You are on page 1of 10

MALARIA

Definisi Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa)
dari genus plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.
Soemirat (2009) mengatakan malaria yang disebabkan oleh protozoa terdiri
dari empat jenis species yaitu plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana,
plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana, plasmodium falciparum
menyebabkan malaria tropika dan plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale.
Menurut Achmadi (2010) di Indonesia terdapat empat spesies plasmodium,
yaitu:
1. Plasmodium vivax, memiliki distribusi geografis terluas, mulai dari
wilayah beriklim dingin, subtropik hingga daerah tropik. Demam terjadi
setiap 48 jam atau setiap hari ketiga, pada siang atau sore. Masa inkubasi
plasmodium vivax antara 12 sampai 17 hari dan salah satu gejala adalah
pembengkakan limpa atau splenomegali.
2. Plasmodium falciparum, plasmodium ini merupakan penyebab malaria
tropika, secara klinik berat dan dapat menimbulkan komplikasi berupa
malaria celebral dan fatal. Masa inkubasi malaria tropika ini sekitar 12
hari, dengan gejala nyeri kepala, pegal linu, demam tidak begitu nyata,
serta kadang dapat menimbulkan gagal ginjal.
3. Plasmodim ovale, masa inkubasi malaria dengan penyebab plasmodium
ovale adalah 12 sampai 17 hari, dengan gejala demam setiap 48 jam,
relatif ringan dan sembuh sendiri.
4. Plasmodium malariae, merupakan penyebab malaria quartana yang
memberikan gejala demam setiap 72 jam. Malaria jenis ini umumnya
terdapat pada daerah gunung, dataran rendah pada daerah tropik, biasanya
berlangsung tanpa gejala, dan ditemukan secara tidak sengaja. Namun
malaria jenis ini sering mengalami kekambuhan (Achmadi, 2010).
Etiologi Malaria
Malaria disebabkan oleh protozoa dari genus plasmodium. Pada manusia
plasmodium terdiri dari 4 spesies, yaitu plasmodium falciparum, plasmodium

000 sampai 30. dan plasmodium ovale. Setelah itu sporozoit menuju ke hati dan menembus hepatosit. Pada plasmodium falciparum dan plasmodium malariae siklus skizogoni berlangsung lebih cepat sedangkan plasmodium vivax dan plasmodium ovale siklus ada yang cepat dan ada yang lambat. dkk 2010). Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10. Siklus ini disebut siklus eksoeritrositik yang berlangsung selama 9-16 hari. 2011).vivax. Siklus hidup plasmodium penyebab malaria. Sebagian . Siklus didalam tubuh manusia Pada waktu nyamuk Anopheles spp infeksi menghisap darah manusia.000 merozoit hati. plasmodium malariae. yaitu pada tubuh manusia dan didalam tubuh nyamuk Anopheles betina (Soedarto. sporozoit yang berada dalam kelenjar ludah nyamuk Anopheles masuk kedalam aliran darah selama lebih kurang 30 menit. 1. dan menjadi tropozoit. Akan tetapi jenis spesies plasmodium falciparum merupakan penyebab infeksi berat bahkan dapat menimbulkan kematian (Harijanto. a. Gambar 1. Siklus Hidup PlasmodiumParasit malaria (plasmodium) mempunyai dua siklus daur hidup.

Lama masa inkubasi bervariasi tergantung spesies plasmodium. akan tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut bentuk hipnozoit. sporozoit infektif segera menginvasi sel-sel dan keluar dari kelenjar ludah. Siklus didalam tubuh nyamuk Anopheles betina Apabila nyamuk Anopheles betina mengisap darah yang mengandung gematosit. maka parasit menjadi aktif sehingga menimbulkan kekambuhan. Setelah ookista pecah. mikrogamet akan mengalami eksflagelasi dan diikuti fertilasi makrogametosit. 2. Masa inkubasi: waktu antara terjadinya infeksi dengan mulai terlihatnya gejala penyakit. sporozoit akan memasuki homokel dan pindah menuju kelenjar ludah.tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon. didalam tubuh nyamuk gematosit akan membesar ukurannya dan meninggalkan eritrosit. . 3. Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk kedalam tubuh sampai timbulnya gejala klinis berupa demam. 2. Tahapan Siklus Plasmodium Dalam tahapan siklus plasmodium dapat berlangsung keadaan-keadaan sebagai berikut: 1. Bentuk hipnozoit dapat tinggal didalam sel hati selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun yang pada suatu saat bila penderita mengalami penurunan imunitas tubuh. Pada tahap gematogenesis ini. Sesudah terbentuknya ookinet. Masa prapaten adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik. b. Periode prepaten: waktu antara terjadinya infeksi dan ditemukannya parasit didalam darah perifer. parasit menembus dinding sel midgut. Dengan kemampuan bergeraknya. dimana parasit berkembang menjadi ookista. Siklus preeritrositik: periode mulai dari masuknya parasit ke dalam darah sampai merozoit dilepaskan oleh skizon hati dan menginfeksi eritrosit.

6. Malaria bawaan (konginetal). . Rekuren: Kambuhnya malaria sesudah beberapa bulan tanpa gejala. Penularan secara alamiah adalah melalui gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria. Penularan secara mekanik terjadi melalui transfusi darah atau jarum suntik. apakah sebagai penderita malaria atau karier. malaria pada bayi yang baru lahir disebabkan ibunya menderita malaria. 2. 1. terjadinya reproduksi aseksual didalam eritrosit dan pecahnya eritrosit yang melepaskan lebih banyak merozoit. 5. Penularan bukan alamiah a. yaitu alamiah dan non alamiah. Penularan ini diakibatkan adanya kelainan pada sawar plasenta (selaput yang menghalangi plasenta). Demam paroksismal: Serangan demam yang berulang pada malaria akibat pecahnya skizoit matang dan masuknya merozoit kedalam aliran darah. sedangkan non alamiah penularan yang tidak melalui gigitan nyamuk Anopheles. sehingga tidak ada penghalang infeksi dari ibu kepada janinnya. Selain melalui plasenta. Penularan Malaria Penyakit malaria ditularkan melalui dua cara. Sumber infeksi malaria pada manusia selalu sangat dekat dengan seseorang. b. Infeksi malaria melalui tranfusi darah menghasilkan siklus eritrositer karena tidak malalui sporozoit (siklus hati) sehingga dapat dengan mudah diobati.4. penularan juga bisa melalui tali pusat. Penularan secara alamiah (natural infection) Menurut Bruce-Chwatt (Maulana. 7. merozoit menginfeksi ulang sel hati dan terulangnya kembali skizogoni. Siklus eritrositik: waktu yang berlangsung mulai masuknya merozoit kedalam eritrosit. 2004) penularan secara alamiah yaitu infeksi terjadi melalui paparan gigitan nyamuk Anopheles betina yang infektif. Siklus eksoeritrositik: siklus yang terjadi sesudah merozoit terbetuk di skizoit hepatik.

pucat sampai sianosis seperti orang kedinginan. 2. Kejang. Adapun gejala-gejala awal adalah demam. gusi atau saluran pencernaan. penderita sering membungkus diri dengan selimut atau sarung dan saat menggigil seluruh tubuh sering bergetar dan gigi-gigi saling terantuk. diikuti seluruh tubuh. Mulai menggigil. Periode berkeringat. kulit panas dan kering. respirasi meningkat. Menurut Anies (2006) malaria komplikasi gejalanya sama seperti gejala malaria ringan. dan sering tertidur. menggigil dan muntah-muntah (Soedarto. akan tetapi disertai dengan salah satu gejala dibawah ini: - Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit). nyeri kepala. dan syok. temperatur turun. terkadang muntah-muntah. sakit kepala. Panas tinggi disertai diikuti gangguan kesadaran. Nafas pendek. Periode ini lebih lama dari fase dingin. Periode dingin. 2011).Gejala Malaria Malaria adalah penyakit dengandua minggu sesudah gigitan nyamuk yang infektif. Jumlah kencing kurang (oliguri). dapat sampai dua jam atau lebih diikuti dengan keadaan berkeringat. Periode panas. sampai basah. dan kering. Periode ini berlangsung 15 menit sampai 1 jam diikuti dengan peningkatan temperatur. dan pemeriksaan . nadi cepat dan panas badan tetap tinggi dapat mencapai 400C atau lebih. Penderita berwajah merah. Menurut Harijanto. Mulai dari temporal. Diagnosis Malaria Soerdarto (2011) mengatakan diagnosis malaria ditegakkan setelah dilakukan wawancara (anamnesis). lelah. Pendarahan dihidung. Warna air kencing (urine) seperti air teh. pemeriksaan fisik. Kelemahan umum. kulit dingin. dkk (2010) gejala klasik malaria yang umum terdiri dari tiga stadium (trias malaria) yaitu: 1. Bila penderita bangun akan merasa sehat dan dapat melaksanakan pekerjaan seperti biasa. Mata kuning dan tubuh kuning.

akan tetapi Rapid Diagnostic Test (RDT) sebaiknya menggunakan tingkat sentitivity dan specificity lebih dari 95% (Soerdato. d. diare. maupun riwayat pernah mendapat tranfusi darah. a. Wawancara (anamnesis) Anamnesis atau wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang penderita malaria yakni. c. pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah yang menurut teknis pembuatannya dibagi menjadi preparat darah (SDr. serta anemia yang dibuktikan dengan konjungtiva palpebra yang pucat. nyeri otot. Dibandingkan uji mikroskopis. 2008). Tes diagnostik cepat Rapid Diagnostic Test (RDT) adalah pemeriksaan yang dilakukan bedasarkan antigen parasit malaria dengan imunokromatografi dalam bentuk dipstick.50C sampai 400C. pegal-pegal. pambesaran limpa (splenomegali) dan pembesaran hati (hepatomegali). Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik terhadap penderita dapat ditemukan mengalami demam dengan suhu tubuh dari 37. keluhan utama: demam. menggigil.laboratorium. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum penderita. untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria dalam darah. sediaan darah) tebal dan preparat darah tipis. Akan tetapi diagnosis pasti malaria dapat ditegakkan jika hasil pemeriksaan sediaan darah menunjukakan hasil yang positif secara mikroskopis atau Uji Diagnosis Cepat (Rapid Diagnostic Test= RDT). meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin. mual muntah. dan berkeringat yang dapat disertai sakit kepala. serta riwayat pernah sakit malaria atau minum obat anti malaria satu bulan terakhir. eritrosit dan trombosit (Widoyono. 2011). Pemerikasaan laboratorium Pemeriksaan mikroskopis. b. jumlah leukosit. Test ini digunakan pada waktu terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) atau untuk memeriksa malaria pada daerah terpencil yang tidak ada tersedia sarana laboratorium. hematokrit. . tes ini mempunyai kelebihan yaitu hasil pengujian cepat diperoleh. dan riwayat pernah tinggal di daerah endemis malaria.

terutama pada malam hari karena nyamuk penular malaria aktif menggigit pada waktu malam hari.Pengobatan Malaria Pengobatan malaria hendaknya dilakukan setelah diagnosis malaria dikonfirmasi melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium. Menghindari gigitan nyamuk malaria Pada daerah yang jumlah penderitanya sangat banyak. chinchona alkaloid. jenis obat klorokuin tetap digunakan. Membunuh jentik dan nyamuk malaria dewasa Untuk membunuh jentik dan nyamuk malaria dewasa dapat dilakukan beberapa cara yaitu: . yaitu spesies plasmodium. serta menggunakan kelambu saat akan tidur. Kemudian mereka yang tinggal di daerah endemis malaria sebaiknya memasang kawat kasa di jendela pada ventilasi rumah. rawa-rawa atau tambak ikan (tambak sangat ideal untuk perindukan nyamuk malaria). 2008). di daerah pedesaan atau pinggiran kota yang banyak sawah.pirimetamin. status klinis penderita dan kepakaan obat terhadap parasit yang menginfeksi. tindakan untuk menghindari gigitan nyamuk sangat penting. 2. disarankan untuk memakai baju lengan panjang dan celana panjang saat keluar rumah. tidak terkecuali infeksi yang disebabkan plasmodium malariae. Namun bila digunakan sebagai terapi radikal pemberian klorokuin diikuti dengan pemberian primakuin. Sedangkan untuk mengobati malaria vivax dan malaria ovale. Obat anti malaria yang dapat digunakan untuk memberantas malaria diantaranya malaria falcifarum adalah artemisinin dan deriviatnya. balofantrin. Pengobatan sebaiknya memperhatikan tiga faktor utama. dan proguanil. meflokuin. sulfadoksin. Setelah itu masyarakat juga bisa memakai anti nyamuk (mosquito repellent) saat hendak tidur terutama malam hari agar bisa mencegah gigitan nyamuk malaria (Prabowo. menggunakan obat anti malaria klorokuin. Pencegahan Malaria 1.

Biological controlBiological control merupakan kegiatan penebaran ikan kepala timah (panchax. Mengurangi tempat perindukan nyamuk malaria Tempat perindukan vektor malaria bermacam-macam. Hal ini sebaiknya dilakukan pada orang-orang yang melaksanakan perjalanan ke daerah endemis malaria (Anis. sawah. d. pasien tersebut terus gudang virus di kursi mereka dan bertindak sebagai waduk infeksi. 3. Dalam kebanyakan kasus (95% infeksi) ada tidak ada gejala klinis dan infeksi ini tidak perlu perawatan. masyarakatnya harus menjaga kebersihan lingkungan (Prabowo. karena ikan-ikan tersebut berfungsi sebagai pemangsa jentik nyamuk malaria (Anis. Penyemprotan rumahPenyemprotan insektisida pada rumah di daerah endemis malaria. dan timbulnya gejala-gejala malaria. c. empang. Pemberian obat pencegahan malaria Pemberian obat pencegahan (profilaksis) malaria bertujuan agar tidak terjadinya infeksi.panchax) dan ikan guppy/ wader cetul (lebistus retculatus). Ada nyamuk malaria yang hidup dikawasan pantai. . 2008). LarvacidingMerupakan kegiatan penyemprotan pada rawa-rawa yang potensial sebagai tempat perindukan nyamuk malaria. 4. rawa-rawa. 2006). bahkan ada yang hidup di air bersih pada pegunungan. POLIOMYELITIS Diagnosa Poliomyelitis Polio disebabkan oleh infeksi virus.b. sebaiknya dilakukan dua kali dalam setahun dengan interval waktu enam bulan. 2006). tergantung spesies nyamuknya. Namun. tambak ikan. Akan tetapi pada daerah yang endemis malaria.

Orang-orang dengan bentuk-bentuk non-paralytic dan lumpuh polio nyata penyakit klinis.  Cairan serebrospinal pemeriksaan . Otot refleks diuji. Mungkin ada leher kaku dan otot-otot yang kaku dari belakang. Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut). Orang-orang yang akan divaksinasi biasanya dilindungi dari infeksi. Mungkin ada mengangkat sel-sel darah putih.  Pemeriksaan fisik Ini melibatkan cek lengkap sistem. otot-otot pernapasan diperiksa untuk fungsi seperti polio mempengaruhi sumsum tulang dan batang otak dapat mempengaruhi otot-otot pernapasan. dan sebagainya. langsung kontak dengan sengau atau lendir sekresi dari seorang individu dengan polio infeksi. Sejarah medis juga termasuk perasaan penyakit dan demam. (1-5)  Riwayat kesehatan Sejarah medis pasien termasuk penyelidikan tentang paparan kasus polio. disebut quadriplegia. Abnormal refleks terdeteksi.  Laboratorium diagnosis Laboratorium diagnosis termasuk tes darah rutin. Diagnosis polio melibatkan sejarah medis. Vaksin polio disuntikkan inactivated atau IPV misalnya memiliki efektivitas sekitar 90% perlindungan dari infeksi. pemeriksaan fisik. Mungkin ada kesulitan dalam membungkuk leher dan kesulitan dalam mengangkat kepala atau kaki ketika berbaring datar di bagian belakang.  Accute Flaccid Paralysis (AFP) Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas—kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). Ini termasuk perjalanan ke suatu daerah di mana polio endemik. Sejarah atau polio vaksinasi juga penting.

Prognosis jelek pada bentuk bulbar. dan untuk ini harus diberikan pernapasan mekanis. Fisioterapi dilakukan 3-4 hari setelah demam hilang. non-paralitik atau paralitik) dan bagian tubuh yang terkena. Prognosis tergantung kepada jenis polio (subklinis.  Paralitik Harus dirawat di rumah sakit karena sewaktu-waktu dapat terjadi paralisis pernapasan. Fisioterapi bukan mencegah atrofi otot yang timbul tapi dapat mengurangi deformitas yang ada. Jangan melakukan aktifitas selama 2 minggu.  Non paralitik Sama dengan tipe abortif. Penatalaksanaan dan Prognosis Poliomielitis Tidak ada pengobatan spesifik terhadap poliomyelitis. Pemberian analgetik 15-30 menit setiap 2-4 jam. Bila rasa sakit telah hilang dapat dilakukan fisioterapi pasif dengan menggerakkan kaki/tangan. darah dll) dan tingkat gula dan bahan kimia lain dalam CSF. Penatalalaksanaan bersifat simptomatis dan suportif :  Infeksi abortif : Istirahat sampai beberapa hari setelah temperatur normal. Biasanya ada 10-200 sel/mm 3 dan mungkin ada kandungan protein yang agak ditinggikan CSF 40 untuk 50 mg/100 ml. sedatif. .Pemeriksaan rutin CSF meliputi penilaian sel (sel darah putih. Kalau perlu dapat diberikan analgetik. kematian biasanya karena kegagalan fungsi pusat pernapasan atau infeksi sekunder pada jalan napas. 2 bulan kemudian dilakukan pemeriksaan neuro-muskulosketal untuk mengetahui adanya kelainan.