You are on page 1of 7

PENGENALAN POLUSI KEBAUAN BERDASARKAN

PARAMETER BAU DENGAN SAMPEL LIMBAH DI
LINGKUNGAN SEKITAR
INTRODUCTION OF ODOR POLLUTION BASED ON THE
PARAMETERS OF THE SAMPLE WITH THE SMELL OF
SEWAGE IN THE SURROUNDING ENVIRONMENT
Aditya Wibawa1, Fadhly Zul Akmal1, Gita Anistya Sari1, M Hafiz Adilla1, Ina Rotulhuda2
1)Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, Jln.
Kamper Kampus IPB, Dramaga, 16680
Email:
adit.ap.bkn@gmail.com1, akmalfadhly@gmail.com1, Anistya72@yahoo.o.id1,
hafizadillaa@gmail.com1
2)Departemen Geofisika dan Meteorologi, Institut Pertanian Bogor, Jln. Meranti
Kampus IPB, Dramaga, 16680
Email: Rotulhuda.ina@gmail.com2
Abstrak : Udara merupakan sumber daya alam yang digunakan makhluk hidup sebagai media
persediaan senyawa untuk pemenuhan keperluan energinya. Di udara tidak hanya terdapat zat yang
bermanfaat tetapi juga terdapat senyawa dan zat yang dapat menimbulkan gangguan apabila dalam
konsentrasi tertentu, gangguan tersebut biasanya berupa bau. Bau merupakan suatu kondisi
lingkungan yang tercium oleh indera penciuman manusia dan hewan. Berdasarkan Keputusan
Pemerintah Negara Lingkungan Hidup No. 50 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebauan, terdapat
lima parameter bau yaitu amoniak (NH 3), hydrogen sulfida (H2S), metil sulfide ((CH 3)2S) dan stirena
(C6H8CHCH2). Sumber pencemar bau disebut dengan zat odoran. Sumber-sumber polusi bau di
lingkungan yaitu kimia dan petroleum berupa industri bahan kimia anorganik, industri bahan kimia
organik, industri penghasil pakan ternak serta daerah instalasi pengolahan air limbah. Senyawa yang
berbau merupakan senyawa kimia yang mudah menguap dapat berasal dari golongan alkohol, keton,
asam karboksilat, amina, dan thiols.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengenal
senyawa yang menimbulkan bau, mengenal sumber-sumber polusi kebauan dilingkungan dan
mempelajari baku mutu nasional dalam tingkat kebauan.
Kata kunci : Kep. Men LH No. 50 Tahun 1996, polusi kebauan dan zat odoran
Abstract : The air is a natural resource which used living things as media supplies for the fulfillment
of the purposes of the energy compound. In the air there are substances that are not only useful but
also contained compounds and substances which may give rise to interference in certain
concentrations, the disorder usually smell. The smell is an environmental condition that wafted by the
sense of smell of humans and animals. Based on the decision of the Government of the State of the
environment no. 50 in 1996 about the level of raw odor, there are five parameters that smell of
ammonia (NH3), hydrogen sulfide (H2S), methyl sulfide ((CH3) 2S) and styrene (C6H8CHCH2). The
source of the smell of a substance known as polluters odoran. The smell of pollution sources in the
environment of chemical and petroleum industry in the form of inorganic chemicals, organic chemicals
industry, industrial producers of animal feed as well as the installation of wastewater treatment.
Compounds that smell is a volatile chemical compounds can be derived from the alcohol, ketones,
carboxylic acids, amines, and thiols.This research was conducted with the aim to identify the
compounds that cause odors, pollution sources familiar smell surroundings and learn the national
quality standard in odor level.
Keyword : Kep. Men LH No. 50 Tahun 1996, odor pollution and substance odoran

PENDAHULUAN

Makhluk hidup di muka bumi disediakan berbagai macam sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. 50 Tahun 1996 tentang baku tingkat kebauan. Bahan yang digunakan dalam mendukung penelitian ini meliputi enam sampel limbah dan senyawa standar parameter bau sebagai pembanding diantaranya. Penelitian diawali dengan menyiapkan salinan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. udara. tetapi juga terdapat senyawa dan zat yang dapat menimbulkan gangguan apabila dalam konsentrasi tertentu. Misalnya udara yang kotor akan mengganggu kesehatan manusia. Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. hydrogen sulfida (H2S). atau kurangya ketersediaan air bersih akan membawa banyak bibit penyakit bagi manusia dan hewan. dan tanah. kelima parameter ini terdapat pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. sehingga dapat dilakukan mitigasi untuk mengatasi polusi kebauan tersebut. bau hanya bisa ditangkap oleh indra penciuman manusia. pemerintah menetapkan bakumutu tingkat kebauan. Secara alamiah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kualitas Udara. Baku mutu tingkat kebauan adalah batas maksimal bau dalam udara yang diperbolehkan dan tidak mengganggu kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Baku mutu tingkat kebauan zat odoran tunggal menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 50 Tahun 1996. amoniak (NH 3). ketersediaan sumber daya alam tersebut perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat terus digunakan hingga bertahun-tahun yang akan datang. Sumber bau disebut zat odoran. maka diperlukan pengetahuan mengenai bau pada suatu zat. Semua kekayaan alam tersebut juga akan mempengaruhi tumbuh kembang makhluk hidup. yaitu zat berupa zat tunggal maupun campuran senyawa yang menimbulkan rangsangan bau pada keadaan tertentu. Di udara terdapat campuran berbagai macam gas yang perbandingannya tidak tetap. Oleh karena itu. mengenal sumber-sumber polusi kebauan dilingkungan dan mempelajari baku mutu nasional dalam tingkat kebauan. Komposisi gas-gas tersebut dipengaruhi oleh temperatur udara. tekanan udara atau faktor lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengenal senyawa yang menimbulkan bau. untuk mengatasi gangguan dari zat pencemar di udara. namun dalam pengkategorian bau dapat menggunakan deskriptor bau yang menunjukkan tingkat kebauan suatu konsentrasi zat dalam udara. Dalam upaya mengendalikan pencemaran bau. Udara merupakan sumber daya alam yang digunakan makhluk hidup sebagai media persediaan senyawa untuk pemenuhan keperluan energinya. Pada kedua tempat tersebut zat odoran yang terkandung yakni amoniak (NH 3) dan hidrogen sulfida (H2S) yang menimbukan bau yang tidak nyaman dalam beraktifitas. seperti air. METODE PENELITIAN Penelitian kali ini yaitu penentuan polusi kebauan. 50 tahun 1996. Sumber odoran yang biasa ditemukan di sekitar lingkungan aktivitas manusia ialah tempat sampah dan toilet. Gangguan dari zat pencemar di udara biasanya berupa bau. Lalu sampel . Namun di udara tidak hanya terdapat zat yang bermanfaat bagi makhluk hidup. metil sulfide ((CH3)2S) dan stirena (C6H8CHCH2). Berdasarkan pernyataan di atas.

pada botol yang berisi senyawa standar satu persatu di hembuskan dengan pelan menggunakan telapak tangan ke arah hidung. Kemudian kesan bau dari senyawa standar tersebut dibandingkan dengan enam sampel limbah untuk ditemukan kesamaannya dengan senyawa standar. Di lingkungan. lalu dilakukan hal yang sama terhadap 6 sampel limbah. sebagai berikut: Cystine (-S-S)  Cysteine (-SH-SH-)  CH3SH Cystine dapat mengalami proses reduksi yaitu penambahan unsur hidrogen menjadi cysteine (-SH SH-). hidrogen sulfida. mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk. beracun. Reaksi bau yang timbul yaitu sebagai berikut: H2S. 2008). HS. Kebauan adalah bau yang tidak diinginkan dalam kadar an waktu tertentu yang dapat menganggu kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. timbulnya bau dapat disebabkan oleh beberapa reaksi kimia yang terjadi diantaranya Amoniak. Amoniak. dekarboksilasi menghasilkan stirena termonodeuterasi. Stirena diproduksi oleh fungi dan bakteri. Hidrogen sulfida. Perkiraan mekanisme dekarboksilasi mikroba asam sinamat. . Setelah kesan bau yang ditimbulkan dari senyawa standar parameter ditangkap. adisi-trans.+ H+ Methyl Merkaptan. metil merkaptan. mudah terbakar dengan bau yang menyengat (tidak enak). Pembentukan stirena kemungkinan berasal dari dekarboksilasi langsung asam sinamat yang terprotonisasi. Menghirup Hidrogen sulfida dapat menyebabkan pingsan. dengan reaksi kimia yang menimbulkan bau. Senya berikutnya yaitu Metil Sulfida yang merupakan cairan tidak berwarna dengan rumus kimia (CH 3)2S. H2S. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup no. dapat larut dalam eter dan alkohol namun tidak larut dalam air juga dikenal sebagai dimetil Sulfida. metil sulfida. dan stirena merupakan senyawa bau yang menimbulkan kesan negatif. reaksi kimia yang menimbulkan bau yaitu: N organik + bakteri  NH4+ + NH3 H2S. 50 tahun 1996 yaitu tentang baku tingkat kebauan diatur dalam dua jenis zat odoran bau yaitu berupa zat odoran tunggal dan zat odoran campuran. Stirena (C6H8CHCH2) diproduksi oleh fungi dan bakteri.+ H+ . gangguan pernafasan. lalu terjadi proses pemecahan asam amino dan pemecahan asam karboksilat yang menghasilkan CH3SH (Methyl Merkaptan). HASIL DAN PEMBAHASAN Bau merupakan suatu kondisi lingkungan yang tercium oleh indera penciuman manusia dan hewan. adalah gas yang tidak berwarna. bahkan kematian. Metil Sulfida dapat juga dihasilkan secara lamiah dari pembentukan buangan dimetil sulfoxida yang dialirkan ke sewer yang menimbulkan persolan lingkungan yaitu bau (Yuwono. HS.

Hidrogen sulfida dibentuk dari reduksi bakteri sulfat dan dekomposisi kandungan sulfur organik pada kotoran dalam kondisi anaerob. Berdasarkan penelitian. toilet Pesing Pesing Pesing busuk Makanan busuk Busuk Busuk busuk Minyak tanah. Sedangkan di bawah ini merupakan tabel sebenarnya mulai dari jenis material dan senyawa standar parameter bau yang menjadi landasan dasarnya. didapat hasil pengamatan pada enam sampel dari empat kelompok penelitian. Tabel 2. kompos Urin. Hampir dari setiap kelompok memiliki kesimpulan yang sama terhadap setiap sampel. Gas H2S merupakan gas yang berwana lebih ringan dari pada udara.. 2006). bensin Minyak tanah Minyak tanah Minyak tanah C6H8CHCH2 C6H8CHCH2 C6H8CHCH2 C6H8CHCH2 kompos Kompos Kompos Tanah lembab. mudah larut dalam air dan mempunyai bau seperti telur busuk (Casey et al. Hasil sebenarnya pada sampel . hasilnya sebagai berikut: N o 1 Kelompok 1 2 3 4 2 1 2 3 4 3 1 2 3 4 1 2 4 3 5 6 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Tabel 1. Hasil pengamatan pada sampel Kesan Bau Perkiraan Jenis Material Senyawa Standar Parameter Bau Tajam. air selokan Rendaman baju yang sudah lama Deterjen H2S H2S H2S H2S NH3 NH3 Urin urin Air seni Urin Telur busuk Sampah Sayuran busuk Kubis busuk Sampah NH3 NH3 NH3 NH3 NH3 H2S H2S H2S H2S NH3 Pada tabel 1 didapat hasil pengamatan dari setiap kelompok untuk mengetahui jenis material yang digunakan menjadi sampel. tajam Tanah lembab Tanah Tanah lembab lembab Toilet Bau apek Rendaman cucian yang kelamaan Busuk. seperti Karbol C6H8CHCH2 bau tinta pulpen Bau obat Pembersih toilet C6H8CHCH2 minyak Minyak tanah Minyak tanah Minyak tanah. seperti Pembersih toilet C6H8CHCH2 alcohol Menyengat Pembersih WC C6H8CHCH2 Menyengat.

dan thiols. Hidrogen sulfide juga dapat ditemukan di rumah tangga misalnya pada telur busuk yang menyebabkan bau tidak enak atau pada makanan yang sudah busuk. 2008). Selain itu. senyawa tersebut diantaranya amoniak (NH3) yang dapat ditemukan di toilet. sudah hampir mendekati dari hasil sebenarnya. aldehid. Dalam kehidupan keseharian. Dengan kipas angin bau lebih dengan volume udara yang lebih besar. soda ash. sehingga konsentrasi kebauan menjadi lebih rendah. dapat dikatakan bahwa hasil pengamatan pada tabel 1. Zat odoran merupakan zat yang dapat berupa zat tunggal maupun campuran berbagai senyawa yang dapat menimbulkan rangsangan bau pada keadaan tertentu. industri bahan kimia organik (terdiri dari plastik. Sumber kedua yaitu pada daerah instalasi pengolahan air limbah (Yuwono. . dioxide sulfuric acid). sabun. hydrogen sulfide. Kotoran ayam tersebut menimbulkan polusi kebauan yang cukup menggangu masyarakat disekitarnya. Biasanya untuk mengatasi pencemaran bau tersebut digunakan teknik maskering. pembersih closet Minyak tanah Kompos kotoran kambing Limbah industry Air kencing Makanan busuk C6H8CHCH2 C6H8CHCH2 H2S 4 5 6 NH3 NH3 H2S Berdasarkan tabel 2. karet. alkohol. misalnya penggunaan kamper atau pewangi ruangan. Pada Methyl Sulfida juga dapat ditemui pada bawang yang baunya cukup tajam dan khas. Senyawa Methyl sulfide yang ditemukan pada pembersih toilet dengan bau yang cukup menyengat. Senyawa yang dapat menyebabkan bau banyak dijumpai di sekitar lingkungan tempat tinggal. Sumber pencemar bau disebut dengan zat odoran.No Jenis Material Senyawa Standar Parameter Bau 1 2 3 Harfic. dari sampel satu hingga enam (tabel 1) didapat hasil pengamatan senyawa standar parameter bau yang sama dengan hasil sebenarnya (tabel 2). Pada dasarnya senyawa yang berbau merupakan senyawa kimia yang mudah menguap dapat berasal dari golongan alcohol. menghilangkan bau juga dapat dilakukan dengan teknik pengenceran. N2O. Bahan baku untuk pembuatan kompos yaitu limbah organik. Polusi kebauan dalam skala besar ditimbulkan oleh proses industrialisasi. yaitu dengan menggunakan kipas angin. kapur. Cara penanganan limbah peternakan ayam dapat dengan cara pengomposan. yaitu melapisi konsentrasi odoran tersebut dengan zat berbau wangi dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Misalnya industri yang sering dijumpai di tengah masyarakat ialah peternakan ayam. keton. asam karboksilat. rumah sebagai tempat tinggal juga sering tercemar oleh polusi bau. Amoniak ini dapat berasal dari urin manusia. Sumber-sumber polusi bau di lingkungan yaitu yang pertama industri kimia dan petroleum berupa industri bahan kimia anorganik (terdiri dari pupuk. tekstil). misalnya berasal dari toilet kamar mandi atau sampah organik rumah tangga. amina. deterjen. industri penghasil pakan ternak Sumber kedua dengan senyawa dan kelompok baunya yaitu ammonia.

J Haff. L. Singh.&S.D.50 tahun 1996.abu. K. National Centre for Manure and Animal Waste Management White Paper. 2006. Jacobson. R.serbuk gergaji.. 9 (2) : 175-185 Casey. Arya.R. Kuantifikasi Bau dan Polusi Bau di Indonesia.S.karena antara satu penguji dengan yang lainnya bisa saja terdapat perbedaan presepsi terhadapat suatu kebauan. Dampak Pencemaran Lingkungan. Jurnal Purifikasi. 2008.D. Bicudo. Air quality and emission from livestock and poultry production waste management system in animal agriculture and the environment. Hasil ini memang harus berdasarkan pada rata-rata kesamaan bau yang didapatkan oleh masing-masing penguji. 1995.Indah. S. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji bau oleh setiap kelompok pada enam sampel uji dan parameter bau yang terdapat pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Andi:Yogyakarta. Wisnu.2011. . Vol.R Schimidt. Gates.W. Pp 1-40 Kastiowati. Dampak Dan Upaya Penanggulangan Pencemaran Udara. J. terdapat kesamaan hasil pengujian. Balitbang:Jakarta. D. kalsit dan bakteri pengurai. Teknik dan cara penanganan limbah seperti ini dilakukan dengan cara menyatukan kotoran ayam dengan serbuk gergaji serta dicampur juga dengan bahan lainnnya. A. DAFTAR PUSTAKA Yuwono AS. Kemudian diaduk hingga homogen dan dibiarkan dalam beberapa hari. Gay.

PP NO. 50 TAHUN 1996 .LAMPIRAN 1.