d. Syarat air sehat: . Pencemaran udara a. Karbon monoksida (CO) . Pencemaran tanah 1. Adanya pembusukan zat-zat organik yang mengubah warna. bau dan rasa air. Pencemaran air a.tidak berwarna dan tidak barbau .pada pembakaran nitrogen. KETENTUAN Kimia lingkungan mempelajari zat-zat kimia yang penggunaannya dapat menguntungkan dibidang kemajuan teknologi tetapi hasil-hasil sampingannya merugikan.organoklor tersebut: insektisida.di lingkungan yang lembab. misalnya kelompok organoklor .bersifat racun bagi pernafasan karena dapat mengeringkan udara c. industri pulp dengan proses sulfit dan hasil pembakaran bahan bakar yang mengandung belerang (S) .

4. . Dalam H2koloid 3. Dampak polusi JENIS POLUTAN DAMPAK CO Racun sebab afinitasnya terhadap Hb besar NO Peningkatan radiasi ultra violet sebab NO menurunkan kadar O3 (filter ultra violet) Freon NO2 Minyak sda Racun paru Ikan mati sebab BOD naik Limbah industri Ikan mati sebab BOD naik Pestisida Pupuk Racun sebab pestisida adalah organoklor Tumbuhan mati kering sebab terjadi plasmolisis cairan sel BAB XII KIMIA TERAPAN DAN TERPAKAI DEFINISI Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari reaksi-reaksi kimia yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri untuk mengolah bahan asal menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi. PENGERTIAN Garam dari asam lemak dengan KOH/NaOH 2. PEMBUATAN Lemak / Minyak + NaOH / KOH B. JENIS O  Lunak : R  C O  Keras : R  ONa 3.. Mengandung alkali bebas  kualitas rendah 2. Detergen 1. SIFAT 1. PENGERTIAN C OK . A.Adanya bahan-bahan sintetik yang tidak dapat dihancurkan oleh mikroorganisme seperti plastik.tidak berbau dan berasa .harga DO tinggi dan BOD rendah 3. Pencemaran tanah . Dalam air sadah  kurang membuih 4.Adanya buangan kimia yang dapat merusak tanah. Sabun 1.

Premium  bilangan oktan + 80 .Premix  bilangan oktan + 94 4. SENYAWA ANTI KNOCKING Tetra etil lead (C2H5)4Pb 5. BENSIN CRACKING Diperoleh melalui proses pemutusan Hidrokarbon C12H26 ———————————> C6H14 + C6H12 425 C 25 atm D. PEMBUATAN ROH + H2SO4  ROSO3H + H2O ROSO3H + NaOH  ROSO3Na + H2O C.Ujung non polar : R . Pupuk JENIS PUPUK 1.n heptan (menimbulkan knocking) 2.Iso oktan (= 2.Ujung polar : SO3Na (hidrofil) Terhadap JASAD RENIK .Pupuk Kandang 2.Kompos . SIFAT Fisis .trimetil pentana) .O (hidrofob) . KOMPOSISI . BILANGAN OKTAN Kadar iso oktan dalam bensin 3.Garam Natrium dari Asam Sulfonat 2.Dapat melarutkan lemak . Pupuk Alam .Tak dipengaruhi kesadahan air 3. Pupuk Buatan . Bensin 1. KOMERSIAL . 2.Pupuk Hijau .Rantai C-nya bercabang : Unbiogradable Kimiawi .Rantai C-nya lurus : Biogradable . 4 .

N = Amonium Sulfat Nitrat ..Enkel Superpospat .pengendapannya  Dipanaskan dan Diberi Kapur 2. Pupuk Kalium  N. Zat Tambahan Pada Makanan Zat-zat makanan yang diperlukan tubuh adalah .a.karbohidrat .A. Sementara  bila anionnya HCO3. Air Tanah b..Sabun Menimbulkan Baru Ginjal c.Triple Superpospat Catatan : Fungsi Pupuk : Mensuplai kebutuhan akan unsur-unsur tertentu E. Menurut Kandungan Mineral a.K c.lemak . Air Hujan 2. Jenis a.S. Menurut Tempatnya a. Dampak a.Za = (NH4)2SO4 .pelunakannya diberi Na2CO3 b./ Cl. Pupuk Nitrogen .Double Superpospat . Kesadahan Air Sadah  mengandung Ca2+ dan Mg2+ 1. Air Murni b.. Pupuk Pospor .Menimbulkan Kerak Pada Dasar Ketel G.Air Minum . Memboroskan b. Tetap  bila anionnya SO42.Urea = CO(NH2)2 b. Air Permukaan  Sungai c.P. Air H 2O  merupakan pelarut universal 1.... Air Tak Murni .Air mineral  Air Pelikan dan Air Sadah F.

selain zat-zat makanan tersebut di atas. sendawa dan asam sitrat. yaitu : 1. Zat tambahan im harus aman penggunaannya. 3. Minyak dan lemak jika tidak disimpan baik. Untuk makanan dalam kaleng umumnya digunakan zat pengawet lain. Zat-zat ini disebut zat tambahan (additives) pada makanan. lebih sedap bau dan rasanya dan lebih awet bila disimpan. misalnya senyawa organoklor.- protein vitamin mineral air Tetapi. Zat tambahan untuk membuat makanan menjadi lebih menarik kelihatannya. yaitu tidak mengganggu kesehatan. di dalam makanan kita masih terdapat zat-zat lain yang pada umumnya tidak mempunyai nilai gizi. nipagin. Zat warna: tujuan penambahan ialah membuat makanan lebih menarik. seperti warna hijau dari daun suji (daun pandan) dan warna kuning atau jingga dari kunir (kurkuma). lama kelamaan menjadi tengik. yang umumnya dibuat dari ter batubara Zat warna ini tidak boleh digunakan untuk makanan. URAIAN BEBERAPA ZAT TAMBAHAN 1. Udara. 2. Zat Penyedap (penguat rasa) : Tujuan penambahan ialah agar makanan lebih sedap rasa dan baunya. karena beracun. Zat Pengawet Penggunaan gula dan garam sebagai pengawet sudah diketahui orang banyak. Contohnya: . 2. Karena itu kita harus mencuci bersih lebih dahulu sayuran dan buah-buahan yang akan kita makan untuk mencegah keracunan oleh bahan kimia itu.butil hidroksi anisol (BHA) . cahaya dan kerja bakteri adalah penyebabnya. Peristiwa ini terjadi karena asam lemak yang tidak jenuh dalam bahan ini teroksidasi. Ada kalanya digunakan juga antibiotik. Zat Warna Nabati. misalnya natrium benzoat. Zat Warna Sintetik.butil hidroksi toluena (BHT) Biasanya antioksidan digunakan bersama dengan asam sitrat atau asam askorbat (vitamin C) yang fungsinya untuk memperkuat kerja antioksidan itu. Untuk mencegah proses ini pada minyak atau lemak ditambahkan zat pengawet yang tergolong "antioksidan". b. Zat tambahan yang bercampur dengan makanan pada waktu dalam proses penyediaan/pembuatan bahan makanan. Zat tambahan golongan lainnya yang secara tidak sengaja bercampur dengan makanan ialah bahan-bahan kimia yang digunakan dalam bidang pertanian dan peternakan. yaitu yang berasal dari alam/tumbuh-tumbuhan. Hormon-hormon yang sekarang sering diberikan kepada hewan potong untuk . Ada 2 macam zat warna: a. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat warna itu dapat menimbulkan penyakit kanker.

Proses kimia Pada proses mekanis tidak digunakan bahan-bahan kimia. tetapi dibantu dengan bahan kimia untuk lebih melunakkan. yaitu: a. Pemanis sintetis sering digunakan dalam industri minuman seperti limun. di samping dapat digunakan untuk membuat kertas. dan lain-lain. Dengan proses ini.proses sulfat b. Pada proses kimia bahan baku dimasak dengan bahan kimia tertentu untuk mengllilangkan zat lain yang tidak perlu dari serat-serat selulosa.proses soda . Ada 3 macam proses pembuatan pulp. yaitu: 1. Pada proses semi-kimia dilakukan seperti proses mekanis. Proses semi-kimia 3. sirup dan lain-lain. dapat diperoleh selulosa yang murni dan tidak rusak. Metoda proses basa Termasuk di sini adalah: . Penggunaan pemanis sintetis ini harus dibatasi karena kelebihan pemanis sintetis dalam minuman atau makanan akan menyebabkan penyakit. Ada 2 metoda pembuatan pulp dengan proses kimia. merang. Zat Pemanis Gula Pasir dan gula jawa adalah pemanis alami yang sering dipakai sehari-hari. Kertas Bahan baku yang digunakan untuk membuat kertas ialah bahan-bahan yang mengandung banyak selulosa. Pembuatan kertas dari bahan baku dapat dibagi menjadi dua tahap. sehingga serat-serat selulosa mudah terpisah dan tidak rusak. dapat juga digunakan untuk membuat rayon (rayon adalah selulosa dalam bentuk serat-serat). Pembuatan pulp 2. kayu. seperti bambu. Pembuatan kertas dari pulp Pulp. Metoda proses asam Yang termasuk proses asam adalah proses sulfit .mempercepat pertumbuhannya dapat juga merupakan zat pada makanan yang tidak kita kehendaki. 4. Proses mekanis 2. jerami. Pemanis sintetis yang aman penggunaannya adalah gula stevita yaitu gula yang berasal dari daun Stevita rebaudina. H. Bahan baku digiling dengan mesin sehingga selulosa terpisah dari zat-zat lain. yaitu: 1.

mesin pengeras dan mesin pengering. kaolin. Kemudian campuran yang selesai dimasak tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah pulp dan disaring. Zat-zat tersebut di atas dipakai dalam jumlah kecil sekali. tetapi larutan yang digunakan adalah: SO2. . diolah dengan bahan-bahan penolong seperti perekat damar. Perlu diperhatikan bahwa. Catatan: 1." Dalam larutan tersebut dimasukkan larutan pemasak: . 3. dan bila berlebihan berbahaya bagi kesehatan. Pulp kasar dapat digunakan untuk membuat karton dan pulp halus yang warnanya masih coklat harus dikelantang (diputihkan/dipucatkan). kertas bekas. gips. sehingga di beberapa negara dilarang. Hal ini berarti menghemat biaya dan mencegah pencemaran lingkungan Reaksi kimia yang penting dalam pengolahan kembali sisa larutan tersebut adalah : Na2SO4 + 2 C ———————————> Na2S + 2 CO2 Na2CO3 + Ca(OH)2 ———————————> 2 NaOH + CaCO3 Proses Asam Secara garis besar. Ada zat pemanis yang dapat menimbulkan kanker pada hewan-hewan percobaan.NaOH. Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). BAB XIII SIFAT KOLIGATIF LARUTAN A. untuk kemudian diproses menjadi kertas. zat warna dan lain-lain. tetapi secara sederhana dapat ditulis: Larutan pemasak Kayu ———————————> pulp (selulosa) + senyawa-senyawa alkohol + senyawa-senyawa asam + merkaptan + zat-zat pengotor lainnya. Ca(HSO3)2 dan Mg(HS03)2 Pembuatan Kertas Pulp yang sudah siap. Reaksi sebenarnya rumit sekali. proses sulfit dilakukan melalui tahap-tahap yang sama dengan proses basa. kalsium karbonat. Umumnya zat-zat tersebut di atas adalah sintetis. Na2S dan Na2CO3 untuk proses sulfat Pemasakan ini berguna untuk memisahkan selulosa dari zat-zat yang lain. Pemucatan dilakukan dengan menggunakan Kaporit atau Natrium hipoklorit. talk. untuk proses soda .NaOH 7%. 2. tawas aluminium.Proses Basa Bahan baku yang telah dipotong kecil-kecil dengan mesin pemotong. melalui mesin pembentuk lembaran kertas. dimasukkan dalam sebuah bejana yang disebut "digester. tetapi diolah kembali untuk dipakai lagi. bahanbahan kimia yang sudah terpakai tidak dibuang.

Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. 3. maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi: P = Po (1 .25 mol mol air = 90/18 = 5 mol . XA sehingga: P = po .Sifat koligatif meliputi: 1. Menurut RAOULT: p = po . Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Jawab: mol glukosa = 45/180 = 0. Penurunan tekanan uap jenuh Kenaikan titik didih Penurunan titik beku Tekanan osmotik Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. 2.P = Po . sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. XB dimana: p = tekanan uap jenuh larutan po = tekanan uap jenuh pelarut murni XB = fraksi mol pelarut Karena XA + XB = 1.Po . walaupun konsentrasi keduanya sama. sehingga kecepatan penguapanberkurang. 4. bila 45 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air ! Diketahui tekanan uap jenuh air murni pada 20oC adalah 18 mmHg. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.XA) P = Po . Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya. XA Po . zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. XA dimana: P = penunman tekanan uap jenuh pelarut po = tekanan uap pelarut murni XA = fraksi mol zat terlarut Contoh: Hitunglah penurunan tekanan uap jenuh air. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut. Penurunan Tekanan Uap Jenuh Dan Kenaikan Titik Didih PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH Pada setiap suhu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. B.

Kf = W/Mr . (1000/p) . XA = 18 x 0. Penurunan Titik Beku Dan Tekanan Osmotik PENURUNAN TITIK BEKU Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai : Tf = m . .25 + 5) = 0. 1000/p . Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan: Tb = m .fraksi mol glukosa = 0. Kb dimana: Tb = kenaikan titik didih (oC) m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikan titik didih molal Karena : m = (W/Mr) . Kb Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm.048 Penurunan tekanan uap jenuh air: P = Po.25/(0. (W menyatakan massa zat terlarut) Maka kenaikan titik didih larutan dapat dinyatakan sebagai: Tb = (W/Mr) .048 = 0. maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai: Tf = (O . maka titik didih larutan dinyatakan sebagai: Tb = (100 + Tb)oC C. Kf dimana: Tf = penurunan titik beku m = molalitas larutan Kf = tetapan penurunan titik beku molal W = massa zat terlarut Mr = massa molekul relatif zat terlarut p = massa pelarut Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. (1000/p) .Tf)oC TEKANAN OSMOTIK Tekanan osmotik adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis).864 mmHg KENAIKAN TITIK DIDIH Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni.

(aq) karena terurai menjadi 2 ion.5 molal garam dapur.atm/moloK T = suhu mutlak (oK) . . 1000/p .082 liter.Untuk larutan garam dapur: NaCl(aq) --> Na+ (aq) + Cl. .Untuk larutan glukosa dalam air jumlah partikel (konsentrasinya) tetap. Sifat Koligatif Larutan Elektrolit Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion.5 molal. Untuk Kenaikan Titik Didih dinyatakan sebagai: Tb = m . 2.5 molal glukosa dibandingkan dengan iarutan 0. maka : = n/V R T = C R T dimana : = tekanan osmotik (atmosfir) C = konsentrasi larutan (mol/liter= M) R = tetapan gas universal = 0. . Kf [1 + (n-1)] = W/Mr . . sedangkan untuk elektrolit lemah. Besarnya derajat ionisasi ini dinyatakan sebagai: = jumlah mol zat yang terionisasi/jumlah mol zat mula-mula Untuk larutan elektrolit kuat. Untuk Tekanan Osmotik dinyatakan sebagai: = C R T [1+ (n-1)] Contoh: . 1.Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama disebut Isotonis. harga derajat ionisasinya mendekati 1. maka konsentrasi partikelnya menjadi 2 kali semula = 1.0 molal. 1000/p .Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.Menurut VAN'T HOFF tekanan osmotik mengikuti hukum gas ideal: PV = nRT Karena tekanan osmotik =  . Kb [1 + (n-1)] = W/Mr . D. Yang menjadi ukuran langsung dari keadaan (kemampuannya) untuk mengion adalah derajat ionisasi. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama Contoh: Larutan 0. Kf [1+ (n-1)] 3. Kb [1+ (n-1)] n menyatakan jumlah ion dari larutan elektrolitnya. harganya berada di antara 0 dan 1 (0 <  < 1). Atas dasar kemampuan ini. yaitu 0. maka larutan elektrolit mempunyai pengembangan di dalam perumusan sifat koligatifnya. Untuk Penurunan Titik Beku dinyatakan sebagai: Tf = m .Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.

. Kb= 0.Hitunglah kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dari larutan 5. Ksp = HKK = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen. [AgCl] = [Ag+][Cl-] KspAgCl = [Ag+] [Cl-] Bila Ksp AgCl = 10-10 .5 x 1000/250 x 0. NaCl(aq) --> NaF+ (aq) + Cl. Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya.5 x 1000/250 x 0.sn+1 s = n+i Ksp AnB/nn . AnB(s) s A+(aq) + Bn-(aq) n.5) dalam 250 gram air ! (bagi air.s = nn.85 gram garam dapur (Mr = 58.s)n. Contoh: Ag+(aq) + Cl-(aq) AgCl(s) K = [Ag+] [Cl-] / [AgCl] K . Pengertian Dasar Bila sejumlah garam AB yang sukar larut dimasukkan ke dalam air maka akan terjadi beberapa kemungkinan: .52 [1+1(2-1)] = 0. Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10 B.52 dan Kf= 1. Tb = 5.416 oC Tf = 5.208 x 2 = 0. tetapi kita mengetahui bahwa larutannya tergolong elektrolit kuat. maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu 25 oC.Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi masih dapat larut larutan tak jenuh.86 [1+1(2-1)] = 0. Kelarutan 1. maka harga derajat ionisasinya dianggap 1.s s n Ksp AnB = (n.488 oC Catatan: Jika di dalam soal tidak diberi keterangan mengenai harga derajat ionisasi.Garam AB larut sebagian larutan kelewat jenuh.85/58.(aq) Jumlah ion = n = 2. Kelarutan zat AB dalam pelarut murni (air). .85/58.Garam AB larut semua lalu jika ditambah garam AB lagi tidak dapat larut larutan jenuh. BAB XIV HASIL KALI KELARUTAN A.86) Jawab: Larutan garam dapur.744 x 2 = 1.

10-1 Maka s = 10-10/10-1 = 10-9 mol/liter Dari contoh di atas. kita dapat menarik kesimpulan bahwa makin besar konsentrasi ion sojenis maka makin kecil kelarutan elektrolitnya. Al(OH)3(s) + KOH(aq)  KAlO2(aq) + 2 H2O(l) larut c.berapa mol kelarutan (s) maksimum AgCl dalam 1 liter larutan 0. a. Kelarutan zat AB dalam larutan yang mengandung ion sejenis AB(s)  A+ (aq) + B. Pembentukan senyawa kompleks Contoh: kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air.1 M NaCl ? Jawab: AgCl(s)  Ag+(aq) + Cl-(aq) s  s s NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq) Ksp AgCl = [Ag+] [Cl-] = s . Pembentukan garam-garam Contoh: kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air.ada tidaknya ion sejenis 2. [B-1] = s Jadi : Ksp AB = b .dimana: s = sulobility = kelarutan Kelarutan tergantung pada: .(aq) s  n. AgCl(s) + NH4OH(aq)  Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l) larut .suhu . s Contoh: Bila diketahui Ksp AgCl = 10-10 . Reaksi antara basa amfoter dengan basa kuat Contoh: kelarutan Al(OH)3 dalam KOH > daripada kelarutan Al(OH)3 dalam air.pH larutan .s s Larutan AX : AX(aq)  A+(aq) + X-(aq) b  b b maka dari kedua persamaan reaksi di atas: [A+] = s + b = b. CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)  Ca(HCO3)2(aq) larut b. karena nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b sehingga dapat diabaikan.

Mengalami Reduksi .[A+] x [B-] = Ksp  .Kenaikan Bilangan Oksidasi . di sini terjadi pengendapan zat Contoh: Apakah terjadi pengendapan CaCO3.C. dan diketahui harga Ksp untuk CaCO3 adalah 10-6.5 x 10-2 x 10-2 = 2.5 x 10-2 M CaCl2(aq)  Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) [Ca2+] = 1 .05 M Na2CO3 ditambahkan 1 liter 0.[A+] x [B-] < Ksp  .05 / 1+1 = 0. 0.01 = 10-2 M maka : [Ca2+] x [CO32-] = 2. jika: .Reduksi OKSIDASI REDUKSI Oksidasi Reaksi antara suatu zat dengan oksigen Klasik Reduksi Modern Oksidasi Reduksi Oksidator Reaksi antara suatu zat dengan hidrogen . 0. Jawab: Na2CO3(aq)  2 Na+(aq) + CO3.02 M CaCl2.[A+] x [B-] > Ksp  larutan tak jenuh.Pelepasan Elektron . Oksidasi .Penangkapan Elektron .5 x 10-4 karena : [Ca2+] x [CO32-] > Ksp CaCO3.025 M = 2.(aq) [CO32-] = 1 . Mengendapkan Elektrolit Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan. larutan tepat mengendap larutan kelewat jenuh.02 / 1+1 = 0. jika ke dalam 1 liter 0. maka akan terjadi endapan CaCO3 BAB XV REAKSI REDOKS DAN ELEKTROKIMIA A.Penurunan Bilangan Oksidasi . tidak terjadi pengendapan larutan tepat jenuh.

Dalam peroksida.Reaksi redoks di mana sebuah zat mengalami reduksi sekaligus oksidasi B. HARGA BILANGAN OKSIDASI 1. Bilangan Oksidasi = +2 5.. Dalam OF2. Bilangan Oksidasi molekul = 0 7.Mampu mereduksi . +7 I : 0. +7 C.Memapu mengoksidasi . Oksigen Dalam Senyawa Bilangan Oksidasi = -2 kecuali a. -1. -1. Unsur-unsur Golongan IA Dalam Senyawa. Langkah-Langkah Reaksi Redoks LANGKAH-LANGKAH PENYETARAAN REAKSI REDOKS 1.Mengalami kenaikan Bilangan Oksidasi . Unsur-unsur Golongan IIA Dalam senyawa.Dapat menangkap elektron Reduktor . +1. +3. Unsur bebas Bialngan Oksidasi = 0 2. +7 Br : 0. +5. Bilangan Oksidasi ion = muatan ion 8. +1.Dapat memberikan elektron Auto Redoks .Mengalami oksidasi . Bilangan Oksida = -1/2 c. Dalam superoksida. Bilangan Oksidasi = -1 b. CARA BILANGAN OKSIDASI . Bilangan Oksidasi = +1 Kecuali dalam hibrida = -1 4. Bilangan Oksidasi = +2 6. Konsep Bilangan Oksidasi Pengertian Bilangan Oksidasi : Muatan listrik yang seakan-akan dimiliki oleh unsur dalam suatu senyawa atau ion. Hidrogen Dalam senyawa. -1 Cl : 0. +5. Bilangan Oksidasi = +2 3. +5. +1.Mengalami Penurunan Bilangan Oksidasi . Unsur halogen F : 0. -1.

2. d. MnO4. Tentukan mana reaksi oksidasi dan reduksinya... d.. Tentukan perubahan bilangan oksidasi. Angka penyerta = 5 MnO4... e. CARA SETENGAH REAKSI a.. c. D...... setarakan muatan listriknya dengan menambahkan elektron....... MnO4..a.. +2. +3 . Samakan jumlah atom oksigen di kanan dan kiri reaksi terakhir jumlah atom hidrogen di sebelah kanan dan kiri reaksi.. 2...+ Fe2+ Mn2+ + Fe3+ .. Contoh: MnO4.. 3. Samakan jumlah elektron kedua reaksi dengan mengalikan masing-masing dengan sebuah faktor..... Setarakan jumlah listrik ruas kiri dan kanan dengan : H+ pada larutan bersifat asam OH pada larutan bersifat basa 4..+1 2. Setarakan atom H dengan menambah sejumlah ion H+ sebanyak kekurangannya...+ 5 Fe2+ Mn2+ + 5 Fe3+ 3.. Tentukan mana reaksi oksidasi dan reduksi. Setarakan muatan. Tambahkan H2O untuk menyetarakan jumlah atom H.. Setarakan perubahan bilangan oksidasi. Jumlah elektron yang diterima dan yang dilepaskan perlu disamakan dengan mengalikan terhadap suatu faktor. g....+ 5 Fe2+ + 8 H+ Mn2+ + 5 Fe3+ .. listrik sebelah kanan dan kiri dengan menambahkan elektron pada ruas yang kekurangan muatan negatif atau kelebihan muatan positif. Penyetaraan Persamaan Reaksi Redoks Tahapan: 1. f.......... b. . Reaksi oksidasi dipisahkan daui reaksi reduksi c.+ Fe2+ Mn2+ + Fe3+ (suasana asam) 1... Setarakan ruas kanan dan kiri untuk jumlah atom yang mengalami perubahan Bilangan Oksidasi untuk reaksi yang jumlah atom-atom kanan dan kiri sudah sama..... b... Tentukan penurunan Bilangan Oksidasi dari oksidator dan kenaikan Bilangan Oksidasi dari reduktor. Untuk reaksi yang jumlah atom oksigen di kanan dan kiri belum sama setarakan kekurangan oksigen dengan menambahkan sejumlah H2O sesuai dengan jumlah kekurangannya.+7. +2...

4. katoda = elektroda neeatif (-) F. terjadi penubahan : energi kimia  energi listrik 2. Hg. katoda = elektroda positif (+) 2. Baterai Ni . Au b. Elektrokimia SEL ELEKTROKIMIA 1. Li. Deret Volta/Nerst a. Sel Kering atau Sel Leclance = Katoda : Karbon = Anoda :Zn = Elektrolit : Campuran berupa pasta : MnO2 + NH4Cl + sedikit Air 2. K. Sel Volta/Galvani 1. Jembatan garam: menyetimbangkan ion-ion dalam larutan MACAM SEL VOLTA 1. Mn. Sel Bahan Bakar = Elektroda : Ni = Elektrolit : Larutan KOH = Bahan Bakar : H2 dan O2 4. Anoda terjadi reaksi oksidasi . Sel Elektrolisis 1. terjadi perubahan : energi listrik  energi kimia 2. Ca. Prinsip 1. Ba. Pt. Arus listrik : katoda  anoda 3. Arus elektron : anoda  katoda . Sn. Potensial Elektroda . Sel Volta KONSEP-KONSEP SEL VOLTA Sel Volta 1.Cd = Katoda : NiO2 dengan sedikit air = Anoda : Cd G. Al. mudah dioksidasi sukar direduksi 2. Na. Mg. Ag. Zn Fe Ni. Cu. (H). Pb. mudah direduksi sukar dioksidasi Makin ke kiri. anode = elektroda negatif (-) 3. MnO4. Katoda terjadi reaksi reduksi 2.+ 5 Fe2+ + 8 H+ Mn2+ + 5 Fe3+ + 4 H2O E. anode = elektroda positif (+) 3. Makin ke kanan. Sel Aki = Katoda: PbO2 = Anoda : Pb = Elektrolit: Larutan H2SO4 = Sel sekunder 3.

Elektrolit 3. Adanya O2 5. Anoda: Fe(s) ® Fe2+ + 2e Katoda: 2 H+ + 2 e.059/n log C Elektroda tergantung pada : . Reaksi perkaratan besi a.[ volt. Prinsip Proses Elektrokimia Proses Oksidasi Logam 2.Jenis Elektroda . Zat terlarut pembentuk asam (CO2.00 volt 3.E° logam diukur terhadap E° H2 .E° H2 = 0. 2H+ + 2 H2O + O2 + 3 Fe ® 3 Fe2+ + 4 OH.+ H2 Fe(OH)2 oleh O2 di udara dioksidasi menjadi Fe2O3 . Letak logam dalam deret potensial reduksi 4.500 coulomb C = [bentuk oksidasi]/[bentuk reduksi] H.314 T = suhu mutlak (°K) n = jumlah elektron F = 96. E° sel = E° red . Faktor yang berpengaruh 1. E sel = E° sel . Korosi 1.coulomb/mol. Lapisan pada permukaan logam 6.E° H2 diukur pada 25° C. Mencegah Korosi . Cara Menghitung Potensial Elektroda Sel 1. 1 atm dan {H+} = 1 molar .°K] = 8.® 4OHb.Logam sebelah kiri H : E° elektroda < 0 . Elektroda Logam . Kelembaban udara 2.RT/nF ln C Pada 25° C : E sel = E° sel .POTENSIAL ELEKTRODA 1. SO2) 4.Suhu .0.Konsentrasi ionnya Catatan : E° = potensial reduksi standar (volt) R = tetapan gas . Elektroda Hidrogen .® H2 2 H2O + O2 + 4e.Logam sebelah kanan H : E° elektroda > 0 4. Pengertian Merupakan ukuran terhadap besarnya kecenderungan suatu unsur untuk melepaskan atau mempertahankan elektron 2.E° oks 2. nH2O 3.

+ H2 Fe(OH)2 oleh O2 di udara dioksidasi menjadi Fe2O3 . Elektrolit 3. Al dan Mn • Reaksi: 2 H+(aq) + 2e. Menanam batang-batang logam yang lebih aktif dekat logam besi dan dihubungkan 5. penggantinya air 2 H2O() + 2 e.® 4OHb. Elektrolisis 1. kecuali logam Alkali (IA) den Alkali tanah (IIA). nH2O 3. Kelembaban udara 2. Anoda [ektroda +] • Terjadi reaksi oksidasi • Jenis logam diperhatikan . KOROSI 1. Dicampur dengan logam lain J. Lapisan pada permukaan logam 6. 2H+ + 2 H2O + O2 + 3 Fe ® 3 Fe2+ + 4 OH. Zat terlarut pembentuk asam (CO2. Dicat 2. SO2) 4. Dilapisi logam yang lebih mudah teroksidasi 4. Adanya O2 5.1. Dicat 2. Mencegah Korosi 1. basa + H2(g) ion-ion lain  direduksi 2. Reaksi perkaratan besi a. Letak logam dalam deret potensial reduksi 4.® H2 2 H2O + O2 + 4e. H2(g) ion golongan IA/IIA  tidak direduksi. Dilapisi logam yang lebih mulia 3. Faktor yang berpengaruh 1. Dicampur dengan logam lain I. Dilapisi logam yang lebih mudah teroksidasi 4. Dilapisi logam yang lebih mulia 3. Katoda [elektroda -] • Terjadi reaksi reduksi • Jenis logam tidak diperhatikan. Prinsip Proses Elektrokimia Proses Oksidasi Logam 2. Anoda: Fe(s) ® Fe2+ + 2e Katoda: 2 H+ + 2 e. Menanam batang-batang logam yang lebih aktif dekat logam besi dan dihubungkan 5.

Hukum Faraday I "Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut".5 . t / 96." Rumus: m1 : m2 = e1 : e2 m = massa zat (garam) e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi Contoh: Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda inert.golongan VIIA (halogen)  gas b. diganti oleh 2 H2O()  asam + O2(g) . Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut. K.4OH-(aq)  2H2O() + O2(g) + 4e. Hukum Faraday PRINSIP PERHITUNGAN ELEKTROLISIS 1.t m = massa zat yang dihasilkan (gram) e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb) 2. O = 16). Rumus: m = e . Jawab: CuSO4 (aq)  Cu2+(aq) + SO42-(aq) Katoda [elektroda .a. i . Cu(s) Anoda [elektroda + : oksidasi]: 2 H2O(l)  O2(g) + 4 H+(aq) + 4 e- . 1 atm). (Ar: Cu = 63.gugus asam beroksigen tidak teroksidasi. Anoda : Pt atau C (elektroda inert) reaksi : .: reduksi] : Cu2+(aq) + 2e. Hitunglah massa tembaga yang diendapkan pada katoda dan volume gas oksigen yang terbentuk di anoda pada (O°C. Anoda bukan : Pt atau C reaksi : bereaksi dengan anoda membentuk garam atau senyawa lain.500 q=i. dialirkan listrik 10 amper selama 965 detik.

25 : 8 mO2 = (3. 1 atm) = 1/40 x 22.nomor atom = 56 .25 = 0.500) = 63.8/32 = 8/320 = 1/4 mol volume O2 (0°C. Tentukan jumlah elektron. terdiri dari proton den neutron. massa tembaga: m = e .8 gram mol O2 = 0. m1 : m2 = e1 : e2 mCu : mO2 = eCu : eO2 3. i .a. jika diketahui jumlah neutron = 14 dan jumlah elektron = 13 ! Jawab : Nomor atom = jumlah elektron = 13 Bilangan massa = jumlah proton + neutron = 13 + 14 = 27 .26 = 30 2. : partikel pembentuk atom yang tidak mempunyai massa dan bermuatan -1. t/96.125 gram b.32/2 : 32/4 3. Contoh : 1. Pengertian Dasar a. Nukleus : Inti atom yang bermuatan positif. Berikan notasi unsur X. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron.25 x 0.5/2 x 9.56 liter BAB XVI STRUKTUR ATOM A. proton den neutron dari unsur 26 56 Fe ! Jawab : Jumlah elektron = jumlah proton = nomor atom = 26 Jumlah neutron = bilangan massa . 1.125 : mO2 = 6.125 : mO2 = 31.125 x 8)/31. Neutron 3. Elektron : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan satu sma (amu) dan bermuatan +1. Proton 2.500 = (Ar/Valensi) x (10. : partikel pembentuk atom yang bermassa satu sma (amu) dan netral. proton den neutron.500 = 31.4 = 0.965/96.1 = 3.650/96. b. berlaku: jumlah elektron = jumlah proton. c. Notasi unsur : A z A dengan X : tanda atom (unsur) Z : nomor atom = jumlah elektron (e) = jumlah proton (p) = jumlah proton + neutron A : bilangan massa Pada atom netral.

Contoh: - Na+ : kation dengan kekurangan 1 elektron Mg2. Contoh: 2759 CO dengan 2859 Ni g.: anion dengan kelebihan 1 elektron O2 : anion dengan kelebihan 2 elektron e. disebut anion.atom adalah bagian terkecil suatu unsur . atau diubah menjadi zat lain . Isoton : unsur dengan jumlah neutron yang sama. tetapi berbeda nomor atomnya. MODEL ATOM J. Atom tak netral : atom yang bermuatan listrik karena kelebihan atau kekurangan elektron bila dibandingkan dengan atom netralnya. MODEL ATOM RUTHERFORD . terbagi lagi. disebut kation. MODEL ATOM JOHN DALTON . B. Contoh: Na+ dengan Mg2+ K+ dengan Ar B.jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif. Contoh: 613 C dengan 714 N h. Atom bermuatan negatif bila kelebihan elektron. Contoh: Isotop oksigen: 816 O .reaksi kimia merupakan proses penggabungan atau pemisahan atom dari unsur-unsur yang terlihat Kelemahan teori atom Dalton: tidak dapat membedakan pengertian atom den molekul. tetapi berbeda bilangan massanya. Iso elektron: atom/ion dengan jumlah elektron yang sama.atom merupakan suatu bola bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektronelektron seperti kismis . 817 O . Isotop : unsur yang nomor atomnya sama. 818 O f. THOMPSON . tetapi berbeda dengan atomatom dari unsur lain . sehingga atom bersifat netral C.elektron-elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti tersebut .atom-atom suatu unsur adalah same dalam segala hal.atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif yang massanya merupakan massa atom tersebut . Model Atom A.Jadi notasi unsurnya: 13 27 X d. Isobar : unsur yang bilangan massanya sama. dimusnahkan.elektron-elektron dalam mengelilingi inti berada pada tingkat-tingkat energi (kulit) tertentu tanpa menyerap atau memancarkan energi .J.atom tidak dapat diciptakan. Atom bermuatan positif bila kekurangan elektron.elektron dapat berpindah dari kulit luar ke kulit yang lebih dalam dengan .: kation dengan kekurangan 2 elektron Cl.banyaknya elektron dalam atom sama dengan banyaknya proton dalam inti dan ini sesuai dengan nomor atomnya D. Dan atom ternyata bukan partikel yang terkecil. MODEL ATOM BOHR .

Untuk: l l l l = = = = 0 1 2 3 (sub (sub (sub (sub kulit s). sesuai kulit L n = 3 . . +2 (mempunyai 5 orbital) -3.. +1 (mempunyai 3 orbital) -2. Jumlah elektron maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli = 2n2. 3 . Bilangan kuantum spin (s): menunjukkan arah perputaran elektron pada sumbunya. Contoh: kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron 2. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga (-l) sampai harga (+l).. 3. . Bilangan kuantum utama (n): mewujudkan lintasan elektron dalam atom. Bilangan-Bilangan Kuantum Untuk menentukan kedudukan suatu elektron dalam atom. +1. Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1). . sesuai kulit M n = 4 . 1. O. sesuai kulit K n = 2 . -1. sesuai sesuai sesuai sesuai sub sub sub sub kulit kulit kulit kulit s (s = sharp) p (p = principle) d (d = diffuse) f (f = fundamental) Bilangan kuantum magnetik (m): mewujudkan adanya satu atau beberapa tingkatan energi di dalam satu sub kulit. 1. l = 0. O. . harga m = 0 (mempunyai 1 orbital) -1. +3 (mempunyai 7 orbital) 4. Pertanyaan: Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari elektron 3s1 ? Jawab: . Dalam satu orbital. 2. n = 1 . dan masing-masing diberi harga spin +1/2 atau -1/2. -2. 1 . l = 0.memancarkan energi. harga m = kwit f) . harga m = kulit d). Bilangan kuantum azimuth (l) : menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit. O. +2.. 2. digunakan 4 bilangan kuantum.. maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan. +1. sesuai kulit N dan seterusnya Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus: l l l l = = = = 0 1 2 3 . harga m = kulit p). 2 . n mempunyai harga 1. - n = 1 sesuai dengan kulit K n = 2 sesuai dengan kulit L n = 3 sesuai dengan kulit M dan seterusnya Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. l = 0 . l = 0. atau sebaliknya C. 1.

tetapi tidak terdapat senyawa CCl3 atau CCl5. konfigurasinya 1s2 2s2 2p2 Atom K : mempunyai 19 elektron. atau -1/2 D. m = 0 .Atom C dengan nomor atom 6.Keempat bilangan kuantum dari kedudukan elektron 3s1 dapat dinyatakan sebagai. konfigurasinya 1s1 Atom C : mempunyai 6 elektron. 3p. sehingga sekarang ada 4 elektron yang tidak berpasangan. 3s. bila ada dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama. Prinsip Aufbau : elektron-elektron mulai mengisi orbital dengan tingkat energi terendah dan seterusnya. 3. Sehingga di alam terdapat senyawa CH4 atau CCl4. Bagaimanakah pengisian elektron dalam orbital-orbital tersebut ? Pengisian elektron dalam orbital-orbital memenuhi beberapa peraturan. Contoh: . konfigurasinya 1s2 2s2 2p6 3S2 3p6 4s1 2. berarti memiliki 6 elektron dan cara Pengisian orbitalnya adalah: Berdasarkan prinsip Hund. maka 1 elektron dari lintasan 2s akan berpindah ke lintasan 2pz. l = 0 . BAB XVII SISTEM PERIODIK UNSUR-UNSUR . azimuth dan magnetik yang sama. dan seterusnya dan untuk mempermudah dibuat diagram sebagai berikut: Contoh pengisian elektron-elektron dalam orbital beberapa unsur: Atom H : mempunyai 1 elektron. 2p. Oleh karena itu agar semua orbitalnya penuh. Orbital yang memenuhi tingkat energi yang paling rendah adalah 1s dilanjutkan dengan 2s. akan tetapi belum tentu semua orbital ini terisi penuh. Hal ini berarti. n= 3 . Konfigurasi Elektron Dalam setiap atom telah tersedia orbital-orbital. antara lain: 1. Prinsip Pauli : tidak mungkin di dalam atom terdapat 2 elektron dengan keempat bilangan kuantum yang sama. Prinsip Hund : cara pengisian elektron dalam orbital pada suatu sub kulit ialah bahwa elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi dengan sebuah elektron. maka atom karbon berikatan dengan unsur yang dapat memberikan 4 elektron. s = +1/2 . maka bilangan kuantum spinnya harus berlawanan.

TRIADE DOBEREINER DAN HUKUM OKTAF NEWLANDS TRIADE DOBEREINER Dobereiner menemukan adanya beberapa kelompok tiga unsur yang memiliki kemiripan sifat. SISTEM PERIODIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON A. Sistem ini terdiri dari dua deret.Disusun berdasarkan massa atomnya dengan tidak mengabaikan sifat-sifat unsurnya. disusun berdasarkan nomor atomnya.Terdapat tempat-tempat kosong yang diramalkan akan diisi dengan unsur yang belum ditemukan pada waktu itu. .yang disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya. N. 3. L. Beberapa keunggulan sistem periodik Mendeleyev. Sr dan Ba . Te dengan I. O. Sehingga sesuai dengan banyaknya kulit yaitu K. semua unsur transisi diberi simbol B kecuali untuk triade besi. SISTEM PERIODIK MENDELEYEV . Co dengan Ni dan Th dengan Pa. M. perioda menunjukkan banyaknya kulit yang telah terisi elektron di dalam suatu atom. P.Ada tempat bagi unsur transisi. paladium dan platina disebut "golongan VIII''. (+8) Contoh: Li (nomor atom 3) akan mirip sifatnya dengan Na (nomor atom 11) 3  11 2.LAMBANG UNSUR-UNSUR GOLONGAN A . B. yaitu penyimpangan terhadap hukum perioditas . Kekurangan sistem periodik ini: Adanya empat pasal anomali. Contoh kelompok-kelompok triade: . antara lain: . yang ada hubungannya dengan massa atom. Q maka sistem periodik mempunyai 7 perioda.Ca. SISTEM PERIODIK BENTUK PANJANG Sistem ini merupakan penyempurnaan dari gagasan Mendeleyev.MACAM-MACAM SISTEM PERIODIK 1. Keempat anomali itu adalah: Ar dengan K. HUBUNGAN ANTARA PERIODA DENGAN KONFIGURASI ELEKTRON Dalam sistem periodik. Se dan Te HUKUM OKTAF NEWLANDS Apabila unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom. maka dinamakan hukum Oktaf. maka unsur itu akan menunjukkan sifat-sifat yang berulang secara periodik. .Cl. Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama. sedangkan unsur-unsur golongan B disebut unsur transisi (peralihan). Br dan I . 4. Hubungan Antara Golongan Dengan Konfigurasi Elektron Unsur yang terletak pada satu golongan mempunyai sifat-sifat kimia yang mirip (hampir sama). .S.Lahirlah hukum periodik unsur yang menyatakan bahwa apabila unsur disusun - - menurut massa atomnya. unsur kesepuluh mirip dengan unsur kedua dan seterusnya. Karena setelah unsur kedelapan sifat-sifatnya selalu terulang. maka unsur kesembilan mempunyai sifat-sifat yang mirip dengan unsur pertama. deret horisontal disebut periodik dan deret vertikal disebut golongan.

konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s1 .B V-B VI . Unsur Fe dengan nomor atom 26.1) d4 ns2 (n . .np2 ns2 . 3.A III .np5 ns2 .A VII . . berarti perioda 4 (kulit N).1) d2 ns2 (n .elektronvalensi 4s2 4p1.Silikon Nitogen Posphor Oksigen Halogen Gas mulia Konfigurasi Elektron Orbital Terluar ns1 ns2 ns2 . Unsur Sc dengan nomor atom 21.1) d1 ns2 (n .n = 4. Unsur Ga dengan nomor atom 31.np4 ns2 .1) d9 ns2 (n . berarti golongan VIII.A Nama Golongan Alkali Alkali tanah Boron Karbon .1) d3 ns2 (n . 4.GOLONGAN LANTANIDA DAN AKTINIDA. konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p1 .B .B VIII I-B II . Cara Penentuan Perioda Dan Golongan Suatu Unsur 1. berarti periode 3 (kulit M). berarti perioda 4 (kulit N). . berarti perioda 4 (kulit N).1) d5 ns2 (n . .3d6 4s2 .A VIII .np6 . DIBERI LAMBANG nS2 (n-2)f1-14 Jika : n = 6 adalah lantanida n = 7 adalah aktinida C.n = 4.A IV .elektron valensi (terluar) 3s sebanyak 1 elektron.1) d6-8 ns2 (n . berarti golongan IIIA.1) d10 ns2 Lambang Golongan III .B IV .np3 ns2 . konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1 .n = 4.LAMBANG UNSUR-UNSUR GOLONGAN B Konfigurasi Elektron (n .np1 ns2 .B VII . . 2.n = 3. berarti termasuk golongan IA.Lambang Golongan I-A II . konfigurasinya : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 . Unsur dengan nomor atom 11.A V-A VI .3d1 4s2 berarti golongan IIIB.

. dalam dalam dalam dalam satu satu satu satu periode dari kiri ke kanan periode dari kanan ke kiri golongan dari atas ke bawah golongan dari bawah ke atas BAB XVIII IKATAN KIMIA A. . Jari-jari atom Sifat logam Sifat elektropositif Reduktor Sifat basa/oksida basa makin besar/kuat 1. artinya. dari kiri ke kanan potensial ionisasi bertambah.Dalam satu perioda. . Keelektronegatifan adalah kemampuan atom suatu unsur untuk menarik elektron ke arah intinya dan digunakan bersama. Affinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan pada saat atom suatu unsur dalam keadaan gas menerima elektron.Dalam satu golongan. SECARA DIAGRAMATIS SIFAT-SIFAT INI DAPAT DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT 1. dari atas ke bawah affinitas elektron berkurang. 3. dari atas ke bawah jari-jari atom bertambah. Potensial ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah/luar dari atom suatu unsur atau ion dalam keadaan gas.Dalam satu golongan. dari atas ke bawah potensial ionisasi berkurang. 4. 4. .Jari-jari atom netral lebih besar daripada jari-jari ion positifnya tetapi lebih kecil dari jari-jari ion negatifnya.D. 4.Dalam satu perioda. 5. 2. Jari jari atom adalah jarak dari inti atom ke lintasan elektron terluar. Contoh: jari-jari atom Cl < jari-jari ion Cljari-jari atom Ba > jari-jari ion Ba2+ 2. dari kiri ke kanan jari jari atom berkurang. .Dalam satu golongan. Sifat elektronegatif Oksidator Potensial ionisasi Affinitas elektron Keelektronegatifan Keterangan: tanda-tanda panah di atas mempunyai arti sebagai berikut     : : : : artinya.Dalam satu perioda. Beberapa Sifat Periodik Unsur-Unsur 1. 5. 3. Peranan Elektron Dalam Ikatan Kimia . . . artinya. artinya. 2. 3. dari kiri ke kanan affinitas elektron bertambah.

sedangkan atom fosfor dikelilingi 10 elektron. jumlah ikatan kovalen yang dapat dibentuk suatu unsur tergant~u~g jumlah elektron tak berpasangan dalam unsur tersebut. Elektron dalam orbital yang tumpang tindih harus mempunyai bilangan kuantum spin yang berlawanan. maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik. 4. Ikatan antar molekul 1. Menurut teori di atas. 1. 3. Menurut teori ini. O=O). Ikatan antar atom B. Lewis mengemukakan bahwa suatu atom berikatan dengan cara menggunakan bersama dua elektron atau lebih untuk mencapai konfigurasi elektron gas mulia (ns2np6) Contoh: TEORI INI MENDAPAT BEBERAPA KESULITAN. seperti BCl3 3. sehingga oksigen dapat membentuk 2 ikatan (H-O-H.N. Lewis merupakan dasar ikatan kimia. akan tetapi: 5 B : 1s2 2s2 2px1 Sebenarnya hal ini dapat diterangkan bila kita ingat pada prinsip Hund. Ikatan Ion = Elektrovalen = Heteropolar Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logamlogam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). dimana cara pengisian elektron dalam orbital suatu sub kulit ialah bahwa elektron-elektron tidak membentuk pasangan elektron sebelum masing-masing orbital terisi dengan sebuah elektron. PADA UMUMNYA UNSUR-UNSUR YANG MUDAH MEMBENTUK IKATAN ION ADALAH . 2. Contoh : 5B : 1s2 2s2 2px1  (hibridisasi) 1s2 2s1 2px1 2py1 Tampak setelah terjadi hibridisasi untuk berikatan dengan atom B memerlukan tiga buah elektron. Tetapi saat ini sudah diketahui bahwa Xe dapat membentuk senyawa. YAKNI : 1. unsur gas mulia tidak dapat membentuk ikatan karena di sekelilingnya telah terdapat 8 elektron. misalnya XeF2 den XeO2. 2. Teori lain adalah teori ikatan valensi. Contoh : 8O : 1s2 2s2 2p2 2px2 2py1 2pz1 Ada 2 elektron tunggal. BEBERAPA MACAM IKATAN KIMIA YANG TELAH DIKETAHUI. Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan. Dalam teori ini ikatan antar atom terjadi dengan care saling bertindihan dari orbital-orbital atom. Pada senyawa BCl3 dan PCl5. ANTARA LAIN : A. Ikatan Ikatan Ikatan Ikatan Ikatan Ikatan ion = elektrovalen = heteropolar kovalen = homopolar kovalen koordinasi = semipolar logam hidrogen van der walls B. atom boron dikelilingi 6 elektron.Teori duplet dan oktet dari G. 2.

Cl + eCl2 6 2 5 1s 2s 2p 3s 3p 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 (konfigurasi Ar) 2 Antara ion-ion Na+ dan Cl. akibatnya H relatif lebih elektropositif sedangkan Cl relatif menjadi elektronegatif.terjadi gaya tarik menarik elektrostatik. larut dalam pelarut-pelarut polar C.IIA  VIIA atau VIA . Contoh lain : CaCl2 . bersifat polar b. Pada umumnya ikatan kovalen terjadi antara atom-atom bukan logam yang mempunyai perbedaan elektronegativitas rendah atau nol. titik lelehnya tinggi d. Pemisahan muatan ini menjadikan molekul itu bersifat polar dan memiliki "momen dipol" sebesar: T=n. Ikatan Kovalen = Homopolar Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron dari atom-atom yang membentuk ikatan. MgBr2. lelehannya menghantarkan arus listrik e. HCl dan sebagainya. SIFAT-SIFAT SENYAWA IONIK ANTARA LAIN a. IKATAN KOVALEN POLAR Atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap pasangan elektron persekutuannya. N2. C6H6. CH4.. sehingga pasangan elektron lebih tertarik ke arah Cl. Seperti misalnya : H2. Dalam senyawa HCl ini. Cl2.l dimana : T = momen dipol . Elektron persekutuan akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif. sehingga membentuk senyawa ion Na+Cl-. larutannya dalam air menghantarkan arus listrik c. BaO .IA VIIA atau VIA . Cl mempunyai keelektronegatifan yang lebih besar dari H. FeS dan sebagainya. Hal ini terjadi karena beda keelektronegatifan kedua atomnya. IKATAN KOVALEN TERBAGI ATAS 1.Unsur transisi VIIA atau VIA Contoh: Na 1s 2s2 2p6 3s1 2 Na + e1s2 2s2 2p6 (konfigurasi Ne) Atom Cl (VIIA) mudah menerima elektron sehingga elektron yang dilepaskan oleh atom Na akan ditangkap oleh atom Cl.

Ion amonium : NH4+ E. maka titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. Pada logam. SYARAT PEMBENTUKANNYA 1. Contoh: Kedua atom H mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.n = kelebihan muatan pada masing-masing atom l = jarak antara kedua inti atom 2. sedangkan atom lain sebagai penerimanya. Jadi di sini terdapat satu atom pemberi pasangan elektron bebas (elektron sunyi). sehingga tidak dapat bergerak bebas. Ikatan Kovalen Koordinasi = Semipolar Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terjadi apabila pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari salah satu atom yang membentuknya. Br2 dan lain-lain D. Contoh lain adalah senyawa CO2. Ikatan Hidrogen Dan Ikatan Van Der Walls IKATAN LOGAM Pada ikatan kovalen. dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama. elektron-elektron yang menyebabkan terjadinya ikatan di antara atom-atom logam tidak hanya menjadi milik sepasang atom . IKATAN KOVALEN NON POLAR Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit. O2. Karena arah tarikan simetris. Atom lainnya memiliki orbital kosong Contoh: .Ion hidronium (H3O+): H2O + H+ H3O+L . Ikatan Logam. Atom yang satu memiliki pasangan elektron bebas 2. sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol. elektron-elektron ikatan seolah-olah menjadi milik sepasang atom.

Molekul H2O: .konfigurasi atom O: 1s2 2s2 2Px2 2py1 2pz1 Dalam atom O terdapat 2 elektron dalam keadaan yang tidak berpasangan (orbital 2py dan 2pz). Pertindihan demikian disebut pertindihan sp. F. hal ini dikarenakan sub kulit "p" terkonsentrasi pada arah tertentu. Contoh: . Jarak antara molekul-molekul gas relatif jauh dan gaya tarik menariknya sangat lemah.molekul H2O . Bentuk Molekul Dalam bentuk molekul dikenal adanya teori ikatan valensi. F. Molekul HF: .konfigurasi atom H : 1s1 .konfigurasi atom F: 1s2 2s2 2Px2 2py2 2pz1 Tumpang tindih terjadi antara sub kulit 1s dari atom H dengan orbital 2pz dari aton. IKATAN HIDROGEN Ikatan ini merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.molekul HF IKATAN VAN DER WALLS Gas mempunyal sifat bentuk dan volumenya dapat berubah sesuai tempatnya. sehingga elektron-elektron dapat bergerak bebas. fasa gas dapat berubah menjadi fasa cair atau padat. oleh sebab itu pada umumnya ikatan s . ikatannya relatif lebih kuat. Sub kulit "p" dapat bertindih dengan sub kulit "s" atau sub kulit "p" lainnya. Teori ini menyatakan bahwa ikatan antar atom terjadi dengan cara saling bertindihan dari orbital-orbital atom. Karena itulah maka logam-logam dapat menghantarkan arus listrik. Pertindihan antara dua sub kulit s tidak kuat. b.konfigurasi atom H : 1s1 . Pada keadaan ini jarak antara molekul-molekulnya menjadi lebih dekat dan gaya tarik menariknya relatif lebih kuat. masing-masing orbital ini akan bertindihan dengan orbital 1s dari 2 atom H. diharapkan sudut ikatannya sebesar . oleh karena distribusi muatan yang berbentuk bola. tetapi menjadi milik semua atom logam. Gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang berdekatan ini disebut gaya Van der walls. Kedudukan orbital-orbital p saling tegak lurus. Pada penurunan suhu.saja.s relatif lemah. Elektron dalam orbital yang tumpang tindih harus mempunyai bilangan kuantum spin yang berlawanan. Contoh: a.

Lambat laun teori tentang daya hidup hilang dan orang hanya menggunakan kimia organik sebagai nama saja tanpa disesuaikan dengan arti yang sesungguhnya. Molekul CH4 . Bagian dari ilmu kimia yang membahas senyawa hidrokarbon disebut kimia karbon. tetapi karena adanya pengaruh pasangan elektron 2px. akan tetapi ternyata kedudukan keempat ikatan C-H dalam CH4 adalah sama. dsp2 d2sp3 . karena senyawa-senyawanya dianggap hanya dapat diperoleh dari tubuh makhluk hidup dan tidak dapat disintesis dalam pabrik. sehingga konfigurasi elektron atom C menjadi: 1s1 2s1 2px1 2py1 2pz1 . maka kedua ikatan tersebut akan tertolak dan membentuk sebesar 104. 2px. maka disebut hibridisasi sp3. c.H2N .C . BEBERAPA BENTUK GEOMETRI IKATAN. Hidrokarbon Termasuk Senyawa Karbon Senyawa hidrokarbon terdiri atas karbon dan hidrogen. O || NH4+CNO. Dulu ilmu kimia karbon disebut kimia organik. Akan tetapi sejaka Friedrich Wohler pada tahun 1928 berhasil mensintesis urea (suatu senyawa yang terdapat dalam air seni) dari senyawa anorganik.5o. Apa sebabnya jumlah senyawa karbon sedemikian banyak bila dibandingkan dengan jumlah senyawa anorganik yang hanya sekitar seratus ribuan ? Selain perbedaan jumlah yang sangat mencolok yang menyebabkan kimia karbon .NH2 Begitu keberhasilan Wohler diketahui. amonium sianat dengan jalan memanaskan amonium sianat tersebut. Sejaka saat itu banyak senyawa karbon berhasil disintesis dan hingga sekarang lebih dari 2 juta senyawa karbon dikenal orang dan terus bertambah setiap harinya. ANTARA LAIN : Jenis ikatan sp sp2 sp3 dsp3 2 sp d .90o. Bentuk molekul dari ikatan hibrida sp3 adalah tetrahedron. Karena perubahan yang terjadi adalah 1 orbital 2s dan 3 orbital 2p.konfigurasi atom H: 1s1 . banyaklah sarjana lain yang mencoba membuat senyawa karbon dari senyawa anorganik. Hal ini terjadi karena pada saat orbital 2s. maka 1 elektron dari orbital 2s akan dipromosikan ke orbital 2pz. 2py dan 2pz menerima 4 elektron dari 4 atom H. sp3d2 Jumlah ikatan maksimum 2 3 4 5 4 6 Bentuk geometrik Linier Segitiga datar Tetrahedron Trigonal bipiramid Segiempat datar Oktahedron BAB XIX HIDROKARBON A. keempat orbital ini berubah bentuknya sedemikian sehingga mempunyai kedudukan yang sama.konfigurasi atom C: 1s2 2s2 2Px1 2py1 2pz0 Untuk mengikat 4 atom H menjadi CH4. Peristiwa ini disebut "hibridisasi". Orbital 2s mempunyai bentuk yang berbeda dengan ketiga orbital 2p.

dan aspal. L = 4. karena memang terdapat perbedaan yang sangat besar antara senyawa karbon dan senyawa anorganik seperti yang dituliskan berikut ini. diolah menjadi bahan bakar motor. ikatan dalam molekul metana [gambar] atom karbon [gambar] 4 atom hidrogen [gambar] molekul metana ( CH4 ) [gambar] diagram sederhana dari molekul metana molekul metana HH \/ C /\ HH empat ikatan kovalen dari Selain itu atom karbon mempunyai kemampuan untuk membentuk ikatan dengan atom karbon lain membentuk rantai karbon yang terbuka atau tertutup/berlingkar. Contohcontoh rantai karbon dapat digambarkan dengan rumus struktur : ||||| -C-C--C-C-C||||| C rantai terbuka rantai terbuka dan bercabang -C-C|| rantai tertutup || -C-C|| .dibicarakan secara tersendiri . Kekhasan Atom Karbon Atom karbon dengan nomor atom 6 mempunyai susunan elektron K = 2. Indonesia banyak menghasilkan minyak bumi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. B. umpamanya untuk CH4. jadi mempunyai 4 elektron valensi dan dapat mernbentuk empat ikatan kovalen. Senyawa karbon Senyawa anorganik      membentuk ikatan kovalen dapat membentuk rantai karbon non elektrolit reaksi berlangsung lambat titik didih dan titik lebur rendah      membentuk ikatan ion tidak dapat membentuk rantai karbon elektrolit reaksi berlangsung cepat titik didih dan titik lebur tinggi  larut dalam pelarut organik  larut dalam pelarut pengion Hidrokarbon merupakan segolongan senyawa yang banyak terdapat di alam sebagai minyak bumi. minyak pelumas. serta dapat digambarkan dengan rumus Lewis sebagai berikut.

heksuntuk 6. C. Hasil penamaan sudah dapat anda lihat pada tabel di atas. dapat dicairkan pada tekanan tinggi dan digunakan pula sebagai bahan bakar yang disebut LPG (liquified petroleum gas). Hal ini berarti wujudnya akan berubah pada suhu kamar dari gas ke cair kemudian padat.diganti dengan met.untuk suku pertama. Suku pertama sampai dengan keempat senyawa alkana berwujud gas pada temperatur kamar.untuk 5. suku kedua dengan et-. bahan pelumas. bahan bakar diesel. dan dek. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom . Alkana banyak terdapat dalam minyak bumi. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana Suku ke n rumus molekul nama titik didih (°C/1 atm) massa 1 mol dalam g 1 1 CH4 metana -161 16 2 2 C2H6 etana -89 30 3 3 C3H8 propana -44 44 4 4 C4H10 butana -0.untuk 9. LPG dijual dalam tangkitangki baja dan diedarkan ke rumah-rumah.5 58 5 5 C5H12 pentana 36 72 6 6 C6H14 heksana 68 86 7 7 C7H16 heptana 98 100 8 8 C8H18 oktana 125 114 9 9 C9H20 nonana 151 128 10 10 C10H22 dekana 174 142 Selisih antara suku satu dan suku berikutnya selalu sama. Alkana Alkana Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 yang dinamakan alkana atau parafin.untuk 7. metana dan alkana apanya y yang sama? Akhiran -ana. Ternyata banyak senyawa-senyawa karbon yang merupakan deret seperti alkana seperti yang akan kita pelajari nanti. Gas propana. Alkana-alkana penting sebagai bahan bakar dan sebagai bahan mentah untuk mensintesis senyawa-senyawa karbon lainnya. suku keempat dengan but-. Suku perfama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat anda peroleh dengan mensubstitusikan harga n dan tertulis dalam tabel berikut. Anda harus betul-betul menguasai nama-nama dari kesepuluh alkana yang sederhana ini karena akan merupakan dasar bagi penamaan senyawa-senyawa karbon lainnya. dan dapat dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan distilasi bertingkat. Umpamanya. okt. Rumus molekul menyatakan banyaknya atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. yaitu titik didih. dan parafin yang banyak digunakan untuk membuat lilin. yaitu -CH2 atau 14 satuan massa atom. Bagaimana kita dapat memberi nama pada suku-suku alkana.untuk 8. Alkana-alkana yang bersuhu tinggi terdapat dalam kerosin (minyak tanah). jadi alk. Bagaimana sifat-sifat senyawa karbon yang termasuk dalam satu deret homolog? Perhatikan tabel di atas di mana terdapat salah satu sifat.Sekarang terjawablah mengapa jumlah senyawa karbon demikian banyaknya walaupun jumlah jenis unsur pembentuknya sedikit. non. pent. sehingga seperti suatu deret dan disebut deret homolog (deret sepancaran). Metana biasa disebut juga gas alam yang banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga/industri.untuk 10. untuk itu perhatikan nama setiap suku itu dan nama umum. Gas butana lebih mudah mencair daripada propana dan digunakan sebagai "geretan" rokok. suku ketiga dengan prop-. Oktana mempunyai titik didih yang tempatnya berada dalam lingkungan bahan bakar motor. hept. mulai suku kelima dan seterusnya diberi awalan angka-angka Latin. Kecenderungan sifat apa lagi yang dapat anda ramalkan? Dalam kimia karbon adalah panting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur. Titik didih semakin tinggi jika massa molekul relatifnya makin besar.

Kebanyakan yang kita tuliskan adalah rumus struktur yang lebih sederhana lagi yaitu: . karena atom karbon tetrahedral mencegah gambaran rantai karbon lurus. maka kita harus mampu menggambarkan rangka karbon dalam suatu molekul senyawa karbon. terlihat bahwa rantai karbonnya tidak benar-benar lurus seperti rumus strukturnya. maka setelah anda buat rangka atom karbonnya tinggal membubuhkan atom-atom hidrogen pada ikatan atom karbon yang masih kosong. tetapi biasanya molekul-molekul senyawa karbon cukup digambarkan dengan gambaran dua dimensi saja. contoh : molekul butana |||| -C-C-C-C|||| sekarang anda tinggal membubuhkan atom-atom hidrogennya HHHH |||| H-C-C-C-C-H |||| HHHH Kalau anda membuat molekul butana dengan molymod.itu terikat satu sama lain. Bila rantai karbon panjang atau bercabang. Karena atom karbon merupakan tulang punggung dari semua senyawa karbon. H | H-C-H | H rumus struktur metana (gambar 2 dimensi) Nama Formula (rumus) metana etana propana butana CH4 Formula struktural H | H-C-H | H C2H6 HH || H-C-C-H || HH C3H8 HHH ||| H-C-C-C-H ||| HHH C4H10 HHHH |||| H-C-C-C-C -H |||| HHHH Sifat alkana sebenarnya berhubungan dengan rantai struktural molekulnya. Setiap atom karbon dikelilingi secara tetrahedral oleh atomatom terikat dalam gambaran tiga dimensi.

Sekarang semakin jelas tentunya mengapa jumlah senyawa karbon itu demikian banyaknya. Tata Nama Alkana Sekarang bagaimana memberi nama isomer butana itu ? Untuk itu marilah kita gunakan aturan tata nama yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry).3°C dan -0.5°C sedang yang rantainya bercabang adalah -159°C dan -12°C.CH3 .CH3 atau CH3CH2CH2CH3 Jadi asal terbaca rantai karbonnya. CH3-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH3 H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH3 CH3-CH2- Anda boleh memilih salah satu atom H yang mana saja untuk diganti dengan gugus -CH3 dan anda akan memperoleh hasil penggantian yang sama.CH2 . Tetapi bila sekarang anda akan mengganti salah satu atom H dari propana dengan gugus -CH3 anda akan memperoleh lebih dari satu macam hasil. E. Demikian juga jika kita mengganti salah satu atom H dari etana dengan gugus -CH3 akan kita peroleh propana yang rantai karbonnya lebih panjang satu lagi.CH2 . Jadi dapatkah Anda mendefinisikan apa itu isomeri ? Kedua hasil penggantian itu adalah senyawa yang berbeda terbukti mempunyai sifat-sifat berbeda. Pecahan alkana ini disebut gugus alkil. Kedua hasil penggantian itu mempunyai rumus struktur yang berbeda tetapi rumus molekulnya sama. biasa diberi tanda -R (dari kata radikal). kita mengatakan atom H tidak lagi terikat secara ekuivalen. sedang atom C yang terikat dengan dua atom C den dua atom H disebut atom C sekunder. Rantai karbon berurutan yang terpanjang dalam suatu molekul ditentukan sebagai rantai induk. Atom C yang terikat dengan satu atom C dan 3 atom H disebut atom C primer. Isomer Alkana Bagaimana kita dapat memperoleh molekul alkana yang lebih panjang dari molekul yang lebih pendek ? Gantilah salah satu atom H dari metana dengan gugus -CH3 maka akan kita peroleh molekul etana. D. 1. titik beku dan titik didih dari yang berantai lurus adalah -138. Isomer bercabang diberi nama sebagai turunan rantai lurus di mana satu atau beberapa atom hidrogen diganti dengan pecahan alkana. 2. peristiwa ini disebut isomer. itulah yang akan kita gunakan selanjutnya asal selalu ingat bahwa sesungguhnya adalah gambaran ruang. Carilah namanya pada tabel suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dan letakkan di bagian belakang Kadang-kadang rumus struktur itu tidak digambarkan dengan rantai karbon terpanjang dalam garis lurus. Kita mengatakan bahwa setiap atom H terikat secara ekuivalen dengan atom karbon. dan mempunyai rumus umum -CnH2n+1 . perhatikanlah: CH3-CH2-CH2-H diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH2-CH2-CH3 n-butana HCH3 || CH3-CH-CH3 diganti dengan -CH3 diperoleh CH3-CH-CH3 isobutana Jelas terlihat bahwa kedua hasil penggantian di atas berbeda.

H ||||| HHHH-C-HH | H a.C2 . Menurut aturan nomor satu.C1 . contoh : HHHHH ||||| H .C5 . Letakkan nama gugus cabang ini di depan nama rantai induk 3. tetapi sebagai gugus cabang tentunya jarang yang berantai panjang. Untuk menentukan cabang pada rantai induk. tabel ini .C4 . rantai induk itu diberi diberi nomor dari kiri atau dari kanan sehingga cabang pertama mempunyai nomor terkecil. jadi menurut namanya pentana dan kita letakkan di bagian belakang. . rantai C terpanjang 5.C3 .Dengan mengganti n dengan angka-angka diperoleh suku-sukunya seperti terlihat pada tabel berikut Beberapa gugus alkil n -CnH2n+1 Rumus struktur sederhana Rumus struktur terinci -CH3 H | -CH | H -CH3 -C2H5 HH || -CC-H || HH -CH2-CH3 3 -C3H7 HHH ||| -CCC.H ||| HHH -CH2-CH2-CH3 4 -C4H9 1 2 Nama metil etil -CH2-CH2-CH2-CH3 propil butil HHHH |||| -C-C-C-C-H |||| HHHH Tentunya anda dapat meneruskan untuk alkil-alkil lain.

Perhatikan untuk n = 2. Rantai terpanjangnya 4. cabang etil disebut dulu dari cabang metil. Kekurangan jumlah atom H pada alkena dibandingkan dengan jumlah atom H pada alkana dapat dijelaskan sebagai berikut. dan beberapa suku lain dapat Anda lihat pada tabel berikut ini. contoh : HHHH |||| H. cabangnya adalah metil c. Jadi n = 2. Jika cabang-cabang itu berbeda. Jika cabang-cabang itu sama.b. Jadi rumus umumnya mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n.H berubah menjadi H . Cukup diberi awalan di. Cabangnya adalah metil dan ada dua c. namanya tidak perlu disebut dua kali. F.C . Kadang-kadang terdapat lebih dari satu cabang. maka urutan menyebutnya adalah menurut urutan abjad huruf pertamanya. jadi dinamakan butana b..C . Letak cabangnya pada atom C nomor 2 dan nomor 3. Alkena Alkena tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan. pada alkana adalah C2H6 sedang pada alkena adalah C2H4. tetra untuk 4 cabang yang sama dan seterusnya.1C . maka suku pertama alkena harus mengandung dua atom C.4C . Alkena mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C. kalau dari 4.H |||| HH-C-H H-C-H H || HH 2.H || HH Kedua atom H di bawah harus dibebaskan supaya elektron-elektron atom C yang tadinya dipakai untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom H dapat dialihkan untuk membentuk ikatan kovalen dengan sesama atom karbon.3-dimetilbutana a.. kalau 3 cabang sama awalannya tri. bagaimana dapat digambarkan rumus strukturnya? Perhatikan contoh berikut! HHHH |||| H .2C .C = C .3C . Letakkan cabang itu pada atom C nomor dua dari kanan (karena kiri menjadi nomor 4). tidak peduli cabangnya sama atau beda. Ingat setiap cabang diberi satu nomor. Lima suku pertama alkena Suku ke n 1 2 rumus struktur CH2 = CH2 nama etena .

C4 .2 3 4 5 3 4 5 6 CH2 CH2 CH2 CH2 = = = = CH CH CH CH - CH3 CH2 . tetapi pada suku ketiga (jangan lupa harga n-nya 4) dapat kita tuliskan lebih dari satu rumus struktur yaitu . Jumlah atom H. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron.CH3 CH2 .H. tetapi suku pertamanya juga mempunyai n = 2 seperti alkena. maka rumus umumnya menjadi CnH2n+2 . HHHH |||| 1 C = C2 . yang dapat diikat berkurang dua.C3 . Bagaimana memberi nama alkena yang bercabang? Secara garis. G.4H = CnH2n-2 Seperti halnya alkena.CH3 propena 1-butena 1-pentena 1-heksena Nama alkena berbeda dengan alkana hanya pada bagian belakang.CH3 CH2 .CH2 . bagian pertama menunjuk pada jumlah sedang bagian kedua adalah akhiran -una. tetapi pada penentuan rantai induk yang terpanjang harus rantai yang mengandung ikatan rangkap. sedang rumus strukturnya H .CH2 -CH2 .C C . Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambung besi. sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jadi ikatan rangkapnya diutamakan dengan nomor terkecil. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Etuna merupakan suku alkuna satu-satunya yang dapat dibuat. Seperti pada alkana. jadi bagian yang menunjuk pada jumlah tidak berubah. Suku alkena yang banya dikenal adalah etena (etilena) dan propena (propilena) yang merupakan bahan dasar untuk membuat plastik polietena (politena) dan polipropilen. Bagian ini (-C=C-) disebut gugus fungsional. alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2.H 3-metil-1butena (bukan 2-metil-3-butena) ||| HCH3H Pada alkana tidak ada bagian dari rumus strukturnya yang mempunyai ciri khas. sehingga rumus molekulnya C2H2. sebaliknya pada alkena ada bagian dari rumus strukturnya yang mengandung satu ikatan rangkap dua. Sebagai contoh lihatlah rumus struktur berikut ini. pada alkena 1-butena CH2=CH-CH2-CH3 . Sukusuku alkuna lain sering diberi nama atau dianggap sebagai turunan etuna. suku-suku rendah pada alkena dan alkuna pun hanya mempunyai satu rumus struktur. Alkuna Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. CaC2 (s) + 2 H20 (l)  C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq) karbida asetilena Tata nama alkuna sama dengan alkana atau alkena. Jadi propuna disebut metil asetilena. besar tidak berbeda dengan cara memberi nama alkana yang bercabang.

H3C . Cincin benzena biasa digambarkan sebagai segi-enam beraturan dengan tiap sudut ditempati oleh atom C yang mengikat satu atom H dan ikatan rangkap yang berselang-seling antara dua atom C yang berurutan (lihat gambar di bawah ini). dikenal sebagai hidrokarbon aromatik karena umumnya hidrokarbon ini harum baunya walaupun banyak juga yang beracun.CH = CH2 | CH3 isoprena Adalagi hidrokarbon berlingkar yang mengandung cincin segi enam.CH2 . pada alkena dan alkuna dapat pula disebabkan ikatan rangkapnya berpindah tempat (disebut isomeri posisi) karena itu letak ikatan rangkap pada suku-suku alkena dan alkuna yang lebih tinggi selalu diberi nomor seperti terlihat di atas.CH2 . rumus lama struktur benzena H | HCH \//\ / CC ||| CC /\\/\ HCH | H rumus baru struktur benzena .C  CH pentuna H2C = C . Rumus molekul C5H8 dapat merupakan pentuna.2-butena CH3-CH=CH-CH3 CH2=C-CH3 | CH3 2-metil-1-propena pada alkuna CH3C-CH2-CH3 CH3-CC-CH3 1-butuna 2-butuna Jadi peristiwa isomeri terjadi pula pada alkena dan alkuna. Beberapa Hidrokarbon Lain Seperti dikatakan dalam klasifikasi hidrokarbon. Kalau pada alkana hanya pada rantainya berbeda (disebut isomeri rantai). isoprena (monomer dari karet alam atau siklopentana). bahkan penyebabnya dua. Struktur utama senyawa aromatik yang menjadi dasar sifat-sifat kimianya adalah cincin benzena. tetapi rumus umumnya kadang-kadang sama dengan rumus umum yang ada antara lain rumus umum alkena. masih banyak hidrokarbon lainnya. Hidrokarbon aromatik banyak pula terdapat dalam minyak bumi. H. Gambaran ini sempat menguasai senyawa aromatik untuk beberapa puluh tahun sebelum akhirnya diubah karena sifat-sifat utama ikatan rangkap tidak tampak pada gambaran struktur benzena sebelumnya. Rumus umum alkena juga menunjukkan hidrokarbon siklis yang jenuh yang dikenal sebagai siklana (sikloalkana) dan siklo-propana sebagai suku pertamanya mempunyai harga n = 3. Alkandiena dan siklo-alkena mempunyai rumus umum yang sama dengan alkuna.

sedikit larut dalam air.[gambar] BAB XX GAS MULIA UNSUR-UNSUR GAS MULIA Terdiri Atas : Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon : : : : : : He Ne Ar Kr Xe Rn Sifat-Sifat Umum : 1. karena kulit terluarnya telah penuh maka gas mulia bersifat stabil dan tidak reaktif. tidak berbau. tidak berasa. maka gas mulia bersifat kekal dan diberi valensi nol. 2. Tidak Berwarna. dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2. Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom). 3. Sifat-Sifat Halogen . Jadi afinitas elektronnya mendekati nol. Mempunyai elektron valensi 8. BAB XXI UNSUR-UNSUR HALOGEN A. Unsur He Ne Ar Kr Xe Rn Nomor Atom 2 10 18 36 54 86 Konfigurasi Elektron 1s2 [He] 2s2 2p6 [Ne] 3s2 3p6 [Ar] 4s2 3d10 4p6 [Kr] 5s2 4d10 5p6 [Xe] 6s2 5d10 6p6 Dua elektron dari He membuat subkulit s menjadi penuh dan unsur-unsur gas mulia yang lain pada kulit terluarnya terdapat 8 elektron.

Kelarutan oksidator Fluor (F2) Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2) Diatom Gas Gas Cair Padat Kuning Coklat Kuning muda Ungu hijau merah CCl4. Hidrogen. 4. Reaksi pengusiran pada senyawa F2 + 2KX  Cl2 + 2KX Br2 + KX  mengusir F. Potensial Reduksi (Eored > 0) 7. Suhu Lebur (0o) -216. Kereaktifan terhadap gas H2 (makin besar sesuai dengan arah panah) X = Br X = Cl. Brom Dan Iodium SIFAT GOLONGAN . CS2 Tak Tak berwarna Coklat Ungu berwarna 7. Pembentukan asam oksi Membentuk asam oksi kecuali F Catatan : I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2 + KI  Kl3 I2 larut terhadap alkohol coklat B. Konfigurasi elektron 2. Wujud zat (suhu kamar) 3. Keelektronegatifan 6. Warna larutan (terhadap pelarut 4) 6. Molekulnya 2. Reaksi dengan logam (M) X2 + 2MOH  MX + MXO + H2O (auto redoks) 10.0 5 -72 -34 58 + 1. Dengan basa kuat MOH (dingin) 3X2 + 6MOH  5MX + MXO3 + 3H2O (auto 11. +7 +5. Warna gas/uap 4. I dan I X=I Tidak dapat 8. Ar. Massa Atom 3. Suhu Didih (0o) -188. Br.6 8. Bilangan Oksidasi Senyawa Halogen Brom -101. Sifat Fisika Dan Sifat Kimia Unsur Halogen X2 1. Kr) n =nomor perioda (2. +7 +5.Fluor UNSUR 9 F Klor 17 1. Pelarutnya (organik) 5. 3. Br 2KF X2 + X2 2 M + nX2  2MXn (n = valensi logam tertinggi) 9. np 2 4. 5)  =makin besar sesuai dengan arah panah 114. +7 B. Energi Ionisasi dan Afinitas Elektron 5. halogenida  2KCl 2KBr + X2 Cl.0 183 +1 -1 +5. +3 + 1 [X]unsur-unsur gas mulia =(He. Dengan basa kuat (panas) redoks) 12. Klor.2 9. Jari-jari Atom Cl 35 Catatan : Iodium Br 53 I [X] ns . Ne.

pekat (oksidator) 5. menghantarkan arus listrik Tidak teroksidasi Teroksidasi menjadi Br2 Tidak terurai Sedikit terurai 4. Dengan H2SO4. Dalam air Larut.519 . Konfigurasi elektron 3 Li Na 11 K 19 Rb 37 Cs 55 87 Fr [X] ns1 2.0) Di atas suhu kamar (antara 28.7 . Keelektronegatifan 5. Energi ionisasi (kJ/mol) Antara 376 . Bentuk pada suhu biasa Gas tidak berwarna 2.m) 4.HX HF HCl HBr HI Catatan : Sifat reduktor  makin besar/kuat sesuai dengan arah panah Keasaman Kepolaran Kestabilan terhadap panas SIFAT FISIKA DAN KIMIA HIDROGEN HALIDA HCl HBr HI 1.7o . tak menghantarkan arus listrik 3. Massa atom 3.1. Dalam pelarut non polar (Benzana/Toluensa) Larut.180.5o) 6. Jari-jari atom (n. Sifat Golongan Unsur Alkali UNSUR 1. Suhu lebur (oC) Rendah (antara 0. Kestabilan terhadap pemanasan Teroksidasi menjadi I2 Terurai menjadi He dan I2 BAB XXII UNSUR-UNSUR ALKALI A.

DENGAN ASAM KUAT 2L + 2H+  2L+ + H2 (g) d. DENGAN HALOGEN 2L + X2  2LH WARNA NYALA API Merah Garam atau basa yang sukar larut dalam air CO3 Kuning Ungu 2+ - ClO4. Rn) n = nomor perioda (2. PO43- C. Pembuatan Logam Alkali Dengan cara elektrolisis leburan/lelehan garamnya. 5.(l) --> Na (s) + 1/2 Cl2 (g) BAB XXIII UNSUR-UNSUR ALKALI TANAH A. Potensial oksidasi (volt) Positif. Contoh : NaCl (l) Na+ (l) + Cl. Ar. antara 2.3..dan [ Co(NO2)6 ]3- OH. Kr. Sifat Golongan Unsur Alkali Tanah UNSUR 1. DENGAN AIR 2L + 2H2O  2LOH + H2 (g) (makin hebat reaksinya sesuai dengan arah panah) c. 3. Xe. Konfigurasi elektron Be 4 Mg 12 20 Ca [X] ns2 Sr 38 Ba 56 . 6.02 (reduktor) 8. 4. Bilangan oksidasi +1 +1 +1 +1 +1 +1 Catatan : [X] = unsur-unsur gas mulia (He. Sifat Fisika Dan Kimia UNSUR Li Na Perlahan-lahan terjadi Li2O a. Ne.(l)  Na (s) Katoda Na+ (l) + e 1/2 Cl2 (g) Anoda Cl (l) + e------------------------------------------------------------------------------- Na+ (l) + Cl.71 . 7) = makin besar sesuai dengan arah panah B. DENGAN UDARA K Cepat terjadi Na2O dan Na2O2 Rb dan Cs Cepat Terbakar terjadi terjadi K2O Rb2O dan Cs2O b.7.

Jari-jari atom (n. Sifat Fisika Dan Kimia Unsur Alkali Tanah 1. Hidrogen Bereaksi dengan uap air membentuk MO dan H2 Tidak bereaksi (dipanaskan) M + 2H+  e. Klor Dalam keadaan dingin dapat menghasilkan MO dan M3N2 dipermukaan MX2 (garam M2+ + H2 (g) Amfoter basa 3. Kestabilan peroksida Peroksidanya tidak dikenal Makin stabil sesuai dengan arah panah 4. Energi ionisasi (M  M+) kJ/mol (M  M2+) kJ/mol 5. Udara b. Bilangan oksidasi Antara 650o . Air Menghasilkan MO dan M3N2 bila dipanaskan Tidak bereaksi c. Makin ke kanan makin reaktif M + H2  MH2 (Hidrida) M + X2  d.1227o +2 +2 +2 +2 +2 B. Reaksi dengan a. Potensial oksidasi (volt) 6. Kestabilan karbonat Mengurai pada pemanasan agak tinggi (suhu pemanasan antara 550o 1400oC) Catatan : M = unsur-unsur alkali tanah Ra bersifat radioaktif.m) 4. Massa atom 3.2. Sifat oksida Bereaksi dalam keadaan dingin membentuk M(OH)2 dan H2. Suhu lebur (oC) 8. Keelektronegatifan 7. Be bersifat amfoter . Asam 2.

Kesadahan Tetap Mengandung CaSO4 dan MgSO4 Dapat dihilangkan dengan menambahkan soda ash (Na2CO3) Contoh : MgSO4 (aq) + Na2CO3 (aq)  MgCO3 + Na2SO4 (aq) BAB XXIV UNSUR-UNSUR PERIODE KETIGA A.C.(l) Katoda : Ca2+ (l) + 2 e Ca (s) Anoda : 2Cl2 (g) + 2 e-----------------------------------------------------------------------Ca2+ (l) + 2Cl. Fisika Dan Kimia . Pembuatan Logam Unsur Alkali Tanah Dengan elektrolisis leburan garamnya. Kesadahan Air Sadah ialah air yang sukar berbuih dengan sabun dan banyak mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. Kesadahan Sementara Mengandung Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2 Dapat dihilangkan dengan pemanasan Contoh : Ca(HCO3)2 (aq)  CaCO3 + H2O (l) + CO2 (g) 2.(l) + Cl2 (l)  Ca (s) E. Macamnya: 1. Contoh: CaCl2(l)  Ca2+ (l) + 2Cl. Sifat-Sifat Periodik. Kelarutan Unsur Alkali Tanah Kelarutan Mg Sr Ca Ba -------------------> makin besar sesuai arah panah M(OH)2 MSO4 MCO3 Catatan : Warna nyala Garam Ca2+ = merah Garam Ba2+ = hijau M = unsur logam alkali tanah <-------------------makin besar sesuai arah panah MCrO4 D.

UNSUR Na 11 Konfigurasi elektron [Ne] 3s1 12 Mg [Ne] 3s2 Al 13 Si P 14 15 [Ne] 3s2. [Ne] 3p1 3s2. 3p5 Bukan Logam Reduktor <---------------------------- Oksidator/reduktor oksidator (makin besar sesuai arah panah) Konduktor/isolator Oksida (utama) Semi logam Logam Cl Konduktor Na2O MgO Ikatan Isolator Al2O3 SiO2 P 2O 5 SO3 Ion Sifat oksida Basa Cl2O7 Kovalen Amfoter Asam Hidroksida NaOH Mg(OH)2 Al(OH)3 H2SiO3 H3PO4 H2SO4 HClO4 Kekuatan basa/asam Basa kuat Basa lemah Basa lemah Asam lemah Asam Asam lemah kuat Asam kuat Klorida NaCl MgCl2 AlCl3 SiCl4 Ikatan PCl5 SCl2 Ion Senyawa dengan hidrogen NaH Ikatan Ion Reaksi dengan air MgH2 Cl2 Kovalen AlH3 SiH4 PH3 H2S HCl Kovalen Menghasilkan bau dan gas H2 Tidak bersifat Asam asam lemah Asam kuat BAB XXV UNSUR-UNSUR PERIODE KEEMPAT A. 3p3 [Ne] 3s2. 3p4 Jari-jari atom <---------------------------makin besar sesuai arah panah Keelektronegatifan -----------------------------> makin besar sesuai arah panah Kelogaman [Ne] 3s2. 3p2 S 16 17 [Ne] 3s2. . Pengertian Unsur Transisi Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.

3.5 3. yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh.2.4 .3 0. 0. 0.6.3. B. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Sifat Periodik UNSUR Sc 21 [Ar] Konfigurasi 3d1 Elektron 4s2 Massa jenis (g/mL) keelektronegatifan Bilangan oksidasi Titik lebur (oC) Ti 22 [Ar] 3d2 4s2 V 23 [Ar] 3d3 4s2 Cr 24 [Ar] 3d5 4s1 25 Mn Fe 26 Co 27 [Ar] [Ar] [Ar] 3d5 3d7 6 2 3d 4s 2 4s 4s2 Ni Cu 28 29 [Ar] 3d8 4s2 [Ar] 3d10 4s1 Zn 30 [Ar] 3d10 4s2 Antara 3.2.3 0.2 3.2 .Orbital Nomor Atom Unsur Konfigurasi Elektron 3d 4s Skandium (Sc) 21 (Ar) 3d1 4s2  Titanium (Ti) 22 (Ar) 3d2 4s2   Vanadium (V) 23 (Ar) 3d3 4s2    Krom (Cr) 24 (Ar) 3d5 4s1      Mangan (Mn) 25 (Ar) 3d5 4s2      Besi (Fe) 26 (Ar) 3d6 4s2      Kobalt (Co) 27 (Ar) 3d7 4s2      Nikel (Ni) 28 (Ar) 3d8 4s2      Tembaga (Cu) 29 (Ar) 3d10 4s1      Seng (Zn) 30 (Ar) 3d10 4s2                Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya. 0.2.92 (makin besar sesuai dengan arah panah) --------------------------------------------------------> Antara 1. bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain.3 0.2.6 4. 0.2.4 4.9 (makin besar sesuai dengan arah panah) 0.8.2.3 .7 Di atas 1000oC (berbentuk padat) 0.2.1.3 0.1.

Sifat Fisika Dan Kimia UNSUR Cr (krom) 24 Oksida Jenis oksida Rumus Basa/Asam CrO Oksida basa Cr(OH)2 Cr2O3 Oksida amfoter Cr(OH)3 HCrO2 CrO3 Oksida Asam H2CrO4 H2CrO7 MnO Mn (mangan) 25 Mn2O3 MnO3 Mn2O7 Fe (besi) 26 Co (kobal) 27 Ni (nikel) 28 Cu (tembaga) 29 Oksida Basa Oksida Asam Mn(OH)2 Mn(OH)3 H2MnO4 HMnO4 FeO Fe(OH)2 Fe2O3 Fe(OH)3 CoO Co(OH)2 Co2O3 NiO OKSIDA BASA Co(OH)3 Ni(OH)2 Ni2O3 Ni(OH)3 Cu2O CuOH CuO Cu(OH)2 D. Cu+ .= ungu Cr2O72.Ungu Hijau Hijau warna Ion-ion tak berwarna Merah Hijau Merah Hijau Biru muda muda muda - Kuning - - - - - Sc3+ . Zn2+ Catatan : MnO4. Sifat Reaksi Dari Senyawa-Senyawa Krom Dan Mangan . Ti4+ .Energi ionisasi (kJ/mol) Jumlah elektron tunggal Antara 1872 .= jingga C. makin bersifat feromagnetik Warna ion M2+ Warna ion M3+ - - Ungu Biru Tak ber.2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya) Satu Dua Tiga Enam Lima Empat Tiga Dua Satu - Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan Sifat para(=elektron tunggal) magnetik/ diamaferognetik magnetik Makin banyak elektron tunggalnya.

Bilangan koordinasi adalah jumlah ligand dalam suatu ion kompleks.2oC H2 (g) + Cl2 (g)  2 HCl (g) Dengan Halogen Dengan Logam HCl (g) + air  H+ (aq) + Cl. 13H 56. Ion pusat ion dari unsur-unsur transisi dan bermuatan positif. 2. Ion Kompleks positif : [Ag(NH3)2]+ [Cu(NH3)4]2+ [Zn(NH3)4]2+ [Co(NH3)6]3+ [Cu(H2O)4]2+ [Co(H2O)6]3+ 2.(aq) 2 Na (s) + H2 (g) ® 2 Na+H. NH3.E. Unsur Transisi Unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit pertama sebelum kulit terluar untuk berikatan dengan unsur lain b. Ligand Misal : Cl-. molekul atau ion yang mempunyai pasangan elektron bebas. 3. Daftar Ion Kompleks 1. Antara ion pusat dan ligand terdapat ikatan koordinasi. H2O dan sebagainya. 12H . Pembuatan . Ion Kompleks negatif [Ni(CN)4]2[Fe(CN)6]3[Fe(CN)6]4[Co(CN)6]4[Co(CN)6]3[Co(Cl6]3- = = = = = = Diamin Perak Tetra amin Tembaga Tetra amin Seng Heksa amin Kobal Tetra Aquo Tembaga Heksa Aquo Kobal (I) (II) (II) (III) (II) (III) = = = = = = Tetra siano Nikelat Heksa siano Ferat Heksa siano Ferat Heksa siano Kobaltat Heksa siano Kobaltat Heksa kloro Kobaltat (II) (III) (II) (II) (III) (III) BAB XXVI GAS HIDROGEN A.9 kJ/mol B.(s) + energi Golongan Alkali Susunan Atom Isotop Potensial Iobisasi (kJ/mol) Na+H. c. CN-. Ion Kompleks Terdiri dari Ion pusat dari Ligand 1.6oC -259.(s) + H2O  NaOH (aq) + H2 (g) 1 proton + 1 elektron 11H . Unsur-Unsur Transisi Dan Ion Kompleks a. Sifat Fisika Dan Kimia Titik Didih (oC) Titik Lebur (oC) -252.

3Fe(pijar) + 4H2O  Fe3O4 (s) + 4H2(g) 3. Logam (golongan IA/IIA) + air 2K(s) + 2H2O(l)  2KOH (aq) + H2 (g) Ca (s) + 2H2O (l)  Ca(OH)2 (aq) + H2 (g) 2. Logam dengan Eok o > O + asam kuat encer Zn (s) + 2HCl (aq)  ZnCl2 (aq) + H2 (g) Mg (s) + 2 HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2(g) 3. Cara Laboratorium 1. Logam amfoter + basa kuat Zn (s) + NaOH(aq)  Na2ZnO2 (aq) + H2(g) 2Al (s) + 6NaOH (aq)  2Na3AlO3 (aq) + 3H2(g) . Elektrolisis air yang sedikit diasamkan 2H2O (l)  2H2 (g) + O2 (g) 2. 2C(pijar) + 2H2O (g)  2H2 (g) + 2CO (g) B.A. Cara Industri 1.